Saturday, 28 August 2021

Dagang bukan bisnis – Ini bedanya

Dagang bukan bisnis – Ini bedanya, keuntungan dari berdagang dapat dirasakan secara langsung,  bisnis menitik beratkan pada hasil jangka panjang.

Dagang bukan bisnis, Pada masa awal sebelum uang ditemukan, tukar menukar barang dinamakan barter yaitu menukar barang dengan barang. 

Dagang bukan bisnis, Pada masa modern perdagangan dilakukan dengan penukaran uang, uang sebagai alat tukar

Dagang bukan bisnis, Setiap barang dinilai atau diukur dengan uang. 

Dagang bukan bisnis, berdagang adalah melakukan jual beli dan prosesnya untuk jangka pendek dan dilakukan secara pengulangan. 

Dagang bukan bisnis, Pembeli akan menukar uangnya dengan barang, begitu juga sebaliknya, penjual menukarkan barangnya dengan uang

Menurut KBBI, bisnis adalah usaha komersial dalam dunia perdagangan; bidang usaha; usaha dagang.

Dagang menurut KBBI, adalah pekerjaan yang berhubungan dengan menjual dan membeli barang untuk memperoleh keuntungan

Berdagang : titik beratnya kepada hasil/keuntungan instan dan langsung dapat dirasakan.
Berbisnis : lebih menitik beratkan pada hasil jangka panjang yang lebih besar.


Baca juga : Artikel yang terkait

Tak lupa di ucapkan Terima kasih, telah berkunjung di artikel ini. Mohon kiranya mau memberikan komentar di akhir artikel ini.


Dagang bukan bisnis – Ini bedanya
Dagang bukan bisnis – Ini bedanya


Perbedaan Dagang dengan Bisnis


Dagang bukan bisnis – Ini bedanya, Orang sering keliru memahami bahwa bisnis itu dagang, dagang merupakan bagian dari bisnis. 

Dagang bukan bisnis, Sesungguhnya dagang  dengan Bisnis sangatlah berbeda. 

Dagang bukan bisnis, Mungkin yang dipahami bahwa berdagang dan berbisnis itu adalah melakukan usaha untuk mendapatkan keuntungan.

Dagang bukan bisnis, Dagang atau niaga adalah kegiatan memperjual belikan barang atau jasa dengan tujuan memperoleh laba.

Dalam ilmu ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. 

Secara historis kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti "sibuk" dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. 

Dagang bukan bisnis, "sibuk"  artian, mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan penghasilan.

Dagang bukan bisnis, Dalam ekonomi kapitalis, bisnis umumnya dimiliki oleh pihak swasta.

Dagang bukan bisnis, bisnis dibentuk untuk menghasilan profit dan meningkatkan kemakmuran para pemiliknya. 

Dagang bukan bisnis, Pemilik bisnis mendapatkan imbalan sesuai dengan waktu, usaha, atau kapital yang telah dikorbankan. 

Dagang bukan bisnis, Namun tidak semua bisnis mengejar keuntungan, contohnya, bisnis koperasi yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan.

Secara etimologi, bisnis berarti keadaan di mana seseorang atau sekelompok orang sibuk melakukan pekerjaan yang menghasilkan keuntungan. 

Dagang bukan bisnis, Kata "bisnis" sendiri merujuk pada badan usaha.

Dagang bukan bisnis, Badan usaha adalah kesatuan yuridis (hukum), teknis, dan ekonomis yang bertujuan mencari laba atau keuntungan. 

Dagang bukan bisnis, Penggunaan yang lebih luas dapat merujuk pada sektor pasar tertentu, misalnya "bisnis pertelevisian." 

Dagang bukan bisnis, Skup yang paling luas dan merujuk pada seluruh aktivitas yang dilakukan oleh komunitas penyedia barang dan jasa. 

Pemahaman makna sebenarnya dari dagang dan bisnis, membuat orang yang memiliki tujuan untuk melakukan usaha.

Dagang bukan bisnis, Yang tidak pernah disadari, bahwa yang diperoleh dari berjualan selama bertahun-tahun tidak pernah meningkat. 

Dagang bukan bisnis, Mimpi jadi konglomerat pun terpeleset, tak akan pernah menjadi konglomerat.

Dagang bukan bisnis, Orang yang melakukan bisnis tidak serta merta layak menyandang predikat pebisnis.

Pedagang dan pebisnis sama-sama disebut CEO (Chief Everything Officer) atau melakukan semuanya sendiri, 

CEO dalam konteks bisnis adalah Chief Executive Officer yang berarti ia membutuhkan delegasi tugas.


1. Dagang 


Dagang bukan bisnis – Ini bedanya, Perkembangan hukum dagang di dunia telah berlangsung pada tahun 1000 hingga 1500 pada abad pertengahan di Eropa. 

Dagang bukan bisnis, Pedagang adalah orang atau badan membeli, menerima atau menyimpan barang dengan maksud untuk dijual.

berdagang adalah melakukan jual beli atau perniagaan, maka yang menjadi fokus utamanya adalah barang laku terjual dan mendapatkan keuntungan. 

Segala urusan mulai dari pengadaan barang hingga penjualan, ditangani langsung oleh pemilik. 

Dagang bukan bisnis, fokus utama pedagang adalah barang laku terjual dan mendapatkan keuntungan. 

Dagang bukan bisnis, pedagang yang hanya sebatas bertransaksi dan merasa sudah cukup.

Dagang bukan bisnis, pedagang dalam meraih untung setelah barang dagangannya laku.

Dagang bukan bisnis, Segala urusan mulai dari pengadaan barang hingga penjualan, ditangani langsung oleh pemilik. 

Dagang bukan bisnis, Keuntungan yang didapatkan dari hasil perdagangan akan diputar untuk menyuplai barang dagangan selanjutnya.  

Dagang bukan bisnis, Sehingga dalam proses usahanya merupakan proses jangka pendek, yang mengalami pengulangan.

Dagang bukan bisnis, Dalam melakukan usahanya, pedagang menjualnya kembali dengan selisih harga, yang akan menjadi keuntungan.

Keuntungan yang didapatkan dari perdagangan tersebut, segera diputar untuk menyuplai barang dagangan selanjutnya.  

Hukum dagang adalah ilmu yang mengatur hubungan antara suatu pihak dengan pihak lain yang berkaitan dengan urusan-urusan dagang.

Definisi lain menyatakan bahwa hukum dagang merupakan serangkaian norma yang timbul khusus dalam dunia usaha atau kegiatan perusahaan.

Dagang bukan bisnis, Hukum dagang masuk dalam kategori hukum perdata, tepatnya hukum perikatan. 

Dagang bukan bisnis, Dagang berkaitan dengan tindakan manusia dalam urusan dagang. 

Dagang bukan bisnis, Hukum dagang juga berkaitan dengan hak dan kewajiban antar pihak yang bersangkutan dalam urusan dagang. 

Dagang bukan bisnis, Hukum dagang di Indonesia berdasarkan pada sumber hukum dagang, yakni 

  • hukum tertulis yang sudah dikodifikasikan, 
  • hukum tertulis yang belum dikodifikasikan hukum 
  • kebiasaan

Pada hukum tertulis yang sudah dikodifikasikan, hal yang menjadi acuan adalah KUHD (Kitab untu-undang hukum dagang)

Dagang bukan bisnis, Dalam KUHD dibahas tentang hak-hak dan kewajiban dagang 

Dagang bukan bisnis, Selain KUHD, sumber lainnya adalah Kitab Undang-undang Hukum Perdata (KUHPerdata)

Dagang bukan bisnis, Pada hukum tertulis yang belum dikodifikasikan, ada 4 Undang-undang yang menjadi acuan. 

  • Undang-undang Nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, 
  • Undang-undang Nomor 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal,  
  • Undang-undang Nomor 32 tahun 1997 tentang Perdagangan 
  • Undang-undang Nomer 8 tahun 1997 tentang dokumen perusahaan. 

Dagang bukan bisnis, Adapun pada hukum kebiasaan, hal yang menjadi sumber adalah Pasal 1339 KUH Perdata dan Pasal 1347 KUH Perdata.


2. Bisnis


Dagang bukan bisnis – Ini bedanya, Pebisnis (pengusaha) adalah orang yang memiliki kemampuan melihat dan menilai kesempatan dan peluang bisnis. 

Dagang bukan bisnis, Mengumpulkan dan mengelola sumber daya yang dibutuhkan guna mengambil keuntungan.

Memanfaatkan sumber daya yang ada untuk mengambil tindakan yang tepat, agar memastikan kesuksesan.

Dagang bukan bisnis, Seorang pebisnis biasanya akan mempunyai mental yang sangat kuat dan juga tahan banting. 

Pebisnis juga telah terbiasa mendapat tekanan. Dalam berbisnis, pelaku bisnis akan memfokuskan diri untuk membangun brand image.

Bisnis yang baik harus memiliki perencanaan yang matang dan terorganisir sebagai bentuk dari sebuah pijakan yang kokoh. 

Dagang bukan bisnis, Pebisnis berupaya juga untuk membangun sebuah sistem, Sistem yang membutuhkan kerjasama berbagai pihak. 

Dagang bukan bisnis, Dengan sistem memudahkan bisnis untuk meraih lebih percepatan tanpa harus menunggu puluhan tahun dahulu.

Pebisnis sukses harus memiliki "Strategi bisnis yang cantik " agar yang diharapkan dapat terwujud.

proses yang ditempuh, dalam berbisnis pelaku bisnis akan memfokuskan diri untuk membangun brand image. 

Dagang bukan bisnis, Pebisnis berupaya membangun sebuah sistem yang membutuhkan kerjasama berbagai pihak. 

Dagang bukan bisnis, bisnis memiliki perencanaan yang matang dan terorganisir sebagai bentuk dari sebuah pijakan yang kokoh. 

Sistem yang berjalan dengan baik akan memudahkan dalam berbisnis, dengan kecepatan tanpa harus menunggu puluhan tahun dahulu.

Dagang bukan bisnis, Pebisnis (pengusaha) butuh mendelegasikan tugasnya, sedangkan pedagang tidak percaya mendelegasikan tugasnya. 

Dagang bukan bisnis, Pendelegasian tugas pebisnis (pengusaha) ditandai dengan memiliki karyawan yang bisa mengambil keputusan. 

Di sinilah yang dimaksud dari percaya, antara ketidak percayaan dengan membentuk standar prosedur operasional dan memaparkan jobdesk (job description).

Pebisnis (pengusaha) sering ditandai dengan menciptakan momentum. Artinya, Pebisnis selalu bergerak, tidak pasif, dan proaktif. 

Dagang bukan bisnis, Bergerak dalam hal apapun, membangun relasi, membuat event, apapun yang mendukung bisnisnya secara positif, 

Dagang bukan bisnis, Pebisnis memiliki risiko investasi yang lebih besar dari pada yang ditanggung oleh pedagang. 

Dagang bukan bisnis, Pebisnis belum tentu bisa mendapatkan keuntungan saat itu juga. 

Oleh sebab itu, Pebisnis bisa saja mengalami kegagalan yang besar saat usahanya belum bisa diterima oleh masyarakat. 

Dagang bukan bisnis, Mental antara pedagang dan pebisnis bisa menjadi salah satu perbedaan terbesar di antara mereka.



Dagang bukan bisnis – Ini bedanya
Dagang bukan bisnis - beda dalam aktivitasnya


Perbedaan dalam usahanya


Dagang bukan bisnis – Ini bedanya, Perbedaan Pedagang dan Pengusaha walaupun pada dasarnya sebagian orang menganggap sama, 

Dagang bukan bisnis, bila dikaji secara seksama, perbedaan pedagang dan pengusaha cukup signifikan.
Salah satunya adalah pedagang hanya menginginkan dagangan laris terjual serta mendapatkan penghasilan. 

Dagang bukan bisnis, Sedangkan, pebisnis umumnya berpikir tentang perencanaan usaha dalam jangka panjang. 

Dagang bukan bisnis, Kebalikannya, kalau pebisnis hanya memiliki waktu yang sedikit untuk mengawasi usahanya. 

Dagang bukan bisnis, Waktu yang dimilikinya sudah habis untuk membangun relasi bisnis di mana-mana. 

Dagang bukan bisnis, Bisnis yang ia bangun sudah dijalankan sendiri oleh tim.

Dagang bukan bisnis, Demikianlah ulasan mengenai beberapa perbedaan pedagang dan pengusaha yang perlu di ketahui. 

Dagang bukan bisnis, Berikut ini ulasan lengkap perbedaannya.


1. Cara melakukan usaha


Dagang bukan bisnis – Ini bedanya, Pedagang bisa menjadi langkah awal sebagai pebisnis, namun banyak pula yang seumur hidup terus-menerus menjadi pedagang.

Dagang bukan bisnis, Pedagang tidak memiliki visi dan tidak mampu membangun perencanaan dari sistem bisnisnya.

Dagang bukan bisnis, Pedang juga kurang bisa mengoptimalkan potensi seperti modal yang dimiliki untuk mengembangkan perdagangan.

Seorang pebisnis pasti akan merencanakan usahanya dalam jangka pendek, jangka menengah dan juga dalam jangka panjang.

Dagang bukan bisnis, Sedangkan, bagi pedagang, umumnya mereka tidak terlalu mementingkan sebuah perencanaan. 

Dagang bukan bisnis, Bagi pedagang jika dagangannya laku mereka sudah sangat senang. 

Dagang bukan bisnis, Sehingga tidak ada pemantauan yang detail terhadap keuntungannya seperti yang dilakukan oleh seorang pebisnis .


2. Cara Memandang Konsumen


Dagang bukan bisnis – Ini bedanya, Seorang pedagang menganggap konsumen adalah orang yang akan memberikan dia uang, 

Pedagang akan berusaha “merebut” uang sebanyak-banyaknya dari konsumen dengan cara meningkatkan harga sehingga terjadilah proses tawar menawar.

Dagang bukan bisnis, Seorang pebisnis lebih menjaga hubungan baik dengan konsumen.

Pebisnis berusaha memberikan harga terbaik bagi konsumen dengan harapan konsumen puas dan menjadi pelanggan setia bagi dia.


3. Cara Mendapatkan Uang


Dagang bukan bisnis – Ini bedanya, Seorang pedagang hanya mementingkan bagaimana untuk mendapatkan uang setiap harinya.

Dagang bukan bisnis, guna melanjutkan berdagangnya di kemudian hari. 

Dagang bukan bisnis, Hanya seperti itu siklusnya. Bisnis adalah alat untuk mencapai impian. 

Seorang pebisnis juga memikirkan hal yang sama dan berkeinginan untuk mendapatkan penghasilan setiap harinya.

Namun, seorang pebisnis secara terus-menerus memikirkan solusi dan membentuk sistem bagaimana caranya menghasilkan uang. 

Dagang bukan bisnis, Ada dua cara pikir untuk mendapatkan uang, yakni kerja keras dan kerja cerdas. 

Dagang bukan bisnis, Pedagang bekerja untuk mendapat uang, sedangkan pebisnis bekerja untuk membangun aset 

Dagang bukan bisnis, Dari asetlah untuk mendapatkan uang. Menentukan aset yang ingin dimiliki membutuhkan visi. 

Dagang bukan bisnis, Setelah menentukan visi, maka muncul misi yang berupa strategi, perencanaan, target, dan sebagainya. 

Dagang bukan bisnis, Hukum alam dalam bisnis berarti meyakini proses, sedangkan pedagang biasanya menghindari proses. 

Dagang bukan bisnis, Proses yang dimaksud adalah membangun sistem, mendelegasikan tugas, dan sebagainya.


4. Sistem Kerja


Dagang bukan bisnis – Ini bedanya, Pedagang itu merupakan sosok yang pekerja keras. 

Dagang bukan bisnis, Bukan berarti pebisnis tidak bisa bekerja keras, 

Yang membedakan, yakni pedagang menjalankan aktivitas usahanya sendiri dan tidak ada campur tangan orang lain.

Dagang bukan bisnis, Jika pengusaha, sudah memiliki sistem dan ada manajemen. 

Dagang bukan bisnis, Tugasnya hanya memantau kinerja tim atau karyawannya. 

Pengusaha tidak menjalankan bisnisnya sendiri, tetapi mereka memiliki tim yang membantu mengembangkan usahanya tersebut.


5. Kebutuhan Waktu


Dagang bukan bisnis – Ini bedanya, Seorang pedagang membutuhkan waktu yang banyak untuk menjalankan usahanya.

Dagang bukan bisnis, Pedagang dalam menjalankan aktivitas sendiri. 

Pedagang memiliki waktu yang sedikit untuk berinteraksi dengan relasi karena waktunya telah habis digunakan untuk berdagang.

Dagang bukan bisnis, Kebalikannya, kalau pebisnis hanya memiliki waktu yang sedikit untuk mengawasi usahanya. 

Dagang bukan bisnis, Waktu yang dimilikinya sudah habis untuk membangun relasi bisnis di mana-mana. 

Dagang bukan bisnis, Bisnis yang ia bangun sudah dijalankan sendiri oleh tim.

Dagang bukan bisnis, Demikianlah ulasan mengenai beberapa perbedaan pedagang dan pengusaha yang perlu ketahui.

Pedagang bisa menjadi langkah awal sebagai pebisnis, namun banyak pula yang seumur hidup terus-menerus menjadi pedagang.
Dagang bukan bisnis, Selain pedagang tidak memiliki visi juga tidak mampu membangun perencanaan dari sistem usahanya.

Pedagang tidak bisa mengoptimalkan potensinya, potensi seperti modal yang dimiliki untuk mengembangkan dagangan.




Sebagai penutup, diucapkan terima kasih telah meluangkan waktunya untuk membaca artikel " Dagang bukan bisnis – Ini bedanya, "

Lanjutkan ke Bagian ...

Semoga artikel ini memberi manfaat serta menginspirasi. Bila ada yang ingin mendiskusikan bisa mengklik " Contact Us "




Untuk melengkapi pemahaman tentang Dagang bukan bisnis
silahkan tonton video dibawah ini.


Dagang bukan bisnis – Ini bedanya
Dagang bukan bisnis – Ini bedanya




Dagang bukan bisnis – Ini bedanya
Dagang bukan bisnis

Thursday, 26 August 2021

Sistem informasi akuntansi - menunjang manajemen strategi

Sistem informasi akuntansi - menunjang manajemen strategi, sistem yang mengumpulkan, menyimpan dan mengolah data keuangan untuk pengambil keputusan.

Sistem informasi akuntansi, untuk menunjang manajemen stategi

Sistem informasi akuntansi, Kondisi persaingan bisnis saat ini semakin ketat saja. 

Sistem informasi akuntansi, Banyak muncul perusahaan- perusahaan baru yang memenuhi pasar. 

Dengan semakin banyaknya penyedia produk dalam pasar maka konsumen lebih leluasa untuk menentukan pilihannya. 

Semua konsumen pasti menginginkan produk yang berkualitas dan mendapatkan layanan yang baik.

Sistem informasi akuntansi, konsumen pastinya, memilih perusahaan yang manajemen yang baik dan sebagainya. 

Hal-hal diatas, menuntut suatu bisnis untuk memberikan yang terbaik kepada konsumennya. 

Sistem informasi akuntansi, Setiap aspek yang mendukung hal tersebut harus diperkirakan secara serius dan seakurat.

setiap keputusan yang diambil bisa memberikan informasi yang pasti, jelas dan akurat dalam rangka menunjang kemajuan bisnis.


Baca juga : Artikel yang terkait

Tak lupa di ucapkan Terima kasih, telah berkunjung di artikel ini. Mohon kiranya mau memberikan komentar di akhir artikel ini.


Sistem informasi akuntansi - menunjang manajemen strategi
Sistem informasi akuntansi - menunjang manajemen strategi


Sistem informasi akuntansi - menunjang manajemen strategi Dalam menghadapi persaingan perusahaan serta meminimalkan terjadinya risiko kegagalan. 

Salah satu sistem yang dipakai untuk menunjang hal tersebut adalah sistem informasi akuntansi yang akurat.

Unsur-unsur sistem informasi akuntansi dalam bisnis, terdiri dari kumpulan sumber daya seperti manusia dan peralatan :

  • Untuk mengumpulkan
  • Menklasifikasikan
  • Mengolah
  • Menganalisis
  • Mengkomunikasikan informasi finansial
  • Pengambilan keputusan yang relevan, yang dibutuhkan oleh pihak eksternal maupun internal perusahaan. 

Sistem informasi akuntansi ini, dapat disajikan dalam bentuk manual ataupun secara terkomputerisasi. 

Sistem informasi akuntansi, Sistem informasi akuntansi dapat dibentuknya menjadi sistem yang baik sesuai kebutuhan,
 
Output informasi akuntansi yang dihasilkan lebih sistematis dan akurat yang pada akhirnya dapat menunjang kegiatan perusahaan.

Salah satunya kegiatan dalam perencanaan strategi oleh pihak internal perusahaan dapat lebih terkendali.

Sistem informasi akuntansi, Secara umum dapat dikatakan bahwa informasi yang objektif akan mendukung efisiensi. 

Demikian pula informasi akuntansi, apabila disajikan sistem yang handal tentu akan menghasilkan informasi yang objektif. 

Sistem informasi akuntansi, Oleh sebab itu, penugasan penyusunan informasi akuntansi hendaknya dilaksanakan dengan satu tujuan.

Agar informasi yang dihasilkannya adalah informasi yang objektif sehingga mereka yang menggunakannya.

Sistem informasi akuntansi, Output dari informasi tepat dan akurat akan dapat menunjang dalam mengambil keputusan.

Secara luas strategi dapat diartikan sebagai suatu cara bagaimana perusahaan akan mencapai tujuan.

Tahap pertama merumuskan strategi perusahaan dengan tepat, yang didasari 
dengan prinsip analisa SWOT :

  • Kekuatan (Strength)
  • Kelemahan (Weaknesses)
  • Peluang (Opportunities)
  • Ancaman (Threats)


Sistem informasi akuntansi, Setiap perusahaan mempunyai kekuatan dan kelemahan internal serta peluang dan acaman,

Sistem informasi akuntansi, Perusahaan harus menggali terus peluang dan mengantisipasi potensi acaman. 


Tahap kedua menentukan strategi jitu guna mendapatkan strategi bisnis yang cantik.

Sistem informasi akuntansi, yang disesuaikan dengan peluang, ancaman, kekuatan dan kelemahan yang ada. 


Tahap ketiga, bagaimana mengimplementasikan strategi yang telah dipilih dan ditetapkan. 


Tahap keempat, melakukan umpan balik, 

apakah strategi berjalan sesuai dengan yang diharapkan dan seberapa jauh pelaksanaan strategi itu mencapai tujuan.

Sistem informasi akuntansi, Informasi akuntansi berupa analisis rasio keuangan, 

Rasio–rasio keuangan dapat menjadi cermin dari kekuatan atau kelemahan aktivitas– ktivitas manajemen strategi.

Sistem informasi akuntansi, Informasi akuntansi mengenai kebutuhan pelanggan yang berbeda.

Teknologi yang tidak dapat dikembangkan merupakan faktor – faktor penghambat dalan perencanaan strategi. 

Penelitian kepada kebutuhan pasar tidak selalu memberikan informasi yang berguna mengenai arah produk baru. 

 

1. Sistem Informasi Akuntansi


Sistem informasi akuntansi - menunjang manajemen strategi Sistem informasi akuntansi merupakan sub sistem informasi yang menjadi penentu dalam pengambilan keputusan.

Informasi dibutuhkan oleh manajemen perusahaan itu sendiri maupun pihak- pihak yang berkepentingan dengan perusahaan. 

Pengertian sistem informasi akuntansi menurut Widjajanto (2001:4), adalah: Susunan berbagai dokumen, alat komunikasi, tenaga pelaksana, dan berbagai laporan yang didesain untuk mentransformasikan data keuangan menjadi informasi keuangan.


Sistem informasi akuntansi - menunjang manajemen strategi

Sistem informasi akuntansi - sebagai penentu dalam pengambilan keputusan.



2. Input yang digunakan sistem informasi akuntansi


Sistem informasi akuntansi - menunjang manajemen strategi Input dapat diartikan sebagai data. 

Baridwan menjelaskan tentang data (2003:4), 
Data dapat diartikan sebagai kumpulan karakter, fakta atau jumlah – jumlah yang merupakan masukan (input) bagi suatu sistem informasi. 

Dalam pelaksanaan sistem informasi akuntansi terdapat beberapa sumber data atau dokumen yang digunakan. 

Menurut Widjajanto (2001:17) adapun sumber data atau dokumen yang terkait dengan pelaksanaan sistem informasi akuntansi, adalah sebagai berikut Faktur, Kuitansi, Bukti kas keluar dan Order pembelian. 

Sistem informasi akuntansi, sumber data yang di input harus memiliki beberapa persyaratan : 

  • Kecermatan (Accuracy), 
  • Tepat waktu (Timeliness), 
  • Lengkap (Completeness), 
  • Ringkas (Conciseness), 
  • Relevan, 
  • Dapat dipercaya
  • Dapat diperbandingkan


3. Proses Pengolahan Data


Sistem informasi akuntansi - menunjang manajemen strategi Proses merupakan aktivitas yang dapat mentransformasikan input menjadi output.

Pemrosesan data (Data processing) merupakan pelaksanaan prosedur tertentu, biasanya merupakan serangkaian tugas. 

Selanjutnya Widjajanto (2001:16) 
Menjelaskan bahwa input berupa dokumen-dokumen dari transaksi dicatat ke dalam jurnal harian kemudian diproses ke dalam buku besar dan buku pembantu. 

Hasil proses menghasilkan output berupa laporan keuangan untuk pihak eksternal dan laporan manajemen untuk pihak internal perusahaan. 

Maka dapat disimpulkan bahwa catatan akuntansi yang digunakan dalam sistem informasi akuntansi adalah : 

  • Jurnal
  • Buku besar (General Ledgers)
  • Buku pembantu (Subsidiary Ledgers).


Sistem informasi akuntansi, Informasi yang dihasilkan berasal dari pengolahan data yang meliputi : 

  • Ketepatan metode yang digunakan
  • Ketepatan prosedur yang digunakan
  • Pengendalian dan pengamanan data akuntansi
  • Tepat waktu dan pengalokasian.

Output yang Dihasilkan Sistem Informasi Akuntansi adalah hasil dari operasi Jika data telah diubah menjadi informasi.

Aktivitas output itu berarti harus dapat memberikan informasi yang berguna bagi yang berkepetingan, agar tujuan perusahaan dapat tercapai. 

Sistem informasi akuntansi, Umumnya informasi ini disajikan dalam dua kelompok :

  • Laporan Keuangan (Financial Statement)
  • Laporan Manajemen (Managerial Report)


Sistem informasi akuntansi, Output dari informasi bernialai bila :
 
  • Kegunaan
  • Ekonomis
  • Keandalan
  • Pelayanan Langganan
  • Kapasitas
  • Kesederhanaan
  • Fleksibilitas


4. Pengolahan data sistem informasi akuntansi

 
Sistem informasi akuntansi - menunjang manajemen strategi Output sistem informasi akuntansi yang kualitas harus memenuhi prosedur dan pelaksanaan yang terstruktur. 

Sistem informasi akuntansi, Prosedur yang dibentuk adalah untuk sistem pengendalian manajemen :

  • Pengklasifikasian data
  • Pemilahan data
  • Penghitungan
  • Pengikhtisaran.


5. Kegunaan Informasi Akuntansi


Sistem informasi akuntansi - menunjang manajemen strategi Informasi akuntansi sangat dibutuhkan oleh para manajer perusahaan. 

Sistem informasi akuntansi, Kegunaan dari sistem informasi akuntansi Untuk mengevaluasi kinerja perusahaan di masa lalu, 

Memprediksi kinerja perusahaan di masa yang akan datang dan untuk memahami kondisi suatu organisasi pada suatu masa. 

Sistem informasi akuntansi, pemakai informasi akuntansi dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu: 

  • Kelompok Internal
  • Kelompok Eksternal.


6. Karakteristik Informasi Akuntansi


Sistem informasi akuntansi - menunjang manajemen strategi Informasi akuntansi yang baik harus memenuhi karakteristik-karakteristik tertentu. 

Hal ini berguna, agar informasi akuntansi yang dihasilkan dapat dipergunakan untuk kepentingan para pengguna.

Sistem informasi akuntansi, Baik pihak interen maupun eksteren perusahaan yang mempunyai kepentingan masing-masing. 


Sistem informasi akuntansi, karakteristik informasi akuntansi terdiri dari: 

  • Dapat dipahami
  • Relevan
  • Akurat
  • Lengkap
  • Keandalan
  • Dapat dibandingkan.


7. Manajemen Strategi


Sistem informasi akuntansi - menunjang manajemen strategi Manajemen strategi adalah tentang perumusan, pelaksanaan dan evaluasi keputusan – keputusan lintas fungsi

Manajemen strategi sarana untuk mencapai tujuan, sasaran manajemen strategi dikembangkan dari fungsi perencanaan dari manajemen. 

Perencanaan (planning) adalah proses penentuan sasaran.

Penentuan sasaran yang akan dicapai dalam periode waktu tertentu di masa mendatang dan bagaimana mencapai sasaran 

Persaingan yang semakin ketat dan kondisi yang kian tidak menentu, perusahaan dituntut untuk mempersiapkan diri secara matang. 

Sistem informasi akuntansi, Penyusun rencana strategi dituntut tidak hanya difokuskan pada usaha target pangsa pasar.

Sistem informasi akuntansi, target volume penjualan yang akan dicapai dalam periode waktu tertentu.

perencanaan strategi harus dibuat fleksibel, tidak kaku, agar mampu menyesuaikan diri dengan segala kemungkinan yang terjadi. 



8. Manfaat dan Ciri – Ciri Keputusan Manajemen Strategi


Sistem informasi akuntansi - menunjang manajemen strategi pentingnya manajemen strategi bagi perusahaan untuk menetapkan keputusan stratejik dengan baik. 

Sistem informasi akuntansi, Strategi perusahaan merupakan hal penting untuk memberikan manfaat bagi perusahaan. 


a. Manfaat-manfaat manajemen stratejik :


Sistem informasi akuntansi

  • Memberikan arah jangka panjang yang akan dituju.
  • Membantu perusahaan beradaptasi pada perubahan – perubahan yang terjadi.
  • Membuat suatu perusahaan menjadi lebih efektif.
  • Mengidentifikasikan keunggulan komparatif suatu organisasi dalam lingkungan yang semakin beresiko.
  • Aktivitas pembuatan strategi akan mempertinggi kemampuan perusahaan untuk mencegah munculnya masalah di masa dating.
  • Keterlibatan karyawan dalam pembuatan strategi akan lebih memotivasi mereka pada tahap pelaksanaannya.
  • Aktivitas yang tumpang tindih akan dikurangi.
  • Keengganan untuk berubah dari karyawan lama dapat dikurangi.

b. Ciri – ciri keputusan manajemen strategi 


Sistem informasi akuntansi

  • Keputusan strategi yang berkaitan dengan aktivitas – aktivitas suatu perusahaan. Persoalan lingkup aktivitas yang fundamental bagi keputusan.
  • Strategi berkaitan dengan upaya menyesuaikan aktivitas – aktivitas perusahaan dengan lingkungan di mana ia beroperasi.
  • Strategi dengan tindakan dan upaya menyesuaikan aktivitas perusahaan dengan kemampuan sumber daya yang dimiliki.
  • Keputusan – keputusan strategi seringkali berimplikasi serius terhadap sumber daya suatu perusahaan.
  • Keputusan strategi sering mempengaruhi keputusan dalam operasional.
  • Dapat mempengaruhi nilai –nilai dan ekspektasi pihak yang memiliki kekuasaan dalam perusahaan.
  • Keputusan strategi akan mempengaruhi arah jangka panjang perusahaan.
  • Keputusan strategi seringkali bersifat kompleks,




Sistem informasi akuntansi - menunjang manajemen strategi
Sistem informasi akuntansi - untuk mengukur keberhasilan strategi


9. Langkah - Langkah Manajemen Strategi


Sistem informasi akuntansi - menunjang manajemen strategi Agar pelaksanaan manajemen strategi pada perusahaan dapat berjalan baik dan memberikan manfaat, 

Sistem informasi akuntansi, maka manajemen strategi mempunyai langkah-langkah atau prosedur yang harus diikuti. 

Sistem informasi akuntansi, Tahap-tahap dalam proses manajemen strategi adalah : 

  • Analisis lingkungan
  • Perumusan misi
  • Sasaran strategi.

Sistem informasi akuntansi, Analisis dan pemilihan strategi, Implementasi strategi dan Pengendalian dan evaluasi strategi

a. Perumusan Misi dan Sasaran Strategi.


Sistem informasi akuntansi, Misi merupakan kerangka dasar dalam menentukan arah perusahaan dan pengambilan keputusan – keputusan manajemen di masa mendatang. 

Sistem informasi akuntansi, Setelah Manajen perusahaan mengidentifikasikan berbagai jenis analisis lingkungan,

Sistem informasi akuntansi, Langkah selanjutnya merumuskan misi dan sasaran strategi. 

Sistem informasi akuntansi, Secara eksplisit, misi menjadi pedoman dan arah dalam setiap keputusan.

Misi perusahaan perlu dikomunikasikan ke luar dalam bentuk statemen publik, moto organisasi atau slogan, nama, dan citra organisasi. 

Sistem informasi akuntansi, Pentingnya misi bagi perusahaan :

  • Memaksimalkan pencapaian tujuan perusahaan.
  • Misi dirumuskan secara eksplisit untuk mencapai sasaran yang akan dicapai organisasi.
  • Mengembangkan dasar atau standar untuk mendapatkan dan mengalokasikan sumber daya perusahaan.
  • Membangun iklim atau suasana perusahaan yang baik.
  • Memfasilitasi dalam menterjemahkan sasaran dan tujuan.
  • Menspesifikasi tujuan perusahaan.


Sistem informasi akuntansi, Visi adalah gambaran yang akan diwujudkan oleh suatu perusahaan di masa mendatang. 

Visi biasanya dinyatakan dalam suatu pernyataan, Misalnya, Dikenal secara luas sebagai perusahaan kelas dunia. 

Sistem informasi akuntansi, Untuk mewujudkan visi, perusahaan perlu merumuskan strategi. 

Visi perusahaan dijabarkan ke dalam misi dan sejalan dengan misi perusahaan serta memberi ruang untuk perubahan atau fleksibelitas, 

Maka bila ada yang diubah, maka yang diubah hanya sisi luas cakupan atau kuantitas dari sasaran tersebut, tanpa mengubah essensinya.


b. Analisis dan Pemilihan Strategi


Setelah mendapakan pemahaman atas situasi lingkungan organisasi perusahaan, maka para perumus dan manajer stratejik harus mempertimbangkan alternatif strategi. 

Sistem informasi akuntansi, perumus strategi harus mempertimbangkan alternatif strategi.

Sistem informasi akuntansi, kriteria dalam pemilihan strategi : 

  • Kesesuaian lingkungan eksternal dengan internal
  • Dapat diukur
  • Konsisten dengan misi organisasi
  • Cukup tersedia sumber daya
  • Keunggulan bersaing
  • Dukungan dari para manajer kunci
  • Fleksibilitas
  • Motivasi
  • Kejelasan
  • Risiko


c. Implementasi Strategi.


Sistem informasi akuntansi, Implementasi strategi dalam pelaksanaanya, manajemen perusahaan yang menetapkan dan memonitor program manajemen strategi 

Sistem informasi akuntansi, Isu – isu atau masalah manajerial menjadi sangat penting di dalam tahap implementasi strategi. 

Sistem informasi akuntansi, Strategi perusahaan di tetapkan di dalam tahap formulasi bila strategi tidak akan berhasil 

Strategi diimplementasikan apabila persoalan – persoalan manajerial di dalam organisasi tidak menjadi perhatian yang utama. 

Sistem informasi akuntansi, Agar perusahaan mencapai sasaran jangka panjang yang telah ditetapkan, 

Untuk mencapai sasaran perusahaan tidak cukup memformulasi strateginya secara efektif, tetapi harus mengimplementasikan strateginya secara efisien. 

Sistem informasi akuntansi, Aspek dalam pelaksanaan strategi :

  • Mengembangkan program
  • Penganggaran (Budgets)
  • Prosedur.


d. Pengendalian dan Evaluasi Strategi


Sistem informasi akuntansi, Proses manajemen strategi adalah melakukan pengendalian aktifitas pekerjaan dan mengevaluasi prestasi pekerjaan. 

Proses pengendalian adalah bagaimana caranya pemantauan harus dilakukan dalam mengimplementasikan strategi pilihan

Sistem informasi akuntansi, apakah terjadi penyimpangan atau kesenjangan. 

Sistem informasi akuntansi, Sistem pengendalian strategi adalah untuk menjamin efisiensi dan efektivitas perusahaan. 

Tujuan pengendalian strategi adalah untuk memastikan bahwa kebijakan dan rencana – rencana perusahaan telah dilaksanakan.

Selanjutnya melakukan evaluasi yaitu membandingkan apakah hasil yang dicapai sesuai dengan standar ukuran yang telah ditentukan perusahaan. 

Sistem informasi akuntansi, Memanfaatkan umpan balik sebagai suatu masukan untuk perencanaan strategi baru. 

Untuk mengukur keberhasilan strategi, diperlukan suatu sistem informasi akuntansi yang efektif agar diperoleh data dan informasi yang akurat. 

Selanjutnya manajemen mengevaluasi penyimpangan yang merugikan, sehingga dapat segera diambil tindakan – tindakan yang diperlukan.

Sistem informasi akuntansi, Proses pengendalian umumnya terdiri dari tiga tahap, yaitu : 

  • Pengukuran kinerja
  • Membandingkan hasil pengukuran dengan standar kinerja
  • Mengambil tindakan perbaikan yang diperlukan untuk menjamin standar kinerja yang direncanakan dapat tercapai. 



Sebagai penutup, diucapkan terima kasih telah meluangkan waktunya untuk membaca artikel " Sistem informasi akuntansi - menunjang manajemen strategi "


Semoga artikel ini memberi manfaat serta menginspirasi. Bila ada yang ingin mendiskusikan bisa mengklik " Contact Us "




Untuk melengkapi pemahaman tentang Sistem informasi akuntansi
silahkan tonton video dibawah ini.

Sistem informasi akuntansi - menunjang manajemen strategi
Sistem informasi akuntansi - menunjang manajemen strategi




Sistem informasi akuntansi - menunjang manajemen strategi
Sistem informasi akuntansi



Tuesday, 24 August 2021

Membangun bisnis - tip untuk menjalankan bisnis | Bagian 3

Membangun bisnis - tip untuk menjalankan bisnis | Bagian 3 unntuk bisnis yang baru, akan lebih mudah untuk membangun sistem bisnis autopilot.

Membangun bisnis, Sebagian pemilik bisnis ingin bisnisnya menjadi autopilot, 

namun beberapa alasan belum menemukan sistem bisnis autopilot yang cocok dengan bisnisnya. 

Mungkin bagi yang sering bekerja sendiri semua detil proses bisnis dilakukan sendiri atau dibantu beberapa orang saja. 

Membangun bisnis, Pastinya sangat rumit dan ribet.

Membangun bisnis, Ada perasaan tidak bisa melepaskan bisnis begitu saja berjalan secara otomatis,

Membangun bisnis, Pada bab ini, melanjutkan ke sesi "Tahapan membangun sistem bisnis autopilot 

Membangun bisnis, Pada bagian 1 yang terdahulu tip tentang dasar atau pondasi bisnis :

•  Visi & misi 
•  Uang
•  Kualitas produk.


Pada bagian 2 tip untuk menjalankan bisnis, untuk menjadi bisnis outopilot :

Marketing 
Service
Branding

 
Membangun bisnis, Beberapa tip dasar-dasar membangun sistem bisnis menuju bisnis Autopilot 

membangun bisnis, dimanai bagaikan menanam pohon, pohonnya dapat tumbuh menjadi rindang, banyak cabangnya dan berbuah banyak.

Mengharapkan pohon yang ditanam bisa menjadi pohon yang rindang, yang mempunyai daun hijau dan lebat. 

Membangun bisnis, Pohonnya bisa memberikan hasil yang maksimal.

Jadi bisnis adalah sesuatu yang dapat memberi lebih banyak hal kepada masyarakat, pekerja, dan pemilikinya.

Membangun bisnis, Pemilik bisnis harus paham tentang bisnis :

Pertama, jika memiliki bisnis, harus fokus pada akarnya, bila bisnis dimaknai sebagai pohon.

Membangun bisnis, Akarnya terdiri daripada visi & misi, kewangan, dan kualitas.

Membangun bisnis, Kedua, mengenai tujuan menanam pohon, 

tentunya mengharapkan pohon yang ditanam bisa menjadi pohon yang rindang, yang mempunyai daun hijau dan berbuah lebat. 

hasilnya pohon dapat bermanfaat terhadap lingkungan, pegawai, keluarga dan tentunya diri sendiri.

Membangun bisnis, Untuk mencapainya, 

Membangun bisnis, Yang harus melakukan pemasaran, service (pelayanan) dan Branding (merek).

Branding adalah proses penciptaan atau peninggalan tanda jejak tertentu di benak dan hati konsumen melalui berbagai macam cara dan strategi komunikasi sehingga tercipta makna dan perasaan khusus yang memberikan dampak bagi kehidupan konsumen (Wijaya, 2011; 2012; 2013).

Merek adalah tanda yang dikenakan oleh produsen pada barang yang dihasilkan sebagai tanda pengenal.


Bukan hal yang mudah untuk membangun sebuah sistem otomatis bagi bisnis yang telah berjalan. 

Definisi bisnis autopilot adalah bisnis komersil yang bekerja untuk menghasilkan profit tanpa kerterlibatan pemilik bisnis.

Membangun bisnis, Bisnis yang baru dibangun, akan lebih mudah untuk membangun sistem bisnis autopilot.

Membangun bisnis, Alasannya, belum terbentuknya budaya kerja yang tidak baik 

Membangun bisnis, Ada tahapan untuk menjadikan bisnis outopilot


Baca juga : Artikel yang terkait

Tak lupa di ucapkan Terima kasih, telah berkunjung di artikel ini. Mohon kiranya mau memberikan komentar di akhir artikel ini.


Membangun bisnis - tip untuk menjalankan bisnis | Bagian 3
Membangun bisnis - tip untuk menjalankan bisnis


Sistem untuk menjalankan bisnis


Membangun bisnis - tip untuk menjalankan bisnis | Bagian 3 Pada sesi ini mengupas sistem untuk menjalakan bisnis serta cara menjalankan bisnis secara outopilot. 

Membangun bisnis, Bagaimana pohon ini benar-benar berfungsi dan bermanfaat.

Air yang disiram dapat diserap keseluruh bagian pohon. Itulah yang disebut sebagai Sistem.

Membangun bisnis, Bagaimana sistem pada bisnis berfungsi dengan baik. 

Membangun bisnis, Dapat dibayangkan jika air hanya diserap di dengan sebagian pohon saja.

Membangun bisnis, aneh ya.

Membangun bisnis, Intinya adalah, bagaimana kita dapat membuat sistem dan peraturan yang dibuat

setiap waktu tertentu air harus naik dan dihantar ke bagian ini dan bagian itu dan seterusnya Itulah yang disebut sistem. 

Membangun bisnis, Pemilik hanya dapat memandang pohon dari jauh. 

Membangun bisnis, lalu berkata,

"Lihatlah pokok itu! Semuanya berjalan dengan baik walaupun aku membiarkannya sendiri."

Saya telah meninggalkannya bisnis itu cukup lama, namun pohon itu menjadi lebih tinggi dan besar. "

Membangun bisnis, itulah sistem yang bagus. karena sistem dapat berjalan sesuai harapan.

Membangun bisnis, Banyak bisnis yang harus terus-menurus memerhatikan pohon itu.

"Hei, kamu lakukan ini, kamu pergi ke sini." Semuanya berada di bawah kendali pemilik bisnis, tentunya sangat meletihkan.

Pemilik bisa memikirkan hal-hal lain, tidak harus memikirkan dan memperhatikan pohon yang sedang tumbuh.

Aturan-aturan yang jelas untuk pohon ini, pemilik bisnis boleh meninggalkannya, tetapi sistem dapat berjalan dengan baik berdasarkan SOP.

SOP (Prosedur Operasi Standar) adalah suatu alur/cara kerja yang sudah ter-standarisasi, 
SOP memiliki kekuatan sebagai suatu petunjuk. Hal ini mencakup hal-hal dari operasi yang memiliki suatu prosedur (langkah-langkah) tertulis yang pasti. 

Pemilik bisnis sudah tidak bergantung pada orang tertentu, namun bergantung pada sistem. letakkanlah beberapa orang kepercayaan dalam bisnis.

Membangun bisnis, Membuat sistem tentunya tidak semudah yang dibayangkan dan yang diterangkan.

Pada intinya, asas bisnis yang harus ketahui, Fokus pada akar bisnis yang terdiri daripada visi & misi, kewangan, dan kualitas.

Membangun bisnis, Lakukan pemasaran bisnis yang baik sesuai kebutuhan bisnis 

Pemasaran adalah informasi untuk memberikan solusi, Berikan service (pelayanan) terbaik kepada pelanggan.

Branding (merek) dapat berkembang bukan pemilik bisnis, Pelangganlah yang membuat besar.

Branding (merek) dapat berkembang karena buah dari pemberian service layanan yang baik kepada pelanggan. 

Membangun bisnis, Dimana pelanggan merasa puas karena telah mendapat solusi persoalan.

Membangun bisnis, Banyak bisnis yang dijalankan oleh sistem walaupun pemiliknya tidak ada.

Membangun bisnis, Sudah tiba saatnya untuk mulai membuat/menciptapkan sistem dan strategi jitu. 

Membangun bisnis, Bagaimana pohon ini benar-benar berfungsi dan bermanfaat. 

Pohon akan terus membesar dan dapat tumbuh menjadi pohon yang rindang, banyak cabangnya dan berbuah banyak.



Membangun bisnis - tip untuk menjalankan bisnis | Bagian 3
Bangun sistem untuk bisnis autopilot


Tahapan bangun sistem bisnis autopilot

 
Membangun bisnis - tip untuk menjalankan bisnis | Bagian 3 Sebagian dari para pemilik bisnis ingin menjadikan bisnisnya autopilot.

Membangun bisnis, namun belum menemukan sistem bisnis autopilot yang cocok dengan bisnisnya. 

Bukan hal yang mudah untuk membangun sebuah sistem otomatis bagi bisnis yang telah berjalan. 

Membangun bisnis, Untuk bisnis yang baru, akan lebih mudah untuk membangun sistem bisnis autopilot. 

Mungkin bagi yang sering bekerja sendiri semua detil proses bisnis dilakukan sendiri atau dibantu beberapa orang saja. 

Membangun bisnis, Hal ini tentu sangat rumit.

Membangun bisnis, siklus dari bisnis adalah: Pemilik - Tim - Pelanggan - Bisnis - Pemilik. 

Membangun bisnis, Ada perasaan tidak bisa melepaskan bisnis begitu saja berjalan secara otomatis,

Membangun bisnis, Tahapan dalam membangun sistem bisnis autopilot ini 

definisi bisnis autopilot adalah bisnis komersil yang bekerja untuk menghasilkan profit tanpa kerterlibatan pemilik bisnis.

Membangun bisnis, Jad tahapan membangun bisnis autopilot sebagai berikut :


1. Tahap Penguasaan (Mastery)


Membangun bisnis - tip untuk menjalankan bisnis | Bagian 3 Dalam tahap ini, hal mendasar yang perlu diperbaiki pertama kali adalah mengubah kekacauan.

Membangun bisnis, Kekacauan di dalam bisnis menjadi terkontrol. 

Membangun bisnis, Perhatikan bagian-bagian bisnis mana yang perlu diperbaiki ? 

Membangun bisnis, Mungkin saja laporan keuangan masih bermasalah atau belum ada visi dan misi.

Membangun bisnis, Dalam tahap ini, fokus utama Anda terdiri dari 4 penguasaan yakni:


a. Penguasaan tujuan


Membangun bisnis - tip untuk menjalankan bisnis | Bagian 3 Pemilik bisnis harus menentukan arah bisnis yang diharapan. 

Membangun bisnis, Ada 3 hal utama dalam penguasaan tujuan yaitu:

  • Membangun bisnis, Visi Perusahaan. tentukan apa impian yang ingin dicapai untuk bisnis 5 -10 tahun ke depan.
  • Membangun bisnis, Buatlah gol jangka pendek untuk bisnis. Tips untuk membuat golnya bisnis adalah menggunakan teknik SMART yakni Spesifik, Measurable (dapat diukur), Achievable (dapat dicapai), Relevant (masalah dapat diselesaikan), Time Frame (ada batas waktu)
  • Membangun bisnis, Alasan utama berbisnis. Ini adalah hal yang sangat penting karena inilah awal bisnis Anda terbentuk. Dengan mengetahui alasan utama anda berbisnis ini dapat 

jadikan penguasaan tujuan sebagai acuan dan penyemangat untuk membawa bisnis ke arah yang lebih baik.


b. Penguasaan Keuangan


Membangun bisnis - tip untuk menjalankan bisnis | Bagian 3 Penguasaan keuangan adalah bagaimana mengatur keuangan atau membuat laporan keuangan. 

Membangun bisnis, sebagai pemilik bisnis harus tahu dan paham membaca laporan 

c. Penguasaan keuangan


Membangun bisnis - tip untuk menjalankan bisnis | Bagian 3 Di dalam sebuah laporan keuangan ada 3 poin penting yakni :

c. (1). Cashflow (perputaran uang), cashflow adalah jantung dari suatu bisnis, jangan sampai kosong maka bisnis akan mati. 

Pemilik bisnis jangan terkecoh dengan profit yang tinggi, namun ternyata cashflow kosong. Maka tetap memprioritaskan cashflow terlebih dahulu.

c. (2). Perhitungan Laba/Rugi

c. (3). Laporan Neraca


d. Penguasaan Waktu

Membangun bisnis - tip untuk menjalankan bisnis | Bagian 3 hal ini berhubungan dengan produktifitas kerja. 

Membangun bisnis, maka yang harus dilakukan untuk meningkatkan produktifitas kinerja bisnis 

  • Membangun bisnis, Membentuk tim sales terbaik
  • Membangun bisnis, Menghitung wakktu kerja dan waktu kerja tim dengan seksama. 
  • Membangun bisnis, Memperhitungkan produktifitas dari kerja tim. Apakah sudah efisien.


e. Penguasaan Pelayanan


Membangun bisnis - tip untuk menjalankan bisnis | Bagian 3 Jika bisnis bergerak bidang pelayanan.

Membangun bisnis, dalam memberikan layanan harus berkualitas dan konsisten

Berikan layanan yang terbaik kepada pelanggan atau calon pelanggan dengan sebuah sistem yang telah dibuat dan buatlah standar kepuasan pelanggan, lebih 

bagus, lakukanlah survey tentang kepuasan pelaggan, agar dapat menilai kualitas yang diberikan kepada pelayanan.


2. Tahap Niche (Fokus ke Marketing)


Membangun bisnis - tip untuk menjalankan bisnis | Bagian 3 Pada tahap ini, pemilik bisnis fokus di bidang pemasaran. 

Jika semua kendala-kendala dalam sistem bisnis diperbaiki, maka saat melakukan pemasaran produk otomatis hasilnya akan sangat luar biasa.

Membangun bisnis, Bisnis harus benar-benar menyiapkan sistem dan tim yang solid.

Tingkatkan pelayanan kepada pembeli atau calon pembeli agar pelanggan merasa puas dan nyaman.

Membangun bisnis, Dalam marketing, harus membuat promosi, keunitkan produk harus ditonjolkan,

Membangun bisnis, diinformasikan dengan jelas manfaat dari produk kepada masyrakat. hindari perang harga. 


3.Tahap Pengaruh


Membangun bisnis - tip untuk menjalankan bisnis | Bagian 3 Agar bisnis dapat memberi dampak yang luar biasa.

Membangun bisnis,  dan dapat menjadi bisnis autopilot maka perlu membuat sistem bisnis untuk setiap unit kerja


4. Tahap membentuk tim inti


Membangun bisnis - tip untuk menjalankan bisnis | Bagian 3 Membangun tim inti yang kuat untuk menjalankan dan menkokohkan sistem yang telah dibuat. 

Secara bertahap memberikan pendelegasian bisnis kepada tim inti yang telah dibuat dengan porsi kerja yang telah 

disesuaikan dengan kemampuannya tim, sehingga dapat mengurangi keterlibatan pemilik bisnis 

orang-orang yang terpilih, tentunya yang telah berpengalaman dan memiliki kesamaan visi dan misi bisnis

Untuk membangun sebuah tim inti yang kuat, dapat dimulai dari perekrutan agar bisa menemukan bibit unggul dan berkualitas 

agar dapat memberikan keyakinan penuh dalam rangka pendelegasian bisnis untuk dijalankan oleh tim, sehingga sistem bisnis autopilot dapat berjalan.

Setelah mendapatkan tim inti yang kuat, maka sudah bisa menjalankan bisnis secara autopilot karena sistem bisnis telah berjalan dengan sendirinya. 

Pemilik bisnis hanya bertugas memonitor dan mengevaluasi bagaimana sistemnya sudah dijalankan dan bagaimana individu tersebut bekerja terhadap sistem 

Membangun bisnis, Sehingga bisnis dapat dijalan secara outopilot sesuai dengan yang diharapkan.




Sebagai penutup, diucapkan terima kasih telah meluangkan waktunya untuk membaca artikel " Membangun bisnis - tip untuk menjalankan bisnis | Bagian 3 "

Kembali ke Bagian 1

Semoga artikel ini memberi manfaat serta menginspirasi. Bila ada yang ingin mendiskusikan bisa mengklik " Contact Us "




Untuk melengkapi pemahaman tentang Membangun bisnis
silahkan tonton video dibawah ini.


Membangun bisnis - tip untuk menjalankan bisnis | Bagian 3
Membangun bisnis - tip untuk menjalankan bisnis





Membangun bisnis - tip untuk menjalankan bisnis | Bagian 3
Membangun bisnis