Saturday, 28 August 2021

Dagang beda dengan bisnis walau sama-sama jual barang / jasa

" Dagang beda dengan bisnis, walau keduanya pada dasarnya sama-sama melakukan kegiatan menjual barang/jasa, namun beda pada sistem pengelolaannya "

Pada masa awal sebelum uang ditemukan, tukar menukar barang dinamakan barter yaitu menukar barang dengan barang. 

Pada masa modern perdagangan dilakukan dengan penukaran uang, uang sebagai alat tukar. Setiap barang dinilai atau diukur dengan uang. 

Berdagang adalah melakukan jual beli dan prosesnya untuk jangka pendek dan dilakukan secara pengulangan. 

Pembeli akan menukar uangnya dengan barang, begitu juga sebaliknya, penjual menukarkan barangnya dengan uang. 

Menurut KBBI, bisnis adalah usaha komersial dalam dunia perdagangan; bidang usaha; usaha dagang. 

Dagang menurut KBBI, adalah pekerjaan yang berhubungan dengan menjual dan membeli barang untuk memperoleh keuntungan

Berdagang : titik beratnya kepada hasil/keuntungan instan dan langsung dapat dirasakan.

Berbisnis : lebih menitik beratkan pada hasil jangka panjang yang lebih besar.


Baca juga : Artikel yang terkait

Silahkan gunakan fungsi Google Search Engine untuk mendapatkan informasi website lainnya yang lebih luas dan lengkap tentang bahasan ini


https://www.gankoko.com/2021/08/dagang-beda-dengan-bisnis.html
Gambar - Dagang beda dengan bisnis


1. Dagang beda dengan bisnis walau sama-sama menjual barang / jasa


Dagang beda dengan bisnis, Orang sering keliru memahami bahwa bisnis itu dagang, dagang merupakan bagian dari bisnis. 

Sesungguhnya dagang dengan bisnis sangatlah berbeda. Mungkin yang dipahami bahwa berdagang dan berbisnis itu adalah melakukan usaha untuk mendapatkan keuntungan. 

Dagang atau niaga adalah kegiatan memperjual belikan barang atau jasa dengan tujuan memperoleh laba. 

Dalam ilmu ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. 

Secara historis kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti "sibuk" dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. 

"sibuk"  artian, mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan penghasilan. Dalam ekonomi kapitalis, bisnis umumnya dimiliki oleh pihak swasta. 

Bisnis dibentuk untuk menghasilan profit dan meningkatkan kemakmuran para pemiliknya. 

Pemilik bisnis mendapatkan imbalan sesuai dengan waktu, usaha, atau kapital yang telah dikorbankan. 

Namun tidak semua bisnis mengejar keuntungan, contohnya, bisnis koperasi yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan. 

Secara etimologi, bisnis berarti keadaan di mana seseorang atau sekelompok orang sibuk melakukan pekerjaan yang menghasilkan keuntungan. 

Kata "bisnis" sendiri merujuk pada badan usaha. Badan usaha adalah kesatuan yuridis (hukum), teknis, dan ekonomis yang bertujuan mencari laba atau keuntungan. 

Penggunaan yang lebih luas dapat merujuk pada sektor pasar tertentu, misalnya "bisnis pertelevisian."  

Skup yang paling luas dan merujuk pada seluruh aktivitas yang dilakukan oleh komunitas penyedia barang dan jasa. 

Pemahaman makna sebenarnya dari dagang dan bisnis, membuat orang yang memiliki tujuan untuk melakukan usaha. 

Yang tidak pernah disadari, bahwa yang diperoleh dari berjualan selama bertahun-tahun tidak pernah meningkat. 

Mimpi jadi konglomerat pun terpeleset, tak akan pernah menjadi konglomerat. Orang yang melakukan bisnis tidak serta merta layak menyandang predikat pebisnis. 

Pedagang dan pebisnis sama-sama disebut CEO (Chief Everything Officer) atau melakukan semuanya sendiri. 

CEO dalam konteks bisnis adalah Chief Executive Officer yang berarti ia membutuhkan delegasi tugas.


https://www.gankoko.com/2021/08/dagang-beda-dengan-bisnis.html
Gambar - Dagang beda dengan bisnis –
Ini bedanya - Pentingnya perencanaan


a. Dagang 


Dagang beda dengan bisnis. Perkembangan hukum dagang di dunia telah berlangsung pada tahun 1000 hingga 1500 pada abad pertengahan di Eropa. 

Pedagang adalah orang atau badan membeli, menerima atau menyimpan barang dengan maksud untuk dijual. 

Berdagang adalah melakukan jual beli atau perniagaan, maka yang menjadi fokus utamanya adalah barang laku terjual dan mendapatkan keuntungan. 

Segala urusan mulai dari pengadaan barang hingga penjualan, ditangani langsung oleh pemilik. 

Fokus utama pedagang adalah barang laku terjual dan mendapatkan keuntungan. Pedagang yang hanya sebatas transaksi dan merasa sudah cukup. 

Pedagang dalam meraih untung setelah barang dagangannya laku. Segala urusan mulai dari pengadaan barang hingga penjualan, ditangani langsung oleh pemilik. 

Keuntungan yang didapatkan dari hasil perdagangan akan diputar untuk supply barang dagangan selanjutnya. 

Sehingga dalam proses usahanya merupakan proses jangka pendek, yang mengalami pengulangan. 

Dalam melakukan usahanya, pedagang menjualnya kembali dengan selisih harga, yang akan menjadi keuntungan. 

Hukum dagang adalah ilmu yang mengatur hubungan antara suatu pihak dengan pihak lain yang berkaitan dengan urusan-urusan dagang. 

Definisi lain menyatakan bahwa hukum dagang merupakan serangkaian norma yang timbul khusus dalam dunia usaha atau kegiatan perusahaan. 

Hukum dagang masuk dalam kategori hukum perdata, tepatnya hukum perikatan. Dagang berkaitan dengan tindakan manusia dalam urusan dagang. 

Hukum dagang juga berkaitan dengan hak dan kewajiban antar pihak yang bersangkutan dalam urusan dagang. 

Hukum dagang di Indonesia berdasarkan pada sumber hukum dagang, yakni 

  • Hukum tertulis yang sudah di kodifikasi-kan, 
  • Hukum tertulis yang belum di kodifikasi-kan hukum 
  • Kebiasaan


Pada hukum tertulis yang sudah di kodifikasi-kan, hal yang menjadi acuan adalah KUHD (Kitab undang-undang hukum dagang). 

Dalam KUHD dibahas tentang hak-hak dan kewajiban dagang. Selain KUHD, sumber lainnya adalah Kitab Undang-undang Hukum Perdata (KUHPerdata). 

Pada hukum tertulis yang belum di kodifikasi-kan, ada 4 Undang-undang yang menjadi acuan. 

  • Undang-undang Nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas
  • Undang-undang Nomor 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal
  • Undang-undang Nomor 32 tahun 1997 tentang Perdagangan 
  • Undang-undang Nomer 8 tahun 1997 tentang dokumen perusahaan. 


Adapun pada hukum kebiasaan, hal yang menjadi sumber adalah Pasal 1339 KUH Perdata dan Pasal 1347 KUH Perdata.


b. Bisnis


Dagang beda dengan bisnis. Pebisnis (pengusaha) adalah orang yang memiliki kemampuan melihat dan menilai kesempatan dan peluang bisnis. 

Mengumpulkan dan mengelola sumber daya yang dibutuhkan guna mengambil keuntungan. 

Memanfaatkan sumber daya yang ada untuk mengambil tindakan yang tepat, agar memastikan kesuksesan. 

Seorang pebisnis biasanya akan mempunyai mental yang sangat kuat dan juga tahan banting. Pebisnis juga telah terbiasa mendapat tekanan. 

Dalam berbisnis, pelaku bisnis akan memfokuskan diri untuk membangun brand image. 

Bisnis yang baik harus memiliki perencanaan yang matang dan ter organisasi sebagai bentuk dari sebuah pijak-kan yang kokoh. 

Pebisnis berupaya juga untuk membangun sebuah sistem, Sistem yang membutuhkan kerjasama berbagai pihak. 

Dengan sistem memudahkan bisnis untuk meraih lebih percepatan tanpa harus menunggu puluhan tahun dahulu. 

Pebisnis sukses harus memiliki "Strategi bisnis yang cantik " agar yang diharapkan dapat terwujud. 

Proses yang ditempuh, dalam berbisnis pelaku bisnis akan memfokuskan diri untuk membangun brand image

Pebisnis berupaya membangun sebuah sistem yang membutuhkan kerjasama berbagai pihak. 

Bisnis memiliki perencanaan yang matang dan ter-organisasi sebagai bentuk dari sebuah pijak-kan yang kokoh. 

Sistem yang berjalan dengan baik akan memudahkan dalam berbisnis, dengan kecepatan tanpa harus menunggu puluhan tahun dahulu. 

Pebisnis (pengusaha) butuh mendelegasikan tugasnya, sedangkan pedagang tidak percaya mendelegasikan tugasnya. 

Pendelegasian tugas pebisnis (pengusaha) ditandai dengan memiliki karyawan yang bisa mengambil keputusan. 

Di sinilah yang dimaksud dari percaya, antara ketidak percayaan dengan membentuk standar prosedur operasional dan memaparkan jobdesk (job description). 

Pebisnis (pengusaha) sering ditandai dengan menciptakan momentum. Artinya, Pebisnis selalu bergerak, tidak pasif, dan proaktif. 

Bergerak dalam hal apapun, membangun relasi, membuat event, apapun yang mendukung bisnisnya secara positif. 

Pebisnis memiliki risiko investasi yang lebih besar dari pada yang ditanggung oleh pedagang. Pebisnis belum tentu bisa mendapatkan keuntungan saat itu juga. 

Oleh sebab itu, Pebisnis bisa saja mengalami kegagalan yang besar saat usahanya belum bisa diterima oleh masyarakat. 

Mental antara pedagang dan pebisnis bisa menjadi salah satu perbedaan terbesar di antara mereka.


https://www.gankoko.com/2021/08/dagang-beda-dengan-bisnis.html
Gambar - Dagang beda dengan bisnis –
Ini bedanya - Walau berat bertahan dan sukses suatu keharusan


2. Dagang beda dengan bisnis pada sistem pengelolaannya


Dagang beda dengan bisnis, Perbedaan Pedagang dan Pengusaha walaupun pada dasarnya sebagian orang menganggap sama. 

Bila dikaji secara seksama, perbedaan pedagang dan pengusaha cukup signifikan. 

Salah satunya adalah pedagang hanya menginginkan dagangan laris terjual serta mendapatkan penghasilan. 

Sedangkan, pebisnis umumnya berpikir tentang perencanaan usaha dalam jangka panjang. 

Kebalikannya, kalau pebisnis hanya memiliki waktu yang sedikit untuk mengawasi usahanya. Waktu yang dimilikinya sudah habis untuk membangun relasi bisnis di mana-mana. 

Bisnis yang ia bangun sudah dijalankan sendiri oleh tim. Demikianlah ulasan mengenai beberapa perbedaan pedagang dan pengusaha yang perlu di ketahui. 

Berikut ini ulasan lengkap perbedaannya.


a. Cara melakukan usaha


Dagang beda dengan bisnis. Pedagang bisa menjadi langkah awal sebagai pebisnis, namun banyak pula yang seumur hidup terus-menerus menjadi pedagang. 

Pedagang tidak memiliki visi dan tidak mampu membangun perencanaan dari sistem bisnisnya. 

Pedang juga kurang bisa mengoptimalkan potensi seperti modal yang dimiliki untuk mengembangkan perdagangan. 

Seorang pebisnis pasti akan merencanakan usahanya dalam jangka pendek, jangka menengah dan juga dalam jangka panjang. 

Sedangkan, bagi pedagang, umumnya mereka tidak terlalu mementingkan sebuah perencanaan. 

Bagi pedagang jika dagangannya laku mereka sudah sangat senang. 

Sehingga tidak ada pemantauan yang detail terhadap keuntungannya seperti yang dilakukan oleh seorang pebisnis .


b. Cara Memandang konsumen


Dagang beda dengan bisnis. Seorang pedagang menganggap konsumen adalah orang yang akan memberikan dia uang. 

Pedagang akan berusaha “merebut” uang sebanyak-banyaknya dari konsumen dengan cara meningkatkan harga sehingga terjadilah proses tawar menawar. 

Seorang pebisnis lebih menjaga hubungan baik dengan konsumen. 

Pebisnis berusaha memberikan harga terbaik bagi konsumen dengan harapan konsumen puas dan menjadi pelanggan setia bagi dia. 


c. Cara mendapatkan uang


Dagang beda dengan bisnis. Seorang pedagang hanya mementingkan bagaimana untuk mendapatkan uang setiap harinya.

Guna melanjutkan berdagangnya di kemudian hari. Hanya seperti itu siklus-nya. Bisnis adalah alat untuk mencapai impian.

Seorang pebisnis juga memikirkan hal yang sama dan berkeinginan untuk mendapatkan penghasilan setiap harinya. 

Namun, seorang pebisnis secara terus-menerus memikirkan solusi dan membentuk sistem bagaimana caranya menghasilkan uang. 

Ada dua cara pikir untuk mendapatkan uang, yakni kerja keras dan kerja cerdas. Pedagang bekerja untuk mendapat uang, sedangkan pebisnis bekerja untuk membangun aset. 

Dari asetlah untuk mendapatkan uang. Menentukan aset yang ingin dimiliki membutuhkan visi. 

Setelah menentukan visi, maka muncul misi yang berupa strategi, perencanaan, target, dan sebagainya. 

Hukum alam dalam bisnis berarti meyakini proses, sedangkan pedagang biasanya menghindari proses. 

Proses yang dimaksud adalah membangun sistem, mendelegasikan tugas, dan sebagainya.


https://www.gankoko.com/2021/08/dagang-beda-dengan-bisnis.html
Gambar - Dagang beda dengan bisnis –
Ini bedanya - Kunci untuk sukses


d. Sistem kerja


Dagang beda dengan bisnis. Pedagang itu merupakan sosok yang pekerja keras. Bukan berarti pebisnis tidak bisa bekerja keras. 

Yang membedakan, yakni pedagang menjalankan aktivitas usahanya sendiri dan tidak ada campur tangan orang lain.

Jika pengusaha, sudah memiliki sistem dan ada manajemen. Tugasnya hanya memantau kinerja tim atau karyawan-nya.

Pengusaha tidak menjalankan bisnisnya sendiri. Mereka memiliki tim yang membantu mengembangkan usahanya tersebut. 


e. Kebutuhan waktu


Dagang beda dengan bisnis. Seorang pedagang membutuhkan waktu yang banyak untuk menjalankan usahanya. Pedagang dalam menjalankan aktivitas sendiri. 

Pedagang memiliki waktu yang sedikit untuk berinteraksi dengan relasi karena waktunya telah habis digunakan untuk berdagang. 

Kebalikannya, kalau pebisnis hanya memiliki waktu yang sedikit untuk mengawasi usahanya. Waktu yang dimilikinya sudah habis untuk membangun relasi bisnis di mana-mana. 

Bisnis yang ia bangun sudah dijalankan sendiri oleh tim. Demikianlah ulasan mengenai beberapa perbedaan pedagang dan pengusaha yang perlu ketahui. 

Pedagang bisa menjadi langkah awal sebagai pebisnis, namun banyak pula yang seumur hidup terus-menerus menjadi pedagang. 

Selain pedagang tidak memiliki visi juga tidak mampu membangun perencanaan dari sistem usahanya. 

Pedagang tidak bisa mengoptimalkan potensinya, potensi seperti modal yang dimiliki untuk mengembangkan dagangan.


https://www.gankoko.com/2021/08/dagang-beda-dengan-bisnis.html
Gambar - Dagang beda dengan bisnis –
Ini bedanya - Merubah pola pikir


Sebagai penutup, diucapkan terima kasih telah meluangkan waktunya untuk membaca artikel " Dagang beda dengan bisnis "

Untuk mendapat informasi lebih luas dan lengkap tentang topik ini, silahkan menggunakan Google Search Engine

Semoga artikel ini memberi manfaat serta inspirasi. Bila ada yang ingin mendiskusikan bisa klik " Contact Us "


Untuk melengkapi pemahaman tentang Dagang beda dengan bisnis, 
silahkan tonton video dibawah ini.

https://www.gankoko.com/2021/08/dagang-beda-dengan-bisnis.html
Video - Dagang beda dengan bisnis –
Apa Beda Pedangang  dan Pengusaha?



Thursday, 26 August 2021

Sistem manajemen informasi akuntansi untuk menunjang kegiatan manajemen

Sistem manajemen informasi akuntansi, menunjang kegiatan dari mengumpulkan, menyimpan dan mengolah data keuangan untuk pengambilan keputusan “

Untuk menunjang manajemen strategi. Kondisi persaingan bisnis saat ini semakin ketat saja. Banyak muncul perusahaan- perusahaan baru yang memenuhi pasar. 

Dengan semakin banyaknya penyedia produk dalam pasar maka konsumen lebih leluasa untuk menentukan pilihannya. 

Semua konsumen pasti menginginkan produk yang berkualitas dan mendapatkan layanan yang baik. 

Konsumen pastinya, memilih perusahaan yang manajemen yang baik dan sebagainya. Hal-hal diatas, menuntut suatu bisnis untuk memberikan yang terbaik kepada konsumennya. 

Setiap aspek yang mendukung hal tersebut harus diperkirakan secara serius dan seakurat. 

Setiap keputusan yang diambil bisa memberikan informasi yang pasti, jelas dan akurat dalam rangka menunjang kemajuan bisnis.


Baca juga : Artikel yang terkait

Silahkan gunakan fungsi Google Search Engine untuk mendapatkan informasi website lainnya yang lebih luas dan lengkap tentang bahasan ini


https://www.gankoko.com/2021/08/sistem-manajemen-informasi-akuntansi.html
Gambar - Sistem manajemen informasi akuntansi


Sistem manajemen informasi akuntansi. Dalam menghadapi persaingan perusahaan serta meminimalkan terjadinya risiko kegagalan. 

Salah satu sistem yang dipakai untuk menunjang hal tersebut adalah sistem informasi akuntansi yang akurat. 

Unsur-unsur sistem informasi akuntansi dalam bisnis, terdiri dari kumpulan sumber daya seperti manusia dan peralatan :

  • Untuk mengumpulkan
  • Menklasifikasikan
  • Mengolah
  • Menganalisis
  • Mengkomunikasikan informasi finansial
  • Pengambilan keputusan yang relevan, yang dibutuhkan oleh pihak eksternal maupun internal perusahaan. 


Sistem informasi akuntansi ini, dapat disajikan dalam bentuk manual ataupun secara terkomputerisasi. 

Sistem informasi akuntansi dapat dibentuknya menjadi sistem yang baik sesuai kebutuhan. 

Output informasi akuntansi yang dihasilkan lebih sistematis dan akurat yang pada akhirnya dapat menunjang kegiatan perusahaan. 

Salah satunya kegiatan dalam perencanaan strategi oleh pihak internal perusahaan dapat lebih terkendali. 

Secara umum dapat dikatakan bahwa informasi yang objektif akan mendukung efisiensi. 

Demikian pula informasi akuntansi, apabila disajikan sistem yang handal tentu akan menghasilkan informasi yang objektif. 

Oleh sebab itu, penugasan penyusunan informasi akuntansi hendaknya dilaksanakan dengan satu tujuan. 

Agar informasi yang dihasilkannya adalah informasi yang objektif sehingga mereka yang menggunakannya. 

Output dari informasi tepat dan akurat akan dapat menunjang dalam mengambil keputusan. 

Secara luas strategi dapat diartikan sebagai suatu cara bagaimana perusahaan akan mencapai tujuan. 


➤ Tahap pertama 

merumuskan strategi perusahaan dengan tepat, yang didasari 
dengan prinsip analisa SWOT :

  • Kekuatan (Strength)
  • Kelemahan (Weaknesses)
  • Peluang (Opportunities)
  • Ancaman (Threats)


Setiap perusahaan mempunyai kekuatan dan kelemahan internal serta peluang dan acaman. Perusahaan harus menggali terus peluang dan mengantisipasi potensi acaman. 


➤ Tahap kedua

Menentukan strategi jitu guna mendapatkan strategi bisnis yang cantik. Yang disesuaikan dengan peluang, ancaman, kekuatan dan kelemahan yang ada. 


➤Tahap ketiga

Bagaimana mengimplementasikan strategi yang telah dipilih dan ditetapkan. 


➤ Tahap keempat

Melakukan umpan balik. Apakah strategi berjalan sesuai dengan yang diharapkan dan seberapa jauh pelaksanaan strategi itu mencapai tujuan. 

Informasi akuntansi berupa analisis rasio keuangan. Rasio–rasio keuangan dapat menjadi cermin dari kekuatan atau kelemahan aktivitas– aktivitas manajemen strategi. 

Informasi akuntansi mengenai kebutuhan pelanggan yang berbeda. Teknologi yang tidak dapat dikembangkan merupakan faktor – faktor penghambat dalan perencanaan strategi. 

Penelitian kepada kebutuhan pasar tidak selalu memberikan informasi yang berguna mengenai arah produk baru. 

 
https://www.gankoko.com/2021/08/sistem-manajemen-informasi-akuntansi.html
Gambar - Sistem manajemen informasi akuntansi -
Siklus akuntansi dalam bisnis


1. Sistem manajemen informasi akuntansi untuk perusahaan


Sistem manajemen informasi akuntansiSistem informasi akuntansi merupakan sub sistem informasi yang menjadi penentu dalam pengambilan keputusan. 

Informasi dibutuhkan oleh manajemen perusahaan itu sendiri maupun pihak- pihak yang berkepentingan dengan perusahaan. 

Pengertian sistem informasi akuntansi menurut Widjajanto (2001:4), adalah: Susunan berbagai dokumen, alat komunikasi, tenaga pelaksana, dan berbagai laporan yang didesain untuk mentransformasikan data keuangan menjadi informasi keuangan.


2. Sistem manajemen informasi akuntansi dan input yang digunakan


Input dapat diartikan sebagai data. Baridwan menjelaskan tentang data (2003:4). 

Data dapat diartikan sebagai kumpulan karakter, fakta atau jumlah – jumlah yang merupakan masukan (input) bagi suatu sistem informasi. 

Dalam pelaksanaan sistem informasi akuntansi terdapat beberapa sumber data atau dokumen yang digunakan. 

Menurut Widjajanto (2001:17) adapun sumber data atau dokumen yang terkait dengan pelaksanaan sistem informasi akuntansi, adalah sebagai berikut Faktur, Kuitansi, Bukti kas keluar dan Order pembelian. 

Sumber data yang di input harus memiliki beberapa persyaratan : 

  • Kecermatan (Accuracy)
  • Tepat waktu (Timeliness)
  • Lengkap (Completeness)
  • Ringkas (Conciseness)
  • Relevan
  • Dapat dipercaya
  • Dapat diperbandingkan


https://www.gankoko.com/2021/08/sistem-manajemen-informasi-akuntansi.html
Gambar - Sistem manajemen informasi akuntansi -
Sistem informasi akuntansi proses pengedalian


3. Sistem manajemen informasi akuntansi untuk proses pengolahan data


Proses merupakan aktivitas yang dapat mentransformasikan input menjadi output. 

Pemrosesan data (Data processing) merupakan pelaksanaan prosedur tertentu, biasanya merupakan serangkaian tugas. 

Selanjutnya Widjajanto (2001:16) Menjelaskan bahwa input berupa dokumen-dokumen dari transaksi dicatat ke dalam jurnal harian kemudian diproses ke dalam buku besar dan buku pembantu. 

Hasil proses menghasilkan output berupa laporan keuangan untuk pihak eksternal dan laporan manajemen untuk pihak internal perusahaan. 

Maka dapat disimpulkan bahwa catatan akuntansi yang digunakan dalam sistem informasi akuntansi adalah : 

  • Jurnal
  • Buku besar (General Ledgers)
  • Buku pembantu (Subsidiary Ledgers).


Informasi yang dihasilkan berasal dari pengolahan data yang meliputi : 

  • Ketepatan metode yang digunakan
  • Ketepatan prosedur yang digunakan
  • Pengendalian dan pengamanan data akuntansi
  • Tepat waktu dan pengalokasian.


Output yang Dihasilkan Sistem Informasi Akuntansi adalah hasil dari operasi Jika data telah diubah menjadi informasi. 

Aktivitas output itu berarti harus dapat memberikan informasi yang berguna bagi yang berkepetingan, agar tujuan perusahaan dapat tercapai. 

Umumnya informasi ini disajikan dalam dua kelompok :

  • Laporan Keuangan (Financial Statement)
  • Laporan Manajemen (Managerial Report)


Output dari informasi bernialai bila :
 
  • Kegunaan
  • Ekonomis
  • Keandalan
  • Pelayanan Langganan
  • Kapasitas
  • Kesederhanaan
  • Fleksibilitas


4. Sistem manajemen informasi akuntansi untuk pengolahan data


Sistem manajemen informasi akuntansi. Output sistem informasi akuntansi yang kualitas harus memenuhi prosedur dan pelaksanaan yang terstruktur. 

Prosedur yang dibentuk adalah untuk sistem pengendalian manajemen :

  • Pengklasifikasian data
  • Pemilahan data
  • Penghitungan
  • Pengikhtisaran.


5. Sistem manajemen informasi akuntansi dan kegunaan informasi akuntansi


Informasi akuntansi sangat dibutuhkan oleh para manajer perusahaan. Kegunaan dari sistem informasi akuntansi Untuk mengevaluasi kinerja perusahaan di masa lalu. 

Memprediksi kinerja perusahaan di masa yang akan datang dan untuk memahami kondisi suatu organisasi pada suatu masa. 

Pemakai informasi akuntansi dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu : 

  • Kelompok Internal
  • Kelompok Eksternal.


https://www.gankoko.com/2021/08/sistem-manajemen-informasi-akuntansi.html
Gambar - Sistem manajemen informasi akuntansi -
Kriteria pemilihan strategi sistem informasi akuntansi


6. Sistem manajemen informasi akuntansi dan karakteristik informasi akuntansi


Sistem manajemen informasi akuntansi. Informasi akuntansi yang baik harus memenuhi karakteristik-karakteristik tertentu. 

Hal ini berguna, agar informasi akuntansi yang dihasilkan dapat dipergunakan untuk kepentingan para pengguna. 

Baik pihak interen maupun ekstern perusahaan yang mempunyai kepentingan masing-masing. 

Karakteristik informasi akuntansi terdiri dari : 

  • Dapat dipahami
  • Relevan
  • Akurat
  • Lengkap
  • Keandalan
  • Dapat dibandingkan.


7. Sistem manajemen informasi akuntansi sebagai manajemen strategi


Manajemen strategi adalah tentang perumusan, pelaksanaan dan evaluasi keputusan – keputusan lintas fungsi. 

Manajemen strategi sarana untuk mencapai tujuan, sasaran manajemen strategi dikembangkan dari fungsi perencanaan dari manajemen. 

Perencanaan (planning) adalah proses penentuan sasaran. Penentuan sasaran yang akan dicapai dalam periode waktu tertentu di masa mendatang dan bagaimana mencapai sasaran. 

Persaingan yang semakin ketat dan kondisi yang kian tidak menentu, perusahaan dituntut untuk mempersiapkan diri secara matang. 

Penyusun rencana strategi dituntut tidak hanya difokuskan pada usaha target pangsa pasar. Target volume penjualan yang akan dicapai dalam periode waktu tertentu. 

Perencanaan strategi harus dibuat fleksibel, tidak kaku, agar mampu menyesuaikan diri dengan segala kemungkinan yang terjadi. 


8. Sistem manajemen informasi akuntansi untuk keputusan manajemen strategi


Sistem manajemen informasi akuntansi. Pentingnya manajemen strategi bagi perusahaan untuk menetapkan keputusan stratejik dengan baik. 

Strategi perusahaan merupakan hal penting untuk memberikan manfaat bagi perusahaan. 


a. Manfaat-manfaat manajemen strategi :


  • Memberikan arah jangka panjang yang akan dituju
  • Membantu perusahaan beradaptasi pada perubahan – perubahan yang terjadi
  • Membuat suatu perusahaan menjadi lebih efektif
  • Mengidentifikasikan keunggulan komparatif suatu organisasi dalam lingkungan yang semakin beresiko
  • Aktivitas pembuatan strategi akan mempertinggi kemampuan perusahaan untuk mencegah munculnya masalah di masa dating
  • Keterlibatan karyawan dalam pembuatan strategi akan lebih memotivasi mereka pada tahap pelaksanaannya
  • Aktivitas yang tumpang tindih akan dikurangi
  • Keengganan untuk berubah dari karyawan lama dapat dikurangi.


b. Ciri – ciri keputusan manajemen strategi 


  • Keputusan strategi yang berkaitan dengan aktivitas – aktivitas suatu perusahaan. Persoalan lingkup aktivitas yang fundamental bagi keputusan
  • Strategi berkaitan dengan upaya menyesuaikan aktivitas – aktivitas perusahaan dengan lingkungan di mana ia beroperasi
  • Strategi dengan tindakan dan upaya menyesuaikan aktivitas perusahaan dengan kemampuan sumber daya yang dimiliki
  • Keputusan – keputusan strategi seringkali berimplikasi serius terhadap sumber daya suatu perusahaan
  • Keputusan strategi sering mempengaruhi keputusan dalam operasional
  • Dapat mempengaruhi nilai –nilai dan ekspektasi pihak yang memiliki kekuasaan dalam perusahaan
  • Keputusan strategi akan mempengaruhi arah jangka panjang perusahaan
  • Keputusan strategi seringkali bersifat kompleks,


https://www.gankoko.com/2021/08/sistem-manajemen-informasi-akuntansi.html
Gambar - Sistem manajemen informasi akuntansi -
Prosedur sistem informasi akuntansi


9. Sistem manajemen informasi akuntansi sebagai manajemen Strategi


Sistem manajemen informasi akuntansi. Agar pelaksanaan manajemen strategi pada perusahaan dapat berjalan baik dan memberikan manfaat. 

Maka manajemen strategi mempunyai langkah-langkah atau prosedur yang harus diikuti. Tahap-tahap dalam proses manajemen strategi adalah : 

  • Analisis lingkungan
  • Perumusan misi
  • Sasaran strategi.


Analisis dan pemilihan strategi, Implementasi strategi dan Pengendalian dan evaluasi strategi


a. Perumusan misi dan sasaran strategi.


Misi merupakan kerangka dasar dalam menentukan arah perusahaan dan pengambilan keputusan – keputusan manajemen di masa mendatang. 

Setelah Manajemen perusahaan Mengidentifikasikan berbagai jenis analisis lingkungan. Langkah selanjutnya merumuskan misi dan sasaran strategi. 

Secara eksplisit, misi menjadi pedoman dan arah dalam setiap keputusan. 

Misi perusahaan perlu dikomunikasikan ke luar dalam bentuk statemen publik, moto organisasi atau slogan, nama, dan citra organisasi. 

Pentingnya misi bagi perusahaan :

  • Memaksimalkan pencapaian tujuan perusahaan
  • Misi dirumuskan secara eksplisit untuk mencapai sasaran yang akan dicapai organisasi
  • Mengembangkan dasar atau standar untuk mendapatkan dan mengalokasikan sumber daya perusahaan
  • Membangun iklim atau suasana perusahaan yang baik
  • Memfasilitasi dalam menterjemahkan sasaran dan tujuan
  • Menspesifikasi tujuan perusahaan.


Visi adalah gambaran yang akan diwujudkan oleh suatu perusahaan di masa mendatang. 

Visi biasanya dinyatakan dalam suatu pernyataan, Misalnya, Dikenal secara luas sebagai perusahaan kelas dunia. Untuk mewujudkan visi, perusahaan perlu merumuskan strategi. 

Visi perusahaan dijabarkan ke dalam misi dan sejalan dengan misi perusahaan. Memberi ruang untuk perubahan atau fleksibelitas. 

Maka bila ada yang diubah, maka yang diubah hanya sisi luas cakupan atau kuantitas dari sasaran tersebut, tanpa mengubah essensinya.


b. Analisis dan pemilihan strategi


Setelah mendapakan pemahaman atas situasi lingkungan organisasi perusahaan, maka para perumus dan manajer stratejik harus mempertimbangkan alternatif strategi. 

Perumus strategi harus mempertimbangkan alternatif strategi. Kriteria dalam pemilihan strategi : 

  • Kesesuaian lingkungan eksternal dengan internal
  • Dapat diukur
  • Konsisten dengan misi organisasi
  • Cukup tersedia sumber daya
  • Keunggulan bersaing
  • Dukungan dari para manajer kunci
  • Fleksibilitas
  • Motivasi
  • Kejelasan
  • Risiko


https://www.gankoko.com/2021/08/sistem-manajemen-informasi-akuntansi.html
Gambar - Sistem manajemen informasi akuntansi -
Output sistem informasi akuntansi


c. Implementasi Strategi


Implementasi strategi dalam pelaksanaanya, manajemen perusahaan yang menetapkan dan memonitor program manajemen strategi. 

Isu – isu atau masalah manajerial menjadi sangat penting di dalam tahap implementasi strategi. 

Strategi perusahaan di tetapkan di dalam tahap formulasi bila strategi tidak akan berhasil. 

Strategi diimplementasikan apabila persoalan – persoalan manajerial di dalam organisasi tidak menjadi perhatian yang utama. 

Agar perusahaan mencapai sasaran jangka panjang yang telah ditetapkan. 

Untuk mencapai sasaran perusahaan tidak cukup memformulasi strateginya secara efektif, tetapi harus mengimplementasikan strateginya secara efisien. 

Aspek dalam pelaksanaan strategi :

  • Mengembangkan program
  • Penganggaran (Budgets)
  • Prosedur.


d. Pengendalian dan evaluasi strategi


Proses manajemen strategi adalah melakukan pengendalian aktifitas pekerjaan dan mengevaluasi prestasi pekerjaan. 

Proses pengendalian adalah bagaimana caranya pemantauan harus dilakukan dalam mengimplementasikan strategi pilihan. 

Apakah terjadi penyimpangan atau kesenjangan. Sistem pengendalian strategi adalah untuk menjamin efisiensi dan efektivitas perusahaan. 

Tujuan pengendalian strategi adalah untuk memastikan bahwa kebijakan dan rencana – rencana perusahaan telah dilaksanakan. 

Selanjutnya melakukan evaluasi yaitu membandingkan apakah hasil yang dicapai sesuai dengan standar ukuran yang telah ditentukan perusahaan. 

Memanfaatkan umpan balik sebagai suatu masukan untuk perencanaan strategi baru. 

Untuk mengukur keberhasilan strategi, diperlukan suatu sistem informasi akuntansi yang efektif agar diperoleh data dan informasi yang akurat. 

Selanjutnya manajemen mengevaluasi penyimpangan yang merugikan, sehingga dapat segera diambil tindakan – tindakan yang diperlukan. 

Proses pengendalian umumnya terdiri dari tiga tahap, yaitu : 

  • Pengukuran kinerja
  • Membandingkan hasil pengukuran dengan standar kinerja
  • Mengambil tindakan perbaikan yang diperlukan untuk menjamin standar kinerja yang direncanakan dapat tercapai. 


https://www.gankoko.com/2021/08/sistem-manajemen-informasi-akuntansi.html
Gambar - Sistem manajemen informasi akuntansi -
Sistem informasi akuntansi menghasilkan laporan


Sebagai penutup, diucapkan terima kasih telah meluangkan waktunya untuk membaca artikel " Sistem manajemen informasi akuntansi "


Untuk mendapat informasi lebih luas dan lengkap tentang topik ini, silahkan menggunakan Google Search Engine


Semoga artikel ini memberi manfaat serta menginspirasi. Bila ada yang ingin mendiskusikan bisa mengklik " Contact Us "


Untuk melengkapi pemahaman tentang Sistem manajemen informasi akuntansi, 
silahkan tonton video dibawah ini.


https://www.gankoko.com/2021/08/sistem-manajemen-informasi-akuntansi.html
Video - Sistem manajemen informasi akuntansi -
AKUNTANSI SEBAGAI SISTEM INFORMASI


Tuesday, 24 August 2021

Membangun bisnis sistem autopilot agar dapat berjalan tanpa diawasi

" Membangun bisnis sistem autopilot agar berjalan tanpa diawasi. bisnis yang baru dibangun, lebih mudah membangun bisnis dengan sistem autopilot "

Sebagian pemilik bisnis ingin bisnisnya menjadi autopilot. Namun beberapa alasan belum menemukan sistem bisnis autopilot yang cocok dengan bisnisnya. 

Mungkin bagi yang sering bekerja sendiri semua detil proses bisnis dilakukan sendiri atau dibantu beberapa orang saja. Pastinya sangat rumit dan ribet. 

Ada perasaan tidak bisa melepaskan bisnis begitu saja berjalan secara otomatis. 

Pada bab ini, melanjutkan ke sesi "Tahapan membangun sistem bisnis autopilot " Pada bagian 1 yang terdahulu tip tentang dasar atau pondasi bisnis :



Pada bagian 2 tip untuk menjalankan bisnis, untuk menjadi bisnis outopilot :

  • Marketing 
  • Service
  • Branding

 
Beberapa tip dasar-dasar membangun sistem bisnis menuju bisnis Autopilot. Membangun bisnis, di manai bagaikan menanam pohon.

Pohonnya dapat tumbuh menjadi rindang, banyak cabangnya dan berbuah banyak. 

Mengharapkan pohon yang ditanam bisa menjadi pohon yang rindang, yang mempunyai daun hijau dan lebat. Pohonnya bisa memberikan hasil yang maksimal. 

Jadi bisnis adalah sesuatu yang dapat memberi lebih banyak hal kepada masyarakat, pekerja, dan pemiliknya.

Pemilik bisnis harus paham tentang bisnis :

➤ Pertama, jika memiliki bisnis, harus fokus pada akarnya, bila bisnis di maknai sebagai pohon. Akarnya terdiri daripada visi & misi, kewenangan, dan kualitas.

➤ Kedua, mengenai tujuan menanam pohon. 
Tentunya mengharapkan pohon yang ditanam bisa menjadi pohon yang rindang, yang mempunyai daun hijau dan berbuah lebat. 

Hasilnya pohon dapat bermanfaat terhadap lingkungan, pegawai, keluarga dan tentunya diri sendiri. Untuk men-capai-nya. 

Yang harus melakukan pemasaran, service (pelayanan) dan Branding (merek). 

Branding adalah proses penciptaan atau peninggalan tanda jejak tertentu di benak dan hati konsumen melalui berbagai macam cara.

Strategi komunikasi sehingga tercipta makna dan perasaan khusus yang memberikan dampak bagi kehidupan konsumen (Wijaya, 2011; 2012; 2013). 

Merek adalah tanda yang dikenakan oleh produsen pada barang yang dihasilkan sebagai tanda pengenal. 

Bukan hal yang mudah untuk membangun sebuah sistem otomatis bagi bisnis yang telah berjalan. 

Definisi bisnis autopilot adalah bisnis komersil yang bekerja untuk menghasilkan profit tanpa keterlibatan pemilik bisnis. 

Bisnis yang baru dibangun, akan lebih mudah untuk membangun sistem bisnis autopilot. 

Alasannya, belum terbentuknya budaya kerja yang tidak baik. Ada tahapan untuk menjadikan bisnis outopilot


Baca juga : Artikel yang terkait

Silahkan gunakan fungsi Google Search Engine untuk mendapatkan informasi website lainnya yang lebih luas dan lengkap tentang bahasan ini. 


https://www.gankoko.com/2021/08/membangun-bisnis-sistem-autopilot.html
Gambar - Membangun bisnis sistem autopilot


1. Membangun bisnis sistem autopilot dan menjalankan bisnis autopilot


Membangun bisnis sistem autopilot. Pada sesi ini mengupas sistem untuk menjalankan bisnis serta cara menjalankan bisnis secara outopilot. 

Bagaimana pohon ini benar-benar berfungsi dan bermanfaat. Air yang disiram dapat diserap ke seluruh bagian pohon. Itulah yang disebut sebagai Sistem. 

Bagaimana sistem pada bisnis berfungsi dengan baik. Dapat dibayangkan jika air hanya diserap di sebagian pohon saja. aneh ya. 

Intinya adalah, bagaimana kita dapat membuat sistem dan peraturan yang dibuat setiap waktu tertentu air harus naik dan dihantar ke bagian ini dan bagian itu dan seterusnya.

Itulah yang disebut sistem. Pemilik hanya dapat memandang pohon dari jauh. 

lalu berkata, "Lihatlah pokok itu! Semuanya berjalan dengan baik walaupun aku membiarkannya sendiri." 

Saya telah meninggalkannya bisnis itu cukup lama, namun pohon itu menjadi lebih tinggi dan besar. " Itulah sistem yang bagus. karena sistem dapat berjalan sesuai harapan. "

Banyak bisnis yang harus terus-menerus memerhatikan pohon itu. "Hei, kamu lakukan ini, kamu pergi ke sini." 

Semuanya berada di bawah kendali pemilik bisnis, tentunya sangat me-letih-kan. Pemilik bisa memikirkan hal-hal lain, tidak harus memikirkan.

Memperhatikan pohon yang sedang tumbuh. Aturan-aturan yang jelas untuk pohon ini, pemilik bisnis boleh meninggalkannya, tetapi sistem dapat berjalan dengan baik.

Berjalan berdasarkan SOP. SOP (Prosedur Operasi Standar) adalah suatu alur/cara kerja yang sudah ter-standarisasi. SOP memiliki kekuatan sebagai suatu petunjuk. 

Hal ini mencakup hal-hal dari operasi yang memiliki suatu prosedur (langkah-langkah) tertulis yang pasti. 

Pemilik bisnis sudah tidak bergantung pada orang tertentu, namun bergantung pada sistem. letakkanlah beberapa orang kepercayaan dalam bisnis. 

Membuat sistem tentunya tidak semudah yang dibayangkan dan yang diterangkan. Pada intinya, asas bisnis yang harus ketahui.

Fokus pada akar bisnis yang terdiri daripada visi dan misi, kewenangan, dan kualitas. Lakukan pemasaran bisnis yang baik sesuai kebutuhan bisnis.

Pemasaran adalah informasi untuk memberikan solusi, Berikan service (pelayanan) terbaik kepada pelanggan. 

Branding (merek) dapat berkembang bukan pemilik bisnis, Pelanggan yang membuat besar. 

Branding (merek) dapat berkembang karena buah dari pemberian service layanan yang baik kepada pelanggan. 

Dimana pelanggan merasa puas karena telah mendapat solusi persoalan. Banyak bisnis yang dijalankan oleh sistem walaupun pemiliknya tidak ada. 

Sudah tiba saatnya untuk mulai membuat / men-cipta-kan sistem dan strategi jitu. Bagaimana pohon ini benar-benar berfungsi dan bermanfaat. 

Pohon akan terus membesar dan dapat tumbuh menjadi pohon yang rindang, banyak cabangnya dan berbuah banyak.


https://www.gankoko.com/2021/08/membangun-bisnis-sistem-autopilot.html
Gambar - Membangun bisnis sistem autopilot -
Usaha yang berumur pendek


2. Membangun bisnis sistem autopilot dengan tahapan bangun sistem bisnis autopilot


Membangun bisnis sistem autopilot. Sebagian dari para pemilik bisnis ingin menjadikan bisnisnya autopilot. 

Namun belum menemukan sistem bisnis autopilot yang cocok dengan bisnisnya. Bukan hal yang mudah untuk membangun sebuah sistem otomatis bagi bisnis yang telah berjalan. 

Untuk bisnis yang baru, akan lebih mudah untuk membangun sistem bisnis autopilot. 

Mungkin bagi yang sering bekerja sendiri semua detil proses bisnis dilakukan sendiri atau dibantu beberapa orang saja. 

Hal ini tentu sangat rumit. Siklus dari bisnis adalah: Pemilik - Tim - Pelanggan - Bisnis - Pemilik. Ada perasaan tidak bisa melepaskan bisnis begitu saja berjalan secara otomatis. 

Tahapan dalam membangun sistem bisnis autopilot ini. Definisi bisnis autopilot adalah bisnis komersil yang bekerja untuk menghasilkan profit tanpa ke terlibat-an pemilik bisnis. 

Jadi tahapan membangun bisnis autopilot sebagai berikut :


a. Tahap Penguasaan (Mastery)


Membangun bisnis sistem autopilot. Dalam tahap ini, hal mendasar yang perlu diperbaiki pertama kali adalah mengubah kekacauan.

Kekacauan di dalam bisnis menjadi ter-kontrol. 

Perhatikan bagian-bagian bisnis mana yang perlu diperbaiki ? 

Mungkin saja laporan keuangan masih bermasalah atau belum ada visi dan misi. 

Dalam tahap ini, fokus utama Anda terdiri dari 4 penguasaan yakni :


➤ Penguasaan tujuan


Pemilik bisnis harus menentukan arah bisnis yang di harapan. Ada 3 hal utama dalam penguasaan tujuan yaitu:

  • Visi Perusahaan. tentukan apa impian yang ingin dicapai untuk bisnis 5 -10 tahun ke depan
  • Buatlah gol jangka pendek untuk bisnis. Tips untuk membuat golnya bisnis adalah menggunakan teknik SMART yakni Spesifik, Measurable (dapat diukur), Achievable (dapat dicapai), Relevant (masalah dapat diselesaikan), Time Frame (ada batas waktu)
  • Alasan utama berbisnis. Ini adalah hal yang sangat penting karena inilah awal bisnis Anda terbentuk. Dengan mengetahui alasan utama anda berbisnis ini dapat 

Jadikan penguasaan tujuan sebagai acuan dan penyemangat untuk membawa bisnis ke arah yang lebih baik.


➤ Penguasaan Keuangan


Penguasaan keuangan adalah bagaimana mengatur keuangan atau membuat laporan keuangan. Sebagai pemilik bisnis harus tahu dan paham membaca laporan 

➤ Penguasaan laporan keuangan keuangan


Di dalam sebuah laporan keuangan ada 3 poin penting yakni :


➤➤ Cashflow (putaran uang), cashflow adalah jantung dari suatu bisnis, jangan sampai kosong maka bisnis akan mati. Pemilik bisnis jangan terkecoh dengan profit yang tinggi, namun ternyata cashflow kosong. Maka tetap memprioritaskan cashflow terlebih dahulu.

➤➤ Perhitungan Laba/Rugi

➤➤ Laporan Neraca


➤ Penguasaan Waktu


Hal ini berhubungan dengan produktivitas kerja. Maka yang harus dilakukan untuk meningkatkan produktivitas kinerja bisnis :

  • Membentuk tim sales terbaik
  • Menghitung waktu kerja dan waktu kerja tim dengan seksama.
  • Memperhitungkan produktivitas dari kerja tim. Apakah sudah efisien.


➤ Penguasaan Pelayanan


Jika bisnis bergerak bidang pelayanan. Dalam memberikan layanan harus berkualitas dan konsisten. 

Berikan layanan yang terbaik kepada pelanggan atau calon pelanggan dengan sebuah sistem yang telah dibuat dan buatlah standar kepuasan pelanggan, lebih. 

Bagus, lakukanlah survey tentang kepuasan pelanggan, agar dapat menilai kualitas yang diberikan kepada pelayanan.


https://www.gankoko.com/2021/08/membangun-bisnis-sistem-autopilot.html
Gambar - Membangun bisnis sistem autopilot -
Pentingnya perencanaan


b. Tahap Niche (Fokus ke Marketing)


Membangun bisnis sistem autopilot. Pada tahap ini, pemilik bisnis fokus di bidang pemasaran. 

Jika semua kendala dalam sistem bisnis diperbaiki, maka saat melakukan pemasaran.

Pemasaran produk otomatis hasilnya akan sangat luar biasa. Bisnis harus benar-benar menyiapkan sistem dan tim yang solid. 

Tingkatkan pelayanan kepada pembeli atau calon pembeli agar pelanggan merasa puas dan nyaman. 

Dalam marketing, harus membuat promosi, keunikan produk harus ditonjolkan. 

Di informasi-kan dengan jelas manfaat dari produk kepada masyarakat. hindari perang harga. 


c.Tahap Pengaruh


Membangun bisnis sistem autopilot. Agar bisnis dapat memberi dampak yang luar biasa.

Dan dapat menjadi bisnis autopilot maka perlu membuat sistem bisnis untuk setiap unit kerja


d. Tahap membentuk tim inti


Membangun bisnis sistem autopilot. Membangun tim inti yang kuat untuk menjalankan dan kokoh-kan sistem yang telah dibuat.

Secara bertahap memberikan pendelegasian bisnis kepada tim inti. Tim inti yang telah dibuat dengan porsi kerja yang telah.

Disesuaikan dengan kemampuannya tim, sehingga dapat mengurangi keterlibatan pemilik bisnis. 

Orang-orang yang terpilih, tentunya yang telah berpengalaman dan memiliki kesamaan visi dan misi bisnis. 

Untuk membangun sebuah tim inti yang kuat, dapat dimulai dari peng-rekrut-an agar bisa menemukan bibit unggul dan berkualitas. 

Agar dapat memberikan keyakinan penuh dalam rangka pendelegasian bisnis untuk dijalankan oleh tim, sehingga sistem bisnis autopilot dapat berjalan. 

Setelah mendapatkan tim inti yang kuat, maka sudah bisa menjalankan bisnis secara autopilot karena sistem bisnis telah berjalan dengan sendirinya. 

Pemilik bisnis hanya bertugas memonitor dan mengevaluasi bagaimana sistem sudah dijalankan dan bagaimana individu tersebut bekerja terhadap sistem. 

Sehingga bisnis dapat dijalan secara outopilot sesuai dengan yang diharapkan.


https://www.gankoko.com/2021/08/membangun-bisnis-sistem-autopilot.html
Gambar - Membangun bisnis sistem autopilot -
ubah pola pikir


Sebagai penutup, diucapkan terima kasih telah meluangkan waktunya untuk membaca artikel " Membangun bisnis sistem autopilot "


Untuk mendapat informasi lebih luas dan lengkap tentang topik ini, silahkan menggunakan Google Search Engine 


Semoga artikel ini memberi manfaat serta inspirasi. Bila ada yang ingin mendiskusikan bisa klik " Contact Us "


Untuk melengkapi pemahaman tentang Membangun bisnis sistem autopilot,
silahkan tonton video dibawah ini.


https://www.gankoko.com/2021/08/membangun-bisnis-sistem-autopilot.html
Video - Membangun bisnis sistem autopilot - 
Business Tips For Beginners
- Basics To Build A Business (3) - Coach Hendra Hilman

Dokumen untuk pencatatan kas bank yang digunakan

" Dokumen untuk pencatatan kas bank yang digunakan, untuk kepentingan pencatatan harus dibuat mekanisme untuk kontrol pengeluaran / pe...