Thursday, 4 August 2022

Manajemen sebagai sarana mencapai tujuan perusahaan


" Manajemen sebagai sarana mencapai tujuan perusahaan, penerapannya bisa untuk berbagai tujuan sehingga dibutuhkan sebuah sistem yang terencana "

Sebelum kita masuk ke pengertian manajemen, ada baiknya mengetahui arti dari kata manajemen itu sendiri. 

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) diterangkan apabila kata manajemen memiliki arti penggunaan sumber daya efektif untuk mencapai sasaran. 

Kemudian juga memiliki arti pimpinan yang bertanggung jawab atas jalannya perusahaan dan organisasi.

Secara harfiah kita bisa mendefinisikan manajemen sebagai sebuah cara agar tujuan dapat  dicapai secara teratur dan terarah.


Baca juga Artikel yang terkait

Silahkan menggunakan Google Search Engine, Untuk mendapatkan alamat website lainnya yang terkait.


https://www.gankoko.com/2022/08/manajemen-sebagai-sarana-mencapai-tujuan.html
Gambar - Manajemen sebagai sarana mencapai tujuan


1. Manajemen sebagai sarana mencapai tujuan - Pengertian manajemen


Manajemen sebagai sarana mencapai tujuan. Manajemen mau tidak mau memang diperlukan dalam segala aspek kehidupan.

Baik itu manajemen untuk kegiatan individu maupun kelompok. Contohnya dalam kehidupan rumah tangga juga kita bisa menerapkan manajemen.

Misalnya caranya mengelola keuangan rumah tangga. Pastinya sangat dibutuhkan sebuah pola yang terencana dan jelas pos-pos keuangannya.

Berapa uang yang dihasilkan, dan berapa juga yang harus dikeluarkan.

Dalam rumah tangga pasti ada tujuan-tujuan tertentu seperti untuk investasi rumah, biaya sekolah anak, biaya kesehatan, biaya wisata, dan lainnya.

Untuk mendapatkan kalkulasi yang tepat tentunya kita membutuhkan sebuah sistem yang terencana. Disini peran manajemen keuangan sangat penting untuk mengelolanya. 


a. Manajemen secara umum


Pengertian manajemen sebenarnya sangat luas, dan penerapannya juga bisa untuk berbagai tujuan. 

Misalnya diterapkan untuk mengelola waktu agar setiap kegiatan jadi terencana dan bisa dikerjakan dengan baik.

Kita semua paham kalau waktu adalah hal yang penting. Banyaknya kegiatan dalam satu hari sering membuat kita kesulitan dalam pengerjaannya.

Untuk itu dibutuhkan manajemen waktu yang baik, agar semua jenis kegiatan bisa dilakukan dan diselesaikan.

Dari sini dapat dipahami apabila manajemen memang dibutuhkan agar segala tujuan dapat dicapai dengan arah yang jelas.

Untuk lebih jelasnya, mari kita pelajari pengertian manajemen secara umum dan menurut para ahli seperti berikut ini.

Ilmu manajemen tidak dapat dipungkiri sangat erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari kita.

Tanpa sadar, sedikit banyaknya seni manajemen telah diterapkan hampir pada semua kegiatan.

Contoh kecilnya ketika seorang ibu berbelanja di tukang sayur. Ibu itu pasti membuat catatan apa saja sayur yang dibeli lengkap dengan harganya.

Sebelumnya juga pasti telah melakukan kalkulasi antara uang yang dimiliki dengan pengeluaran pada saat belanja nanti.

Apa yang dilakukan Ibu tersebut adalah seni manajemen untuk belanja sayur.

Memang terlihat sederhana, tapi sekecil apapun tetap saja bisa dikategorikan sebagai penerapan ilmu manajemen.

Walaupun begitu, tetap saja harus dipahami dulu pengertian manajemen secara teori agar dalam praktiknya bisa lebih baik dilakukan.

Dengan mengoptimalkan sumber daya yang ada. Berarti manajemen dapat diartikan sebagai kemampuan untuk mengatur segala sesuatu untuk mencapai sebuah tujuan.

Kemampuan mengatur dalam ranah manajemen ini sebenarnya secara tidak sadar telah kita praktekkan setiap hari.

Dalam sebuah perusahaan fungsi manajemen sendiri :

  • Merencanakan
  • Mengorganisasikan
  • Menggerakkan 
  • Mengendalikan


b. Manajemen menurut ahli


Secara etimologi pengertian manajemen berarti seni melaksanakan dan mengatur. Pengertian ini diambil berdasar kata manajemen dari bahasa Perancis, menagement.

Kata manajemen juga bisa diartikan mengendalikan berdasarkan kata maneggiare yang diambil dari bahasa Italia.

Berdasarkan Encylopedia of the Social Science, manajemen merupakan proses yang dalam pelaksanaan tujuannya ada hal yang direncanakan, dilaksanakan, dan diawasi.

Berikut ini beberapa pengertian manajemen menurut para ahli.

➢ Menurut Eiji Ogawa 


Manajemen adalah perencanaan, pengimplementasian, serta pengendalian dari setiap kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan atau organisasi dengan menetapkan sasaran yang disempurnakan sesuai dengan kondisi.


➢ Menurut Prajudi Atmosudirdjo 


mengatakan manajemen merupakan menyelenggarakan sesuatu dengan menggerakkan orang-orang, uang, mesin-mesin, dan alat-alat sesuai kebutuhan.


➢ Menurut Luther Gulick


juga mengatakan bahwa manajemen adalah bidang ilmu pengetahuan yang berupaya secara sistematis bertujuan untuk memahami.

Memahami bagaimana serta mengapa manusia bekerja sama dalam menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

Dari pengertian manajemen yang diambil dari para ahli tersebut dapat diambil beberapa poin penting. 

Bahwa manajemen mengandung unsur perencanaan, pengaturan, pelaksanaan, tujuan yang ingin dicapai, juga pelaksana manajemen yang berupa individu atau kelompok.

Berarti sudah jelas disini bahwa manajemen itu merupakan sebuah seni mengatur dan merencanakan sesuatu guna mencapai sebuah tujuan.

Setelah memahami pengertian manajemen ada beberapa poin penting lainnya yang harus dipelajari juga. 




2. Manajemen sebagai sarana mencapai tujuan - Jenis manajemen


Manajemen sebagai sarana mencapai tujuan. Pengertian manajemen secara umum adalah sebuah proses yang dilakukan seseorang.

Melakukan dalam mengatur kegiatan yang dikerjakan individu atau kelompok.

Sistem atau manajemen harus dilakukan untuk memenuhi target yang akan dicapai oleh individu atau kelompok tersebut dalam sebuah kerjasama.

Umumnya ada 4 jenis ilmu manajemen yang diterapkan oleh perusahaan maupun organisasi. Berikut ini jenis-jenis manajemen yang harus diketahui.


a. Manajemen SDM


Manajemen sumber daya manusia berfungsi mencari manusia-manusia unggul untuk menjalankan perencanaan.

SDM terbaik dibutuhkan untuk menjalankan perusahaan. Sumber daya daya yang dimiliki dapat dimanfaatkan secara efisien dan efektif. 

Manajemen ini juga harus dapat mengkondisikan SDM bekerja sebaik mungkin dan dapat bekerja sama dengan yang lainnya.

Sebagai salah satu fungsi utama dari sebuah organisasi, Manajemen SDM menjadi sangat penting dan sering diumpamakan sebagai jantung dari sebuah organisasi.


b. Manajemen operasional


Manajemen operasional berfungsi menghasilkan produk yang baik dan sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Manajemen ini juga bertugas menjaga teknik produksi berjalan dengan baik. Dimulai dari pengenalan hingga contoh penelitian yang bisa kamu jadikan referensi.


c. Manajemen pemasaran


Manajemen ini berfungsi mengadakan sekaligus observasi mengenai jenis produk yang dibutuhkan konsumen.

Selain itu juga bertugas mempelajari produk pesaing agar perusahaan dapat lebih berkembang dan mencapai target yang sesuai.

Faktor ini juga menjadi penting, karena dapat mempengaruhi hasil sebuah produk maupun jasa yang dibuat oleh sebuah organisasi maupun perusahaan.

Secara jelas, pelajari manajemen pemasaran pada buku Perspektif Manajemen Dan Pemasaran dibawah ini.


d. Manajemen keuangan


Manajemen keuangan berfungsi untuk memastikan kegiatan perusahaan benar-benar maksimal dalam menghasilkan income.

Fungsi utama manajemen keuangan adalah memastikan modal yang dimiliki bisa membiayai kegiatan bisnis.

Selain itu manajemen ini juga harus memastikan modal yang ada digunakan secara tepat untuk mencapai tujuan perusahaan.


3. Manajemen sebagai sarana mencapai tujuan - Tujuan manajemen


Manajemen sebagai sarana mencapai tujuan. Pengertian manajemen pada intinya adalah cara untuk mencapai sebuah proses dengan perencanaan tertentu.

Tujuan utama diterapkannya sistem manajemen adalah untuk memperoleh hasil maksimal dengan biaya usaha seminimal mungkin.

Dengan mendayagunakan seluruh aspek pendukung berupa SDM, aset, dan finansial yang telah diatur sesuai perencanaan.

Untuk itu diperlukan sebuah kompetisi terarah agar tujuan dari manajemen dapat dicapai secara maksimal.

Tujuan dari manajemen dapat optimal asalkan dilakukan kontrol pada saat pelaksanaan perencanaan.

Adapun tujuan dari manajemen adalah seperti berikut ini : 

  • Menjalankan dan menilai strategi perencanaan yang telah di konsep agar pelaksanaannya berjalan sesuai arahan.
  • Melakukan peninjauan terhadap pelaksanaan fungsi manajemen juga cara kerja kelompok ketika menjalankan tugasnya.
  • Melakukan pembaharuan terhadap fungsi manajemen terutama pada strategi pelaksanaannya. Hal ini dilakukan agar target tetap tercapai apabila ada kendala dalam pelaksanaan rencana.
  • Meninjau kekuatan organisasi, mengetahui kelemahan, juga mengantisipasi ancaman yang mungkin terjadi.
  • Membuat sebuah terobosan baru yang berfungsi meningkatkan kinerja kelompok. Inovasi ini juga pastinya akan berdampak positif terhadap pencapaian rencana sesuai target.


Berdasarkan beberapa poin sebelumnya dapat menjelaskan bahwa tujuan dari manajemen adalah untuk mengontrol dan memastikan target dapat dicapai. 

Dengan begitu, tujuan yang ingin dicapai sebuah perusahaan dapat dicapai dengan semaksimal mungkin dengan sumber daya sesedikit mungkin.




4. Manajemen sebagai sarana mencapai tujuan - Fungsi manajemen


Manajemen sebagai sarana mencapai tujuan. Karena manajemen merupakan sebuah seni untuk mencapai tujuan.

Dapat dipastikan didalamnya ada beberapa tahapan yang harus dilakukan untuk memperoleh target tertentu. 

Berikut ini beberapa fungsi manajemen untuk mencapai sebuah tujuan tertentu.


a. Planning atau perencanaan


Fungsi pertama dari manajemen adalah perencanaan. Manajemen dibutuhkan untuk penyusunan rencana dan strategi ketika akan memulai sebuah kegiatan atau usaha. 

Contohnya, ketika kita akan membuat acara penyambutan direktur baru pasti dibutuhkan sebuah rencana.

Rencana disini diperlukan agar acara sambutan dari awal hingga akhir terarah dan berjalan baik.


b. Organizing atau pengorganisasian


Adalah sebuah fungsi dari manajemen yang tujuannya membagi-bagi tugas sesuai kemampuan yang dimiliki.

Fungsi manajemen ini diperlukan untuk mengatur sebuah kelompok atau organisasi.

Dimana dalam organisasi atau perusahaan tersebut ada tugas yang dibagikan sesuai dengan jabatannya masing-masing.

Misalnya, tugas untuk direktur, manajer, staf, dan anggota pasti berbeda-beda sesuai dengan bidangnya. Mereka juga harus bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan.


c. Actuating atau pengarahan


Pengarahan dibutuhkan setelah tugas dibagi-bagi pada individu atau kelompok sesuai dengan bidangnya masing-masing.

Pengarahan dibutuhkan agar tujuan bisa dicapai dengan baik dan meminimalkan resiko sebuah rencana.

Actuating bisa dilakukan dengan cara membimbing, konsultasi terkait tugas, dan pemberian motivasi.


d. Controlling atau evaluasi


Evaluasi merupakan fungsi manajemen untuk menilai hasil kerja yang telah dilakukan. 

Evaluasi dibutuhkan untuk mengontrol kemajuan dari rencana yang telah dicanangkan. Bisa juga digunakan untuk menilai apakah perlu diadakan perubahan strategi atau tidak.

Oleh sebab itu, dalam sebuah organisasi maupun perusahaan pentingnya adanya fungsi manajemen ini sehingga tujuan organisasi dapat tercapai dengan baik dan efektif. 




5. Manajemen sebagai sarana mencapai tujuan - Unsur manajemen


Manajemen sebagai sarana mencapai tujuan. Manajemen sangat penting bagi kehidupan semua orang untuk mengatur apa yang akan dilakukan.

Mengatur dalam kegiatan orang tersebut. Dalam hal ini membuat seseorang memahami apa yang akan dilakukan dan bagaimana dalam menjalankannya. 

Manajemen sendiri memiliki unsur unsur manajemen yang sangat penting dalam melakukan manajemen.

Beberapa unsur manajemen yang paling umum yang harus di pahami seperti berikut ini :


a. Man


Manusia dibutuhkan sebagai pelaksana dari perencanaan untuk mencapai suatu tujuan.


b. Money


Uang berperan penting untuk pengadaan segala fasilitas penunjang juga pengayaan kebutuhan lain demi terlaksananya perencanaan.


c. Material


Persediaan bahan baku dibutuhkan untuk mencapai sebuah tujuan


d. Machine


Mesin sangat penting untuk meningkatkan efisiensi dan kecepatan tercapainya tujuan.


e. Method


Metoda yang tepat dalam pelaksanaan rencana sangat penting agar proses manajemen berlangsung lancar.


f. Market


Pasar merupakan unsur penting dalam proses manajemen terutama untuk bisnis. Pasar sebagai tempat menjual produk sekaligus tempat interaksi dengan konsumen.


g. Waktu


Perencanaan waktu sangat penting, terutama ketika digunakan dalam proses produksi barang dan pemasaran.




Sebagai penutup, diucapkan terima kasih telah meluangkan waktunya untuk membaca artikel " Manajemen sebagai sarana mencapai tujuan perusahaan "

Untuk mendapat informasi lebih luas dan lengkap tentang topik ini, silahkan menggunakan Google Search Engine

Semoga artikel ini memberi manfaat serta inspirasi. Bila ada yang ingin mendiskusikan bisa klik " Contact Us "



Untuk melengkapi pemahaman tentang Manajemen sebagai sarana mencapai tujuan
silahkan tonton video dibawah ini.


https://www.gankoko.com/2022/08/manajemen-sebagai-sarana-mencapai-tujuan.html
Video - Manajemen sebagai sarana mencapai tujuan -
6 Cara membuat Sistem Perusahaan

Wednesday, 3 August 2022

Prinsip dan peran manajemen pada perusahaan


" Prinsip dan peran manajemen pada perusahaan. Untuk memastikan segala sesuatu yang berkaitan dengan pencapaian tujuan dapat berhasil dilakukan "

Menerapkan ilmu manajemen dalam kehidupan sehari-hari tidak dapat dipraktekkan tanpa mengerti apa itu manajemen. 

Pengertian ilmu manajemen secara umum wajib dipahami agar dapat diimplementasikan dengan baik.

Secara umum, manajemen adalah suatu proses di mana seseorang dapat mengatur segala sesuatu yang dikerjakan oleh individu atau kelompok. 

Manajemen juga dapat diartikan sebagai usaha perencanaan, koordinasi, serta pengaturan sumber daya yang ada demi mencapai tujuan secara efektif dan efisien.


Baca juga Artikel yang terkait

Silahkan menggunakan Google Search Engine, Untuk mendapatkan alamat website lainnya yang terkait.


https://www.gankoko.com/2022/08/prinsip-dan-peran-manajemen.html
Gambar - Prinsip dan peran manajemen


1. Prinsip dan peran manajemen


Prinsip dan peran manajemen. Prinsip manajemen yang paling terkenal dikemukakan oleh Henry Fayol. 

Dengan menerapkan ilmu manajemen, diharapkan sesuatu yang sedang dikerjakan dapat selesai tepat waktu dan tanpa ada hal yang menjadi sia-sia.

Agar penerapan manajemen bisa berjalan lancar, maka harus diterapkan pula prinsip-prinsip manajemen.

Empat belas prinsip manajemen menurut Henry Fayol, yaitu:


a. Pembagian kerja 


Prinsip dan peran manajemen. Agar sebuah tujuan bisa dicapai dengan maksimal, maka suatu pekerjaan harus dibagi menjadi unsur-unsur yang lebih kecil atau spasialisasi. 

Tujuan pembagian kerja adalah untuk meningkatkan kinerja karyawan dan meningkatkan efektivitas. 


b. Wewenang dan tanggung jawab 


Prinsip dan peran manajemen.Setiap manajer dalam sebuah perusahaan pastinya memiliki wewenang dan tanggung jawab. 

Wewenang adalah hak untuk mengambil keputusan atau menjalankan sesuatu sehubungan dengan tugas atau tanggung jawab. 

Sementara tanggung jawab adalah tugas yang harus diselesaikan agar bisa melaksanakan wewenang yang telah diberikan. 

Wewenang dan tanggung jawab harus dijalankan secara seimbang. Semakin besar wewenang, maka akan semakin besar juga pertanggungjawaban. 


c. Disiplin 


Prinsip dan peran manajemen. Disiplin perlu diterapkan karena merupakan dasar dari keberhasilan suatu perusahaan atau organisasi dalam mencapai tujuannya. 

Suatu perusahaan atau organisasi akan sulit mencapai tujuan apabila tidak menerapkan disiplin. 


d. Kesatuan perintah


Prinsip dan peran manajemen. Perintah sebaiknya diberikan oleh satu orang saja, yaitu atasan atau manajer. 

Apabila terlalu banyak orang yang memberikan perintah, karyawan akan sulit untuk menentukan prioritasnya.

Agar tidak menimbulkan kebingungan dan tidak fokus dalam menjalankan tugas yang telah diberikan. 


e. Kesatuan arah


Prinsip dan peran manajemen. Prinsip kesatuan arah perlu diterapkan agar masing-masing unit atau masing-masing karyawan memiliki tujuan yang sama.

Sama dengan perusahaan dan tidak boleh bertentangan satu sama lain sehingga tujuan bisa dicapai dengan efektif dan efisien. 


f. Mengutamakan organisasi di atas kepentingan individu


Prinsip dan peran manajemen. Kepentingan organisasi harus didahulukan daripada kepentingan pribadi.

Sudah jelas bahwa tujuan diterapkannya manajemen pada sebuah organisasi atau perusahaan adalah untuk mencapai tujuan.

Oleh sebab itu, kepentingan organisasi harus didahulukan agar tujuan bisa dicapai.


g. Pembayaran upah yang adil


Prinsip dan peran manajemen. Salah satu faktor yang memengaruhi kepuasan kerja karyawan adalah gaji yang dibebankan .

Oleh sebab itu, suatu perusahaan harus adil dalam memberikan gaji. Agar semangat kerja karyawan tetap terjaga sehingga tujuan organisasi bisa dicapai.




h. Sentralisasi atau pemusatan


Prinsip dan peran manajemen. Prinsip sentralisasi harus diterapkan secara seimbang.

Artinya, tidak semua wewenang harus dipusatkan, adakalanya wewenang juga didelegasikan (desentralisasi).

Apabila terlihat adanya tekanan untuk memberi peranan yang lebih besar kepada bawahan, maka desentralisasi harus diterapkan.

Sebaliknya, apabila terlihat kecenderungan pengurangan peranan bawahan, maka sentralisasi harus diterapkan. 


i. Rantai saklar


Prinsip dan peran manajemen. Rantai saklar maksudnya adalah saluran perintah atau wewenang yang mengalir dari atas ke bawah harus berupa mata rantai vertikal yang jelas.

Mata rantai yang tidak terputus, dan dengan jarak pendek. Artinya, perintah harus berjenjang, yaitu dari jabatan tertinggi ke jabatan terendah dengan cara yang berurutan. 


j. Tata tertib 


Prinsip dan peran manajemen. Tata tertib dibagi menjadi dua, yaitu tata tertib material dan tata tertib sosial.

Tata tertib material maksudnya adalah barang-barang atau alat-alat organisasi atau perusahaan harus ditempatkan pada tempat yang sebenarnya, tidak boleh di bawa pulang. 

Sedangkan tata tertib sosial adalah penempatan karyawan harus sesuai dengan keahlian yang dimilikinya. 

Tata tertib merupakan komponen penting, sama seperti disiplin. Tanpa tata tertib, mustahil bagi organisasi untuk mencapai tujuannya. 


k. Keadilan


Maksud prinsip keadilan adalah seorang pemimpin atau manajer wajib berlaku adil terhadap semua karyawan dalam hal pemberian gaji, pekerjaan, dan hukuman. 

Perlakuan adil yang diberikan oleh pimpinan, akan mendorong bawahan untuk mematuhi setiap perintah yang diberikan oleh pimpinan.

Sehingga tujuan organisasi bisa dicapai dengan efektif. 




l. Inisiatif


Prinsip dan peran manajemen. Maksud prinsip inisiatif adalah seorang pemimpin atau manajer harus memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk untuk berinisiatif.

Kesempatan berinisiatif diberikan dengan cara memberikan kebebasan kepada karyawan dalam hal memikirkan dan menyelesaikan tugasnya. 


m. Semangat kesatuan


Prinsip semangat kesatuan dalam organisasi harus dikembangkan dan dibina melalui sistem komunikasi yang baik sehingga dapat terwujud kekompakan kerja.

Serta keinginan untuk mencapai hasil yang baik.Selain itu, seorang manajer harus membina para karyawan sebaik mungkin.

Agar karyawan merasa ikut memiliki perusahaan tersebut. 


n. Kestabilan jabatan


Prinsip dan peran manajemen. Prinsip kestabilan jabatan adalah seorang manajer harus berusaha agar mutasi dan keluar masuknya karyawan tidak sering terjadi. 

Apabila hal tersebut sering terjadi, akan mengakibatkan ketidak stabil organisasi, biaya-biaya semakin besar, dan perusahaan tidak memiliki karyawan yang berpengalaman. 

Oleh sebab itu, seorang manajer harus berusaha agar setiap karyawan betah bekerja sampai masa pensiunnya. 

Apabila karyawan sering berhenti, maka manajer perlu menyelidiki penyebabnya.

 


2. Prinsip dan peran manajemen - Peran Manajemen


Prinsip dan peran manajemen. Berdasarkan pengertian manajemen yang telah dijabarkan di atas, maka dapat ditarik pemahaman peran manajemen.

Peran manajer menurut Henry Mintzberg seorang ahli riset ilmu manajemen, mengemukakan bahwa peran yang dimainkan oleh manajer di tempat kerjanya.


  • Pertama adalah peran antar pribadi, yaitu melibatkan orang dan kewajiban lain, yang bersifat seremonial dan simbolis.Peran ini meliputi peran sebagai figur untuk anak buah, pemimpin, dan penghubung. 
  • Kedua adalah peran informasional, meliputi peran manajer sebagai pemantau dan penyebar informasi, serta peran sebagai juru bicara.
  • Ketiga adalah peran pengambilan keputusan, meliputi peran sebagai seorang usahawan, pemecah masalah, pembagi sumber daya, dan perunding. 

Mintzberg kemudian menyimpulkan bahwa secara garis besar, aktivitas yang dilakukan oleh manajer adalah berinteraksi dengan orang lain.

Peran manajemen pada perusahaan sangatlah penting, yaitu untuk memastikan segala sesuatu yang berkaitan dengan pencapaian tujuan dapat berhasil dilakukan :


a. Merencanakan


Prinsip dan peran manajemen. Tanpa rencana, lantas apa yang hendak dijalankan? 

langkah paling utama dalam manajemen perusahaan adalah melakukan perencanaan. Hal ini penting dalam menentukan tujuan akhir, arah, serta kiblat perusahaan.

Rencana ini pun tidak hanya satu, ada yang disebut rencana tahunan, rencana jangka panjang, rencana menengah, dan rencana jangka pendek.


b. Menempatkan


Prinsip dan peran manajemen. Proses penempatan tugas juga menjadi bagian penting dari manajemen perusahaan.

Dengan rencana yang begitu besar, seorang manajer harus cakap membagi dan menempatkan masing-masing pekerja ke dalam tiap-tiap tugas bersangkutan.

Hal ini penting, sebab bila salah tangan, tujuan perusahaan bisa gagal tercapai.


c. Mengarahkan


Prinsip dan peran manajemen. Setelah menempatkan masing-masing tugas pada anggota-anggota yang tepat, pengarahan dilakukan untuk manajemen perusahaan lebih terarah.

Dalam mengarahkan, manajer harus detail dan presisi agar bisa dipahami dengan jelas oleh para pekerja perusahaan.

Hal inilah yang nantinya akan menjadi titik dimulainya misi-misi perusahaan.


d. Mengawasi


Setelah perencanaan, penempatan, dan pengarahan diberikan, manajer harus cakap dalam mengawasi atau melakukan pengawasan terhadap masing-masing bagian pekerja. 

Pengawasan yang tertata dan terarah akan menjadikan misi-misi yang ‘mogok’ atau ‘salah arah’ kembali ke jalur yang tepat.

Dengan keempat hal yang dilakukan dalam manajemen perusahaan, ada beberapa hal yang di harap bisa dicapai.

Adanya pimpinan, perencanaan, penyusunan, dan pengawasan sesuai dengan delegasi tanggung jawab bagi setiap sumber daya manusia yang ada.




Sebagai penutup, diucapkan terima kasih telah meluangkan waktunya untuk membaca artikel " Prinsip dan peran manajemen pada perusahaan "

Untuk mendapat informasi lebih luas dan lengkap tentang topik ini, silahkan menggunakan Google Search Engine

Semoga artikel ini memberi manfaat serta inspirasi. Bila ada yang ingin mendiskusikan bisa klik " Contact Us "


Untuk melengkapi pemahaman tentang Prinsip dan peran manajemen
silahkan tonton video dibawah ini.


https://www.gankoko.com/2022/08/prinsip-dan-peran-manajemen.html
Video - Prinsip dan peran manajemen -
Apa itu Manajemen?

Monday, 1 August 2022

Fungsi dan tingkat manajemen dalam perusahaan


" Fungsi dan tingkat manajemen dalam perusahaan, diartikan untuk mengarahkan orang agar dapat mencapai tujuan yang ingin di masa yang akan datang "

Manajemen adalah istilah yang sudah sangat sering kita dengar akhir-akhir ini. Secara sederhana, manajemen dapat diartikan sebagai sebuah tindakan atau seni mengelola. 

Secara lebih lengkap, manajemen dapat juga diartikan sebagai suatu seni untuk mengelola atau mengarahkan orang lain agar dapat mencapai tujuan utama organisasi atau perusahaan.

Dalam hal ini, efisien diartikan sebagai mendapat hasil yang diharapkan dengan kebutuhan input yang paling sedikit.

Manajemen juga dapat diartikan sebagai usaha perencanaan, koordinasi, serta pengaturan sumber daya yang ada demi mencapai tujuan secara efektif dan efisien.

Dengan menerapkan ilmu manajemen, diharapkan sesuatu yang sedang dikerjakan dapat selesai tepat waktu dan tanpa ada hal yang menjadi sia-sia.

Tujuan tercapai karena terorganisir secara baik. 


Baca juga Artikel yang terkait

Silahkan menggunakan Google Search Engine, Untuk mendapatkan alamat website lainnya yang terkait.




https://www.gankoko.com/2022/08/fungsi-dan-tingkat-manajemen.html
Gambar - Fungsi dan tingkat manajemen


1. Fungsi dan tingkat manajemen menurut Henri Fayol


Fungsi dan tingkat manajemen. Pengelompokan manajemen menjadi tiga tingkatan merupakan penyederhanaan yang berlebihan karena secara alamiah.

Pekerjaan yang sama sangat berbeda dan tidak ada garis batas tertentu yang memisahkan setiap tingkatan manajemen.

Dari masing-masing tingkatan manajemen tersebut, ada fungsi serta tanggung jawab yang perlu untuk dijalani.

Namun, ada fungsi manajemen yang pada umumnya ada di setiap tingkatan manajemen. 

Melalui proses perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating) dan mengelola (controlling) sumber daya yang ada secara efektif dan efisien.


a. Perencanaan (Planning)


Fungsi dan tingkat manajemenPerencanaan (planning) merupakan fungsi manajemen yang meliputi penentuan arah tujuan perusahaan.

Merancang strategi yang diperlukan untuk meraih tujuan yang ditentukan seta mengembangkan rencana dalam melakukan koordinasi.

Koordinasi kegiatan yang dibutuhkan untuk melaksanakan strategi tersebut. Perencanaan sangat penting dilaksanakan karena tanpa adanya perencanaan.

Segala fungsi manajemen yang dibutuhkan tidak akan berjalan. Dalam melakukan perencanaan, terdapat beberapa hal yang harus dipertimbangkan, yaitu :


➢ Specific


Sebuah perencanaan harus memiliki maksud dan tujuan yang jelas, dengan menyertakan batasan ruang lingkup dari tujuan yang hendak dicapai


➢ Measureable


Perencanaan harus memiliki tingkat keberhasilan yang dapat diukur agar dapat diketahui performa baik secara berkala maupun pada akhir periode pelaksanaan


➢ Achievable


Perencanaan harus mencakup rencana yang bisa tercapai, bukan hanya sekedar fiktif


➢ Realistic


Perencanaan harus mempertimbangkan kemampuan dan sumber daya yang dimiliki, keseimbangan antara keadaan saat ini dan harapan di masa yang akan datang.


➢ Time


Perencanaan harus memiliki batas waktu penyelesaian yang jelas, sehingga pada akhir waktunya dapat dilakukan penilaian dan evaluasi.

Menentukan apakah pelaksanaan dari perencanaan yang dilakukan telah berjalan sesuai dengan harapan atau pun tidak.




b. Pengorganisasian (Organizing)


Fungsi dan tingkat manajemenPengorganisasian (organizing) adalah fungsi manajemen ketika seorang manajer menata struktur pekerjaan bagi masing-masing orang.

Menentukan tugas yang harus dikerjakan, proses pengerjaan yang benar, serta menentukan siapa yang akan melakukan tugas tersebut. 

Pengorganisasian umumnya disusun dalam bentuk badan organisasi atau struktur organisasi, yang kemudian dipecah menjadi tiap-tiap jabatan.


c. Pelaksanaan (Actuating)


Fungsi dan tingkat manajemenPelaksanaan (actuating) adalah fungsi dalam manajemen berupa suatu tindakan.

Tindakan untuk mengusahakan agar perencanaan yang sudah dilakukan dapat terlaksana sesuai dengan tujuan yang diharapkan,

Dalam fungsi pelaksanaan, upaya untuk menggerakkan semua orang pada semua tingkatan organisasi sangat diperlukan.

Diperlukan agar kerja sama antar seluruh tingkatan organisasi dapat tercipta. Seluruh anggota organisasi harus menyadari tugas.

Serta tanggung jawab dan peran masing-masing dan melaksanakannya sebaik-baiknya agar tujuan yang diharapkan dapat tercapai.


d. Pengawasan (Controlling)


Fungsi dan tingkat manajemenPengawasan (controlling) adalah fungsi manajemen yang bertujuan untuk melakukan pengamatan, menilai kinerja dalam pelaksanaan.

Serta melakukan tindakan koreksi yang diperlukan guna meningkatkan performa organisasi untuk mencapai tujuan.

Pengawasan memiliki beberapa fungsi utama, diantaranya : 

  • Mencegah penyimpangan terhadap perencanaan
  • Memperbaiki kesalahan dalam pelaksanaan
  • Menindak penyalahgunaan kekuasaan dalam organisasi




2. Fungsi dan tingkat manajemen dalam perusahaan


Fungsi dan tingkat manajemen. Semakin tinggi tingkatan manajer, maka output atau hasil yang diharapkan dari peran yang dimilikinya lebih berupa ide.

Konsep dan perencanaan, sementara semakin ke bawah, output yang diharapkan umumnya lebih berupa tindakan atau hal-hal yang bersifat teknis.

Tindakan yang diperlukan untuk memastikan jalannya kegiatan operasional organisasi atau perusahaan. 

Secara lebih lengkap, keahlian yang dibutuhkan terbagi menjadi tiga, yaitu:

  • Technical skills, adalah pengetahuan mengenai teknik dan skill yang dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaan
  • Human skills, adalah pengetahuan dan kemampuan untuk bekerja dengan baik dengan semua orang, serta membina hubungan dengan semua lapisan organisasi
  • Conceptual skills, adalah kemampuan untuk mengungkapkan gagasan dan konsep mengenai situasi abstrak dan kompleks yang harus dihadapi oleh organisasi sebagai satu kesatuan.


Manajer dapat diartikan sebagai anggota organisasi yang melaksanakan fungsi manajemen

Dengan cara koordinasi dan mengawasi pekerjaan pekerja-pekerja lainnya sehingga dapat mencapai tujuan organisasi yang diharapkan.

Secara tradisional, tingkatan manajemen atau manajer dapat dibagi dalam tiga klasifikasi, yaitu:


a. First-line Manajer


Fungsi dan tingkat manajemen. Merupakan tingkatan paling bawah dalam klasifikasi manajemen. Pada tingkatan manajemen ini, manajer memiliki tugas.

Tugas untuk mengelola pekerjaan dari pekerja-pekerja diluar tingkatan manajer, yang meliputi orang-orang yang melakukan pekerjaan di bidang produksi dan pelayanan pada pelanggan.

Selain itu first-line manajer juga harus mempertanggungjawabkan pekerjaan karyawan-karyawan yang dipimpinnya kepada middle-line manajer.


b. Middle-line Manajer


Fungsi dan tingkat manajemen. Merupakan tingkatan dalam klasifikasi manajemen yang menjembatani antara tingkatan first-line manajer dengan top manajer.

Selain itu, middle-line manajer bertugas mengelola pekerjaan first-line manajer dan mempertanggungjawabkan kepada top manajer.


c. Top Manajer


Merupakan tingkatan manajemen tertinggi dalam struktur organisasi, dan memiliki tanggung jawab dalam membuat keputusan.

Keputusan organisasi serta menyusun rencana dan tujuan yang akan dicapai oleh perusahaan.




Sebagai penutup, diucapkan terima kasih telah meluangkan waktunya untuk membaca artikel " Fungsi dan tingkat manajemen dalam perusahaan "

Untuk mendapat informasi lebih luas dan lengkap tentang topik ini, silahkan menggunakan Google Search Engine

Semoga artikel ini memberi manfaat serta inspirasi. Bila ada yang ingin mendiskusikan bisa klik " Contact Us "


Untuk melengkapi pemahaman tentang Fungsi dan tingkat manajemen
silahkan tonton video dibawah ini.

https://www.gankoko.com/2022/08/fungsi-dan-tingkat-manajemen.html
Video - Fungsi dan tingkat manajemen -
PENGANTAR MANAJEMEN #2 :
TINGKATAN DAN FUNGSI MANAJEMEN

Anggaran sebagai pendukung operasional sesuai visi dan misi perusahaan


" Anggaran sebagai pendukung operasional anggaran merupakan suatu rencana yang disusun secara sistematis dan di nyatakan dalam unit moneter "

Anggaran merupakan suatu rencana yang disusun secara sistematis dalam bentuk angka dan dinyatakan dalam unit moneter.

Rencana yang meliputi seluruh kegiatan perusahaan untuk jangka waktu ( periode) tertentu di masa yang akan datang. 

Oleh karena rencana yang disusun dinyatakan dalam bentuk unit moneter, maka anggaran seringkali disebut juga dengan rencana keuangan. 

Dalam anggaran, satuan kegiatan dan satuan uang menempati posisi penting dalam arti segala kegiatan akan di kuantifikasi dalam satuan uang.

Sehingga dapat diukur pencapaian efisiensi dan efektivitas dari kegiatan yang dilakukan.

Penganggaran merupakan komitmen resmi manajemen yang terkait dengan harapan manajemen.

Harapan manajemen tentang pendapatan, biaya dan beragam transaksi keuangan dalam jangka waktu tertentu di masa yang akan datang.



Baca juga Artikel yang terkait

Silahkan menggunakan Google Search Engine, Untuk mendapatkan alamat website lainnya yang terkait.


https://www.gankoko.com/2022/08/anggaran-sebagai-pendukung-operasional.html
Gambar - Anggaran sebagai pendukung operasional


1. Anggaran sebagai pendukung operasional - Tujuan penyusunan anggaran


Anggaran sebagai pendukung operasionalDalam dunia bisnis, Informasi merupakan sarana yang penting bagi manajemen.

Informasi untuk membantu menggerakkan dan mengembangkan kegiatan perusahaan. 

Kelangsungan hidup dan pertumbuhan suatu perusahaan tergantung pada sistem informasi akuntansi manajemen (Mulyadi, 1993). 

Dengan menggunakan informasi manajemen akuntansi maka, akan membantu manajemen dalam pengambilan keputusan.

Keputusan secara efektif, mengurangi ketidakpastian dan mengurangi resiko dalam memilih alternatif. 

Dengan menggunakan informasi manajemen ini, bisa dilakukan pengendalian manajemen.

Adapun tujuan penyusunan anggaran adalah :


a. Harapan/sasaran perusahaan


Anggaran sebagai pendukung operasional. Untuk menyatakan harapan/sasaran perusahaan secara jelas dan formal.

Menghindari kerancuan dan memberikan arah terhadap apa yang hendak dicapai manajemen.


b. Mengkomunikasikan harapan manajemen


Anggaran sebagai pendukung operasional. Untuk mengkomunikasikan harapan manajemen kepada pihak-pihak terkait sehingga anggaran dimengerti, didukung, dan dilaksanakan.


c. Menyediakan rencana terinci 


Anggaran sebagai pendukung operasional. Untuk menyediakan rencana terinci mengenai aktivitas dengan maksud mengurangi ketidakpastian.

Memberikan pengarahan yang jelas bagi individu dan kelompok  dalam upaya mencapai tujuan perusahaan.


d. Mengkoordinasikan cara/metode


Anggaran sebagai pendukung operasional. Untuk mengkoordinasikan cara/metode yang akan ditempuh dalam rangka memaksimalkan sumber daya.


e. Menyediakan alat pengukur dan mengendalikan kinerja


Anggaran sebagai pendukung operasional. Untuk menyediakan alat pengukur dan mengendalikan kinerja individu dan kelompok.

Serta menyediakan informasi yang mendasari perlu-tidaknya tindakan koreksi.




2. Anggaran sebagai pendukung operasional - Manfaat penyusunan anggaran 


Anggaran sebagai pendukung operasional. Dengan  penyusunan anggaran usaha-usaha perusahaan akan lebih banyak berhasil.

Berhasil apabila ditunjang oleh kebijaksanaan-kebijaksanaan yang terarah dan dibantu oleh perencanaan-perencanaan yang matang.

Perusahaan yang berkecenderungan memandang ke depan, akan selalu memikirkan apa yang mungkin dilakukannya pada masa yang akan datang.

Sehingga dalam pelaksanaannya, perusahaan-perusahaan ini tinggal berpegangan pada semua rencana yang telah disusun sebelumnya.

Di mana, bagaimana, mengapa, kapan, adalah pertanyaan-pertanyaan yang selalu mereka kembangkan dalam kegiatan sehari-hari.

Apabila pada suatu kesempatan hal ini ditanyakan kepada seorang General Manager yang sukses.

Sering didapatkan jawaban bahwa ide-ide untuk kegiatan pada waktu mendatang pada umumnya didasarkan pada jawaban atas pertanyaan-pertanyaan diatas.

Dalam perusahaan manufaktur ( pabrik) kegiatan akan dilakukan dengan lebih efisien dan tingkat keuntungan akan lebih besar.

Kegiatan management memperhatikan rencana untuk aktivitas-aktivitasnya di masa depan. 

Heckerts dan Wilson mengatakan bahwa manfaat utama daripada business budgeting adalah dapat ditentukannya kegiatan yang paling profitable yang akan dilakukan.

Sedangkan manfaat lain adalah membantu manajer dalam mengelola perusahaan. Manajer harus mengambil keputusan yang paling menguntungkan perusahaan.

Memilih barang / jasa yang akan diproduksi dan dijual, memilih/menseleksi langganan.

Menentukan tingkat harga, metode-metode produksi, metode-metode distribusi, termin penjualan.

Budgeting mempunyai manfaat yang pada dasarnya sama, yakni dalam hal perencanaan, koordinasi, dan pengawasan.


a. Dalam bidang perencanaan


Anggaran sebagai pendukung operasionalInformasi akuntansi manajemen menekankan hubungan antara informasi keuangan dengan manajer.

Manajer yang bertanggung jawab terhadap perencanaan dan pelaksanaannya.

Proses penyusunan anggaran perusahaan untuk masa yang akan datang, dan merupakan komitmen resmi manajemen yang terkait dengan harapan manajemen 

Harapan tentang pendapatan, biaya dan beragam transaksi keuangan dalam jangka waktu tertentu di masa yang akan datang.

Dengan  penyusunan anggaran usaha-usaha perusahaan akan lebih banyak berhasil apabila ditunjang oleh kebijaksanaan-kebijaksanaan yang terarah.

Kebijaksanaan dan dibantu oleh perencanaan-perencanaan yang matang. 


➢ Mendasarkan kegiatan-kegiatan


Pada penyelidikan-penyelidikan studi dan penelitian-penelitian. Budget bermanfaat untuk membantu manajer meneliti dan mempelajari masalah-masalah.

Masalah yang berhubungan dengan kegiatan yang akan dilakukan. Sebelum merencanakan kegiatan, manajer mengadakan penelitian dan pengamatan-pengamatan terlebih dahulu.

Kebiasaan membuat rencana-rencana akan menguntungkan semua kegiatan. Terutama kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan :

  • Kebutuhan financial
  • Tingkat persediaan
  • Fasilitas-fasilitas produksi
  • Pembelian
  • Pengiklanan
  • Penjualan
  • Sales promotion
  • Pengembangan produk
  • Expansi
  • Dan lain-lain.


➢ Mengerahkan seluruh tenaga dalam perusahaan


Dalam menentukan arah/kegiatan yang paling menguntungkan. Budget yang disusun untuk waktu panjang dan akan sangat membantu dalam mengerahkan secara tepat :

  • Tenaga-tenaga
  • Kepala bagian
  • Salesman
  • Kepala cabang
  • Semua tenaga operasional.
 

➢ Untuk membantu


Atau menunjang kebijaksanaan-kebijaksanaan perusahaan


➢ Menentukan tujuan-tujuan perusahaan


Manajemen yang dapat menentukan tujuannya secara jelas dan logis ( dapat dilaksanakan) adalah manajemen yang akan berhasil.

Penentuan tujuan ini dibatasi oleh beberapa faktor. Budget dapat membantu manajemen dalam memilih : mana tujuan yang dapat dilaksanakan dan mana yang tidak.


➢ Membantu stabilkan kesempatan kerja yang tersedia


Seorang majikan yang baik tidak akan pernah mengabaikan atau tidak mempedulikan kesejahteraan pegawainya.

Perencanaan kebutuhan tenaga kerja yang baik akan mengakibatkan dapat dihindarkannya kelebihan dan kekurangan tenaga kerja.

Tanpa rencana tentang kebutuhan tenaga kerja, mengakibatkan terpaksa di henti-kan sebagian buruh yang berlebihan.

Bila terus menerus berlangsung hal ini akan mengakibatkan tidak stabil tingkat employment


➢ Mengakibatkan pemakaian alat-alat fisik secara lebih efektif


Dengan di susun perencanaan yang terperinci. Dapat dihindarkan biaya-biaya yang timbul karena kapasitas yang berlebihan.

Pemakaian alat-alat fisik yang efektif dan ekonomis akan membantu/menyokong tujuan akhir perusahaan yaitu keuntungan yang maksimum.




b. Dalam bidang koordinasi


Anggaran sebagai pendukung operasionalPerusahaan yang berkecenderungan memandang ke depan, akan selalu memikirkan apa yang mungkin dilakukannya.

Memikirkan masa yang akan datang. Sehingga dalam pelaksanaannya, perusahaan ini tinggal berpegangan pada semua rencana yang telah disusun sebelumnya. 

Di mana, bagaimana, mengapa, kapan, adalah pertanyaan-pertanyaan yang selalu mereka kembangkan dalam kegiatan sehari-hari. 

Apabila pada suatu kesempatan hal ini ditanyakan kepada seorang General Manager yang sukses.

Tingkat keuntungan akan lebih besar apabila management memperhatikan rencana untuk aktivitas-aktivitasnya di masa depan : 

➢ Membantu mengkoordinasikan faktor manusia dengan perusahaan


Dalam beberapa situasi mungkin faktor hubungan manusia dengan perusahaan ini adalah yang terpenting.

Seringkali terjadi kasus di mana manajer tidak tahu apa yang akan dilakukannya di tahun-tahun mendatang.

Akibatnya kadang-kadang manajer frustasi dan merasa makin lama semakin tidak mampu mengatasinya.

Penyusunan rencana yang terperinci (beruapa budget) membantu manajer mengatasi masalah itu.

Sehingga ia kembali merasa adanya hubungan antara kemampuannya dengan perusahaan yang dipimpinnya.


➢ Menghubungkan aktivitas perusahaan dengan trend dalam dunia usaha


Dalam penelitian-penelitian yang telah dilakukan tampak bahwa trend keuntungan.

Keuntungan yang didapat oleh perusahaan tergantung juga kepada keadaan dunia usaha pada umumnya.

Karena itu dengan di susun budget, dapat dinilai apakah rencana ter sebut sesuai dengan keadaan dunia usaha yang akan dihadapi.


➢ Menempatkan penggunaan modal


Pada saluran-saluran yang menguntungkan, dalam arti seimbang dengan program-program perusahaan.

Sebelum membelanjakan uangnya, perusahaan harus mempelajari terlebih dahulu saluran-saluran mana yang paling menguntungkan.

Saluran yang paling sesuai dengan program perusahaan. Sebagian dana digunakan untuk peralatan dan persediaan barang.

Bagian yang lain dipergunakan untuk promosi dan biaya penjualan lain. Kedua bagian tersebut harus seimbang.

Tanpa perencanaan yang baik mungkin saja terjadi persediaan barang terlalu jauh di atas kemampuan penjualan atau  produksi.


➢ Untuk mengetahui kelemahan-kelemahan dalam organisasi


Setelah rencana yang baik disusun dan kemudian dijalankan. Kelemahan-kelemahan dapat dilihat untuk kemudian diperbaiki.


c. Dalam bidang pengawasan


Anggaran sebagai pendukung operasionalSebagai alat bantu manajemen, anggaran perusahaan mempunyai lingkup yang luas. 

Seluruh kegiatan yang ada di dalam perusahaan akan terkait dengan anggaran perusahaan tersebut.

Anggaran perusahaan ini akan terdiri dari berbagai macam anggaran yang mempunyai kegunaan sendiri-sendiri.

Agar tidak menimbulkan kerancuan di dalam memisahkan masing-masing anggaran yang ada di dalam perusahaan tersebut.

Anggaran yang satu bisa berbeda baik dari segi isi, bentuk, maupun kegunaannya dengan anggaran yang lain. maka perlulah di ketahui penjelasan anggaran yang benar :

➢ Untuk mengawasi kegiatan dan pengeluaran


Tujuan utama dari perencanaan adalah memilih kegiatan yang paling menguntungkan.

Kegiatan tersebut tidak hanya direncanakan saja, tetapi di dalam pelaksanaannya harus diadakan pengawasan agar betul-betul seperti yang direncanakan.

Beberapa kegiatan dan pengeluaran sangat perlu diawasi. Misalnya : kegiatan promosi penjualan.

Promosi sering mengeluarkan terlalu banyak biaya tanpa menghasilkan kenaikan penjualan yang sepadan.

Atau kegiatan produksi yang terlalu jauh menyimpang dari rencana sehingga harga pokok per unit produk demikian tinggi.


➢ Untuk pencegahan secara umum pemborosan


Sebetulnya ini adalah tujuan yang paling umum daripada penyusunan budget. Kontrol terhadap pelaksanaan diharapkan dapat mengurangi pemborosan-pemborosan.



3. Anggaran sebagai pendukung operasional - Kesimpulan manfaat penyusunan anggaran


Anggaran sebagai pendukung operasionalDi dalam praktek seringkali perusahaan dapat memilih antara dua alternatif di pandang dari segi ruang lingkup.

Atau pun intensitas penyusunan-nya. Alternatif pertama menyusun budget dengan ruang lingkup yang menyeluruh. 

Atau pun membatasi perencanaan segi keuangan saja, karena perusahaan sedang mengalami kesulitan di bidang ini. 

Alasan lain yang sering tidak diakui yakni karena memang tidak memiliki kemampuan (teknis dan pembiayaan) untuk menyusun anggaran komprehensif.


Dengan melihat uraian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa manfaat penyusunan anggaran adalah :


a.  Adanya perencanaan terpadu 


Anggaran sebagai pendukung operasional. Anggaran perusahaan dapat digunakan sebagai alat untuk merumuskan rencana perusahaan.

Untuk menjalankan pengendalian terhadap berbagai kegiatan perusahaan secara menyeluruh.

Dengan demikian, anggaran merupakan suatu alat manajemen yang dapat digunakan baik untuk keperluan perencanaan maupun pengendalian.


b. Sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan perusahaan


Anggaran sebagai pendukung operasional. Anggaran dapat memberikan pedoman yang berguna baik bagi manajemen puncak maupun manajemen menengah. 

Anggaran yang disusun dengan baik akan membuat bawahan menyadari bahwa manajemen memiliki pemahaman yang baik tentang operasi perusahaan.

Bawahan akan mendapatkan pedoman yang jelas dalam melaksanakan tugasnya.

Disamping itu, penyusunan anggaran memungkinkan perusahaan untuk mengantisipasi perubahan.

Perubahan dalam lingkungan dan melakukan penyesuaian sehingga kinerja perusahaan dapat lebih baik.


c. Sebagai alat koordinasi kerja


Anggaran sebagai pendukung operasional. Penganggaran dapat memperbaiki koordinasi kerja intern perusahaan.

Sistem anggaran memberikan ilustrasi operasi perusahaan secara keseluruhan.

Oleh karenanya sistem anggaran memungkinkan para manajer divisi untuk melihat hubungan antar bagian (divisi) 


d. Sebagai alat pengawasan kerja


Anggaran sebagai pendukung operasional. Anggaran memerlukan serangkaian standar prestasi atau target yang bisa dibandingkan dengan realisasinya.

Pelaksanaan setiap aktivitas dapat dinilai kinerja. Dalam menentukan standar acuan, diperlukan pemahaman yang realistis dan analisis yang saksama.

Terhadap kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan. Penentuan standar yang sembarangan tanpa didasari.

Pengetahuan dapat menimbulkan lebih banyak masalah daripada manfaat. Hal ini mengingat standar dalam anggaran yang ditetapkan secara sembarangan.

Mungkin merupakan target yang mustahil untuk dicapai karena terlalu tinggi atau terlalu rendah.

Standar yang ditetapkan terlalu tinggi akan menimbulkan frustasi atau ketidakpuasan. 

sebaliknya penetapan standar yang terlalu rendah akan menjadikan biaya menjadi tidak terkendali, menurunkan laba dan semangat kerja.


e. Sebagai alat evaluasi kegiatan perusahaan


Anggaran sebagai pendukung operasional. Anggaran yang disusun dengan baik menerapkan standar yang relevan akan memberikan pedoman.

Pedoman bagi perbaikan operasi perusahaan dalam menentukan langkah-langkah yang harus ditempuh agar pekerjaan bisa diselesaikan dengan cara yang baik.

Dengan menggunakan sumber-sumber daya perusahaan yang dianggap paling menguntungkan.

Terhadap penyimpangan yang mungkin terjadi dalam operasional perlu dilakukan evaluasi yang dapat menjadi masukan berharga bagi penyusunan anggaran selanjutnya.




Sebagai penutup, diucapkan terima kasih telah meluangkan waktunya untuk membaca artikel " Anggaran sebagai pendukung operasional sesuai visi dan misi perusahaan "

Untuk mendapat informasi lebih luas dan lengkap tentang topik ini, silahkan menggunakan Google Search Engine

Semoga artikel ini memberi manfaat serta inspirasi. Bila ada yang ingin mendiskusikan bisa klik " Contact Us "


Untuk melengkapi pemahaman tentang Anggaran sebagai pendukung operasional
silahkan tonton video dibawah ini.


https://www.gankoko.com/2022/08/anggaran-sebagai-pendukung-operasional.html
Video - Anggaran sebagai pendukung operasional -
Contoh Soal Menyusun Anggaran Produksi, Jam Kerja,
dan Biaya Jam Kerja - Penganggaran Perusahaan