Tuesday, 1 February 2022

Penyehatan usaha dari keterpurukan yang harus diketahui


 Penyehatan usaha dari keterpurukan. Keterpurukan yang disebabkan dari lingkungan bisnis yang tidak mendukung dan akan menjadikan sumber ancaman "

Sehat tidaknya perusahaan dapat bersumber dari lingkungan bisnis. Lingkungan bisnis yang tidak mendukung perkembangan perusahaan.

Lingkungan bisnis yang hanya menjadi sumber ancaman. Bisnis dapat dikatakan sebagai sumber sakitnya perusahaan.

Penyehatan operasional berusaha melakukan perubahan operasi perusahaan. Manajemen berusaha meningkatkan penghasilan yang diperoleh dengan berbagai teknik.

Strategi ini biasanya juga dipilih perusahaan yang memiliki fleksibilitas yang cukup dalam anggaran operasi. Membuka peluang adanya pengurangan biasa yang signifikan.


Baca juga  : Artikel yang terkait

Gunakan fungsi Google Search Engine  untuk mendapatkan informasi website lainnya yang lebih luas dan lengkap tentang bahasan ini.


https://www.gankoko.com/2022/02/penyehatan-usaha-dari-keterpurukan.html
Gambar - Penyehatan usaha dari keterpurukan


1. Penyehatan usaha dari keterpurukan -Tahapan penyehatan 


Penyehatan usaha dari keterpurukan. Langkah-langkah penyehatan usaha yang terpuruk.

Pelaku bisnis wajib memberitahukan kepada pihak-pihak yang terlibat bahwa bisnis dalam kondisi tidak sehat.

Tahap ini harus mampu menciptakan iklim dan membuka ruang untuk melakukan perubahan dalam skala besar.


a. Pergantian manajemen


Penyehatan usaha dari keterpurukan. Ketidak sehatan perusahaan sering juga disebabkan karena tidak cakap dalam mengelola bisnis.

Apabila hal ini terjadi maka pucuk manajemen tidak lagi memiliki legitimasi. Profesi tidak cukup untuk melakukan penyehatan perusahaan.

Bahkan dapat menjadi yang tertuduh penyebab kegagalan dalam pengelolaan perusahaan. Strategi pemulihan dalam rangka penyehatan usaha.

Pucuk manajemen perlu segera diganti. Pucuk manajemen baru diharapkan memiliki legitimasi yang lebih dari cukup.

Untuk melakukan perubahan orientasi strategi yang selama ini telah dimiliki perusahaan. Visi, misi, strategi dan budaya perusahaan yang lama telah terbukti gagal.

Gagal membawa pertumbuhan perusahaan. Secara riil, pucuk manajemen baru diharapkan mampu membawa perubahan strategis yang komprehensif.

Bukan sekedar operasional yang sifatnya tambal sulam. Di samping itu, pergantian  manajemen juga memiliki makna simbolik.

Sebagai bukti hukuman yang layak diberikan pada kegagalan manajemen yang lama. 

Tahapan proses penyehatan perusahaan adalah orang yang menduduki pucuk manajemen bisa dari luar maupun dari dalam.

Jika dari dalam harus dipilih dari sekian orang yang telah senior. Dan mempunyai pengalaman bekerja yang cukup lama untuk dipromosikan sebagai manajemen baru.

Harus dipilih orang yang mempunyai tingkat pengetahuan akademis. Memiliki kompetensi, ketrampilan yang tinggi, gaya dan peran kepemimpinan yang baik.

Sangat tidak mungkin apabila manajemen diduduki oleh orang yang tidak mempunyai syarat tersebut.


b. Pengendalian keuangan


Penyehatan usaha dari keterpurukan. Sentralisasi pengendalian keuangan menjadi salah satu hal terpenting penyehatan usaha. 

Tanpa memandang intensitas ketidak sehatan yang terjadi. Sebelum berpikir tentang efektivitas, manajemen terlebih dahulu memprioritaskan peningkatan efisiensi.

Perusahaan yang sakit memiliki kinerja keuangan yang tidak menggembirakan, dan bahkan buruk. Secara umum, sentralisasi dan pengetatan anggaran.

Ditujukan pada aliran kas, biaya material, biaya tenaga kerja langsung, biaya-biaya tidak langsung dan anggaran investasi. 

Pengetatan secara drastis biasanya diarahkan pada biaya tidak langsung, termasuk di dalam biaya penelitian dan pengembangan.

Perusahaan juga seringkali harus menunda investasi. Sentralisasi pengendalian keuangan dan efisiensi tidak sesederhana merumuskan.

Perusahaan yang tidak sehat, tidak memiliki budaya efisien. Justru karena tidak memiliki budaya tersebut, perusahaan menjadi tidak sehat.

Oleh karena itu implementasi sentralisasi pengendalian keuangan hampir pasti tidak dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan partisipatoris.

Dengan kata lain, pendekatan dari bawah tidak dapat digunakan dan lebih menggunakan pendekatan dari atas.


c. Perubahan struktur organisasi


Penyehatan usaha dari keterpurukan. Strategi perubahan organisasi tidak sama dengan kedua strategi di atas.

Strategi perubahan struktur organisasi tidak serta merta diperlukan pada awal proses penyehatan bisnis.

Penerapan strategi ini secara ketat bahwa struktur organisasi mengikuti strategi. Perubahan struktur hanya terjadi setelah ada kebutuhan reorientasi strategi.

Strategi pemulihan dalam rangka penyehatan perusahaan. Struktur organisasi harus dilihat sebagai salah satu alat bantu mencapai tujuan perubahan strategi.

Perubahan struktur organisasi juga dapat terkesan prematur ketika organisasi hanya diartikan sebatas kesinambungan antar unit kerja.

Struktur organisasi baru dipahami ketika makna informal struktur tersebut dapat dikenali secara seksama.

Struktur organisasi tidak mungkin dapat dipahami hanya dengan memperhatikan karakter formal saja. Untuk itu bila diperlukan perubahan hendaknya didasari.

Dengan pertimbangan yang cermat dan hati-hati dan tidak perlu ditambahi dengan pertimbangan tergesa-gesa.


d. Reduksi biaya


Penyehatan usaha dari keterpurukan. Strategi reduksi biaya memiliki kaitan erat dengan strategi sentralisasi pengendalian keuangan.

Reduksi biaya dapat memiliki karakter strategis.Jika tujuan yang hendak dicapai adalah mencapai posisi yang lebih unggul dibandingkan pesaing.

Strategi reduksi biaya memiliki peran yang signifikan.Ketika perusahaan menderita kerugian. 

Khususnya jika jarak antara volume penjualan yang diraih mendekati titik impas (break-even point).

Sedikit saja reduksi biaya yang dilakukan, maka perusahaan tidak mengalami kerugian. Reduksi biaya material dapat dilakukan dengan cara perubahan strategi pembelian.

Strategi pembelian.yang lebih efektif dan efisien. Reduksi biaya tenaga kerja dapat dilakukan dengan peningkatan produktivitas.

Perusahaan berhasil memiliki keunggulan biaya tidak saja dalam jumlah, akan tetapi juga dalam struktur.

Dan jika diperlukan dapat dilakukan melalui pengurangan jumlah tenaga kerja.


e. Reduksi aset


Penyehatan usaha dari keterpurukan. Reduksi aset sangat diperlukan bagi perusahaan yang memiliki krisis keuangan yang besar. 

Yang merupakan salah satu syarat terpenting keberhasilan penyehatan perusahaan. 

Manajemen perusahaan harus dengan segera melakukan divestasi aset.Tanpa mengaitkan dengan strategi reorientasi produk.

Mendesaknya divestasi dan penjualan aset yang latar belakangnya oleh tingginya kebutuhan perusahaan untuk memperoleh dana segar.


f. Restrukturisasi utang dan keuangan


Penyehatan usaha dari keterpurukan. Pada umumnya perusahaan sakit memiliki beban tetap bunga yang besar sebagai akibat kesalahan kebijakan keuangan yang tidak hati-hati.

Perusahaan memiliki rasio utang terhadap modal yang terlalu tinggi. Dan melanggar kaidah umum yang normal yang biasanya dipegang dalam konteks manajemen keuangan.

Jumlah utang lebih besar dari modal yang dimiliki, Oleh karena itu restrukturisasi utang perlu dilakukan.

Namun perusahaan juga perlu melakukan restrukturisasi portofolio investasi. Restrukturisasi utang melibatkan proses negosiasi ulang tentang perjanjian utang piutang.

Antara perusahaan dengan pemberi kredit misalnya bank. Manajemen perlu melakukan peninjauan ulang terhadap jadwal pembayaran utang.

Sampai pada pengunduran jatuh tempo.Perubahan utang jangka pendek menjadi jangka panjang juga perlu dilakukan.

Sedangkan restrukturisasi keuangan mencakup kebijaksanaan alokasi arus keuangan kas. Maupun kredit yang diperlukan untuk penciptaan nilai tambah perusahaan.

Termasuk di dalamnya kebijakan distribusi keuangan bagi portofolio perusahaan.

Jadi restrukturisasi keuangan memiliki pengertian yang jauh lebih luas dibandingkan dengan restrukturisasi utang.




g. Reorientasi produk


Penyehatan usaha dari keterpurukan. Strategi reorientasi produk juga tetap diterapkan jika sebab ketidak sehatan perusahaan. 

Karena manajemen keliru dalam menentukan target dan segmen pasar yang dituju. Strategi ini tepat dijalankan jika perusahaan mengalami pertumbuhan yang cepat.

Namun tidak diikuti pertumbuhan penjualan yang dapat menimbulkan berkurangnya laba perusahaan.

Secara garis besar, strategi reorientasi produk meliputi pengurangan atau penambahan item. 

Secara praktis, reorientasi produk dapat diarahkan untuk keperluan pengurangan kerugian. Dan lini produk; pengurangan atau penambahan konsumen yang dilayani.

Baik secara geografis maupun jenis; perubahan komposisi bauran penjualan. Dengan lebih memperhatikan satu jenis produk tertentu atau konsumen tertentu.

Modifikasi atribut produk; keluar atau memasuki segmen pasar tertentu.

Mempertahankan laba dalam jangka pendek atau ditujukan untuk mencapai pemulihan kesehatan perusahaan jangka panjang.


h. Peningkatan program pemasaran


Penyehatan usaha dari keterpurukan. Perusahaan yang tidak sehat khususnya yang disebabkan oleh karena kesalahan professional manajemen.

Biasanya ditandai oleh rendahnya efektivitas implementasi program pemasaran. Sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari rendahnya kinerja organisasi.

Perencanaan pemasaran tidak dapat dijalankan sebagaimana yang diharapkan.

Oleh karena itu manajemen memiliki kemungkinan untuk melakukan strategi peningkatan efektivitas program pemasaran.

Tanpa harus melakukan perubahan perencanaan pemasaran secara signifikan. Tidak ada kesalahan yang signifikan yang dijumpai pada perencanaan.

Akan tetapi, perencanaan tersebut tidak dapat diimplementasikan dengan hasil yang telah ditetapkan sebelumnya.

Manajemen perusahaan perlu meningkatkan laba potensial yang dimiliki dengan tanpa perlu melakukan modifikasi produk.

Serta segmen pasar yang dituju dengan hanya melakukan penyesuaian bauran pemasaran yang selama ini telah digunakan.

Manajemen harus mencari kombinasi dan keseimbangan baru yang lebih pas terhadap berbagai variabel :

  • Meliputi lini dan atribut produk
  • Saluran distribusi
  • Program penjualan
  • Harga
  • Promosi
  • Program pelayanan


Program penjualan dan harga adalah dua variabel yang lebih sering dipilih :


i. Akuisisi


Penyehatan usaha dari keterpurukan. Akuisisi juga merupakan strategi yang dapat dipilih sebagai strategi penyehatan perusahaan. 

Meski pun jarang ditemui implementasi di lapangan. Biasanya strategi ini lebih tepat dipilih oleh perusahaan yang mempunyai kondisi bisnis statis.

Perusahaan yang sedang dalam tahapan krisis keuangan yang buruk. Samping itu, pilihan terhadap strategi ini juga didasarkan pada pertimbangan.

Pertimbangan percepatan waktu yang diperlukan dalam pemulihan kesehatan perusahaan. Dengan akuisisi, perusahaan memiliki peluang sehat dalam tempo yang relatif cepat.

Akuisisi pada perusahaan sejenis atau masih mempunyai keterkaitan dalam kategori industri.
 
Menjadikan perusahaan yang tidak sehat tersebut mempunyai efek melengkapi (komplementer). 

Perusahaan yang baru minimal bisa dijadikan patok duga atau benchmark kinerja bisnis. 

Akuisisi yang memiliki sifat lebih diversifikasi membuka peluang bagi perusahaan yang tidak sehat.

Untuk memasuki produk-produk yang tentu saja masih memiliki peluang bisnis yang besar. 

Setidaknya lebih besar dibandingkan pasar yang telah dimasuki yang kini hampir ditinggalkan.


j. Investasi


Penyehatan usaha dari keterpurukan. Strategi investasi biasanya dilakukan oleh perusahaan tidak sehat yang telah di akuisisi terlebih dahulu oleh perusahaan lain.

Jadi selama perusahaan yang tidak sehat tersebut tetap independen sebelum di akuisisi. 

Perusahaan hampir mustahil mampu mengimplementasikan strategi investasi karena biasanya tidak lagi memiliki dana yang memadai.

Keputusan melakukan investasi perlu dibuat oleh pemilik baru. Dan mungkin juga manajemen baru yang telah membeli perusahaan yang tidak sehat tersebut.

Investasi dapat diwujudkan misalnya dengan peralatan produksi yang telah kadaluwarsa. 

Dengan harapan akan dapat diperoleh struktur biaya yang lebih rendah dibandingkan pada masa sebelumnya.

Perusahaan berusaha bekerja dengan lebih efisien setelah memiliki alat produksi yang lebih baru.

Yang diusahakan bersamaan dengan pencapaian skala ekonomi yang lebih besar. Dengan demikian strategi investasi ini berjalan seiring dengan strategi reduksi biaya.

Tidak kalah pentingnya juga diikuti oleh strategi pemasaran yang lebih agresif untuk mencapai volume penjualan yang lebih besar.




2. Penyehatan usaha dari keterpurukan – cara bangkit dari keterpurukan 


Penyehatan usaha dari keterpurukan. Cara bangkit dari keterpurukan usaha adalah pelaku bisnis hikmah dari keterpurukan.

Merupakan bahwa kegagalan memberi pembelajaran. Menjadi pelaku bisnis harus tahan dan kuat menghadapi tantangan yang tidak ringan serta harus mau bekerja keras dan fokus. 

Strategi pemeliharaan secara berimbang strategi defensif dan agresif. Strategi pemeliharaan dalam penyehatan yaitu agar dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas bisnis :

  • Meningkatkan dan mempertahankan produktivitas usaha
  • Menjaga iklim kerja yang kondusif
  • Mencapai budaya perusahaan yang baru


Penyehatan operasional berusaha melakukan perubahan operasi perusahaan. Akan tetapi hampir sama sekali tidak bersentuhan dengan usaha rubah strategi bisnis :

  • Manajemen berusaha meningkatkan penghasilan yang diperoleh dengan berbagai teknik
  • Misalnya dengan pemotongan harga, promosi, penambahan dan perbaikan pelayanan konsumen, memperbaiki saluran distribusi dan kualitas baran
  • Manajemen melakukan pemotongan biaya misalnya biaya administrasi, pemasaran, penelitian dan pengembangan


Pemilihan strategi ini tepat dilaksanakan oleh pelaku bisnis yang beroperasi. Yang telah lama yang hampir tidak menyediakan peluang pangsa pasar.

Pebisnis memiliki fleksibilitas yang cukup dalam anggaran operasi sehingga membuka peluang adanya pengurangan biasa yang signifikan.


a. Langkah-langkah penyehatan


Penyehatan usaha dari keterpurukan yang harus diketahui
  • Mengembalikan situasi yang serba tidak teratur menjadi yang teratur sesuai dengan strategi yang telah direncanakan
  • Pemberian penilaian secara menyeluruh sesuai dengan strategi yang telah direncanakan. tentang penarikan penghasilan dari piutang dagang menjadi berjangka waktu pendek
  • Mulai dipikirkan kemungkinan mencari sumber tambahan penghasilan baru sesuai dengan strategi yang telah direncanakan


b. Tahapan penyehatan sesuai strategi yang di rencanakan


Penyehatan usaha dari keterpurukan yang harus diketahui

  • Manajemen melakukan evaluasi menyeluruh. Yang biasanya memerlukan waktu satu bulan sampai tiga bulan
  • Rencana penyehatan yang memerlukan waktu satu bulan sampai enam bulan
  • Manajemen mengimplementasikan penyehatan yang telah dibuat, biasanya memerlukan waktu enam bulan sampai dua belas bulan
  • Manajemen membuat langkah stabilisasi perusahaan, biasanya memerlukan waktu enam bulan sampai dua belas bulan
  • Persiapan ke arah pertumbuhan bisnis. Memerlukan waktu antara satu sampai dua tahun



3. Penyehatan usaha dari keterpurukan – Strategi menormalkan usaha


Penyehatan usaha dari keterpurukan. Strategi penyehatan perusahaan dan divestasi adalah Strategi pemulihan pertumbuhan.

Sehat tidaknya perusahaan dapat bersumber dari lingkungan bisnis. Lingkungan bisnis yang tidak mendukung perkembangan perusahaan.

Lingkungan bisnis yang hanya menjadi sumber ancaman bisnis dapat dikatakan sebagai sumber sakitnya perusahaan. 


a. Strategi agresif


Penyehatan usaha dari keterpurukan. Yang bertujuan untuk merebut peluang bisnis kembali yang masih tersedia guna memperoleh laba :

  • Melakukan berbagai investasi dan pengembangan produk/jasa pendamping dan produk / jasa baru
  • Merebut peluang bisnis melalui investasi secara agresif


Kinerja operasional meliputi pertumbuhan penjualan, pertumbuhan laba, margin keuntungan.


b. Stabilitas aliran kas dan stabilitas penjualan.


Penyehatan usaha dari keterpurukan. Kinerja yang di harapkan untuk menguasai pangsa pasar, bila :

  • Tingginya kualitas produk yang di jual
  • Rendahnya biaya produksi
  • Memiliki ragam produk
  • Reputasi (citra) perusahaan yang baik
  • Kualitas pelayanan kepada konsumen baik
  • Keunggulan teknologi yang dimiliki
  • Jangkauan wilayah pemasaran


Langkah-langkah Penyehatan usaha yang terpuruk hendaknya dimiliki oleh pelaku bisnis. 

Pada umumnya pelaku bisnis cenderung menunggu-nunggu sampai gejala tersebut muncul ke permukaan.

Serta sulit menerima dan mengakui bahwa bisnis sedang sakit bukanlah hal yang mudah. Karena berkaitan langsung dengan penilaian pada relasi bisnis dan pesaing. 

Banyak contoh perusahaan-perusahaan besar yang berdiri bertahun-tahun. Namun tiba-tiba sakit keras secara mendadak dan akhirnya tutup. 

Mengenali gejala ketidak kesehatan perusahaan juga seringkali dipengaruhi oleh sudut pandang yang melihat dan kepentingannya.

Berpulang dari sisi mana melihatnya. Orang dalam dan luar perusahaan mungkin menemukan gejala yang berbeda.

Bahkan sesama orang dalam juga dapat merasakan gejala yang tidak sama.

Orang awam mungkin menafsirkan jika ada perusahaan yang secara mendadak mengalami pergantian manajemen.

Juga terancam di akuisisi oleh perusahaan lain sebagai perusahaan yang menderita sakit. 

Pemasok mungkin melihat dari keterlambatan pembayaran merupakan tanda ketidak kesehatan. Sedangkan manajemen bisa memperhatikan data lebih detail.


c. Evaluasi


Penyehatan usaha dari keterpurukan. Mengevaluasi misalnya pangsa pasar yang dikuasai :

  • Laba yang diperoleh
  • Likuiditas perusahaan
  • Tingkat penjualan yang diraih


Berdasarkan penjelasan di atas, apa pun jenis perusahaan bahwa yang namanya ketidak sehat.

Perusahaan perlu segera ditangani agar tidak menyebabkan perusahaan mengalami penutupan.

Dalam melakukan penyehatan perusahaan juga diperlukan langkah strategis yang tepat agar perusahaan dapat kembali sehat.

Artinya strategi penyehatan bisnis perlu diperhatikan. Dan perlu dilakukan oleh setiap pelaku bisnis.

Agar bisnis yang mengalami sakit tidak berlarur-larut sampai menyebabkan perusahaan mengalami penutupan.

Perusahaan yang mengalami penutupan akan memiliki banyak konsekuensi :

  • Pertama modal disetor akan terbuang sia-sia karena perusahaan mengalami sakit dan tutup
  • Kedua citra perusahaan juga akan mengalami kesan negatif di mata konsumen dan di mata stakeholder lainnya
  • Ketiga perusahaan yang tutup dapat dipastikan akan menimbulkan adanya PHK




Sebagai penutup, diucapkan terima kasih telah meluangkan waktunya untuk membaca artikel " Penyehatan usaha dari keterpurukan yang harus diketahui "

Untuk mendapat informasi lebih luas dan lengkap tentang topik ini. Gunakan Google Search Engine.

Semoga artikel ini memberi manfaat serta inspirasi. Bila ada yang ingin mendiskusikan bisa klik " Contact Us "


Untuk melengkapi pemahaman tentang Penyehatan usaha dari keterpurukan
tonton video di bawah ini.


https://www.gankoko.com/2022/02/penyehatan-usaha-dari-keterpurukan.html
Video - Penyehatan usaha dari keterpurukan -
" Video - Penyehatan usaha - yang terpuruk -
Modal Habis dan Bangkrut, Harus Gimana? -
#TanyaJuragan Episode 6 "

No comments:

Post a Comment



Terima kasih, telah membaca dan memberi komentarnya

Semoga Artikel ini memberi inspirasi dan bermanfaat.