Monday, 29 November 2021

Offline marketing masih relevan sampai saat ini


" Offline marketing masih relevan sampai saat ini dan masih digunakan perusahaan dan masih dianggap efektif memenuhi kebutuhan marketing perusahaan "

Tidak dapat dipungkiri, keberadaan internet saat ini memberikan berbagai kemudahan bagi setiap orang, khususnya bagi para pelaku bisnis. 

Pengaruh internet yang sangat kuat pada masyarakat dijadikan sebuah media marketing bagi para pelaku bisnis. 

Bagaimana tidak, pengguna internet di dunia telah mencapai 3 miliar orang, dan hal tersebut menjadi sasaran empuk bagi para pelaku bisnis.

Sasaran empuk untuk mempromosikan produk-produknya. Terbukti saat ini banyak sekali perusahaan-perusahaan besar yang mulai melakukan online marketing. 

Marketing melalui berbagai media, seperti jualan lewat Instagram, SEO di Google, Facebook Ads, Adwords, hingga email marketing. 

Di tengah gempuran online marketing, apakah offline marketing masih relevan dan efektif bagi brand dan perusahaan?

Pemasaran konvensional bukan berarti tidak efektif, Offline marketing tetaplah diperlukan walaupun saat ini online marketing sedang menjamur. 

Cara tersebut memberikan pengaruh yang cukup kuat bagi masyarakat. Hal tersebut dikarenakan online marketing tidak dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Walaupun pengguna internet saat ini mencapai 3 miliar orang, namun masih ada lapisan masyarakat yang buta internet. 

Itu berarti, dari total 7 miliar penduduk dunia, ada 4 miliar orang masih belum melek internet. 

Jadi untuk menjangkau lapisan masyarakat yang buta internet, tetap diperlukan sistem offline marketing.


Baca juga : Artikel yang terkait

Silahkan gunakan fungsi Google Search Engine untuk mendapatkan informasi tentang website yang terkait dengan materi bahasan ini yang lebih luas dan lebih lengkap.


https://www.gankoko.com/2021/11/offline-marketing-masih-relevan.html
Gambar - Offline marketing masih relevan


Offline marketing masih relevan. Di Indonesia, (saat Ini) masih banyak yang buta Internet. 

Strategi offline marketing yang melalui TV, radio, atau pun surat kabar masih sangat efektif sebagai sarana iklan. 

Contohnya saja, bagi para orang tua yang tidak mengerti internet, pasti mereka mendapatkan segala informasi melalui TV, radio, atau pun surat kabar. 

Belum lagi masyarakat Indonesia yang tinggal di pelosok negeri, yang sama sekali belum terjemah internet maupun TV, tentu satu-satunya strategi marketing. 

Strategi yang bisa digunakan yaitu melalui offline marketing. Maka dari itu, walaupun online marketing memiliki implikasi yang besar sebagai media promosi. 

Namun hal tersebut tidak lantas membuat offline marketing menjadi tak ada gunanya. 

Offline marketing tetap dibutuhkan untuk menjangkau lapisan masyarakat yang masih buta internet. 

Di era digital strategi marketing dalam perusahaan dapat dilakukan dengan media online maupun offline. 

Online marketing merupakan salah satu cara yang digunakan untuk mempromosikan produk dan jasa melalui internet. 

Offline marketing adalah strategi marketing yang dilakukan melalui media non internet. seperti televisi, radio, surat kabar, papan reklame, poster/brosur, dan sebagainya.


1. Offline marketing masih relevan dan masih memberikan dampak signifikan


Offline marketing masih relevan. Offline marketing hingga saat ini masih dirasakan efektif untuk mempromosikan produk / jasanya. 

Offline marketing masih memberikan dampak yang signifikan untuk bisnis. jika diterapkan secara optimal. 

Pengaruh Offline marketing sampai saat ini masih dirasa efektif. meski online marketing yang telah populer. Dan memiliki pengaruh besar bagi masyarakat. 

Online marketing belum dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. 

Wilayah yang belum tersentuh internet maupun TV,  satu-satunya solusi strategi marketing adalah offline marketing. 

Meskipun online marketing memiliki dampak yang besar bagi media promosi. tidak membuat offline marketing jadi tidak berguna.




2. Offline marketing masih relevan Masih effektif


Offline marketing masih relevan. Online marketing memiliki dampak besar untuk media promosi. Namun tidak membuat offline marketing jadi tidak berguna.


a. Televisi (TV)


Offline marketing masih relevan. Televisi adalah sebuah media telekomunikasi terkenal yang berfungsi sebagai penerima. 

Penerima siaran gambar bergerak beserta suara. Baik itu yang monokrom (hitam-putih) maupun berwarna.


b. Radio


Offline marketing masih relevan. Radio adalah teknologi yang digunakan untuk pengiriman sinyal.

Sinyal dengan cara modulasi dan radiasi elektromagnetik (gelombang elektromagnetik).




c. Surat kabar


Offline marketing masih relevan. Surat kabar adalah suatu penerbitan yang ringan dan mudah dibuang. Biasanya dicetak pada kertas biaya rendah yang disebut kertas koran. 

Media yang berisi berita-berita terkini dalam berbagai topik.


d. Papan reklame/billboard


Offline marketing masih relevan. Pemasangan iklan dengan papan reklame masih banyak dijumpai di jalan-jalan.

Iklan ini memerlukan biaya reklame dan sewa space yang terbilang mahal. Reklame terbatas hanya diketahui oleh orang yang melintasi di jalan tersebut.


e. Poster atau brosur


Offline marketing masih relevan. Iklan offline adalah dengan membuat poster dan brosur serta poster/brosur hanya menjangkau orang yang mendapatkannya. 

Iklan ini rentan hilang, maupun rusak (sobek). Biaya pembuatan juga relatif mahal untuk penggunaan kertas yang berkualitas dan full color.




3. Offline marketing masih relevan dan masih memiliki keunggulan 


Offline marketing masih relevan. Dengan melakukan promosi offline, branding produk akan menjadi lebih kuat. 

Hal ini disebabkan sales dapat presentasi secara langsung. Selain itu, promo offline memungkinkan calon konsumen dapat melihat produk secara langsung. 

Konsumen akan lebih percaya dan dapat langsung memutuskan membeli produk tersebut.


a. Tidak memiliki persaingan tingkat global


Offline marketing masih relevan. Persaingan global adalah persaingan tingkat tinggi dalam cakupan yang luas. 

Dalam persaingan banyak pesaing yang siap kompetisi dengan bisnis yang dijalankan. Persaingan akan menjadi lebih mudah untuk dikuasai. 

persaingan ini tidak terlalu banyak dan cakupan juga tidak terlalu luas.


b. Kepercayaan publik


Offline marketing masih relevan. Bila dibandingkan bisnis online, bisnis offline memiliki keunggulan yang lebih sedikit. 

Masih ada hal yang besar membuat banyak orang tertarik dan tetap melakukan bisnis offline. Hal besar itu adalah kepercayaan bisnis online. 

Kepercayaan tidak dapat dilihat fisik usaha dan pelaksanaannya. di bisnis offline banyak hal yang dapat dilihat secara langsung. 

Pembeli / Pelanggan lebih cenderung mempercayai bisnis offline ini, karena ada fisiknya yang bisa dilihat secara langsung. 

Strategi offline marketing hingga kini masih tetap digunakan oleh para pebisnis. Dengan menerapkan offline marketing dapat menjangkau masyarakat Indonesia. 

Masyarakat yang belum memiliki akses internet. Produk yang ingin disampaikan kepada calon pelanggan tersebut dapat diterima.




Sebagai penutup, diucapkan terima kasih telah meluangkan waktunya untuk membaca artikel " Offline marketing masih relevan sampai saat ini "

Untuk mendapat informasi lebih luas dan lengkap tentang topik ini, silahkan menggunakan Google Search Engine

Semoga artikel ini memberi manfaat serta inspirasi. Bila ada yang ingin mendiskusikan bisa klik " Contact Us "


Untuk melengkapi pemahaman tentang Offline marketing masih relevan
silahkan tonton video dibawah ini.


https://www.gankoko.com/2021/11/offline-marketing-masih-relevan.html
Video -  Offline marketing masih relevan -
"Cara Mendapatkan 100 Customer Pertama Anda"

No comments:

Post a Comment



Terima kasih, telah membaca dan memberi komentarnya

Semoga Artikel ini memberi inspirasi dan bermanfaat.