Monday, 29 November 2021

Strategi marketing offline ke online yang terus mengalami perkembangan


" Strategi marketing offline ke online yang terus mengalami perkembangan, secara terus revolusi dari cara tradisional  ke modern dan lebih canggih " 

Offline marketing (offline marketing) adalah promosi atau iklan yang di rilis di medium lain selain internet. 

Campaign offline marketing dilakukan melalui radio, televisi, billboards, tele marketing, dan bahkan word-of-mouth (dari mulut ke mulut). 

Sebelum adanya internet, metode ini adalah satu-satunya bentuk marketing yang ada. 

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, ada banyak orang yang berpikir bahwa kita sudah tidak membutuhkan offline marketing lagi. 

Percaya atau tidak, tidak semua orang ada di Internet loh ! 

Fakta tidak akan menjangkau orang-orang yang kurang melek digital kalau tidak menggunakan strategi offline marketing. 

Meski pun online marketing bisa membantu bisnis untuk menjangkau lebih banyak orang, tapi belum tentu mereka berhasil menjadikan orang-orang ini customer.

Meski pun terlihat semua orang sibuk menggunakan internet sekarang, tetapi masih juga ada yang meluangkan waktu untuk lepas dari internet. 

Apalagi kalau produk atau jasa menargetkan untuk orang-orang yang lebih tua. Mereka tentunya lebih banyak di dunia offline daripada dunia online. 

Offline marketing tentunya akan lebih efektif. Strategi ini masih bisa menjangkau lebih banyak audience selain itu, dengan memasang iklan di medium. 

Medium offline seperti billboard atau layar-layar digital di mall, iklan bisa dilihat oleh ribuan orang dalam sehari.


Baca juga : Artikel yang terkait

Gunakan fungsi Google Search Engine untuk mendapatkan informasi tentang website yang terkait dengan materi bahasan ini yang lebih luas dan lebih lengkap. 


https://www.gankoko.com/2021/11/strategi-marketing-offline-ke-online.html
Gambar - Strategi marketing offline ke online


Strategi marketing offline ke online. Baik online maupun offline pastinya untuk kegiatan marketing, kegiatan yang selalu melibatkan brand di dalamnya. 

Setiap kegiatan marketing memiliki guidelines (pedoman) yang terstandarisasi di seluruh bagian perusahaan dan diperluas dalam bentuk berbagai channel. 

Channel komunikasi dengan brand menjadi pusat dari kegiatan tersebut. Jika mempekerjakan agensi untuk kegiatan marketing, berikan mereka dokumen dan guidelines. 

Guidelines (pedoman) agar pesan yang disampaikan kepada audiens lebih kuat dan terarah dan brand tetap menjadi pusatnya. 

Evolusi Strategi marketing secara tradisional menuju metode Modern. 

Strategi marketing terus-menerus revolusi dari metode marketing tradisional sampai ke metode modern. 

Marketing secara tradisional adalah bentuk marketing konvensional yang dipakai sebelum era internet booming. 

Strategi marketing yang paling dikenal di masyarakat, Baik marketing tradisional maupun modern memiliki kelebihan/kekurangannya masing-masing. 

Pebisnis bisa mengambil manfaat dari integrasi kedua metode untuk menemukan titik optimal dalam memasarkan produknya. 

Pada dasarnya, strategi marketing tradisional menggunakan empat media ini : 

  • Media cetak (Print)
  • Siaran (broadcasting)
  • Surat pos (Direct-Mail)
  • Telepon




1. Strategi marketing offline ke online  yaitu dari surat pos ke surat elektronik


Strategi marketing offline ke online. Marketing Surat Pos atau Direct-Mail adalah usaha marketing. 

Marketing dengan menggunakan media kartu pos, brosur, surat, dan selebaran yang dikirim melalui pos atau kurir. 

Marketing direct-Mail terkesan mahal. Bisnis mengeluarkan desain dan biaya pencetakan serta biaya pengiriman. 

Saat ini pebisnis menggunakan surel atau email untuk komunikasi antar sesama pebisnis maupun kepada pelanggan. 

Cara ini terkesan lebih sederhana dan cepat. Bisnis sudah tidak membutuhkan kertas lagi (paperless). 

Karena pesan terkirim dengan jaringan internet. Dari cetak menuju situs web. 

Metode marketing dengan cetak atau print adalah tipe marketing yang menggunakan media surat kabar atau majalah dalam mempromosikan produk. 

Strategi pemasaran cetak dibagi menjadi dua : 

  • Marketing massal
  • Marketing berdasarkan karakter pelanggan


Strategi marketing massal, iklan cetak untuk segmen kelas pelanggan yang lebih luas dan berbeda-beda secara acak. 

Di majalah, marketing cetak menjangkau segmen pelanggan yang kategori secara spesifik. 

Seiring dengan berkembangnya teknologi informasi, media cetak sudah semakin ditinggalkan oleh publik. 

Bahkan beberapa perusahaan media berbasis cetak sudah beralih ke Blog atau web. Bila perusahaan yang masih menggunakan metode tradisional. 

Tentu perusahaan tersebut tidak akan bertahan lama. Hal ini berpengaruh terhadap kebiasaan konsumen dalam mengakses informasi. 

Sekarang ini, di era ini konsumen lebih suka mengakses dan membaca informasi (baik berita maupun iklan) secara online melalui gadget mereka.




2. Strategi marketing offline ke online dari siaran televisi ke online marketing video


Strategi marketing offline ke online. Televisi dan radio adalah media yang dipakai dalam strategi marketing tradisional dan masih banyak digunakan. 

Marketing dengan siaran yang menjangkau banyak pelanggan dalam jangka waktu singkat. 

Media siaran menyampaikan pesan marketing melalui komunikasi secara lisan dan visual.  Waktu pesan yang lebih pendek dibandingkan dengan media cetak. 

Hal ini karena kesepakatan kontrak mengenai waktu tayangan. Selain itu, biaya marketing melalui televisi dan radio jauh lebih mahal. 

Mahal dibandingkan dengan bentuk marketing tradisional lainnya. Dalam usaha marketing berbasis visual dan beralih menuju fitur Online Video Advertising. 

Fitur ini untuk wadah untuk meluncurkan video pemasaran di berbagai kanal video online.

Jenis Online Video Advertising beragam, seperti Interactive Video Ads, Webpage Video Ads, dan Social Media Video Ads. 

Biaya untuk menampilkan Online Video Advertising lebih murah dan prosesnya lebih cepat. Dibandingkan harus menyewa space di media televisi maupun radio.




3. Strategi marketing offline ke online dari telepon ke gadget


Strategi marketing offline ke online. Sebelum era Handphone dan Smartphone menjamur, adalah alat komunikasi yang di gandrungi oleh publik. 

Sarana tersebut masih digunakan oleh beberapa bisnis hingga saat ini untuk menghubungi pelanggan. 

Saat ini masyarakat sudah sangat tergantung oleh gadget atau smartphone akibat fleksibilitas dan berbagai kemudahan yang ditawarkan. 

Keempat media merupakan peralihan metode dan strategi marketing tradisional menuju modern. 

Sampai saat ini Pebisnis masih ada yang menggunakan metode tradisional. Menggabungkan kedua metode dalam strategi marketing.




Sebagai penutup, diucapkan terima kasih telah meluangkan waktunya untuk membaca artikel "  Strategi marketing offline ke online yang terus mengalami perkembangan "

Untuk mendapat informasi lebih luas dan lengkap tentang topik ini. Gunakan Google Search Engine.

Semoga artikel ini memberi manfaat serta inspirasi. Bila ada yang ingin mendiskusikan bisa klik " Contact Us "


Untuk melengkapi pemahaman tentang Strategi marketing offline ke online
tonton video di bawah ini.


https://www.gankoko.com/2021/11/strategi-marketing-offline-ke-online.html
Video -  Strategi marketing offline ke online-
"Coach Hendra Hilman -
Strategi Marketing Effektif TIDAK PERLU Beriklan"

No comments:

Post a Comment



Terima kasih, telah membaca dan memberi komentarnya

Semoga Artikel ini memberi inspirasi dan bermanfaat.