Sunday, 14 November 2021

Belajar menghadapi situasi sulit dan jadikan hambatan sebagai peluang


" Belajar menghadapi situasi sulit dan jadikan hambatan sebagai peluang, juga bahwa tantangan bukanlah menghambat, tapi tahapan menuju sukses " 

Percaya diri bahwa tantangan itu bisa dihadapi dengan kemampuan yang dimiliki. Keyakinan menjadi penting agar sebesar apa pun tantangan dapat ditaklukkan. 

Tantangan memang cukup beragam boleh jadi kompleks. Karenanya harus mulai mengurai dari hal yang paling sederhana. 

Ibarat mendaki gunung, kita melangkah dari yang paling bawah, baru menuju puncak. Jika terpeleset atau jatuh dalam pendakian bukanlah kegagalan. 

Kita mesti bangkit, berpikir sejenak mencari setapak jalan dan segera bertindak, mendaki lagi. 

Pepatah mengatakan “ Dua hal yang menyebabkan kegagalan. Pertama, berpikir tapi tanpa pernah bertindak. Dan kedua, bertindak tanpa pernah berpikir.” 


Baca juga : Artikel yang terkait

Silahkan gunakan fungsi Google Search Engine untuk mendapatkan informasi tentang website yang terkait dengan materi bahasan ini yang lebih luas dan lebih lengkap.


https://www.gankoko.com/2021/11/belajar-menghadapi-situasi-sulit.html
Gambar - Belajar menghadapi situasi sulit


1. Belajar menghadapi situasi sulit dengan mengembangkan kemampuan menghadapi masalah secara sehat


Belajar menghadapi situasi sulit. Mungkin pernah mendengar bahwa tingkat keseriusan masalah sering kali tidak dipengaruhi oleh situasi yang ada. 

Tetapi dari reaksi terhadap situasi tersebut. Bersikap optimis sama pentingnya dengan mengendalikan reaksi dan pola pikir. 

Adanya kemampuan sehat atau positif yang dapat diterapkan ketika menghadapi situasi yang membuat tertekan. 

Situasi yang membuat kesal merupakan kunci dalam menjaga optimisme. 

Kemampuan-kemampuan tersebut meliputi : 

  • Memelihara persahabatan yang positif
  • Tetap aktif (secara fisik)
  • Menggunakan lelucon untuk mencairkan suasana
  • Bergantung pada spiritualitas
  • Berlatih meditasi
  • Meninggalkan realita melalui membaca
  • Mengejar minat dan hobi
  • Meluangkan waktu bersama hewan peliharaan


2. Belajar menghadapi situasi sulit dengan mencoba untuk tetap fokus dalam menghadapi situasi yang ada


Belajar menghadapi situasi sulit. Jangan mencoba atau ‘memaksakan’diri untuk berbahagia karena hal tersebut. Memaksakan dapat memberikan efek yang berlawanan. 

Dari pada mencoba berbahagia. Cobalah untuk tetap fokus menjalani situasi yang ada. Nikmati momen-momen kebahagiaan yang didapatkan. 

Jika ‘terjebak’ dalam pola pikir yang negatif, gunakan kemampuan untuk menghadapi masalah secara sehat. 

Menghadapi masalah agar tetap fokus menghadapi situasi dan menjauhkan diri dari pikiran-pikiran yang membuat terpuruk. 

Dengan tetap fokus pada situasi yang dihadapi, sikap-sikap pesimis dapat di tangkal.




3. Belajar menghadapi situasi sulit dengan berlatih untuk selalu bersyukur


Belajar menghadapi situasi sulit. Salah satu cara yang tidak perlu diragukan lagi agar memandang hidup secara positif. 

Serta mampu mengubah hambatan menjadi peluang adalah dengan mengembangkan jiwa yang penuh syukur. 

Sains menunjukkan bahwa bersyukur secara konsisten dapat membawa manfaat, termasuk datangnya lebih banyak kebahagiaan dan kesempatan kerja. 

Menurunnya perasaan kesepian dan ter-isolasi, fungsi kekebalan tubuh yang meningkat, serta lahirnya sikap atau perilaku penuh kasih sayang pada orang lain. 

Tanamkan rasa bersyukur dalam kehidupan dengan mulai memperhatikan hal-hal kecil dan menakjubkan yang terjadi setiap hari. 

Hal-hal tersebut, di antaranya, adalah mendengar tawa anak-anak, memiliki waktu untuk ‘bersembunyi’ di bawah selimut. 

Bersembunyi sambil membaca buku yang menarik, menikmati makanan mewah, atau memeluk orang yang disayangi. 

Pastikan tidak hanya memperhatikan keajaiban-keajaiban kecil yang ditemui setiap hari, tetapi juga mencatat. 

Buatlah jurnal rasa syukur yang berisi kebaikan-kebaikan kecil yang ditunjukkan. 

Kebaikan-kebaikan sepanjang hari, serta informasi yang lebih terperinci mengenai kejadian atau situasi tertentu yang disyukuri.




4. Belajar menghadapi situasi sulit dengan menjalani gaya hidup yang sehat


Belajar menghadapi situasi sulit. Jika merawat kesehatan fisik dan mental dengan baik, akan lebih mudah untuk melihat (dan menghargai). 

Melihat pencapaian daripada fokus pada kekurangan dalam hidup. 

Gaya hidup yang sehat terdiri dari : 

  • Olah raga secara teratur, dengan durasi sekitar 30 menit, lima kali dalam seminggu.
  • Mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang, sekitar 3 sampai 5 kali sehari
  • Tidur dengan cukup selama 7 sampai 9 jam.Mengelola atau mengendalikan stres (menggunakan kemampuan penanganan stres).
  • Bersenang-senang atau melakukan hal-hal yang membuat tertawa dan tersenyum


5. Belajar menghadapi situasi sulit dengan meraih keseimbangan dalam hidup 


Belajar menghadapi situasi sulit. Tidak ada seorang pun yang memiliki kehidupan yang, secara mutlak, baik atau buruk.

Bersikap realistis merupakan langkah penting dalam bersikap optimis. 

Akan tetapi, optimisme berlebihan (biasanya ditunjukkan melalui pandangan segalanya akan selalu baik) dapat membuat ekspektasi hancur. 

Selain itu, tidak adanya peninjauan tujuan-tujuan hidup secara berkala untuk memastikan tujuan-tujuan tersebut. 

Memastikan tujuan tetap realistis juga dapat membuat kembali melalui ‘jalan’ atau kegagalan yang sama.




6. Belajar menghadapi situasi sulit dengan menahan diri untuk tidak membuat perbandingan


Belajar menghadapi situasi sulit . Berusaha meninggikan dan membandingkan hidup dan pencapaian dengan orang lain. 

Pencapaian merupakan kebiasaan buruk yang perlu ditinggalkan. Perbandingan tersebut dapat membuat terus merasa tidak nyaman dan tidak puas dengan diri sendiri. 

Tidak puas karena selalu ada seseorang yang lebih atraktif, lebih kaya, atau lebih sukses. Sebaliknya, cobalah untuk berhenti ideal-kan berbagai aspek dalam hidup. 

Mulailah menerima bahwa setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. 

Daripada melihat seseorang dari penampilan luar dan menjadikan kehidupan orang lain sebagai kehidupan yang ideal. 

Perlu beranggapan secara realistis bahwa orang tersebut juga pernah melakukan kesalahan dan mengalami hari-hari yang buruk. 

Tidak ada seorang pun yang sempurna di dunia ini. Terimalah kenyataan bahwa ada lebih banyak hal yang tidak dapat diketahui begitu saja. 

Banyak hal yang tidak dapat diketahui hanya dari penampilan seseorang (mis. kelemahan atau kekurangan). 

Dengan begini, tidak akan merasa kesal atau tidak puas dengan kekurangan diri.


7. Belajar menghadapi situasi sulit dengan tetap bergaul bersama orang-orang yang positif


Belajar menghadapi situasi sulit. Cara yang tidak diragukan lagi untuk menjaga agar tetap memiliki pandangan yang cerah adalah dengan meluangkan waktu. 

Meluangkan waktu bersama orang-orang yang dapat menghargai dan membuat berharga. 

Lingkungan sekitar memberikan pengaruh yang besar pada pikiran, perasaan, dan perilaku kita. 

Ketika dikelilingi dengan teman-teman dan anggota keluarga yang support, mendapatkan kesempatan terbesar untuk dapat berkembang.




Sebagai penutup, diucapkan terima kasih telah meluangkan waktunya untuk membaca artikel " Belajar menghadapi situasi sulit dan jadikan hambatan sebagai peluang " 

Untuk mendapat informasi lebih luas dan lengkap tentang topik ini, silahkan menggunakan Google Search Engine

Semoga artikel ini memberi manfaat serta inspirasi. Bila ada yang ingin mendiskusikan bisa klik " Contact Us


Untuk melengkapi pemahaman tentang Belajar menghadapi situasi sulit
silahkan tonton video dibawah ini.


https://www.gankoko.com/2021/11/belajar-menghadapi-situasi-sulit.html
Video - Belajar menghadapi situasi sulit -
BAGAIMANA JIKA ORANG TERDEKAT MENGHAMBAT
KESUKSESAN KITA|TOM MC IFLE

No comments:

Post a Comment



Terima kasih, telah membaca dan memberi komentarnya

Semoga Artikel ini memberi inspirasi dan bermanfaat.