Wednesday, 29 September 2021

Permasalahan yang dialami UKM yang menjadi hambatan serius

" Permasalahan yang dialami UKM, ternyata hambatan yang sering dihadapi UKM bukan saja masalah permodalan, tapi banyak permasalahan lainnya "

Jumlah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia terus bertambah setiap tahun. 

Di tahun 2018 ini saja, jumlah pengusaha UMKM diprediksi mencapai 58,97 juta orang. Bahkan, angka ini diprediksi terus meningkat di tahun 2019 nanti. 

Peningkatan jumlah UMKM ini membawa pengaruh yang cukup baik bagi perekonomian di Indonesia. 

Mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga peningkatan produk domestik bruto yang cukup besar, yaitu mencapai 60,34 persen di tahun 2018. 


Baca juga : Artikel yang terkait

Gunakan fungsi Google Search Engine untuk mendapatkan informasi tentang website yang terkait dengan materi bahasan ini yang lebih luas dan lebih lengkap.


https://www.gankoko.com/2021/09/banyak-permasalahan-dialami-ukm.html
Gambar - Banyak permasalahan-dialami-UKM


Permasalahan yang dialami UKM. Tak heran, pemerintah menurunkan pajak UMKM menjadi 0,5 persen. Agar geliat bisnis UMKM semakin berkembang pesat. 

Namun, apakah penurunan pajak telah membebaskan pengusaha dari segala permasalahan UKM yang membelit-nya? 

Ternyata tidak. 

Masih banyak para pelaku UMKM ter-kendala modal usaha, strategi pemasaran, hingga akses teknologi digital. 

Akibatnya, usaha mereka berjalan stagnan dan tidak mengalami kemajuan yang signifikan. 

Kali ini permasalahan penting yang paling sering dialami pengusaha UKM beserta cara mudah untuk mengatasinya.

 

1. Banyak permasalahan-dialami-UKM, minimnya modal usaha


Permasalahan yang dialami UKM, Permasalahan UKM paling utama dan mendasar adalah minimnya modal usaha. 

Akibatnya, para pengusaha tidak bisa menaikkan jumlah produksinya untuk mencapai omzet lebih banyak. 

Ide bisnis baru untuk perluasan usaha pun kerap kali harus disingkirkan jauh-jauh karena permasalahan yang satu ini. 

Akar masalah ini sebenarnya sangatlah klasik. Para pengusaha UKM seringkali kesulitan dalam mencari modal pembiayaan dari bank.

Banyaknya persyaratan yang belum terpenuhi. Cara Mengatasi: Jika mengalami masalah ini, solusinya yang bisa diterapkan untuk mengumpulkan modal usaha. 

Atau bisa juga memanfaatkan berbagai lembaga pendanaan yang menawarkan modal pembiayaan berbasis sistem equity crowd funding

Melalui fasilitas ini, memungkinkan untuk mendapatkan modal usaha dari orang-orang yang berminat untuk membiayai suatu usaha. 

Beberapa contoh pendanaan dengan sistem crowd funding antara lain: Gandengtangan.com, Indiegogo.com, kolase.com, Akseleran.com, Koinworks.com, dll. 

Tentunya, ada beberapa syarat yang harus dilengkapi untuk mendapatkan pendanaan dari berbagai perusahaan tersebut. 

Namun, syarat tersebut tidak se-rumit jika meminjam dana dari bank. 

Cobalah berkunjung ke website penggalangan modal usaha bersangkutan jika ingin tahu syarat lengkap pengajuan modal usaha yang diinginkan.

 

2. Banyak permasalahan-dialami-UKM, kurang memahami cara membesarkan bisnis


Permasalahan yang dialami UKM. Permasalahan UKM selanjutnya adalah minimnya pengetahuan tentang bisnis yang di jalankan. 

Serta minimnya tentang manajemen bisnis yang baik. Banyak pelaku UKM hanya fokus memproduksi barang, tanpa memikirkan bagaimana strategi ekspansi.

Ekspansi bisnisnya lebih besar lagi. Akibatnya, pengusaha UKM kesulitan dalam meningkatkan level bisnisnya. 

Usaha yang mereka jalankan tidak berkembang dan omzet yang didapat tidak mengalami kenaikan. 

Solusinya adalah. agar selalu up to date dengan perkembangan strategi bisnis terbaru, satu-satunya cara yang harus dilakukan adalah banyak membaca dan belajar. 

Pengetahuan tentang bisnis bisa belajar dari pengalaman yang dibagikan oleh banyak pebisnis dunia. 

Bisa juga didapat dari lokal dari berbagai buku, situs berita, jejaring sosial, atau melalui seminar, workshop, dll. 

Sangat disarankan untuk bergabung ke suatu komunitas bisnis yang dapat mempertemukan dengan banyak praktisi bisnis lainnya. 

Dengan begitu, bisa saling berbagi pengetahuan, wawasan dan pengalaman bisnis lebih luas lagi.


3. Banyak permasalahan-dialami-UKM, kurangnya inovasi produk


Permasalahan yang dialami UKM, Dalam meningkatkan daya saing bisnisnya. Pelaku UKM juga sering mengalami kendala dalam melakukan inovasi produk. 

Saat ini jumlah produk UKM yang mampu menembus pasar internasional masih sangat sedikit sekali. 

Mengapa? 

Salah satu penyebab sulitnya produk UKM bersaing di pasar mancanegara adalah rendahnya daya saing produk. 

Apalagi, jika dihubungkan dengan harga yang ditawarkan, produk UKM Indonesia masih jauh dari kualitas yang ditawarkan produk luar negeri. 

Solusinya, Untuk meningkatkan daya saing produk, para pelaku UKM harus lebih kreatif dan inovatif dalam memproduksi barang. 

Agar produk di lirik, harus menawarkan produk inovatif yang berbeda dengan produk sejenis lainnya. Jika kesulitan dalam melakukan inovasi produk.

Kuncinya adalah jangan pernah berhenti mencoba. Cobalah melakukan inovasi produk dengan menerapkan formula atau cara produksi yang baru. 

Membuka diri dan bergabung dengan pelatihan-pelatihan yang diadakan oleh Kementrian Koperasi. 

Bergabung juga dengan para UKM serta perusahaan-perusahaan yang memberi perhatian khusus kepada UKM. 

Selain aktif mengikuti pelatihan, pelaku UKM juga harus aktif dalam menganalisa produk pesaing. 

Hal ini penting dilakukan untuk menganalisa harga, tren bisnis, serta mencari ide inovatif yang bisa diterapkan untuk produk.

 

4. Banyak permasalahan-dialami-UKM, kesulitan mendistribusikan barang


Permasalahan yang dialami UKM. Permasalahan UKM selanjutnya terletak pada masalah pendistribusian barang. 

Selama ini banyak pelaku UKM kekurangan channel dalam mendistribusikan produknya. 

Kebanyakan hanya fokus mendistribusikan barang kepada beberapa kolega dan pengepul yang dikenalnya saja. 

Tentu cara pemasaran seperti ini masih sangat sederhana dan jangkauannya belum terlalu luas. 

Solusinya, adalah agar aktif mengikuti pameran produk yang diadakan berbagai lembaga pemerintah, swasta, maupun komunitas. 

Cara ini tidak ada salahnya jika coba untuk memperluas jangkauan pasar. 

Selain itu, cobalah melakukan kerjasama dengan berbagai merchant/ outlet yang bisa membantu memasarkan produk di toko mereka. 

Dengan begitu, pendistribusian produk bisa lebih luas dan menjangkau pasar yang lebih luas juga.




5. Banyak permasalahan-dialami-UKM, belum memaksimalkan pemasaran online


Permasalahan yang dialami UKM. Permasalahan UKM selanjutnya yang masih berhubungan erat dengan sulitnya mendistribusikan barang. 

Salah satu faktor yang menyebabkan pendistribusian barang UKM kurang meluas karena pengusaha belum melakukan pemasaran online. 

Mungkin, beberapa pelaku UKM sudah memasarkan produknya secara online melalui media sosial, situs marketplace, dll, akan tetapi dalam praktek-nya masih kurang maksimal. 

Sehingga, hasil yang didapat pun kurang maksimal. Solusinya, adalah memaksimalkan pemasaran online, hal utama yang harus dilakukan.

Yang harus dilakukan pengusaha UKM adalah memilih saluran pemasaran online yang tepat. Fokus memasarkan di saluran tersebut, dan terus optimasi. 

Misalnya: seorang pengusaha kerajinan tangan sebaiknya memasarkan produknya melalui Instagram. 

Memang tidak ada salahnya memasarkan produk tersebut ke saluran lain, misalnya Facebook atau situs marketplace. 

Namun, sebagai permulaan, sebaiknya fokus memasarkan di satu saluran saja. 

Lalu, lakukan optimasi secara berkala agar pemasaran di saluran tersebut menghasilkan peningkatan konversi. 

Setelah fokus di satu saluran, bisa lanjut optimasi saluran yang lain, sehingga penjualan produk semakin meningkat. 

Membuka peluang reseller/ dropshipper juga tidak ada salahnya untuk di coba. 

Dengan semakin banyaknya orang yang mempromosikan produk, maka peluang terjadinya penjualan pun semakin besar.


6. Banyak permasalahan-dialami-UKM, tidak adanya branding


Permasalahan yang dialami UKM. Permasalahan branding adalah masalah UKM yang cukup serius salah satu permasalahan UKM yang sering luput.

Luput dari perhatian pengusaha UKM adalah branding. Belum banyak pelaku UKM yang sadar akan pentingnya branding bagi produk dan juga usahanya. 

Sehingga, kebanyakan pelaku UKM hanya fokus menjual, menjual, dan menjual, tanpa memikirkan bagaimana kualitas merk dari produknya. 

Padahal, menjaga kualitas branding sangatlah penting dalam upaya membesarkan bisnis UKM. 

Dengan kualitas branding yang baik, suatu produk akan lebih mudah diingat khalayak. Sehingga peluang terjadinya penjualan pun semakin besar. 

Solusinya, meningkatkan kualitas branding produk UKM yang dimiliki. 

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah melakukan analisa SWOT (Strengths, Weaknesses Opportunities, Threats) terhadap produk. 

Artinya, coba dianalisa apa saja kekuatan, kelemahan, serta peluang dan ancaman terhadap produk. 

Dari hasil analisa tersebut, coba temukan hal yang paling menonjol dan yang paling membedakan produk dengan produk lain. 

Setelah ditemukan, cobalah untuk konsisten menonjolkan ciri khas produk sebagai materi promosi. 

Bagaimana konsistensi dalam mempertahankan ciri khas produk, inilah yang akan menentukan bagaimana kualitas brand / merk.




7. Banyak permasalahan-dialami-UKM, tidak melakukan program loyalitas pelanggan


Permasalahan yang dialami UKM. Tidak adanya program loyalitas pelanggan juga menjadi permasalahan UKM yang cukup penting. 

Kebanyakan pelaku UKM belum memiliki perhatian yang besar dalam membuat program loyalitas pelanggan. 

Mulai dari promo reguler, pendaftaran member, hingga komunitas pelanggan. Padahal, menjaga loyalitas pelanggan sangatlah penting. 

Semakin sering pelaku UKM melakukan program loyalitas pelanggan, maka loyalitas pelanggan pun akan semakin menguat. 

Dengan begitu, pelanggan akan lebih sering melakukan repeat order, dan bahkan dengan sukarela mempromosikan produk dari mulut ke mulut. 

Solusinya, yang belum tahu bagaimana cara melakukan program loyalitas pelanggan yang baik, coba luangkan waktu sejenak untuk memikirkan ide besarnya. 

Bisa mulai dengan mengadakan program promo. Misalnya: diskon, cashback, giveaway, dll. 

Selanjutnya, coba rencanakan pendaftaran member untuk pelanggan setia. Misalnya: memberlakukan diskon khusus bagi member yang aktif, dsb.


8. Banyak permasalahan-dialami-UKM, masih Menggunakan pencatatan secara sederhana


Permasalahan yang dialami UKM. Banyak yang tidak sadar jika pencatatan secara sederhana secara manual. 

Hal tersebut menjadi permasalahan UKM yang cukup serius. Pencatatan secara sederhana secara manual ini rawan terjadinya kehilangan, kerusakan, dan bahkan kesalahan rekap. 

Sehingga, pengusaha tidak bisa menganalisa hasil penjualannya secara tepat. 

Misalnya: jika laporan penjualan pada hari tertentu tiba-tiba hilang, maka laporan penjualan keseluruhan pun akan amburadul. 

Padahal, pembukuan yang baik adalah kunci evaluasi bisnis yang memadai. 

Dengan pembukuan yang baik, bisa menganalisa penjualan usaha secara lebih tepat sebagai pertimbangan untuk mengambil keputusan selanjutnya. 

Selain itu, pembukuan yang baik juga menjadi wajib untuk semua pengusaha yang ingin meminjam modal usaha kepada bank. 

Sehingga, kembali pada permasalahan diatas, jika pembukuan usaha buruk, maka dipastikan kesulitan mendapatkan pinjaman modal usaha dari bank. 

Solusinya, Sekarang mulai atur kembali cara melakukan pembukuan usaha setiap harinya. 

Saat ini telah banyak yang menawarkan beraneka ragam software pembukuan, dari yang gratis sampai yang harganya mahal. 

Tinggalkan cara manual dan mulailah melakukan pembukuan secara otomatis dengan bantuan software. 

Dengan menggunakan software, tidak perlu bingung bagaimana melakukan rekap penjualan atau menghitung omzet harian. 

Karena laporan penjualan bisa otomatis cetak melalui aplikasi. 

Tidak perlu takut kehilangan laporan penjualan, karena semua data di aplikasi lebih aman dengan fasilitas penyimpanan.




9. Banyak permasalahan-dialami-UKM, tidak memiliki mentor


Permasalahan yang dialami UKM. Tanpa memiliki mentor bisnis. Pelaku UKM akan kesulitan dalam mengembangkan bisnisnya lebih besar lagi. 

Pengetahuannya seputar bisnis menjadi terbatas dan dia akan kesulitan dalam melakukan inovasi produk. 

Solusinya, Untuk mengatasi permasalahan UKM yang satu ini, maka harus memiliki mentor bisnis yang bisa membimbing lebih baik lagi dalam menjalankan usaha.

Memiliki mentor bisnis tidak berarti mengharuskan untuk bersekolah bisnis atau bergabung dengan pelatihan eksklusif khusus pebisnis.

Yang terpenting, harus tetap aktif untuk belajar keilmuan bisnis dari ahlinya. 

Bagaimana caranya? 

caranya belajar dari buku, situs berita, atau media sosial para ahli bisnis. Anggaplah mereka sebagai mentor pribadi, dan aktif belajar dari mereka.
 

10. Banyak permasalahan-dialami-UKM, tidak memiliki izin usaha resmi


Permasalahan yang dialami UKM. Permasalahan UKM yang terakhir yaitu tidak adanya izin usaha resmi.Sehingga menghambat laju usaha. 

Jika ingin mengembangkan usaha menjadi lebih besar lagi, maka sudah waktunya mengurus izin resmi untuk usaha.

Solusinya, Carilah informasi mengenai prosedur mengurus perizinan usaha, lalu terapkan caranya satu per satu. 

Jika masih bingung, bisa berkonsultasi terlebih dahulu pada ahlinya. Sehingga tidak perlu takut salah dalam melangkah.




Sebagai penutup, diucapkan terima kasih telah meluangkan waktunya untuk membaca artikel " Permasalahan yang dialami UKM "

Untuk mendapat informasi lebih luas dan lengkap tentang topik ini, silahkan menggunakan Google Search Engine

Semoga artikel ini memberi manfaat serta inspirasi. Bila ada yang ingin mendiskusikan bisa klik " Contact Us "


Untuk melengkapi pemahaman tentang Permasalahan yang dialami UKM
silahkan tonton video dibawah ini.


https://www.gankoko.com/2021/09/banyak-permasalahan-dialami-ukm.html
Video - Permasalahan yang dialami UKM -
Hambatan UMKM Kembangkan Bisnis Online



No comments:

Post a Comment



Terima kasih, telah membaca dan memberi komentarnya

Semoga Artikel ini memberi inspirasi dan bermanfaat.