Wednesday, 21 October 2020

Mengelola bisnis secara professional dan konsisten

" Mengelola bisnis secara profesional, adalah orang yang selalu menjaga keseimbangan antara dirinya dengan orang lain dan memiliki moral tinggi "

Pebisnis yang profesional sangat bijaksana bila menjaga keseimbangan serta dapat memisahkan kehidupan pribadi dan kehidupan bisnisnya. 

Paham betul dampak buruk dan dapat memperburuk suasana serta dapat merusak hubungan sesama rekan kerja maupun rekan bisnis. 

Untuk menjadi seorang yang profesional tidak cukup hanya lewat pendidikan formal, diperlukan lebih dari sekedar gelar akademis. 

Untuk menjadi Profesional perlu melalui proses pembelajaran dan pengembangan diri yang terus menerus.


Baca juga : Artikel yang terkait

Silahkan gunakan fungsi Google Search Engine  untuk mendapatkan informasi website lainnya yang lebih luas dan lengkap tentang bahasan ini


https://www.gankoko.com/2020/10/mengelola-bisnis-secara-profesional.html
Gambar - Mengelola bisnis secara professional


1. Mengelola bisnis secara professional sejati


Mengelola bisnis secara profesional. Pebisnis Profesional selalu mengembangkan ke ahlian, selalu membangun hubungan dengan orang lain. 

Meningkatkan kemampuan berkomunikasi. Hasilkan yang terbaik. Penampilan menarik, Kehidupan yang seimbang dan Memiliki nilai moral yang tinggi.


a. Mengembangkan keahlian (Expert)


Pebisnis profesional harus mampu menggali potensi dan kemampuan dan terus dikembangkan sampai menjadi ahli. 

Fokus pada kekuatan dan bukan pada kelemahan, lakukan eksplorasi (organisasi sebagai sarana). Pebisnis harus investasikan waktu untuk mengembangkannya. 

Hal ini butuh ketekunan, usaha, kerja keras, kemauan yang kuat dan inisiatif. Terus tingkatkan pemahaman lewat seminar, buku, audio, latihan.


b. Mahir membangun hubungan (Relationship)


Pebisnis profesional harus memiliki kemampuan membangun hubungan (bersosialisasi) dengan orang lain. 

Membangun hubungan sangat menentukan keberhasilan dalam kehidupan. Ini berlaku dalam setiap aspek kehidupan seperti ; pergaulan, organisasi, dunia usaha, pekerjaan, keluarga. 

Makanya tidak heran sejumlah studi ilmiah menyimpulkan 85% kunci sukses ditentukan bukan dari keahlian/keterampilan teknis. 

Melainkan kemahiran dalam menjalin hubungan baik dengan orang lain. Bila ingin menjadi seorang yang profesional dalam hidup ini, apapun tujuan dan bidang yang di pilih. 

Dan harus belajar membina hubungan yang baik dengan orang banyak dari berbagai kalangan. 

Karena masyarakat mungkin masih bisa menerima orang yang tidak punya keahlian khusus.




c. Tingkatkan kemampuan berkomunikasi (Communicator)


Pebisnis profesional harus seberapa jauh dan dalamnya suatu hubungan dapat terjalin ditentukan oleh komunikasi. 

90% penyebab hancurnya suatu hubungan pernikahan, pertemanan, organisasi, bisnis, diakibatkan komunikasi yang salah. Komunikasi yang baik harus bersifat dua arah. 

Seorang komunikator yang handal adalah seorang pendengar yang baik. 

Seorang yang profesional harus mampu mengkomunikasikan suatu hal dengan jelas dan tepat pada sasaran.


d. Hasilkan yang terbaik (Excellent)


Pebisnis profesional harus "Profesional don't do different thing, they do thing differently". 

Untuk menjadi profesional dan harus terus mencoba memberikan dan mengerjakan lebih dari apa yang diharapkan. 

Waktu untuk melakukan suatu kegiatan, project, kerjaan, tugas hasilkan yang terbaik. Jangan puas dengan rata-rata kejar hasil yang excellent. 

Lakukan yang terbaik hari ini untuk bayaran hari esok. Pikirkan selalu apa yang dapat saya lakukan untuk add value bukan apa yang saya bisa peroleh.


e. Penampilan menarik (Good Looking)


Pebisnis profesional harus yang First impression is very important! Karena orang akan menilai kita 10 detik pertama apakah mereka bisa menerima atau tidak. 

Sama halnya kalau mau beli barang lihat packaging dulu, mau nonton film lihat preview dulu, mau masuk toko lihat dekor yang paling menarik.


f. Kehidupan yang seimbang (Balance of life)


Pebisnis profesional harus seorang pelaku bisnis yang mampu mengatur hal-hal yang prioritas dan menjalankan berbagai peran. 

Setiap orang mungkin memiliki banyak peran dalam hidup ini. Hidup ini harus dijaga agar seimbang dalam berbagai aspek. 

Peran sebagai anak, ayah, anggota organisasi, ketua, sales, karyawan. 

Harus dapat berfungsi dengan benar sesuai dengan peran yang dijalankan jangan sampai tercampur aduk.


g. Memiliki nilai moral yang tinggi (Strong Value)


Pebisnis profesional sejati harus memiliki nilai moral yang tinggi. Hal ini yang akan membedakan setiap kinerja, usaha, karya dan kegiatan yang dilakukan dengan orang lain. 

Sementara orang lain kompromi. Menggunakan cara-cara yang tidak etis. Untuk mencapai tujuannya tetap berpegang pada prinsip yang benar. 

Diluar sana ada begitu banyak cara-cara pintas dan penyimpangan yang terjadi.

Oleh karena itu harus mampu mempertahankan sikap profesionalisme. Pebisnis yang Profesional 




2. Mengelola bisnis secara profesional yang sesuai dengan fungsi manajemen


Mengelola bisnis secara profesional. Secara umum fungsi manajemen berdasarkan prinsip Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling POAC. 

Prinsip manajemen ini banyak digunakan oleh organisasi, untuk memajukan dan mengelola organisasi.


a. Planning ( perencanaan )


Pebisnis profesional harus diketahui Planning meliputi pengaturan untuk mencapai tujuan dan berupaya untuk mencapai tujuan yang di inginkan. 

Planning sebagai fungsi utama manajemen serta segala yang dikerjakan oleh manajer. Planning berperan dalam menggerakkan fungsi manajemen yang lain. 

Membuat keputusan adalah bagian dari perencanaan. Setiap pilihan dibuat berdasarkan proses penyelesaian setiap rencana. 

Setiap manajer harus membuat perencanaan yang efektif. Dalam perencanaan ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan. 

Yaitu harus SMART :

  • Specific artinya perencanaan harus jelas maksud serta ruang lingkup. Tidak terlalu melebar 
  • Measurable artinya program kerja atau rencana harus ada alat ukur dan tingkat keberhasilan.
  • Achievable artinya harus dapat dicapai. Jadi bukan anggan-angan. 
  • Realistic artinya sesuai dengan kemampuan dan sumber daya yang ada. Tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sulit. Tapi tetap ada tantangan.
  • Time artinya ada batas waktu yang jelas. Mingguan, bulanan, triwulan, semesteran atau tahunan. Sehingga mudah dinilai dan dievaluasi.


b. Organizing ( Organisasi )


Pebisnis profesional harus diketahui Organizing adalah proses dalam memastikan kebutuhan sumber daya manusia.

Fisik tersedia untuk melaksanakan seluruh rencana. Rencana yang telah disusun untuk mencapai tujuan yang berhubungan dengan organisasi.

Aspek utama lain dari organizing adalah pengelompokan kegiatan unit-unit. Kegiatan unit ke sub unit lainnya.

Kepegawaian adalah suatu aktivitas utama yang terkadang di klasifikasikan sebagai fungsi yang terpisah dari organizing. 

Memekerjakan orang untuk pekerjaan merupakan aktivitas kepegawaian yang khusus dan khas. 

Organizing adalah untuk memastikan bahwa sumber daya manusia diperlukan untuk mencapai tujuan organisasi. 

Organizing juga meliputi penugasan setiap aktivitas, membagi pekerjaan ke dalam setiap gugus tugas yang secara spesifik. 

Menentukan siapa yang memiliki kewajiban untuk mengerjakan beberapa tugas. Di sinilah salah satu prinsip dari manajemen. 

Dengan pembagian tugas tersebut maka pekerjaan menjadi ringan. Biasanya juga semakin besar penghasilannya.

Tujuan tercapai maka dibutuhkan organisasi. Dalam organisasi biasanya diwujudkan dalam bentuk bagan organisasi. Yang kemudian dipecah menjadi berbagai jabatan. 

Pada setiap jabatan biasanya memiliki tugas, tanggung jawab, wewenang dan uraian jabatan (Job Description). Agar tujuan tercapai maka dibutuhkan organisasi. 

Dalam organisasi biasanya diwujudkan dalam bentuk bagan organisasi. Semakin tinggi suatu jabatan biasanya semakin tinggi tugas. Tanggung jawab dan wewenang. 

Yaitu membagi-bagi tugas sesuai dengan ke ahlian masing-masing. Berat sama dipikul, ringan sama di jinjing.




c. Actuating ( Menggerakan )


Pebisnis profesional harus mengetahui perencanaan dan organisasi. Tidak mempunyai arti bila tidak diikuti dengan menggerakkan atau pelaksanaan kerja. 

Mengoptimalkan semua sumber daya manusia yang ada untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi. 

Pelaksanaan kerja harus sejalan dengan rencana kerja yang telah disusun. 

Setiap SDM harus bekerja sesuai dengan tugas, fungsi dan peran, keahlian dan kompetensi masing-masing SDM. 

Untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi yang telah ditetapkan. Untuk itu maka dibutuhkan kerja keras, kerja cerdas dan kerjasama. 

Kecuali memang ada hal-hal khusus sehingga perlu dilakukan penyesuaian.


d. Controlling ( Pengawasan )


Pebisnis profesional harus diketahui agar pekerjaan berjalan sesuai dengan visi, misi, aturan dan program kerja.

Dibutuhkan pengawasan atau kontrol. Baik dalam bentuk supervisi, pengawasan, inspeksi hingga audit.

Antisipasi dan penyesuaian-penyesuaian sesuai dengan situasi. Kondisi dan perkembangan zaman. 

Sehingga dengan hal tersebut dapat segera dilakukan koreksi, Kata-kata tersebut memang memiliki makna yang berbeda. 

Yang terpenting adalah bagaimana sejak dini dapat diketahui penyimpangan-penyimpangan yang terjadi.




Sebagai penutup, diucapkan terima kasih telah meluangkan waktunya untuk membaca artikel " Mengelola bisnis secara profesional ".

Untuk mendapat informasi lebih luas dan lengkap tentang topik ini, silahkan menggunakan Google Search Engine

Semoga artikel ini memberi manfaat serta inspirasi. Bila ada yang ingin mendiskusikan bisa klik " Contact Us "


Untuk melengkapi pemahaman Mengelola bisnis secara profesional
silahkan tonton video dibawah ini.

https://www.gankoko.com/2020/10/mengelola-bisnis-secara-profesional.html
Videp - Mengelola bisnis secara profesional - 
Bisnis yang sukses adalah masalah sikap


No comments:

Post a Comment



Terima kasih, telah membaca dan memberi komentarnya

Semoga Artikel ini memberi inspirasi dan bermanfaat.