Saturday, 28 May 2022

Dokumen untuk pencatatan kas bank yang digunakan


" Dokumen untuk pencatatan kas bank yang digunakan, untuk kepentingan pencatatan harus dibuat mekanisme untuk kontrol pengeluaran / penerimaan kas "

Catatan atas laporan keuangan perusahaan yang dibandingkan dengan catatan oleh bank. 

Pencatatan dengan debit rekening kas terhadap kredit yang di dicatat bank. Dapat dilihat pada laporan bank kolom penerimaan dan kredit rekening kas.

Perbandingan juga bisa dilakukan dengan debit catatan bank.Pada laporan bank kolom pengeluaran.

Atas dasar ini, betapa pentingnya rekonsiliasi bank terhadap laporan keuangan perusahaan.

Pembukuan perusahaan dan catatan keuangan bank menunjukkan saldo kas yang berlainan karena adanya perbedaan waktu pencatatan transaksi.

Rekonsiliasi bank adalah daftar dan jumlah transaksi yang menyebabkan saldo kas di laporan bank berbeda dengan saldo kas pada pembukuan perusahaan.


Baca juga : Artikel yang terkait

Gunakan fungsi Google Search Engine untuk mendapatkan informasi tentang website yang terkait dengan materi bahasan ini yang lebih luas dan lebih lengkap.


https://www.gankoko.com/2022/05/dokumen-untuk-pencatatan-kas-bank.html
Gambar - Dokumen untuk pencatatan kas bank


Dokumen untuk pencatatan kas bank. Rekonsiliasi laporan bank berguna untuk mengecek ketelitian pencatatan rekening kas bank.

Catatan kas perusahaan terdiri dari dua jenis, yaitu :

  • Akun kas di buku besar umum perusahaan
  • Laporan bank yang menunjukkan penerimaan dan pembayaran kas yang dilakukan melalui bank

Perusahaan mengetahui penerimaan atau pengeluaran yang belum dicatat oleh perusahaan.


1. Dokumen untuk pencatatan kas bank - Dokumen yang digunakan


Dokumen untuk pencatatan kas bank. Pada sistem penerimaan dan pengeluaran kas yang baik semua transaksi.

Transaksi penerimaan atau pembayaran dalam jumlah besar harus dilakukan dengan cek yaitu melalui bank.

Sedangkan untuk penerimaan dan pembayaran tunai yang jumlahnya relatif kecil dilakukan melalui kas kecil.


a. Dokumen yang diperlukan untuk penerimaan


Dokumen untuk pencatatan kas bank. Menurut Mulyadi (2010:464) dokumen yang digunakan untuk penerimaan kas sebagai berikut ini :

➣ Faktur Penjualan


Dokumen ini digunakan untuk merekam berbagai informasi yang diperlukan oleh manajemen mengenai transaksi penjualan tunai.

Faktur ini diisi oleh fungsi penjualan yang berfungsi sebagai pengantar pembayaran oleh pembeli kepada fungsi kas dan sebagai dokumen.

Dokumen sumber untuk pencatatan transaksi penjualan ke dalam jurnal penjualan.


➣ Bukti Penerimaan Kas

Dokumen ini berisikan jumlah kas yang diterima dari pelanggan.


➣ Bukti setor bank

Dokumen ini dibuat oleh fungsi kas sebagai bukti penyetoran kas ke bank.


Bukti setor dibuat 3 lembar dan diserahkan oleh fungsi kas ke bank, bersamaan dengan penyetoran kas dari hasil penjualan tunai ke bank.

Dua lembar tembusannya diminta kembali dari bank setelah ditandatangani dan dicap oleh bank sebagai bukti penyetoran kas ke bank.

Bukti setor bank diserahkan oleh fungsi kas kepada fungsi akuntansi dan dipakai oleh fungsi akuntansi sebagai dokumen sumber.

Sumber untuk pencatatan transaksi penerimaan kas dari penjualan tunai ke dalam penerimaan kas.




b. Dokumen yang diperlukan untuk pengeluaran


Dokumen untuk pencatatan kas bank. Menurut Mulyadi, (2010:510) dokumen yang digunakan untuk pengeluaran kas sebagai berikut ini :


➣ Bukti kas keluar


Berfungsi sebagai perintah pengeluaran kas kepada bagian kas sebesar yang tercantum dalam dokumen tersebut.

Sebagai surat pemberitahuan yang dikirim kepada kreditur dan sebagai dokumen sumber pencatatan berkurangnya utang

➣ Cek


Cek merupakan dokumen yang digunakan untuk memerintahkan bank melakukan pembayaran sejumlah uang.

Pembayaran kepada orang atau organisasi yang namanya tercantum dalam cek.


➣ Permintaan cek


Berfungsi sebagai permintaan dari fungsi yang memerlukan pengeluaran kas kepada fungsi untuk membuat bukti kas keluar.




2. Dokumen untuk pencatatan kas bank – Pencatatan untuk kas


Dokumen untuk pencatatan kas bank. Kas sangat mudah digunakan baik penerimaan maupun pengeluaran, sehingga sangat rawan untuk di salah gunakan.

Kesalahan atau penyimpangan terhadap kas di tangan (kas kecil) biasanya melibatkan pihak-pihak intern perusahaan terutama di bagian kas.


a. Pencatatan kas masuk


Dokumen untuk pencatatan kas bank. Menurut Mulyadi (2010 : 467) pencatatan yang digunakan untuk kas masuk / penerimaan kas sebagai berikut :


➣ Jurnal penerimaan kas


Digunakan oleh fungsi akuntansi untuk mencatat penerimaan kas dari berbagai sumber diantaranya adalah penjualan jasa.


➣ Jurnal umum


Dalam transaksi penerimaan kas dari penjualan tunai, jurnal ini digunakan oleh fungsi akuntansi untuk mencatat harga pokok produk yang dijual.




b. Pencatatan kas keuar


Dokumen untuk pencatatan kas bank. Menurut Mulyadi (2010:510) pencatatan yang digunakan untuk kas keluar / pengeluaran kas sebagai berikut ini :


➣ Jurnal Pengeluaran Kas


Dalam pencatatan piutang dengan account payable system untuk mencatat transaksi pembelian.

Transaksi digunakan jurnal pembelian dan juga untuk mencatat jurnal pengeluaran kas. 

Dokumen sumber yang dipakai sebagai dasar pencatatan dalam jurnal pengeluaran kas faktur dari pemasok yang telah dicap “lunas” oleh fungsi kas.


➣ Register Cek


Dalam pencatatan utang dengan voucher payable system transaksi untuk mencatat transaksi pembelian.

Pencatatan digunakan dua jurnal yaitu register bukti kas keluar dan register cek. Register kas keluar digunakan untuk mencatat kas dengan cek.




Sebagai penutup, diucapkan terima kasih telah meluangkan waktunya untuk membaca artikel " Dokumen untuk pencatatan kas bank yang digunakan "

Untuk mendapat informasi lebih luas dan lengkap tentang topik ini. Gunakan Google Search Engine.

Semoga artikel ini memberi manfaat serta inspirasi. Bila ada yang ingin mendiskusikan bisa klik " Contact Us "


Untuk melengkapi pemahaman tentang Dokumen untuk pencatatan kas bank
tonton video di bawah ini.


https://www.gankoko.com/2022/05/dokumen-untuk-pencatatan-kas-bank.html
Video - Dokumen untuk pencatatan kas bank -
" MUDAHNYA MEMBUAT PENCATATAN KAS DAN
BANK USAHA - BISA TAU REKAP BIAYA "

Metode pencatatan kas bank yang perlu diketahui


" Metode pencatatan kas bank, umumnya setiap bisnis yang memiliki rekening pada bank pasti melakukan kegiatan rekonsiliasi bank setiap bulannya "

Bank adalah lembaga keuangan yang tidak akan pernah lepas dari kegiatan ekonomi manusia terutama kegiatan bisnis komersial. 

Setiap bisnis atau usaha dalam skala kecil hingga besar pasti membutuhkan bank untuk kegiatan transaksi sehingga harus memahami tentang rekonsiliasi bank.

Renkonsiliasi dengan bank yang berhubungan dengan pencatatan laporan keuangan perusahaan.

Sedangkan akuntan atau pihak yang mengurus keuangan harus memahami rekonsiliasi bank agar tidak terjadi kesalahan atau kekeliruan dalam pencatatan.

Pembukuan perusahaan dan catatan keuangan bank menunjukkan saldo kas yang berlainan karena adanya perbedaan waktu pencatatan transaksi.

Rekonsiliasi bank adalah daftar dan jumlah transaksi yang menyebabkan saldo kas di laporan bank berbeda dengan saldo kas pada pembukuan perusahaan. 


Baca juga : Artikel yang terkait

Gunakan fungsi Google Search Engine untuk mendapatkan informasi tentang website yang terkait dengan materi bahasan ini yang lebih luas dan lebih lengkap.


https://www.gankoko.com/2022/05/metode-pencatatan-kas-bank.html
Gambar - Metode pencatatan kas bank


Metode pencatatan kas bank. Kas di bank adalah uang yang disimpan perusahaan di rekening bank tertentu.

Jumlah uangnya relative besar/banyak dan membutuhkan keamanan yang lebih sangat baik.

Dalam hal ini, kas di bank selalu terhubung/berhubungan dengan rekening koran perusahaan di bank tersebut.

Buku kas di dalam pencatatan transaksi keuangan dapat dikerjakan/dilakukan dengan cara Folio satu halaman (camera). Penjelasannya sebagai berikut ini :


1. Metode pencatatan kas bank - Cara folio (Scontro)


Metode pencatatan kas bank. Rekonsiliasi laporan bank berguna untuk mengecek ketelitian pencatatan rekening kas bank dan kas perusahaan.

Mengetahui penerimaan atau pengeluaran yang belum dicatat oleh perusahaan. Perlunya rekonsiliasi bank bagi laporan keuangan perusahaan.

Rekonsiliasi bank sangat diperlukan bagi perusahaan, Jumlah selisih dari saldo kas pada laporan bank yang berbeda.

Laporan pembukuan perusahaan bisa diketahui dan penyebab-penyebab selisih saldo kas pada catatan bank dan perusahaan dapat diketahui.




a. Cara Folio Dua Halaman


Metode pencatatan kas bank. Buku kas yang dapat kerjakan secara dwi halaman terdiri dari 2 buah muka halaman yang ada, yaitu halaman debit dan kredit.

Penjelasan yang akan sesuai dengan prinsip – prinsip akuntansi sebagai berikut :


➢ Halaman debit


Dapat dipergunakan untuk mencatat pemasukkan atau penerimaan uang dengan menyebutkan keterangan uang yang ada yaitu berasal dari konsep dasar akuntansi. 

Halaman debit terdiri dari beberapa kolom sebagai berikut ini :

  • Mencatat tanggal di mana uang masuk/pemasukan uang
  • Mencatat keterangan dari mana uang itu didapatkan secara singkat, tetapi dengan jelas
  • Mencatat nomer urut dari bukti penerimaan uang yang ada
  • Mencatat berapa jumlah uang yang akan diterima dari kas pada tanggal tersebut


➢ Halaman kredit


Dipergunakan juga untuk pencatatan pengeluaran uang dengan menyebutkan alasan kenapa dikeluarkannya uang tersebut.

Halaman kredit terdiri dari beberapa kolom dengan penjelasan sebagai berikut :

  • Mencatat di mana tanggal pengeluaran uang tersebut
  • Mencatat segala macam keterangan untuk apa digunakan dan kepada siapa saja uang itu dikeluarkan
  • Mencatat sesuai nomor urut yang ada dari buku pengeluaran uang==Mencatat sejumlah uang yang akan dikeluarkan pada tanggal tersebut




b. Cara Folio Satu Halaman (Camera)


Metode pencatatan kas bank. Buku kas secara halaman (camera) adalah pencatatan atau pembukuan yang keluar masuknya uang itu dalam satu halaman.

Halaman yang biasanya dilakukan oleh kantor - kantor kecil. Buku kas secara camera terdiri atas beberapa kolom sebagai berikut ini :


➢ Kolom 1

Dipergunakan untuk mencatatkan tanggal berapa penerimaan maupun pengeluaran keuangan yang terjadi


➢ Kolom 2

Dipergunakan untuk menuliskan penerimaan uang dengan menyebutkan sumber dan pengeluaran uang dengan menyebutkan keperluannya


➢ Kolom 3

Dipergunakan untuk dapat menulis nomor urut sesuai dengan bukti kas yang ada berupa bukti kas penerimaan uang maupun pengeluaran uang


➢ Kolom 4

Dipergunakan untuk dapat menulis jumlah penerimaan uang


➢ Kolom 5

Dipergunakan untuk dapat menulis jumlah pengeluaran uang.




2. Metode pencatatan kas bank - Cara tabelaris


Metode pencatatan kas bank. Buku kas tabelaris di dalam ruang lingkup akuntansi disebut.

Disebut juga buku kas berlajur - lajur atau bergolong - golong yang mana di dalamnya berisikan kolom/lajur.Menurut keperluan kantor yang berkepentingan.

Pada dasarnya adalah perluasan dari buku kas secara folio.Halaman - halaman yang di sebelah kiri disebut halaman debit.

Sedangkan halaman - halaman yang ada sebelah kanan disebut kredit. Setelah mengetahui pengertian kas bank tentu akan lebih memudahkan.

Memudahkan untuk mempelajari kas bank dan unsur sistem akuntansi. Sistem lainnya secara lebih lanjut tanpa ada rasa bingung apakah kas bank itu sendiri.




Sebagai penutup, diucapkan terima kasih telah meluangkan waktunya untuk membaca artikel " Metode pencatatan kas bank yang perlu diketahui "

Untuk mendapat informasi lebih luas dan lengkap tentang topik ini. Gunakan Google Search Engine.

Semoga artikel ini memberi manfaat serta inspirasi. Bila ada yang ingin mendiskusikan bisa klik " Contact Us "


Untuk melengkapi pemahaman tentang Metode pencatatan kas bank
tonton video di bawah ini.


https://www.gankoko.com/2022/05/metode-pencatatan-kas-bank.html
Video - Metode pencatatan kas bank -
" REKONSILIASI KAS DAN BANK -
JURNAL PENYESUAIAN "

Perlunya rekonsiliasi dengan bank yang harus diketahui

" Perlunya rekonsiliasi dengan bank yang harus diketahui, berbeda catatan kas perusahaan dengan rekening bank, maka perlu melakukan pencocokan "

Sistem pencatatan bank yang cukup canggih, segala catatan transaksi ketika menyimpan uang di bank akan tercatat dengan baik.

Sekali pun pihak bank sudah memiliki catatan, adalah kewajiban perusahaan untuk tetap membuat catatan sendiri dalam buku besar.

Sebab biaya administrasi bank, bunga, dan biaya lainnya biasanya tidak menjadi bagian-bagian yang ikut dihitung oleh pihak bank.

Tujuan utama melakukan rekonsiliasi bank adalah untuk mengetahui penyebab adanya perbedaan dalam catatan keuangan perusahaan dengan di bank.


Baca juga : Artikel yang terkait

Gunakan fungsi Google Search Engine untuk mendapatkan informasi tentang website yang terkait dengan materi bahasan ini yang lebih luas dan lebih lengkap.


https://www.gankoko.com/2022/05/perlunya-rekonsiliasi-dengan-bank.html
Gambar - Perlunya rekonsiliasi dengan bank


Perlunya rekonsiliasi dengan bank. Melakukan rekonsiliasi dengan membandingkan atau bisa juga dengan debit catatan bank pada laporan bank kolom pengeluaran.

Catatan kas perusahaan terdiri dari dua jenis, yaitu :

  • Akun kas di buku besar umum perusahaan
  • Laporan bank yang menunjukkan penerimaan dan pembayaran kas yang dilakukan melalui bank


Pembukuan perusahaan dan catatan keuangan bank menunjukkan saldo kas yang berlainan karena adanya perbedaan waktu pencatatan transaksi.

Rekonsiliasi bank adalah daftar dan jumlah transaksi yang menyebabkan saldo kas di laporan bank berbeda dengan saldo kas pada pembukuan perusahaan.

Rekonsiliasi laporan bank berguna untuk mengecek ketelitian pencatatan rekening kas bank.

Kas perusahaan serta mengetahui penerimaan atau pengeluaran yang belum dicatat oleh perusahaan.


1. Perlunya rekonsiliasi dengan bank - Sistem penerimaan dan pengeluaran


Perlunya rekonsiliasi dengan bank. Rekonsiliasi bank sangat diperlukan bagi perusahaan karena beberapa alasan sebagai berikut :

  • Jumlah selisih dari saldo kas pada laporan bank yang berbeda dengan pembukuan perusahaan bisa diketahui
  • Penyebab-penyebab selisih saldo kas pada catatan bank dan perusahaan dapat diketahui




2. Perlunya rekonsiliasi dengan bank - Fungsi dan pencatatan


Perlunya rekonsiliasi dengan bank. Perbedaan antara saldo dalam catatan kas perusahaan dengan saldo dalam laporan bank disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut :


a. Penerimaan yang sudah dicatat perusahaan, tapi belum dicatat oleh bank


Perlunya rekonsiliasi dengan bank. Transaksi yang sudah dicatat dalam laporan keuangan perusahaan sebagai penerimaan uang, tetapi transaksi tersebut belum dicatat oleh bank.

Beberapa contoh transaksi yang dimaksud sebagai berikut :

  • Penyetoran dana yang dilakukan ke bank pada akhir bulan, tetapi belum diterima oleh bank sampai bulan berikutnya disebut setoran dalam perjalanan (deposit in transit)
  • Penyetoran dana yang diterima oleh bank pada akhir bulan, tetapi dicatat sebagai setoran pada bulan berikutnya karena laporan bank sudah terlanjur dibuat juga disebut setoran dalam perjalanan (deposit in transit)
  • Uang tunai yang tidak di setor ke bank (cash on hand) karena langsung dipakai untuk kegiatan operasional perusahaan
  • Non Sufficient Check (NSC), yaitu cek yang tidak bisa dicairkan karena dananya tidak cukup


b. Penerimaan sudah dicatat oleh bank, tapi belum dicatat oleh perusahaan


Perlunya rekonsiliasi dengan bank. Transaksi-transaksi yang sudah dicatat sebagai penerimaan perusahaan oleh bank, tetapi belum dicatat oleh perusahaan.

Contoh transaksi tersebut sebagai berikut :

  • Bunga simpanan yang diperhitungkan dan dilaporkan oleh bank, tetapi belum dicatat dalam buku perusahaan (jasa giro)
  • Tagihan wesel oleh bank yang tercatat dalam rekening koran bank sebagai penerimaan, tetapi belum dicatat dalam laporan keuangan perusahaan




c. Transaksi pengeluaran yang telah di catatan oleh perusahaan, tapi belum dicatat oleh bank


Perlunya rekonsiliasi dengan bank. Transaksi yang telah dicatat dalam laporan keuangan sebagai pengeluaran, tetapi bank belum di catat sebagai pengeluaran.

Contoh transaksi sebagai berikut :

➢ Cek-cek berbagai transaksi (outstanding cheque)


Cek yang sudah dikeluarkan oleh perusahaan untuk berbagai transaksi dan sudah dicatat sebagai pengeluaran kas.

Penerima cek belum mencairkan ke bank sehingga bank belum mencatat sebagai pengeluaran.


➢ Cek yang telah dibuat dan dicatat dalam jurnal pengeluaran uang


Cek belum diserahkan kepada orang atau pihak yang dibayar.

Sehingga cek tersebut belum menjadi pengeluaran karena jurnal pengeluaran kas harus di koreksi pada akhir periode (cheque on hand)


d. Transaksi pengeluaran yang sudah dicatat bank, tapi belum dicatat oleh perusahaan


Perlunya rekonsiliasi dengan bank. Transaksi yang sudah dicatat oleh bank sebagai pengeluaran, tetapi belum dicatat dalam laporan keuangan perusahaan.

Contoh transaksi yang dimaksud sebagai berikut :

  • Bunga yang diperhitungkan sehingga telah memengaruhi saldo kredit kas (overdraft), tetapi belum dicatat oleh perusahaan
  • Biaya jasa bank yang belum dicatat oleh perusahaan sehingga mengurangi saldo kas perusahaan di bank




3. Perlunya rekonsiliasi dengan bank - Dokumen yang digunakan


Perlunya rekonsiliasi dengan bank. Rekonsiliasi bank umumnya dicatat pada beberapa laporan keuangan sebagai berikut :


a. Rekonsiliasi Saldo Akhir


Perlunya rekonsiliasi dengan bank. Dibuat dalam 2 bentuk, yaitu :

  • Laporan rekonsiliasi saldo bank dan saldo kas menampilkan saldo yang benar
  • Laporan rekonsiliasi saldo bank terhadap saldo kas


b. Rekonsiliasi saldo awal


Perlunya rekonsiliasi dengan bank. Penerimaan, pengeluaran, dan saldo akhir, dibuat dalam 2 bentuk, yaitu :

  • Laporan rekonsiliasi saldo bank kepada saldo kas terdiri dari 4 kolom
  • Laporan rekonsiliasi saldo bank dan saldo kas menampilkan saldo yang benar terdiri dari 8 kolom




Sebagai penutup, diucapkan terima kasih telah meluangkan waktunya untuk membaca artikel " Perlunya rekonsiliasi dengan bank yang harus diketahui "

Untuk mendapat informasi lebih luas dan lengkap tentang topik ini. Gunakan Google Search Engine.

Semoga artikel ini memberi manfaat serta inspirasi. Bila ada yang ingin mendiskusikan bisa klik " Contact Us "


Untuk melengkapi pemahaman tentang Perlunya rekonsiliasi dengan bank,
tonton video di bawah ini.


https://www.gankoko.com/2022/05/perlunya-rekonsiliasi-dengan-bank.html
Video - Perlunya rekonsiliasi dengan bank -
" MUDAHNYA MEMBUAT PENCATATAN KAS DAN
 BANK USAHA - BISA TAU REKAP BIAYA "

Friday, 27 May 2022

Pencatatan transaksi kas bank yang perlu diketahui


" Pencatatan transaksi kas bank yang perlu diketahui, proses pencatatan transaksi dengan sistem akuntansi, dilaksanakan dengan prosedur yang benar " 

Setara kas (cash equivalent) adalah investasi yang sifatnya sangat likuid, berjangka pendek dan dengan cepat dapat dijadikan kas dalam jumlah tertentu.

Jumlah tanpa menghadapi risiko perubahan nilai yang signifikan. Arus kas adalah arus masuk dan arus keluar kas atau setara kas.

Perusahaan menerima per kas terutama melalui penjualan produk/jasa, melalui penjualan aset lain.

Penerimaan melalui pinjaman, dan melalui penerimaan kas dari penanaman modal pemilik perusahaan. 


Baca juga Artikel yang terkait 

Gunakan fungsi Google Search Engine untuk mendapatkan informasi tentang website yang terkait dengan materi bahasan ini yang lebih luas dan lebih lengkap.


https://www.gankoko.com/2022/05/pencatatan-transaksi-kas-bank.html
Gambar - Pencatatan transaksi kas bank


Pencatatan transaksi kas bank. Di sisi lain perusahaan menggunakan kas untuk membayar biaya operasi berjalan (misal: upah, Kegunaan (utility), pajak).

Pembayaran untuk membeli tambahan gedung, tanah, dan perluasan operasi lain, untuk pembayar kembali.

Pembayaran pinjaman dan membayar keuntungan pemilik atas investasi yang telah dilakukan.


1. Pencatatan transaksi kas bank - Sistem penerimaan dan pengeluaran


Pencatatan transaksi kas bankMenurut Mulyadi “sistem akuntansi penerimaan kas adalah satu jaringan prosedur yang dibuat menurut pola yang terpadu untuk melaksanakan kegiatan penerimaan kas dari penjualan rutin dan tidak rutin berdasarkan ketentuan-ketentuan dari perusahaan yang bersangkutan” (2010:456).

Berdasarkan beberapa pengertian di atas yang dimaksud sistem akuntansi penerimaan kas adalah satu jaringan prosedur yang dibuat melalui proses baik.

Melalui proses manual maupun komputerisasi mulai dari pencatatan, pengelompokan, ringkasan transaksi dan kejadian keuangan.

Sehingga pelaporan keuangan yang berdasarkan ketentuan-ketentuan dari perusahaan yang bersangkutan.


2. Pencatatan transaksi kas bank - Fungsi dan pencatatan


Pencatatan transaksi kas bankUmumnya kasus kasus penyimpangan tersebut terjadi karena sistem akuntansi.

Sistem yang diterapkan perusahaan tidak tepat dan kurang memadai.

Sistem pengendalian intern yang baik dalam sistem kas dengan syarat agar dilibatkan pihak luar (bank).

Pihak luar ikut serta dalam mengawasi kas perusahaan dengan cara sebagai berikut : 


a. Fungsi yang terkait


Pencatatan transaksi kas bank. Menurut Mulyadi (2010:462), fungsi yang terkait untuk pencatatan kas sebagai berikut :

➣ Fungsi penjualan


Bertanggung jawab untuk menerima pesanan pembeli, mengisi faktur penjualan tunai dan menyerahkan faktur.

Faktur kepada pembeli untuk kepentingan pembayaran harga barang ke fungsi kas.


➣ Fungsi kas


Bertanggung jawab sebagai kas dari pembeli. Fungsi ini berada di tangan kasir.


➣ Fungsi akuntansi


Bertanggung jawab sebagai pencatat transaksi penjualan dan penerimaan kas dan membuat laporan penjualan.




b. Fungsi yang terkait dengan pencatatan


Pencatatan transaksi kas bank. Menurut Mulyadi, (2010:510), fungsi yang terkait dengan pencatatan kas sebagai berikut ini :

➣ Fungsi yang memerlukan pengeluaran


Jika suatu fungsi memerlukan kas maka fungsi yang bersangkutan mengajukan permintaan cek kepada fungsi akuntansi.


➣ Fungsi kas


Dalam sistem pengeluaran kas dengan cek fungsi kas bertanggung jawab dalam mengisi cek, memintakan otoritas atas cek dan mengirimkan cek.

Cek kepada kreditur via pos atau membayarkan langsung kepada kreditur.


➣ Fungsi pertanggungjawaban atas :


  • Pencatatan pengeluaran kas yang menyangkut biaya dan persediaan
  • Pencatatan transaksi pengeluaran kas dalam jurnal pengeluaran kas atau register cek
  • Pembuatan bukti kas keluar yang memberikan otoritas kepada fungsi kas dalam mengeluarkan cek sebesar yang tercantum dalam dokumen tersebut.


➣ Fungsi pemeriksa intern


Fungsi ini bertanggung jawab untuk melakukan penghitungan cash secara periodik dan mencocokkan hasil perhitungannya dengan saldo kas.

Saldo kas menurut catatan akuntansi (rekening kas dalam buku besar).




3. Pencatatan transaksi kas bank - Dokumen yang digunakan


Pencatatan transaksi kas bankPada sistem penerimaan dan pengeluaran kas yang baik semua transaksi.

Transaksi penerimaan atau pembayaran dalam jumlah besar harus dilakukan dengan cek yaitu melalui bank.

Sedangkan untuk penerimaan dan pembayaran tunai yang jumlahnya relatif kecil dilakukan melalui kas kecil.


a. Dokumen yang diperlukan untuk penerimaan


Pencatatan transaksi kas bank. Menurut Mulyadi (2010:464) dokumen yang digunakan untuk penerimaan kas sebagai berikut ini :

➣ Faktur Penjualan


Dokumen ini digunakan untuk merekam berbagai informasi yang diperlukan oleh manajemen mengenai transaksi penjualan tunai.

Faktur ini diisi oleh fungsi penjualan yang berfungsi sebagai pengantar pembayaran oleh pembeli kepada fungsi kas dan sebagai dokumen.

Dokumen sumber untuk pencatatan transaksi penjualan ke dalam jurnal penjualan.


➣ Bukti Penerimaan Kas


Dokumen ini berisikan jumlah kas yang diterima dari pelanggan.


➣ Bukti setor bank


Dokumen ini dibuat oleh fungsi kas sebagai bukti penyetoran kas ke bank. 

Bukti setor dibuat 3 lembar dan diserahkan oleh fungsi kas ke bank, bersamaan dengan penyetoran kas dari hasil penjualan tunai ke bank. 

Dua lembar tembusannya diminta kembali dari bank setelah ditandatangani dan dicap oleh bank sebagai bukti penyetoran kas ke bank. 

Bukti setor bank diserahkan oleh fungsi kas kepada fungsi akuntansi dan dipakai oleh fungsi akuntansi sebagai dokumen sumber. 

Sumber untuk pencatatan transaksi penerimaan kas dari penjualan tunai ke dalam penerimaan kas.




b. Dokumen yang diperlukan untuk pengeluaran


Pencatatan transaksi kas bank. Menurut Mulyadi, (2010:510) dokumen yang digunakan untuk pengeluaran kas sebagai berikut ini :

➣ Bukti kas keluar


Berfungsi sebagai perintah pengeluaran kas kepada bagian kas sebesar yang tercantum dalam dokumen tersebut. 

Sebagai surat pemberitahuan yang dikirim kepada kreditur dan sebagai dokumen sumber pencatatan berkurangnya hutang


➣ Cek


Cek merupakan dokumen yang digunakan untuk memerintahkan bank melakukan pembayaran sejumlah uang. 

Pembayaran kepada orang atau organisasi yang namanya tercantum dalam cek


➣ Permintaan cek


Berfungsi sebagai permintaan dari fungsi yang memerlukan pengeluaran kas kepada fungsi untuk membuat bukti kas keluar




Sebagai penutup, diucapkan terima kasih telah meluangkan waktunya untuk membaca artikel " Pencatatan transaksi kas bank yang perlu diketahui "

Untuk mendapat informasi lebih luas dan lengkap tentang topik ini. Gunakan Google Search Engine.

Semoga artikel ini memberi manfaat serta inspirasi. Bila ada yang ingin mendiskusikan bisa klik " Contact Us "


Untuk melengkapi pemahaman tentang Pencatatan transaksi kas bank
tonton video di bawah ini.


https://www.gankoko.com/2022/05/pencatatan-transaksi-kas-bank.html
Video - Pencatatan transaksi kas bank -
" MUDAHNYA MEMBUAT PENCATATAN KAS DAN
BANK USAHA - BISA TAU REKAP BIAYA "


Pelaksanaan rekonsiliasi dengan bank yang harus diketahui


" Pelaksanaan rekonsiliasi dengan bank, hal ini harus diterapkan agar perbedaan antara saldo kas yang ada rekening bank bisa segera diketahui "

Dalam bisnis, setiap rekening koran bank harus segera di sesuaikan dengan catatan laporan keuangan perusahaan oleh akuntan. 

Prosedur rekonsiliasi harus diterapkan agar penyebab ketidak samaan antara saldo bank dan saldo laporan keuangan perusahaan bisa diketahui. 

Dengan demikian, kecurangan atau masalah lainnya bisa di minimalisasi sehingga laporan keuangan yang dibuat lebih akurat dan sesuai dengan kenyataan. 

Setelah memahami tentang prosedur rekonsiliasi bank maka bisa mempelajari seluk beluk rekonsiliasi bank secara mendalam. 

Siapkan jurnal penerimaan dan pengeluaran kas, rekening koran, bukti setoran ke bank, serta bukti penerimaan.


Baca juga Artikel yang terkait

Gunakan fungsi Google Search Engine untuk mendapatkan informasi tentang website yang terkait dengan materi bahasan ini yang lebih luas dan lebih lengkap. 


https://www.gankoko.com/2022/05/pelaksanaan-rekonsiliasi-dengan-bank.html
Gambar - Pelaksanaan rekonsiliasi dengan bank


Pelaksanaan rekonsiliasi dengan bank. Penerimaan dan pengeluaran kas secara tunai untuk mempermudah proses rekonsiliasi bank. 

Rekonsiliasi atau penyesuaian ini dibutuhkan untuk mengidentifikasi kesalahan dan ketidak teratur serta menyesuaikan akun kas perusahaan. 

Rekonsiliasi ini juga dibutuhkan untuk membedakan kewajiban dan mencegah kecurangan (fraud) akibat adanya kolusi pada aktivitas yang tidak diketahui. 

Ada beberapa bentuk proses rekonsiliasi, tetapi semuanya memiliki tujuan yang sama.


1. Pelaksanaan rekonsiliasi dengan bank - Pelaksanaan rekonsiliasi


Pelaksanaan rekonsiliasi dengan bankRekonsiliasi membandingkan jumlah kas bulanan pada buku besar perusahaan dengan rekening koran bulanan. 

Rekening koran berasal dari bank yang memuat rincian debit dan kredit berupa pengeluaran dan pendapatan perusahaan. 

Rekening koran dengan buku besar perusahaan sering berbeda dengan catatan buku besar sehingga akuntan harus selalu melakukan rekonsiliasi bank. 

Perbedaan ini terjadi disebabkan oleh transaksi-transaksi yang dilakukan oleh perusahaan, tetapi belum tercatat oleh bank. 

Mungkin saja transaksi dalam bentuk tunai, bukan transfer bank atau transaksi dengan kartu kredit. 

Atau sebaliknya, ada transaksi-transaksi di bank seperti pengenaan pajak bulanan sehingga mengurangi kas perusahaan.

Transaksi tersebut belum dicatat oleh akuntan perusahaan pada buku besar. 

Hal yang harus diperhatikan adalah rekonsiliasi bank membutuhkan perhatian khusus yang terperinci. 

Periksalah daftar transaksi dan keterangan lainnya  untuk verifikasi dua hal, yaitu :

  • Keseimbangan debit dan kredit pada rekening koran dan kas perusahaan
  • Keseimbangan laporan keuangan perusahaan terhadap catatan bank


Pelaksanaan rekonsiliasi dengan bank. Rekonsiliasi kas bank sangat berguna untuk memeriksa transparansi seluruh transaksi.

Seluruh transaksi terutama pada perusahaan besar yang nominal transaksinya sangat besar. 

Prosedur rekonsiliasi harus diterapkan agar penyebab ketidak samaan antara saldo bank dan saldo laporan keuangan perusahaan bisa diketahui. 

Dengan demikian, kecurangan atau masalah lainnya bisa minimal sehingga laporan keuangan yang dibuat lebih akurat dan sesuai dengan kenyataan. 

Setelah memahami tentang prosedur rekonsiliasi bank maka bisa mempelajari seluk beluk rekonsiliasi bank secara mendalam. 

Untuk mempermudah proses rekonsiliasi bank, siapkan dengan :

  • Jurnal penerimaan dan pengeluaran kas
  • Rekening koran
  • Bukti setoran ke bank
  • Bukti penerimaan dan pengeluaran kas secara tunai




2. Pelaksanaan rekonsiliasi dengan bank - Prosedur rekonsiliasi


Pelaksanaan rekonsiliasi dengan bankBank adalah lembaga keuangan yang tidak akan pernah lepas dari kegiatan ekonomi manusia terutama kegiatan bisnis komersial. 

Setiap bisnis atau usaha dalam skala kecil hingga besar pasti membutuhkan bank untuk kegiatan transaksi. 

Sehingga harus memahami prosedur pelaksanaan rekonsiliasi dengan bank yang berhubungan dengan pencatatan laporan keuangan perusahaan. 

Sedangkan akuntan atau pihak yang mengurus keuangan harus memahami rekonsiliasi bank agar tidak terjadi kesalahan atau kekeliruan dalam pencatatan.




a. Prosedur penerimaan kas bank


Pelaksanaan rekonsiliasi dengan bank yang harus diketahui

  • Pembagian tugas antara fungsi penerimaan, pencatatan, dan penyimpanan kas harus dilakukan agar tidak saling tumpang tindih
  • Bukti penerimaan kas harus selalu dibuat saat uang diterima, kemudian transaksi tersebut harus segera dicatat dan di setor ke bank agar tidak ada transaksi yang luput dari pencatatan laporan keuangan
  • Fungsi pengelolaan kas dan pencatatan kas harus dibedakan saat terjadi penerimaan
  • Laporan arus kas harus disusun setiap hari agar tidak ada transaksi yang terlupa atau tidak tercatat karena transaksi yang berhubungan dengan kas berlangsung harian
  • Kas opname internal harus dilakukan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu agar tidak terjadi kesalahan pencatatan atau ada transaksi yang tidak tercatat




b. Prosedur pengeluaran kas bank


Pelaksanaan rekonsiliasi dengan bank yang harus diketahui

  • Cek harus digunakan untuk transaksi dalam jumlah besar karena uang tunai lebih risiko dan lebih sulit dalam perhitungan
  • Pengeluaran-pengeluaran kas perusahaan harus dijamin dengan sistem voucher
  • Orang yang menulis, menandatangani, dan mencatat pengeluaran dengan cek harus dicatat secara terpisah
  • Laporan kas harus dibuat setiap hari karena transaksi yang berhubungan dengan kas berlangsung setiap hari
  • Dana kas kecil (petty cash) harus dibuat sehingga pengeluaran dengan nominal yang relatif kecil selalu bisa menggunakan petty cash
  • Kas opname dilakukan untuk kasus-kasus tertentu saja (incidental)




Sebagai penutup, diucapkan terima kasih telah meluangkan waktunya untuk membaca artikel " Pelaksanaan rekonsiliasi dengan bank yang harus diketahui "

Untuk mendapat informasi lebih luas dan lengkap tentang topik ini. Gunakan Google Search Engine.

Semoga artikel ini memberi manfaat serta inspirasi. Bila ada yang ingin mendiskusikan bisa klik " Contact Us "


Untuk melengkapi pemahaman tentang Pelaksanaan rekonsiliasi dengan bank
tonton video di bawah ini.


https://www.gankoko.com/2022/05/pelaksanaan-rekonsiliasi-dengan-bank.html
Video - Pelaksanaan rekonsiliasi dengan bank -
" BELAJAR MEMBUAT REKONSILIASI BANK "


Karakteristik dan jenis kas yang harus diketahui


" Karakteristik dan jenis kas yang harus diketahui, aktiva yang sifatnya likuid, mempunyai karakteristik dan dapat dibedakan dengan aset lain "

Tolok ukur kualitas pengelolaan kas adalah pada manajemen persediaan dan manajemen piutang. Kedua jenis manajemen ini berbanding lurus dengan pengelolaan kas

Menurut Standar Akuntansi Keuangan disebutkan bahwa Kas adalah alat pembayaran bernilai uang yang akan siap dan bebas dapat digunakan.

Digunakan untuk melakukan pembayaran kegiatan umum perusahaan. Sedangkan kas bank adalah sisa rekening giro perusahaan yang juga bisa digunakan.

Digunakan secara bebas untuk pembayaran transaksi bisnis perusahaan (SAK, 2002).

Dalam akuntansi, kas adalah aktiva lancar yang sifatnya sangat likuid karena sering mengalami mutasi.

Kas juga mempunyai karakteristik tertentu yang bisa membedakannya dengan aset lain di dalam perusahaan. 

Beberapa karakteristik dari kas :

  • Kas adalah aset perusahaan yang sangat likuid
  • Kas bisa digunakan sebagai suatu standar pertukaran
  • Kas juga bisa digunakan sebagai basis perhitungan dan juga pengukuran nilai


Baca juga Artikel yang terkait

Gunakan fungsi Google Search Engine untuk mendapatkan informasi tentang website yang terkait dengan materi bahasan ini yang lebih luas dan lebih lengkap.


https://www.gankoko.com/2022/05/karakteristik-dan-jenis-kas.html
Gambar - Karakteristik dan jenis kas


Karakteristik dan jenis kas. Menurut Standar Akuntansi Keuangan disebutkan bahwa Kas adalah alat pembayaran bernilai uang.

Uang yang akan siap dan bebas dapat digunakan untuk melakukan pembayaran kegiatan umum perusahaan.

Sedangkan kas bank adalah sisa rekening giro perusahaan yang juga bisa digunakan secara bebas untuk pembayaran transaksi bisnis perusahaan (SAK, 2002).

Standar Akuntansi Keuangan dijelaskan bank adalah suatu lembaga yang berperan sebagai perantara keuangan antara pihak-pihak yang memiliki kelebihan dana dan pihak lain.

Pihak yang memerlukan dana, serta sebagai lembaga yang berfungsi melancarkan lalu lintas pembayaran (PSAK) Nomor 31



1. Karakteristik dan jenis kas - Karakteristiknya


Karakteristik dan jenis kas. Kas bank memiliki karakteristik yang mempunyai konsekuensi relatif lebih kompleks dibandingkan dengan aset lain.

Hal ini karena kas merupakan aset yang paling liquid. Karakter utama dari kas :


a. Aktiva aktif yang tidak produktif.


Karakteristik dan jenis kas. Kas dalam perusahaan tidak boleh dibiarkan menganggur apalagi jika manajemen menghendaki produktivitas dan rehabilitas tinggi. 

Agar diperoleh pendapatan kas harus diubah bentuknya menjadi aset lain seperti piutang, barang dagangan. 

Unsur likuiditas sangat diperlukan oleh perusahaan untuk menciptakan dan menjaga kesempatan dalam rangka meraih keuntungan.


b. Tidak mempunyai identitas kepemilikan


Karakteristik dan jenis kas. Kas tidak mempunyai identitas kepemilikan dan mudah di pindah tangan sehingga mudah digelapkan.

Mudah digelapkan oleh sebab itu manajemen harus bisa mengatur pengeluaran kas.

Pengeluaran yang sesuai dengan tujuannya dan jika ada penerimaan kas harus dicek kembali uang yang diterima




2. Karakteristik dan jenis kas - Jenis kas


Karakteristik dan jenis kas. Kegiatan perusahaan dan yang dimaksud dengan kas di bank adalah sisa-sisa rekening giro perusahaan.

Giro yang akan dapat digunakan secara bebas untuk pembayaran kegiatan umum.

Kegiatan perusahaan dan yang dimaksud dengan kas di bank adalah sisa-sisa rekening giro perusahaan yang akan dapat digunakan.

Digunakan secara bebas untuk pembayaran kegiatan umum perusahaan  Aktiva kas di bank bersifat spesifik dan rinci yang terdiri dari :

  • Kas
  • Giro Bank
  • Penempatan dana
  • Sekuritas jangka pendek
  • Kredit yang diberikan
  • Pinjaman dari pihak tertentu
  • Penyertaan
  • Aktiva tetap


Kas di dalam perusahaan dapat dibagi menjadi beberapa sesuai dengan peruntukannya. 




Adapun beberapa jenis kas di dalam perusahaan adalah sebagai berikut :


a. Petty Cash ( Kas kecil )


Karakteristik dan jenis kas. Petty Cash adalah kas dalam bentuk uang tunai yang disiapkan oleh perusahaan untuk membayarkan berbagai kewajiban.

Nilai kewajiban yang jumlah relatif kecil dan tidak ekonomis bila membayarnya dengan cek.


b. Kas di bank


Karakteristik dan jenis kas. Kas di bank adalah uang yang disimpan perusahaan di rekening bank tertentu yang berjumlah relative besar/banyak.

Hal tersebut membutuhkan keamanan yang lebih. Dalam hal ini, kas di bank selalu terhubung/berhubungan dengan rekening koran perusahaan di Bank tersebut.




c. Pelaporan kas


Karakteristik dan jenis kas. Pelaporan kas dapat digunakan langsung. Namun pada pelaksanaan dapat terjadi beberapa masalah yang timbul, diantaranya :


➣ Cash Equivalents


Disebut juga dengan setara kas, adalah sekelompok aset perusahaan yang jangka waktunya kurang dari 3 bulan.


➣ Restricted Cash Kas


Yang dapat dipisahkan khusus untuk membayar kewajiban di masa yang akan datang dengan nilai yang cukup besar.


➣ Bank Overdrafts


Rekening negative yang terjadi karena adanya nasabah yang menulis cek melebihi jumlah dana yang ada di rekening


Rekening dianggap sebagai utang yang akan dilaporkan sebagai suatu ekspansi kredit.




Sebagai penutup, diucapkan terima kasih telah meluangkan waktunya untuk membaca artikel " Karakteristik dan jenis kas yang harus diketahui "

Untuk mendapat informasi lebih luas dan lengkap tentang topik ini. Gunakan Google Search Engine.

Semoga artikel ini memberi manfaat serta inspirasi. Bila ada yang ingin mendiskusikan bisa klik " Contact Us "


Untuk melengkapi pemahaman tentang Karakteristik dan jenis kas. 
tonton video di bawah ini.


https://www.gankoko.com/2022/05/karakteristik-dan-jenis-kas.html
Video - Karakteristik dan jenis kas -
" Kas dan Bank - Transaksi Kas dan Bank "