Thursday, 7 October 2021

Usaha yang sedang terpuruk dan cara bangkitnya agar sehat kembali


" Usaha yang sedang terpuruk dan cara bangkitnya, upaya yang dilakukan dengan pengurangan pengeluaran dan komponen yang dinilai kurang penting "

Orang awam mungkin menafsirkan jika ada perusahaan yang secara mendadak mengalami pergantian manajemen. 

Yang dilakukan untuk mengembalikan suatu perusahaan dari kondisi penurunan prestasi ke kondisi berlaba. Perusahaan yang mengalami penurunan dalam operasional. 

Adalah perusahaan yang mengalami penurunan laba dalam tiga tahun atau lebih secara berturut-turut.

Misalnya biaya operasional terlalu besar, tidak diketahuinya keunggulan produk.Juga terancam di akuisisi oleh perusahaan lain sebagai perusahaan yang menderita sakit. 

Yaitu dengan melakukan pembenahan-pembenahan. Sangat bijak bila dapat menjaga keseimbangan, memisahkan kehidupan pribadi dan kehidupan bisnis.


Baca juga : Artikel yang terkait

Silahkan gunakan fungsi Google Search Engine untuk mendapatkan informasi tentang website yang terkait dengan materi bahasan ini yang lebih luas dan lebih lengkap.




https://www.gankoko.com/2021/10/usaha-yang-sedang-terpuruk.html
Gambar - Usaha yang sedang terpuruk


1. Usaha yang sedang terpuruk dan Indikasi usaha yang sedang terpuruk


Usaha yang sedang terpurukPerusahaan yang sedang bermasalah, perlu memiliki strategi penyehatan. Perusahaan yang sedang mengalami terpuruk. 

Penyebab turunnya pendapat operasional usaha yang disebabkan produk dan pasar tidak menentu.

Serta tidak fokus (undifferenttiated product market focus) dan Tidak adanya keunggulan kompetitif. 

Langkah-langkah Penyehatan usaha yang terpuruk adalah Penyehatan. sebagai rangkaian proses yang harus ditempuh. 


a. Indikasi usaha yang sedang terpuruk


Usaha yang sedang terpuruk. Dan tidak berorientasi pada tindakan dan tak berani mengambil resiko.Sehat tidaknya perusahaan dapat bersumber dari lingkungan bisnis. 

Lingkungan bisnis yang tidak mendukung perkembangan perusahaan yakni lingkungan bisnis yang hanya menjadi sumber ancaman.

Indikasi usaha yang sedang terpuruk :

  • Mengalami kerugian dalam 3 tahun terakhir.
  • Turun terus pendapatan dari usaha selam tiga tahun berturut-turut
  • Tidak mampu lagi untuk membayar kewajiban-kewajiban yang segera harus dibayar (jatuh tempo).


Dengan alasan-alasan diatas maka perusahaan tersebut dapat di indikasi bahwa usaha dalam kondisi sakit. Perusahaan (Bisnis) sudah tidak ada lagi memiliki kemampuannya. 

Kemampuan dalam memenuhi baik kewajiban-kewajiban jangka pendek maupun hutang jangka panjangnya.

Secara ekonomis suatu perusahaan dikatakan tidak sehat jika tingkat pengembalian investasi secara signifikan. 

Dan terus menerus lebih rendah dibandingkan investasi yang serupa. Secara manajerial, perusahaan dikatakan sakit jika selama beberapa tahun mengalami penurunan laba.

Tanpa harus diartikan secara terus menerus. Kesuksesan dan terpuruk, bangkrut dan hutang yang melilit bagi pelaku bisnis adalah hal yang kerap didengarnya.


b. Strategi yang diperlukan


Usaha yang sedang terpuruk. Bisnis dapat dikatakan sebagai sumber sakitnya perusahaan. Penyehatan operasional berusaha melakukan perubahan operasi perusahaan. 

Didalam penyehatan bisnis diperlukan strategi-strategi dan langkah-langkah yang konkrit  yaitu :

  • Strategi untuk usaha yang sedang mengalami terpuruk
  • Strategi penyehatan bisnis yang sedang mengalami terpuruk
  • Strategi pemulihan dalam rangka penyehatan perusahaan


Belajar dari kegagalan bisnis, kuncinya adalah fokus untuk bangkit dari kegagalan bisnis, agar dapat kembali sukses. 

Perusahaan yang masih ingin disehatkan dengan alasan-alasan tertentu. Dengan demikian perlu adanya penelitian yang mendalam. 

Dan fokus pada penyehatan usaha khususnya pada penyehatan perusahaan dalam operasional. Agar dapat lancar kembali dalam operasional.




2. Usaha yang sedang terpuruk dan Cara bangkit dari keterpurukan


Usaha yang sedang terpurukCara bangkit dari keterpurukan usaha adalah pelaku bisnis hikmah dari keterpurukan. 

Keterpurukan merupakan, bahwa kegagalan memberi pembelajaran. Menjadi pelaku bisnis harus tahan dan kuat menghadapi tantangan.

Tantangan yang tidak ringan serta harus mau bekerja keras dan fokus. Strategi pemeliharaan secara berimbang strategi defensif dan agresif. 

Strategi pemeliharaan dalam penyehatan yaitu agar dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas bisnis :

  • Meningkatkan dan mempertahankan produktivitas usaha
  • Menjaga iklim kerja yang kondusif
  • budaya perusahaan yang baru


Penyehatan operasional berusaha melakukan perubahan operasi perusahaan. Akan tetapi hampir sama sekali tidak bersentuhan dengan usaha merubah strategi bisnis :

  • Manajemen berusaha meningkatkan penghasilan yang diperoleh dengan berbagai teknik.
  • Misalnya dengan pemotongan harga, promosi, penambahan dan perbaikan pelayanan konsumen, memperbaiki saluran distribusi dan kualitas barang.
  • Manajemen melakukan pemotongan biaya misalnya biaya administrasi, pemasaran, penelitian dan pengembangan.

Pemilihan strategi ini tepat dilaksanakan oleh pelaku bisnis yang beroperasi. Yang telah lama yang hampir tidak menyediakan peluang pangsa pasar.

Pebisnis memiliki fleksibilitas yang cukup dalam anggaran operasi sehingga membuka peluang adanya pengurangan biasa yang signifikan.


a. Langkah-langkah penyehatan


Usaha yang sedang terpuruk. Manajemen perusahaan harus berusaha.Berusaha untuk meningkatkan penghasilan yang diperoleh dengan berbagai teknik. 

Strategi ini biasanya juga dipilih perusahaan yang memiliki fleksibilitas yang cukup dalam anggaran operasi :

  • Mengembalikan situasi yang serba tidak teratur menjadi yang teratur sesuai dengan strategi yang telah direncanakan.
  • Pemberian penilaian secara menyeluruh sesuai dengan strategi yang telah direncanakan. tentang penarikan penghasilan dari piutang dagang menjadi berjangka waktu pendek.
  • Mulai dipikirkan kemungkinan mencari sumber tambahan penghasilan baru sesuai dengan strategi yang telah direncanakan.


b. Strategi penyehatan


Usaha yang sedang terpuruk. membuka peluang adanya pengurangan biaya yang signifikan. Pelaku bisnis wajib memberitahukan kepada pihak-pihak yang terlibat.

Bahwa perusahaan dalam kondisi tidak sehat :

  • Manajemen melakukan evaluasi menyeluruh. Yang biasanya memerlukan waktu satu bulan sampai tiga bulan.
  • Rencana penyehatan yang memerlukan waktu satu bulan sampai enam bulan.
  • Manajemen mengimplementasikan penyehatan yang telah dibuat, biasanya memerlukan waktu enam bulan sampai dua belas bulan.
  • Manajemen membuat langkah stabilisasi perusahaan, biasanya memerlukan waktu enam bulan sampai dua belas bulan.
  • Penyiapan ke arah pertumbuhan bisnis. Memerlukan waktu antara satu sampai dua tahun.



3. Usaha yang sedang terpuruk, penyehatan perusahaan dan divestasi


Usaha yang sedang terpuruk. Strategi penyehatan perusahaan dan divestasi adalah Strategi pemulihan pertumbuhan.

Sehat tidaknya perusahaan dapat bersumber dari lingkungan bisnis. Lingkungan perusahaan yang tidak mendukung perkembangan perusahaan. 

lingkungan perusahaan yang hanya menjadi sumber ancaman bisnis dapat dikatakan sebagai sumber sakitnya perusahaan. 


a. Strategi agresif


Usaha yang sedang terpuruk. Apabila hal ini terjadi maka pucuk manajemen tidak lagi memiliki legitimasi.

Legitimasi dan profesi yang cukup untuk melakukan penyehatan perusahaan. Untuk tujuan merebut peluang bisnis.

Merebut kembali yang masih tersedia untuk memperoleh laba :

  • Melakukan berbagai investasi dan pengembangan produk/jasa pendamping dan produk / jasa baru.
  • Merebut peluang bisnis melalui investasi secara agresif.

Kinerja operasional meliputi pertumbuhan penjualan, pertumbuhan laba, margin keuntungan.


b. Stabilitas aliran kas dan stabilitas penjualan


Usaha yang sedang terpuruk. Ketidak sehatan perusahaan sering juga disebabkan karena tidak cakap dalam mengelola bisnis.

Kinerja yang di harapkan untuk menguasai pangsa pasar, bila :

  • Meningkatkan kualitas produk yang di jual
  • Menekan biaya produksi
  • Memiliki ragam produk
  • Reputasi (citra) perusahaan yang baik
  • Kualitas pelayanan kepada konsumen baik
  • Keunggulan teknologi yang dimiliki
  • Jangkauan wilayah pemasaran.

Langkah-langkah penyehatan usaha yang terpuruk hendaknya dimiliki oleh pelaku bisnis. 

Pada umumnya pelaku bisnis cenderung menunggu-nunggu sampai gejala tersebut muncul ke permukaan. 

Serta sulit menerima dan mengakui bahwa perusahaannya sedang sakit bukanlah hal yang mudah. Karena berkaitan langsung dengan penilaian pada Relasi bisnis dan Pesaing.  

Banyak contoh perusahaan-perusahaan besar yang berdiri bertahun-tahun. Namun tiba-tiba sakit keras secara mendadak dan akhirnya tutup. 

Mengenali gejala ketidak sehatan perusahaan juga seringkali dipengaruhi oleh sudut pandang yang melihat dan kepentingannya. Berpulang dari sisi mana melihatnya. 

Orang dalam dan luar perusahaan mungkin menemukan gejala yang berbeda. Bahkan sesama orang dalam juga dapat merasakan gejala yang tidak sama.

Orang awam mungkin menafsirkan jika ada perusahaan yang secara mendadak mengalami pergantian manajemen. 

Juga terancam di akuisisi oleh perusahaan lain sebagai perusahaan yang menderita sakit.

Pemasok mungkin melihat dari keterlambatan pembayaran merupakan tanda ketidak sehatan. Sedangkan manajemen bisa memperhatikan data lebih detail.


c. Evaluasi


Usaha yang sedang terpuruk. Tahap ini harus mampu menciptakan iklim dan membuka ruang. Membuka ruang untuk melakukan perubahan dalam skala besar.

Mengevaluasi pangsa pasar yang dikuasai :

  • Laba yang diperoleh
  • Likuiditas perusahaan.
  • Tingkat penjualan yang diraih.

Berdasarkan penjelasan di atas, apapun jenis perusahaannya bahwa yang namanya ketidak sehatan. 

Perusahaan perlu segera ditangani agar tidak menyebabkan perusahaan mengalami penutupan. 

Dalam melakukan penyehatan perusahaan juga diperlukan langkah strategis yang tepat agar perusahaan dapat kembali sehat. 

Artinya strategi penyehatan perusahaan perlu diperhatikan. Dan perlu dilakukan oleh setiap pelaku bisnis. 

Agar perusahaan yang mengalami sakit tidak berlarur-larut sampai menyebabkan perusahaan mengalami penutupan. 

Perusahaan yang mengalami penutupan akan memiliki banyak konsekuensi :

  • Pertama modal disetor akan terbuang sia-sia karena perusahaan mengalami sakit dan tutup.
  • Kedua citra perusahaan juga akan mengalami kesan negatif di mata konsumen dan dimata stake holder lainnya.
  • Ketiga perusahaan yang tutup dapat dipastikan akan menimbulkan adanya PHK.

Sebagai penutup, diucapkan terima kasih telah meluangkan waktunya untuk membaca artikel " Usaha yang sedang terpuruk "  

Untuk mendapat informasi lebih luas dan lengkap tentang topik ini, silahkan menggunakan Google Search Engine

Semoga artikel ini memberi manfaat serta inspirasi. Bila ada yang ingin mendiskusikan bisa klik " Contact Us "


Untuk melengkapi pemahaman tentang Usaha yang sedang terpuruk
silahkan tonton video dibawah ini.


https://www.gankoko.com/2021/10/usaha-yang-sedang-terpuruk.html
Video - Usaha yang sedang terpuruk -
Hotman Paris |
Penjelasan PKPU dalam Perkara Kepailitan

No comments:

Post a Comment



Terima kasih, telah membaca dan memberi komentarnya

Semoga Artikel ini memberi inspirasi dan bermanfaat.