Upaya bertahan dari kepailitan agar tidak bangkrut - Strategi Bisnis yang Cantik
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Upaya bertahan dari kepailitan agar tidak bangkrut


Upaya bertahan dari kepailitan agar tidak bangkrut, ketidak sehatan seringkali dipengaruhi oleh sudut pandang yang melihat dan kepentingannya “

Lingkungan bisnis yang hanya menjadi sumber ancaman bisnis dapat dikatakan sebagai sumber sakitnya perusahaan. 

Kinerja operasional meliputi pertumbuhan penjualan, pertumbuhan laba, margin keuntungan. Langkah-langkah penyehatan usaha yang terpuruk hendaknya dimiliki oleh pelaku bisnis. 

Pada umumnya pelaku bisnis cenderung menunggu-nunggu sampai gejala tersebut muncul ke permukaan.

Serta sulit menerima dan mengakui bahwa bisnisnya sedang sakit bukanlah hal yang mudah. 

Sangat bijak bila dapat menjaga keseimbangan, memisahkan kehidupan pribadi dan kehidupan bisnis.

Orang awam mungkin menafsirkan jika ada perusahaan yang secara mendadak mengalami pergantian manajemen. 

Yang dilakukan untuk mengembalikan suatu Bisnis dari kondisi penurunan prestasi ke kondisi berlaba. 

Manajemen perusahaan, Bisnis yang mengalami penurunan dalam operasionalnya. Adalah bisnis yang mengalami penurunan laba dalam tiga tahun atau lebih secara berturut-turut.

Manajemen perusahaan, Misalnya biaya operasional terlalu besar, tidak diketahuinya keunggulan produk.

Juga terancam di akuisisi oleh perusahaan lain sebagai perusahaan yang menderita sakit. 

 
Baca juga : Artikel yang terkait

Silahkan gunakan fungsi Google Search Engine untuk mendapatkan informasi tentang website yang terkait dengan materi bahasan ini yang lebih luas dan lebih lengkap.


https://www.gankoko.com/2021/10/upaya-bertahan-dari-kepailitan.html
Gambar - Upaya bertahan dari kepailitan


Upaya bertahan dari kepailitan agar tidak bangkrut


Upaya bertahan dari kepailitan. Suatu usaha yang sedang mengalami permasalahan tentunya perlu melakukan penyehatan.

Yaitu dengan melakukan pembenahan-pembenahan. Misalnya pengurangan pengeluaran sebagai komponen penting dalam menghadapi krisis keuangan bisnis.

Perusahaan yang sedang menghadapi masalah perlu memiliki strategi penyehatan usaha yang sedang mengalami keterpurukan. 

Penyebab turunnya pendapat operasional usaha yang disebabkan produk dan pasar tidak jelas. 

Serta tidak fokus (undifferenttiated product market focus) dan Tidak adanya keunggulan kompetitif. Langkah-langkah Penyehatan usaha yang terpuruk adalah Penyehatan.

Langkah-langkah sebagai rangkaian proses yang harus ditempuh. Menciptakan perubahan sering dihadapkan dengan langkah-langkah yang konkrit. 

Dan tidak berorientasi pada tindakan dan tak berani mengambil resiko.Dari hasil analisis indikator tidak sehat. 

Orang dalam dan luar perusahaan mungkin menemukan gejala yang berbeda. Bahkan sesama orang dalam juga dapat merasakan gejala yang tidak sama.

Orang awam mungkin menafsirkan jika ada perusahaan yang secara mendadak mengalami pergantian manajemen. 

Sebab-sebab tidak sehat maka dapat dirumuskan sebuah rancangan strategi penyehatan usaha. 

Dikelompokkan dalam empat jenis dan tahapan strategi generik berikut ini :

  • Strategi Penyelamatan.
  • Strategi Stabilisasi.
  • Strategi Pemulihan Pertumbuhan.
  • Strategi Pemeliharaan Pertumbuhan


a. Penyehatan internal


Penyehatan operasional berusaha melakukan perubahan operasi perusahaan. Keterpurukan yang ditandai dengan indikasi-indikasi ketidak kesehatan.

Dalam menjalankan operasional usahanya, Pemilihan strategi ini tepat dilaksanakan oleh perusahaan yang beroperasi hampir tidak menyediakan peluang pangsa pasar. 

Strategi ini biasanya juga dipilih perusahaan yang memiliki fleksibilitas yang cukup. Berikut ini beberapa indikator internal yang menyebabkan keterpurukan perusahaan :

  • Ketidak cukupan kas
  • Persediaan meningkat
  • Pengurangan modal kerja
  • Kecilnya perhatian manajemen pada menurunnya laba
  • Penjualan menurun yang terus menerus
  • Krisis kas, kerap tidak liquid
  • Meningkatnya piutang dagang tak tertagih
  • Utang dagang membengkak
  • Moral karyawan sangat rendah
  • Karyawan tidak memiliki kompetensi di posisi
  • Kepercayaan pemasok berkurang  
  • Informasi keuangan dan manajemen lambat dan tidak akurat
  • Kepercayaan konsumen berkurang
  • Modal kerja berkurang drastis
  • Efetivitas manajemen berkurang
  • Buruknya akuntansi perusahaan
  • Pengaduan konsumen meningkat


b. Penyebab dan kondisi eksternal


Agar bisnis yang mengalami sakit tidak berlarur-larut. Tidak sampai menyebabkan perusahaan mengalami penutupan. 

Secara menyeluruh tentang kemungkinan penarikan penghasilan dari piutang dagang, yang normalnya berjangka waktu pendek.

Tanda-tanda yang dijadikan petunjuk tidak sehatnya bisnis yang disebabkan oleh eksternal dan internal yaitu :

  • Memasarkan produk yang salah
  • Memasarkan pada pangsa pasar yang salah
  • Kurang paham terhadap kebutuhan konsumen
  • Kesalahan pemilihan saluran distribusi
  • Sistem informasi keuangan yang tidak tanggap
  • Kehilangan keunggulan dari pesaing
  • Perubahan teknologi
  • Kebijakan ekonomi makro dan hukum yang tidak kondusif untuk berbisnis yang sedang di jalankan.
  • Iklim keuangan khususnya perbankan dalam kondisi tak menentu.
  • Sektor riil, setelah terlebih dahulu melakukan milah-milah perusahaan mana yang masih bisa dan memiliki harapan untuk sehat kembali dan perusahaan yang tidak mungkin lagi di sehat-kan.


Upaya bertahan dari kepailitan dan penyelamatan dari pailit


Upaya bertahan dari kepailitan. Cara mengatasi pailit dalam perusahaan, pelaku bisnis yang sedang mengalami penurunan prestasi.

Usaha yang mengalami penurunan penjualan dan pangsa pasar serta penurunan ROI sebesar 5  % .

Dengan alasan-alasan diatas maka usaha tersebut dapat di indikasi-kan bahwa usaha dalam kondisi sakit. 

Pengelompokan strategi penyelamatan dalam dua kelompok yaitu :


a. Strategi penyelamatan


Upaya bertahan dari kepailitan. Penyelamatan yang dilakukan dengan merubah hal yang bersifat strategis dalam bisnis.

Misalnya pengurangan lini produk / pengurangan unit bisnis. Perubahan pasar sasaran dan perubahan / penggantian manajemen, perubahan teknologi.


b. Strategi penyelamatan operasi


Upaya bertahan dari kepailitan. Adalah operasi penyehatan dengan memfokuskan tindakan pada tingkat fungsional seperti :

  • Pemasaran
  • Keuangan
  • Sumber daya manusia.


c. Perbedaan penekanan strategi penyelamatan


Upaya bertahan dari kepailitan. Strategi penyelamatan antara perusahaan. Perusahaan yang bergerak Industri/pabrikan dengan perusahaan bergerak pada bidang Jasa. 

Perbedaan ini bisa saja disebabkan karena berbedanya struktur modal  :

  • Lingkungan usaha.
  • Manajemen internal dari setiap jenis usaha
  • Ukuran perusahaan.


Suatu usaha (bisnis) yang mengalami penyehatan melakukan operasi dalam penyelamatan. 

Dengan melakukan pengurangan pengeluaran sebagai salah satu komponen penting dalam menghadapi krisis keuangan perusahaan.


Upaya bertahan dari kepailitan dan tahapan penyehatan perusahaan


Upaya bertahan dari kepailitan. Strategi penyehatan diperlukan jika manajemen membuat kesalahan strategis.

Kesalahan yang mengakibatkan perusahaan berada di luar misi yang diharapkan. Strategi penyehatan di perlukan.

Strategi ketika perusahaan dinilai memiliki kecenderungan kehilangan posisi strategis di pasar.

Sekalipun perusahaan berhasil secara rata-rata atau bahkan lebih secara operasional :


a. Penyehatan operasional


Upaya bertahan dari kepailitan. Berusaha melakukan perubahan operasi perusahaan. Perubahan untuk keperluan terjadinya arah perusahaan biasanya menggunakan cara :

  • Manajemen berusaha meningkatkan penghasilan yang diperoleh dengan berbagai teknik, 
  • Misalnya dengan pemotongan harga, promosi, penambahan dan perbaikan pelayanan konsumen, memperbaiki saluran distribusi dan kualitas barang.
  • Manajemen melakukan pemotongan biaya misalnya biaya administrasi, pemasaran, penelitian dan pengembangan.
  • Pemilihan strategi ini tepat dilaksanakan oleh perusahaan yang beroperasi dalam industri yang telah dewasa yang hampir tidak menyediakan peluang pangsa pasar.
  • Strategi ini biasanya juga dipilih perusahaan yang memiliki fleksibilitas yang cukup dalam anggaran operasi sehingga membuka peluang adanya pengurangan biasa yang signifikan.


b. Proses penyehatan usaha


Upaya bertahan dari kepailitan. Kemampuan dalam memenuhi baik kewajiban-kewajiban jangka pendek maupun hutang jangka panjangnya.

Secara manajerial, perusahaan dikatakan sakit jika selama beberapa tahun mengalami penurunan laba :

  • Mengembalikan situasi yang serba tidak teratur ke dalam beraturan.
  • Pemberian penilaian secara menyeluruh tentang kemungkinan penarikan penghasilan dari piutang dagang, yang normalnya berjangka waktu pendek.
  • Mulai dipikirkan kemungkinan mencari sumber tambahan penghasilan baru.
  • Manajemen melakukan evaluasi menyeluruh. Yang biasanya memerlukan waktu satu bulan sampai tiga bulan.
  • Membuat rencana penyehatan usaha. Yang biasanya memerlukan waktu satu bulan sampai enam bulan.
  • Manajemen mengimplementasikan rencana penyehatan bisnis yang telah dibuat. Biasanya memerlukan waktu enam bulan sampai dua belas bulan.
  • Manajemen membuat langkah stabilisasi perusahaan, biasanya memerlukan waktu enam bulan sampai dua belas bulan.
  • Penyiapan ke arah pertumbuhan bisnis. Memerlukan waktu antara satu sampai dua tahun.


Sebagai penutup, diucapkan terima kasih telah meluangkan waktunya untuk membaca artikel " Upaya bertahan dari kepailitan agar tidak bangkrut "

Untuk mendapat informasi lebih luas dan lengkap tentang topik ini, silahkan menggunakan Google Search Engine

Semoga artikel ini memberi manfaat serta inspirasi. Bila ada yang ingin mendiskusikan bisa klik " Contact Us "


Untuk melengkapi pemahaman tentang Upaya bertahan dari kepailitan
silahkan tonton video dibawah ini.


https://www.gankoko.com/2021/10/upaya-bertahan-dari-kepailitan.html
Video - Upaya bertahan dari kepailitan -
6 Cara membuat Sistem Perusahaan


Post a Comment for "Upaya bertahan dari kepailitan agar tidak bangkrut"