Friday, 15 October 2021

Alasan dan tujuan pembukuan di dalam menjalankan perusahaan


" Alasan dan tujuan pembukuan, adalah untuk menghindari dari kecurangan serta untuk membantu dalam mengambil keputusan yang tepat dan kebijakan "

Maksud dibuatnya laporan pembukuan dapat menghindari dari kecurangan  dalam keuangan. Serta membantu dalam mengambil keputusan yang tepat dalam beberapa kebijakan. 

Dan juga mendapatkan investor jika suatu saat ingin mengembangkan  perusahaan. 

Semakin berkembangnya usaha maka semakin rumit bila pembukuan usaha tidak dilaksanakan secara benar. 

Tumpukan invoice, dokumen-dokumen akuntansi. Laporan pengeluaran tanpa di sadari semakin meningkat hingga kadang menjadi terbengkalai.


Baca juga : Artikel yang terkait

Silahkan gunakan fungsi Google Search Engine untuk mendapatkan informasi tentang website yang terkait dengan materi bahasan ini yang lebih luas dan lebih lengkap.


https://www.gankoko.com/2021/10/alasan-dan-tujuan-pembukuan.html
Gambar - Alasan dan tujuan pembukuan


1. Alasan dan tujuan pembukuan untuk mengetahui posisi keuangan perusahaan


Alasan dan tujuan pembukuan, selain untuk mengetahui kondisi keuangan usaha secara tepat dan akurat. 

Meskipun transaksi yang dilakukan masih sedikit, manfaat pembukuan dapat dirasakan pada bisnis baru dan kecil. 

Pebisnis yang kerap masih bingung dan luput dalam pengalokasian modal serta dana. 

Oleh karena itu, permasalahan yang terjadi saat ini banyak bisnis kecil yang gulung tikar karena belum menyadari manfaat pembukuan.

Sehingga tidak konsisten dalam pencatatan atau bahkan tidak melakukannya.

Banyak alasan mengapa banyak pemilik bisnis kecil tidak melakukan pembukuan pada bisnisnya :


➢ Pertama


Karena mereka merasa proses pembukuan ini cukup merepotkan dan kurang mengerti dalaM melakukannya. 

Malas melakukannya, padahal banyak sekali aplikasi pembukuan murah di pasaran. Dari Jurnal yang sangat mudah digunakan untuk menyelesaikan masalah pembukuan.


 Kedua


Karena tidak mengerti sehingga ini yang membuat pemilik bisnis merasa harus mengeluarkan biaya lebih untuk menyewa seorang akuntan.


 Ketiga


pemilik bisnis kerap mengeluhkan keterbatasan waktu yang dimiliki untuk melakukan pembukuan. 

Untuk hal ini, pemilik bisnis bisa mencicil dengan membuat catatan kecil setiap sebuah transaksi sudah selesai. 

Setelah itu, catatan kecil ini tinggal di rapi kan setelah jam operasional bisnis dan dimasukkan dalam buku besar. 

Ketika sudah bertekad untuk mendirikan sebuah bisnis, maka dibutuhkan usaha yang optimal untuk mengembangkannya.

Alasan Mengapa Pembukuan itu Penting....? 

Jawabannya, Karena pembukuan atau akunting sangat penting perannya dalam penyajian informasi. 

Tentang gambaran kondisi dan posisi Harta, Hutang, Modal, Penghasilan dan biaya dan lain-lainnya.

Sehingga suatu usaha (bisnis) harus mencatat semua transaksi, lalu dari transaksi tersebut diproses menjadi laporan keuangan usaha.

Berikut adalah alasan mengapa diperlukan pembukuan keuangan untuk bisnis....?

Kelangsungan hidup perusahaan dapat di gambarkan dengan pembukuan. Gambaran tersebut akan menjadi tidak jelas bila pembukuan dilakukan tidak dengan benar.

Dimana hal tersebut akan mempersulit pengambilan keputusan. Masalah finansial dalam usaha dapat terdeteksi dan dicari solusi dengan membuat pembukuan. 

Atau akunting secara benar sehingga dapat diketahui ada tidaknya masalah keuangan.


a.  Akibat kekeliruan yang menyebabkan kerugian 


Alasan dan tujuan pembukuan Kekeliruan dan kesalahan yang berasal dari proses pembukuan.

Kesalahan yang dapat menyebabkan laporan keuangan tidak menunjukan yang sebenarnya. 

Kesalahan dalam perhitungan dapat mengakibatkan fatal. Kesalahan dalam memperhitungkan keuntungan yang terlampau tinggi.

Maka perhitungan dan pembayaran pajak pun tinggi. Kesalahan perhitungan mengakibatkan kerugian bagi usaha. Sedangkan bila terjadi sebaliknya. 

Maka juga akan tetap merugi karena dikenakan denda atau audit, Pembengkakan pengeluaran usaha. 

Lebih baik bila dilakukan pemeriksaan secara rutin dan terus-menerus agar dapat mengurangi kesalahan-kesalahan yang fatal.


b. Risiko audit mengalami peningkatan 


Alasan dan tujuan pembukuan. Memiliki data keuangan yang tidak valid. Data keuangan sering telat membayar pajak maka dapat menyebabkan usaha akan rawan. 

Contohnya seringnya telat membayar pajak maka dapat menyebabkan usaha akan rawan terkena audit.

Dimana proses audit akan menyita waktu dan biaya walaupun terkadang data yang dimiliki tidak ada yang salah.

Pengelolaan pembukuan yang tidak tertata dengan baik akan membuat proses lebih melelahkan. Terlebih jika ada ketidak kesesuaian data keuangan dengan fisiknya.


c. Merujuk pada problem list gaji 


Alasan dan tujuan pembukuan. Pembayaran gaji pegawai atau list gaji turut terpengaruh oleh pembukuan.

Bila pembukuan dikelola dengan baik dan benar bisa akan berdampak sering terjadi kesalahan.

Kesalahan dalam pemberian gaji pegawai. Bila hal ini terjadi karena kesalahan dalam pencatatan pembukuan maka akan berujung pada kesalahan dalam perpajakan.

Pembukuan usaha wajib mempunyai semua data keuangan yang di perlukan guna mengambil keputusan bisnis. 

Misalkan untuk merekrut pegawai, mencari modal atau dana, serta hal-hal lainnya. Pastikan pengelolaan pembukuan usaha benar dan ter-update.

Hal tersebut sebagai sarana pengambilan keputusan yang tepat serta memperoleh informasi yang valid.




2. Alasan dan tujuan pembukuan untuk dapat menjelaskan posisi keuangan


Alasan dan tujuan pembukuan, membuat laporan keuangan bertujuan agar dapat membantu menjelaskan posisi keuangan usaha.

Atau bisnis agar perhitungan-perhitungan keuangan lebih komprehensif. Tujuan laporan keuangan yang pada umumnya suatu landasan badan usaha menyusun laporan keuangan.

Yang dapat dipergunakan untuk yang memiliki kepentingan. Tujuan membuat laporan keuangan yang pada untuk menginformasikan kondisi keuangan usaha dalam ;


a. Menginformasikan jumlah harta   


Alasan dan tujuan pembukuan. Untuk menghitung berapa banyak harta yang dimiliki perusahaan sehingga diperlukan penghitungan yang tepat. 

Tidak semua harta perusahaan dalam bentuk dana cair yang siap digunakan. 

Dengan demikian kepada yang memiliki kepentingan bisa lebih mudah dalam memahami seberapa besar kekayaan usaha. Aset perusahaan seperti gedung, tanah, kendaraan kantor. 

Berbagai jenis investasi lainnya juga harus diakui sebagai sebuah harta dan harta lainnya yang dapat di konversi dalam satuan mata uang.


b. Menginformasikan jumlah kewajiban dan modal


Alasan dan tujuan pembukuan. Pada dasarnya sama dengan informasi kekayaan perusahaan.Laporan keuangan ini menginformasikan adanya utang atau kewajiban serta modal yang dimiliki. 

Yang di laporkan dalam konversi mata uang yang digunakan. Memiliki hutang bukan pilihan yang salah. 

Porsi harus tetap diatur sehingga nantinya tidak menimbulkan kerugian. Yang mungkin harus dibayarkan dengan harta perusahaan secara berlebihan. 

Modal juga harus dilaporkan lewat laporan keuangan agar dapat informasi kepada pihak-pihak yang berkepentingan. 


c. Menginformasikan jumlah pemasukan


Alasan dan tujuan pembukuan. Uang masuk tak selalu berarti pemasukan atau pendapatan. Mungkin hal tersebut terlihat sama.

Sesungguhnya pada pencatatan dalam pembukuan atau akuntansi dianggap berbeda. Sebagai contoh suatu usaha dagang dimana usaha tersebut menjual pakaian, 

Lalu pada saat menjual pakaian dikategorikan sebagai pendapat utama. Namun ketika menjual etalase yang salah satu asetnya yang telah usang.

Maka uang yang masuk akibat transaksi tersebut tidak bisa dianggap sebagai pendapatan. Uang hasil penjual tersebut merupakan pemasukan. 

Tetapi di lakukan tidak bisa disamakan dengan uang yang masuk sebagai pendapatan dari aktivitas utama bisnis jual beli pakaian.




d. Menginformasikan jumlah pengeluaran 


Alasan dan tujuan pembukuan. kategori ini hampir sama dengan kategori pemasukan, namun bila dilihat dari sisi pengeluaran. 

Ada berbagai macam pengeluaran dan tidak semuanya bisa dianggap sebagai pengeluaran pokok. 

Misalkan, dengan contoh yang sama, Suatu usaha dagang A membeli pakaian yang merupakan bisnis utamanya dari berbagai pemasok. 

Maka perusahaan tersebut harus mengeluarkan sejumlah uang untuk membeli pakaian.

Yang akan dijual kembali dan dalam kondisi ini perusahaan bisa mencatat transaksi tersebut sebagai pengeluaran utama. 

Berbeda halnya ketika badan usaha tersebut memutuskan untuk membeli sebidang toko guna perluasan area toko. Ini bukan sebuah aktivitas utama dari bisnisnya. 

Sehingga pengeluaran ini wajib dicatat namun tidak dianggap sebagai pengeluaran utama.  Efeknya hanya terlihat sebagai bentuk perkembangan usaha tersebut.


e. Menginformasikan perubahan 


Alasan dan tujuan pembukuan. Segala perubahan yang berhubungan dengan harta, kewajiban, dan juga modal perusahaan.

Informasi yang harus dilaporkan melalui laporan keuangan. Laporan keuangan yang dibuat menginformasikan perkembangan usaha secara keseluruhan. 

Laporan keuangan menginformasikan adanya suatu perubahan harta yang mungkin dan terjadi selama tahun yang bersangkutan. 

Perubahan harta tersebut bisa merupakan hal baik ketika ada peningkatan sekaligus hal buruk. 

Ketika ada penurunan. bertolak belakang dengan naik-turunnya kewajiban. Modal yang meningkat dapat dianggap sebagai salah satu bentuk kemajuan usaha. 

Untuk mampu berinvestasi lebih banyak di dalam usaha yang mendukung bisnis.




f. Refleksi kinerja manajemen  


Alasan dan tujuan pembukuan. Laporan tahunan dapat disamakan sebagai laporan keuangan.

Laporan keuangan dapat juga sebagai penilaian kinerja dari usaha di periode tertentu. 

Namun laporan ini cenderung tidak langsung menjurus pada kinerja perusahaan karena tidak dapat dinilai dengan nominal.

Laporan keuangan akan menunjukkan kinerja dari sisi nominal yang dihasilkan dan dikeluarkan. 

Laporan tahunan dapat menginformasikan semua hal yang terkait dengan usaha. Laporan keuangan akan menyertakan kondisi perusahaan secara jelas.

Kondisi keuangan usaha dapat memberi keyakinan kepada pihak yang berkepentingan kondisi keuangan dalam kondisi baik.


g. Menginformasikan catatan laporan keuangan 


Alasan dan tujuan pembukuan, laporan keuangan usaha yang juga memuat catatan yang terkait dengan laporan keuangan.

Demikian tujuan laporan keuangan yang umum menjadi dasar usaha membuatnya.  Menyusun laporan keuangan selalu diikuti dengan catatan-catatan.

Catatan-catatan ini juga termasuk dengan surat yang dilakukan dengan pihak independen untuk memastikan laporan keuangan tersebut sudah valid. 

Menggambarkan kondisi perusahaan yang nyata. Catatan atas laporan keuangan merupakan suatu hal wajib.

Hal ini bisa membantu menjelaskan tentang laporan keuangan yang telah dibuat. Karena sifatnya penting dan menyangkut nominal. 

Dibutuhkan pengerjaan pelaporan keuangan dengan data yang valid dalam rangka menyusun laporan keuangan yang kredibel.




Sebagai penutup, diucapkan terima kasih telah meluangkan waktunya untuk membaca artikel " Alasan dan tujuan pembukuan di dalam menjalankan perusahaan "

Untuk mendapat informasi lebih luas dan lengkap tentang topik ini, silahkan menggunakan Google Search Engine

Semoga artikel ini memberi manfaat serta inspirasi. Bila ada yang ingin mendiskusikan bisa klik " Contact Us "


Untuk melengkapi pemahaman tentang Alasan dan tujuan pembukuan
silahkan tonton video dibawah ini.

https://www.gankoko.com/2021/10/alasan-dan-tujuan-pembukuan.html
Video - Alasan dan tujuan pembukuan -
Cara membuat Laporan Keuangan di Excel dengan Cepat

No comments:

Post a Comment



Terima kasih, telah membaca dan memberi komentarnya

Semoga Artikel ini memberi inspirasi dan bermanfaat.