Sunday, 31 October 2021

Komponen pada sistem akuntansi guna menghasilkan informasi keuangan


" Komponen pada sistem akuntansi guna menghasilkan informasi keuangan, berbagai sistem informasi yang digunakan manajemen mengelola perusahaan " 

Kegiatan organisasi transaksi inilah yang disebut sebagai sistem akuntansi. 

Sistem akuntansi merupakan organisasi formulir, catatan, dan laporan yang di koordinasi sedemikian rupa.

menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen untuk pengelolaan perusahaan. 

Tujuan utama sistem akuntansi adalah untuk memberikan informasi bagi pihak internal dan eksternal tentang kegiatan dan keuangan suatu perusahaan.

Serta untuk mengurangi kesalahan dalam melakukan pencatatan akuntansi. 

Hasil keluaran dari sistem akuntansi dapat digunakan oleh manajemen untuk pengambilan keputusan bisnis dan keberlanjutan operasi perusahaan. 


Baca juga : Artikel yang terkait. 

Gunakan fungsi Google Search Engine untuk mendapatkan informasi tentang website yang terkait dengan materi bahasan ini yang lebih luas dan lebih lengkap. 


https://www.gankoko.com/2021/10/komponen-pada-sistem-akuntansi.html
Gambar - Komponen pada sistem akuntansi


Komponen pada sistem akuntansi. Sementara tujuan utama dari sistem akuntansi adalah untuk melacak pendapatan dan pengeluaran. 

Banyak cara berbeda untuk melakukan itu. Manajer bisnis harus melangkah mundur dan mengidentifikasi kebutuhan mereka. 

Sistem akuntansi merupakan salah satu sistem informasi di antara berbagai jenis sistem informasi yang digunakan oleh manajemen dalam mengelola perusahaan. 

Setiap sistem terdiri dari blok-blok bangunan yang membentuk sistem tersebut. 

Komponen sistem informasi akuntansi terdiri dari 6 blok yang sering disebut dengan information system building block :

  • Masukan
  • Model
  • Keluaran
  • Basis data
  • Teknologi
  • Pengendalian.


Kebutuhan saat mempertimbangkan program akuntansi untuk perusahaan mereka. Untuk proses pengelolaan sistem akuntansi yang lebih baik, gunakan software akuntansi.

Software yang sudah terbukti dan teruji dalam membantu pengelolaan keuangan bisnis banyak perusahaan. 

Berikut ini terdapat beberapa komponen utama sistem akuntansi, antara lain sebagai berikut :


1. Komponen pada sistem akuntansi untuk Masukan (Input)


Komponen pada sistem akuntansi. Masukan adalah data yang dimasukkan ke dalam sistem informasi beserta metode dan media. 

Digunakan untuk menangkap dan memasukkan data tersebut ke dalam sistem. Masukan terdiri dari transaksi, permintaan, pertanyaan, perintah dan pesan. 

Umumnya masukan harus mengikuti aturan dan bentuk tertentu mengenai isi, identifikasi, otorisasi, tata letak dan pengolahan. 

Cara untuk memasukkan ke dalam sistem akuntansi dapat berupa tulisan tangan. 

Formulir kertas, pengenalan karakteristik fisik seperti sidik jari, papan ketik (keyboard) dan lain-lain. 

Contoh : Dalam sistem akuntansi untuk menghasilkan laporan penjualan per jenis produk.transaksi penjualan dan retur penjualan merupakan masukan. 

Data tanggal transaksi, jenis produk, kuantitas yang dijual, harga jual satuan, nama pelanggan. Merupakan masukan yang dimasukkan ke dalam sistem akuntansi. 

Hal tersebut untuk menghasilkan informasi penjualan per jenis produk. Media yang digunakan untuk memasukkan data. 

Data ke dalam sistem akuntansi dapat berupa formulir faktur penjualan yang mempunyai format dan aturan tertentu untuk pengisiannya.


2. Komponen pada sistem akuntansi untuk Model


Komponen pada sistem akuntansi. Model terdiri dari logico-mathematical models yang mengolah masukan dan data yang disimpan. 

Dengan berbagai macam cara. Untuk memproduksi hasil yang dikehendaki atau keluaran. 

Logico-mathematical model dapat kombinasi unsur-unsur data untuk menyediakan jawaban atas suatu pertanyaan.

Atau dapat meringkas atau menggabungkan data menjadi suatu laporan ringkas. 

Contoh :
Pengolahan data pendapatan dan beban untuk menghasilkan laporan laba rugi memerlukan logico-mathematical model yang sederhana berikut ini : 

Laba = Pendapatan – Beban 

Memberikan jawaban atas pertanyaan yang sering diajukan oleh Manajer Keuangan mengenai saldo piutang debitur diperlukan logico-mathematical model sederhana.




3. Komponen pada sistem akuntansi untuk Keluaran (Output)


Komponen pada sistem akuntansi. Produk suatu sistem informasi adalah keluaran yang berupa informasi yang bermutu dan dokumen. 

Semua tingkat manajemen dan semua pemakai informasi. Pemakai informasi intern maupun pemakai informasi ekstern. 

Keluaran suatu sistem merupakan faktor utama yang menentukan bagian-bagian lain suatu sistem informasi. 

Jika keluaran suatu sistem informasi tidak sesuai dengan kebutuhan pemakai informasi.

Merancang bagian masukan, model, teknologi, basis data, dan pengendalian tidak ada manfaatnya.

Keluaran sistem akuntansi dapat berupa laporan keuangan, faktur, surat order pembelian, cek, laporan pelaksanaan anggaran.

Misalnya berapa semua sampai saat ini, pesan, perintah, hasil suatu pengambilan keputusan yang di program.

Skenario dan simulasi, dan aturan pengambilan keputusan. Mutu yang harus melekat dalam keluaran sistem informasi adalah ketelitian, ketepatan waktu, dan relevansi.

Media yang dipakai untuk menyajikan keluaran sistem informasi dapat berupa : layar monitor, mesin pencetak (printer), alat pendengar (audio), atau microfilm. 

Umumnya keluaran sistem akuntansi berupa hasil cetak dan tayangan pada monitor computer.




4. Komponen pada sistem akuntansi untuk Teknologi (Technology)


Komponen pada sistem akuntansi. Teknologi ibarat mesin untuk menjalankan sistem informasi.

Teknologi menerima masukan, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data. Menghasilkan dan menyampaikan keluaran, serta mengendalikan seluruh sistem.

Dalam sistem informasi berbasis computer dan penyimpan data diluar (auxiliary storage), telekomunikasi, dan perangkat lunak (software).

Contoh : Untuk menghasilkan informasi penjualan harian, suatu, sebuah rumah makan menggunakan teknologi berupa register kas (cash register). 

Mesin yang digunakan oleh rumah makan ini mampu membuat ringkasan sampai dengan 20 macam jenis makanan dan minuman yang dijual.


5. Komponen pada sistem akuntansi untuk Basis Data (Data Base)


Komponen pada sistem akuntansi. Basis data merupakan tempat untuk menyimpan data yang digunakan. Untuk melayani kebutuhan pemakai informasi. 

Basis data dapat diperlakukan dari dua sudut pandang secara fisik dan secara logis. 

Basis data secara fisik berupa media untuk menyimpan data, seperti kartu buku besar, pita magnetic, disk, disket, kaset, kartu magnetic, chip, dan microfilm. 

Basis data secara fisik merupakan tempat sesungguhnya suatu data disimpan. 

Bagaimana mencari, menggabungkan, dan mengambil data yang disimpan untuk memenuhi kebutuhan khusus pemakai.

Oleh karena itu, basis data dapat dipandang dari sudut pandang logis yang bersangkutan dengan bagaimana struktur penyimpanan data.

Sehingga menjamin ketepatan, ketelitian, dan relevansi pengambilan informasi untuk memenuhi kebutuhan pemakai.




6. Komponen pada sistem akuntansi untuk Pengendalian (Control)


Komponen pada sistem akuntansi. Tujuan utama sistem akuntansi adalah untuk memberikan informasi bagi pihak. 

Memberikan bagi internal dan eksternal tentang kegiatan dan keuangan perusahaan serta untuk mengurangi kesalahan dalam melakukan pencatatan akuntansi. 

Semua sistem informasi harus dilindungi dari bencana dan ancaman, seperti : 

  • Bencana alam, 
  • Api
  • Kecurangan
  • Kegagalan sistem
  • Kesalahan
  • Penyelewengan 
  • Penyadapan
  • Ketidak efisien
  • Sabotase
  • Orang-orang yang dibayar untuk melakukan kejahatan. 


Beberapa cara yang perlu dirancang untuk menjamin perlindungan, integritas, dan kelancaran jalannya sistem informasi adalah :

  • Penggunaan sistem pengelolaan catatan
  • Penerapan pengendalian akuntansi
  • Pengembangan rancangan induk sistem informasi
  • Pembuatan rencana darurat dalam hal sistem informasi gagal menjalankan fungsinya
  • Penerapan prosedur seleksi karyawan
  • Pembuatan dokumentasi lengkap tentang sistem informasi yang digunakan oleh perusahaan
  • Perlindungan dari bencana api dan putusnya aliran listrik
  • Pembuatan sistem penunjang untuk mengantisipasi kegagalan sistem informasi yang sekarang digunakan dan pembuatan tempat penyimpanan data di luar perusahaan sebagai cadangan (backup)
  • Pembuatan prosedur pengamanan dan penggunaan alat-alat pengamanan serta pengendalian akses ke dalam sistem informasi.



Sebagai penutup, diucapkan terima kasih telah meluangkan waktunya untuk membaca artikel " Komponen pada sistem akuntansi guna menghasilkan informasi keuangan "

Untuk mendapat informasi lebih luas dan lengkap tentang topik ini. Gunakan Google Search Engine

Semoga artikel ini memberi manfaat serta inspirasi. Bila ada yang ingin mendiskusikan bisa klik " Contact Us "


Untuk melengkapi pemahaman tentang Komponen pada sistem akuntansi
tonton video di bawah ini. 

https://www.gankoko.com/2021/10/komponen-pada-sistem-akuntansi.html
Video - Komponen pada sistem akuntansi -
Cara Penyusunan Jurnal Umum
Pada transaksi Perusahaan Jasa

Pemahaman dan fungsi sistem akuntansi pada perusahaan


" Pemahaman dan fungsi sistem akuntansi pada perusahaan, fungsi mengumpulkan dan menyimpan. memproses menjadi laporan untuk pengambilan keputusan "

Manajer melangkah mundur & mengidentifikasi untuk kebutuhan program akuntansi.

Sistem akuntansi dari berbagai bentuk yang di modifikasi untuk kebutuhan industri yang berbeda. 

Sistem akuntansi memiliki berbagai fungsi seperti mengumpulkan dan menyimpan data transaksi. memproses data menjadi informasi untuk pengambilan keputusan. 

Fungsi sebagai kontrol terhadap organisasi. Sebuah sistem yang berkaitan dengan sistem akuntansi sendiri dapat diartikan berbeda oleh berbagai ahli. 

Sementara tujuan utama dari sistem akuntansi adalah untuk melacak pendapatan dan pengeluaran. Banyak cara berbeda untuk melakukan itu.

Manajer bisnis harus melangkah mundur dan mengidentifikasi kebutuhan mereka saat mempertimbangkan program akuntansi untuk perusahaan mereka. 

Manajer perlu laporan internal yang di modifikasi untuk : 

  • Keperluan pengambilan keputusan 
  • Laporan keuangan untuk presentasi kepada investor dan kreditor.
  • Data yang akurat untuk pengembalian pajak.

Untuk proses pengelolaan sistem akuntansi yang lebih baik. Gunakan software akuntansi yang sudah terbukti dan teruji. 

Software akuntansi membantu pengelolaan keuangan bisnis banyak perusahaan.


Baca juga : Artikel terkait

Gunakan fungsi Google Search Engine untuk mendapatkan informasi tentang website yang terkait dengan materi bahasan ini yang lebih luas dan lebih lengkap.


https://www.gankoko.com/2021/10/pemahaman-dan-fungsi-sistem-akuntansi.html
Gambar - Pemahaman dan fungsi sistem akuntansi


1. Pemahaman dan fungsi sistem akuntansi untuk perusahaan


Pemahaman dan fungsi sistem akuntansi. Sistem akuntansi ini sangat diperlukan perusahaan.harus dibuat dengan teratur dan sebaik mungkin. 

Sebuah sistem yang berkaitan dengan sistem akuntansi sendiri dapat diartikan berbeda oleh berbagai ahli. 

Ini menunjukkan betapa luasnya konsepsi dari akuntansi sendiri sehingga harus terus diperhatikan. 

Mengelola pembukuan di Indonesia terkadang menyulitkan dan memakan banyak waktu. Berikut ini adalah yang harus di ketahui mengenai sistem akuntansi di Indonesia: 

Mata uang dan bahasa lokal. Badan usaha pada umumnya menggunakan mata uang lokal dalam pembukuan dan laporan keuangan. 

Sebuah badan dapat menggunakan mata uang lain. tergantung pada lingkungan ekonomi utama di mana mereka beroperasi. 

Biasanya di sinilah transaksi penjualan terjadi dan daftar harga produk dan jasa dalam mata uang tersebut.


a. Periode akuntansi


Pemahaman dan fungsi sistem akuntansi. Pembukuan dan laporan keuangan dibuat menggunakan kalender 1 Januari sampai 31 Desember. 

Sebagai tahun pembukuan dan sebagai tahun fiskal untuk keperluan pajak. Namun, perusahaan diizinkan untuk memilih tahun fiskal yang tidak dimulai pada 1 Januari


b. Dasar-dasar


Pemahaman dan fungsi sistem akuntansi. Badan usaha harus menggunakan dasar acrual akuntansi. Mengenali dan mengukur butir-butir laporan keuangan. 

Dengan basis ini, berarti transaksi yang ada sudah dikenali saat terjadinya dan ketika syarat tertentu dipenuhi. 

Dalam dasar ini tidak perlu mencatat transaksi ketika uang diterima atau tagihan dibayar.




c. Standar akuntansi di Indonesia


Pemahaman dan fungsi sistem akuntansi. Standar Akuntansi Keuangan (atau SAK). SAK merupakan kerangka akuntansi standar. 

Menyiapkan laporan keuangan di Indonesia. Sebagian besar standar ini diadaptasi dari International Financial Reporting Starndard (IFRS).

Standar Akuntansi Keuangan Badan Usaha Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK-ETAP) merupakan kerangka akuntansi standar yang serupa dengan SAK, 

Namun ditargetkan untuk perusahaan kecil dan menengah. Jika badan usaha ingin mendapatkan investasi, hal ini dapat menjadi solusi. 

Laporannya mencantumkan informasi seperti penilaian aset tetap, aset tidak berwujud, ekuitas. Namun, laporan laba-rugi tidak selalu dicantumkan di dalamnya.

Standar Akuntansi Keuangan Syariah (SAK Syariah) berlaku pada badan usaha yang memiliki transaksi berbasis syariah.

Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) adalah standar akuntansi yang digunakan oleh pemerintah.


d. Laporan keuangan


Pemahaman dan fungsi sistem akuntansi. Satu set laporan keuangan. Dari sistem akuntansi terdiri dari laporan posisi financial (neraca keuangan).

Laporan laba-rugi, laporan arus kas, dan laporan perubahan ekuitas. 

Laporan-laporan ini dituliskan menggunakan metode komparatif / perbandingan dengan informasi yang sama dengan tahun sebelumnya. 

Menurut hukum, seluruh pembukuan dan catatan harus disimpan selama paling tidak 10 tahun setelah akhir periode pelaporan perusahaan.




2. Pemahaman dan fungsi sistem akuntansi dalam mendukung kegiatan perusahaan


Pemahaman dan fungsi sistem akuntansi. Sistem akuntansi dalam sebuah perusahaan memiliki fungsi yang sangat besar. 

Dalam hal pencatatan dan pengawasan. Ada beberapa fungsi dari sistem ini yang mungkin belum banyak disadari. 

Informasi keuangan dari suatu perusahaan dibutuhkan oleh berbagai macam pihak yang berkepentingan. 

Pihak luar memerlukan informasi ini untuk kepentingan mereka. Untuk memenuhi kebutuhan informasi keuangan tersebut maka perlu disusun sistem akuntansi.

Beberapa hal tersebut diantaranya ialah :


a. Mengumpulkan dan menyimpan data


Pemahaman dan fungsi sistem akuntansi. Akuntansi sebagai sebuah sistem pencatatan.

Biasanya memiliki uraian lengkap mengenai kegiatan dan transaksi yang dilakukan perusahaan secara detail.

Jika tidak ada akuntansi, maka kemungkinan sebuah kegiatan akan terlupakan menjadi sangat besar sehingga lupa untuk diperhatikan.

Sistem akuntansi bisa menghimpun semua catatan bisnis dalam bentuk yang lebih efisien.


b. Menyediakan informasi berguna


Pemahaman dan fungsi sistem akuntansi. Selain berfungsi untuk mengumpulkan dan menyimpan.

Sistem yang dilakukan akuntansi ini bisa menjadi sarana penyedia informasi.

Dalam sistem manual misalnya, berbagai catatan perusahaan akan disajikan dalam bentuk laporan yang mudah untuk dicerna.

Hal ini akan berpengaruh terhadap pengambilan keputusan guna melakukan kegiatan manajemen yang baik dan sesuai.


c. Menyediakan pengendalian internal


Pemahaman dan fungsi sistem akuntansi. Salah satu fungsi penting manajemen adalah untuk melakukan pengendalian internal. Agar bisa sesuai dengan tujuan perusahaan. 

Nah dari sistem yang dilakukan dalam akuntansi. Ini bisa memberikan informasi yang terpercaya mengenai kondisi perusahaan. 

Hal ini tentu mempermudah pengecekan terhadap segala aktivitas yang dilakukan kemudian mengendalikannya.




d. Mendukung fungsi kepengurusan


Pemahaman dan fungsi sistem akuntansi. Berbagai posisi di perusahaan memiliki tanggung jawab tertentu berdasarkan job desk masing-masing. 

Keberadaan pencatatan dengan akuntansi ini bisa memberikan informasi. Informasi mengenai pemakaian sumber daya perusahaan dan ketersediaannya. 

Dari informasi ini, pihak manajemen bisa melakukan evaluasi kinerja dari berbagai laporan akuntansi yang diberikan.


e. Mendukung kegiatan operasi


Pemahaman dan fungsi sistem akuntansi. Sistem informasi yang disediakan melalui kegiatan akuntansi. 

Melalui kegiatan akuntansi.bisa menyediakan bagian mana yang harus dilakukan pengecekan ulang dan perbaikan. 

Jadi misalnya ada kesalahan dan keanehan dari sebuah sistem akuntansi yang tidak efektif, maka kegiatan operasi perusahaan bisa diperbaiki. 

Ini tentunya akan mendukung kegiatan operasi supaya bisa berjalan dengan efisien. 

Dari penjelasan di atas dapat didapatkan beberapa poin penting mengenai sistem akuntansi. 

Sistem akuntansi memiliki peran penting dalam sebuah perusahaan sehingga perlu mendapat perhatian lebih. 




Sebagai penutup, diucapkan terima kasih telah meluangkan waktunya untuk membaca artikel " Pemahaman dan fungsi sistem akuntansi pada perusahaan "

Untuk mendapat informasi lebih luas dan lengkap tentang topik ini. Gunakan Google Search Engine 

Semoga artikel ini memberi manfaat serta inspirasi. Bila ada yang ingin mendiskusikan bisa klik " Contact Us "


Untuk melengkapi pemahaman tentang Pemahaman dan fungsi sistem akuntansi
tonton video di bawah ini.


https://www.gankoko.com/2021/10/pemahaman-dan-fungsi-sistem-akuntansi.html
Video - Pemahaman dan fungsi sistem akuntansi -
SIKLUS AKUNTANSI PERUSAHAAN JASA -
DARI JURNAL UMUM SAMPAI JURNAL PEMBALIK

Sistem dan siklus akuntansi untuk jenis-jenis usaha


" Sistem dan siklus akuntansi untuk jenis-jenis perusahaan, proses berulang dari transaksi, analisa hingga pembuatan laporan kegiatan perusahaan " 

Sistem akuntansi artinya adalah sebuah ikhtisar yang terdiri dari catatan manual atau komputerisasi transaksi keuangan untuk tujuan rekaman. 

Transaksi keuangan untuk kategori, menganalisis dan melaporkan informasi manajemen keuangan yang tepat waktu. 

Sistem akuntansi memiliki berbagai fungsi seperti mengumpulkan dan menyimpan data transaksi, memproses data menjadi informasi untuk pengambilan keputusan. 

Demi memenuhi kebutuhan dan untuk mencapai tujuan, setiap perusahaan atau organisasi pastinya melakukan kegiatan transaksi. 

Kegiatan transaksi pastinya melibatkan keuangan perusahaan sehingga organisasi. 

Pencatatan transaksi perlu dilakukan guna menghasilkan informasi keuangan perusahaan. Kegiatan organisasi transaksi inilah yang disebut sebagai sistem akuntansi. 

Sistem akuntansi merupakan organisasi formulir, catatan, dan laporan yang di koordinasi sedemikian rupa. 

Untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen untuk pengelolaan perusahaan. 


Baca juga : Artikel yang terkait 

Gunakan fungsi Google Search Engine untuk mendapatkan informasi tentang website yang terkait dengan materi bahasan ini yang lebih luas dan lebih lengkap. 


https://www.gankoko.com/2021/10/sistem-dan-siklus-akuntansi.html
Video - Sistem dan siklus akuntansi


1. Sistem dan siklus akuntansi untuk masing-masing siklus


Sistem dan siklus akuntansiSistem ini memiliki berbagai jenis contoh Biasa dilakukan sesuai dengan kebutuhan perusahaan. 

Sistem akuntansi diterapkan dalam bidang yang berbeda karena kompleks cakupan perusahaan. 

Berikut ini adalah beberapa contoh dari sistem ini yang bisa disajikan :


a. Sistem akuntansi untuk perusahaan jasa


Sistem dan siklus akuntansi. Sistem akuntansi jasa contohnya jasa kontraktor memiliki kebutuhan yang berbeda.Sistem akuntansi lainnya. 

Mereka membutuhkan kemampuan untuk melacak biaya dan kemajuan proyek pembangunan mereka.

Sistem akuntansi untuk kontraktor harus melaporkan biaya material dari produk yang masuk ke setiap proyek.

Berapa banyak jam kerja yang di konsumsi dan berapa persentase penyelesaian proyek. Kontraktor biasanya membiayai biaya proyek mereka dengan jalur kredit bank. 

Kewajiban mereka harus memiliki informasi tentang jumlah yang ditarik pada garis kredit dan tanggal jatuh tempo pinjaman.


b. Sistem akuntansi untuk manufaktur (pabrikan)


Sistem dan siklus akuntansi. Industri manufaktur membuat dan merakit produk.

Sistem akuntansi mereka harus memiliki informasi tentang persediaan, jam kerja, biaya overhead dan komisi penjualan.

Manufaktur dapat memiliki tiga jenis inventaris: bahan baku, produk dalam produksi, dan produk jadi. 

Manufaktur juga perlu tahu berapa jam kerja yang digunakan untuk membuat setiap produk. Sistem gaji perlu melacak setidaknya tiga jenis personil. 

Tenaga kerja manufaktur per jam, staf administrasi dengan gaji, dan tenaga penjualan yang dibayar berdasarkan komisi. 

Biaya overhead harus di alokasi ke biaya manufaktur untuk menentukan biaya individu untuk membuat setiap produk.




c. Sistem akuntansi untuk perdagangan


Sistem dan siklus akuntansi. Bisnis ritel terdiri dari pembelian dan penjualan produk. Sistem akuntansi ritel berisi laporan rinci persediaan. 

Perincian ini harus mencakup tingkat persediaan, tingkat turnover tahunan, laba setiap, produk dan poin pemesanan ulang.

Karena sebagian besar pengecer membeli banyak produk yang berbeda, sistem akuntansi mereka membutuhkan informasi yang luas.

Informasi status hutang dagang, waktu pengiriman dan diskon yang tersedia. Retailer menjual barang jadi.

Sehingga mereka membutuhkan laporan tentang rekening bank mereka dan waktu pemrosesan kartu kredit dan biaya. 

Memerlukan informasi terperinci tentang inventaris mereka: biaya setiap barang, penjualan per produk, dan keuntungan masing-masing produk. 

Peralatan point-of-sale harus terhubung langsung ke software akuntansi untuk laporan real-time.




4. Sistem akuntansi untuk organisasi nirlaba


Sistem dan siklus akuntansiOrganisasi nirlaba perlu melacak donatur mereka untuk mengidentifikasi siapa yang memberi mereka uang. 

Suatu organisasi nirlaba berkewajiban untuk mengirim laporan sumbangan mereka pada akhir tahun.kepada para donatur untuk digunakan dengan pengajuan pajak. 

Sistem akuntansi untuk perusahaan nirlaba harus dapat menghasilkan laporan pendapatan.

Pengeluaran untuk presentasi kepada dewan direksi, donatur utama dan pemerintah. 

Manajer nirlaba membutuhkan laporan yang melacak kontribusi ke program individual versus jumlah yang dianggarkan.




2. Sistem dan siklus akuntansi untuk jenis perusahaan


Sistem dan siklus akuntansiMelalui akuntansi, baik secara perhitungan manual atau
menggunakan aplikasi akuntansi.

Perusahaan mampu mengetahui tingkat keuntungan atau laba, dasar penentuan pajak, hingga potensi kerugian. 

Sistem akuntansi adalah sebuah ikhtisar yang terdiri dari catatan manual atau komputerisasi transaksi keuangan. 

Berikut ini terdapat beberapa macam-macam sistem akuntansi, antara lain sebagai berikut :


a. Siklus pendapatan (revenue cycle)


Sistem dan siklus akuntansi. Merupakan rangkaian aktivitas bisnis. Kegiatan pemrosesan informasi terkait yang terus berulang.

Pemrosesan dengan menyediakan barang dan jasa ke para pelanggan. Serta tagihan kas sebagai pembayaran dari penjualan tersebut.


b. Siklus pengeluaran (expenditure cycle)


Sistem dan siklus akuntansi. Merupakan rangkaian aktivitas bisnis. Operasional pemrosesan data terkait dengan pembelian serta pembayaran barang dan jasa.


c. Siklus Penggajian (payroll cycle)


Sistem dan siklus akuntansi. Merupakan rangkaian aktivitas bisnis. Operasional pemrosesan data terkait yang berhubungan dengan cara yang efektif dalam mengelola pegawai.


d. Siklus Produksi (production cycle)


Sistem dan siklus akuntansi. Merupakan rangkaian aktivitas bisnis dan operasional pemrosesan data.

Data yang terkait yang terus berulang dengan pembuatan produk.




Sebagai penutup, diucapkan terima kasih telah meluangkan waktunya untuk membaca artikel " Sistem dan siklus akuntansi untuk jenis-jenis usaha "

Untuk mendapat informasi lebih luas dan lengkap tentang topik ini. Gunakan Google Search Engine 

Semoga artikel ini memberi manfaat serta inspirasi. Bila ada yang ingin mendiskusikan bisa klik " Contact Us "


Untuk melengkapi pemahaman tentang Sistem dan siklus akuntansi
tonton video di bawah ini.


https://www.gankoko.com/2021/10/sistem-dan-siklus-akuntansi.html
Video - Sistem dan siklus akuntansi -
Belajar Akuntansi Dengan Mudah -
Pengenalan Akuntansi #1

Unsur dan komponen sistem akuntansi untuk menghasilkan laporan keuangan


" Unsur dan komponen sistem akuntansi untuk menghasilkan laporan keuangan, Informasi keuangan sangat dibutuhkan oleh pihak yang berkepentingan " 

Pihak ekstern memerlukan informasi ini untuk kepentingan mereka. Sedangkan pihak intern informasi keuangan ini diperlukan.

Diperlukan untuk mengawasi dan mengambil keputusan-keputusan untuk menjalankan perusahaan. 

Untuk memenuhi kebutuhan informasi keuangan tersebut maka perlu disusun sistem akuntansi. 

Banyak para ahli memberikan pengertian sistem akuntansi yang berbeda, namun pada dasarnya mempunyai pengertian yang sama. 

Dengan adanya suatu sistem akuntansi yang memadai, untuk menjadikan akuntan perusahaan.

Akuntan dapat untuk menyediakan informasi keuangan bagi setiap tingkatan manajemen. 

Para pemilik atau pemegang saham, kreditur dan para pemakai laporan keuangan (stakeholder) lain yang dijadikan dasar pengambilan keputusan ekonomi. 

Sistem tersebut dapat digunakan oleh manajemen untuk merencanakan dan mengendalikan operasi perusahaan. 


Baca juga : Artikel yang terkait

Gunakan fungsi Google Search Engine untuk mendapatkan informasi tentang website yang terkait dengan materi bahasan ini yang lebih luas dan lebih lengkap.


https://www.gankoko.com/2021/10/unsur-dan-komponen-sistem-akuntansi.html
Gambar - Unsur dan komponen sistem akuntansi


1. Unsur dan komponen sistem akuntansi untuk mendapatkan laporan. 


Unsur dan komponen sistem akuntansi. Hal ini dilakukan agar informasi yang terdapat di dalamnya bersifat akurat. 

Kompleksitas sistem tersebut disebabkan oleh kekhususan dari sistem yang dirancang untuk suatu organisasi bisnis sebagai akibat dari adanya perbedaan kebutuhan. 

Perbedaan kebutuhan akan informasi oleh manajer, bentuk dan jalan transaksi laporan keuangan. 

Terdiri atas dokumen bukti transaksi, alat-alat pencatatan, laporan dan prosedur yang digunakan perusahaan. 

Informasi yang tepat dan bisa dipercaya untuk meminimalisir kesalahan informasi. 

Ada beberapa unsur yang harus terdapat di dalam sistem akuntansi ini diantaranya ialah :


a. Formulir


Unsur dan komponen sistem akuntansi. Unsur pertama dalam sistem akuntansi adalah keberadaan formulir sebagai dokumen.

Dokumen yang biasa dipakai untuk pencatatan berbagai transaksi perusahaan. 

Formulir sendiri berisi data transaksi di mana data tersebut menjadi dasar dalam pencatatan yang dilakukan. 

Formulir merupakan dokumen yang digunakan untuk merekam terjadinya transaksi. Formulir sering disebut juga dengan istilah dokumen. 

Karena dengan formulir ini peristiwa yang terjadi dalam organisasi direkam (di dokumentasi) di atas secarik kertas.


b. Jurnal


Unsur dan komponen sistem akuntansi. Jurnal merupakan catatan akuntansi pertama yang digunakan untuk mencatat. 

Selanjutnya klasifikasi dan meringkas data keuangan dan data lainnya. 

Jurnal adalah unsur dari sistem ini yang biasanya berupa data pengelompokan, pencatatan transaksi sejenis, serta ringkasan dari formulir yang ada. 

Sumber informasi pencatatan dalam jurnal ini adalah : 

  • Jurnal Penerimaan Kas, jurnal yang disediakan khusus untuk mencatat transaksi penerimaan kas.
  • Jurnal Pengeluaran Kas, jurnal yang khusus disediakan untuk mencatat segala jenis pengeluaran kas.
  • Jurnal Pembelian, jurnal yang digunakan untuk mencatat pembelian secara kredit. Pembelian secara tunai masuk ke dalam jurnal pengeluaran kas.
  • Jurnal Penjualan, jurnal yang disediakan khusus untuk mencatat transaksi penjualan secara kredit. Penjualan secara tunai dimasukkan dalam jurnal penerimaan kas.
  • Jurnal Umum disediakan khusus untuk mencatat penyesuaian pembukuan, koreksi transaksi dan hal lain yang tidak dapat dicatat dalam jurnal khusus.

Data yang didapatkan kemudian akan di input (di post) dalam buku besar untuk arsip lebih lanjut. 

Hasil dari ringkasan data kemudian di post ke rekening yang bersangkutan di dalam buku besar. 


c. Buku Besar (General Ledger)


Unsur dan komponen sistem akuntansi. Buku besar terdiri dari rekening-rekening yang digunakan.

Rekening-rekening untuk meringkas data keuangan yang telah dicatat sebelumnya dalam jurnal. 

Rekening-rekening dalam buku besar ini disediakan sesuai dengan unsur-unsur informasi yang disajikan dalam laporan keuangan. 

Setelah melakukan pencatatan dalam jurnal. Selanjutnya keuangan akan diringkas lagi di dalam buku besar.  

Buku besar ini berisi kumpulan rekening dari beberapa jurnal agar lebih mudah untuk di arsip-kan. 

Rekening dari buku besar bisa juga menjadi klasifikasi data keuangan agar mempermudah penyusunan laporan keuangan.


d. Buku Pembantu (Subsidiary Ledger)


Unsur dan komponen sistem akuntansi. Keberadaan buku pembantu di dalamnya berisi rekening-rekening pembantu.

Rekening pembantu yang terdapat di dalam rekening tertentu di buku besar. 

Buku pembantu dan buku besar ini adalah dua hal yang sudah merupakan catatan akhir sehingga tidak ada lagi pencatatan selanjutnya. 

Dengan kata lain, kedua buku ini tidak bisa diringkas dan dilakukan penyajian dalam bentuk lain lagi. 

Buku pembantu, jika data keuangan yang di golong-kan dalam buku besar diperlukan rincian lebih lanjut dapat dibentuk buku pembantu. 

Buku pembantu terdiri dari rekening-rekening pembantu yang merinci data keuangan yang tercantum dalam rekening tertentu. 

Contoh rekening piutang dagang dalam buku besar di buat rincian untuk setiap langganan.


e. Laporan


Unsur dan komponen sistem akuntansi. Laporan. Hasil akhir proses akuntansi adalah laporan keuangan yang dapat berupa :

  • Neraca
  • laporan perhitungan Rugi-Laba
  • Laporan perubahan modal.

Hasil akhir dari keseluruhan proses sistem akuntansi yang sudah dilakukan akan disajikan dalam bentuk laporan akhir ini. 

Laporan ini bisa berupa berbagai jenis, bergantung dengan isinya seperti misalnya laporan perubahan modal, laporan laba rugi, dan laporan harga pokok penjualan. 

Di laporan ini juga tersedia daftar utang yang dimiliki perusahaan beserta saldo persediaan.




2. Unsur dan komponen sistem akuntansi dalam proses akuntansi


Unsur dan komponen sistem akuntansi. Sementara tujuan utama dari sistem akuntansi adalah untuk melacak pendapatan dan pengeluaran. 

Ada banyak cara berbeda untuk melakukan itu. Manajer bisnis harus melangkah mundur dan mengidentifikasi kebutuhan mereka. 

Kebutuhan saat mempertimbangkan program akuntansi untuk perusahaan mereka. 

Untuk proses pengelolaan sistem akuntansi yang lebih baik, gunakan software akuntansi. 

Software yang sudah terbukti dan teruji dalam membantu pengelolaan keuangan bisnis banyak perusahaan. 

Berikut ini terdapat beberapa komponen utama sistem akuntansi, antara lain sebagai berikut


a. Masukan (Input)


Unsur dan komponen sistem akuntansi. Masukan adalah data yang dimasukkan ke dalam sistem informasi beserta metode dan media. 

Digunakan untuk menangkap dan memasukkan data tersebut ke dalam sistem. Masukan terdiri dari transaksi, permintaan, pertanyaan, perintah dan pesan. 

Umumnya masukan harus mengikuti aturan dan bentuk tertentu mengenai isi, identifikasi, otorisasi, tata letak dan pengolahan. 

Cara untuk memasukkan ke dalam sistem akuntansi dapat berupa tulisan tangan. formulir kertas.

Juga berupa pengenalan karakteristik fisik seperti sidik jari, papan ketik (keyboard) dan lain-lain. 

Contoh : Dalam sistem akuntansi untuk menghasilkan laporan penjualan per jenis produk.transaksi penjualan dan retur penjualan merupakan masukan. 

Data tanggal transaksi, jenis produk, kuantitas yang dijual, harga jual satuan, nama pelanggan. Merupakan masukan yang dimasukkan ke dalam sistem akuntansi. 

Hal tersebut untuk menghasilkan informasi penjualan per jenis produk. Media yang digunakan untuk memasukkan data. 

Data ke dalam sistem akuntansi dapat berupa formulir faktur penjualan yang mempunyai format dan aturan tertentu untuk pengisiannya.




b. Model 


Unsur dan komponen sistem akuntansi. Model terdiri dari logico-mathematical models yang mengolah masukan dan data yang disimpan. Dengan berbagai macam cara. 

Untuk memproduksi hasil yang dikehendaki atau keluaran. Logico-mathematical model dapat kombinasi unsur-unsur data untuk menyediakan jawaban atas suatu pertanyaan. 

Atau dapat meringkas atau menggabungkan data menjadi suatu laporan ringkas 

Contoh : Pengolahan data pendapatan dan beban untuk menghasilkan laporan laba rugi memerlukan logico-mathematical model yang sederhana berikut ini : 

Laba = Pendapatan – Beban 

Memberikan jawaban atas pertanyaan yang sering diajukan oleh Manajer Keuangan mengenai saldo piutang debitur diperlukan logico-mathematical model sederhana.


c. Keluaran (Output)


Unsur dan komponen sistem akuntansi. Produk suatu sistem informasi adalah keluaran yang berupa informasi yang bermutu dan dokumen.

Semua tingkat manajemen dan semua pemakai informasi. Pemakai informasi intern maupun pemakai informasi ekstern.

Keluaran suatu sistem merupakan faktor utama yang menentukan bagian-bagian lain suatu sistem informasi. 

Jika keluaran suatu sistem informasi tidak sesuai dengan kebutuhan pemakai informasi. 

Perancangan bagian masukan, model, teknologi, basis data, dan pengendalian tidak ada manfaatnya. 

Keluaran sistem akuntansi dapat berupa laporan keuangan, faktur, surat order pembelian, cek, laporan pelaksanaan anggaran. 

Misalnya berapa semua sampai saat ini, pesan, perintah, hasil suatu pengambilan keputusan yang di program. Skenario dan simulasi, dan aturan pengambilan keputusan. 

Mutu yang harus melekat dalam keluaran sistem informasi adalah ketelitian, ketepatan waktu, dan relevansi. 

Media yang dipakai untuk menyajikan keluaran sistem informasi dapat berupa : layar monitor, mesin pencetak (printer), alat pendengar (audio), atau microfilm. 

Umumnya keluaran sistem akuntansi berupa hasil cetak dan tayangan pada monitor computer.


d. Teknologi (Technology)


Unsur dan komponen sistem akuntansi. Teknologi ibarat mesin untuk menjalankan sistem informasi : 

  • Menerima masukan
  • Menjalankan model
  • Menyimpan
  • Mengakses data
  • Menghasilkan dan menyampaikan keluaran
  • Mengendalikan seluruh sistem. 

Dalam sistem informasi berbasis computer dan penyimpan data diluar (auxiliary storage), telekomunikasi, dan perangkat lunak (software). 

Contoh : Untuk menghasilkan informasi penjualan harian, suatu, sebuah rumah makan menggunakan teknologi berupa register kas (cash register). 

Mesin yang digunakan oleh rumah makan ini mampu membuat ringkasan sampai dengan 20 macam jenis makanan dan minuman yang dijual.




e. Basis Data (Data Base)


Unsur dan komponen sistem akuntansi. Basis data merupakan tempat untuk menyimpan data yang digunakan. Digunakan untuk melayani kebutuhan pemakai informasi. 

Basis data dapat diperlakukan dari dua sudut pandang secara fisik dan secara logis. 

Basis data secara fisik berupa media untuk menyimpan data, seperti kartu buku besar, pita magnetic, disk, disket, kaset, kartu magnetic, chip, dan microfilm. 

Basis data secara fisik merupakan tempat sesungguhnya suatu data disimpan. 

Bagaimana mencari, menggabungkan, dan mengambil data yang disimpan untuk memenuhi kebutuhan khusus pemakai. 

Oleh karena itu, basis data dapat dipandang dari sudut pandang logis yang bersangkutan dengan bagaimana struktur penyimpanan data. 

Sehingga menjamin ketepatan, ketelitian, dan relevansi pengambilan informasi untuk memenuhi kebutuhan pemakai.


f. Pengendalian (Control)


Unsur dan komponen sistem akuntansi. Semua sistem informasi harus dilindungi dari bencana dan ancaman, seperti : 

  • Bencana alam, 
  • Api
  • Kecurangan
  • Kegagalan sistem
  • Kesalahan
  • Penggelapan
  • Penyadapan
  • Tidak efisien
  • Sabotase
  • Orang-orang yang dibayar untuk melakukan kejahatan. 

Beberapa cara yang perlu dirancang untuk menjamin perlindungan, integritas, dan kelancaran jalannya sistem informasi adalah :

  • Penggunaan sistem pengelolaan catatan
  • Penerapan pengendalian akuntansi
  • Pengembangan rancangan induk sistem informasi
  • Pembuatan rencana darurat dalam hal sistem informasi gagal menjalankan fungsinya
  • Penerapan prosedur seleksi karyawan
  • Pembuatan dokumentasi lengkap tentang sistem informasi yang digunakan oleh perusahaan
  • Perlindungan dari bencana api dan putusnya aliran listrik
  • Pembuatan sistem penunjang untuk mengantisipasi kegagalan sistem informasi yang sekarang digunakan dan pembuatan tempat penyimpanan data diluar perusahaan sebagai cadangan (backup)
  • Pembuatan prosedur pengamanan dan penggunaan alat-alat pengamanan serta pengendalian akses ke dalam sistem informasi.

Sebagai penutup, diucapkan terima kasih telah meluangkan waktunya untuk membaca artikel " Unsur dan komponen sistem akuntansi untuk menghasilkan laporan keuangan "

Untuk mendapat informasi lebih luas dan lengkap tentang topik ini. Gunakan Google Search Engine

Semoga artikel ini memberi manfaat serta inspirasi. Bila ada yang ingin mendiskusikan bisa klik " Contact Us


Untuk melengkapi pemahaman tentang Unsur dan komponen sistem akuntansi
tonton video di bawah ini.


https://www.gankoko.com/2021/10/unsur-dan-komponen-sistem-akuntansi.html
Video - Unsur dan komponen sistem akuntansi -
"Sistem Akuntansi Dr. Sony Warsono, MAFIS"