Saturday, 6 February 2021

Akuntansi - sebagai system informasi | Bagian 3

Akuntansi - sebagai system informasi | Bagian 3. Laporan keuangan biasanya mencerminkan unsur laporan laba rugi dan perubahan dalam unsur neraca.

Perbandingan antara manfaat dan biaya, bahwa informasi akuntansi yang diterima tersebut harus tidak lebih besar

Akuntansi, lebih besar dari biaya untuk membuat laporan akuntansi tersebut. 

Atau bisa dikatakan bahwa biaya dari pembuatan laporan akuntansi tersebut tidak lebih besar dari manfaat yang akan diterima oleh pemakai informasi tersebut.

Pemakai akuntansi dapat dengan mudah mengerti, yang disesuaikan dengan batas pengertian atau pengetahuan pemakai.

Menggunakan metode-metode pengukuran dan pelaporan akuntansi keuangan yang akan membantu para pemakai informasi, dalam pengambilan keputusan.

Laporan keuangan dari hasil proses Akuntansi dapat dipercaya, teruji, netral, menyajikan informasi yang seharusnya.


Baca juga : Artikel terkait

Tak lupa di ucapkan Terima kasih, telah berkunjung di artikel ini. Mohon kiranya mau memberikan komentar di akhir artikel ini.


Akuntansi - sebagai system informasi | Bagian 3
Akuntansi - Informasi keuangan suatu perusahaan


Akuntansi sebagai laporan keuangan


Akuntansi - sebagai system informasi | Bagian 3Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan.

Informasi pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. 

Laporan keuangan adalah. Laporan keuangan dari proses Akuntansi yang lengkap biasanya meliputi :

  • Neraca
  • Laporan laba rugi komprehensif
  • Laporan perubahan ekuitas
  • Laporan perubahan posisi keuangan yang dapat disajikan berupa laporan arus kas atau laporan arus dana
  • Catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan dari proses Akuntansi


Unsur yang berkaitan secara langsung dengan pengukuran posisi keuangan dalam Akuntansi adalah aset, kewajiban,dan ekuitas. 

Sedangkan unsur yang berkaitan dengan pengukuran kinerja dalam laporan laba rugi dari proses Akuntansi adalah penghasilan dan beban. 

Laporan posisi keuangan dari proses Akuntansi biasanya mencerminkan berbagai unsur laporan laba rugi dan perubahan dalam berbagai unsur neraca.


1. Perbedaan Pelaporan dan Laporan Keuangan


Akuntansi - sebagai system informasi | Bagian 3Haruslah dibedakan antara pengertian Pelaporan keuangan dan laporan keuangan. 

Pelaporan Keuangan dari proses Akuntansi meliputi segala aspek yang berkaitan dengan penyediaan dan penyampaian informasi keuangan. 

Aspek lembaga yang terlibat (misalnya penyusunan standar, badan pengawas dari pemerintah atau pasar modal, organisasi profesi, dan entitas pelapor).

Laporan keuangan dari proses Akuntansi hanyalah salah satu medium dalam penyampaian informasi. 

Bahkan harus dibedakan pula antara statemen (statement) dan laporan (report) dari proses Akuntansi.


2. Pemakai Laporan Keuangan


Akuntansi - sebagai system informasi | Bagian 3Informasi mengenai dampak keuangan yang timbul tadi sangat berguna bagi pemakai untuk meramalkan. 

Akuntansi, Serta membandingkan dan menilai keuangan. Seandainya nilai uang tidak stabil, \

hal ini akan dijelaskan dalam laporan keuangan dari proses Akuntansi

Para pemakai laporan dalam periode Akuntansi yang bersangkutan akan menggunakan untuk meramalkan, membandingkan.

Serta dampak laporan keuangan dari proses Akuntansi yang terjadi dari keputusan ekonomis yang diambil. 

  • Investor
  • Karyawan
  • Pemberi Pinjaman
  • Pemasok dan Kreditor usaha lainnya
  • Pelanggan
  • Pemerintah
  • Masyarakat


3. Tujuan Laporan Keuangan


Akuntansi - sebagai system informasi | Bagian 3Menurut Standar Akuntansi Keuangan yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia.

Akuntansi, Tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, 

Tujuan utama dari laporan keuangan adalah memberikan informasi keuangan dalam periode Akuntansi yang bersangkutan.

Informasi yang mencakup perubahan dari unsur-unsur laporan keuangan dari proses Akuntansi yang ditujukan kepada pihak-pihak lain yang berkepentingan.

Dalam menilai kinerja keuangan dalam satu periode akuntansi terhadap perusahaan disamping pihak manajemen perusahaan. 

Akuntansi, keuangan akan lebih bermanfaat apabila dilaporkan tidak saja aspek-aspek kuantitatif.

Akuntansi, penjelasan-penjelasan lainnya yang dirasakan perlu. 

Dan informasi Akuntansi ini harus faktual dan dapat diukur secara objektif. Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan

Karakteristik kualitatif merupakan ciri khas yang membuat informasi dalam laporan keuangan berguna bagi pemakai. 




Akuntansi - sebagai system informasi | Bagian 3
Akuntansi - membuat informasi dalam laporan keuangan



4. Prinsip Dasar Akuntansi 


Akuntansi - sebagai system informasi | Bagian 3. Akuntansi adalah suatu proses pengdentifikasian, pengukuran, dan pelaporan informasi ekonomi.

Akuntansi, Untuk memungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas dan tegas.

Bagi mereka yang menggunakan informasi laporan dari proses Akuntansi tersebut. 


a. prinsip-prinsip dalam menyusun informasi akuntansi


Dalam menyusun informasi akuntansi, harus berpegang pada prinsip dasar :

Basis Akrual (Accrual Basic)
Pencatatan transaksi Akuntansi dicatat pada saat terjadinya peristiwa ekonomi

Kelangsungan Usaha (Business Continuity)
Perusahaan dalam melakukan kegiatan usahanya tentunya berupaya untuk melaksanakan kegiatan perusahaan secara berkesinambungan atau terus-menerus.

Kesatuan Usaha (Business Entity)
Perusahaan merupakan suatu kesatuan ekonomi yang terpisah dari pihak yang berkepentingan dengan sumber perusahaan.

Pengaitan Biaya (Relevancy)

Harga Perolehan (Historical Cost)
Setiap transaksi pembelian satu barang harus dicatat sebesar harga perolehan tersebut.


b. Tahapan-tahapan penyusunan laporan informasi akuntansi


Dengan  mengacu  pada  prinsip-prinsip  dasar akuntansi tersebut maka proses kegiatan akuntansi meliputi tahapan-tahapan berikut ini.


Tahap pencatatan transaksi

Meliputi penyusunan atau pembuatan bukti-bukti pembukuan atau transaksi Akuntansi :

  • Transaksi internal maupun transaksi eksternal,penjurnalan (journalizing)
  • Jurnal umum maupun jurnal khusus
  • Pemindahbukuan (posting) ke buku besar
  • Buku besar utama atau buku besar pembantu.


Tahap penyiapan laporan keuangan

Laporan Akuntansi meliputi pembuatan daftar saldo percobaan (trial  balances) :

  • Datanya bersumber dari saldo-saldo yang ada pada buku besar
  • Pencatatan penyesuaian
  • Menyesuaikan dengan keadaan atau fakta yang sebenarnya pada akhir periode.


Tahap penyajian laporan keuangan

Laporan Akuntansi meliputi penyajian Laporan Laba-Rugi (income statement) dan Pencatatan Penutup (closing entries), 

  • Penyajian Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
  • Penyajian Laporan Arus Kas (statement of cash flow)
  • Pencatatan Pembalik (reversing entries) jika diperlukan.


5. Karakteristik kualitatif

Akuntansi - sebagai system informasi | Bagian 3. Akuntansi adalah proses mengidentifikasi, mengukur, melaporkan informasi ekonomi dan pengambilan keputusan.

Akuntansi, Penilaian yang jelas serta tidak membingungkan oleh penggunanya.

Informasi laporan keuangan dari proses Akuntansi dapat dinilai secara kulitatif :


a. Dapat dipahami


Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan dari proses Akuntansi dapat dipahami.

Akuntansi, Bentuk serta istilahnya disesuaikan dengan batas para pengguna


b. Relevan


Laporan keuangan dari proses Akuntansi dianggap jika informasi yang disajikan didalamnya dapat mempengaruhi keputusan pengguna


c. Keandalan


Informasi dalam laporan keuangan dari proses Akuntansi bebas dari pengertian yang menyesatkan dan kesalahan material


d. Dapat diperbandingkan


Informasi dari proses Akuntansi disajikan akan lebih berguna bila dapat diperbandingkan dengan laporan keuangan pada periode sebelumnya.




Sebagai penutup, diucapkan terima kasih telah meluangkan waktunya untuk membaca artikel " Akuntansi - sebagai system informasi | Bagian 3. "


Kembali ke Bagian 1


Semoga artikel ini memberi manfaat serta menginspirasi. Bila ada yang ingin mendiskusikan bisa mengklik " Contact Us "




Untuk melengkapi pemahaman tentang akuntansi
silahkan tonton video dibawah ini.


Akuntansi - sebagai system informasi | Bagian 3
Akuntansi - sebagai system informasi





Akuntansi - seagai system informasi | Bagian 3
Akuntansi



Akuntansi - sebagai system informasi | Bagian 2

Akuntansi - sebagai system informasi | Bagian 2, Memproses data menjadi informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan penting.

Akuntansi. Informasi keadaan keuangan saat ini atau masa lalu memiliki nilai prediksi.

Akuntansi, bisa menjadi dasar prediksi keberlangsungan perusahaan dimasa yang akan datang.

Sebagai sebuah prediksi yang di dapat dari proses Akuntansi untuk melakukan pembenaran atau penolakan terhadap perencanaan yang sudah dibuat sebelumnya.

Laporan Akuntansi merupakan Informasi yang harus disampaikan sesegera mungkin.

Akuntansi. untuk menjadi bahan sebagai pengambilan keputusan oleh para pemakai informasi.

Laporan Akuntansi harus dapat dibandingkan.

Akuntansi. laporan keuangan dapat dengan mudah untuk mengetahui persamaan dan perbedaan antar perusahaan


Baca juga : Artikel terkait

Tak lupa di ucapkan Terima kasih, telah berkunjung di artikel ini. Mohon kiranya mau memberikan komentar di akhir artikel ini.


Akuntansi - sebagai system informasi | Bagian 2
Akuntansi - Menyampaikan secara tepat waktu dengan keakuratan


Keakuratan informasi akuntansi


Akuntansi - sebagai system informasi | Bagian 2Sistem informasi akuntansi dapat mendukung otomatisasi pengolahan data dalam jumlah yang besar.

Akuntansi, Dan menghasilkannya secara tepat waktu dengan keakuratan informasi. 

Awal mula sistem informasi akuntansi dirancang untuk fungsi pengkajian. 

sistem informasi akuntansi yang utama dikembangkan secara "in-house" sebagai sistem yang bersifat warisan 

AkuntansiSeperti solusi yang mahal untuk dikembangkan dan sulit untuk dipertahankan. 

Oleh karena itu, para praktisi akuntansi memilih pendekatan manual daripada berbasis komputer. 


1. Konsep-konsep dasar laporan akuntansi


Akuntansi - sebagai system informasi | Bagian 2Untuk perusahaan perseorangan dan usaha bersama hendaknya dibuat satu pos.

AkuntansiPrive (pengambilan pribadi). Pemindahan harta dari perusahaan ke pemilik harus melalui transaksi pembagian laba.


a. Konsep Entitas Usaha


Akuntansi. Konsep entitas usaha penting karena membatasi data transaksi dalam sistem akuntansi terhadap data yang berhubungan langsung dengan kegiatan usaha.

Konsep ini menghendaki pemisahan secara tegas antara perusahaan dengan pemilik, agar laporan Akuntansi menjadi real.


b. Konsep Kelangsungan Usaha


Akuntansi. Konsep ini menghendaki adanya dasar pemikiran bahwa suatu perusahaan didirikan untuk jangka waktu tak terbatas.


c. Konsep Dasar Keuangan


Akuntansi. Konsep ini menghendaki agar penyusunan laporan keuangan.

Akuntansi, menggunakan kesatuan unit pelaporan (unit keuangan setempat antara lain: rupiah, dollar, dan sebagainya).

Sehingga ada kesatuan pemahaman dari pembaca laporan keuangan yang dihasilkan dari proses akuntansi.


d. Konsep Realisasi Penghasilan


Akuntansi. Konsep ini menyatakan bahwa realisasi penghasilan adalah ketika adanya penjualan atau penyerahan jasa, bukan saat pembayarannya.


e. Konsep Harga Pokok


Akuntansi. Konsep ini menghendaki adanya pengukuran aset sebesar nilai perolehan awal (historical cost)

AkuntansiDan pengakuan kewajiban sebesar nilai yang harus dibayar ketika jatuh tempo.


f. Konsep membandingkan antara penghasilan dan biaya


Akuntansi. Konsep ini menghendaki adanya ketetapan dalam menandingkan penghasilan satu periode buku.

Akuntansi. jumlah biaya untuk memperoleh penghasilan tersebut. 

Penghasilan yang melebihi satu periode tidak diperkenankan untuk ditandingkan dengan biaya yang melebihi satu periode Akuntansi.


g. Konsep konsistensi


Akuntansi. Konsep ini menghendaki penggunaan metode-metode secara tepat dari satu periode ke periode selanjutnya. 

Jika terpaksa diadakan perubahan untuk memberi manfaat pada system akuntansi khususnya laporan keuangan.

Maka harus diberikan penjelasan mengenai pengaruhnya terhadap laporan Akuntansi tersebut.


h. Konsep penjelasan / pengungkapan


Akuntansi. Konsep ini menghendaki agar laporan keuangan mencakup informasi yang diperlukan untuk penyajian yang terbuka.

AkuntansiSehingga tidak membuat pembaca keliru menafsir laporan keuangan tersebut.


i. Konsep materialitas


Akuntansi. Materialitas merupakan pelengkap dari konsep penjelasan. 

AkuntansiDalam konsep ini dikehendaki bahwa hal-hal yang material (dipandang berbobot).

AkuntansiBaik jumlah maupun keadaannya, memerlukan penjelasan yang memadai.


j. Konsep hati-hati


Akuntansi. Dalam laporan keuangan tidak diperkenankan menunjukkan aset di atas harga pokoknya, demikian juga kewajiban. 

AkuntansiKonsep ini menghendaki kecenderungan minimalisasi pencantuman modal.

Akuntansi menetapkan bahwa laba atau penghasilan tidak bisa diakui sebelum direalisasi.

AkuntansiSedangkan rugi/kewajiban harus diakui begitu bisa diperkirakan.


k. Konsep biaya


Konsep objektivitas
Konsep ini menghendaki bahwa semua pos yang dicantumkan dalam laporan keuangan. 

Akuntansi. Hal itu harus didukung oleh bukti-bukti yang objektif (bukti yang dapat diterima kebenarannya).

Konsep unit pengukuran
Seluruh informasi utama dalam laporan keuangan itu diukur dengan satuan ukur uang



Akuntansi - sebagai system informasi | Bagian 2
Akuntansi - dirancang untuk mendukung laporan keuangan


2. Landasan dasar peraturan penyelenggaraan akuntansi


Akuntansi - sebagai system informasi | Bagian 2Kewajiban penyelenggaraan pencatatan (akuntansi) di Indonesia diatur dalam :

a. Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD) Pasal 6 ayat (1) yang mana mewajibkan kepada setiap orang yang menjalankan perusahaan untuk menyelenggarakan catatan akuntansi, sehingga sewaktu-waktu dapat diketahui segala hak dan kewajibannya. 

Selain itu dalam KUHD Pasal 6 ayat (2) dinyatakan bahwa pengurus setiap tahun diwajibkan membuat neraca dan laporan-laporan lain yang harus selesai dibuat dalam jangka waktu selambat-lambatnya  enam bulan tahun berikutnya.

b. UU No.16 Tahun 2000 tentang ketentuan umum dan tata cara perpajakan pasal 28 “orang pribadi atau badan usaha (perusahaan) yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas di Indonesia wajib menyelenggarakan pembukuan.”


3. Pemakai Informasi Akuntansi


Akuntansi - sebagai system informasi | Bagian 2Sistem informasi akuntansi dirancang untuk mendukung semua fungsi akuntansi

Berbagai kegiatan perusahan termasuk auditing, akuntansi keuangan & pelaporannya, manajerial/manajemen akuntansi dan pajak. 

Pemakai/pengguna informasi akuntansi dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu pihak internal dan pihak eksternal.


a.  Pihak Internal


Akuntansi. Pihak intern adalah pemakai informasi dari dalam perusahaan itu sendiri.

Contohnya Pimpinan Perusahaan (direktur, manajer, kepala bagian ).


b. Pihak Eksternal


Akuntansi. Yang memiliki kepentingan terhadap perusahaan dari pihak eksternal meliputi :

  • Kreditor
  • Pemilik perusahaan
  • Pemegang saham/investor
  • Pemerintah
  • Pelanggan
  • Masyarakat.


4. Kualitas Informasi Akuntansi


Akuntansi - sebagai system informasi | Bagian 2Sistem informasi akuntansi memproses berbagai transaksi keuangan

Serta transaksi nonkeuangan yang secara langsung memengaruhi pemrosesan transaksi keuangan dalam proses Akuntansi.

AkuntansiIntegrasi informasi bersama dan mampu mengakses data yang sama serta melaksanakan proses bisnis secara kompleks. 

Dengan penerapan sistem informasi akuntansi, banyak perusahaan yang telah mengeleminasi keahlian rendah, peran transaksional dan operasional akuntansi.

Sebuah informasi akuntansi dianggap berkualitas jika memenuhi persyaratan :


a. Perbandingan antara manfaat dan biaya


Berarti biaya pembuatan laporan informasi akuntansi tidak boleh melebihi manfaat yang diperoleh pihak pengguna informasi.


b. Dapat dipahami


Berarti laporan dari proses akuntansi yang dibuat harus sesuai dengan pemahaman pihak pengguna.


c. Relevan


Berarti laporan informasi akuntansi bisa berguna secara langsung dalam pengambilan keputusan.


d. Dapat dipercaya


Berarti informasi akuntansi dapat diuji, netral, dan menyajikan keadaan yang sebenarnya.


e. Nilai prediksi


Berarti data laporan dari proses Akuntansi yang ada saat itu bisa dijadikan dasar prediksi di masa depan.


f. Umpan balik


Akuntansi. Berarti berupa penerimaan, penolakan, atau pengambilan peluang di masa lalu.


g. Tepat waktu


Berarti informasi akuntansi yang diberikan harus tepat waktu agar pengambilan keputusan tidak tertunda.


h. Dapat diperbandingkan dan konsisten


Berarti informasi akuntansi harus bisa diperbandingkan agar mengetahui persamaan dan perbedaan dengan perusahaan sejenis.


i. Materiality


Berarti tidak menimbulkan kekeliruan dalam laporan keuangan dari proses Akuntansi pengambilan keputusan.




Sebagai penutup, diucapkan terima kasih telah meluangkan waktunya untuk membaca artikel " Akuntansi - sebagai system informasi | Bagian 2"


Lanjutkan ke Bagian 3


Semoga artikel ini memberi manfaat serta menginspirasi. Bila ada yang ingin mendiskusikan bisa mengklik " Contact Us "




Untuk melengkapi pemahaman tentang Akuntansi
silahkan tonton video dibawah ini.

Akuntansi - sebagai system informasi | Bagian 2
 Akuntansi - sebagai system informasi




Akuntansi - sebagai system informasi | Bagian 2
Akuntansi