Sunday, 9 February 2020

Akuntansi sederhana usaha kecil dan menengah

" Akuntansi sederhana usaha kecil, yang perlu dilakukan dalam proses mencatat keuangan adalah membuat buku catatan yang terpisah satu dan lainnya "

Kesalahan yang sering dilakukan oleh pengusaha adalah mencampur aduk keuangan. Merasa kebingungan memisahkan antara keuangan perusahaan dan pribadi. 

Strategi yang perlu dilakukan agar usaha yang dirintis bisa berkembang dan sukses. 

Salah satu harus dilakukan pengusaha adalah dengan membuat pembukuan agar laporan keuangan lebih tertata. 

Banyak pengusaha yang masih menganggap bahwa pembukuan ini tidak terlalu penting. Sebagian pengusaha hanya fokus pada kegiatan marketing dan pengembangan produk saja. 


Baca juga : Artikel yang terkait

Gunakan fungsi Google Search Engine untuk mendapatkan informasi tentang website yang terkait dengan materi bahasan ini yang lebih luas dan lebih lengkap.


https://www.gankoko.com/2020/02/akuntansi-sederhana-usaha-kecil.html
Gambar - Akuntansi sederhana untuk usaha kecil dan menengah


1. Akuntansi sederhana usaha kecil dan pelaksanaannya


Akuntansi sederhana usaha kecil. Idealnya penggunaan akuntansi sederhana  walau masih secara sederhana. Mulailah dari awal sejak memulai bisnis itu mulai berjalan. 

Sehingga permasalahan yang timbul dalam menggunakan sistem akuntansi sederhana. Tidak seberat permasalahannya mana kala bisnis sudah berjalan dan sudah berkembang besar. 

Mengadakan dan melaksanakan akuntansi sederhana secara sederhana dan pelaporan akuntansi keuangan. Bagi bisnis untuk masa depan dan untuk jangka panjang. 

Betapa besar dan peran akuntansi sederhana dalam sebuah bisnis, walau bisnisnya masih relative kecil. 

Masih banyak saja yang menganggap bahwa akuntansi sederhana merupakan hal yang merepotkan. Sehingga akuntansi sederhana hanya di lihat dengan sebelah mata. 

Namun banyak pebisnis pemula yang menyadari bahwa pencatatan bisnis itu penting. Keterbatasannya dalam pemahaman walau akuntansi sederhana.

Akhirnya hal tersebut dilihat hanya sebelah mata. Dan hanya menambah kerumitan dan sulit  untuk di laksanakan. 

Sehingga kecenderungan enggan untuk menyusun akuntansi sederhana sekalipun. Membuat laporan Keuangan, diharapkan perkembangan bisnisnya akan terus maju.

Problem juga semakin komplek yang akan dihadapi. Disarankan untuk menggunakan Soft ware aplikasi akuntansi sederhana. 

Soft ware yang telah banyak beredar dan harganya juga relative terjangkau. Bila dirasakan sudah memerlukan beberapa orang. 

Namun bila dirasa masih memungkinkan pencatatan dilakukan secara manual, maka ikuti cara dan prosedur yang benar. 

Merealisasikan penyelenggaraan akuntansi sederhana dapat disesuaikan dengan bisnis yang ada. Begitu juga dapat disesuaikan tenaga pelaksananya. 

Bila pencatatan masih secara manual maka dibawah ini menguraikan hal-hal yang mendasar. Langkah-langka sebagai berikut :


a. Inventaris semua nota


Melaksanakan akuntansi sederhana dengan mengawali pengelompokan. Pengelompokan nota-nota transaksi dari sejak awal mulai berbisnis.

Dan di sortir setiap nota berdasar waktu (bulan dan tahunnya). Tahap selanjutnya pengelompokan pos-pos. 

Pas-pos untuk Neraca dan pos-pos untuk Laba Rugi seperti dibawah ini :

Neraca :
  • Pos Aktiva
  • Pos Hutang

Laba Rugi :
  • Pos Penjualan
  • Pos Biaya-biaya

Berdasarkan Kriteria-kriteria tersebut diatas, pos-pos dapat sesuai kebutuhan bisnis.


b. Persiapkan dan buat  buku pencatatan


Keberhasilan dalam membuat persiapan sama artinya dengan mempersiapkan keberhasilan. 

Salah satu hal yang harus dipersiapkan adalah pembukuan untuk usaha. Tidak sedikit dari para pengusaha start up dan masih belum menjalankan pembukuan usaha. 

Padahal fungsi pembukuan ini sangat vital bagi kelangsungan usaha start up. Pembukuan wajib dibuat bagi suatu usaha meskipun dalam bentuk sederhana : 

  • Buku Catatan harian untuk mencatat semua transaksi harian juga diikuti dengan bukti-buktinya (Voucher)
  • Buku Jurnal
  • Buku untuk mencatat semua jurnal dari setiap bukti-buktinya (Voucher) yang ada
  • Buku besar
  • Buku untuk mencatat transaksi sesuai jurnal yang ada sesuai dengan bukti-buktinya (Voucher) yang  sudah diberi jurnal.


c. Pencatatan transaksi 


Pencatatan transaksi ke buku besar dari transaksi-transaksi yang telah di jurnal sesuai dengan yang telah di kriteria. 

Pencatatan transaksi (voucher) jurnal untuk di input ke buku besar. Hendaknya disesuaikan dengan tanggal, nomer urut dan yang telah kategori dalam pos yang sesuai. 

Pastikan tidak ada voucher  yang lewat dan telah tersusun sesuai tanggal dan pos-pos. Beberapa transaksi kadang perlu dicatat dalam beberapa jurnal. 

Seperti ketika mendapat pembayaran piutang dari konsumen. Maka secara otomatis sifatnya mengurangi nilai piutang dari konsumen tersebut dan harus diakui dalam jurnal piutang.


d. Lakukan secara konsisten


Pencatatan transaksi secara konsisten setiap saat.  Hal ini sangat penting dilakukan agar penyelenggaraan walau akuntansi sederhana bisnis dapat dirasakan manfaatnya. 

Pencatatan seluruh transaksi yang mencakup seluruh aktivitas keuangan bisnis. Walau masih bersifat sementara karena belum di tutup pembukuan. 

Hasil sementara tersebut sudah dapat memberi gambaran posisi keuangan bisnis. 

Pastikan transaksi-transaksi yang telah di buku telah benar dan tepat sesuai dengan yang sesungguhnya.


e. Tambahkan akun penyesuaian


Pada dasarnya komponen biaya masuk ke dalam pos Laba-Rugi. Namun pencatatan biaya mengurangi kas dan sifatnya mengurangi kekayaan atau aset. 

Perlu penyesuaian (ajusment) bahwa sesungguhnya biaya masuk dalam komponen perhitungan Laba Rugi.


f. Penambahan akun seiring perkembangan


Penambahan akun seiring perkembangan tentunya pasti terjadi. Karena adanya penambahan pos-pos dalam operasional serta perkembangan dan komplek.

Penambahan akun-akun  seperti untuk komponen Neraca dan komponen Laba-Rugi. 

Pebisnis memulai berbisnis kerap tidak memprioritaskan pencatatan–pencatatan terhadap bisnisnya. Bahkan tidak memprioritaskan untuk mempersiapkan walau akuntansi sederhana. 

Serta sering menunda-nunda pelaksanaannya. Dengan alasan ;

  • Transaksi masih bisa diingat
  • Belum dirasakan penting
  • Bisnisnya hanya bisnis sampingan


Setelah menyadari pentingnya Akuntansi sederhana untuk laporan keuangan. Pebisnis hendaknya memahami bagaimana menyelenggarakan Akuntansi sederhana. 

Serta membuat laporan keuangan. Untuk tahap awal setidak dengan 3M (Mulai Mempersiapkan & Menyelenggarakan). 

Akuntansi keuangan baik untuk bisnis besar/bisnis berskala kecil. Akuntansi keuangan berperan penting bahkan sangat vital. 

Menjadi suatu keharusan menggunakan akuntansi keuangan dalam berbisnis. 

Memiliki akuntansi sederhana walau caranya masih sederhana harus di laksanakan, keharusan untuk kelangsungan bisnis. 

Laporan keuangan selain sebagai alat untuk proses pengambilan keputusan bisnis. Informasikan pencapaian bisnis dan posisi keuangan pada periode tertentu seperti :

  • Posisi Kekayaan
  • Posisi Hutang
  • Posisi Laba Rugi


Pebisnis yang memiliki sistem walau masih akuntansi sederhana harus dilakukan dengan baik. 

Walau bisnisnya masih berskala kecil secara psychologis akan menambah kepercayaan diri dan menambah keyakinan. 

Manfaat lainnya walau masih Akuntansi sederhana akan memberikan informasi keuangan bisnis secara akurat dan dapat dipercaya. 

Serta bermanfaat untuk memberikan informasi untuk kepentingan pihak ketiga. Karena pentingnya laporan akuntansi keuangan. 

Maka setiap akhir tahun selalu dikejar deadline laporan keuangan bisnis. Akuntansi penting untuk :

  • Untuk mengetahui posisi keuangannya
  • Untuk evaluasi bisnisnya
  • Untuk mengambil keputusan
  • Untuk membuat perencanaan bisnis ke depannya
  • Untuk membuat strategi bisnis berikutnya
  • Untuk kepentingan pihak-pihak yang berkepentingan



Arus Kas (Cash Flow)

Banyak Pebisnis baik berskala menengah maupun berskala kecil tidak memiliki Cash Flow (aliran Kas). 

Sehinga sering pebisnis menghadapi kesulitan mengetahui putaran keuangannya. Cash Flow bukan bagian dari Akuntansi, tapi bagian dari manajemen keuangan. 

Cash Flow juga memiliki peran sangat penting dalam berbisnis. Aliran Kas (cash flow) bila dilaksanakan secara konsisten. 

Kesulitan yang berat dalam putaran keuangan dapat minimal. Kewajiban - kewajiban yang segera dibayar. Maka Pebisnis akan dapat segera mencari solusinya. 

Apakah dengan mencari pinjaman kepada pihak ketiga atau dengan cara lainnya. Dengan memiliki Aliran Kas (cash flow) dapat menjadwalkan pengeluaran operasional bisnisnya. 

Dan di menyesuaikan dengan penerimaan uang masuknya dari penjualan. Cash Flow sebaiknya dibuat secara periodik atau sesuai kebutuhan. 

Sehingga Pebisnis dapat melihat dan prediksi cash flow, misalnya :

  • Cash flow per mingguan,
  • Cash flow per bulanan,
  • Cash flow per tahunan.




2.  Akuntansi sederhana usaha kecil dan perannya untuk operasional


Akuntansi sederhana usaha kecil, sukses tidaknya usaha bukan bergantung pada besarnya modal atau pun sumber daya yang dimiliki. 

Akan tetapi ada hal penting yang perlu dikelola dengan benar. Dan itu adalah pengelolaan keuangan dengan Akuntansi 

Banyak pelaku usaha kecil yang merasa tidak perlu melakukan pengelolaan keuangannya walau Akuntansi sederhana. Mereka menganggap karena usahanya masih skala kecil. 

Akuntansi sederhana pun hanya dilakukan seadanya. Padahal mengelola dalam hal ini melakukan pencatatan keuangan dalam usaha kecil itu sangat penting. 

Dan ini bisa menentukan perkembangan usaha ke depannya. Fakta banyak usaha kecil yang terpaksa gulung tikar. Bermasalah dengan kondisi keuangannya. 

Sayangnya tidak banyak yang sadar. Masih banyak yang beranggapan kalau usaha yang sukses itu yang modalnya besar dan memiliki transaksi yang banyak. 

Tidak ada kata terlambat bila penyusunan Akuntansi sederhana segera mungkin dilaksanakan dengan sistem akuntansi. 

Dengan sesegera mungkin dalam melaksanakan akuntansi sederhana. Maka akan dengan segera mendapatkan manfaatnya melaksanakan akuntansi keuangan dalam berbisnis. 

Pentingnya mengelola keuangan bisnis adalah untuk membuat Akuntansi sederhana. Tujuan penting pembuatan laporan keuangan tersebut untuk ;

a. Untuk mengetahui informasi aset


Aset yang dimiliki oleh bisnis maupun perusahaan tertentu akan dapat diketahui dengan adanya laporan keuangan. 

Karena, dalam Akuntansi sederhana, bahkan secara detail mendapatkan penjelasan tentang aset. Seberapa banyak yang masih dimiliki dan seberapa banyak yang sudah terbuang.


b. Untuk mengetahui perkembangan modal


Modal adalah sebuah hal yang penting dalam bisnis dan kegiatan bisnis lainnya. Menjadi salah satu faktor penting yang digambarkan dalam sebuah laporan keuangan. 

Semua informasi yang dibutuhkan akan ditemukan di laporan tersebut. Terkait seberapa banyak modal yang tersedia, yang diperlukan dan yang telah digunakan.


c. Untuk mengetahui arus kas


Ini juga akan menggambarkan bagaimana pengelolaan arus kas. Apakah masih kurang stabil, tidak memadai dan bahkan berjalan dengan lancar. 

Setiap pelaku yang melakukan tindakan ekonomi pastinya membutuhkan rincian mengenai arus kas tersebut. 


d. Bentuk pertanggungjawaban pengelola


Laporan keuangan akan menjadi salah satu alat yang digunakan untuk pertanggungjawaban manajemen. 

Karena ini adalah salah satu laporan yang sangat penting dan akan mendefinisikan keadaan perusahaan. 

Pengelola bisnis harus mempertanggungjawabkan dengan baik kepada pemilik dan kreditur. 

Nantinya, inilah yang akan menjadi alat untuk mengetahui bagaimana keadaan dari perusahaan tersebut selama sebuah periode tertentu. 

Keuntungan yang ada, harus dipertanggungjawabkan. Dan diberikan bukti yang nyata dan pasti. Laporan inilah yang menjadi alat pembuktian.


e. Sebagai alat pertimbangan pemilik perusahaan


Tidak ada hal yang selalu mulus, begitu juga yang terjadi dalam sebuah keuangan bisnis. 

Ketika hal tersebut menjadi lebih buruk atau bahkan lebih baik, sang pemilik harus melakukan tindakan. 

Salah satu bahan pertimbangan untuk melakukan tindakan di perusahaan dalam sebuah periode adalah laporan keuangan ini. 

Dengan melihat hasil yang ditunjukkan dalam laporan keuangan. Pemilik perusahaan akan menentukan dan evaluasi dan keputusan yang akan di lanjutkan pada periode berikutnya.


f. Pencapaian target bisnis


Walaupun pihak pemilik adalah yang bertanggung jawab membuat dan melaporkan laporan ini. Namun, ini juga menyangkut tujuan pembuatan. 

Dimana pihak pemilik yang nantinya akan mengetahui apakah target mereka cukup atau tidak di periode tersebut. 

Apakah sudah sesuai dengan rencana yang sebelumnya. Ini juga akan menjadi bahan evaluasi untuk masa yang akan datang.


g. Sebagai alat pertimbangan bagi pemilik bisnis


Untuk bisa menjalankan sebuah bisnis, tentu diperlukan modal. Jadi pemilik yang berkontribusi dan berhak mengetahui bagaimana perkembangan dari bisnis tersebut. 

Pelaporan inilah yang nantinya akan menjadi media pertimbangan pemilik bisnis. Dimana mereka akan menentukan untuk tetap berkomitmen dengan bisnisnya.


h. Untuk bahan evaluasi kreditur


Tidak hanya pemilik saja yang menggunakan laporan ini sebagai bahan evaluasi. Para kreditur juga berkepentingan untuk melakukan penilaian. 

Kreditur juga memerlukan laporan keuangan. Laporan akan di pergunakan sebagai bahan evaluasi dan alat pertimbangan. 

Dengan laporan keuangan bisa untuk memprediksi apakah keuangannya yang ada bisa lancar dan mencukupi untuk pembayaran angsuran pinjaman. 

Kreditur tentunya tidak akan begitu saja memberikan kredit pinjaman. Jika kondisi keuangannya tidak baik. Atau arus kas yang ada dinilai tidak baik.




3. Akuntansi sederhana usaha kecil dan Keuntungan memiliki akuntansi 


Akuntansi sederhana usaha kecil, sukses tidaknya sebuah usaha bukan bergantung pada besarnya modal. 

Atau pun sumber daya yang dimiliki, akan tetapi ada hal penting yang perlu dikelola dengan benar. Dan itu adalah pengelolaan keuangan. 

Banyak pelaku usaha kecil yang merasa tidak perlu terlalu detail dalam melakukan pengelolaan. Mereka menganggap karena usahanya masih skala kecil. 

Akhirnya pengelolaan keuangan hanya dilakukan secara sederhana. Padahal mengelola dalam hal ini melakukan pencatatan keuangan dalam usaha kecil itu sangat penting. 

Dan ini bisa menentukan perkembangan usaha ke depannya. Fakta banyak usaha kecil yang terpaksa gulung tikar karena bermasalah dengan kondisi keuangannya. 

Masih banyaknya Pebisnis yang beranggapan bahwa pengelolaan keuangan hanya di lihat sebelah mata. 

Tidak mempertimbangkan manfaat mencatat keuangan pada usaha kecil itu yang akan didapatkan, seperti :


a. Dapat mengendalikan keuangan usaha


Dengan memiliki Akuntansi keuangan yang jelas dan sistematis. Melihat apa saja yang memang dibutuhkan. 

Ketika ingin mengeluarkan uang untuk kebutuhan, nantinya dapat mempengaruhi kondisi keuangan. Pengeluaran uang kas bukan sekadar membelanjakan uang dengan percuma. 

Tetapi harus benar-benar yang telah sesuai dengan disesuaikan untuk kelancaran operasional.


b. Sebagai indikator untung rugi


Dengan melaksanakan akuntansi keuangan secara konsisten. Maka akan bisa memantau kinerja keuangan bisnis.

Apakah sedang dalam kondisi baik atau merugi. Kalau tanpa adanya pembukuan, mustahil akan bisa melihat apakah bisnis tersebut laba atau rugi. 

Mendekati akhir tahun pemilik harus mengetahui kondisi yang sebenarnya. Tentang bisnis dalam kurun waktu tahun terakhir. Bila telah terjadi kesalahan pembukuan. 

Maka di tahun depan bisa melakukan perbaikan (ajustment) sesuai kebutuhan.


c. Untuk memudahkan untuk pelaporan pajak


Jika telah memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) maka di wajib untuk melaporkan pajak. 

Untuk melaporkan pajak butuh catatan keuangan dalam satu tahun terakhir. Yang sumbernya dari perhitungan Laba / Rugi usaha bisnis tahun terakhir.


d. Untuk kelengkapan syarat pengajuan pinjaman


Bila bisnis butuh tambahan modal untuk penambahan modal kerja atau juga untuk pinjaman investasi. 

Maka laporan keuangan yang telah dibuat dapat di jadi dasar pengajuan pinjaman. Pada umumnya Bank memberi syarat kepada calon debitur memiliki laporan keuangan. 

Dengan adanya laporan keuangan pihak bank atau investor akan melihat kondisi keuangan calon Debitur melalui laporan keuangan. 

Akan menjadi sulit bila tidak memiliki laporan keuangan. Demikian juga paska pencairan pinjaman, diwajibkan melaporkan laporan keuangan setiap periodik kepada bank. 

Laporan keuangan yang disampaikan kepada Bank adalah bentuk pertanggungjawaban dalam penggunaan dana pinjaman. Inilah manfaat lain dari menggunakan akuntansi.




Sebagai penutup, diucapkan terima kasih telah meluangkan waktunya untuk membaca artikel
Akuntansi sederhana usaha kecil.  

Semoga artikel ini memberi manfaat serta inspirasi. Bila ada yang ingin mendiskusikan bisa klik "Contact Us"


Untuk melengkapi pemahaman tentang Akuntansi sederhana usaha kecil
silahkan tonton video dibawah ini.


https://www.gankoko.com/2020/02/akuntansi-sederhana-usaha-kecil.html
Video - Akuntansi sederhana usaha kecil -
Cara Mengelola Keuangan Usaha kecil Anda

1 comment:



Terima kasih, telah membaca dan memberi komentarnya

Semoga Artikel ini memberi inspirasi dan bermanfaat.