Thursday, January 30, 2020

Kiat untuk memiliki bisnis sendiri


Memiliki Kiat untuk memiliki bisnis sendiri,  maka dengan demikian dalam menjalankannya tidak akan mudah menyerah, walau tantang yang tidak ringan.


Memiliki Strategi bisnis yang Cantik untuk bisnis adalah merupakan kunci sukses dengan menetrapkan dan menentukan strategi bisnis secara konsesiten agar terhindar dari gagal manajemen.




Baca juga : Artikel yang terkait


Menjadi seorang Enterpreneur pastinya memiliki Strategi serta memiliki taktik yang jitu dan cerdas dalam berbisnis. Naluri seorang entrepreneur yang kreatif dan memiliki perspektif tentang mengkelola  bisnis.


Enterpreneur memiliki perspektif bagaimana cara merealisasikan ide bisnisnya serta bagaimana cara mengelola bisnis yang baik dan konsisten.


Tak lupa di ucapkan Terima kasih, telah berkunjung di artikel ini. Mohon kiranya mau menshare dan meninggalkan komentar di akhir artikel ini.







Kiat untuk memiliki bisnis sendiri
Kiat untuk memiliki bisnis sendiri




Modal dasar untuk miliki bisnis sendiri 


Membahas tentang Berbisnis dengan menangkap peluang bisnis. Maka unsur-unsur yang mendasar adalah harus memiliki niat yang kuat untuk melaksanakan. Memiliki kemuan yang kuat serta mau bergerak sekarang juga agar dapat terlaksana :



  • Memiliki Niat
  • Memiliki Kemauan
  • Memiliki Kemampuan
  • Mau Bergerak sekarang juga



1. Memiliki Niat


Memiliki Niat adalah unsur yang menentukan, Niat adalah awal dari suatu perbuatan untuk melaksana sesuatu. Namun niat saja tidak cukup bila tidak sertakan kemuan untuk bergerak.


Sehingga Memiliki Niat yang kuat dan mau bererak untuk melaksanakan adalah awalnya dari hal yang di sebut diatas. Dan akan menjadi lebih memungkinkan terlaksananya hal tersebut.




2. Memiliki Kemauan


Memiliki kemauan yang kuat dan juga unsur utama yang berikutnya, karena unsur kemauan dapat terlaksana bila saja didasari oleh niat yang kuat. Kedua unsur ini bagaikan dua sisi mata uang yang menjadi satu kesatuan dan tidak dapat terpisahkan satu dengan lainnya


Kemauan dapat diartikan sebagai modal utama dari sebuah komitmen dari diri seseorang sehingga komitmen diri seseorang dapat terlihat kualitas komitmennya.


Kita diketahui bahwa komitmen yang berkaitan dengan kemauan untuk bergerak sekarang juga adalah awal dari kesuksesan. Memulai berbisnis sendiri dengan peluang dan potensi yang ada  yang berkaitan dengan niat dan dengan kemauan.


Kemauan yang tidak akan pernah menyerah sebelum berhasil memperoleh apa yang diinginkannya dapat terlaksana. Kualitas sebuah komitmen sangat menentukan kemauan untuk bergerak sehingga mau bergerak sekarang juga menjadi titik awal dari sebuah pergerakan.


Memiliki Kemauan adalah kunci dari segalanya, walau demikian untuk dapat memiliki sebuah kemauan itu sendiri. Terkadang menjadi sulit manakala tidak diikuti oleh adanya Niat yang mendasarinya. Jadi kemauan harus :



  • Mau memulai sekarang juga
  • Mau menyukai apa yang dilakukannya
  • Mau belajar mendalami tentang apa yang sedang dihadapinya.
  • Mau mengambil resiko terberat sekalipun
  • Mau berbagi kepada orang disekitarnya, agar kegiatannya mendapatkan dukungan
  • Berani mengambil resiko terberat sekalipun
  • Dan lain-lain



3. Kemampuan dalam berbisnis


Merupakan kunci sukses yang ke empat adalah Kemampuan dari pelakunya. Pelaku bisnis sebagai seorang wiraswastawan selayaknya mengetahui dan memahami seluk beluk usaha yang akan digelutinya.


Setiap pelaku bisnis untuk berbisnis menuju sukses harus Secara terus menerus mau mempertajam keakhlian.


Mau terus belajar untuk meningkatkan mengetahuan tentang rencana bisnis yang akan diujudkan merupakan hal yang sangat mutlak, kemampuan dalam hal :

  • Membuat rencana bisnis dengan konsep,
  • Menciptakan Visi dan Misi bisnis
  • Penelitian pasar
  • Pemasaran
  • Membangun Jaringan
  • Membuat Situs



4. Mulai bergerak sekarang juga.


Mulai bergerak sekarang juga untuk menciptakan peluang bisnis, dengan memulai sekarang juga dan jangan di tunda-tunda lagi. Karena setiap detik yang ditunda untuk memulai sesuatu, berarti anda sendiri yang menundanya untuk lekas terwujud.


Sekarang, mulailah bergerak, kalau tidak sekarang, kapan lagi…?


Harus ada yang optimis terhadap apa yang ingin dilakukan bahwa rasa optimistis juga merupakan pemicu keyakinan untuk suatu keberhasilan. Walau pada awalnya masih kekurangan di sana sini, 


namun jika tidak pernah untuk memulai, maka dapat dipastikan tidak akan pernah berjalan. Persoalannya adalah bagaimana untuk memulai bergerak untuk Memulai berbisnis sendiri dengan peluang dan potensi yang ada.


Pada awalnya biasanya terasa sangat sulit, namun bila sudah dimulai untuk bergerak maka semuanya berjalan apa adanya.


Pada umumnya untuk memulai bergerak sering terkendala masih banyaknya kekurangan disana sini, dan dari mana dahulu memulainya. Untuk memulai bergerak dengan ACTION.



- Action


Action atau tindakan adalah awal dari mau memulai bergerak, mau melakukan action, mau mengambil tindakan untuk mengambil peluang yang ada.


Orang yang kreatif adalah sosok yang tidak suka dengan berdiam diri dan selalu mendahulukan tindakan dalam kesehariannya.



- Creative


Sosok yang kreatif sering menciptakan dan mengembangkan sesuatu yang mungkin sebelumnya dianggap biasa atau bahkan mustahil oleh banyak orang.


Kreativitas sering membuat keberhasilan dan membuat nilai tambah dalam apapun yang digelutinya.


Sosok kreatif tidak jarang menghadapi tantangan dan kendala namun kendala-kendala tersebut menjadikan tantangan. Semakin besar justru memompa semangatnya untuk lebih kreatif.



- Trust


Trust sebagai prinsip hidupnya. Dalam pengertian ke luar diri, trust berarti tekad untuk memegang kepercayaan. Kepercayaan adalah yang harus tetap terjaga dalam diri seseorang,


Trust berarti percaya pada dirinya. Pada apa yang di-ACTION-kannya. Sosok yang kreatif punya rasa percaya diri untuk melakukan Action.



- Indenpendent


Independent atau kemandirian sering menjadikan diri yang kreatif. Sosok yang kreatif biasanya mandiri dalam bekerja ia mau mewujudkan kreatifitasnya.


Pada umumnya sosok yang kreatif ingin selalu bebas dan selalu ingin mengatur apa yang dilakukannya sesuai yang ia mau. Walau juga membuatnya sadar akan resiko yang mungkin terjadi, dan ia siap menanggungnya sebab telah memilih.



- Opportunity


Opportunity atau kejelian melihat peluang atau kesempatan adalah ciri seseorang yang kreatif, sering saja menemukan ide-ide yang bisa menjadi peluang, Kejeliannya melihat peluang tersebut bukan saja menghasilkan dan bermanfaat bagi dirinya namun juga untuk banyak orang.



- No Quit


Sosok yang kreatif  selalu saja menemukan ide-ide baru dan tak pernah menyerah dan tak pernah berhenti untuk Action. Kegagalan tak pernah dianggapnya sebagai kegagalan. 


Setiap kali gagal dengan cepat ia mencobanya kembali dan ACTION lagi. Karena ia yakin bahwa apa yang dilakukannya adalah sesuatu yang telah diyakininya.







Kiat untuk memiliki bisnis sendiri
Memiliki bisnis sendiri   |  Kiat Usaha Untuk Memulai Berbisnis



Kreteria Usaha Mikro, Kecil dan Menengan

(1) Kriteria Usaha Mikro adalah sebagai berikut:


a. Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau


b. Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah).



(2) Kriteria Usaha Kecil adalah sebagai berikut:


a. Memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.

b. Memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp2.500.000.000,00 (dua milyar lima ratus juta rupiah).



(3) Kriteria Usaha Menengah adalah sebagai berikut:


a. Memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh milyar rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau


b. Memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp2.500.000.000,00 (dua milyar lima ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp50.000.000.000,00 (lima puluh milyar rupiah).



(4) Kriteria sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, huruf b, dan ayat (2) huruf  a, huruf b, serta ayat (3) huruf a, huruf b nilai nominalnya dapat diubah sesuai dengan perkembangan perekonomian yang diatur dengan Peraturan Presiden.







Kiat untuk memiliki bisnis sendiri
Memiliki bisnis Sendiri | Usaha Memulai Berbisnis Sendiri



Langkah-langkah untuk miliki bisnis sendiri


Bisnis yang masih berskala kecil dan menengah pada umumnya 70 persen bisnis skala kecil. Bisnis  rumahan, bisnis perorangan, industri rumah tangga gagal di tahun pertama operasinya. Sisanya yang 30 persen, terseok-seok di tahun kedua. 

Dari 30 persen tadi, hanya 10 persennya saja yang selamat memasuki tahun ketiga. dan berikutnya hanya 5 persen yang beruntung. Bertahan hidup sampai tahun kelima. konon tak sampai satu persen dari sisanya.


Mengapa sulit bisa berumur panjang dan sukses   ?


Banyak alasannya, yaitu pada umumnya dengan modal minim, kurang pengalaman, keuangan yang minim, kesalahan manajemen, sedikit relasi, dll. Dengan kata lain bisnis "balita" (usia di bawah lima tahun) memang rawan. 


Perlu pengelolaan ekstra ketat tapi dinamis, cerdas, plus kreatif. Bila sedang merintis bisnis skala kecil, strategi berikut ini mungkin bisa memberikan inspirasi.




1. Rencana Bisnis 


Membuat rencana bisnis jangan terlalu banyak membuat rencana. Jadikan rencana bisnis sebagai arahan, bukan sebagai penghalang. Bila terlampau mendalam maka dapat dikhawatirkan hanya berhasil membuat rencana.


Tapi tak pernah berani menjalankannya. Namun demikian menjalankan bisnis sekecil apa pun perlu rencana. Awali saja dulu, sambil berjalan lakukan perencanaan-perencanaan matang.




2. Amankan Modal Bisnis  


Bisnis yang masih berskala kecil biasanya modal sendiri dan itu pun terbatas jumlahnya. Bisa juga  didukung investor atau modal pinjaman. Jika menggunakan modal pinjaman atau investor, maka hendaknya hati-hatilah mengelolanya.


Hindari perluasan biaya operasional di luar rencana bisnis  semula. Cara  terbaik mengamankan  modal adalah dengan melakukan pengecekan posisi keuangan setiap hari. 


Amankan untuk setiap pengeluaran, seolah-olah hidupnya bisnis benar-benar tergantung dari cadangan modal tadi.




3. Potong Biaya


Penghematan biaya juga kata kunci dalam pengamanan modal. Batasi semua  biaya-biaya yang  tidak/belum diperlu.  Hindari tambahan biaya operasional. Upayakan selalu dapat harga diskon dari supplier. Jika beli peralatan dengan tunai mahal, beli secara kredit atau menyewa bisa jadi pilihan.


Pilihan teknologi dengan kebutuhan. Jika hanya butuh komputer untuk mengetik dan software program keuangan sederhana. jangan terobsesi pada komputer super canggih yang mahal harganya.




4. Laba Real


Direkomendasikan supaya benar-benar mendapatkan laba real, bukan sekedar laba dalam pembukuan. Banyaknya penjualan kredit yang menjadi piutang. Cara penjualan secra kredit tidak mengindikasikan usaha yang menguntungkan. 


Salah satu sumber kebangkrutan bisnis balita  adalah kegagalan dalam mencairkan laba. Jadi jangan terjebak pada laba di atas kertas. Artinya, makin banyak transaksi tunai (cash and carry) makin bagus pula cashflow.





5. Kepuasan Pelanggan 


Kelangsungan bisnis ditentukan oleh kepuasan pelanggan. Hindari konsumen diberikan produk dan pelayanan bermutu rendah. Berilah jaminan kepuasan kepada pelanggan. Bila memungkinkan dengan hal itu dapat memberikan after sales service (layanan purna jual).


Konsistenlah dalam memenuhi janji kepada pelnggan. Misalkan produk yang di jual cacat, maka segeralah diganti dan tampunglah bila ada komplain dari pelanggan terhadap produk.




6. Pelanggan Produktif 


Kepuasan pelanggan harus menjadi komitmen utama, fokuslah pada pelanggan yang paling banyak memberikan laba. Kepada merekalah kepuasan pelanggan dapat diberlakukan secara ketat.


Dari 100  pelanggan,  mungkin hanya 20 persen yang memberikan laba terbanyak. Walau begitu perlakukan 80 persen sisanya dengan sangat bijaksana.




7. Tuailah Referral 


Referral  (rujukan) berdampak nyata terhadap pelanggan dan dapat menjadi magnet bisnis yang efektif. Kepuasan pelanggan yang dapat di pertahankan dan dijadikan rekomendasi untuk bisnis yang sedang dijalankan.


Upayakan memiliki relasi, koneksi, sahabat dll sebanyak mungkin agar dapat membantu bisnis. Jika  memiliki 10 persen pelanggan saja yang puas dari 500 calon pelanggan yang dimiliki prospek.


Dari 10 persen tersebut dapat merekomendasikan  produk yang dijual kepada calon pelanggan lainnya.




8. Iklan dan Promosi 


Tidak selamanya iklan dan promosi berbiaya mahal, banyak solusi untuk memasarkan produk secara beriklan untuk promosi. Hal itu dapat juga menggunakan iklan dengan secara gratis atau yang berbayar dengan media sosial.


Agar publik tahu produk yang di jual, maka cara beriklan adalah hal yang sangat penting. Untuk beriklan / promosi gunakanlah iklan-iklan melalui Online atau Offline.




9. Manfaatkan Koneksi 


Memanfaatkan koneksi dan  relasi bisnis adalah  sangat baik. Kenalilah orang-orang di posisi kunci  seperti bagian pembelian atau marketing. Manfaatkan semua lini di mana Anda terlibat. 


Seperti lingkungan sekolah, kampus, sekitar rumah,  lingkungan kerja, organisasi sosial-politik, klub-klub hobi, dll. Memanfaatkan koneksi bukan saja berpotensi jadi customer. Dengan koneksi dan relasi memungkinkan memberi tambahan modal, proyek, referensi, koneksi baru, dsb.




10. Ikutilah Ekspo 


Ikutilah berbagai pameran untuk berpromosi. Dengan mengikuti ekspo segala keunggulan dan keunikan produk bisa dilihat banyak orang. Inilah kesempatan untuk memperluas networking bisnis, bertemu pelanggan potensial.


Memperoleh feedback langsung dari konsumen. Dengan mengikuti Ekspo ada kemungkinan dapat menarik minat investor. Penataan stan yang baik dan keramahan, dapat menarik minat banyak pengunjung.




11. Jadilah PR (public relations)


Yang paling diabaikan oleh usaha rumahan adalah soal public relations (PR). Sekecil apapun bisnis yang dikelolo jangan abaikan hal ini. Kerpibadian yang hangat dan menawan dapat jadi humas yang baik. hal itu dapat mendongkrak citra  produk (bisnis).


Bila ada kesempatan, jalinlah hubungan sedekat mungkin dengan para jurnalis media cetak, televisi, maupun radio. Dari merekalah bisnis dapat dipublikasi dengan berbiaya rendah.




12. Bentuklah Sistem 


Membentuk sistem harus dimulai agar bisnis dapat berjalan walau tanpa kehadiran fisik. Bisnis dapat sukses tidaknya bisnis itu sangat tergantung pada upaya sendiri. Hal ini penting jika suatu saat bisnis berkembang volumenya.


Membutuhkan lebih banyak sumber daya. Terlibat dalam sebuah sistem. Namun jangan terus-menerus one-man show. Bisnis rumahan dapat diri jadi bos bagi diri Anda sendiri.




13. Volume Bisnis


Jika produk dan layanan menjadi nomor satu, siapkan sistem dan Sumber Daya Manusia (SDM). Yang bisa menampung pertambahan volume bisnis secara cepat. Di sinilah diperlukan untuk memaksimalkan networking. 


Walau harus berbagi bisnis atau berbagi order dengan tanpa kehilangan keuntungan. Banyak bisnis rumahan mendadak dapat order berlipat ganda. Namun sangat disayangkan jika tidak siap, maka order akan lewat begitu saja.




14. Fleksibel 


Fleksibel dalam mengevaluasi kinerja bisnis, peka dengan perubahan tren. Pandai menangkap peluang, serta  berani ambil risiko, adalah karakter para entrepreneur umumnya.


Bisa saja yakin dengan prospek bisnis dan cara-cara yang sekarang untuk menjalankannya bisnis. Namun jangan dilupakan dan selalu bersiap-siaplah selalu untuk melakukan banyak modifikasi rencana dan inovasi strategi.


Tinggalkan cara-cara yang sudah terbukti tidak memberikan hasil. Dan jangan memaksakan keyakinan diri sendiri.






Sebagai penutup, diucapkan terima kasih telah meluang waktunya untuk membaca artikel Kiat untuk memiliki bisnis sendiri.


Semoga artikel ini memberi manfaat serta menginspirasi. Bila ada yang ingin mendiskusikan bisa mengklik "Kontak"



Kiat untuk memiliki bisnis sendiri
Memiliki bisnis sendiri | Fleksibel dalam mengevaluasi kinerja bisnis

Thursday, January 23, 2020

Yang cocok untuk bisnis di masa pensiun


Bisnis yang cocok untuk di masa pensiun, kondisi keuangan ketika pensiun mengharuskan tetap produktif finansial, tetap bekerja juga bukan hal buruk.


Memiliki Strategi bisnis yang Cantik untuk bisnis adalah merupakan kunci sukses dengan menetrapkan dan menentukan strategi bisnis secara konsesiten agar terhindar dari gagal manajemen.




Baca juga : Artikel yang terkait


Menjadi seorang Enterpreneur pastinya memiliki Strategi serta memiliki taktik yang jitu dan cerdas dalam berbisnis. Naluri seorang entrepreneur yang kreatif dan memiliki perspektif tentang mengkelola  bisnis.


Enterpreneur memiliki perspektif bagaimana cara merealisasikan ide bisnisnya serta bagaimana cara mengelola bisnis yang baik dan konsisten.


Tak lupa di ucapkan Terima kasih, telah berkunjung di artikel ini. Mohon kiranya mau menshare dan meninggalkan komentar di akhir artikel ini.








Yang cocok untuk bisnis di masa pensiun
Yang cocok untuk bisnis di masa pensiun


Walau bagaimanapun kondisi seseorang ketika sudah memasuki masa pensiun sedikit banyak berbeda dengan kondisi ketika dia masih berada di usia produktif dari sisi kesehatan fisik.


Topik ini mengupas lebih jauh tentang berbagai pilihan usaha atau bisnis yang banyak diminati para pensiunan. Masa pensiun identik dengan kegiatan yang lebih santai dan juga banyak waktu, mengingat berbagai rutinitas harian di kantor sudah tidak lagi perlu dilakukan.


Masa pensiun identik dengan kegiatan yang lebih santai dan juga banyak waktu, mengingat berbagai rutinitas harian di kantor sudah tidak lagi perlu dilakukan. Sekalipun seorang yang rajin berolahraga sejak muda, menjaga pola makan, dan bergaya hidup sehat.


Namun kondisi fisik ketika pensiun dan memasuki usia senja umumnya ada saja masalah kesehatannya. Nah, menimbang kondisi fisik yang semakin menua, memilih jenis usaha tidak terlalu menguras energi dan menuntut mobilitas tinggi.


Dan tak dimungkiri, masa pensiun jadi momok bagi sebagian pekerja, kekhawatiran kondisi keuangan yang tak memadai untuk bisa menikmati masa pensiun yang menyenangkan. Masa pensiun berbagai kebutuhan tentu masih harus dipenuhi dengan baik. 


Saat sudah tidak memiliki gaji tetap setiap bulannya. Menjalankan bisnis setelah pensiun bisa menjadi pilihan yang tepat. Tidak perlu yang rumit dan dalam skala besar. Menjalankan bisnis kecil dan mudah dilakukan juga bisa jadi pertimbangan. 

Saat ini banyak peluang bisnis yang dapat dijalankan dengan mudah. Pastikan buat memilih jenis bisnis yang tepat dan sesuai dengan minat, sehingga bisnis ini akan menjadi lebih mudah dan menyenangkan.






Yang cocok untuk bisnis di masa pensiun
Kegiatan mengisi masa pensiun dengan berbisnis di masa pensiun



Untuk bisnis di masa pensiun


Memasuki usia pensiun pastinya memikirkan apa yang harus di lakukan setelah tidak lagi bekerja di kantor. Banyak nilai plusnya ketika pensiun dari pekerjaan, diantaranya bisa menjalankan bisnis yang sebelumnya belum pernah dilakukan.


Dengan demikian akan sangat menikmati masa pensiun dengan lebih nyaman. Namun ada juga yang khawatir menghadapi masa pensiun. Memasuki usia pensiun tentunya penghasilan akan berkurang, sehingga sangat menyulitkan keluarga.


Hal ini tidak perlu dikhawatirkan karena bisa mengisi waktu pensiun dengan mendirikan sebuah bisnis untuk mengatasi masalah finansial keluarga. Bisnis yang tepat pastinya akan menghasilkan sejumlah keuntungan yang jauh lebih besar dari penghasilan sebelumnya.


Pilih bisnis yang paling tepat untuk mengisi masa pensiun, bagi mereka yang akan merealisasikan bisnis mungkin merupakan pengalaman pertama, tapi jangan terlalu khawatir akan kegagalan. 


Selama bisnis tersebut direncanakan dengan matang dan realistis maka peluang untuk mencapai kesuksesan itu sudah ada di depan mata. Untuk bisa memulai sebuah bisnis itu tidak perlu dengan skala yang besar.

Bisnis besar tentunya modalnya pun harus di persiapkan dengan besar juga. Dalam menjalankan bisnis bisa memulainya dengan bisnis rumahan yang mudah dan murah. Setiap orang tentunya ingin hidup di usia pensiun dengan keadaan sudah mapan.

Artinya, saat usia pensiun itu tiba, sudah memiliki segalanya dan tinggal menikmati indahnya hidup bersama keluarga, anak dan cucu.


Namun, bukan berarti usia pensiun itu berhenti total dari aktifitas produktif, lalu bisnis apa yang cocok di usia pensiun ?


Tentunya, masa pensiun akan semakin indah jika keadaan rumah tidak sepi. Biasanya, di usia pensiun, anak-anak sudah memiliki keluarga masing-masing dan rumah juga sepi karena anak-anak sudah tidak bersama lagi.




1. Usaha menurut hobi


Menjalankan bisnis hendaknya sesuai dengan hobi, akan menjadi hal yang menyenangkan karena hobi tersalurkan dan tentunya akan semakin menikmati usia pensiun.


Nah, menjalankan bisnis sesuai dengan hobi maka menjadi nilai plus karena tidak hanya melakukan hobi yang di suka melainkan juga mendatangkan banyak peluang. Salah satu contoh, Jika hobi memancing, maka bisa membuka kolam pemancingan.




2. Usaha menurut keahlian


Selain menurut hobi, ada juga bisnis yang bisa dijalankan sesuai dengan keahlian. Tentu ini menarik. Jika memiliki keahlian mengajar, maka bisa membuka tempat bimbingan belajar. Dalam mengajar tidak perlu terjun langsung untuk mengajar.


Hal itu bisa saja membayar guru privat atau staff yang bisa menjalankan bisnis bimbel ini. Dengan sistem manajemen yang baik, bukan mustahil jika kemudian bisnis ini bisa menjadi besar. 

Contoh lain, jika memiliki keahlian bidang seni, maka jadikan seni tersebut sebagai ladang bisnis. Jika tidak, maka mulailah bisnis dari yang kecil dengan dana seadanya agar bisa melihat perkembangannya dengan baik serta mengetahui bisnis berjalan baik atau tidak.






Yang cocok untuk bisnis di masa pensiun
Bisnis di masa pensiun | Kegiatan mengisi masa pensiun dengan berbisnis


Usaha yang Cocok untuk bisnis di masa pensiun 


Masa pensiun adalah masa yang sudah tidak produktif lagi di dalam bekerja, dari sisi penghasilan bulanan tidak lagi sebanyak saat masih bekerja.  Selain itu, hari-hari terasa membosankan.


Biasanya ada pekerjaan yang harus dilakukan, namun setelah pensiun malah menganggur tidak ada pekerjaan. Hal ini tentu menjadi masalah bagi sebagian orang yang sudah pensiun, mereka biasanya mencari kegiatan dengan berbisnis untuk mengisi waktu luang.

Selain alasan tersebut diatas bisa juga untuk mendapatkan penghasilan tambahan setiap bulannya. Sayangnya tidak semua bisnis cocok untuk pensiunan, terutama bisnis yang membutuhkan banyak tenaga dan pikiran yang berat. 

Masa pensiun dengan waktu luang melimpah mungkin menjadi hal yang dinanti-nanti banyak karyawan atau pekerja berusia lanjut. Akan tetapi, memiliki banyak waktu luang melimpah tak selamanya terasa menyenangkan. 


Salah satu masalah yang kerap menghantui saat memiliki banyak waktu luang adalah rasa bosan. Rasa bosan bagi pensiunan sebaiknya tidak dianggap sepele karena rasa bosan dapat memicu timbulnya perasaan depresi. 

Pensiunan memiliki kecenderungan 40 persen lebih besar untuk mengalami depresi dibandingkan pekerja aktif. Salah satu cara menghindari kebosanan di masa pensiun adalah dengan mengisi waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat. 



1. Mulai Berbisnis


Jika memiliki jiwa berbisnis, tak ada salahnya jika pensiunan mulai merintis bisnis. Sebagai pemilik bisnis, pensiunan memiliki waktu yang sangat banyak untuk mengembangkan bisnis tersebut. 

Saat bisnis mulai berjalan baik, pensiunan bisa mempekerjakan orang baru untuk membantunya agar tidak kewalahan.

2. Jadikan Hobi peluang bisnis


Jika tak memiliki jiwa berbisnis, pensiunan tetap memiliki peluang untuk melakukan kegiatan bermanfaat dan menguntungkan. Salah satunya dengan menekuni hobi yang selama ini mungkin terabaikan karena pekerjaan. 

Beragam hobi lain yang bisa ditekuni semasa pensiun adalah fotografi hingga memasak. Menekuni hobi selama masa pensiun tak hanya akan terasa menyenangkan tetapi dapat membuka peluang terciptanya pemasukan baru. 

Sebagai contoh, pensiunan yang menggemari kerajinan tangan bisa menjual karya-karyanya secara online atau di pasar-pasar tradisional. Sebagian pensiunan mungkin memiliki dana lebih untuk membeli tanah dan rumah. 

Pensiunan bisa menyulap rumah ini menjadi kos-kosan atau rumah kontrakan. Selain tetap memiliki kesibukan mengurus kos-kosan atau rumah kontrakan, pensiunan juga bisa mendapatkan pemasukan rutin dari orang-orang yang menyewa rumah tersebut.


3. Menjadi Pekerja Paruh Waktu


Pensiunan yang tidak suka bekerja sendirian masih memiliki opsi lain untuk tetap sibuk selama masa pensiun. Ada kemungkinan perusahaan membuka peluang bagi pensiunan untuk bekerja paruh waktu.

Salah satunya dengan menghubungi perusahaan tempat pensiunan dulu bekerja dan bertanya mengenai kemungkinan menjadi pekerja paruh waktu.

Sekalipun tidak diterima, bukan berarti tidak ada kemungkinan di masa mendatang perusahaan akan menghubungi pensiunan untuk mengisi posisi pekerja paruh waktu.





Yang cocok untuk bisnis di masa pensiun
Mengisi waktu dengan bisnis di masa pensiun



Strategi bisnis di masa pensiun


Berbisnis tidak hanya untuk mereka yang muda melainkan juga bagi Anda yang sudah bersiap untuk menghadapi masa pensiun. Umumnya, di masa pensiun orang akan lebih suka menghabiskan waktu bersama anak cucu dan istirahat dirumah secara total. 

Namun, jika melihat bagaimana strategi investasi dari para ahli bekerja, maka sungguh disayangkan jika masa pensiun tiba kemudian tiba-tiba off bekerja begitu saja. Memang awalnya bisa saja menghibur, namun beberapa bulan akan terasa membosankan. 

Selain itu, jika di usia pensiun tidak melakukan apapun selain berada di rumah. Sangat disayangkan karena semua usaha yang pernah dilakukan dari mulai relasi bisnis, pengalaman.

Pengaruh dan bahkan gelar yang diperjuangkan dari dulu akan hilang begitu saja. Benar-benar menjadi nol saat itu. Maka, keputusan berbisnis di usia pensiun adalah hal yang sangat tepat. Hanya saja tidak boleh memaksakan diri.


Cobalah beberapa strategi bisnis untuk usia pensiun berikut ini ;



1. Mulailah dengan apa yang di sukai


Masa pensiun sangat rawan dengan post-power syndrome yaitu dimana pensiunan merasa insecure atau tidak aman, gelisah, bimbang, bingung, takut, khawatir dan berbagai bentuk lainnya. Hal itu akan berpengaruh pada kesehatan.

Untuk menghindarinya sebaiknya pensiunan membuat kesibukan dengan berbisnis. Jika suka memancing, maka buatlah kolam pemancingan ikan dan lain sebagainya. Manfaatkan relasi. 

Tentunya setiap jenis usaha memiliki kesempatan untuk ditingkatkan melalui jaringan relasi. Pada saat di usia produktif tentunya memiliki banyak relasi atau kenalan. Manfaatkan relasi untuk membantu bisnis. Jika memiliki kolam pemancingan.

Ajaklah relasi untuk datang ke kolam pemancingan saat waktu mereka sedang senggang atau saat libur. Bisa bersantai bersama dan ajak ia untuk mengiklankan kolam pemancingan ini kepada temannya atau bahkan ajak untuk membuat gathering (pertemuan).



2. Tidak perlu dengan target


Di usia masa produktif bisa saja memiliki target pencapaian, hal itu memacu semangat untuk bekerja sesuai yang diharapkan. Tentunya, cara mentarget tidak akan berjalan baik jika diterapkan pada usia pensiun, karena pensiun membutuhkan sesuatu yang lebih rileks. 

Biarkan bisnis berjalan secara alami dan lakukan yang bisa di lakukan, tidak perlu dipaksakan. Manfaatkan keahlian dan pengalaman, sudah tentu di usia pensiun memiliki keahlian serta pengalaman.

Keahlian dan pengalaman juga bisa dimanfaatkan untuk memulai bisnis di usia pensiun. Jika memiliki keahlian di bidang mengajar, maka buatlah lembaga bimbingan belajar dan rekrut mahasiswa atau guru untuk menjadi guru privat. 

Jika memiliki keahlian di bidang IT, maka bisa membuka usaha bidang IT dan diisi oleh orang IT. Berbisnis di masa Pensiun hendaknya memanfaatkan pengalaman dan keahlian yang di miliki.



3. Jangan jalankan bisnis sendiri


Memiliki usaha atau menjadi pengusaha, tidak harus menjalankan sendiri. Membuat rencana dengan merekrut orang tepat yang akan menjalankan bisnis tersebut. Bisnis yang dipilih bisa apa saja karena yang akan menjalankan adalah orang lain. 

Bisnis ini juga bisa memiliki target-target, rencana-rencana serta pengembangan yang serius. Bisnis yang di jalankan tentunya tidak dapat berjalan dengan santai karena memiliki banyak pesaing.


Maka tepat jika ingin membuat bisnis yang kompetitif dan aktif serta eksis dengan para kompetitor adalah dengan merekrut orang yang tepat dan bisa dipercaya. Pastikan betul dalam merekrut orang yang tepat serta bisa di percaya. 

atau dapat juga mengajak anak atau cucu untuk terlibat sehingga perusahaan bisa dikontrol dengan baik. Berdasarkan konsep strategi investasi, jika tidak ingin terlibat bisnis secara langsung dalam bisnis, maka harus merekrut orang yang tepat dan bisa dipercaya.

Merekrut orang yang tepat adalah prinsip bisnis sedangkan orang yang dipercaya. Pelaku bisnis adalah aset yang sangat berharga karena bersinggungan langsung dengan eksistensi dan keuntungan bisnis atau perusahaan.



 
Yang cocok untuk bisnis di masa pensiun
Mengelola Bisnis di masa Pensiun


Tips Untuk Memulai dan mengelola Bisnis Saat Pensiun


Idealnya di masa pensiun diisi dengan istirahat dengan kegiatan-kegiatan fisik yang tidak terlalu menguras energi. Namun, apa boleh buat. situasi dan kondisi keuangan ketika memasuksi masa pensiun mengharuskan tetap produktif finansial.


Namun tetap aktif bekerja juga bukan hal buruk. Para perencana keuangan berpendapat, produktif dari sisi finansial ketika sudah memasuki usia pensiun bisa dijalankan dengan menjalankan bisnis atau dengan berbisnis.



1. Tips Untuk Memulai Bisnis Saat Pensiun


Tak heran jika persentase pensiunan yang kaya di usia sangatlah sedikit. Sebenarnya membuka bisnis saat pensiun tidak ada salahnya, tetapi tetap harus ingat stamina yang berbeda dengan saat masih kerja.


Selain itu, apakah yakin bisnis itu pasti akan langsung sukses. Jika  memang tidak masalah dengan risiko yang dihadapi maka membuka bisnis yang bisa menjadi solusinya.




2. Memahami Pensiun


Pensiun adalah salah satu masa yang mau tidak mau dihadapi setiap manusia. Di masa pensiun seseorang merasa khawatir karena tidak ada pendapatan lagi. Kehilangan identitas karena tidak lagi bekerja dan kebingungan dalam mengisi waktu luang. 


Pastikan merasa aman secara emosional dan keuangan selama pensiun. Membuat rencana mengenai waktu penerimaan dana pensiun termasuk dari sumber apa saja yang akan diterima.

Rencana yang dibuat dapat membantumu untuk mengatur perencanaan dan perkiraan pengeluaran selama masa pensiun agar keuangan tetap terjaga. Selain menyiapkan tabungan dan asuransi, mungkin ada hal hal lain dilakukan saat pensiun.


Khususnya dengan tujuan untuk membuat keuanganmu agar tetap stabil, yaitu dengan membuat bisnis.





3. Membaca Peluang Terlebih Dahulu


Sebenarnya peluang untuk menjadi wirausaha itu pastilah ada dan terbuka lebar jika kamu mau mencobanya. Semua pilihan itu ada di tanganmu. Jika memilih berbisnis hal yang perlu dilakukan adalah melihat peluang usaha yang memiliki prospek di masa depan.


Apakah bisnis memiliki prospek jangka panjang yang baik .... ?


Apakah bisnis itu akan bertahan lama ..... ?


Pahami terlebih dahulu sebelum benar-benar terjun ke dalam bisnis.


Sudah pasti setiap bisnis memiliki kelebihan dan kekurangan, namun hal yang paling penting adalah bagaimana cara mengurangi kekurangannya.


Buatlah perencanaan yang matang, sekaligus mempertimbangkan sehingga mampu memperoleh jawaban mengenai prospek bisnis di masa depan. Bila memiliki prospek yang bagus, maka masalah apapun tak mungkin menjadi masalah berarti.





4. Fokuslah Pada Tujuan


Sebelum terjun ke dunia bisnis, yakini bahwa di setiap bisnis pasti mengalami masa-masa sulit yang harus dihadapi. Hal yang penting adalah menanamkan keyakinan bahwa setiap bisnis merupakan sutau proses. Pastinya saat di mana bisnis menjadi sukses dan berkembang.


Namun ada juga masa sulit yang akan membuat menjadi putus asa. Jika yang datang adalah masa sulit, maka cobalah untuk mengingat tujuan awal mulai berbisnis dan menjadipebisnis. Sekaligus percaya jika yang namanya badai pasti akan berlalu. 

Tataplah ke depan jika ada prospek yang lebih menjanjikan. Jika mampu memikirkan berbagai macam ide, maka itu baik untuk mengembangkan bisnis yang sedang mengalami kesulitan. Jangan sampai masalah ringan menghalangi. 

Bahkan menghentikan langkah menjadi pebisnis. Hal ini akan merugikan karena bisnis sudah berjalan dan modal juga sudah keluar. memulai sebuah bisnis tidak harus menunggu masa atau waktu yang tepat karena usaha dapat dilakukan kapan saja.

Baik saat masih dalam kondisi produktif maupun sudah mulai memasuki masa pensiun. Atau pun saat membutuhkan dana untuk modal hidup di masa tua. Prinsipnya hanya mengambil kesempatan ketika memang masih terbuka dengan lebar.


Namun bila membutuhkan jawaban pasti mengenai kapan waktu yang baik untuk memulai usaha. Jawabannya adalah lebih cepat tentu semakin baik. 


Informasi mengenai bisnis dapat menginspirasi untuk segera memulai usaha sendiri. Hingga dapat mempersiapkan masa pensiun lebih matang.



5. Mengelola Waktu di Masa Pensiun


Banyak orang senang menghadapi masa pensiun tetapi ada juga yang merasa takut saat pensiun. Namun juga orang yang justru merasa tidak nyaman saat pensiun. Alasannya, di saat pensiun beberapa orang akan merasa kehilangan arah.


Ada yang tidak bisa mengingat waktu, ada juga yang merasa tidak memiliki kewenangan lagi dan bingung harus melakukan apa.


Oleh sebab itu, masa pensiun bukan berarti tidak memiliki jadwal, banyak cara untuk tetap bisa merasa semangat meskipun sudah pensiun. Berikut ini adalah enam tips bsa mengelola waktu dengan baik saat sudah pensiun:







Sebagai penutup, diucapkan terima kasih telah meluang waktunya untuk membaca artikel Bisnis yang cocok untuk di masa pensiun.


Semoga artikel ini memberi manfaat serta menginspirasi. Bila ada yang ingin mendiskusikan bisa mengklik "Kontak"




Yang cocok untuk bisnis di masa pensiun
Kebiatan yang cocok, bisnis di masa pensiun


Brokoko

Popular Posts