Sunday, 27 January 2019

Diversifikasi produk kapan waktunya yang tepat

" Diversifikasi produk kapan waktunya yang tepat, agar dapat dilaksanakan dengan perhitungan-perhitungan yang akurat dan tidak mengganggu keuangan "

Diversifikasi produk yang paling tepat tergantung pada kondisi keuangan masing-masing. 

Pebisnis yang tidak memiliki dana cadangan (dana darurat), sebaiknya jangan melakukan diversifikasi produk dulu. 

Kalau di asumsi belum punya dana urgensi (dana darurat), sebaiknya investasi secara konservatif terlebih dahulu. 

Pebisnis yang berorientasi diversifikasi produk, sebaiknya hanya satu jenis investasi untuk sementara. 

Baca juga: Artikel yang terkait

Silahkan menggunakan Google Search Engine, Untuk mendapatkan alamat website lainnya yang terkait.


https://www.gankoko.com/2019/01/diversifikasi-produk-kapan-waktunya.html
Gambar - Diversifikasi produk kapan waktunya yang tepat


1. Diversifikasi produk kapan waktunya untuk dilakukan


Diversifikasi produk kapan waktunya, sebelum melakukan diversifikasi produk sebaiknya siapkan terdahulu urgensi dana (dana darurat), atau sebaiknya konservatif terlebih dahulu. 

Dunia kini menghadapi kecenderungan globalisasi sebagai negara yang melaksanakan reformasi ekonomi. 

Globalisasi ini sendiri telah mendorong perusahaan siap menghadapi persaingan global. 

Secara drastis mengubah pola strategi perusahaan, khususnya strategi pemasaran dan produknya. 

Pebisnis mudahnya diversifikasi produk, sebaiknya hanya satu jenis investasi untuk sementara. 

Setelah investasi itu relatif stabil dan menghasilkan sesuai target minimal sejumlah dana darurat. 

Melakukan diversifikasi investasi. dengan target dalam jangka menengah atau panjang. Seperti membangun rumah, dana pendidikan anak atau pensiun.  


a. Pengertian diversifikasi produk


Pengertian diversifikasi produk adalah tindakan membuat segala sesuatu menjadi lebih beragam. 

Tujuan agar tidak terpaku pada satu hal saja. Kapan waktu yang tepat diversifikasi produk. Pada usaha hal ini perawatan dengan operasional. 

Produksi yang tidak tergantung pada penjualan satu jenis saja dengan tujuan menambah profit dan mengurangi risiko. 

Adalah penambahan atau penganekaragaman jenis produksi. Dengan upaya yang dilakukan Pelaku bisnis untuk penguasaan pasar. 

Beberapa produk yang sejenis dengan produk yang sudah dipasarkan sebelumnya. Intensifikasi adalah usaha meningkatkan atau memaksimalkan hasil produksi. 

Dengan meningkatkan kemampuan produk dengan faktor-faktor produksi. Ekstensifikasi adalah produksi perluasan usaha.

Perluasan yang dilakukan dengan menambah atau memperluas faktor-faktor yang ada. Contohnya buka cabang baru toko yang sudah ada. 

Mendirikan pabrik sendiri untuk produksi barang, penambahan jumlah armada angkutan. Setiap perusahaan melakukan strategi pemasaran agar tetap eksis. 

Perubahan ini menuntut kreativitas setiap perusahaan. Agar dapat menyempurnakan dan mengembangkan produk yang ada. 

Pengembangan produk baru ini akan membentuk masa depan usaha. Dalam hal ini strategi pemasaran bisa dilakukan dengan pengembangan produk baru. 

Melalui beberapa macam strategi yang dapat dilakukan oleh perusahaan, salah satunya adalah strategi diversifikasi produk. 

Beberapa masalah penting diversifikasi produk, antara lain kapan sebaiknya perusahaan memilih diversifikasi produk. Bagaimana menciptakan nilai melalui diversifikasi produk.

Apa saja pilihan bisnis yang dapat diambil, dan bagaimana strategi untuk memasuki bisnis baru dalam konteks diversifikasi produk.


b. Standar akuntansi untuk pelaporan segmen


Pelaporan tersebut baru diwajibkan pada tahun 2001 oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan. 

Sesuai dengan PSAK tersebut perusahaan yang memiliki berbagai segmen usaha dan geografis wajib melakukan pengungkapan. 

Jika segmen memenuhi kriteria persyaratan penjualan, aset dan laba usaha yang memenuhi syarat tertentu. Pelaporan segmen di Indonesia bukan merupakan hal yang baru. 

Segmen usaha melaporkan produk dan jasa pada lini usaha yang berbeda dengan risiko dan ketidak seimbang yang berbeda. 

Sedangkan segmen geografis menyajikan produk dan jasa dalam wilayah ekonomi tertentu yang memiliki risiko.ketidak seimbang pada geografis yang berbeda. 

Segmen usaha adalah komponen perusahaan yang dapat dibedakan dalam menghasilkan produk.

Dan jasa (baik produk dan jasa individu maupun kelompok produk atau jasa terkait). 

Komponen itu memiliki risiko dan ketidak seimbang yang berbeda dengan risiko dan ketidak seimbang segmen lain. 

Faktor-faktor yang menentukan dalam menentukan terkait atau tidaknya produk atau jasa adalah: (PSAK No. 5 2009)

  • Karakter produk dan jasa
  • Karakter proses produksi
  • Jenis atau pelanggan golongan (produk dan jasa)
  • Metode pendistribusian produk atau penyedia jasa
  • Jenis praktis, peraturan iklim, misalnya dalam perbankan, asuransi, atau utilitas publik.



2. Diversifikasi produk kapan waktunya dan mempertahankan pangsa pasar


Diversifikasi produk kapan waktunya, waktu yang tepat untuk diversifikasi produk yaitu seiring dengan rencana pengembangan usaha.

Dunia kini menghadapi dunia baru yang mengatasi dengan kecenderungan globalisasi. 

Tidak ada peningkatan negara yang melaksanakan reformasi ekonomi. Globalisasi ini sendiri telah mendorong perusahaan siap menghadapi persaingan global. 

Dan secara drastis mengubah pola strategi perusahaan, strategi pemasaran dan produknya. 

Kapan waktu yang tepat diversifikasi produk, perusahaan yang melakukan strategi pemasaran. Dengan diversifikasi produk bermaksud agar tetap eksis dalam dunia usaha.


a. Diversifikasi ekonomi


Pengembangan produk baru ini akan membentuk masa depan perusahaan. Perusahaan dituntut memiliki kreativitas dalam mengembangkan produk. 

Pengembangan produk baru ini akan membentuk masa depan perusahaan. Pemasaran dapat dilakukan dengan cara pengembangan produk baru melalui beberapa macam strategi. 

Yang dapat dilakukan oleh perusahaan. Salah satunya adalah strategi diversifikasi produk. 

Kapan waktu yang tepat diversifikasi produk kepada perusahaan yang menggunakan konsep produksi. 

Mengungguli perburuan akan berusaha untuk menciptakan produk-produk yang harganya rendah dengan distribusi yang luas. 

Perusahaan akan selalu berusaha untuk mencari yang menjadi keinginan dan kebutuhan konsumen yang dapat ditawarkan oleh perusahaan. 

Perusahaan tersebut akan mencoba untuk membuat apa saja yang bisa terjual. Menerapkan berbagai strategi untuk memasarkan produknya sehingga dapat mengungguli persaingan. 

Arti pemasaran sering disamakan dengan penjualan, perdagangan, dan distribusi. Pemasaran merupakan salah satu dari kegiatan pokok yang dilakukan oleh perusahaan. 

Untuk mempertahankan hidupnya, untuk berkembang, dan mendapatkan laba. Kegiatan pemasaran perusahaan harus juga dapat memberikan kepuasan kepada konsumen. 

Jika menginginkan usaha terus menerus dan agar pandangan pandangan yang baik terhadap perusahaan. Perusahaan harus menyadari arti pentingnya pemasaran.

Pemasaran selalu mencari konsep yang paling sesuai. Untuk digunakan sebagai baru dalam menjalankan kegiatan pemasaran. 

Dalam praktek, konsep pemasaran mengalami perkembangan yang pesat, seiring dengan semakin maju teknologi. 

Tingkat kehidupan masyarakat, dan lingkungan yang dinamis. Tanpa pemahaman perilaku konsumen. 

Diversifikasi produk Strategi pemasaran dengan menggunakan konsep pemasaran tidak akan dapat disusun. 

Sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen dan mencapai tujuan ekonomi perusahaan. 

Diversifikasi ekonomi adalah usaha aneka ragam produk (bidang usaha). Serta tujuan perusahaan dan kondisi lingkungan yang mempengaruhi perusahaan tersebut.

Diversifikasi produk sebagai salah satu strategi alternatif dapat di klasifikasi ke dalam tiga jenis: konsentris, konglomerat, dan horizontal. 

Jenis diversifikasi ketiga tersebut termasuk dalam kelompok alternatif strategi dalam membangun Grand Strategy

Lokasi perusahaan yang dilakukan suatu perusahaan untuk memaksimalkan keuntungan arus kas perusahaan dapat lebih stabil. 

Strategi yang digunakan oleh perusahaan dapat berbeda-beda yang kesemuanya itu berdasarkan kebijakan perusahaan atau juga disesuaikan dengan Visi dan Misi

Diversifikasi produk dapat pula dibedakan ke dalam dua tipe:

  • Terkait (diversifikasi terkait)
  • Tidak terkait (diversifikasi tidak terkait).



b. Diversifikasi usaha


Diversifikasi usaha mengembangkan pasar dengan mengembangkan produk baru yang sesuai dengan pasar. 

Agar memiliki keunggulan untuk bersaing. Kapan waktu yang tepat diversifikasi produk. Diversifikasi produk untuk mendapatkan keuntungan yang maksimum. 

Dengan cara kombinasi portofolio investasi. Apakah dengan cara menjual bermacam-macam produk dan menyediakan unit bisnis lainnya. 

Berdasarkan ulasan tersebut diatas, maka tidak di maksud melakukan diversifikasi usaha adalah Pebisnis yang memiliki beberapa unit bisnis. 

Diversifikasi produk dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah pemilik perusahaan, diversifikasi dibagi menjadi:

Diversifikasi usaha terkait adalah diversifikasi usaha perusahaan ke dalam suatu bisnis lain yang masih mempunyai hubungan erat dengan bisnis sebelumnya. 

Sehingga dapat dikembangkan strategi bisnis yang saling kesesuaian di antara setiap bisnis tersebut. Menerapkan diversifikasi usaha dengan memiliki tiga keunggulan : 


➢ Pertama


Strategi tersebut mengurangi risiko organisasi terhadap satu aktivitas bisnisnya dan oleh karena itu mengurangi risiko ekonomi. 

Bahkan bisnis perusahaan kekurangan uang, secara total masih mungkin dapat bertahan. 

Karena bisnis yang sehat akan menghasilkan cukup uang untuk mendukung bisnis lainnya.


➢ Kedua


Dengan beberapa bisnis pada waktu yang bersamaan. Organisasi dapat mengurangi biaya overhead yang dikelola dengan satu bisnis. 

Biaya overhead bisnis akan lebih rendah dibandingkan jika setiap bisnis harus menyerap semua biaya sendiri. Terdiversifikasi yang biasanya lebih rendah.


➢ Ketiga


Diversifikasi usaha yang berkaitan dengan suatu perusahaan dapat mengekspolitasi kekuatan dan kemampuanya yang lebih. Strategi tersebut mengurangi risiko usaha.

Resiko terhadap satu aktivitas bisnisnya dan oleh karena itu mengurangi risiko ekonomi. Bahkan jika satu atau dua bisnis hilang uang, organisasi secara total mungkin dapat bertahan. 

Karena bisnis yang sehat akan menghasilkan cukup uang untuk mendukung bisnis lainnya dari satu bisnis. 

Perusahaan memanfaatkan sinergi yang merupakan dampak pelengkap yang ada di antara bisnis mereka. 

Ketika nilai ekonomi dari gabungan bisnis lebih besar dibandingkan nilai ekonomi secara terpisah.




c. Bisnis dengan diversifikasi yang tidak berhubungan


Diversifikasi ini merupakan diversifikasi jenis usaha yang tidak berkaitan erat dengan bisnis sebelumnya. 

Adanya peluang keuntungan yang besar merupakan alasan utama bagi penerapan diversifikasi produk ini. 

Dalam alokasi sumber daya, perusahaan dapat mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya ke bisnis yang memiliki potensi yang paling tinggi. 

Perusahaan memiliki kestabilan kinerja di waktu yang berkesinambungan. Bila salah satu bisnis yang dimiliki mengalami penurunan.

Penurunan bisnis yang lainnya mungkin memiliki ingatan. 

Diversifikasi usaha tidak berhubungan adalah diversifikasi usaha perusahaan ke dalam suatu bisnis lain. Yang tidak mempunyai hubungan erat dengan bisnis sebelumnya. 

Alasan utama yang menjadi dasar diversifikasi usaha ini adanya peluang keuntungan yang lumayan besar yang dapat diraih pada industri tertentu. 

Strategi ini bisa dijalankan perusahaan korporasi dengan tujuan khusus untuk keuntungan yang besar dalam jangka pendek. 

Untuk itu, perusahaan tidak mengatur perusahaan yang baru tetapi mengambil alih perusahaan lain (akuisisi, dan merger). 

Secara teori, diversifikasi produk tidak memiliki dua keunggulan.


➢ Pertama


Perusahaan harus memiliki kinerja yang stabil dari waktu ke waktu. Selama periode tertentu jika beberapa bisnis yang dimiliki oleh perusahaan berada dalam siklus penurunan.

Usaha yang lainnya berada dalam siklus pertumbuhan.


➢ Kedua


Diversifikasi usaha yang menjawab tidak memiliki keunggulan dalam alokasi sumber daya.

Setiap tahun, ketika suatu perusahaan menempatkan modal, orang, dan sumber daya lain di antara berbagai bisnisnya.

Mengevaluasi informasi mengenai masa depan dari bisnis-bisnis tersebut sehingga perusahaan dapat menempatkan sumber dayanya. 

Sumber daya yang memiliki potensi yang paling tinggi. Dengan demikian perusahaan yang melakukan diversifikasi produk yang tidak berhubungan. 

Seharusnya mampu mengalokasikan modal untuk memaksimalkan kinerja perusahaan.




Sebagai penutup bagian artikel ini, diucapkan terima kasih telah meluangkan waktunya untuk membaca artikel " Diversifikasi produk kapan waktu "

Untuk mendapat informasi lebih luas dan lengkap tentang topik ini, silahkan menggunakan Google Search Engine

Semoga artikel ini memberi manfaat serta inspirasi. Bila ada yang ingin mendiskusikan bisa klik " Contact Us "


Untuk pemahaman tentang Diversifikasi produk kapan waktunya
silahkan tonton video dibawah ini. 


https://www.gankoko.com/2019/01/diversifikasi-produk-kapan-waktunya.html
Gambar - Diversifikasi produk kapan waktunya -
Mengapa perusahaan melakukan diversifikasi produk? -
Ngobrol Seputar Marketing

11 comments:



Terima kasih, telah membaca dan memberi komentarnya

Semoga Artikel ini memberi inspirasi dan bermanfaat.