Tuesday, 20 March 2018

Kemandirian dalam berbisnis adalah Langkah bijak dan berani

" Kemandirian dalam berbisnis dengan diawali Niat, Kemauan, Kemampuan serta Keyakinan yang kuat untuk dapat menjalankan bisnis secara mandiri "

Jalan menuju sukses, Untuk mencapai sukses dalam bisnis memang hal yang tidak ringan dan sangat berat. 

Namun demikian bukan berarti hal yang mustahil untuk mencapai sukses. Kunci sukses di dalam kemandirian berbisnis selain memerlukan permodalan. 

Pelaku bisnis juga harus memiliki hal-hal yang paling mendasar selain yang sifatnya material :
  • Niat
  • Kemauan
  • Keyakinan
  • Kemampuan yang memadai di bisnis yang akan/yang sedang di jalan.


Baca juga : Artikel yang terkait

Silahkan menggunakan Google Search Engine, Untuk mendapatkan alamat website lainnya yang terkait.


Memiliki Strategi bisnis yang Cantik untuk bisnis adalah merupakan kunci sukses dengan menerapkan dan menentukan strategi bisnis secara konsisten.

Agar terhindar dari gagal manajemen. Menjadi seorang entrepreneur pastinya memiliki Strategi serta memiliki taktik yang jitu dan cerdas dalam berbisnis. 

Naluri seorang entrepreneur yang kreatif dan memiliki perspektif tentang mengelola bisnis.

Entrepreneur memiliki perspektif bagaimana cara merealisasikan ide bisnisnya serta bagaimana cara mengelola bisnis yang baik dan konsisten.


https://www.gankoko.com/2018/03/kemandirian-dalam-berbisnis.html
Gambar - Kemandirian dalam berbisnis adalah
Langkah bijak dan berani


Kemandirian dalam berbisnis dengan tujuan untuk bisnis adalah mendapatkan uang dari keuntungan dalam bisnis. 

Namun tidak jarang juga diketahui bahwa Pelaku bisnis terjebak. Untuk menaikkan harga barangnya setinggi mungkin agar mendapat keuntungan lebih banyak.

Sehingga pelaku bisnis lupa untuk meningkatkan kualitas produk dan inovasi dalam bisnis. 
Kemandirian berbisnis adalah langkah bijak dan berani dan tidak ada ketakutan. 

Menciptakan produk yang tidak diminati pasar adalah salah satu kekhawatiran pelaku bisnis. Sesungguhnya tidak harus begitu, sebaiknya caranya untuk menjual dulu ide (prototypenya).

Jika reaksi dari pembeli dinilai positif, baru dapat mengembangkannya menjadi produk khusus atau rare item (produk langka/jarang).

Jika rare item (produk langka/jarang/Unik) itu dapat berkembang menjadi kesukaan publik. 

Maka barulah dapat produksinya sebagai favorit item dengan kuantitas lebih banyak lagi. Fokus dan yakin pada nilai produk dari pada sia-siakan waktu. 

Tenaga mencari sesuatu yang akan dibeli pelanggan. Belajar jauh lebih banyak dari produk yang yakini untuk mendapat kesuksesan.


1. Kemandirian dalam berbisnis menuju sukses


Kemandirian dalam berbisnis menuju sukses pada dasarnya adalah suatu sikap pelaku bisnis. 

Pelaku bisnis yang mempunyai rasa percaya diri, melakukan, berpikir, bertindak secara original, penuh inisiatif dan kreatif.

Dorongan sendiri dan untuk kebutuhannya sendiri tanpa bantuan dari orang lain. 
Usaha kecil dan menengah telah mendapat perhatian yang sangat besar dari pemerintah.

Pemerintah melalui kebijakan dalam mengembangkan sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM). D
iharapkan agar UKM dapat berperan dalam pertumbuhan ekonomi.
 
Dan dapat menyerap tenaga kerja serta berperan dalam distribusi hasil-hal pembangunan. Usaha Kecil dan Menengah juga memerlukan adanya peran dari pemerintah.

Dalam memberdayakan kemitraan usaha yang saling menguntungkan antara pengusaha besar dengan pengusaha kecil. 

Masalah biaya tinggi yang saat ini masih menjadi kendala bagi pengusaha. Diharapkan Pemerintah dapat memperbaiki secara sungguh-sungguh dan berkesinambungan. 

Apa bila hal ini dapat terlaksana sesuai harapan semua pihak. Maka akan berdampak secara langsung terhadap penurunan terhadap ekonomi biaya tinggi.


a. Memiliki niat yang kuat untuk mandiri dalam berbisnis


Kemandirian dalam berbisnis. Merupakan kunci sukses yang pertama sebelum memulai menjalankan usaha Berbisnis Menuju 

Sukses adalah suatu harapan setiap pelaku bisnis. Pebisnis mengawali dengan niat untuk melakukan hal-hal yang baik menurut keyakinan kita.

Ada kata bijak menyatakan bahwa “Niat yang baik dilakukan dengan, maka hasilnya pasti baik”.  
Niat dalam konteks ini adalah niat untuk memulai usaha


b. Memiliki kemauan yang kuat dalam berbisnis


Kemandirian dalam berbisnis. Merupakan kunci sukses yang dua kemauan, dengan kemauan yang tinggi. 

Maka semua permasalahan berat sekalipun akan menjadi ringan. Kemauan adalah unsur yang utama untuk memulai dan menjalankan usaha yang akan diwujudkan. 

Jalan atau tidak rencana usaha berpulang dari kemauan dari pelakunya. Apakah Pelakunya memiliki kemauan yang kuat dan tekat telah bulat.

Memiliki kemauan untuk berbisnis menuju sukses. Maka dapat dipastikan rencana membuka usaha dapat terlaksana, begitu juga sebaiknya. 

Bila tidak memiliki kemauan, maka dapat dipastikan rencana usaha tersebut tidak akan terlaksana.


c. Memiliki keyakinan yang kuat untuk sukses


Kemandirian dalam berbisnis. Merupakan kunci sukses yang ke tiga adalah keyakinan yang kuat bahwa usaha dijalankan akan sukses kelak di kemudian hari. 

Tentunya dengan didasari bahwa kemauan dan kemampuan yang memadai, Keyakinan harus tertanam kuat.

Keyakinan akan menimbulkan daya dorongan dan semangat pantang menyerah. 
Dimana semangat pantang menyerah berbanding lurus dengan keyakinan. 

Semakin meyakini dan merasa layak mendapatkan sukses, maka akan semakin ulet dan pantang menyerah.


Baca juga : Buka usaha milik sendiri, ini langkah-langkahnya


d. Memiliki kemampuan dalam berbisnis


Kemandirian dalam berbisnis. Merupakan kunci sukses yang ke empat adalah Kemampuan dari pelakunya. 

Pelaku bisnis sebagai seorang wiraswastawan selayaknya mengetahui dan memahami seluk beluk usaha yang akan di jalankan.

Setiap pelaku bisnis untuk berbisnis menuju sukses harus Secara terus menerus mau pertajam keahlian. 

Serta mau terus belajar untuk meningkatkan pengetahuan tentang rencana bisnis. Yang akan diwujudkan merupakan hal yang sangat mutlak, kemampuan dalam hal :


➤ Membuat rencana bisnis dengan konsep


Rencana untuk menjalankan bisnis membutuhkan dan memerlukan sarana. 
Sarana berbentuk proposal yang konsep setidaknya mengerti analisa SWOT, 

Analisa SWOT adalah salah satu solusinya yang menganalisis rencana usaha. Mengidentifikasi kondisi internal dan eksternal. 

Berdasarkan kekuatan (Strengths), kelemahan (Weaknessess), peluang (Opportunity) maupun tantangan/ancaman (Threats)

Identifikasi kekuatan dengan pembanding kondisi internal dengan pesaing yang menjadikan karakteristik dari suatu usaha. 

Serta dapat memberikan keuntungan atau kelebihan dibandingkan dengan yang lainnya.


➤ Menciptakan Visi dan Misi bisnis


Menciptakan visi dan misi juga hal yang menentukan. Karena akan memperjelas tujuan dan langkah-langkah yang akan di jalankan dalam merealisasikan bisnis.

Sehingga tujuan dan langkah bisnis tersebut dapat struktur dengan bagus untuk menunjang pengembangan bisnis yang direalisasikan.


➤ Penelitian pasar


Setelah menentukan produk, tentukan pula pasar yang potensial, Pastikan memiliki produk yang diminati.

Dengan keahlian dan pengalaman lakukan juga analisis Break Event Point  (titik impas).

Menentukan potensi pasar, setelah mengetahui potensi bisnis dan strategi bisnis secara detail.


➤ Pemasaran


Dalam hal pemasaran produk adalah hal yang paling vital dalam bisnis sehingga diperlukan strategi bisnis yang tepat dan cermat.


Promosi secara terus menerus harus dipertahankan bila diperlukan ditingkatkan. 
Dengan strategi pemasaran yang baik maka bisnis akan tumbuh dan berkembang


➤ Membangun Jaringan


Setelah bisnis berjalan maka meningkatkan intensitas hubungan kepada para pelanggan juga harus dijaga. Lebih meningkat agar secara dini dan terus menerus.

Dengan cara wawancara kepada pelanggan atau dengan calon-calon pelanggan dengan meminta tanggapan mereka perihal produk kita. 

Serta agar mereka merasa diperhatikan dan menjadikan koreksi-koreksi terhadap produk yang kita hasilkan.


➤ Membuat Situs


Pembuatan situs atau membuat web adalah hal yang tidak dapat dihindari. Perkembangan teknologi yang begitu cepat. Bila tidak antisipasi dan mengikutinya.

Tertinggal dengan pesaing-pesaing yang sudah mengikuti perkembangan teknologi. Kunci untuk kemandirian dalam berbisnis menuju sukses adalah pemasaran. 

Pemasaran melalui web sangat dirasakan sangat efisien dan efektif dalam memasarkan produk secara penuh selama 24 jam perhari.

Menggunakan Internet (web) dengan jaringan media sosial selain ada yang pra bayar ada pula yang gratis. 
Promosi untuk pemasaran produk. 

Secara terus-menerus untuk memperluas Networking sangat diperlukan untuk menumbuh dan mengembangkan bisnis.

Misalkan dengan bergabung dengan komunitas yang terkait dengan produk.


Baca juga : Dropship bentuk bisnis rumahan yang tidak punya stok barang


2. Kemandirian dalam berbisnis dan Kendala yang umum dihadapi


Kendala yang sering dihadapi dalam Kemandirian dalam berbisnis adalah minimnya permodalan. 

Terbatasnya akses pembiayaan permodalan merupakan unsur utama yang diperlukan untuk. membangun. Dan untuk mengembangkan suatu unit usaha. Minimnya permodalan UKM. 

Pada umumnya usaha kecil dan menengah merupakan usaha perorangan yang sifatnya tertutup. Sehingga untuk Kemandirian dalam berbisnis kerap mengandalkan permodalan.


a. Kendala-kendala kemandirian berbisnis


Kemandirian dalam berbisnis. Disisi lain permodalan dari Perbankan sulit diperoleh. P
ersyaratan secara administratif dan teknis yang diminta oleh bank tidak terpenuhi. 

Kendala-kendala kemandirian berbisnis yang lain adalah persyaratan yang menjadi hambatan.

Hambatan terbesar bagi usaha kecil menengah adalah adanya ketentuan mengenai agunan. Dimana pengusaha kecil menengah tidak memiliki harta untuk dijadikan agunan.


➤ Kualitas sumber daya manusia (SDM)


Umumnya usaha kecil tumbuh secara tradisional dan bersifat usaha keluarga yang turun-temurun. Dimana usaha tersebut relatif sulit untuk mengadopsi perkembangan jaman.

Seperti saat ini seperti perkembangan teknologi baru untuk meningkatkan daya saing produk yang dihasilkannya. 

Dari lemahnya jaringan usaha dan kemampuan penetrasi pasar, mentalitas pengusaha UKM dan  kurangnya transparansi


➤ Keterbatasan finansial


Aspek finansial atau permodalan (baik modal awal maupun modal kerja). 

Finansial yang sangat dibutuhkan jangka panjang untuk investasi yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan jangka panjang.


➤ Kesulitan pemasaran


Aspek yang terkait dengan masalah pemasaran, seperti tekanan-tekanan dari persaingan. 

Baik di pasar domestik dari produk-buatan pengusaha besar dan impor, maupun di pasar ekspor.


➤ Keterbatasan sumber daya manusia (SDM)


Keterbatasan sumber daya manusia juga merupakan salah satu kendala serius. terutama dalam aspek wirausaha :

  • Manajemen
  • Teknik produksi
  • Pengembangan produk
  • Control kualitas
  • Akuntansi
  • Mesin-mesin
  • Organisasi
  • Proses data
  • Teknik pemasaran
  • Penelitian pasar.


Semua keahlian tersebut sangat diperlukan untuk mempertahankan atau memperbaiki kualitas produk. 

Meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam produksi, memperluas pangsa pasar dan menembus pasar baru.


➤ Masalah bahan baku


Terutama selama masa krisis, banyak sentra-sentra usaha kecil dan Menengah mengalami kesulitan untuk mendapatkan bahan baku. 

Hal ini karena harganya dalam rupiah menjadi sangat mahal akibat depresiasi nilai tukar terhadap dolar AS.


➤ Keterbatasan teknologi


Umumnya masih menggunakan teknologi tradisional. Keterbelakangan teknologi ini tidak hanya membuat rendahnya jumlah produksi dan efisiensi di dalam proses produksi.

Tetapi juga rendahnya kualitas produk yang dibuat serta kesanggupan untuk dapat bersaing di pasar global. 

Keterbatasan teknologi disebabkan oleh banyak faktor seperti keterbatasan modal investasi untuk membeli mesin-mesin baru.

Keterbatasan informasi mengenai perkembangan teknologi. Keterbatasan sumber daya manusia yang dapat mengoperasikan mesin-mesin baru.


b. Kendala-kendala usaha kecil dan menengah


Kemandirian dalam berbisnis. Dari sekian banyak permasalahan UMKM yang terjadi di Indonesia. Beberapa permasalahan yang paling sering terjadi. 

Jangan jadikan permasalahan ini sebagai penghalang. Jadikan sebuah tantangan yang harus dilalui demi kelangsungan usaha sendiri.

  • Iklim Usaha Belum Sepenuhnya Kondusif
  • Terbatasnya Sarana dan Prasarana Usaha
  • Pungutan Liar
  • Implikasi Otonomi Daerah
  • Implikasi Perdagangan Bebas
  • Sifat Produk dengan Ketahanan Pendek
  • Terbatasnya Akses Pasar
  • Terbatasnya Akses Informasi


Dengan mencermati permasalahan yang dihadapi oleh usaha kecil menengah dan langkah-langkah yang harus ditempuh. 

Maka perlu diupayakan hal-hal oleh Pemerintah sebagai berikut :

  • Penciptaan Iklim Usaha yang Kondusif
  • Bantuan Permodalan
  • Perlindungan Usaha
  • Pengembangan Kemitraan
  • Pelatihan
  • Membentuk Lembaga Khusus
  • Memantapkan Asosiasi
  • Mengembangkan Promosi
  • Mengembangkan Kerjasama yang Setara
  • Mengembangkan Sarana dan Prasarana


c. Ciri-ciri usaha kecil dan usaha menengah


Kemandirian dalam berbisnis. UMKM adalah usaha produktif yang dimiliki perorangan. Badan usaha yang telah memenuhi kriteria sebagai usaha mikro. 

Seperti diatur dalam peraturan perundang-undangan No. 20 tahun 2008.

Sesuai pengertian UMKM tersebut maka kriteria UMKM dibedakan secara masing-masing meliputi usaha mikro, usaha kecil, dan usaha menengah.


➤ Ciri-ciri usaha Kecil


  • Jenis barang/komoditi yang diusahakan umumnya sudah tetap tidak gampang berubah
  • Lokasi/tempat usaha umumnya sudah menetap tidak berpindah-pindah
  • Pada umumnya sudah melakukan administrasi keuangan walau masih sederhana, keuangan perusahaan sudah mulai dipisahkan dengan keuangan keluarga
  • Sudah memiliki izin usaha dan persyaratan legalitas lainnya termasuk NPWP
  • Sumberdaya manusia (pengusaha) memiliki pengalaman dalam wira usaha
  • Sebagian sudah akses ke perbankan dalam hal keperluan modal
  • Sebagian besar belum dapat membuat manajemen usaha dengan baik seperti business planning  


➤ Ciri-ciri usaha menengah


  • Pada umumnya telah memiliki manajemen dan organisasi yang lebih baik, lebih teratur bahkan lebih modern, dengan pembagian tugas yang jelas antara lain, bagian keuangan, bagian pemasaran dan bagian produksi
  • Telah melakukan manajemen keuangan dengan menerapkan sistem akuntansi dengan teratur,sehingga memudahkan untuk auditing dan penilaian atau   pemeriksaan termasuk oleh perbankan
  • Telah melakukan aturan atau pengelolaan dan organisasi perburuhan, telah ada Jamsostek, pemeliharaan kesehatan dan lain-lain.
  • Sudah memiliki segala persyaratan legalitas antara lain izin tetangga, izin usaha, izin tempat, NPWP, upaya pengelolaan lingkungan dan lain-lain.
  • Sudah akses kepada sumber-sumber pendanaan perbankan  Pada umumnya telah memiliki sumber daya manusia yang terlatih dan terdidik.






3. Kemandirian dalam berbisnis dengan acuan studi kelayakan


Kemandirian dalam berbisnis hendaknya menggunakan strategi yang cocok dan relevan. 

Dengan Studi Kelayakan usaha agar mengetahui "Layak atau Tidaknya" suatu usaha yang di jalankan. Juga dapat menentukan keberhasilan dan kegagalan dalam bisnis. 

Dalam hal ini sekaligus untuk menghindari dari terlanjur dalam berinvestasi dan dalam bisnis. 
Serta untuk membangun optimis dan motivasi dalam memperjuangkan usahanya. 

Kearah masa depan yang akan di gapai yaitu "Sukses di masa depan". untuk pelaku bisnis hendaknya selalu menggunakan analisa Studi kelayakan. 

Untuk pengambilan keputusan bagi pemilik modal untuk berinvestasi. Pemodal memerlukan informasi apakah investasi yang akan dilaksanakan.

Investasi mendatangkan keuntungan dan memberi manfaat. Juga merupakan suatu konsep yang erat kaitannya dengan perencanaan usaha. 

Studi kelayakan usaha  juga sebagai alat untuk mencari dana dari pihak ketiga. Untuk menuju perencanaan usaha yang optimal. Simak aspek-aspek yang ada di Studi kelayakan :


a. Aspek pasar


Aspek pasar adalah latar belakang bisa menjelaskan mengenai kronologis produk. 
alasan mengapa objek tersebut dipilih. Serta kondisi pasar atas produk secara umum :


➤ Product  (Produk)

  • Kualitas
  • Penampilan
  • Tambahan-tambahan
  • Gaya
  • Merk
  • Pengepakkan
  • Ukuran
  • Pelayanan
  • Garansi

➤ Price  (Harga)

  • Daftar Harga
  • Rabat
  • Pengecualian
  • Periode
  • Pembayaran
  • Aturan

➤ Place (Distribusi)

  • Saluran
  • Peliputan
  • Lokasi
  • Tingkat kesediaan
  • Transport

➤ Promotion (Promosi)

  • Iklan
  • Penjualan Tatap Muka
  • Promosi Penjualan
  • Publisitas
  • Identifikasi Siklus produk
  • Prakiraan penjualan yang bisa dicapai
  • Market Share yang dapat di kuasai


b. Aspek teknis


Kemandirian dalam berbisnis. Aspek Teknis merupakan seleksi produk, deskripsi produk, mesin dan teknologi yang akan digunakan.

Lokasi usaha, proses produksi, layout fasilitas mesin dan pabrik, serta luas dan kapasitas produksi.

  •   Lokasi Usaha
  •   Alternative lokasi
  •   Transportasi
  •   Biaya
  •   Pendapatan Marjinal
  •   Luas usaha
  •   Layout tempat usaha


c. Aspek keuangan (Finansial)


Kemandirian dalam berbisnis. Aspek keuangan adalah masalah permodalan, modal kerja, modal investasi, proyeksi laporan keuangan, penilaian investasi. 

Serta membuat analisa dengan rasio keuangan dalam bentuk tingkat likuiditas atau rasio profitabilitas.

Agar studi kelayakan usaha dapat memberikan hasil yang maksimal, serta memberikan  sumber data yang actual dan valid :

  •   Dana untuk Investasi
  •   Sumber Dana
  •   Prakiraan penerimaan (Penjualan)
  •   Biaya
  •   Laba Rugi
  •   Aliran Kas (Cash Flow)
  •   Proyeksi Keuangan.


    d. Aspek manajemen


    Kemandirian dalam berbisnis. Aspek manajemen dapat mempersiapkan struktur organisasi, analisis dan deskripsi pekerjaan, rekrutmen dan seleksi. 

    Serta sistem kompensasi, program pengembangan karyawan kedepan, dan sistem informasi manajemen


    ➤ Manajemen (Masa pelaksanaan proyek dalam operasional)


    ➤ Manajemen dalam operasi


    • Bentuk Badan Usaha
    • Struktur Organisasi
    • Deskripsi
    • Spesifikasi Jabatan
    • Direksi
    • Tenaga Ahli
    • Jumlah tenaga yang diperlukan


    e. Aspek hukum ( Aspek Legalitas ) 



    ➤ Aspek hukum ( Aspek Legalitas )

    • Bentuk badan usaha
    • Jaminan untuk sumber dana pinjaman
    • Berbagai Akte Notaris (akta Perusahaan)
    • Sertifikat
    • Perijinan :

    ➤ Perijinan yang meliputi 

    • Kementerian Perdagangan Indonesia 
    • Surat Keterangan Domisili Usaha 
    • Surat Izin Usaha Perdagangan 
    • Tanda Daftar Perusahaan (TDP) 
    • Izin Mendirikan Bangunan 
    • Surat Izin Gangguan ( HO)B 
    • Nomor pokok wajib pajak 
    • Penanaman Modal Asing 
    • Penanaman Modal Dalam Negeri


    f. Aspek ekonomi dan sosial


    Kemandirian dalam berbisnis. Kemandirian berbisnis - Langkah bijak dan berani 

    •  Pengaruh proyek terhadap tingkat pendapatan masyarakat serta Negara
    •  Penambahan dan pemerataan kesempatan kerja 
    • Pengaruh proyek tersebut terhadap industri lain.



    Sebagai penutup, diucapkan terima kasih telah meluangkan waktunya untuk membaca artikel 
    Kemandirian dalam berbisnis.


    Untuk mendapat informasi lebih luas dan lengkap tentang topik ini, silahkan menggunakan Google Search Engine


    Semoga artikel ini memberi manfaat serta inspirasi. Bila ada yang ingin mendiskusikan bisa klik " Contact Us "


    Untuk melengkapi pemahaman Kemandirian dalam berbisnis
    silahkan tonton video dibawah ini.


    https://www.gankoko.com/2018/03/kemandirian-dalam-berbisnis.html
    Vedio - Kemandirian dalam berbisnis -
    Cara Membangun Mental Bisnis Mario Teguh success video



    4 comments:



    Terima kasih, telah membaca dan memberi komentarnya

    Semoga Artikel ini memberi inspirasi dan bermanfaat.