Thursday, November 26, 2020

Strategi pemasaran - Efektif saat ini | Bagian 2

 Strategi pemasaran - Efektif saat ini | Bagian 2. Pebisnis harus dapat mengatur strategi pemasaran yang berpeluang lebih tinggi mendapatkan pembeli.


Segala aspek bisnis berubah banyak, termasuk strategi pemasaran produk yang tidak bisa lagi diandalkan dengan cara yang biasa. Perlu ada strategi baru untuk memasarkan produk di tengah persaingan kuat


Ketika sedang berada dalam kondisi yang serba sulit, semua pengeluaran pun harus diatur sedemikian rupa, termasuk dalam budget marketing. 

Mengurangi budget beriklan sangatlah sulit dilakukan karena dengan budget yang ada sekarang pun bila masih dirasakan kurang maksimal 


kebutuhan akan strategi pemasaran yang tepat dengan anggaran minimum tetapi bisa memberikan hasil yang maksimum. Segalanya harus sangat efektif dan memang benar-benar teruji dalam mendatangkan pembeli.


Baca juga : Artikel yang terkait


Memiliki Strategi bisnis yang Cantik untuk bisnis adalah merupakan kunci sukses dengan menetrapkan dan menentukan strategi bisnis secara konsesiten agar terhindar dari gagal manajemen.


Menjadi seorang Enterpreneur pastinya memiliki Strategi serta memiliki taktik yang jitu dan cerdas dalam berbisnis. Naluri seorang entrepreneur yang kreatif dan memiliki perspektif tentang mengkelola  bisnis.


Enterpreneur memiliki perspektif bagaimana cara merealisasikan ide bisnisnya serta bagaimana cara mengelola bisnis yang baik dan konsisten.


Tak lupa di ucapkan Terima kasih, telah berkunjung di artikel ini. Mohon kiranya mau memberikan komentar di akhir artikel ini.


Strategi pemasaran - Efektif saat ini | Bagian 2
Strategi pemasaran - Efektif saat ini


Menyusun strategi Pemasaran yang efektif  menggunakan Marketing Mix


Strategi pemasaran - Efektif saat ini | Bagian 2. Menyusun strategi Pemasaran yang efektif menggunakan Marketing Mix adalah tehnik dan taktik pemasaran yang tepat untuk saat ini. Karena strategi ini sangat ampuh dalam pemasaran (marketing) produk untuk mendongkrak penjualan.

Dengan mendongkrak penjualan yang pada akhirnya berujung pada keuntungan yang akan diperoleh. Banyak pelaku bisnis yang mengelola usahanya sebatas kemampuannya saja. Tidak jarang pengelolaannya secara profesional meskipun bisnis yang dikelolanya banyak. 

Sesungguhnya bila bisnis menggunakan Strategi pemasaran yang efektif saat ini. Maka akan menaikkan omset penjualan. Strategi Pemasaran yang efektif  dengan menggunakan Marketing Mix :


  • Strategi Pemasaran Product  (Produk)
  • Strategi Pemasaran Price (Harga)
  • Strategi Pemasaran Place (Tempat)
  • Strategi Pemasaran Promotion (Promosi)


Tambah 3 elemen pada bauran pemasaran

  • Strategi Pemasaran Orang ( People )
  • Strategi Pemasaran Process  (Proses)
  • Strategi Pemasaran Physical Evidence (Sarana Fisik)



Sehubungan dengan langkah operasi perusahaan didalam pelaksanaan kegiatannya adalah salah satu Strategi pemasaran yang efektif saat ini.

Untuk menentukan keberhasilan mencapai tujuan yang kegiatan pemasaran menggunakan marketing mixnya. Marketing Mix ( Bauran Pemasaran ) Adalah Sarana yang taktis dalam pemasaran produk.

Serta untuk menyikapi perihal yang berkaitan dengan, produk, harga, distribusi, dan promosi  dalam rangka untuk merespon keinginan pasar. Dalam rangka untuk meningkatkan penjualan produk.

Dengan Menyusun strategi Pemasaran yang efektif  menggunakan Marketing Mix adalah langkah operasional didalam pelaksanaan marketing. 

Langkah operasi inilah salah satu cara yang tepat dalam menentukan keberhasilan mencapai tujuan kegiatan pemasaran.

Komponen Bauran Pemasaran ( Marketing Mix ) adalah Bauran pemasaran strategi pemasaran. Yang di pergunakan untuk mencapai keberhasilan dalam pemasaran produk yang menjadi sasaran.

Unsur-unsur pokok yang menjadi dasar pertimbangan pengambilan keputusan dalam strategi pemasaran adalah 4P :

  • (Prodduct, Price, Place Promotion) ditambah lagi dengan
  • ( People, Process, dan Physical Evidence).




1. Strategi Pemasaran  Product  (Produk)


Strategi Pemasaran  Product  (Produk) adalah suatu bentuk barang/jasa yang ditawarkan didalam pasar untuk dipertahankan, dimiliki, digunakan atau dikonsumsi.


Sehingga mendapat kepuasan suatu keinginan. Termasuk didalamnya adalah objek fisik, jasa, orang, tempat organisasi dan gagasan, Produk dapat digolongkan menjadi :

Penggolongan menurut tujuan pemakainya

  • Barang konsumsi, Barang konsumsi yaitu barang-barang yang dibeli untuk dikonsumsikan, jadi barang ini untuk dikonsumsikan sendiri dan tidak digunakan untuk proses produksi. Barang konsumsi dapat dibedakan menjadi'
  • Barang industri, Adalah yang pembeliannya diperuntukan menghasilkan barang tertentu atau untuk menyelenggarakan suatu usaha.


Penggolongan menurut tingkat konsumsi dan konkret tidaknya suatu barang.

  • Barang tahan lama, Adalah barang konkret yang dapat digunakan dalam jangka waktu tertentu.
  • Barang tidak tahan lama, Adalah barang konkret yang habis dikonsumsikan setelah digunakan sekali atau beberapa kali. 
  • Jasa, Adalah kegiatan, kegunaan atau kepuasan yang dijual.



2. Strategi Pemasaran Price (Harga)


Strategi Pemasaran Price (Harga) didalam penetapan harga jual, perusahaan harus memperhatikan berbagai pihak antara lain para konsumen akhir. 
Para penyalur, saingan, para suplier, bahan, dana, tenaga kerja dan lain-lain.

Keputusan yang berkaitan dengan harga akan sangat mempengaruhi. Beberapa hal diantaranya aspek kegiatan perusahaan, aspek penjualan maupun aspek keuntungan yang ingin dicapai.

Keputusan yang berkaitan dengan harga hendaknya harus dipertimbangkan secara sungguh - sungguh dan mendalam serta memperhatikan aspek intern dan ekstern. Apabila produk dipresepsikan berkualitas tinggi dan dianggap manfaatnya banyak.

Harga akan dipresesikan murah, begitu juga sebaliknya. Harga bisa juga diartikan sebagai ukuran dan perbandingan antara pengorbanan dan manfaat. Untuk mencapai keunggulan dalam harga.

Diperlukan keunggulan operasional (operational exelence) dengan keunggulan operasional. Akan memberikan perpaduan kualitas, harga dan kemudahan dalam membeli. Dengan keunggulan dalam pelaksanaan operasi perusahaan.

Maka perusahaan akan dapat menekan biaya produksi. Maka harga jual dapat ditekan lebih rendah lagi. Namun demikian presepsi konsumen tidak secara mutlak mampu membuat konsumen mengabaikan harga.

Sebab konsumen pada umumnya memiliki kreteria dalam menilai harga. Kreteria dasar yang sering dijadikan konsumen dalam menilai harga adalah:


  • Harga produk lain.
  • Perubahan waktu pembelian
  • Lingkungan pembelian


Selain hal penetapkan harga diatas, dapat juga menggunakan cara dengan pendekatan penetapan harga secara umum yang meliputi  :


a. Cost-Based Pricing (Penetapan harga berdasarkan biaya)


  • Cost-Plus-Pricing (Penetapan harga biaya plus)
  • Break Even Analysis and Target Profit Pricing (Analisis peluang pokok dan penetapan harga laba sasaran). Value-Based Pricing (Penetapan harga berdasarkan nilai)


b. Competition-Based Pricing (Penetapan harga berdasarkan persaingan)


  • Going-rate Pricing (Penetapan harga berdasarkan harga yang berlaku)
  • Scaled-Bid Pricing (Penetapan harga penawaran tertutup)



3. Strategi Pemasaran Place (Tempat)


Strategi Pemasaran Place (Tempat) ditentukan setelah barang selesai dibuat dan siap untuk dipasarkan, tahap berikutnya adalah proses pemasaran. Didalam proses pemasaran adalah menentukan metode dan rute yang akan dipakai untuk menyalurkan barang tersebut kepasar.


Hal ini menyangkut strategi penyaluran dan termasuk didalam pemiilihan penyaluran distribusi. Definisikan saluran distribusi untuk suatu produk. Adalah Saluran yang digunakan oleh produsen untuk menyalurkan barang tersebut dari produsen sampai ke konsumen.

Gambaran secara umum Strategi Pemasaran Place (Tempat). Atau saluran distribusi yang sering di pergunakan oleh produsen, untukn produknya sampai ke konsumen antara lain.


a. Distribusi barang-barang konsumen


  • Produsen => Pengecer => Konsumen
  • Produsen => Pedagang besar =>  Pengecer => Konsumen
  • Produsen => Agen => Pengecer => Konsumen
  • Produsen => Agen => Pedagang besar => Pengecer => Konsumen


b. Distribusi barang industri


  • Produsen => Pemakai Industri
  • Produsen => Distributor Industri => Pemakai
  • Produsen => Agen => Pemakai
  • Produsen => Agen => Distributor Industri => Pemakai



4. Strategi Pemasaran Promotion (Promosi)


Strategi Pemasaran Promotion (Promosi) adalah Ruang lingkup promosi dipengaruhi oleh macam-macam kegiatan yang dipergunakan. Promosi yang diselenggarakan oleh kompetiter (pesaing) juga perlu dipertimbangkan didalam memasarkan produk.


Promosi adalah suatu informasi atau persuasi yang dibuat untuk mengarahkan seseorang kepada tindakan untuk menciptakan pertukaran dalam pemasaran.


a. Periklanan


Yaitu penyajian yang dilakukan melalui promosi. Mengenai produk didalamnya ada ide-ide, barang atau jasa yang dilaksanakan dan diselenggarakan oleh sponsor.


b. Penjualan secara pribadi (personal selling)


Yaitu penyajian yang secara lisan dalam percakapan langsung kepada calon pembeli dengan tujuan menjualan produk, fungsi dari petugas penjualan.


c. Promosi dagang


Yaitu ransangan (stimulation) jangka pendek untuk mendorong penjual suatu barang atau jasa.


d. Publisitas


Yaitu untuk meransang suatu permintaan terhadap barang/jasa kepada konsumen dalam bentuk informasi.Berita yang bersifat komersil melalui sebuah media. Dalam bentuk pengiklanan baik melalui siaran radio, TV, atau lainnya yang diselenggarakan oleh sponsor.


e. Tingkat kebenaran atau  kepercayaan yang tinggi


Pemberian publisitas dari suatu kebenaran atau kepercayaan yang tinggi kepada masyarakat. Masyarakat yang dianggap sebagai suatu kebenaran atau dapat dipercaya.Dari pada informasi dari pihak lain yang tidak dapat dipertanggung jawabkan.




Mendramatisir

Perusahaan harus berusaha mempengaruhi para pembeli untuk dapat menciptakan permintaan atau produknya. Seperti advantasi, publisitas juga mempunyai kemampuan untuk menggambar produk atau jasa dalam bentuk cerita yang jelas serta nyata.



Hal tersebut merupakan salah satu bauran pemasaran secara keseluruhan. Dan terkendali dengan baik sehingga dapat meningkatkan penjualan dan dalam market share.

Baca juga  :  Strategi pemasaran yang efektif untuk menghadapi persaingan


Strategi pemasaran - Efektif saat ini | Bagian 2



Tambah 3 elemen pada bauran pemasaran


5. Strategi Pemasaran Orang ( People )


Strategi Pemasaran Orang ( People ) adalah orang atau petugas yang memberi pelayanan kepada pembeli / konsumen. Maka untuk mendapatkan petugas tersebut hendaknya melalui seleksi, dilatih, dan dimotivasi. 


Petugas yang menjadi pelaksana diharapkan dapat memberikan :

  • Pelayanan/ service yang baik kepada pembeli
  • Sikap perhatian
  • Responsif
  • Inisiatif
  • Kreatif
  • Pandai memecahkan masalah
  • Sabar
  • Ikhlas.


Dengan pelayanan yang baik, maka konsumen akan merasa terlayani dengan baik. Besar kemungkinan konsumen tersebut akan kembali lagi membeli produk yang ditawarkan.

Orang adalah pelaku yang peranannya di dalam penyajian jasa sehingga dapat mempengaruhi persepsi pembeli.


6. Strategi Pemasaran Process  (Proses)


Strategi Pemasaran Process  (Proses) adalah Proses terjadinya produk tidak diketahui oleh pembeli yang penting jasa yang dia terima harus memuaskan.

Contohnya proses pemberian jasa oleh bank berupa jasa transfer, administrasi dan lain-lain. Bauran pemasaran (marketing mix) menjadi integrated service manajemen.

Integrated service manajemen dengan menggunakan pendekatan “8P”, Yaitu :

  • Product elemen
  • Place cyberspace and time
  • Promotion and Education
  • Price and other user outlays
  • Process
  • Productifity and quality
  • People
  • Physical evidence.


Dan dari variabel tersebut dapat dijabarkan, Product element adalah semua komponen dari kinerja layanan yang menciptakan nilai bagi pelanggan.

Place, cyberspace, and time adalah keputusan manajemen mengenai kapan, dimana dan bagaimana menyajikan layanan yang baik bagi pelanggan. Promotion and education adalah semua aktifitas komunikasi dan perancangan insentif.

Untuk membangun persepsi pelanggan yang dikehendaki atas layanan spesifik yang perusahaan berikan. Price and user other outlays adalah pengeluaran uang.

Waktu dan usaha yang pelanggan korbankan dalam membeli dan mengkonsumsi produk dan layanan yang perusahaan tawarkan atau sajikan. Process adalah suatu metode pengoperasian atau serangkaian tindakan yang diperlukan. 

Untuk menyajikan produk dan layanan yang baik kepada pelanggan. Productifity and quality, productifity adalah sejauh mana efisiensi masukan-masukan. Kedalam hasil-hasil layanan yang dapat menambah nilai bagi pelanggan

Quality adalah derajat suatu layanan yang dapat memuaskan pelanggan karena dapat memenuhi kebutuhan, keinginan, dan harapan. People adalah pelanggan dan karyawan yang terlibat dalam kegiatan memproduksi produk dan layanan ( Sevice production ).


Physical evidence adalah perangkat-perangkat yang diperlukan dalam menyajikan secara nyata kualitas produk dan layanan.



7. Strategi Pemasaran Physical Evidence (Sarana Fisik)


Strategi Pemasaran Physical Evidence (Sarana Fisik) adalah bentuk fisik. Yang bermakna konsumen akan melihat keadaan secara nyata dan benda-benda yang menghasilkan jasa tersebut.

Unsur didalam sarana fisik yaitu ; lingkungan fisik, dalam hal ini bangunan fisik, peralatan, perlengkapan, logo, warna dan barang-barang lainnya. Yang menyatu dengan layanan yang diberikan. Physical Evidence (sarana fisik) dengan kata lain yaitu hal yang menarik. 

Atau unik menjadi daya tarik kepada membeli suatu produk. Contohnya ketupat dipakai untuk dekorasi saat menyambut bulan Ramadhan atau pohon cemara dipakai untuk dekorasi saat menyambut Natal.


 Baca juga  :  Prosedur mengelola kas kecil yang baik



Sebagai penutup, diucapkan terima kasih telah meluang waktunya untuk membaca artikel 
Strategi pemasaran - Efektif saat ini | Bagian 2


Kembali ke Bagian 1.


Untk melengkapi pemahaman tentang Strategi pemasaran, silahkan tonton video dibawah ini


Semoga artikel ini memberi manfaat serta menginspirasi. Bila ada yang ingin mendiskusikan bisa mengklik " Contact Us "  


Baca juga  :  Cara mengelola cash flow yang efektif untuk bisnis


Strategi Pemasaran Efektif untuk Millenial | TIA Focus




Baca juga  :  Cara mengelola cash flow yang efektif untuk bisnis


Strategi pemasaran - Efektif saat ini | Bagian 2
Strategi pemasaran





Tuesday, November 24, 2020

Profesional dalam bisnis - "Kunci sukses" | bagian 2

Profesional dalam bisnis - "Kunci sukses" | bagian 2 dan agar selalu mendapatkan kepercayaan serta selalu menjaga komitmen dalam menjalankan bisnis.


Membangun bisnis adalah membangun kepercayaan setiap elemen yang berhubungan dengan bisnis. konsumen, pemasok, investor dan bahkan karyawan harus dibangun kepercayaannya. Kepercayaan adalah salah satu output dari profesionalisme. 


Seberapa tinggi profesionalisme, setinggi itu pula kepercayaan yang akan dapatkan. Jadi, keberlangsungan bisnis sangat bergantung pada seberapa kuat mempertahankan profesionalisme. 


Dunia bisnis tidak lepas dari persaingan, maka memang dituntut untuk dapat menjadi profesional agar dapat terus maju. Ada pepatah yang mengatakan bahwa mempertahankan lebih sulit daripada membangun. 


Namun yang pasti, membangun maupun mempertahankan punya tantangannya masing-masing. Beberapa hal dibawah ini dapat menjadi masukan untuk dapat mempertahankan profesionalisme dalam menjalankan bisnis.


Baca juga : Artikel yang terkait


Profesional dalam bisnis - "Kunci sukses" | bagian 2
Profesional dalam bisnis - "Kunci sukses"


Sikap dan etika profesional dalam bisnis


Profesional dalam bisnis - "Kunci sukses" | bagian 2Profesionalisme adalah etos yang membuat seseorang yang pelaku bisnis profesional dapat dalam sebuah perjalanan karirnya. Lalu bagaimana implementasinya dalam prinsip profesionalisme ini dalam praktik sehari-hari.


1. Etika


Pengertian Etika (Etimologi) yang berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan, Biasanya etika yang berkaitan erat dengan perkataan moral. 
Yang berarti juga berati kebiasaan dan cara hidup seseorang. 

Sedangkan etika adalah Untuk pengkajian sistem nilai-nilai yang berlaku. Dengan melakukan perbuatan yang baik (kesusilaan). Dan menghindari hal-hal tindakan yang buruk. 

Pengertian etika atau moral hampir sama, namun dalam kegiatan sehari-hari ada, moral untuk penilaian perbuatan yang dilakukan.


2. Profesi


Profesi ialah suatu pekerjaan atau jabatan yang menuntut keterampilan atau keahlian tertentu dari seseorang. 
Sesungguhnya pekerjaan belum tentu menjadi sebuah profesi Namun di masyarakat bahwa profesi adalah sebuah pekerjaan.


Hal inilah yang harus dipahami oleh masyarakat, karena masyarakat menganggap bahwa pekerjaan dan profesi. 
Profesi tidak dapat disematkan begitu saja kepada seseorang yang berkaitan dengan pekerjaan dan jabatannya.


Disebut “profesi” selalu yang berkaitan dengan pekerjaan atau jabatan yang dilakukan oleh seseorang. 
Tetapi tidak semua pekerjaan disebut profesi, karena profesi adalah seseorang yang memiliki keahlian tertentu.


Suatu Profesi yang dimiliki oleh seseorang pelaku bisnis harus melalui pendidikan dan pelatihan yang dikembangkan khusus untuk itu. Pekerjaan tidak sama dengan profesi.



3. Etika Profesi

Etika profesi ialah dalah sikap hidup berupa keadilan untuk memberikan pelayanan professional terhadap masyarakat dengan penuh ketertiban. Keahlian sebagai pelayanan dalam rangka melaksanakan tugas berupa kewajiban terhadap masyarakat.

Etika profesi ialah suatu sikap berupa keahlian untuk dapat memberikan pelayanan secara professional.


Kepada masyarakat dalam rangka melaksanakan tugas berupa kewajiban terhadap masyarakat. 
Nilai dan aturan professsional secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik bagi professional, sehingga Kode etik profesi adalah sistem norma.



4. Profesionalisme dalam bisnis


Profesionalisme merupakan komitmen para anggota suatu profesi untuk meningkatkan kemampuannya secara terus menerus. 
“Profesionalisme” adalah sebutan yang mengacu kepada sikap mental dalam bentuk komitmen.


Dari para anggota suatu profesi untuk senantiasa mewujudkan dan meningkatkan kualitas profesionalnya. 
Profesionalisme adalah hal yang mengacu kepada sikap mental dalam bentuk komitmen. 


Dari seseorang yang selalu senantiasa mewujudkan dan meningkatkan kualitas profesionalnya. Profesionalisme merupakan komitmen yang selalu  meningkatkan kemampuannya secara terus menerus.


Profesionalisme dapat juga diartikan sebagai perpaduan antara kompetensi dan karakter yang menunjukkan adanya tanggung jawab moral. 
Profesionalisme terkandung keahlian dalam mengoptimalkan ilmu pengetahuan.


Skill, waktu, tenaga, sember daya, serta sebuah strategi yang akan dicapai secara memuaskan. Sehingga setiap orang selalu dituntut  untuk dapat memiliki profesionalisme di dalam pekerjaannya.



Baca juga : Studi kelayakan penting untuk berbisnis


Profesional dalam bisnis - "Kunci sukses" | bagian 2
Profesionalisme dalam Bisnis - memiliki Pengetahuan yang mumpuni agar dapat sukses


Pebisnis wajib memahami manajemen dalam bisnis


Profesional dalam bisnis - "Kunci sukses" | bagian 2Untuk menjadi seorang yang profesional tidak cukup hanya lewat pendidikan formal, diperlukan lebih dari sekedar gelar akademis.


Untuk menjadi Profesional perlu melalui proses pembelajaran dan pengembangan diri yang terus menerus.



1. Unsur-unsur Pebisnis yang Profesional


Pebisnis yang Profesional selalu mengembangkan keahlian, selalu membangun hubungan dengan orang lain, Tingkatkan kemampuan berkomunikasi. 
Hasilkan yang terbaik, Berpenampilan menarik, Kehidupan yang seimbang dan Memiliki nilai moral yang tinggi.



    a. Kembangkan keahlian (Expert)


      Menggali potensi dan kemampuan dan terus dikembangkan sampai menjadi ahli. Fokus pada kekuatan dan bukan pada kelemahan, lakukan eksplorasi (organisasi sebagai sarana).


      Sadari setiap punya keunikan dan kekhususan perlu menginvestasikan waktu untuk mengembangkannya. 
      Hal ini butuh ketekunan, usaha, kerja keras, kemauan yang kuat dan inisiatif. Terus tingkatkan pemahaman lewat seminar, buku, audio, latihan.



        b. Mahir membangun hubungan (Relationship)


          Kemampuan membangun hubungan (bersosialisasi) dengan orang lain sangat menentukan keberhasilan dalam kehidupan. Ini berlaku dalam setiap aspek kehidupan seperti ; pergaulan, organisasi, dunia usaha, pekerjaan, keluarga.


          Makanya tidak heran sejumlah studi ilmiah menyimpulkan 85% kunci sukses ditentukan bukan dari keahlian/keterampilan teknis.


          Melainkan kemahiran dalam menjalin hubungan baik dengan orang lain. Bila anda ingin menjadi seorang yang profesional dalam hidup ini, apapun tujuan dan bidang yang di pilih.


          Dan harus belajar membina hubungan yang baik dengan orang banyak dari berbagai kalangan. Karena masyarakat mungkin masih bisa menerima orang yang tidak punya keahlian khusus.



            c. Tingkatkan kemampuan berkomunikasi (Communicator)


              Seberapa jauh dan dalamnya suatu hubungan dapat terjalin ditentukan oleh komunikasi.  90% penyebab hancurnya suatu hubungan pernikahan, pertemanan, organisasi, bisnis, diakibatkan komunikasi yang salah.


              Komunikasi yang baik harus bersifat dua arah. Seorang komunikator yang handal adalah seorang pendengar yang baik. 
              Seorang yang profesional harus mampu mengkomunikasikan suatu hal dengan jelas dan tepat pada sasaran.



              d. Hasilkan yang terbaik (Excellent) 


              "Profesional don't do different thing, they do thing differently". Untuk menjadi profesional dan  harus terus mencoba memberikan dan mengerjakan lebih dari apa yang diharapkan. Waktu untuk melakukan suatu kegiatan, project, kerjaan, tugas hasilkan yang terbaik. 

              Jangan puas dengan rata-rata kejar hasil yang excellent. Lakukan yang terbaik hari ini untuk bayaran hari esok. Pikirkan selalu apa yang dapat saya lakukan untuk add value bukan apa yang saya bisa peroleh.



                e. Berpenampilan menarik (Good Looking)


                  First impression is very important! Karena orang akan menilai kita 10 detik pertama apakah mereka bisa menerima atau tidak. Sama halnya kalau mau beli barang lihat packaging dulu, mau nonton film lihat preview dulu, mau masuk toko lihat dekor yang paling menarik.



                    f. Kehidupan yang seimbang (Balance of life)


                      Seorang pelaku bisnis profesional harus mampu atur prioritas dan menjalankan berbagai peran. Setiap orang mungkin memiliki banyak peran dalam hidup ini. Hidup ini harus dijaga agar seimbang dalam berbagai aspek. 


                      Peran sebagai anak, ayah, anggota organisasi, ketua, sales, karyawan. Harus dapat berfungsi dengan benar sesuai dengan peran yang dijalankan jangan sampai tercampur aduk.



                        g. Memiliki nilai moral yang tinggi (Strong Value)


                          Untuk bisnis profesional sejati harus memiliki nilai moral yang tinggi. Hal ini yang akan membedakan setiap kinerja, usaha, karya dan kegiatan yang dilakukan dengan orang lain. Sementara orang lain kompromi, Menggunakan cara-cara yang tidak etis.


                          Untuk mencapai tujuannya tetap berpegang pada prinsip yang benar. Diluar sana ada begitu banyak cara-cara pintas dan penyimpangan yang terjadi. Oleh karena itu harus mampu mempertahankan sikap profesionalisme. Pebisnis yang Profesional ;



                          2. Strategi menjadi seorang Pebisnis yang profesional


                          a. Selalu mengembangkan keahlian (Expert)


                          Pebisnis yang profesional tidak cukup hanya lewat pendidikan formal, diperlukan lebih dari sekedar gelar akademis. perlu melalui proses pembelajaran dan pengembangan diri yang terus menerus.



                          b. Selalu meningkatkatkan kemahiran dalam membangun hubungan (Relationship)


                          kunci sukses ditentukan bukan dari keahlian/keterampilan teknis, masyarakat mungkin masih bisa menerima orang yang tidak punya keahlian khusus. 
                          Tapi mereka sulit menerima orang yang tidak bisa berhubungan baik dengan orang lain.



                          c. Selalu ingin meningkatkan kemampuan berkomunikasi (Communicator)


                          Komunikasi yang baik harus bersifat dua arah. Seorang komunikator yang handal adalah seorang mampu mendengarkan. 
                          Seorang yang profesional harus mampu mengkomunikasikan suatu hal dengan jelas dan tepat pada sasaran.



                          d. Selalu menghasilkan yang terbaik (Excellent)


                          Untuk menjadi profesional harus terus mencoba memberikan dan mengerjakan lebih dari apa yang diharapkan.


                          Waktu melakukan suatu kegiatan, project, kerjaan, tugas hasilkan yang terbaik. tidak cepat puas dengan hasil yang excellent. Lakukan yang terbaik hari ini untuk bayaran hari esok. 



                          e. Berpenampilan menarik (Good Looking)


                          Penampilan juga sangat menentukan, karena penampilan juga memberi kesan dan kepercayaan terhadap orang lain. 
                          Penampilah seseorang Pebisnis yang profesional akan dinilai oleh orang dalam waktu 10 detik pertama apakah mereka bisa menerima kita atau tidak.



                          f. Selalu menjaga kehidupan yang seimbang (Balance of life)


                          Seorang Pebisnis profesional harus mampu mengatur prioritas dan menjalankan berbagai peran. 
                          Berfungsi dengan benar sesuai dengan peran yang sedang di jalankan jangan sampai tercampur aduk. karena hidup ini harus dijaga agar seimbang dalam berbagai aspek.



                          g. Memiliki nilai moral yang tinggi (Strong Value)


                          Memiliki nilai moral yang tinggi adalah hal yang tidak bisa ditawa-tawar lagi, hal ini yang akan membedakan setiap kinerja, usaha, karya dan kegiatan yang di lakukan dengan orang lain. 

                          • Tidak memaksa
                          • Tidak mengiba 
                          • Tidak berjanji.


                          3. Wajib memahami fungsi manajemen  


                          Secara umum fungsi manajemen berdasarkan prinsip Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling POAC. 
                          Prinsip manajemen ini banyak digunakan oleh organisasi, untuk memajukan dan mengelola organisasi.



                          a. Planning ( perencanaan )


                            Planning meliputi pengaturan untuk mencapai tujuan dan berupaya untuk mencapai tujuan yang di inginkan. 
                            Planning sebagai fungsi utama manajemen serta segala yang dikerjakan oleh manajer. Planning berperan dalam menggerakan fungsi manajemen yang lain.


                            Membuat keputusan adalah bagian dari perencanaan karena setiap pilihan dibuat berdasarkan proses penyelesaian setiap rencana. 
                            Setiap manajer harus membuat perencanaan yang efektif.


                            Dalam perencanaan ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan. 


                            Yaitu harus SMART :


                            Specific artinya perencanaan harus jelas maksud serta ruang lingkupnya. Tidak terlalu melebar


                            Measurable artinya program kerja atau rencana harus ada alat ukur dan tingkat keberhasilannya.


                            Achievable artinya harus dapat dicapai. Jadi bukan anggan-angan.


                            Realistic artinya sesuai dengan kemampuan dan sumber daya yang ada. Tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sulit. Tapi tetap ada tantangan.


                            Time artinya ada batas waktu yang jelas. Mingguan, bulanan, triwulan, semesteran atau tahunan. Sehingga mudah dinilai dan dievaluasi.



                              b. Organizing ( Organisasi )


                                Organizing adalah proses dalam memastikan kebutuhan sumber daya manusia dan fisik tersedia untuk melaksanakan seluruh rencana. 
                                Rencana yang telah disusun untuk mencapai tujuan yang berhubungan dengan organisasi. 


                                Aspek utama lain dari organizing adalah pengelompokan kegiatan unit-unit atau ke sub unit lainnya. Kepegawaian adalah suatu aktifitas utama yang terkadang diklasifikasikan sebagai fungsi yang terpisah dari organizing.


                                Memekerjakan orang untuk pekerjaan merupakan aktifitas kepegawaian yang khusus dan khas. 
                                Organizing adalah untuk memastikan bahwa sumber daya manusia diperlukan untuk mencapai tujuan organisasi.


                                Organizing juga meliputi penugasan setiap aktifitas, membagi pekerjaan ke dalam setiap gugus tugas yang secara spesifik. 
                                Dan menentukan siapa yang memiliki kewajiban untuk mengerjakan beberapa tugas.


                                Disinilah salah satu prinsip dari manajemen. Dengan pembagian tugas tersebut maka pekerjaan menjadi ringan. 
                                Biasanya juga semakin besar penghasilannya. Agar tujuan tercapai maka dibutuhkan pengorganisasian.


                                Dalam organisasi biasanya diwujudkan dalam bentuk bagan organisasi. Yang kemudian dipecah menjadi berbagai jabatan. 
                                Pada setiap jabatan biasanya memiliki tugas, tanggung jawab, wewenang dan uraian jabatan (Job Description).


                                Agar tujuan tercapai maka dibutuhkan pengorganisasian. Dalam organisasi biasanya diwujudkan dalam bentuk bagan organisasi. Semakin tinggi suatu jabatan biasanya semakin tinggi tugas.


                                Tanggung jawab dan wewenangnya. Yaitu membagi-bagi tugas sesuai dengan keahliannya masing-masing. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.



                                  c. Actuating ( Menggerakan )


                                    Perencanaan dan pengorganisasian tak mempunyai arti bila tidak diikuti dengan menggerakan atau pelaksanaan kerja. 
                                    Mengoptimalkan semua sumber daya manusia yang ada untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi. 


                                    Pelaksanaan kerja harus sejalan dengan rencana kerja yang telah disusun. Setiap SDM harus bekerja sesuai dengan tugas, fungsi dan peran, keahlian dan kompetensi masing-masing SDM. Untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi yang telah ditetapkan.


                                    Untuk itu maka dibutuhkan kerja keras, kerja cerdas dan kerjasama. Kecuali memang ada hal-hal khusus sehingga perlu dilakukan penyesuian.



                                      d. Controlling ( Pengawasan )


                                        Agar pekerjaan berjalan sesuai dengan visi, misi, aturan dan program kerja maka dibutuhkan pengawasan atau kontrol. 
                                        Baik dalam bentuk supervisi, pengawasan, inspeksi hingga audit. Antisipasi dan penyesuaian-penyesuaian sesuai dengan situasi.


                                        Kondisi dan perkembangan zaman. Sehingga dengan hal tersebut dapat segera dilakukan koreksi, Kata-kata tersebut memang memiliki makna yang berbeda. Yang terpenting adalah bagaimana sejak dini dapat diketahui penyimpangan-penyimpangan yang terjadi.


                                        Baca juga :


                                        Sebagai penutup bagian artikel ini, diucapkan terima kasih telah meluang waktunya untuk membaca artikel Profesional dalam bisnis - "Kunci sukses" | bagian 2


                                        Kembali ke Bagian 1


                                        Untuk melengkapi pengetahuan tentang Mengelola bisnis, maka silahkan tonton video dibawah ini. Semoga artikel ini memberi manfaat serta menginspirasi. Bila ada yang ingin mendiskusikan bisa mengklik " Contact Us "


                                        Baca juga :


                                        Etika Profesional Dalam Bekerja



                                        Baca juga :



                                        Profesional dalam bisnis - "Kunci sukses" | bagian 2
                                        Profesional dalam bisnis

                                        Brokoko

                                        Popular Posts