Saturday, February 23, 2019

Studi kelayakan penting untuk berbisnis


Studi kelayakan penting untuk berbisnis, sarana pengambilan keputusan layak/tidaknya bisnis, mencegah kerugian dan keterlanjuan dalam berinvestasi.


Memiliki Strategi bisnis yang Cantik untuk bisnis adalah merupakan kunci sukses dengan menetrapkan dan menentukan strategi bisnis secara konsesiten agar terhindar dari gagal manajemen.



Baca juga : Artikel yang terkait


Menjadi seorang Enterpreneur pastinya memiliki Strategi serta memiliki taktik yang jitu dan cerdas dalam berbisnis. Naluri seorang entrepreneur yang kreatif dan memiliki perspektif tentang mengkelola  bisnis.


Enterpreneur memiliki perspektif bagaimana cara merealisasikan ide bisnisnya serta bagaimana cara mengelola bisnis yang baik dan konsisten.


Tak lupa di ucapkan Terima kasih, telah berkunjung di artikel ini. Mohon kiranya mau meninggalkan komentar di akhir artikel ini.



Studi kelayakan penting untuk berbisnis
Studi kelayakan penting untuk berbisnis

 


 

Studi Kelayakan dapat dilakukan sebagai upaya untuk memperoleh analisis kelayakan bisnis mampu dijalankan dengan baik atau tidaknya.

Studi kelayakan dalam bisnis menyangkut banyak aspek. Diantaranya adalah aspek hukum, sosial, ekonomi, budaya, manajemen perusahaan, aspek teknis dan teknologi dan sebagainya.


Pentingnya Studi Kelayakan untuk Berbisnis



Studi Kelayakan penting untuk bisnis adalah suatu sarana atau alat untuk pengambilan keputusan apakah rencana usaha akan di tindak lanjuti atau tidak. Dengan Studi Kelayakan Usaha dapat mencegah dari keterlanjuran dalam berinvestasi dalam bisnis. 


Studi kelayakan dapat juga memberi gambaran atas rencana usaha apakah mempunyai prospek baik. Seberapa jauh memberi manfaat kedepan.juga merupakan salah satu syarat yang penting untuk memulai usaha atau untuk pengembangkan usaha.


Menjadi pra syarat kelengkapan untuk pengajuan kredit bagi calon debitur baik usaha besar menengah maupun kecil. Calon investor mempunyai kepentingan dalam menilai. Pentingnya Studi Kelayakan dalam bisnis yang akan didanainya.


Juga pemerintah dalam pemberian ijin operasional juga mensyaratkan laporan Studi Kelayakan (SK). Membangun usaha bisnis tentunya memerlukan dana yang relatif besar,sehingga kehati-hatian dalam perhitungan. 


Analisis harus benar-benar matang valid dan akurat. Agar pada saat mengesekusi keputusan yang sangat penting bagi pengusaha maupun untuk pengambil keputusan yang optimal.


Dapat terpenuhinya semua aspek yang ada akan membuat kepercayaan banyak pihak di dalam realisasi bisnis. Usaha tersebut dapat mendukung keberhasilan bisnis yang dijalankan. 


Banyak pihak yang berkepentingan terhadap studi kelayakan, diantaranya adalah sebagai berikut :




1. Studi Kelayakan dalam Berbisnis



Pelaku bisnis dan para investor

Pihak pelaku bisnis / pemilik bisnis dan pihak investor memiliki kepentingan terhadap studi kelayakan dalam bisnis khususnya. Sebagai jaminan bahwa akan ada kemungkinan pemasukan profit yang besar melalui studi kelayakan bila bisnis dijalankan.


Kepentingan utamanya tak lain bagaimana modal bisa dikembalikan dengan segera serta memperoleh keuntungan dan manfaat dari bisnis.




Pihak kreditur

Kepercayaan dari pihak kreditur khususnya pihak perbankan juga memiliki kepentingan dalam studi kelayakan.


Yaitu kepentingan untuk mendapatkan kepastian keamanan dan kelancaran pengembalian dana yang disalurkan berupa kredit, sehingga studi kelayakan salah satu syarat.




Pihak pemerintah

Studi kelayakan juga sangat dibutuhkan oleh pihak pemerintah, bisnis yang dijalankan, kepentingan pemerintah terkait studi kelayakan.


Terciptanya peluang kerja akan adanya bisnis baru yang muncul. Upaya penghematan devisa serta pendapatan dari masyarakat yang diharapkan mampu meningkat dengan baik.




Pihak masyarakat

Masyarakat juga memiliki kepentingan terhadap studi kelayakan, kepentingan masyarakat adalah di bidang ekonomi. Bagaimana kehadiran bisnis akan memberi manfaat serta memberi dampak positif bagi kondisi ekonomi masyarakat sekitar. 


Seperti penerimaan tenaga kerja, kepentingan lingkungan dan lainnya. Perlu tidaknya studi kelayakan terpulang pada besar kecilnya modal investasi. Untuk bisnis kecil yang studi kelayakan biasanya jarang dilakukan.


Banyak tidak pihak yang terlibat di dalam bisnis yang dijalankan juga mempengaruhi perlu tidaknya studi kelayakan dilakukan.




2. Tujuan membuat Studi Kelayakan untuk Berbisnis



Studi Kelayakan untuk Berbisnis untuk memberikan arah

Studi Kelayakan untuk Berbisnis untuk memberikan arah yang jelas dan fokus. Serta memberikan informasi yang valid terhadap rencana investasi yang akan di lakukan. Studi kelayakan juga sebagai media untuk dasar pengambilan keputusan yang tepat.




Studi Kelayakan untuk Berbisnis untuk dapat memperkirakan

Studi Kelayakan untuk bisnis untuk dapat memperkirakan menganai resiko awal yang mungkin saja terjadi.


Sehingga sangat berguna sebagai penunjang kelancaran tugas dalam melakukan penilaian suatu usaha baru. Pengembangan usaha baru, atau menilai kembali usaha yang sudah ada.




Studi kelayakan penting untuk dipergunakan sebagai bahan penarik investor.

Bagi pihak investor, studi kelayakan ditujukan untuk melakukan penilaian dari kelayakan usaha untuk menjadi masukan yang berguna.


Pentingnya Studi Kelayakan untuk bisnis Karena sudah di kaji dengan berbagai aspek. Sehingga dapat dijadikan dasar bagi investor untuk membuat keputusan investasi yang lebih obyektif.




3. Mengoptimalkan Studi Keyakan Bisnis


Studi kelayakan usaha adalah penelitian tentang " Dapat / Tidaknya " suatu usaha dilaksanakan dengan berhasil. Keberhasilan dalam artian bermanfaat bagi masyarakat luas yang bisa berwujud penyerapan tenaga kerja. 


Pentingnya Studi Kelayakan penting untuk berbisnis dan Pemanfaatan sumber daya yang ada. Maksud dari pada analisa kelayakan usaha ialah untuk memperbaiki pemilihan investasi. antara berbagai macam usaha.


Adalah suatu alat atau sarana untuk, pengambilan keputusan, dan erat kaitannya dengan perencanaan usaha. Aspek utama dalam melakukan studi kelayakan usaha. Karena begitu pentingnya sehingga menjadi hal yang harus dicermat. 


Didalam perencanaan usaha sangat diperlukan dalam kegiatan bisnis yang akan dilakukan maupun yang sedang berjalan. Agar tetap berada dijalur yang benar sesuai dengan yang direncanakan, maka studi kelayakan usaha, yaitu :




Studi Kelayakan Usaha

studi kelayakan usaha adalah penelitian tentang dapat tidaknya suatu usaha dilaksanakan dengan berhasil. Keberhasilan dalam artian bermanfaat bagi masyarakat luas yang bisa berwujud penyerapan tenaga kerja.


Pemanfaatan sumber daya yang ada maksud dari pada analisa kelayakan usaha ialah untuk memperbaiki pemilihan investasi antara berbagai macam usaha.




Rencana Penanaman Modal Usaha

Suatu usaha didalam rangkaian kegiatan investasi, diharapkan mendapatkan manfaat (benefit / profit) dimasa yang akan datang. Sedangkan yang dimaksudkan oleh pihak penanaman modal (investasi).


Adalah semua pengeluaran-pengeluaran yang dilakukan oleh investor (pemerintah / swasta) untuk pembelian barang-barang / jasa. Modal kerja yang diperlukan dalam rangka investasi. 


Kredit investasi merupakan pinjaman untuk pembelian peralatan, mesin, kendaraan yang dapat dibedakan. Sedangkan kredit modal kerja, Misalnya untuk pembangunan suatu usaha baru ataupun untuk perluasan suatu pabrik yang sudah ada.


Serta untuk pembiayaan operasional usaha, untuk penambahan persediaan (bahan mentah, bahan pembantu dan sebagainya.


Sehubungan dengan hal itu maka :



  • Bila asumsi keuntungan bersih lebih besar dari tingkat bunga, penanaman modal/investasi dilakukan. 
  • Bila Asumsi keuntungan bersih lebih kecil dari tingkat bunga, penanaman modal/investasi 
                 " Tidak dilakukan atau ditolak. "
  • Bila keuntungan bersih sama dengan tingkat bunga, investasi bisa dilakukan atau tidak dilakukan,  tergantung pada pemilik usaha untuk memutuskannya, karena pada tingkat ini, terjadi apa yang dinamakan “break event point”.



Analisis Ekonomi Dan Analisis Finansial

perbedaan penekanan pada model studi kelayakan usaha suatu perencanaan berdasarkan analisis ekonomi dan analisis keuangan (finansial). Dengan Asumsi penanaman modal usaha dibiayai dengan permodalan sendiri dan Asumsi usaha yang dibiayai oleh pihak lain.




Strategi Perencanaan Usaha

Proses dan strategi perencanaan adalah sebuah pembahasan kondisi pasar. Serta hambatan bagi perusahaan hal ke tersedianya berbagai sumberdaya yang ada.


Kekuatan dan kelemahan pesaing, kebutuhan pelanggan, kondisi ekonomi, sosial politikdan hukum, perkembangan teknologi dan peluang.




Siklus Usaha

Dalam rangka rencana pengembangan usaha untuk usaha kecil dan menengah. Di haharapkan mengerti dan paham tentang pengertian siklus usaha dan pinjaman (kredit) kepada Bank. Dengan memahami pengertian kedua siklus ini.


Diharapkan mampu memudahkan bagi calon pengusaha pada tahapan sebelum kredit. Pada tahapan proses akad kredit maupun pada tahapan setelah kredit itu dapat terlaksana.


Siklus usaha dapat dijabarkan sebagai berikut :

  • Identifikasi Jenis Usaha.Suatu kegiatan yang mengkaji secara garis besar tentang adanya kemungkinan-kemungkinan peluang untuk usaha
  • Penelitian kelayakan usaha secara rinci.
  • Pengusaha berusaha untuk mendapatkan pembiayaan dari bank.
  • Kegiatan persiapan usaha.
  • Pelaksanaan dan supervisi.
  • Kegiatan “uji coba” atau “trial run”.


Rencana Penanaman Modal Usaha adalah suatu rangkaian kegiatan investasi. Diharapkan mendapatkan manfaat (benefit / profit) dimasa yang akan datang. Sedangkan yang dimaksudkan oleh pihak penanaman modal (investasi). 


Semua pengeluaran yang dilakukan oleh investor (pemerintah / swasta) untuk pembelian barang-barang/jasa. Modal kerja yang diperlukan dalam rangka investasi. Kredit investasi merupakan pinjaman untuk pembelian peralatan, mesin, kendaraan yang dapat dibedakan 

Sedangkan kredit modal kerja. Misalnya untuk pembangunan suatu usaha baru ataupun untuk perluasan suatu pabrik yang sudah ada. Serta untuk pembiayaan operasional usaha, untuk penambahan persediaan (bahan mentah, bahan pembantu dan sebagainya).








Studi kelayakan penting untuk berbisnis
Studi Kelayakan dengan perhitungan yang cermat



Aspek penting dalam Studi Kelayakan Bisnis



1. Aspek Pasar


Latar belakang Aspek Pasar yang bisa menjelaskan mengenai kronologis produk dan alasan mengapa objek tersebut dipilih,serta kondisi pasar atas produk secara umum. aspek pasar dan pemasaran pebisnis perlu meninjau beberapa hal penting tentang produknya.


Studi Kelayakan penting untuk berbisnis dalam Riset pasar maupun data sekunder yang didapat dari sumber lain, misalnya data BPS, dan laporan publikasi. Berikutnya adalah masalah permintaan yang berisi tentang data.


Data jumlah permintaan terhadap produk berdasarkan data primer hasil survey. Dalam kontek Aspek Pasar juga menjelaskan tentang metode penetapan harga yang digunakan.


Dan berapa harga yang ditetapkan untuk produk yang akan dilaunching. Perlu juga mendefinisikan produk. Yang menjelaskan tentang kualitas, spesifikasi, kemasan, bentuk fisik, material yang digunakan, dan nama produk (brand),


Calon pelaku bisnis juga perlu menentukan posisi yang tepat, apa saja kekuatan dan kelemahan perusahaan saat ini. Peluang serta ancaman apa yang akan dihadapi oleh perusahaan dengan menggunakan analisis SWOT. Jalur distribusi ke konsumen.


Dalam hal promosi, menentukan media apa yang akan digunakan untuk mempromosikan produk. Berapa biayanya dan dalam waktu berapa lama. Selain juga strategi pemasaran.


Yang digunakan untuk menentukan kebijakan yang akan diambil oleh calon pelaku bisnis berdasarkan data-data sebelumnya. Menentukan langkah dan strategi bisnis yang tepat atau keputusan strategi. Sehingga produk dan perusahaan akan berhasil dalam persaingan.


Dari penulusuran tersebut barulah calon pelaku bisnis bisa melakukan penilaian kelayakan. Apakah objek studi berdasarkan aspek pasar dan pemasaran ini dapat dinilai layak atau tidak. Setelah mendapatkan data permintaan.


Selanjutnya dari data tersebut di proyeksikan ke depan (proyeksi permintaan) didalam Aspek Pasar. Bagaimana kecenderungan permintaannya, ada kenaikan atau sebaliknya. 


Sementara pada bagian penawaran menjelaskan tentang jumlah produk sejenis yang ditawarkan oleh perusahaan lain. Atau jumlah produk sejenis yang ada di pasaran. Volume produksi perusahaan–perusahaan sejenis. 


Sumber data lainnya yang dapat dimanfaatkan adalah data dari pengguna produk sejenis. Aspek Pasar berdasarkan hasil analisis sebelumnya yaitu permintaan dan penawaran. 


Maka dapat dilakukan analisis peluang yaitu selisih antara demand dan supply.



- Perkembangan masa lalu dan prakiraan dimasa mendatang.


- Strategi pemasaran


Product  (Produk)

  • Kualitas
  • Penampilan
  • Tambahan-tambahan
  • Gaya
  • Merk
  • Pengepakan
  • Ukuran
  • Pelayanan
  • Garansi

Price  (Harga)

  • Daftar Harga
  • Rabat
  • Pengecualian
  • Periode
  • Pembayaran
  • Aturan

Place (Distribusi)  

  • Saluran
  • Peliputan
  • Lokasi
  • Tingkat Sedian
  • Transport

Promotion (Promosi)

  • Iklan
  • Penjualan Tatap Muka
  • Promosi Penjualan
  • Publisitas
  • Indentifikasi Siklus produk
  • Prakiraan penjualan yang bisa dicapai
  • Market Share yang dapat dikuasi



Studi kelayakan penting untuk berbisnis
Studi kelayakan penting untuk berbisnis dan wajib di ikuti Usaha keras & Doa





Setelah mendapatkan data permintaan, selanjutnya dari data tersebut di proyeksikan ke depan (proyeksi permintaan) didalam Aspek Pasar. Bagaimana kecenderungan permintaannya, ada kenaikan atau sebaliknya. 


Sementara pada bagian penawaran menjelaskan tentang jumlah produk sejenis yang ditawarkan oleh perusahaan lain. Jumlah produk sejenis yang ada di pasaran, volume produksi perusahaan - perusahaan sejenis. 


Sumber data lainnya yang dapat dimanfaatkan adalah data dari pengguna produk sejenis. Aspek Pasar berdasarkan hasil analisis sebelumnya yaitu permintaan dan penawaran. Maka dapat dilakukan analisis peluang yaitu selisih antara demand dan supply.




2. Aspek Tehnis


Aspek teknis dan produksi, deskripsi produk, mesin, seleksi produk, deskripsi produk, mesin dan teknologi yang akan digunakan. Lokasi usaha, proses produksi, lay out fasilitas mesin dan pabrik, serta luas dan kapasitas produksi.

  • Lokasi Usaha
  • Alternative lokasi
  • Transportasi
  • Biaya
  • Pendapatan Marjinal
  • Luas usaha
  • Layout tempat usaha



3. Aspek Keuangan (Finansial)


Aspek keuangan (finansial) dan ekonomi, bisa dilihat masalah seperti modal kerja, modal investasi, proyeksi laporan keuangan, penilaian investasi. Kemudian bisa membuat analisa dengan rasio keuangan dalam bentuk tingkat likuiditas atau rasio profitabilitas misalnya.


Aspek Keuangan (Finansial) untuk pemasalahan modal kerja, modal investasi, proyeksi laporan keuangan, penilaian investasi. Membuat analisa dengan rasio keuangan dalam bentuk tingkat likuiditas atau rasio profitabilitas misalnya :



  • Agar studi kelayakan usaha dapat memberikan hasil yang maksimal, serta memberikan sumber data yang actual dan valid.
  • Dana untuk Investasi
  • Sumber Dana
  • Prakiraan penerimaan (Penjualan)
  • Biaya
  • Laba Rugi
  • Aliran Kas (Cash Flow)
  • Proyeksi Keuangan.



4. Aspek Manajemen


- Manajemen (Masa pelaksanaan usaha dalam operasional )


Aspek Manajemen adalah untuk mempersiapkan struktur organisasi, analisis dan deskripsi pekerjaan, rekrutmen dan seleksi. Sistem kompensasi, program pengembangan karyawan kedepan, dan sistem informasi manajemen.


Aspek Manajemen dan sumberdaya manusia calon pelaku bisnis diajak mempersiapkan struktur organisasi. Analisis dan deskripsi pekerjaan, rekrutmen dan seleksi, sistem kompensasi, program pengembangan karyawan, dan sistem informasi manajemen.



- Manajemen dalam operasi :



  • Bentuk Badan Usaha
  • Struktur Organisasi
  • Deskripsi
  • Spesifikasi Jabatan
  • Direksi
  • Tenaga Ahli
  • Jumlah tenaga diperlukan.


5. Aspek Hukum (Aspek Legalitas)


Aspek hukum dan legalitas diantaranya badan hukum, dan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga serta jenis-jenis ijin yang diperlukan.

Studi kelayakan penting untuk berbisnis
Studi Kelayakan || Aspek hukum dan legalitas, badan hukum, dan jenis-jenis ijin yang diperlukan.



6. Aspek Ekonomi Dan Sosial



  • Pengaruh proyek terhadap pendapatan masyarakat serta Negara
  • Menambahan dan pemerataan kesempatan kerja
  • Pengaruh proyek tersebut terhadap industri lain.

Perhitungan



  • Asumsi Kebutuhan Dana
  • Asumsi Sumber Dana
  • Asumsi Penggunaan Dana
  • Asumsi Pendapatan (Penjualan)
  • Asumsi Biaya
  • Asumsi Penyusutan & Amortisasi


Alat Analisis Menilai Kelayakan Proyek :



  • Average Of Return (ARR)
  • Payback Period (PP)
  • Internal Rate Of Return (IRR)
  • Net Present Value (NPV)
  • Profitability Index (PI)
  • Tingkat Suku Bunga Untuk Penilaian Investasi





Sebagai penutup, diucapkan terima kasih telah meluang waktunya untuk membaca artikel Studi kelayakan penting untuk berbisnis.


Semoga artikel ini memberi manfaat serta menginspirasi. Bila ada yang ingin mendiskusikan bisa mengklik " Kontak "



Studi kelayakan penting untuk berbisnis
Aspek penting dalam Studi Kelayakan Bisnis

Wednesday, February 13, 2019

Strategi pemasaran menggunakan Marketing Mix


Strategi Pemasaran menggunakan Marketing Mix, Strategi Pemasaran menggunakan Marketing Mix adalah tehnik dan taktik yang tepat untuk saat ini dan sangat diperlukan untuk menunjang kemajuan Bisnis.


Memiliki Strategi bisnis yang Cantik untuk bisnis adalah merupakan kunci sukses dengan menetrapkan dan menentukan strategi bisnis secara konsesiten agar terhindar dari gagal manajemen.



Baca juga : Artikel yang terkait


Menjadi seorang Enterpreneur pastinya memiliki Strategi serta memiliki taktik yang jitu dan cerdas dalam berbisnis. 
Naluri seorang entrepreneur yang kreatif dan memiliki perspektif tentang mengkelola  bisnis.


Enterpreneur memiliki perspektif bagaimana cara merealisasikan ide bisnisnya serta bagaimana cara mengelola bisnis yang baik dan konsisten.


Tak lupa di ucapkan Terima kasih, telah berkunjung di artikel ini. Mohon kiranya mau meninggalkan komentar di akhir artikel ini.








Strategi pemasaran menggunakan Marketing Mix
Strategi pemasaran menggunakan Marketing Mix



Strategi Pemasaran dengan Menggunakan Marketing Mix


Banyak Pelaku bisnis yang mengelola usahanya sebatas kemampuannya saja. Tidak jarang pengelolaannya secara profesional meskipun bisnis yang dikelola banyak.
Sesungguhnya bila bisnis dikelola secara profesional, akan menaikkan omset perusahaan. 


Sehubungan dengan langkah Strategi bisnis dalam operasional perusahaan. Didalam pelaksanaan kegiatannya adalah salah satu strategi utama dalam menentukan keberhasilan. 


Mencapai tujuan bisnis yang kegiatan pemasarannya menggunakan marketing mix. Strategi Pemasaran menggunakan Marketing Mix Adalah Sarana yang taktis dalam pemasaran produk. 


Serta untuk menyikapi perihal yang berkaitan dengan, produk, harga, distribusi, dan promosi  dalam rangka untuk merespon keinginan pasar. Dalam rangka untuk meningkatkan penjualan produk. 


Dengan strategi pemasaran yang menggunakan Marketing Mix adalah langkah operasional didalam pelaksanaan marketing. Dengan langkah operasi inilah salah satu cara yang tepat dalam bisnis serta menentukan keberhasilan mencapai tujuan kegiatan pemasaran.




1. Strategi pemasaran elemen Product  (Produk)


Produk adalah suatu bentuk barang/jasa yang ditawarkan didalam pasar untuk mempertahankan yang dimiliki. Digunakan atau dikonsumsi. Sehingga mendapat kepuasan suatu keinginan.


Termasuk didalamnya adalah objek fisik, jasa, orang, tempat organisasi dan gagasan dalam Strategi Marketing.


Sehingga yang dimaksud produk adalah suatu yang berwujud maupun yang tidak berwujud ( jasa ). Dari batasan tersebut diatas maka dapat disimpulkan sebagai beriku :



  • Produk ini yang merupakan manfaat yang dicari oleh pembeli.
  • Produk formal yaitu obyek fisik yang ditawarkan seperti : kemasan, merek, mutu.
  • Produk yang disempurnakan yaitu mencakup keseluruhan manfaat yang diberikan oleh produk formal.


Dari ketiga hal tersebut maka makna produk, selalu menjadi pertimbangan konsumen bagaimana cara membeli. Bukan hanya dipengaruhi oleh manfaat yang dicari semata.


Namun lebih dipengaruhi oleh faktor lain yang menyertainya. Produk dalam Strategi bisnis untuk. Penggolongan menurut tujuan pemakaiannya :



Barang konsumsi


Barang konsumsi yaitu barang-barang yang dibeli untuk dikonsumsikan, jadi barang ini untuk dikonsumsikan sendiri dan tidak digunakan untuk proses produksi. Barang konsumsi dapat dibedakan menjadi


Barang konvenien, yaitu barang yang mudah dipakai pembeliannya dapat disembarang tempat dan pada setiap waktu. 
Barang shopping, adalah barang yang harus dibeli dengan mencari terlebih dahulu dan didalam pembeliannya harus dipertimbangkan secara matang.


Barang special adalah barang yang mempunyai ciri khas dan hanya dapat dibeli ditempat tertentu saja, untuk memperolehnya konsumen harus mengeluarkan pengorbanan yang sangat besar.



Barang industri


Adalah yang pembeliannya diperuntukan menghasilkan barang tertentu atau untuk menyelenggarakan suatu usaha. Penggolongan menurut tingkat konsumsi dan konkret tidaknya suatu barang.



Barang Tahan lama,


Adalah barang konkret yang dapat digunakan dalam jangka waktu tertentu.



Barang tidak tahan lama,


Adalah barang konkret yang habis dikonsumsikan setelah digunakan sekali atau beberapa kali.



Jasa


Adalah kegiatan, kegunaan atau kepuasan yang dijual.




2. Strategi pemasaran elemen Price (Harga)


Strategi Marketing dalam penetapan harga jua l, perusahaan harus memperhatikan berbagai pihak antara lain para konsumen akhir.
Para penyalur, saingan, para suplier, bahan, dana, tenaga kerja dan lain-lain. 


Harga bisa juga diartikan sebagai ukuran dan perbandingan antara pengorbanan dan manfaat. Keputusan yang berkaitan dengan harga akan sangat mempengaruhi beberapa hal diantaranya aspek kegiatan perusahaan. 


Aspek penjualan maupun aspek keuntungan yang ingin dicapai. Keputusan yang berkaitan dengan harga hendaknya harus dipertimbangkan secara sungguh-sungguh dan mendalam serta memperhatikan aspek intern dan ekstern.


Apabila produk dipresepsikan berkualitas tinggi dan dianggap manfaatnya banyak. Maka harga akan dipresesikan murah, begitu juga sebaliknya. 
Strategi bisnis untuk Marketing untuk mencapai keunggulan dalam harga.


Diperlukan keunggulan operasional (operational exelence). Dengan keunggulan operasional akan memberikan perpaduan kualitas, harga dan kemudahan dalam membeli. Dengan keunggulan dalam pelaksanaan operasi perusahaan.


Perusahaan akan dapat menekan biaya produksi. Maka harga jual dapat ditekan lebih rendah lagi. Namun demikian presepsi konsumen tidak secara mutlak mampu membuat konsumen mengabaikan harga.


Sebab konsumen pada umumnya memiliki suatu acuan dalam menilai harga. Acuan atau dasar yang sering dijadikan konsumen dalam menilai harga adalah:



  • Harga produk lain.
  • Perubahan waktu pembelian
  • Lingkungan pembelian


Selain hal penetapkan harga diatas, dapat juga menggunakan cara dengan pendekatan penetapan harga secara umum yang meliputi :



Cost-Based Pricing (Penetapan harga berdasarkan biaya) :



  • Cost-Plus-Pricing (Penetapan harga biaya plus), Metode ini merupakan metode penelitian harga yang paling sederhana, dimana metode ini menambah standar mark-up terhadap biaya produk.
  • Break Even Analysis and Target Profit Pricing (Analisis peluang pokok dan penetapan harga laba sasaran). Suatu metode yang digunakan perusahaan untuk menetapkan harga apakah akan break even atau membuat target laba yang akan dicari.


Value-Based Pricing (Penetapan harga berdasarkan nilai)


Metode ini menggunakan satu persepsi nilai dari pembeli (bukan dari biaya penjualan) untuk menetapkan suatu harga.



Competition-Based Pricing (Penetapan harga berdasarkan persaingan):



  • Going-rate Pricing (Penetapan harga berdasarkan harga yang berlaku), Perusahaan mendasarkan harganya pada harga pesaing dan kurang memperhatikan biaya dan permintaannya. Perusahaan dapat mengenakan harga yang sama, lebih tinggi atau lebih rendah dan pesaing utamanya.
  • Scaled-Bid Pricing (Penetapan harga penawaran tertutup), Perusahaan menetapkan pesaing dan bukan berdasarkan hubungan yang kaku atas biaya atau permintaan perusahaan.


Baca juga : Berbisnis hanya dengan menggunakan Gadget untuk tambahan penghasilan


Strategi pemasaran menggunakan Marketing Mix
Marketing Mix | Strategi Pemasaran dengan memperhitungkan Biaya



3. Strategi pemasaran elemen Place (Tempat)


Strategi bisnis untuk marketing setelah barang selesai dibuat dan siap untuk dipasarkan, tahap berikutnya adalah proses pemasaran. 
Menentukan metode dan rute yang akan dipakai untuk menyalurkan barang tersebut kepasar. Penyaluran produk sampai ke konsumen.


Hal ini menyangkut strategi penyaluran dan termasuk didalam pemilihan penyaluran distribusi. Definisikan saluran distribusi untuk suatu produk. Adalah Saluran yang digunakan oleh produsen.


Penyaluran barang tersebut dari produsen sampai ke konsumen. Gambaran secara umum Strategi bisnis untuk Marketing dalam saluran distribusi yang sering di pergunakan oleh produsen.



Distribusi barang-barang konsumen


Produsen => Konsumen merupakan saluran distribusi paling pendek dan sederhana untuk arang konsumen tanpa campur tangan perantara


Produsen => Pengecer => Konsumen


Dalam saluran distribusi ini, perusahaan pengecer besar membeli lansung dari produsen industri



Produsen => Pedagang besar =>  Pengecer => Konsumen


Disebut juga saluran tradisional karna beribu-ribu pengecer kecil dan produsen industri kecil menganggap saluran ini sebagai saluran paling ekonomis.



Produsen => Agen => Pengecer => Konsumen


Dari pada menggunakan pedagang pasar, produsen banyak menggunakan agen, makelar atau agen perantara lain untuk mencapai pasar eceran, khususnya perusahaan besar pengecer



Produsen => Agen => Pedagang besar => Pengecer => Konsumen


Untuk dapat mencapai pengeceran kecil, produsen juga menggunakan perantara yang menghubungi pasar besar yang menjual kepada pengecer kecil.




Distribusi barang industri



Produsen => Pemakai Industri


Hubungan lansung ini menyalurkan produksi industri dengan nilai dolar lebih besar dibandingkan dengan saluran distribusi lain



Produsen => Distributor Industri => Pemakai


Produsen peralatan assesoris kecil kerap kali memasuki pasaran mereka



Produsen => Agen => Pemakai


Perusahaan yang hendak memasarkan produk baru atau hendak memasuki pasaran baru lebih suka menggunakan agen dari pada tenaga penjual



Produsen => Agen => Distributor Industri => Pemakai


Cara ini dipakai dalam keadan produsen tidak menjual maupun menjual lewat agen lansung kepada pemakai industri.




4. Strategi pemasaran elemen Promotion (Promosi)


Strategi bisnis untuk Marketing dalam ruang lingkup promosi dipengaruhi oleh macam-macam kegiatan yang dipergunakan. 
Promosi yang diselenggarakan oleh kompetiter (pesaing) juga perlu dipertimbangkan didalam memasarkan produk.


Promosi adalah suatu informasi atau persuasi yang dibuat untuk mengarahkan seseorang kepada tindakan untuk menciptakan pertukaran dalam pemasaran.



Periklanan


Yaitu penyajian yang dilakukan melalui promosi. Mengenai produk didalamnya ada ide-ide, barang atau jasa yang dilaksanakan dan diselenggarakan oleh sponsor.


Adapun fungsi-fungsi periklanan adalah :



  • Memberikan informasi.
  • Membujuk atau mempengaruhi
  • Menciptakan kesan (image)
  • Memuaskan keinginan



Penjualan secara pribadi (personal selling)


Strategi bisnis untuk Marketing dalam penyajian yang secara lisan. Dalam percakapan langsung kepada calon pembeli dengan tujuan menjualan produk, fungsi dari petugas penjualan :



  • Mengadakan analisa pasar
  • Menentukan komunikasi
  • Memajukan langganan
  • Memperhatikan langganan
  • Mengatasi masalah
  • Mengatur waktu
  • Mengalokasi sumber-sumber
  • Meningkatkan kemampuan diri



Promosi dagang


Strategi Marketing dalam ransangan (stimulation) jangka pendek untuk mendorong penjual suatu barang atau jasa. Pembelian contoh (product sampling) :



  • Kupon atau nota
  • Hadiah
  • Kupon berhadiah
  • Undian.



Publisitas


Strategi bisnis untuk Marketing dalam meransang suatu permintaan terhadap barang/jasa kepada konsumen dalam bentuk informasi/berita yang bersifat komersil. 
Melalui sebuah media dalam bentuk pengiklanan baik melalui siaran radio, TV, 


Atau lainnya yang diselenggarakan oleh sponsor. Tingkat kebenaran atau  kepercayaan yang tinggi, pemberian publisitas dari suatu kebenaran atau kepercayaan yang tinggi kepada masyarakat.


Yang dianggap sebagai suatu kebenaran atau dapat dipercaya. Dari pada informasi dari pihak lain yang tidak dapat dipertanggung jawabkan.



Mendramatisir


Perusahaan harus berusaha mempengaruhi para pembeli untuk dapat menciptakan permintaan atau produknya. 
Seperti advantasi, publisitas juga mempunyai kemampuan untuk menggambar produk atau jasa dalam bentuk cerita yang jelas serta nyata.


Hal tersebut merupakan salah satu bauran pemasaran secara keseluruhan. Dan terkendali dengan baik sehingga dapat meningkatkan penjualan dan dalam market share.







Strategi pemasaran menggunakan Marketing Mix
Strategi Pemasaran menggunakan Marketing Mix dengan elemen Promotion (Promosi)


Menggunakan tambahan elemen Marketing Mix


Strategi Pemasaran menggunakan Marketing Mix, dengan Bauran pemasaran. Strategi pemasaran yang di pergunakan untuk mencapai keberhasilan dalam pemasaran produk. yang menjadi sasaran.

Unsur-unsur pokok yang menjadi dasar pertimbangan pengambilan keputusan dalam Strategi bisnis. Marketing (pemasaran) adalah 4P :



  • Product
  • Price
  • Place
  • Promotion


Ditambah lagi dengan 3P



  • People
  • Process
  • Physical Evidence.




1. Strategi pemasaran elemen Orang ( People )


Strategi bisnis untuk Marketing untuk People (orang) yang dimaksud ada petugas yang memberi pelayanan kepada pembeli / konsumen. 
Maka untuk mendapatkan petugas tersebut hendaknya melalui seleksi, dilatih, dimotivasi. 


Maksud tersebut adalah agar dapat memberikan pelayanan/service yang baik kepada pembeli. Sikap perhatian, responsif, inisiatif, kreatif, pandai memecahkan masalah, sabar dan ikhlas. 


Besar kemungkinan konsumen tersebut akan kembali lagi membeli produk yang ditawarkan. Strategi bisnis untuk Marketing dengan pelayanan yang baik, maka konsumen akan merasa terlayani dengan baik.


Orang adalah pelaku yang peranannya di dalam penyajian jasa sehingga dapat mempengaruhi persepsi pembeli.




2. Strategi pemasaran elemen Process  (Proses)


Strategi bisnis untuk Marketing dalam proses terjadinya produk tidak diketahui oleh pembeli yang penting jasa yang dia terima harus memuaskan. 
Contohnya proses pemberian jasa oleh bank berupa jasa transfer, administrasi dan lain-lain.


Bauran pemasaran (marketing mix) menjadi integrated service manajemen dengan menggunakan pendekatan “8P”.



  • Product element
  • Place, cyberspace and time
  • Promotion and Education
  • Price and other user outlays
  • Process
  • Productivity and quality
  • People
  • Physical evidence.



Dan dari variabel tersebut dapat dijabarkan :



  • Product element adalah semua komponen dari kinerja layanan yang menciptakan nilai bagi pelanggan.
  • Place, cyberspace, and time adalah keputusan manajemen mengenai kapan, dimana dan bagaimana menyajikan layanan yang baik bagi pelanggan.
  • Promotion and education adalah semua aktifitas komunikasi dan perancangan insentif untuk membangun persepsi pelanggan yang dikehendaki perusahaan atas layanan spesifik yang perusahaan berikan.
  • Price and user other outlays adalah pengeluaran uang, waktu dan usaha yang pelanggan korbankan dalam membeli dan mengkonsumsi produk dan layanan yang perusahaan tawarkan atau sajikan.
  • Process adalah suatu metode pengoperasian atau serangkaian tindakan yang diperlukan untuk menyajikan produk dan layanan yang baik kepada pelanggan.
  • Productifity and quality, productifity adalah sejauh mana efisiensi masukan-masukan kedalam hasil-hasil layanan yang dapat menambah nilai bagi pelanggan.
  • Sedangkan quality adalah derajat suatu layanan yang dapat memuaskan pelanggan karena dapat memenuhi kebutuhan, keinginan, dan harapan.
  • People adalah pelanggan dan karyawan yang terlibat dalam kegiatan memproduksi produk dan layanan ( Sevice production ).
  • Physical evidence adalah perangkat-perangkat yang diperlukan dalam menyajikan secara nyata kualitas produk dan layanan.



3. Strategi pemasaran elemen Physical Evidence (Sarana Fisik)


Strategi bisnis untuk Marketing dalam Physical evidence adalah merupakan bentuk fisik. 
Yang bermakna dimana konsumen akan melihat keadaan secara nyata dan benda-benda yang menghasilkan jasa tersebut.


Unsur didalam sarana fisik yaitu ;



  • Lingkungan fisik dalam hal ini bangunan fisik
  • Peralatan
  • Perlengkapan
  • Logo
  • Warna
  • Barang-barang lainnya, yang menyatu dengan layanan yang diberikan.


Physical Evidence (sarana fisik) dengan kata lain yaitu hal yang menarik atau unik menjadi daya tarik kepada membeli suatu produk. 
Contohnya ketupat dipakai untuk dekorasi saat menyambut bulan Ramadhan atau pohon cemara dipakai untuk dekorasi saat menyambut Natal.






Sebagai penutup, diucapkan terima kasih telah meluang waktunya untuk membaca artikel Strategi Pemasaran menggunakan Marketing Mix


Semoga artikel ini memberi manfaat serta menginspirasi. Bila ada yang ingin mendiskusikan bisa mengklik " Kontak "



Strategi pemasaran menggunakan Marketing Mix
 Marketing Mix | Strategi Pemasaran dengan Menggunakan 3P (tambahan)

Brokoko

Popular Posts