Sunday, 19 September 2021

Kredit – Unsur, tujuan, fungsi dan prinsipnya

Kredit – Unsur, tujuan, fungsi dan prinsipnya, perannya dalam membantu pembiayaan dalam permodal kepada setiap badan usaha maupun orang pribadi. 

Istilah Kredit berasal dari bahasa Yunani credere yang berarti kepercayaan (truth atau faith).

Oleh karena itu, dasar dari kredit adalah kepercayaan. 

Seseorang atau badan yang memberikan kredit (kreditor) percaya bahwa penerima kredit (debitur) pada masa yang akan datang.

Penerima kredit akan sanggup memenuhi segala sesuatu yang telah dijanjikan. 

Apa yang telah dijanjikan itu dapat berupa :

  • Barang
  • Uang
  • Jasa, 


Dengan demikian, prestasi dan kontraprestasi dapat berbentuk ; 

  • Barang terhadap barang
  • Barang terhadap uang
  • Barang terhadap jasa
  • Jasa terhadap jasa
  • Jasa terhadap uang
  • Uang terhadap barang
  • Uang terhadap jasa


Baca juga : Artikel yang terkait

Tak lupa diucapkan terima kasih, telah di artikel ini. Mohon kiranya mau memberikan komentar di akhir artikel ini.


Kredit – Unsur, tujuan, fungsi dan prinsipnya
Kredit – Unsur, tujuan, fungsi dan prinsipnya


Kredit – Unsur, tujuan, fungsi dan prinsipnyaKredit dapat berarti pihak kesatu memberikan prestasi baik berupa barang, uang atau jasa kepada pihak lain.

Sedangkan kontraprestasi akan diterima kemudian (dalam jangka waktu tertentu).

Menurut Undang-Undang Perbankan Nomor 10 tahun 1998 

Kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu. berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan hak peminjam melunasi utang setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga


1. Unsur-unsur Kredit

Kredit – Unsur, tujuan, fungsi dan prinsipnya, Adapun unsur-unsur yang terkandung dalam pemberian suatu fasilitas kredit adalah sebagai berikut :


a. Kepercayaan


Suatu keyakinan pemberi kredit (bank) bahwa kredit yang diberikan baik berupa uang.

Atau barang / jasa akan benar-benar diterima kembali dimasa tertentu dimasa mendatang.

Kepercayaan ini diberikan oleh bank, karena sebelum dana dikucurkan, sudah dilakukan penelitian dan penyelidikan yang mendalam tentang nasabah. 

Penelitian dan penyelidikan dilakukan untuk mengetahui kemauan dan kemampuannya dalam membayar kredit yang disalurkan.


b. Kesepakatan


Kesepakatan ini dituangkan dalam sebuah perjanjian dimana masing-masing pihak menandatangani hak dan kewajibannya masing-masing. 

Kesepakatan penyaluran kredit dituangkan dalam akad kredit yang ditanda tangani oleh kedua belah pihak yaitu pihak bank dan debitur.


c. Jangka Waku


Jangka waktu ini mencakup masa pengembalian kredit yang telah disepakati. 

Hampir dipastikan bahwa tidak ada kredit yang tidak memiliki jangka waktu.


d. Resiko


Faktor resiko dapat diakibatkan dalam dua hal yaitu resiko kerugian yang diakibatkan debitur sengaja tidak mau membayar kreditnya.

Resiko yang diakibatkan karena ketidak sengajaan debitur yaitu akibat terjadinya musibah.


e. Balas Jasa


Merupakan keuntungan atas pemberian suatu kredit atau fase tersebut yang di kenal dengan nama bunga. 

Balas jasa dalam bentuk bunga dan administrasi kredit ini merupakan keuntungan bank.


2. Tujuan Kredit


Kredit – Unsur, tujuan, fungsi dan prinsipnya, Pemberian suatu fasilitas kredit memiliki tujuan tertentu. 

Tujuan tersebut tidak akan terlepas dari misi bank tersebut didirikan. Adapun tujuan utama pemberian suatu kredit adalah sebagai berikut :


a. Mencari keuntungan


Kredit – Unsur, tujuan, fungsi dan prinsipnya, Bertujuan untuk memperoleh hasil dari pemberian kredit tersebut.

Hasil tersebut terutama dalam bentuk bunga yang diterima oleh bank dalam bentuk balas jasa dan biaya administrasi kredit yang dibebankan kepada nasabah. 

Keuntungan ini penting untuk kelangsungan hidup bank.


b. Membantu mewujudkan keinginan masyarakat


Bertujuan untuk membantu usaha nasabah yang memerlukan dana, baik dana investasi maupun dana untuk modal kerja. 

Dengan dana trsebut debitur akan dapat mengembangkan dan memperluas usahanya.


c. Membantu pemerintah


Bagi pemerintah semakin banyak dana yang disalurkan oleh pihak perbankan, maka akan semakin baik.

Semakin banyak kredit berarti adanya peningkatan pembangunan di berbagai sektor.

Keuntungan bagi pemerintah dengan menyebarnya kredit adalah sebagai berikut :
  • Penerimaan pajak, dari keuntunngan yang diperoleh nasabah dan bank.
  • Membuka kesempatan kerja, dalam hal ini untuk kredit pembangunan usaha baru atau perluasan usaha akan membutuhkan tenaga baru sehingga dapat membuka kesempatan kerja.
  • Meningkatkan jumlah barang dan jasa, dengan adanya kredit yang disalurkan akan dapat meningkatkan jumlah barang dan jasa yang beredar di masyarakat.
  • Menghemat devisa negara, terutama untuk produk yang sebelumnya di import dan apabila dapat diproduksi didalam negeri dengan fasilitas kredit yang ada akan dapat menghemat devisa negara.
  • Meningkatkan devisa negara, apabila produk dari kredit yang dibiayai untuk keperluan ekspor.


3. Fungsi Kredit




a. Untuk meningkatkan daya guna uang


Dengan adanya kredit dapat menIngkatkan daya guna uang, maksudnya jika uang hanya disimpan saja tidak akan menghasilkan sesuatu yang berguna. 

Dengan diberikan secara kredit uang tersebut menjadi lebih berguna untuk menghasilkan barang atau jasa oleh penerima kredit.


b. Untuk meningkatkan peredaran dan lalu lintas uang


Dalam hal ini uang yang diberikan atau disalurkan akan beredar dari satu wilayah ke wilayah lainnya.

Suatu daerah yang kekurangan uang dengan memperoleh kreditmaka daerah tersebut akan memperoleh tambahan uang dari daerah lainnya.


c. Untuk meningkatkan daya guna barang


Kredit yang diberikan oleh bank akan dapat digunakan oleh si debitur untuk mengolah barang yang tidak berguna menjadi berguna atau bermanfaat.

d. Menigkatkan peredaran barang


Kredit dapat pula menambah atau memperlancar arus barang dari satu wilayah ke wilayah lainnya.

Jumlah barang yang beredar dari satu wiayah ke wilayah lainnya bertambah atau dapat pula meningkatkan jumlah barang yang beredar.


e. Sebagai alat stabilitas ekonomi


Kredit – Unsur, tujuan, fungsi dan prinsipnya, Dengan memberikan kredit dapat dikatakan sebagai stabilitas ekonomi.

Dengan adanya kredit yang diberikan akan menambah jumlah barang yang diperlukan oleh masyarakat. 

Kemudian kredit dapat pula membantu mengekspor barang dari dalam negeri ke luar negeri sehingga meningkatkan devisa negara.


f. Untuk meningkatkan kegairahan berusaha


Bagi penerima kredit tentu akan dapat meingkatkan kegairahan berusaha, apalagi bagi nasabah yang memiliki modal pas-pasan.


g. Untuk meningkatkan pemerataan pendapatan


Semakin banyak kredit yang disalurkan akan semakin baik,terutama dalam hal peningkatan pendapatan.

Jika sebuah kredit diberikan untuk membangun pabrik.

Pabrik tersebut tentu membutuhkan tenaga kerja sehingga dapat pula mengurangi pengangguran.

Bagi masyarakat sekitar pabrik juga akan dapat meningkatkan pendapatannya.

Meningkatkan pendapatan seperti membuka warung atau menyewa rumah kontrakan atau jasa lainnya.


h. Untuk meningkatkan hubungan internasional


Dalam hal pinjaman internasional akan dapat meningkatkan rasa saling membutuhkan antara penerima kredit dengan pemberi kredit

Pemberian kredit oleh negara lain akan meningkatan kerja sama di bidang lainnya.




Kredit – Unsur, tujuan, fungsi dan prinsipnya
Kredit - Untuk pembiayaan usaha


4. Prinsip-prinsip pemberian Kredit


Kredit – Unsur, tujuan, fungsi dan prinsipnya, Sebelum suatu fasilitas kredit diberikan maka bank harus merasa yakin bahwa kredit yang diberikan benar akan kembali.

Keyakinan tersebut diperoleh dari hasil penilaian kredit sebelum kredit tersebut disalurkan. 

Penilaian kredit oleh bank dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti melalui prosedur penilaian yang benar. 

Dalam melakukan penilaian kriteria-kriteria serta aspek penilaiannya tetap sama.

Begitu juga dengan ukuran-ukuran yang ditetapkan telah menjadi standar penilaian setiap bank.

Kriteria penilaian yang harus dilakukan oleh bank untuk mendapatkan nasabah yang benar-benar menguntungkan dilakukan dengan analisis 5C dan 7P. 


Analisis 5C dapat dijelasan sebagai berikut:

a. Character


Suatu keyakinan bahwa, sifat atau watak dari orang-orang  yang akan diberikan kredit benar-benar dapat dipercaya.

Hal ini tercermin dari latar belakang nasabah baik yang bersifat latar belakang pekerjaan maupun yang bersifat pribadi seperti : 

  • Cara hidup atau gaya hidup yang dianutnya
  • Keadaan keluarga
  • Hoby dan sosial standingnya
  • Ini semua merupakan ukuran “kemauan” membayar.


b. Capacity


Untuk melihat nasabah dalam kemampuannya di bidang bisnis yang dihubungkan dengan pendidikannya.

Kemampuan bisnis juga diukur dengan kemampuannya dalam memahami tentang ketentuan-ketentuan pemerintah. 

Begitu pula dengan kemampuannya dalam menjalankan usahanya selama ini. 

Pada akhirnya akan terlihat “kemampuannya” dalam mengembalikan kredit yang disalurkan.


c. Capital


Untuk melihat penggunaan modal apakah efektif, dilihat laporan keuangan (neraca dan laporan rugi laba) dengan melakukan pengukuran seperti dari :

  • Likuiditas
  • Solvabilitas
  • Rentabilitas
  • Dan ukuran lainnya. 

Capital juga harus dilihat dari sumber mana saja modal yang ada sekarang ini.


d. Collateral


Merupakan jaminan yang diberikan oleh calon nasabah baik yang berupa fisik maupun non-fisik. 

Nilai jaminan hendaknya melebihi jumlah nilai kredit yang diberikan. Jaminan juga harus diteliti keabsahannya sehingga jika terjadi suatu masalah.

Jaminan yang dititipkan akan dapat digunakan secepat mungkin.


e. Condition


Dalam menilai kredit penilaian kondisi ekonomi dan politik sekarang dan dimasa yang akan datang sesuai dengan sektor masing-masing.

Serta prospek usaha dari sektor yang ia jalankan. 

Penilaian prospek bidang usaha yang dibiayai yang benar-benar memiliki prospek yang baik.

Sehingga kemungkan kredit tersebut bermasalah relative kecil.

Kemudian penilain kredit dengan metode analisis 7P adalah sebagai berikut:


a. Personality


Yaitu menilai nasabah dari segi kepribadiannya atau tingkah lakuknya sehari-hari atau masa lalunya. 

Personality juga mencakup sikap, emosi, tingkah laku, dan tindakan nasabah dalam menghadapi suatu masalah.


b. Party


Yaitu mengklasifikasinya nasabah ke dalam klasifikasi tertentu atau golongan-golongan tertentu berdasarkan modal, loyalitas, serta karakternya. 

Sehingga nasabah dapat digolongkan kedalam golongan tertentu dan akan mendapatkan fasilitas yang berbeda dari bank.


c. Perpose


Yaitu untuk mengetahui tujuan nasbah menganbil kredit, termasuk jenis kredit yang diinginkan nasabah. 

Tujuan pengambilan kredit dapat bermacam-macam. 

Sebgai contoh kredit modal kerja atau investasi, konsumtif atau produktif, dan lain sebagainya.


d. Prospect


Yaitu untuk menilai usaha nasabah di masa yang akan datang menguntungkan atau tidak, atau dengan kata lain mempunyai prospek atau sebaliknya. 

Hal ini penting mengingat jika suatu fasilitas kredit yang dibiayai tanpa mempunyai prospek, akan merugikan pihak bank dan nasabah.


e. Payment


Merupakan ukuran bagaimana cara nasabah mengembalikan kredit yang telah diambil atau dari sumber mana saja dana untuk pengembalian kredit.


Semakin banyak sumber penghasilan debitur, akan semakin baik. 

Dengan demikian, jika salah satu usahanya merugikan dapat ditutupi oleh sektor lain.


f. Profitability


Kredit – Unsur, tujuan, fungsi dan prinsipnya, Untuk menganalisis bagaimana kemampun nasabah dalam mencari laba. 

Profitability diukur dari periode ke periode apakah akan tetap sama atau akan semakin meningkat, 

apalagi dengan tambahan kredit yang akan diperolehnya.


g. Protection


Tujuannya adalah bagaimana menjaga agar usaha dan jaminan mendapatkan perlindungan.

Perlindungan dapat berupa jaminan barang atau jaminan asuransi.



Sebagai penutup, diucapkan terima kasih telah meluangkan waktunya untuk membaca artikel " Kredit – Unsur, tujuan, fungsi dan prinsipnya "

Semoga artikel ini memberi manfaat serta menginspirasi. Bila ada yang ingin mendiskusikan bisa mengklik " Contact Us "




Untuk melengkapi pemahaman tentang Kredit
silahkan tonton video dibawah ini.


Kredit – Unsur, tujuan, fungsi dan prinsipnya
Kredit – Unsur, tujuan, fungsi dan prinsipnya




Kredit – Unsur, tujuan, fungsi dan prinsipnya
Kredit



No comments:

Post a Comment



Terima kasih, telah membaca dan memberi komentarnya

Semoga Artikel ini memberi inspirasi dan bermanfaat.