Tuesday, 21 September 2021

Kredit investasi - Prosedur secara umum

Kredit investasi - Prosedur secara umum, Selain bank memberikan pinjaman, juga menerima simpanan dana dalam bentuk tabungan, giro dan deposito.

Saat ini para pelaku bisnis maupun pengusaha sudah mengenal dengan yang namanya pinjaman investasi.

Kredit investasi, dikenal karena secara khusus bank membuat produk kredit investasi untuk mengembangkan usaha debitur.

Dengan kredit investasi biasanya bank melakukan proses verifikasi lalu memeriksa usaha yang dijalankan oleh peminjam.

Persyaratan tentu harus dilakukan karena produk bank satu ini bukan kredit investasi yang berfungsi untuk kekurangan namun untuk mendukung kemajuan dari usaha tersebut.

Kredit investasi adalah fasilitas kredit yang diberikan untuk :

  • Membiayai kebutuhan barang modal dalam rangka rehabilitasi
  • Modernisasi
  • Perluasan
  • Pendirian proyek baru
  • Kebutuhan khusus terkait investasi ataupun ekspansi perusahaan


Baca juga : Artikel yang terkait

Tak lupa diucapkan terima kasih, telah di artikel ini. Mohon kiranya mau memberikan komentar di akhir artikel ini.


Kredit investasi - Prosedur secara umum
Kredit investasi - Prosedur pemberian kredit secara umum


1. Pengertian Kredit


Kredit investasi - Prosedur secara umum, Istilah kredit berasal dari bahasa Yunani credere yang berarti kepercayaan (truth atau faith).

Kredit investasi, Oleh karena itu, dasar dari kredit adalah kepercayaan. 

Bank yang memberikan kredit (kreditor) percaya bahwa penerima kredit investasi (debitur) pada masa yang akan datang mampu memenuhi segala sesuatu yang telah dijanjikan. 

Apa yang telah dijanjikan itu dapat berupa barang, uang atau jasa, dengan demikian, prestasi dan kontraprestasi dapat berbentuk :

  • Barang terhadap barang
  • Barang terhadap uang
  • Barang terhadap jasa
  • Jasa terhadap jasa
  • Jasa terhadap uang
  • Uang terhadap barang
  • Uang terhadap jasa.

Dengan demikian, kredit dapat berarti pihak kesatu memberikan :

  • Prestasi baik berupa barang
  • Uang atau jasa kepada pihak lain
  • Kontraprestasi akan diterima kemudian (dalam jangka waktu tertentu).

Menurut Undang-Undang Perbankan Nomor 10 tahun 1998 

kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dengan pihak lainyang mewajibkan hak peminjam melunasi utang setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga."


2. Unsur-unsur Kredit


Kredit investasi - Prosedur secara umum, Adapun unsur-unsur yang terkandung dalam pemberian suatu fasilitas kredit investasi adalah sebagai berikut :


a. Kepercayaan


Kredit investasi, Suatu keyakinan pemberi kredit (bank) bahwa kredit yang diberikan baik berupa uang, barang atau jasa akan benar-benar diterima kembali dimasa mendatang.

Kepercayaan ini diberikan oleh bank, karena sebelum dana diberikan, sudah melakukan penelitian dan penyelidikan yang mendalam tentang calon peminjam. 

Penelitian dan penyelidikan dilakukan untuk mengetahui kemauan dan kemampuannya dalam membayar kredit yang disalurkan.


b. Kesepakatan


Kredit investasi, kesepakatan ini dituangkan dalam sebuah perjanjian dimana masing-masing pihak menandatangani hak dan kewajibannya masing-masing. 

Kesepakatan penyaluran kredit investasi dituangkan dalam akad kredit yang ditandatangani oleh kedua belah pihak yaitu pihak bank dan peminjam.


c. Jangka Waku


Jangka waktu ini mencakup masa pengembalian kredit investasi yang telah disepakati. 

Hampir dipastikan bahwa tidak ada kredit investasi yang tidak memiliki jangka waktu.


d. Resiko


Kredit investasi, Faktor resiko dapat diakibatkan dalam dua hal yaitu :

  • Resiko kerugian yang diakibatkan debitur sengaja tidak mau membayar kredit investasi
  • Resiko yang diakibatkan karena ketidak sengajaan debitur yaitu akibat terjadinya musibah.


e. Balas Jasa


Kredit investasi, Merupakan keuntungan atas pemberian suatu kredit atau fase tersebut yang dikenal dengan nama bunga. 

Balas jasa dalam bentuk bunga dan administrasi kredit investasi ini merupakan keuntungan bank.


3. Tujuan Kredit


Kredit investasi - Prosedur secara umum, Pemberian suatu fasilitas kredit investasi memiliki tujuan tertentu.

Kredit investasi, Tujuan tersebut tidak akan terlepas dari misi bank tersebut didirikan.

Adapun tujuan utama pemberian suatu kredit adalah sebagai berikut :


a. Mencari Keuntungan


Kredit investasi, Bertujuan untuk memperoleh hasil dari pemberian kredit tersebut.hasil.

Hasil tersebut dalam bentuk bunga yang diterima oleh bank dalam bentuk balas jasa dan biaya administrasi kredit yang dibebankan kepada nasabah. 

Kredit investasi, Keuntungan ini penting untuk kelangsungan hidup bank.


b. Membantu Mewujudkan keinginan Masyarakat


Bertujuan untuk membantu usaha nasabah yang memerlukan dana, baik kredit investasi maupun dana untuk modal kerja. 

Kredit investasi, dengan dana tersebut nasabah akan dapat mengembangkan dan memperluas usahanya.


c. Membantu pemerintah


Kredit investasi, bagi pemerintah semakin banyak dana yang disalurkan oleh pihak perbankan.

Kredit investasi, maka akan semakin baik, mengingat semakin banyaknya yang disalurkan, berarti adanya peningkatan pembangunan di berbagai sektor.

Keuntungan bagi pemerintah dengan menyalurkan kredit adalah sebagai berikut :

  • Penerimaan pajak, dari keuntunngan yang diperoleh nasabah dan bank.
  • Membuka kesempatan kerja, dalam hal ini untuk kredit pembangunan usaha baru atau perluasan usaha akan membutuhkan tenaga baru sehingga dapat membuka kesempatan kerja.
  • Meningkatkan jumlah barang dan jasa, dengan adanya kredit yang disalurkan akan dapat meningkatkan jumlah barang dan jasa yang beredar di masyarakat.
  • Menghemat devisa negara, terutama untuk produk yang sebelumnya di import dan apabila dapat diproduksi di dalam negeri dengan fasilitas kredit yang ada akan dapat menghemat devisa negara.
  • Meningkatkan devisa negara, apabila produk dari kredit investasi yang dibiayai untuk keperluan ekspor.

Kredit investasi - Prosedur secara umum
Kredit Investasi - Fasilitas pembiayaan untuk Modernisasi, Perluasan & Pendirian proyek baru


4. Fungsi Kredit



a. Untuk meningkatkan daya guna uang


Dengan adanya kredit investasi dapat meningkatkan daya guna uang maksudnya jika uang hanya disimpan saja tidak akan menghasilkan sesuatu yang berguna. 

Dengan diberikan secara kredit investasi uang tersebut menjadi lebih berguna untuk menghasilkan barang atau jasa dengan adanya penyaluran kredit investasi.


b. Untuk meningkatkan peredaran dan lalu lintas uang


Kredit investasi, Dalam hal ini uang yang disalurkan akan beredar dari satu wilayah ke wilayah lainnya.

Sehingga daerah yang kekurangan uang dengan adanya kredit investasi, maka daerah tersebut akan memperoleh tambahan uang dari daerah lainnya.


c. Untuk meningkatkan daya guna barang


Kredit investasi yang diberikan oleh bank akan dapat digunakan oleh peminjaman untuk diolah menjadi barang yang tidak berguna menjadi berguna atau bermanfaat.


d. Menigkatkan peredaran barang


Kredit investasi dapat pula menambah atau memperlancar arus barang dari satu wilayah ke wilayah lainnya.

Sehingga jumlah barang yang beredar dari satu wiayah ke wilayah lainnya bertambah atau dapat pula meningkatkan jumlah barang yang beredar.


e. Sebagai alat stabilitas ekonomi


Dengan penyaluran kredit investasi dapat dikatakan sebagai stabilitas ekonomi karena dengan adanya kredit.

Kredit investasi yang diberikan akan menambah jumlah barang yang diperlukan oleh masyarakat. 

Kemudian kredit investasi dapat pula membantu mengekspor barang dari dalam negeri ke luar negeri sehingga meningkatkan devisa negara.


f. Untuk meningkatkan kegairahan berusaha


Bagi penerima kredit investasi tentu akan dapat meningkatkan gairah untuk usaha, apalagi bagi nasabah yang memiliki modal pas-pasan.


g. Untuk meningkatkan pemerataan pendapatan


Semakin banyak kredit investasi yang disalurkan akan semakin baik, terutama dalam hal peningkatan pendapatan.

Jika kredit investasi disalurkan untuk membangun pabrik, maka pabrik akan membutuhkan tenaga kerja sehingga dapat pula mengurangi pengangguran.

Bagi masyarakat sekitar pabrik juga akan dapat meningkatkan pendapatannya seperti membuka warung atau menyewa rumah kontrakan atau jasa lainnya.


h. Untuk meningkatkan hubungan internasional


Dalam hal pinjaman internasional akan dapat meningkatkan rasa saling membutuhkan antara penerima kredit dengan pemberi kredit investasi

Pemberian kredit investasi oleh negara lain akan meningkatan kerja sama di bidang lainnya.


Kredit investasi - Prosedur secara umum
Kredit investasi - Kebutuhan investasi atau ekspansi perusahaan


5. Prinsip-prinsip pemberian Kredit


Kredit investasi - Prosedur secara umum, Sebelum fasilitas kredit investasi diberikan.

Bank harus merasa yakin bahwa kredit investasi yang diberikan benar akan kembali.

Keyakinan tersebut diperoleh dari hasil penilaian kredit investasi, sebelum kredit tersebut disalurkan. 

Penilaian kredit investasi oleh bank dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti melalui prosedur penilaian yang benar. 

Kredit investasi, Dalam melakukan penilaian kriteria-kriteria serta aspek penilaiannya tetap sama.

Begitu juga dengan ukuran-ukuran yang ditetapkan telah menjadi standar penilaian setiap bank.

Kriteria penilaian yang harus dilakukan oleh bank untuk mendapatkan peminjam yang benar-benar menguntungkan, 

Penelitian dilakukan dengan analisis 5C dan analisa 7P. 

a. Analisis 5 C sebagai berikut :


Character

Suatu keyakinan bahwa, sifat atau watak dari orang-orang yang akan diberikan kredit investasi benar-benar dapat dipercaya.

Hal ini tercermin dari latar belakang nasabah baik yang bersifat latar belakang pekerjaan maupun yang bersifat pribadi seperti : 

  • Cara hidup atau gaya hidup yang dianutnya, 
  • Keadaan keluarga
  • Hoby (kegemarannya)
  • Sosial standingnya. 

Ini semua merupakan ukuran “kemauan” membayar.


Capacity

Untuk melihat peminjaman dalam kemampuannya di bidang bisnis yang dihubungkan dengan pendidikannya.

Kemampuan bisnis juga diukur dengan kemampuannya dalam memahami tentang ketentuan-ketentuan pemerintah. 

Kredit investasi, Begitu pula dengan kemampuannya dalam menjalankan usahanya selama ini. 

Pada akhirnya akan terlihat “kemampuannya” dalam mengembalikan kredit investasi yang disalurkan.


Capital

Untuk melihat penggunaan modal apakah efektif, dilihat laporan keuangan (neraca dan laporan perhitungan rugi laba).

Dengan melakukan pengukuran seperti :

  • Likuiditas
  • Solvabilitas
  • Rentabilitas
  • Dan ukuran-ukuran lainnya. 

Capital juga harus dilihat dari sumber mana saja modal yang ada sekarang ini.


Collateral

Merupakan jaminan milik calon nasabah, baik yang berupa fisik maupun non-fisik. 

Nilai jaminan hendaknya melebihi jumlah nilai kredit investasi yang diberikan. 

Jaminan juga harus diteliti keabsahannya sehingga jika terjadi suatu masalah, maka jaminan yang dititipkan akan dapat digunakan secepat mungkin.


Condition

Dalam menilai kredit investasi penilaian kondisi ekonomi dan politik dimasa sekarang dan dimasa yang akan datang sesuai dengan sektor masing-masing.

Kredit investasi, Serta prospek usaha dari sektor yang ia jalankan. 

Penilaian prospek bidang usaha yang dibiayai hendaknya benar-benar memiliki prospek yang baik sehingga kemungkinan kredit tersebut bermasalah relative kecil.


b. analisis 7P adalah sebagai berikut:


Personality

Yaitu menilai nasabah dari sisi kepribadiannya atau tingkah lakuknya sehari-hari atau masa lalunya. 

Personality juga mencakup sikap, emosi, tingkah laku, dan tindakan nasabah dalam menghadapi suatu masalah.

Party

Yaitu mengklasifikasinya nasabah ke dalam klasifikasi tertentu atau golongan-golongan tertentu berdasarkan modal, loyalitas, serta karakternya. 

Sehingga nasabah dapat digolongkan kedalam golongan tertentu dan akan mendapatkan fasilitas yang berbeda dari bank.

Perpose

Yaitu untuk mengetahui tujuan nasabah mengajukan kredit, termasuk jenis kredit investasi yang diinginkan nasabah. Tujuan pengajuan kredit investasi

Sebagai contoh kredit modal kerja atau kredit investasi, konsumtif atau produktif, dan lain sebagainya.

Prospect

Yaitu untuk menilai usaha nasabah di masa yang akan datang menguntungkan atau tidak, atau dengan kata lain mempunyai prospek atau sebaliknya. 

Hal ini penting mengingat jika suatu fasilitas kredit investasi yang dibiayai tanpa mempunyai prospek, akan merugikan kedua belah pihak.

Payment

Merupakan ukuran bagaimana cara nasabah mengembalikan kredit investasi yang akan dinikamti atau dari sumber dari mana saja pinjaman dapat dikembalikan.

Semakin banyak sumber penghasilan debitur, akan semakin baik. Dengan demikian, jika salah satu usahanya merugikan dapat ditutupi dari penghasilan yang lain.

Profitability

Kredit investasi, Untuk menganalisis bagaimana kemampuan nasabah dalam mencari laba. 

Profitability diukur dari periode ke periode apakah akan tetap sama atau akan semakin meningkat, apalagi dengan tambahan kredit investasi yang akan diperolehnya.

Protection

Tujuannya adalah bagaimana menjaga agar usaha dan jaminan mendapatkan perlindungan. Perlindungan dapat berupa jaminan barang atau jaminan asuransi.




Kredit investasi - Prosedur secara umum
Kredit Investasi - Membiayai kebutuhan barang modal dalam rangka rehabilitasi


6. Prosedur dalam Pemberian Kredit secara Umum


Kredit investasi - Prosedur secara umum, Sebelum nasabah memperoleh kredit investasi.

Terlebih dahulu harus melalui tahap-tahapan penilaian. Penilaian mulai dari pengajuan proposal atau berkas-berkas yang dibutuhkan.

Pemeriksaan keaslian dokumen, analisis kredit investasi sampai dengan kredit dicairkan. 

Tahapan-tahapan dalam memberikan kredit investasi ini dikenal dengan prosedur pemberian kredit investasi

Prosedur pemberian kredit investasi secara umum dapat dibedakan antara pinjaman perseorangan dengan pinjaman oleh badan hukum.

Kredit investasi, Kemudian dapat pula ditinjau dari sisi tujuannya apakah untuk konsumtif atau produktif.

Secara umum prosedur pemberian kredit investasi oleh badan hukum sebagai berikut :


a. Pengajuan berkas-berkas


Dalam hal ini pertama kali mengajukan permohonan kredit investasi, kredit yang dituangkan dalam suatu proposal. 

Kemudian dilampiri dengan berkas-berkas lainnya yang dipersyaratkan seperti :

  • Riwayat hidup perusahaan
  • Jenis bidang usaha
  • Nama pengurus beserta latar belakang pendidikannya
  • Perkembangan perusahaan serta wilayah pemasaran produknya.
  • Maksud dan tujuan
  • Besarnya kredit
  • Jangka waktu
  • Cara pemohon mengembalikan kredit
  • Jaminan kredit.


b. Penyelidikan berkas pinjaman


Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah berkas-berkas yang diajukan sudah lengkap sesuai dengan persyaratan. 

Jika menurut pihak bank belum lengkap atau belum cukup maka nasabah diminta untuk segera melengkapinya.

Apabila sampai batas waktu yang telah ditentukan tidak sanggup melengkapi kekurangan tersebut, maka permohonan kredit investasi dinyatakan batal. 

Dalam pemeriksaan berkas, bank memperhatikan keaslian dan kebenaran berkas yang diajukan.

Bila berkas terbukti asli dan benar, maka pihak bank mengalkulasi apakah jumlah kredit investasi yang diminta memang relevan.

Serta apakah pemohon mampu membayar atau mengembalikan pinjaman beserta bunga pinjamannya 


c. Penilaian kelayakan kredit


Penilaian kelayakan suatu kredit investasi dapat dilakukan dengan menggunakan metode 5C dan 7P.

Namun untuk kredit investasi yang lebih besar jumlahnya, bank melakukannya dengan metode kelayakan. 

Kredit investasi, Dalam studi kelayakan ini setiap aspek dinilai apakah memenuhi syarat atau tidak. 

Apabila salah satu aspek tidak memenuhi syarat maka perlu dilakukan pertimbangan untuk mengambil keputusan.

Aspek-aspek yang dinilai dalam pemberian fasilitas kredit investasi adalah :


c.1. Aspek hukum

  • Akte notaris
  • Kartu Tanda penduduk (KTP)
  • Tanda Daftar Usaha (KTD)
  • Izin usaha
  • Izin Mendirikan Usaha (IMB)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Sertifikat yang dimiliki baik sertifikat tanah atau surat berharga
  • Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB)

c.2. Aspek pasar dan pemasaran
c.3. Aspek keuangan
c.4. Aspek teknis atau operasi
c.5. Aspek manajemen
c.6. Aspek ekonomi social
c.7. Aspek AMDAL


d. Wawancara pertama


Merupakan penelitian kepada calon peminjam, dengan langsung berhadapan dengan calon peminjam.

Untuk menyakinkan apakah berkas-berkas tersebut sesuai dan lengkap seperti yang diinginkan oleh pihak bank. 

Wawancara ini juga untuk mengetahui keinginan dan kebutuhan nasabah yang sebenarnya. 

Sehingga wawancara pertama dibuat senyaman mungkin agar hasil wawancara sesuai dengan tujuan yang diharapkan.


e. On the spot atau peninjauan ke lokasi


Merupakan kegiatan pemeriksaan ke lapangan dengan meninjau berbagai objek yang akan di jadikan tempat usaha dan/atau jaminan. 

Kredit investasi, Kemudian hasil dari on the spot dicocokkan dengan hasil wawancara. 

Pada saat akan melakukan on the spot ke nasabah jangan diberitahu, sehingga apa yang ada di lapangan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.


f. Wawancara kedua 


Kredit investasi, wawancara kedua ini merupakan kegiatan perbaikan berkas.

Jika mungkin ada kekurangan-kekurangan pada saat dilakukan on the spot dilapangan. 

Catatan yang ada pada permohonan dan pada saat wawancara pertama dicocokkan dengan pada saat on the spot apakah ada kesesuaian dan mengandung suatu kebenaran.


g. Keputusan kredit


Keputusan kredit investasi adalah menentukan apakah pengajuan kredit akan diberikan atau ditolak.

Jika kredit investasi diterima, akan dipersiapkan administrasinya, dalam keputusan kredit investasi umumnya :

  • Mencakup jumlah uang yang akan diterima
  • Jangka waktu kredit investasi
  • Biaya-biaya yang harus dibayar.


h. Penandatanganan akad kredit


Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari putusan kredit investasi

Sebelum kredit dicairkan maka terlebih dahulu calon debitur menandatangani akad kredit investasi.

Kemudian mengikat jaminan kredit investasi dengan surat perjanjian yang dianggap perlu. 

Penandatanganan dilaksanakan antara bank dengan debitur secara langsung atau melalui Notaris.


i. Realisasi kredit


Setelah akad kredit ditandatangani maka langkah selanjutnya adalah merealisasikan kredit investasi

Realisasi kredit investasi diberikan setelah penandatanganan surat-surat yang diperlukan.

Dan dengan membuka rekening giro atau tabungan atau tabungan di bank yang bersangkutan. 

Dengan demikian penarikan dana kredit investasi dapat dilakukan melalui rekening yang telah dibuka. 

Pencairan atau pengambilan dari rekening sebagai realisasi dari pemberian kredit investasi dapat diambil sesuai ketentuan dan tujuan kredit. 

Pencairan dana kredit investasi tergantung dari kesepakatan kedua belah pihak dan dapat dilakukan sekaligus atau secara bertahap.




Sebagai penutup, diucapkan terima kasih telah meluangkan waktunya untuk membaca artikel " Kredit investasi - Prosedur secara umum "

Semoga artikel ini memberi manfaat serta menginspirasi. Bila ada yang ingin mendiskusikan bisa mengklik " Contact Us "




Untuk melengkapi pemahaman tentang Kredit investasi 
silahkan tonton video dibawah ini.

Kredit investasi - Prosedur secara umum
Kredit investasi - Prosedur pemberian kredit secara umum




Kredit investasi - Prosedur secara umum
Kredit investasi


No comments:

Post a Comment



Terima kasih, telah membaca dan memberi komentarnya

Semoga Artikel ini memberi inspirasi dan bermanfaat.