"" Strategi Bisnis yang Cantik: March 2021

Sistem akuntansi - Memiliki peran penting di perusahaan | Bagian 3

Sistem Akuntansi - Memiliki peran penting di perusahaan | Bagian 3 Sistem yang dirancang untuk memberikan informasi keuangan yang dapat dipercaya.

Yang salah satu sistem yang dapat digunakan oleh manajemen perusahaan ialah sistem akuntansi gaji. 

Hal demikian untuk mengatasi adanya kesalahan dan penyimpangan dalam segi perhitungan.

Perhitungan dan pembayaran gaji atau upah maka hal ini perlu sekali dibuat suatu sistem akuntansi penggajian dan pengupahan.

Sistem akuntansi gaji juga dirancang oleh perusahaan untuk memberikan suatu gambaran yang jelas mengenai gaji karyawan. Sehingga mudah dipahami maupun mudah digunakan. 

Tujuan rekaman, mengkategorikan, menganalisis dan melaporkan informasi manajemen keuangan yang tepat waktu.

Baca juga : Artikel terkait

Untuk menambah penjelasan materi kupasan, dapat juga tonton vedio dibawah artikel ini

Tak lupa di ucapkan Terima kasih, telah berkunjung di artikel ini. Mohon kiranya mau memberikan komentar di akhir artikel ini.


Sistem akuntansi - Memiliki peran penting di perusahaan | Bagian 3
Sistem akuntansi memiliki fungsi yang sangat besar.


Fungsi Utama Sistem Akuntansi


Sistem Akuntansi - Memiliki peran penting di perusahaan | Bagian 3 Sistem akuntansi dalam sebuah perusahaan memiliki fungsi yang sangat besar.

Fungsi yang besar terutama dalam hal pencatatan dan pengawasan. Ada beberapa fungsi dari sistem akuntansi yang mungkin belum banyak disadari. 

Beberapa hal tersebut diantaranya ialah :


1. Mengumpulkan dan Menyimpan Data


Akuntansi sebagai sebuah sistem pencatatan biasanya memiliki uraian lengkap mengenai kegiatan dan transaksi yang dilakukan perusahaan secara detail. 

Jika tidak ada sistem akuntansi, maka kemungkinan sebuah kegiatan akan terlupakan menjadi sangat besar sehingga lupa untuk diperhatikan. 

Sistem akuntansi bisa menghimpun semua catatan bisnis dalam bentuk yang lebih efisien.


2. Menyediakan Informasi Berguna


Selain berfungsi untuk mengumpulkan dan menyimpan, sistem akuntansi ini bisa menjadi sarana penyedia informasi. 

Dalam sistem manual misalnya, berbagai catatan perusahaan akan disajikan dalam bentuk laporan yang mudah untuk dicerna. 

Hal ini akan berpengaruh terhadap pengambilan keputusan guna melakukan kegiatan manajemen yang baik dan sesuai.


3. Menyediakan Pengendalian Internal


Salah satu fungsi penting manajemen adalah untuk melakukan pengendalian internal agar bisa sesuai dengan tujuan perusahaan. 

Nah dari sistem yang dilakukan dalam akuntansinya ini bisa memberikan informasi yang terpercaya mengenai kondisi perusahaan. 

Hal ini tentu mempermudah pengecekan terhadap segala aktivitas yang dilakukan kemudian mengendalikannya.


4. Mendukung Fungsi Kepengurusan


Berbagai posisi di perusahaan memiliki tanggung jawab tertentu berdasarkan job desk masing-masing. 

Keberadaan pencatatan dengan sistem akuntansi ini bisa memberikan informasi mengenai pemakaian sumber daya perusahaan dan ketersediaannya. 

Dari informasi ini, pihak manajemen bisa melakukan evaluasi kinerja dari berbagai laporan akuntansi yang diberikan.


5. Mendukung Kegiatan Operasi


Sistem akuntansi yang disediakan melalui kegiatan akuntansi bisa menyediakan bagian mana yang harus dilakukan pengecekan ulang dan perbaikan. 

Jadi misalnya ada kesalahan dan keanehan dari sebuah sistem akuntansi yang tidak efektif, maka kegiatan operasi perusahaan bisa diperbaiki. 

Ini tentunya akan mendukung kegiatan operasi supaya bisa berjalan dengan efisien. Dari penjelasan di atas dapat didapatkan beberapa poin penting mengenai sistem akuntansi

Sistem akuntansi peran penting dalam sebuah perusahaan sehingga perlu mendapat perhatian lebih.


Sistem akuntansi - Memiliki peran penting di perusahaan | Bagian 3
Siklus Sistem akuntansi


Unsur-Unsur Sistem Akuntansi


Sistem Akuntansi - Memiliki peran penting di perusahaan | Bagian 3 Hal ini dilakukan agar informasi yang terdapat di dalamnya bersifat akurat.

Informasi yang tepat dan bisa dipercaya untuk meminimalisir kesalahan informasi.  Ada beberapa unsur yang harus terdapat di dalam sistem akuntansi ini diantaranya ialah :


1. Formulir


Unsur pertama dalam sistem akuntansi adalah keberadaan formulir sebagai dokumen yang biasa dipakai untuk pencatatan berbagai transaksi perusahaan. 

Formulir sendiri berisi data transaksi dimana data tersebut menjadi dasar dalam pencatatan yang dilakukan. 

Formulir merupakan dokumen yang digunakan untuk merekam terjadinya transaksi.

Formulir sering disebut juga dengan istilah dokumen, karena dengan formulir ini peristiwa yang terjadi dalam organisasi direkam (didokumentasikan) di atas secarik kertas.


2. Jurnal


Jurnal merupakan catatan akuntansi pertama yang digunakan untuk mencatat, mengklasifikasikan dan meringkas data keuangan dan data lainnya.

Jurnal adalah unsur dari sistem ini yang biasanya berupa data pengelompokan, pencatatan transaksi sejenis, serta ringkasan dari formulir yang ada. 

Sumber informasi pencatatan dalam jurnal ini adalah : 

  • Jurnal Penerimaan Kas, jurnal yang disediakan khusus untuk mencatat transaksi penerimaan kas.
  • Jurnal Pengeluaran Kas, jurnal yang khusus disediakan untuk mencatat segala jenis pengeluaran kas.
  • Jurnal Pembelian, jurnal yang digunakan untuk mencatat pembelian secara kredit. Pembelian secara tunai masuk ke dalam jurnal pengeluaran kas.
  • Jurnal Penjualan, jurnal yang disediakan khusus untuk mencatat transaksi penjualan secara kredit. Penjualan secara tunai dimasukkan dalam jurnal penerimaan kas.
  • Jurnal Umum disediakan khusus untuk mencatat penyesuaian pembukuan, koreksi transaksi dan hal lain yang tidak dapat dicatat dalam jurnal khusus.


Data yang didapatkan kemudian akan di input (diposting) dalam buku besar untuk arsip lebih lanjut. 

Hasil dari peringkasan data kemudian di-posting ke rekening yang bersangkutan di dalam buku besar. 


3. Buku Besar (General Ledger)


Buku besar terdiri dari rekening-rekening yang digunakan untuk meringkas data keuangan yang telah dicatat sebelumnya dalam jurnal.

Rekening-rekening dalam buku besar ini disediakan sesuai dengan unsur-unsur informasi yang disajikan dalam laporan keuangan. Setelah melakukan pencatatan dalam jurnal.

Selanjutnya keuangan akan diringkas lagi di dalam buku besar.  Buku besar ini berisi kumpulan rekening dari beberapa jurnal agar lebih mudah untuk diarsipkan. 

Rekening dari buku besar bisa juga menjadi penggolongan data keuangan agar mempermudah penyusunan laporan keuangan.


4. Buku Pembantu (Subsidiary Ledger)


Keberadaan buku pembantu di dalamnya berisi rekening-rekening pembantu yang terdapat di dalam rekening tertentu di buku besar. 

Buku pembantu dan buku besar ini adalah dua hal yang sudah merupakan catatan akhir sehingga tidak ada lagi pencatatan selanjutnya. 

Dengan kata lain, kedua buku ini tidak bisa diringkas dan dilakukan penyajian dalam bentuk lain lagi.

Buku pembantu, jika data keuangan yang digolongkan dalam buku besar diperlukan rinciannya lebih lanjut dapat dibentuk buku pembantu.

Buku pembantu terdiri dari rekening-rekening pembantu yang merinci data keuangan yang tercantum dalam rekening tertentu. 

Contoh rekening piutang dagang dalam buku besar dibuatkan rincian untuk setiap langganan.


5. Laporan


Laporan. Hasil akhir proses akuntansi adalah laporan keuangan yang dapat berupa :

  • Neraca
  • laporan perhitungan Rugi-Laba
  • Laporan perubahan modal.


Hasil akhir dari keseluruhan proses sistem akuntansi yang sudah dilakukan akan disajikan dalam bentuk laporan akhir ini. 

Laporan ini bisa berupa berbagai jenis bergantung dengan isinya seperti misalnya laporan perubahan modal, laporan laba rugi, dan laporan harga pokok penjualan. 

Di laporan ini juga tersedia daftar utang yang dimiliki perusahaan beserta saldo persediaannya.


Sistem akuntansi - Memiliki peran penting di perusahaan | Bagian 3
Sistem akuntansi yang dijalankan secara integrated


Macam-macam siklus sistem akuntansi


Sistem Akuntansi - Memiliki peran penting di perusahaan | Bagian 3 Melalui akuntansi, baik secara perhitungan manual atau menggunakan aplikasi akuntansi.

Perusahaan mampu mengetahui tingkat keuntungan atau laba, dasar penentuan pajak, hingga potensi kerugian.

Sistem akuntansi adalah sebuah ikhtisar yang terdiri dari catatan manual atau komputerisasi transaksi keuangan.

Berikut ini terdapat beberapa macam-macam sistem akuntansi, antara lain sebagai berikut:


1. Siklus pendapatan (revenue cycle)


Merupakan rangkaian aktivitas bisnis dan kegiatan pemrosesan informasi terkait yang terus berulang dengan menyediakan barang dan jasa ke para pelanggan.

Serta penagihan kas sebagai pembayaran dari penjualan tersebut.


2. Siklus pengeluaran (expenditure cycle)


Merupakan rangkaian aktivitas bisnis dan operasional pemrosesan data terkait dengan pembelian serta pembayaran barang dan jasa.


3. Siklus Penggajian (payroll cycle)


Merupakan rangkaian aktivitas bisnis dan operasional pemrosesan data terkait yang berhubungan dengan cara yang efektif dalam mengelola pegawai.


4. Siklus Produksi (production cycle)


Merupakan rangkaian aktivitas bisnis dan operasional pemrosesan data terkait yang terus berulang dengan pembuatan produk.




Sistem akuntansi - Memiliki peran penting di perusahaan | Bagian 3
Sistem akuntansi yang menggunakan software


Sistem akuntansi untuk jenis perusahaan


Sistem Akuntansi - Memiliki peran penting di perusahaan | Bagian 3 Sistem ini memiliki berbagai jenis contoh yang biasa dilakukan bergantung dengan kebutuhan perusahaan. 

Biasanya sistem akuntansi diterapkan dalam bidang yang berbeda-beda karena kompleksnya cakupan sebuah perusahaan. 

Berikut ini adalah beberapa contoh dari sistem ini yang bisa disajikan :


1. Sistem akuntansi untuk perusahaan jasa


Sistem akuntansi jasa contohnya jasa kontraktor memiliki kebutuhan yang berbeda dari sistem akuntansi lainnya. 

Mereka membutuhkan kemampuan untuk melacak biaya dan kemajuan proyek pembangunan mereka.

Sistem akuntansi untuk kontraktor harus melaporkan biaya material dari produk yang masuk ke setiap proyek.

Berapa banyak jam kerja yang dikonsumsi dan berapa persentase penyelesaian proyek. Kontraktor biasanya membiayai biaya proyek mereka dengan jalur kredit bank. 

Jadi, kewajiban mereka harus memiliki informasi tentang jumlah yang ditarik pada garis kredit dan tanggal jatuh tempo pinjaman.


2. Sistem akuntansi untuk manufaktur (pabrikan)


Industri manufaktur membuat dan merakit produk, sehingga sistem akuntansi mereka harus memiliki informasi tentang persediaan, jam kerja, biaya overhead dan komisi penjualan.

Manufaktur dapat memiliki tiga jenis inventaris: bahan baku, produk dalam produksi, dan produk jadi. 

Manufaktur juga perlu tahu berapa jam kerja yang digunakan untuk membuat setiap produk.

Sistem penggajian perlu melacak setidaknya tiga jenis personil, tenaga kerja manufaktur per jam, staf administrasi dengan gaji, dan tenaga penjualan yang dibayar berdasarkan komisi. 

Biaya overhead harus dialokasikan ke biaya manufaktur untuk menentukan biaya individu untuk membuat setiap produk.


3. Sistem akuntansi untuk perdagangan


Bisnis ritel terdiri dari pembelian dan penjualan produk. Sistem akuntansi ritel berisi laporan rinci inventori. 

Perincian ini harus mencakup tingkat inventori, tingkat turnover tahunan, laba setiap, produk dan poin pemesanan ulang.

Karena sebagian besar pengecer membeli banyak produk yang berbeda, sistem akuntansi mereka membutuhkan informasi yang luas.

Informasi status hutang dagang, waktu pengiriman dan diskon yang tersedia. Retailer menjual barang jadi.

Sehingga mereka membutuhkan laporan tentang rekening bank mereka dan waktu pemrosesan kartu kredit dan biaya. 

Memerlukan informasi terperinci tentang inventaris mereka: biaya setiap barang, penjualan per produk, dan keuntungan masing-masing produk.

Peralatan point-of-sale harus terhubung langsung ke software akuntansi untuk laporan real-time.


4. Sistem Akuntansi untuk Organisasi Nirlaba


Organisasi nirlaba perlu melacak donatur mereka untuk mengidentifikasi siapa yang memberi mereka uang. 

Suatu organisasi nirlaba berkewajiban untuk mengirim laporan sumbangan mereka pada akhir tahun kepada para donatur untuk digunakan dengan pengajuan pajak.

Sistem akuntansi untuk organisasi nirlaba harus dapat menghasilkan laporan pendapatan dan pengeluaran untuk presentasi kepada dewan direksi, donatur utama dan pemerintah. 

Manajer nirlaba membutuhkan laporan yang melacak kontribusi ke program individual versus jumlah yang dianggarkan.




Sebagai penutup, diucapkan terima kasih telah meluangkan waktunya untuk membaca artikel " Sistem Akuntansi - Memiliki peran penting di perusahaan | Bagian 3 "

Kembali ke Bagian 1

Untuk melengkapi pemahaman tentang sistem akuntansi, silahkan tonton video dibawah ini.

Semoga artikel ini memberi manfaat serta menginspirasi. Bila ada yang ingin mendiskusikan bisa mengklik " Contact Us "





Sistem Akuntansi Dr. Sony Warsono, MAFIS



Sistem akuntansi - Memiliki peran penting di perusahaan | Bagian 3
Sistem akuntansi

Sistem akuntansi - Memiliki peran penting di perusahaan | Bagian 2

Sistem akuntansi - Memiliki peran penting di perusahaan | Bagian 2 agar informasi yang dihasilkan bernilai akurat, tepat serta bisa dipercaya.

Ini menunjukkan betapa luasnya konsepsi dari sistem akuntansi sendiri sehingga terus diperhatikan oleh para ahli dari dalam negeri ataupun luar negeri. 

Sistem akuntansi ini sangat diperlukan perusahaan sehingga harus dibuat dengan teratur dan sebaik mungkin. 

Hal ini dilakukan agar informasi yang terdapat di dalamnya bersifat akurat, tepat dan bisa dipercaya untuk meminimalisir kesalahan informasi.  

Sistem akuntansi datang dalam berbagai bentuk yang dimodifikasi untuk kebutuhan industri yang berbeda. 


Baca juga : Artikel terkait

Untuk menambah penjelasan materi kupasan, dapat juga tonton vedio dibawah artikel ini

Tak lupa di ucapkan Terima kasih, telah berkunjung di artikel ini. Mohon kiranya mau memberikan komentar di akhir artikel ini.


Sistem akuntansi - Memiliki peran penting di perusahaan | Bagian 2
Sistem akuntansi mempunyai peran dalam perusahaan


Sistem akuntansi menurut para ahli


Sistem akuntansi - Memiliki peran penting di perusahaan | Bagian 2 Banyak para ahli memberikan pengertian sistem akuntansi yang berbeda.

Namun pada dasarnya mempunyai pengertian yang sama. Oleh para ahli dari dalam negeri ataupun luar negeri. 

Beberapa ahli yang mendefinisikan pengertian sistem akuntansi ini diantaranya ialah :


1. Zaki Baridwan ( 1999: 102 )


Mengartikan sistem akuntansi ini sebagai seperangkat formulir, laporan, ataupun catatan. Semua bentuk perangkat tersebut akan dikoordinasikan secara tepat.

Dengan berbagai elemen perusahaan yang ada sehingga dapat digunakan sebagai sumber informasi. Informasi ini nantinya akan dibutuhkan untuk melakukan manajemen perusahaan.


2. Mulyadi ( 2003: 17 )


Sistem akuntansi merupakan organisasi formulir, catatan dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi yang dibutuhkan.

Dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan.


3. Neunar ( 1997: 210 )


Sistem akuntansi gaji untuk kebanyakan perusahaan ialah suatu sistem dari prosedur dan catatan-catatan yang memberikan kemungkinan untuk menentukan dengan cepat dan tepat.

Hal jumlah pendapatan kotor setiap pegawai, berapa jumlah yang harus dikurangi dan pendapatan untuk berbagai pajak.

Serta potongan lainnya dan berapa saldo yang harus diberikan kepada karyawan.


4. Stettler (Baridwan 2000:4)


Sistem Akuntansi merupakan formulir-formulir, catatan-catatan, prosedur-prosedur dan alat-alat yang digunakan untuk mengelola data mengenai usaha suatu kesatuan ekonomis.

Dengan tujuan untuk menghasilkan umpan balik dalam bentuk laporan-laporan yang diperlukan manejemen untuk mengawasi usahanya.

Serta bagi pihak lain yang berkepentingan seperti pemegang saham, kreditur dan lembaga-lembaga perusahaan untuk menilai hasil operasi.


5. Menurut Marom (2002:1)


Sistem Akuntansi merupakan gabungan dari formulir-formulir, catatan, prosedur-prosedur dan alat-alat yang digunakan untuk mengelola dalam suatu badan usaha.

Dengan tujuan menghasilkan informasi-informasi keuangan yang diperlukan manejemen dalam mengawasi usahanya atau untuk pihak-pihak lain yang berkepentingan.


6. Warren, Reeve, Fees. (2005: 234)


Ketiga ahli ekonomi ini mendefinisikan sistem akuntansi sebagai metode yang dilakukan dengan prosedur dengan mengumpulkan, klarifikasi, ikhtisar, dan melaporkan.

Kegiatan tersebut dilakukan mencakup informasi kegiatan bisnis secara operasional ataupun bagaimana kondisi keuangan sebuah perusahaan.


Sistem akuntansi - Memiliki peran penting di perusahaan | Bagian 2
Sistem akuntansi yang terintergrasi dengan web


Komponen sistem akuntansi


Sistem akuntansi - Memiliki peran penting di perusahaan | Bagian 2 Sementara tujuan utama dari sistem akuntansi adalah untuk melacak pendapatan dan pengeluaran.

Ada banyak cara berbeda untuk melakukan itu. Manajer bisnis harus melangkah mundur dan mengidentifikasi kebutuhan mereka.

Kebutuhan saat mempertimbangkan program akuntansi untuk perusahaan mereka. Untuk proses pengelolaan sistem akuntansi yang lebih baik, gunakanlah software akuntansi.

Software yang sudah terbukti dan teruji dalam membantu pengelolaan keuangan bisnis banyak perusahaan 

Berikut ini terdapat beberapa komponen utama sistem akuntansi, antara lain sebagai berikut:


1. Masukan (Input)


Masukan adalah data yang dimasukkan ke dalam sistem informasi beserta metode dan media yang digunakan untuk menangkap dan memasukkan data tersebut ke dalam sistem. 

Masukan terdiri dari transaksi, permintaan, pertanyaan, perintah dan pesan. 

Umumnya masukan harus mengikuti aturan dan bentuk tertentu mengenai isi, identifikasi, otorisasi, tata letak dan pengolahannya.  

Cara untuk memasukkan ke dalam sistem akuntansi dapat berupa tulisan tangan, formulir kertas, pengenalan karakteristik fisik seperti sidik jari, papan ketik (keyboard) dan lain-lain.

Contoh : Dalam sistem akuntansi untuk menghasilkan laporan penjualan per jenis produk, transaksi penjualan dan retur penjualan merupakan masukan. 

Data tanggal transaksi, jenis produk, kuantitas yang dijual, harga jual satuan, nama pelanggan merupakan masukan yang dimasukkan ke dalam sistem akuntansi.

Hal tersebut untuk menghasilkan informasi penjualan per jenis produk. Media yang digunakan untuk memasukkan data.

Data ke dalam sistem akuntansi dapat berupa formulir faktur penjualan yang mempunyai format dan aturan tertentu untuk pengisiannya.


2. Model 


Model terdiri dari logico-mathematical models yang mengolah masukan dan data yang disimpan, dengan berbagai macam cara.

Untuk memproduksi hasil yang dikehendaki atau keluaran. Logico-mathematical model dapat mengombinasi unsur-unsur data untuk menyediakan jawaban atas suatu pertanyaan, 

Atau dapat meringkas atau menggabungkan data menjadi suatu laporan ringkas.

Contoh :

Pengolahan data pendapatan dan beban untuk menghasilkan laporan laba rugi memerlukan logico-mathematical model yang sederhana berikut ini :

Laba = Pendapatan – Beban

Memberikan jawaban atas pertanyaan yang sering diajukan oleh Manajer Keuangan mengenai saldo piutang debitur diperlukan logico-mathematical model sederhana.


3. Keluaran (Output)


Produk suatu sistem informasi adalah keluaran yang berupa informasi yang bermutu dan dokumen untuk semua tingkat manajemen dan semua pemakai informasi.

Pemakai informasi intern maupun pemakai informasi ekstern. Keluaran suatu sistem merupakan factor utama yang menentukan bagian-bagian lain suatu sistem informasi. 

Jika keluaran suatu sistem informasi tidak sesuai dengan kebutuhan pemakai informasi.

Perancangan bagian masukan, model, teknologi, basis data, dan pengendalian tidak ada manfaatnya.

Keluaran sistem akuntansi dapat berupa laporan keuangan, faktur, surat order pembelian, cek, laporan pelaksanaan anggaran.

Misalnya berapa semua sampai saat ini, pesan, perintah, hasil suatu pengambilan keputusan yang diprogram, scenario dan simulasi, dan aturan pengambilan keputusan. 

Mutu yang harus melekat dalam keluaran sistem informasi adalah ketelitian, ketepatan waktu, dan relevansi.

Media yang dipakai untuk menyajikan keluaran sistem informasi dapat berupa : layar monitor, mesin pencetak (printer), alat pendengar (audio), atau microfilm. 

Umumnya keluaran sistem akuntansi berupa hasil cetak dan tayangan pada monitor computer.


4. Teknologi (Technology)


Teknologi ibarat mesin untuk menjalankan sistem informasi. 

Teknologi menerima masukan, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan menyampaikan keluaran, serta mengendalikan seluruh sistem. 

Dalam sistem informasi berbasis computer dan penyimpan data diluar (auxiliary storage), telekomunikasi, dan perangkat lunak (software).

Contoh : Untuk menghasilkan informasi penjualan harian, suatu, sebuah rumah makan menggunakan teknologi berupa register kas (cash register). 

Mesin yang digunakan oleh rumah makan ini mampu membuat ringkasan sampai dengan 20 macam jenis makanan dan minuman yang dijual.


5. Basis Data (Data Base)


Basis data merupakan tempat untuk menyimpan data yang digunakan untuk melayani kebutuhan pemakai informasi. 

Basis data dapat diperlakukan dari dua sudut pandang secara fisik dan secara logis. 

Basis data secara fisik berupa media untuk menyimpan data, seperti kartu buku besar, pita magnetic, disk, disket, kaset, kartu magnetic , chip, dan microfilm. 

Basis data secara fisik merupakan tempat sesungguhnya suatu data disimpan.

Bagaimana mencari, menggabungkan, dan mengambil data yang disimpan untuk memenuhi kebutuhan khusus pemakai.

Oleh karena itu, basis data dapat dipandang dari sudut pandang logis yang bersangkutan dengan bagaimana struktur penyimpanan data.

Sehingga menjamin ketepatan, ketelitian, dan relevansi pengambilan informasi untuk memenuhi kebutuhan pemakai.


6. Pengendalian (Control)


Semua sistem informasi harus dilindungi dari bencana dan ancaman, seperti : 

  • Bencana alam, 
  • Api
  • Kecurangan
  • Kegagalan sistem
  • Kesalahan
  • Penggelapan
  • Penyadapan
  • Ketidak efisienan
  • Sabotase
  • Orang-orang yang dibayar untuk melakukan kejahatan. 


Beberapa cara yang perlu dirancang untuk menjamin perlindungan, integritas, dan kelancaran jalannya sistem informasi adalah :

  • Penggunaan sistem pengelolaan catatan
  • Penerapan pengendalian akuntansi
  • Pengembangan rancangan induk sistem informasi
  • Pembuatan rencana darurat dalam hal sistem informasi gagal menjalankan fungsinya
  • Penerapan prosedur seleksi karyawan
  • Pembuatan dokumentasi lengkap tentang sistem informasi yang digunakan oleh perusahaan
  • Perlindungan dari bencana api dan putusnya aliran listrik
  • Pembuatan sistem penunjang untuk mengantisipasi kegagalan sistem informasi yang sekarang digunakan dan pembuatan tempat penyimpanan data diluar perusahaan sebagai cadangan (backup)
  • Pembuatan prosedur pengamanan dan penggunaan alat-alat pengamanan serta pengendalian akses ke dalam sistem informasi.




Sistem akuntansi - Memiliki peran penting di perusahaan | Bagian 2

Manfaat sistem akuntansi dalam memperlancar operasional perusahaan


Tujuan sistem akuntansi


Sistem akuntansi - Memiliki peran penting di perusahaan | Bagian 2 Dunia akuntansi kini begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Berbagai teori dalam akuntansi sering ditemui dan, secara sadar atau tidak sadar, kita aplikasikan.

Akuntansi merupakan sebuah disiplin ilmu yang mengajari pengukuran dan penjabaran terkait dengan informasi yang melibatkan keuangan.

Praktik ilmu akuntansi biasa diaplikasikan dalam manajemen keuangan perusahaan dengan tujuan untuk mengetahui kondisi dari bisnis atau keuangan perusahaan.

Berikut ini terdapat beberapa tujuan sistem akuntansi, antara lain sebagai berikut :


1. Penyedia informasi


Penyedia bagi pengelolaan kegiatan usaha baru. Dalam perusahaan yang baru berjalan sangat dibutuhkan pengembangan sistem akuntansi

Pada perusahaan dibidang dagang jasa, manufaktur sangat memerlukan pengembangan sistem akuntansi lengkap.

Hal ini berguna agar kegiatan perusahaan berjalan dengan lancar. 


2. Memperbaiki informasi


Memperbaiki yang dihasilkan oleh sistem yang sudah ada. Seringkali sistem akuntansi yang berlaku tidak dapat memenuhi kebutuhan manajemen.

Mutu informasi, ketepatan penyajian dan struktur informasi yang terdapat dalam laporan. Hal ini disebabkan oleh perkembangan usaha perusahaan.

Sehingga dengan sendirinya menuntut sistem akuntansi untuk dapat menghasilkan laporan.

Laporan dengan mutu informasi yang lebih baik dan tepat dalam penyajiannya dengan struktur informasi yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan perusahaan.


3. Perbaikan pengendalian akuntansi dan pengecekan intern.


Akuntansi merupakan pertanggung jawaban kekayaan suatu perusahaan atau organisasi. 

Dalam hal pengembangan sistem akuntansi selalu digunakan untuk memperbaiki perlindungan terhadap kekayaan perusahaan.

Sehingga pertanggungjawaban terhadap penggunaan kekayaan organisasi dapat dilaksanakan dengan baik.


4. Mengurangi biaya klerikal 


Mengurangi biaya klerikal dalam penyelenggaraan catatan akuntansi. Dalam hal ini informasi dapat dijadikan sebagai barang ekonomi yang memiliki banyak manfaat.

Hal tersebut untuk memperolehnya diperlukan pengorbanan sumber ekonomi lainnya. 

Jika pengorbanan lebih besar dari manfaatnya maka sistem yang sudah ada perlu dirancang kembali guna untuk mengurangi pengorbanan sumber daya bagi penyedia informasi tersebut.




Sebagai penutup, diucapkan terima kasih telah meluangkan waktunya untuk membaca artikel " Sistem akuntansi - Memiliki peran penting di perusahaan | Bagian 2 "

Lanjutkan ke Bagian 3

Untuk melengkapi pemahaman tentang sistem akuntansi, silahkan tonton video dibawah ini.

Semoga artikel ini memberi manfaat serta menginspirasi. Bila ada yang ingin mendiskusikan bisa mengklik " Contact Us "




Sistem Akuntansi Vs Sistem Informasi Akuntansi-Kuliah Kelas Pegawai





Sistem akuntansi - Memiliki peran penting di perusahaan | Bagian 1

Sistem akuntansi - Memiliki peran penting di perusahaan | Bagian 1 Manajer melangkah mundur & mengidentifikasi untuk kebutuhan program akuntansi.

Sistem akuntansi datang dalam berbagai bentuk yang dimodifikasi untuk kebutuhan industri yang berbeda. 

Sistem akuntansi memiliki berbagai fungsi seperti mengumpulkan dan menyimpan data transaksi, memproses data menjadi informasi untuk pengambilan keputusan.

Fungsi sebagai kontrol terhadap organisasi. Sebuah sistem yang berkaitan dengan sistem akuntansi sendiri dapat diartikan berbeda oleh berbagai ahli. 

Sementara tujuan utama dari sistem akuntansi adalah untuk melacak pendapatan dan pengeluaran, ada banyak cara berbeda untuk melakukan itu.

Manajer bisnis harus melangkah mundur dan mengidentifikasi kebutuhan mereka saat mempertimbangkan program akuntansi untuk perusahaan mereka. 

Manajer perlu laporan internal yang dimodifikasi untuk :

  • Keperluan pengambilan keputusan, 
  • Laporan keuangan untuk presentasi kepada investor dan kreditor.
  • Data yang akurat untuk pengembalian pajak.


Untuk proses pengelolaan sistem akuntansi yang lebih baik.

Gunakanlah software akuntansi yang sudah terbukti dan teruji dalam membantu pengelolaan keuangan bisnis banyak perusahaan.


Baca juga : Artikel terkait

Untuk menambah penjelasan materi kupasan, dapat juga tonton vedio dibawah artikel ini

Tak lupa di ucapkan Terima kasih, telah berkunjung di artikel ini. Mohon kiranya mau memberikan komentar di akhir artikel ini.




Pemahaman sistem akuntansi


Sistem akuntansi - Memiliki peran penting di perusahaan | Bagian 1 Sistem akuntansi ini sangat diperlukan perusahaan sehingga harus dibuat dengan teratur dan sebaik mungkin. 

Sebuah sistem yang berkaitan dengan sistem akuntansi sendiri dapat diartikan berbeda oleh berbagai ahli. 

Ini menunjukkan betapa luasnya konsepsi dari akuntansi sendiri sehingga  harus terus diperhatikan.  

Mengelola pembukuan di Indonesia terkadang menyulitkan dan memakan banyak waktu. 

Berikut ini adalah yang harus di ketahui mengenai sistem akuntansi di Indonesia: Mata uang dan bahasa lokal.

Badan usaha pada umumnya menggunakan mata uang lokal dalam pembukuan dan laporan keuangan.

Sebuah badan dapat menggunakan mata uang lain, tergantung pada lingkungan ekonomi utama di mana mereka beroperasi. 

Biasanya di sinilah transaksi penjualan terjadi dan daftar harga produk dan jas dalam mata uang tersebut.


1. Periode Akuntansi


Pembukuan dan laporan keuangan dibuat menggunakan kalender 1 Januari sampai 31 Desember sebagai tahun pembukuan dan juga sebagai tahun fiskal untuk keperluan pajak.

Namun, perusahaan diizinkan untuk memilih tahun fiskal yang tidak dimulai pada 1 Januari


2. Dasar-dasar


Badan usaha harus manggunakan dasar akrual akuntansi dalam mengenali dan mengukur butir-butir laporan keuangan. 

Dengan basis ini, berarti transaksi yang ada sudah dikenali saat terjadinya dan ketika syarat tertentu dipenuhi. 

Dalam dasar ini tidak perlu mencatat transaksi ketika uang diterima atau tagihan dibayar.


3. Standar akuntansi di Indonesia


Standar Akuntansi Keuangan (atau SAK) merupakan kerangka akuntasi standar untuk menyiapkan laporan keuangan di Indonesia. 

Sebagian besar standar ini diadaptasi dari International Financial Reporting Starndard (IFRS).

Standar Akuntansi Keuangan Badan Usaha Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK-ETAP) merupakan kerangka akuntansi standar yang serupa dengan SAK,

Namun ditargetkan untuk perusahaan kecil dan menengah. Jika badan usaha ingin mendapatkan investasi, hal ini dapat menjadi solusi. 

Laporannya mencantumkan informasi seperti penilaian aset tetap, aset tidak berwujud, ekuitas. Namun, laporan laba-rugi tidak selalu dicantumkan di dalamnya.

Standar Akuntansi Keuangan Syariah (SAK Syariah) berlaku pada badan usaha yang memiliki transaksi berbasis syariah.

Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) adalah standar akuntansi yang digunakan oleh pemerintah.


4. Laporan Keuangan


Satu set laporan keuangan  dari sistem akuntansi terdiri dari laporan posisi financial (neraca keuangan), laporan laba-rugi, laporan arus kas, dan laporan perubahan ekuitas.

Catatan untuk laporan keuangan. Laporan-laporan ini dituliskan menggunakan metode komparatif / perbandingan dengan informasi yang sama dengan tahun sebelumnya.

Menurut hukum, seluruh pembukuan dan catatan harus disimpan selama paling tidak 10 tahun setelah akhir periode pelaporan perusahaan.


Sistem akuntansi - Memiliki peran penting di perusahaan | Bagian 1


Fungsi utama sistem akuntansi


Sistem akuntansi - Memiliki peran penting di perusahaan | Bagian 1 Sistem akuntansi dalam sebuah perusahaan memiliki fungsi yang sangat besar.

Dalam hal pencatatan dan pengawasan. Ada beberapa fungsi dari sistem ini yang mungkin belum banyak disadari. 

Informasi keuangan dari suatu perusahaan dibutuhkan oleh berbagai macam pihak yang berkepentingan. Pihak luar memerlukan informasi ini untuk kepentingan mereka.

Untuk memenuhi kebutuhan informasi keuangan tersebut maka perlu disusun sistem akuntansi.

Beberapa hal tersebut diantaranya ialah :


1. Mengumpulkan dan Menyimpan Data


Akuntansi sebagai sebuah sistem pencatatan biasanya memiliki uraian lengkap mengenai kegiatan dan transaksi yang dilakukan perusahaan secara detail.

Jika tidak ada akuntansi, maka kemungkinan sebuah kegiatan akan terlupakan menjadi sangat besar sehingga lupa untuk diperhatikan.

Sistem akuntansi bisa menghimpun semua catatan bisnis dalam bentuk yang lebih efisien.


2. Menyediakan Informasi Berguna


Selain berfungsi untuk mengumpulkan dan menyimpan, sistem yang dilakukan akuntansi ini bisa menjadi sarana penyedia informasi.

Dalam sistem manual misalnya, berbagai catatan perusahaan akan disajikan dalam bentuk laporan yang mudah untuk dicerna.

Hal ini akan berpengaruh terhadap pengambilan keputusan guna melakukan kegiatan manajemen yang baik dan sesuai.


3. Menyediakan Pengendalian Internal


Salah satu fungsi penting manajemen adalah untuk melakukan pengendalian internal agar bisa sesuai dengan tujuan perusahaan.

Nah dari sistem yang dilakukan dalam akuntansinya ini bisa memberikan informasi yang terpercaya mengenai kondisi perusahaan. 

Hal ini tentu mempermudah pengecekan terhadap segala aktivitas yang dilakukan kemudian mengendalikannya.


4. Mendukung Fungsi Kepengurusan


Berbagai posisi di perusahaan memiliki tanggung jawab tertentu berdasarkan job desk masing-masing. 

Keberadaan pencatatan dengan akuntansi ini bisa memberikan informasi mengenai pemakaian sumber daya perusahaan dan ketersediaannya.

Dari informasi ini, pihak manajemen bisa melakukan evaluasi kinerja dari berbagai laporan akuntansi yang diberikan.


5. Mendukung Kegiatan Operasi


Sistem informasi yang disediakan melalui kegiatan akuntansi bisa menyediakan bagian mana yang harus dilakukan pengecekan ulang dan perbaikan.

Jadi misalnya ada kesalahan dan keanehan dari sebuah sistem akuntansi yang tidak efektif, maka kegiatan operasi perusahaan bisa diperbaiki. 

Ini tentunya akan mendukung kegiatan operasi supaya bisa berjalan dengan efisien. Dari penjelasan di atas dapat didapatkan beberapa poin penting mengenai sistem akuntansi

Sistem akuntansi memiliki peran penting dalam sebuah perusahaan sehingga perlu mendapat perhatian lebih.




Sistem akuntansi - Memiliki peran penting di perusahaan | Bagian 1


Tahapan, manfaat, prinsip dan organisasi sistem akuntansi


Sistem akuntansi - Memiliki peran penting di perusahaan | Bagian 1 mengurusi masalah aliran keuangan dalam tingkat perusahaan bukanlah perkara mudah dan simple. 

Semuanya harus dilakukan dalam sistem akuntansi agar aliran keuangan bisa dilihat dan diperhatikan dengan lebih jelas dan terperinci. 

Akuntansi juga bisa memberikan perkiraan yang jelas tentang kemungkinan kondisi keuangan ke depannya.


1. Tahapan Sistem Akuntansi


Dengan akuntansi, perusahaan akan mendapatkan wawasan untuk menentukan keputusan strategis di masa depan. 

Untuk mendapatkan berbagai manfaat dari praktik akuntansi, sebuah perusahaan harus menerapkan sistem akuntansi.

Berikut ini terdapat beberapa tahapan sistem akuntansi, antara lain sebagai berikut :


a. Bukti transaksi 


Bukti transaksi yang dipakai oleh perusahaan, baik itu jumlah fisik maupun non-fisik dan data penting lainnya yang masih berhubungan dengan transaksi perusahaan.


b. Pengelompokkan


Pengelompokan dan mencatat bukti transaksi ke dalam catatan-catatan akuntansi yang ada.


c. Menyimpulkan informasi 


Menyimpulkan informasi yang termasuk dalam catatan-catatan akuntansi dalam bentuk laporan-laporan bagi manajemen dan bagian-bagian lain yang memiliki kepentingan.


2. Manfaat sistem akuntansi


Sistem akuntansi mungkin sudah dikenal dekat dengan kehidupan sehari-hari melalui aplikasi langsung.

Akuntansi sendiri dapat diartikan sebagai sebuah disiplin ilmu mengenai menjabarkan dan mengukur informasi terkait dengan keuangan. 

Di perusahaan, manajemen keuangan dilakukan melalui akuntansi untuk memperhatikan kondisi bisnis perusahaan. 

Berikut ini terdapat beberapa manfaat sistem akuntansi, antara lain sebagai berikut:

  • Menyajikan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga perusahaan dapat melaksanakan kegiatan utama pada value chain secara efektif dan juga efisien.
  • Mengembangkan kualitas dan juga mengurangi biaya produksi produk maupun jasa yang dihasilkan.
  • Mengembangkan efisiensi kinerja bisnis, baik itu pada bagian keuangan dan juga bagian lainnya.
  • Mengembangkan keahlian dalam keadaan pengambilan keputusan.
  • Mengembangkan sharing knowledge.


3. Prinsip-prinsip sistem akuntansi


Dengan adanya suatu sistem akuntansi yang memadai, untuk menjadikan akuntan perusahaan dapat untuk menyediakan informasi keuangan bagi setiap tingkatan manajemen.

Para pemiliki atau pemegang saham, kreditur dan para pemakai laporan keuangan (stakeholder) lain yang dijadikan dasar pengambilan keputusan ekonomi. 

Sistem akuntansi tersebut dapat digunakan oleh manajemen untuk merencanakan dan mengendalikan operasi perusahaan.

Berikut ini terdapat beberapa prinsip-prisnip sistem akuntansi, antara lain sebagai berikut:

  • Menganalisis struktur organisasi.
  • Menganalisis semua transaksi pada perusahaan secara harian maupun bulanan.
  • Menganalisis pengendalian intern berdasarkan struktur organisasi, uraian tugas, sistem dan prosedur organisasi.
  • Kumpulan catatan berbagai transaksi dalam bentuk formulir, buku dan catatan-catatan.
  • Menganalisis kegiatan internal cek (uji coba) struktur kegiatan perusahaan.
  • Menganalisis berbagai laporan akuntansi keuangan untuk pihak ekstern yang harus disiapkan dari catatan transaksi, demikian pula laporan akuntansi manajemen untuk pihak intern.
  • Menetapkan secara terus-menerus bagian pengawasan intern secara periodik dan melakukan pengawasan ekstern yang diperlukan.


4. Organisasi bisnis


Sistem akuntansi yang diterapkan dalam perusahaan besar sangat kompleks. Kompleksitas sistem tersebut disebabkan oleh kekhususan dari sistem yang dirancang.

Pihak manajemen informasi keuangan ini diperlukan untuk mengawasi dan mengambil keputusan-keputusan untuk menjalankan perusahaan.

Hal itu sebagai akibat dari adanya perbedaan kebutuhan akan informasi oleh manajer, bentuk dan jalan transaksi laporan keuangan. 

Sistem akuntansi terdiri :

  • Dokumen bukti transaksi
  • Alat-alat pencatatan
  • Laporan
  • Prosedur yang digunakan perusahaan untuk mencatat transaksi-transaksi serta melaporkan hasilnya. 


Tahapan dalam sistem akuntansi :

  • Harus mengenal dokumen bukti transaksi yang digunakan oleh perusahaan, baik mengenai jumlah fisik maupun jumlah rupiahnya, serta data penting lainnya yang berkaitan dengan transaksi perusahaan.
  • Harus mengelompokkan dan mencatat data yang tercantum dalam dokumen bukti transaksi kedalam catatan-catatan akuntansi.
  • Harus meringkas informasi yang tercantum dalam catatan-catatan akuntansi menjadi laporan-laporan untuk manajemen dan pihak-pihak lain yang berkepentingan.




Sebagai penutup, diucapkan terima kasih telah meluangkan waktunya untuk membaca artikel " Sistem akuntansi - Memiliki peran penting di perusahaan | Bagian 1 "


Lanjutkan ke Bagian 2


Untuk melengkapi pemahaman tentang sistem akuntansi, silahkan tonton video dibawah ini.

Semoga artikel ini memberi manfaat serta menginspirasi. Bila ada yang ingin mendiskusikan bisa mengklik " Contact Us "




SISTEM INFORMASI AKUNTANSI! 
Refresh materi siklus akuntansi




Sistem akuntansi - Memiliki peran penting di perusahaan | Bagian 1
Sistem akuntansi