Perhitungan Laba Rugi - Untuk usaha kecil | Bagian 2

Perhitungan Laba Rugi - Untuk usaha kecil | Bagian 2. Perlu dilakukan oleh perusahaan selayaknya bisnis, sekalipun usaha tersebut masih skala kecil.

Apa itu laporan neraca?

Laporan neraca atau laporan posisi keuangan bertujuan untuk mengetahui posisi keuangan perusahaan.atau usaha pada periode tertentu. 

Secara umum Neraca terbagi menjadi 3 unsur, yaitu harta, kewajiban dan modal. Harta adalah kekayaan yang dimiliki UKM terdiri dari harta tetap dan harta tidak berwujud. 

Kewajiban adalah utang, yang merupakan utang lancar dan utang jangka panjang. Modal adalah selisih keduanya, yaitu harta yang telah dikurangi dengan utang. 


Baca juga : Artikel yang terkait


Perhitungan Laba Rugi - Untuk usaha kecil | Bagian 2
Perhitungan Laba Rugi - Untuk usaha kecil


Laporan perhitungan Laba Rugi


Perhitungan Laba Rugi - Untuk usaha kecil | Bagian 2. Laporan laba rugi wajib dilakukan oleh seluruh jenis perusahaan, begitu juga selayaknya bisnis, 

Baik bagi usaha kecil sekalipun. Laporan keuangan dapat memberikan informasi atau performance bisnis. 

Laporan keuangan selain sebagai alat kontrol, sarana evaluasi dan sebagai pendukung untuk pengambilan keputusan dan lain-lainnya 


1. Membuat laporan keuangan sederhana


Perhitungan Laba Rugi. Saat merintis sebuah bisnis tentunya kita ingin berjalan dengan baik dan mendapatkan profit dari bisnis yang kita jalankan. 

Namun untuk mencapainya memang tidak mudah, banyak yang harus kita persiapkan dan lakukan, mulai dari menyusun strategi pemasaran. 

Manajemen SDM hingga yang paling penting adalah manajemen keuangan dengan langkah membuat laporan keuangan sederhana. 

Meskipun kita memiliki kebebasan dalam meningkatkan pendapatan. Tapi jika kita salah mengaturnya justru malah akan memperburuk kondisi keuangan dikemudian hari. 

Bisa-bisa bukannya keuntungan yang didapatkan. Melainkan hutang yang harus dibayar setiap bualannya.

Tentu Anda tidak mau bukan hal ini terjadi?


Selain untuk menghindari hal itu, manajemen finansial dengan membuat laporan keungan juga sangat diperlukan. 
Untuk mengukur kinerja dan target yang sudah dicapai. 

Dari laporan tersebut bisa merekap dari mana sumber keuntungan yang paling besar.

Dikemudian hari bisa memaksimalkan produk tersebut dengan cara meningkatkan kuantitas dan kualitasnya.



2. Pisahkan keuangan pribadi dan usaha


Perhitungan Laba Rugi. Keuntungan usaha itu gunannya untuk diputar kembali dijadikan modal usaha bukan dinikmati untuk keperluan pribadi. 

Ini bukan berarti kita tidak bisa menikmati hasil jerih payah sendiri. Tapi tidak semua keuntungannya. 

Ambil berapa persen dari keuntungan sebagai gaji Anda perbulan. Misalnya Anda bisa mengambil 10-15 % dari keuntungan yang didapatkan perbulannya. 

Namun kadang kala pelaku usaha mikro dan kecil menengah merasa hal ini tidak begitu penting. 

Alasannya karena keuntungannya masih kecil dan tidak terlalu kompleks. Ini adalah langkah yang salah karena jika dibiarkan begitu saja. 

Kemungkinan modal dari keuntungan tersebut akan habis tidak berjejak sehingga Anda tidak bisa produksi kembali.


3. Buat laporan keuangan atau pembukuan


Mulai lakukan sistem akutansi mendasar seperti membuat laporan keuangan atau pembuakuan. Ini bertujuan agar Anda bisa mengetahui cash flow usaha. 

Pada dasarnya pencatatan ini sangat mudah dilakukan dan cukup efesien untuk membantu mengatur finasial usaha.

Lalu apa saja laparon keuangan yang harus di buat ?


Secara sederhanannya harus membuat 7 pembukuan keuangan :



    a. Buku arus kas 


    Untuk mencatat keluar-masuknya uang secara rill dalam suatu priode. Tujuan dibuatnya laporsan arus kas ini untuk memberikan gambaran. 

    Gambaran kegiatan manajemen dalam operasi, investasi dan pendanaan.


    b. Buku persediaan barang 


    Sangat diperlukan sebagai dasar untuk menyusun laporan keuangan. Bila saja terjadi kesalahan pada saat pencatatan. 

    Maka akan mempengaruhi tingkat akurasi dari laporan keuangan. Ada dua metode dalam membuat laporan persediaan barang yaitu menggukanan

    • Metode fisik yang mengharuskan perhitungan barang yang masih ada pada tanggal penyususnan laporan keuangan.
    • Metode perpetual (buku) di mana setiap jenis persedian dibuatkan rekening sendiri-sendiri yang merupakan buku pembantu persedian.


    c. Buku pembelian


    di dalam pembukuan ini hanya dicatat pembelian-pembelian yang tidak dibayar dengan tunai. Pembukuan ini diisi secara teratur menurut tertib waktu faktur-faktur pembelian. 

    Pembukuan faktur dilakukan setelah barang yang tercantum di dalamnya kita terima. Setelah pemeriksaaan bahwa barang-barang itu sesuai dengan pesanan. 

    Kwantitas atau beratnya barang-barang sesuai dengan yang tercantum dalam faktur, dan bila perhitungan faktur sudah benar.


    d. Buku penjualan


    di dalamnya dicatat penjualan barang yang telah dilakukan dalam suatu priode tertentu atau satu bulan. 
    Laporan ini biasanya disertakan salinan faktur yang sudah dibuat. 

    Ini bertujuan untuk mencocokan harga beserta potong yang diberikan pada masing-masing produk.


    e. Buku biaya


    mencatat biaya yang dikeluarkan salama proses produksi dan pemasaran atau sebut juga biaya overhead saat produksi. 

    Seperti membayar karyawan, biaya listrik, telpon sewa tempat usaha dan lainnya.


    f. Buku hutang


    adalah pembukuan yang berisi laporan hutang perusahaan yang harus dibayar pada priode tertentu kepada seseorang, lembaga atau perusahaan lain.


    Pembukuan hutang ini sangat diperlukan untuk mengetahui beberapa nominal yang belum dibayarkan perusahaan kepada kliennya.



    g. Buku piutang


    Berisi laporan pembayaran yang belum terlunasi. Dengan adanya laporan ini kita dapat memonitor sudah berapa lama piutang. 

    Piutang tersebut tidak tertagih sehingga kita dapat mempercepat priode penarikan piutang. 

    Ketujuh laporan terebut sangat penting untuk menciptakan laporan keuangan usaha yang rapih. 

    Jadi siapkalah 7 buku keuangan yang meliputi masing-masing point tersebut. Nah, jadi sudah tahu apa laporan apa saja yang perlu diisi saat terjadi transasksi ?

    Kalau sudah paham, mari kita simulasikan laporan keuangan sederhana. Untuk usaha kecil menengah. 

    Sebelum mengisi pembukuan tersebut. Perlu menghitung modal dan hutang usaha yang di miliki dan mengetahui neraca awal usaha.

    Berikut ini contoh laporan neraca usaha dalam priode 1 bulan. Berikut ini contohnya.


    Baca juga : Bisnis menggunakan gadjet – untuk tambahan penghasilan | Bagian 2


    Perhitungan Laba Rugi - Untuk usaha kecil | Bagian 2
    Perhitungan Laba Rugi - Dapat dijadi alat pengambilan keputusan


    Keuntungan dapat menghitung Laba Rugi


    Perhitungan Laba Rugi - Untuk usaha kecil | Bagian 2. Dalam menjalankan suatu usaha, keuntungan adalah raja. 

     Keuntungan diartikan sebagai jumlah pendapatan dikurangi dengan jumlah pengeluaran. 

    Yakni jumlah uang yang "didapat" oleh sebuah usaha selama masa perhitungan tertentu. 

    Secara umum, semakin banyak keuntungan yang didapatkan maka semakin baik. Karena keuntungan dapat diinvestasikan kembali ke dalam usaha atau disimpan oleh pemilik usaha.


    Mampu menentukan keuntungan dalam usaha secara akurat merupakan bagian yang penting dalam sebuah usaha. 

    Agar dapat mempertimbangkan tingkat kesehatan finansial sebuah usaha.

    Menentukan keuntungan juga dapat membantu dalam menentukan harga jual barang dan jasa, menentukan gaji karyawan dan lainnya. 

    Lihat langkah 1 dibawah ini untuk mulai menghitung keuntungan usaha.


    1. Menghitung keuntungan usaha


    Perhitungan Laba Rugi. Untuk menemukan keuntungan usaha, mulailah dengan menambahkan seluruh uang yang akan digunakan. 


    a. Awali dengan harga untuk menentukan total pendapatan usaha 


    Hal itu melakukan usaha dalam waktu tertentu (misalnya per tiga bulan, tahunan, bulanan, dan lainnya).


    Tambahkan jumlah penjualan barang atau jasa selama periode waktu itu. Hal ini dapat berasal dari beberapa sumber, termasuk produk yang terjual, jasa yang diberikan.


    Pembayaran dalam hal lembaga pemerintahan seperti pajak, biaya, penjualan hak atas sumber daya, dan sebagainya. 



    b. Hitung jumlah biaya usaha selama masa perhitungan 


    Perhitungan Laba Rugi. Biaya yang dikeluarkan dalam usaha dapat bermacam-macam, tergantung pada jenis operasi yang digunakan. 

    Umumnya, jumlah biaya usaha adalah semua uang yang digunakan. Untuk melakukan usaha selama masa perhitungan yang sedang dianalisis.


    c. Lihat dengan seksama penghasilan dan biaya di laporan laba rugi usaha 


    Perhitungan Laba Rugi. Karena perhitungan aktual yang digunakan untuk menemukan keuntungan dalam usaha sangat mudah. 

    Bagian tersulit dalam menghitung keuntungan dalam periode tertentu. Adalah menemukan informasi mengenai pendapatan dan pengeluaran yang akurat.

    Untungnya, kebanyakan usaha diharuskan untuk membuka dokumen perhitungan yang disebut dengan laporan laba rugi. 

    Yang mencantumkan sumber pendapatan dan pengeluaran perusahaan secara detail. 

    Laporan laba rugi biasanya berisi detail laporan sumber pendapatan dan pengeluaran perusahaan. Maupun nilai "jumlah" total keuntungan selama masa perhitungan. 

    Dikatakan demikian karena nilai ini biasanya ditemukan di bagian bawah laporan laba rugi. 

    Dengan menggunakan informasi laporan laba rugi. Menghitung total keuntungan usaha dengan akurat. 

    elanjutnya, Menggali langkah-langkah perincian sumber pendapatan dan pengeluaran sebuah usaha seperti yang dilakukan di laporan laba rugi.


    2. Memperinci pendapatan dan pengeluaran


    Perhitungan Laba Rugi. Awali dengan nilai penjualan usaha, meskipun keuntungan perusahaan biasanya dinyatakan sebagai pendapatan dikurangi dengan pengeluaran. 

    Dua unit buku biasanya dihitung dari berbagai sumber ialah pendapatan dan pengeluaran itu sendiri. 

    Jika mulai menghitung keuntungan usaha dari awal. Bekerja dengan beberapa nilai sumber pendapatan dan pengeluaran, dan bukan satu nilai dari masing-masing sumber. 

    Pada bagian ini memperinci pendapatan dan pengeluaran usaha untuk menghitung keuntungan sedikit demi sedikit. 

    Diawali dari keuntungan penjualan jumlah uang yang dihasilkan oleh usaha. 

    Dari penjualan barang dan jasa, dikurangi pengembalian, potongan harga, dan penerimaan barang yang hilang atau rusak.


    3. Kurangi beban penyusutan/amortisasi


    Perhitungan Laba Rugi. Setelah mengurangi biaya operasional usaha, Anda juga akan mengurangi biaya sehubungan dengan penyusutan dan amortisasi. 

    Penyusutan dan amortisasi berhubungan (tapi tidak serupa) dengan biaya. Penyusutan melambangkan berkurangnya nilai aset berwujud seperti perlengkapan dan peralatan. 

    Karena penggunaan dan keausan masa pakai aset dari operasi normal. 

    Sedangkan amortisasi melambangkan berkurangnya nilai aset tak berwujud seperti hak paten dan hak cipta dari umur aset. 

    Mengurangi biaya-biaya ini setelah mengurangi biaya operasi akan memberikan nilai pendapatan usaha.



    Tips cara menghitung Laba / Rugi 


      1. Pastikan menghitung seluruh biaya operasional. 
      2. Iklan, kartu nama, dan biaya telepon jarak jauh tidak akan menghabiskan banyak biaya, tapi semua nilai ini akan berakumulasi dengan cepat.
      3. Perlu dicatat bahwa dapat menentukan margin keuntungan bersih dengan menghitung persentase harga jual yang akhirnya menjadi keuntungan. 
      4. Bagikan keuntungan operasional dengan pendapatan bersih lalu ubah angkanya menjadi persentase. Misalnya, jika penjualan bersihnya



      Sebagai penutup, diucapkan terima kasih telah meluang waktunya untuk membaca artikel Perhitungan Laba Rugi - Untuk usaha kecil | Bagian 2. 


      Kembali ke Bagian 1


      Untuk melengkapi pemahaman tentang Perhitungan Laba Rugi, silahkan tonton video dibawah ini.

      Semoga artikel ini memberi manfaat serta menginspirasi. Bila ada yang ingin mendiskusikan bisa mengklik "Contact Us"




      Cara Mengelola Keuangan Usaha kecil Anda







      Perhitungan Laba Rugi - Untuk usaha kecil | Bagian 2
      Perhitungan Laba Rugi

      Comments

      gankoko

      Kas Kecil – Pengelolaan yang baik | Bagian 1

      Diversifikasi produk - Kapan waktunya yang tepat | Bagian 1

      Menghadapi persaingan – strategi yang efektif | Bagian 1

      Penyehatan usaha - yang sedang terpuruk | Bagian 1

      Keberhasilan berbisnis - Faktor kegagalan | Bagian 1

      Strategi bisnis yang cantik

      Menciptakan bisnis - peluang usaha baru | Bagian 1

      Taktik bisnis - Strategi yang tepat | Bagian 1

      Penyusunan anggaran – Penting untuk perusahaan

      Studi kelayakan - Penting untuk bisnis | Bagian 1