Pemasaran – strategi yang tepat | Bagian 2

Pemasaran – strategi yang tepat | Bagian 2, yang perlu dilakukan bagi pelaku bisnis yaitu merancang strategi pemasaran produk yang tepat audience.

Pebisnis pasti mengharapkan keuntungan besar. Namun, untuk mencapai hal itu tidak mudah, dan membutuhkan waktu yang tidak instan. 

Banyak usaha yang perlu dilakukan agar mendapat keuntungan yang semakin besar setiap harinya. Dengan membuat strategi pemasaran produk, agar dapat meningkatkan penjualan suatu produk.  

Hal pertama yang perlu dilakukan sebagai pelaku bisnis yaitu merancang strategi pemasaran produk yang tepat audience.

Karena, produk tidak akan dikenal banyak orang dan dibeli oleh banyak orang apabila dalam pemasarannya kurang maksimal. 

Maka dari itu, harus mempelajari bagaimana membuat strategi pemasaran produk yang benar agar tepat sasaran sesuai target bisnis.


Baca juga : Artikel yang terkait


Pemasaran – strategi yang tepat | Bagian 2
Pemasaran – strategi yang tepat


Strategi pemasaran yang tepat 


Pemasaran – strategi yang tepat | Bagian 2 Pemasaran produk adalah salah satu hal penting yang ikut menentukan performa perusahaan. 

Strategi pemasaran produk adalah suatu kegiatan yang harus dilakukan untuk memperkenalkan produk secara lebih luas kepada masyarakat. 

Cara pemasaran produk terbaik yang harus dilakukan untuk meningkatkan penjualan produk :


1. Target pasar


Pemasaran. Kenali pasar dan kuasailah target pasar. lakukan riset yang menjadi target pasar, Semakin spesifik target pasar, semakin besar peluang untuk sukses. 

Contoh jika bergerak di bagian pakaian remaja perempuan. Maka dapat menargetkan pasar dengan penyesuaian pada produk yang di produksi. Seperti perempuan yang masih sekolah dan berumur 12-18 tahun.


2. Menggunakan social media


Pemasaran. Media sosial adalah alat pemasaran yang paling ampuh karena hampir semua orang dari berbagai latar belakang yang berbeda, sangat aktif menggunakannya. 

Contohnya berpromosi menggunakan Instagram dan Facebook. Dengan media sosial, perusahaan dapat menjalin interaksi secara luas dengan berbagai kalangan.

Dengan biaya yang murah dan visibilitas atau keterlihatan yang tinggi. Social media memungkinkan perusahaan untuk memilih komunitas yang sesuai untuk memasarkan produk. 

Sehingga yang ditawarkan memiliki peluang besar untuk terjual. Pemasaran dengan media sosial, dapat berkolaborasi dengan influencer. 

Banyak orang yang menggunakan influencer di sosial media untuk mempromosikan produknya. Biarkan pengikut mereka mengetahui produk melalui influencer.


3. Menawarkan produk secara gratis


Pemasaran. Cara ini dianggap sangat ampuh untuk menjaring konsumen karena sesuatu yang gratis akan sangat sulit dilewatkan begitu saja. 

 Alasan lain kenapa strategi ini selalu dianggap ampuh dan jitu. Seorang costumer belum membeli sebuah produk karena mereka belum pernah mencoba tentang produk tersebut. 

Perusahaan bisa saja memilih event atau langsung menawarakan sample dan contoh gratis secara door to door kepada calon konsumennya. 

Jika produk tersebut berupa jasa ataupun media digital maka perusahaan dapat menawarkan free trial 

Memberikkan / mencoba gratis untuk menarik minat calon konsumen mengetahui sebuah produk. Strategi pemasaran ini cukup efektif diterapkan.


4. Memilih tempat strategis


Pemasaran. Tempat strategis masih menjadi strategi pemasaran yang patut dipertimbangkan karena dengan tempat penjualan yang strategis.

Produk memiliki kemungkinan terlihat lebih tinggi dan tentu saja memicu penjualan yang tinggi. 

Kriteria pemilihan tempat strategis ini harus menyesuaikan dengan target sasaran serta kemudahan untuk menjangkaunya. 

Jika memutuskan untuk menjual kebutuhan perlengkapan anak kos, maka berjualan di dekat area kampus atau tempat sekolah akan membuat kemungkinan produk cepat laku dan terlihat.


5. Memberi insentif untuk rekomendasi


Pemasaran. Produk akan terlihat bagus dan dapat dipercaya bila ada yang merekomendasikannya. 

Untuk mendapat rekomendasi atau testimoni dari konsumen yang telah memakai produk tersebut.

Memberi penghargaan berupa insentif yang menarik. Insentif sebuah testimoni tidak harus selalu berupa uang, namun dapat berupa hadiah produk atau potongan harga.


Dengan adanya insentif ini secara tidak langsung perusahaan memenangkan dua pihak untuk sasaran marketing, yaitu konsumen yang loyal dan calon konsumen. 

Rekomendasi produk kini menjadi strategi pasar yang digunakan hampir semua produk.  


6. Memelihara hubungan baik dengan konsumen


Pemasaran. Konsumen yang loyal adalah sebuah aset penting perusahaan. Konsumen yang telah berulangkali membeli produk dan ikut menyumbang pemasukan secara rutin. 

Jika tidak ingin kehilangan sebuah pembeli. Di tengah persaingan yang ketat produk serupa, tidak ada salahnya memberi penghargaan kepada para konsumen yang loyal.

Dengan cara menanggapi masukan konsumen maupun memberi hadiah secara langsung atas pembelian yang mereka lakukan. 

Hal ini cukup efektif menjadi cara pemasaran produk makanan karena produk jenis ini mengandalkan loyalitas pembelinya untuk bertahan di dunia bisnis.


7. Mulut ke mulut


Pemasaran. Tim pemasaran terus berkomunikasi secara langsung dengan konsumen. Setelah konsumen membeli produk dan merasa puas dengan produk. 

Maka konsumen akan memberitahu konsumen lainnnya yang berpotensi untuk membeli produk.

Strategi pemasaran sangat dibutuhkan agar produk dapat terjual dan lebih dikenal secara luas, tetap fokus pada hal ini, maka penjualan akan semakin meningkat.


Setelah strategi pemasaran produk ini berjalan dengan baik, lalu harus mengelola keuangan dengan baik. 

Mengelola keuangan dengan baik dan tepat maka bisnis pun akan terus akan berkembang. 


Baca juga : Internet - Untuk berbisnis | Bagian 2




Pemasaran – strategi yang tepat | Bagian 2
Pemasaran - Strategi pemasaran untuk produk jasa yang tepat agar sukses dalam bisnis         

Strategi pemasaran untuk sukses


Pemasaran – strategi yang tepat | Bagian 2Strategi Pemasaran dalam bisnis jasa terkadang bisa lebih menantang daripada pemasaran dalam bisnis produk atau ritel. 

Tidak menjual sesuatu yang terlihat “nyata” (tangible). namun menjual sesuatu yang bersifat intangible. 

Strategi pemasaran yang diterapkan juga berbeda dengan pemasaran bisnis barang.


1. Strategi pemasaran jasa


Pemasaran. Kiat sukses dalam membangun strategi pemasaran jasa, perlu memahami apa itu strategi pemasaran jasa. 

Strategi pemasaran jasa merupakan rencana keseluruhan suatu perusahaan jasa agar konsumen potensial dapat menikmati jasa yang diberikan.

Jasa menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah aktivitas, kemudahan, manfaat, dan sebagainya yang dapat dijual kepada orang lain (konsumen)

Menjual yang menggunakan atau menikmatinya. Menurut Investopedia.

Strategi pemasaran merupakan rencana keseluruhan pada bisnis untuk mengubah calon konsumen potensial menjadi konsumen yang menikmati jasa dari pemasaran itu sendiri.

Apa perlunya Strategi Pemasaran?


Membangun strategi pemasaran perlu dilakukan agar informasi jasa yang ditawarkan dapat tersampaikan kepada konsumen. 

Konsumen dapat memahami jasa yang ditawarkan sehingga konsumen dapat memilih. Apakah jasa yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan saat ini atau tidak. 

Dengan strategi pemasaran jasa, pemilik jasa juga mengetahui target konsumen yang akan dituju, tools yang akan digunakan, dan menyesuaikan anggaran yang akan digunakan. 

Setelah mengetahui apa itu pemasaran jasa, berikut penerapan strategi pemasaran jasa agar dapat memenuhi nilai kepuasan konsumen.



2. Membangun pengalaman pelanggan (User Experience)


Pemasaran. Melakukan pemasaran dalam bisnis jasa secara efektif diharapkan akan menciptakan pengalaman pelanggan (User Experience) yang baik bagi pelanggan.  


Pengalaman berbisnis jelas memiliki dampak pada nilai layanan yang di berikan dan meminimalisasi risiko yang terjadi. 

Nilai-nilai yang Dianut Pelanggan, membangun experience perlu memahami nilai-nilai yang dianut oleh pelanggan. Nilai pelanggan itu termasuk;

  •  Value as a low price, maksudnya adalah nilai yang dikorbankan pelanggan agar mencapai kepuasan tersebut. Pelanggan akan berupaya mengorbankan seminimal mungkin untuk mendapatkan kepuasan sebesar-besarnya
  • Value as wether consumer wants in a product, maksudnya konsumen lebih berfokus terhadap apa yang Ia dapatkan dalam layanan yang diberikan.
  • Value as the quality consumer gets for the price they pay, konsumen akan membandingkan apakah yang kualitas Mereka dapatkan setimpal dengan apa yang Mereka berikan.
  • Value as what the consumer get for what they give, konsumen juga akan mempertimbangkan features dari layanan yang diberikan dan seberapa besar yang harus dikeluarkan.

Produk jasa yang bersifat intangible membuat strategi pemasaran yang diterapkan berupa experience. 

Pemilik jasa harus memberikan pengalaman yang dapat memengaruhi bahkan merubah pengalaman konsumen sebelumnya. 

Pemilik jasa harus memenuhi nilai-nilai yang dianut oleh konsumen. 

Meski bukan fokus strategi, features and benefit tetap menjadi penting untuk menunjang pengalaman konsumen. 

Tantangan dan tugas untuk mensimulasikan dan menciptakan User Experience melalui treatment atau paket produk yang di berikan.



3. Pentingnya customer service


Pemasaran. Bisnis jasa berifat Inseparability, artinya hasil dari layanan yang diberikan dapat dirasakan langsung oleh konsumen. 

Berbeda dengan produk barang dimana pelanggan dapat merasakan dampak produk tersebut kapan saja. 

Sehingga, dalam hal ini peran customer service menjadi tumpuan pemilik jasa dalam mempertahankan usahanya. 

Bisnis jasa juga bersifat perishability, yang artinya bisnis jasa tidak dapat disimpan. 

Maksudnya tidak dapat disimpan adalah ketika penilaian bisnisnya buruk, maka keburukan bisnis akan terus tercium. 

Berbeda dengan bisnis barang jika berbuat kesalahan, value proof dari barang itu bisa diubah dan mengubah persepsi konsumen yang dikecewakan.


4. Membangun kepercayaan konsumen


Pemasaran. Konsumen merasa lebih sulit untuk membandingkan bisnis dengan kompetitor lain.

Hal ini konsumen tidak merasakan bentuk jasa seperti pada bisnis penjualan produk pada umumnya. 

Hal pentingnya adalah harus membuat percaya bahwa jasa yang berikan sesuai seperti yang di janjikan, sesuai dengan slogan atau pesan yang komunikasikan lewat usaha promosi.


Jasa tidak dapat diretur. Jika suatu jasa dibeli tetapi tidak memenuhi harapan konsumen.

Maka tidak dapat mengembalikan atau menukarnya seperti yang bisa dilakukan oleh bisnis produk. 

Kegagalan dalam layanan yang menyebabkan pelanggan tidak mendapatkan kepuasan, pelanggan akan terkorbankan waktunya dan kepercayaannya.


Pemasaran konvensional terdapat empat elemat yang harus dipenuhi, yaitu: Produk, Harga, Tempat, dan Promosi. 

Namun ketika pemasaran bisnis jasa, terdapat tiga elemen yang harus tambahan, yaitu :


a. SDM (Sumber Daya Manusia)


SDM yang di miliki dan terlibat langsung di bagian pemasaran atau Customer Service menjadi unsur yang penting.

Unsur tersebut dapat menambahkan nilai yang signifikan pada penawaran jasa. 

SDM mengkomunikasikan dan menjual jasa dan bisa membuat. SDM yang berurusan dengan penjualan dan pemasaran menjadi “wajah” bagi bisnis jasa.



b. Bukti fisik


Jasa yang di tawarkan harus dikomunikasikan dan ditindak lanjuti secara baik dan benar. 

Menciptakan suatu User Experience, kepuasan dan kenyamanan yang diberikan kepada pelanggan. 

Komunikasi dan dokumentasi bisa berupa ulasan pelanggan terhadap bisnis adalah satu-satunya bukti fisik yang harus di bagikan untuk membangun citra positif bagi bisnis jasa.



c. Alur jasa


Prosedur dan alur kegiatan tentang jasa penting dari strategi pemasaran bisnis jasa. hal itu harus berjalan dengan lancar tanpa kendala untuk menjaga kepercayaan pelanggan.


Dengan mengembangkan empat elemen pemasaran konvensional dan meningkatkannya dengan menggunakan ketiga strategi pemasaran bisnis jasa di atas.

Maka akan sukses dalam memasarkan bisnis jasa. Jika strategi pemasaran bisnis jasa terasa lebih baik.

Berikutnya harus membuat perencanaan dan di ikuti dengan pencatatan keuangan yang baik. 

Jangan sampai pencatatan transaksi jasa terkesan berantakan dan tidak teroganisir dengan baik.





Sebagai penutup, diucapkan terima kasih telah meluang waktunya untuk membaca artikel Pemasaran – strategi yang tepat | Bagian 2.


Kembali ke Bagian 1


Untuk melengkapi pemahaman tentang Pemasaran, silahkan tonton video dibawah ini.

Semoga artikel ini memberi manfaat serta menginspirasi. Bila ada yang ingin mendiskusikan bisa mengklik " Contact Us "





5 Pertanyaan Penting untuk Strategi Marketing yang Tepat






Pemasaran – strategi yang tepat | Bagian 2
Pemasaran




Comments

gankoko

Kas Kecil – Pengelolaan yang baik | Bagian 1

Diversifikasi produk - Kapan waktunya yang tepat | Bagian 1

Menghadapi persaingan – strategi yang efektif | Bagian 1

Penyehatan usaha - yang sedang terpuruk | Bagian 1

Keberhasilan berbisnis - Faktor kegagalan | Bagian 1

Strategi bisnis yang cantik

Menciptakan bisnis - peluang usaha baru | Bagian 1

Taktik bisnis - Strategi yang tepat | Bagian 1

Penyusunan anggaran – Penting untuk perusahaan

Studi kelayakan - Penting untuk bisnis | Bagian 1