Studi kelayakan - Penting untuk bisnis | Bagian 2

Studi kelayakan - Penting untuk bisnis | Bagian 2. Studi kelayakan adalah kegiatan yang dilakukan untuk menentukan layak atau tidaknya suatu bisnis.

Studi kelayakan bisnis adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk menentukan apakah suatu bisnis layak dijalankan atau tidak. 

Kegiatan ini meliputi identifikasi masalah, peluang, menentukan tujuan, menggambarkan bagaimana situasi bisnis dan menilai berbagai manfaat yang dihasilkan.

Dalam kaitannya dengan bisnis, studi ini bisa digunakan untuk membantu pengusaha mengambil sebuah keputusan yang tepat. 

Bagi seorang pemula, studi ini sangat penting dilakukan karena dapat menghindarkan pebisnis dari kerugian akibat keterlanjuran dalam pembiayaan.


Baca juga : Artikel yang terkait



Studi kelayakan - Penting untuk bisnis | Bagian 2
Studi kelayakan - Aspek penting untuk bisnis


Aspek penting studi kelayakan bisnis


Studi kelayakan - Penting untuk bisnis | Bagian 2. Studi kelayakan bisnis adalah suatu kegiatan yang mempelajari secara mendalam.

Suatu usaha atau bisnis yang akan dijalankan, dalam rangka menentukan layak atau tidak usaha tersebut dijalankan. 

Mempelajari secara mendalam di sini maksudnya ialah meneliti secara sungguh-sungguh data dan informasi yang ada.

Kemudian diukur, dihitung, dan dianalisi hasil penelitian tersebut dengan metode-metode tertentu.

Menentukan apakah usaha yang akan dijalankan akan memberikan manfaat yang lebih besar dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan. 

Layak yang dimaksud tidak hanya bagi perusahaan yang menjalankannya, tetapi juga bagi investor, kreditur, pemerintah, dan masyarakat luas.


1. Aspek pasar


Studi kelayak. Latar belakang Aspek Pasar yang bisa menjelaskan mengenai kronologis produk dan alasan mengapa objek tersebut dipilih,

Serta kondisi pasar atas produk secara umum. Aspek pasar dan pemasaran pebisnis perlu meninjau beberapa hal penting tentang produknya. 

Studi Kelayakan penting untuk berbisnis dalam Riset pasar maupun data sekunder yang didapat dari sumber lain, misalnya data BPS, dan laporan publikasi. 

Berikutnya adalah masalah permintaan yang berisi tentang data. Data jumlah permintaan terhadap produk berdasarkan data primer hasil survey. 

Dalam kontek Aspek Pasar juga menjelaskan tentang metode penetapan harga yang digunakan.

Dan berapa harga yang ditetapkan untuk produk yang akan dilaunching. Perlu juga mendefinisikan produk. 

Yang menjelaskan tentang kualitas, spesifikasi, kemasan, bentuk fisik, material yang digunakan, dan nama produk (brand),

Calon pelaku bisnis juga perlu menentukan posisi yang tepat, apa saja kekuatan dan kelemahan perusahaan saat ini. 

Peluang serta ancaman apa yang akan dihadapi oleh perusahaan dengan menggunakan analisis SWOT. Jalur distribusi ke konsumen.

Dalam hal promosi, menentukan media apa yang akan digunakan untuk mempromosikan produk. Berapa biayanya dan dalam waktu berapa lama. Selain juga strategi pemasaran.


Yang digunakan untuk menentukan kebijakan yang akan diambil oleh calon pelaku bisnis berdasarkan data-data sebelumnya. 

Menentukan langkah dan strategi bisnis yang tepat atau keputusan strategi. Sehingga produk dan perusahaan akan berhasil dalam persaingan.

Dari penulusuran tersebut barulah calon pelaku bisnis bisa melakukan penilaian kelayakan. 

Apakah objek studi berdasarkan aspek pasar dan pemasaran ini dapat dinilai layak atau tidak. Setelah mendapatkan data permintaan.

Selanjutnya dari data tersebut di proyeksikan ke depan (proyeksi permintaan) didalam Aspek Pasar. Bagaimana kecenderungan permintaannya, ada kenaikan atau sebaliknya. 


Sementara pada bagian penawaran menjelaskan tentang jumlah produk sejenis yang ditawarkan oleh perusahaan lain. 

Atau jumlah produk sejenis yang ada di pasaran. Volume produksi perusahaan–perusahaan sejenis. 

Sumber data lainnya yang dapat dimanfaatkan adalah data dari pengguna produk sejenis. 
Aspek Pasar berdasarkan hasil analisis sebelumnya yaitu permintaan dan penawaran. 

Maka dapat dilakukan analisis peluang yaitu selisih antara demand dan supply.



- Perkembangan masa lalu dan prakiraan dimasa mendatang.


- Strategi pemasaran



a. Product  (Produk)


  • Kualitas
  • Penampilan
  • Tambahan-tambahan
  • Gaya
  • Merk
  • Pengepakan
  • Ukuran
  • Pelayanan
  • Garansi


b. Price  (Harga)


  • Daftar Harga
  • Rabat
  • Pengecualian
  • Periode
  • Pembayaran
  • Aturan


c. Place (Distribusi)  


  • Saluran
  • Peliputan
  • Lokasi
  • Tingkat Sedian
  • Transport


d. Promotion (Promosi)


  • Iklan
  • Penjualan Tatap Muka
  • Promosi Penjualan
  • Publisitas
  • Indentifikasi Siklus produk
  • Prakiraan penjualan yang bisa dicapai
  • Market Share yang dapat dikuasi


Studi kelayakan penting untuk berbisnis. Setelah mendapatkan data permintaan, selanjutnya dari data tersebut di proyeksikan ke depan (proyeksi permintaan) didalam Aspek Pasar. 

Bagaimana kecenderungan permintaannya, ada kenaikan atau sebaliknya.

Sementara pada bagian penawaran menjelaskan tentang jumlah produk sejenis yang ditawarkan oleh perusahaan lain. 

Jumlah produk sejenis yang ada di pasaran, volume produksi perusahaan - perusahaan sejenis. 

Sumber data lainnya yang dapat dimanfaatkan adalah data dari pengguna produk sejenis. 

Aspek Pasar berdasarkan hasil analisis sebelumnya yaitu permintaan dan penawaran. Maka dapat dilakukan analisis peluang yaitu selisih antara demand dan supply.


2. Aspek tehnis


Studi kelayakan. Aspek teknis dan produksi, deskripsi produk, mesin, seleksi produk, deskripsi produk, mesin dan teknologi yang akan digunakan. 

Lokasi usaha, proses produksi, lay out fasilitas mesin dan pabrik, serta luas dan kapasitas produksi.

  • Lokasi Usaha
  • Alternative lokasi
  • Transportasi
  • Biaya
  • Pendapatan Marjinal
  • Luas usaha
  • Layout tempat usaha


3. Aspek keuangan (Finansial)


Studi kelayakan. Aspek keuangan (finansial) dan ekonomi, bisa dilihat masalah seperti modal kerja, modal investasi, proyeksi laporan keuangan, penilaian investasi. 

Kemudian bisa membuat analisa dengan rasio keuangan dalam bentuk tingkat likuiditas atau rasio profitabilitas misalnya. 

Aspek Keuangan (Finansial) untuk pemasalahan modal kerja, modal investasi, proyeksi laporan keuangan, penilaian investasi. 

Membuat analisa dengan rasio keuangan dalam bentuk tingkat likuiditas atau rasio profitabilitas misalnya :

  • Agar studi kelayakan usaha dapat memberikan hasil yang maksimal, serta memberikan sumber data yang actual dan valid.
  • Dana untuk Investasi
  • Sumber Dana
  • Prakiraan penerimaan (Penjualan)
  • Biaya
  • Laba Rugi
  • Aliran Kas (Cash Flow)
  • Proyeksi Keuangan.


4. Aspek manajemen


Studi kelayakan. Sebelum usaha dijalankan lebih dahulu menghitung apakah usaha yang akan dijalankan akan benar-benar dapat mengembalikan.

Mengembalikan uang yang telah dikeluarkan dalam jangka waktu tertentu. Serta dapat memberikan keuntungan financial. 

Segalanya diperhitungkan terlebih dahulu untuk menghindari kegagalan. 


a. Manajemen (Masa pelaksanaan usaha dalam operasional )


Aspek Manajemen adalah untuk mempersiapkan struktur organisasi, analisis dan deskripsi pekerjaan, rekrutmen dan seleksi. 

Sistem kompensasi, program pengembangan karyawan kedepan, dan sistem informasi manajemen.

Aspek Manajemen dan sumberdaya manusia calon pelaku bisnis diajak mempersiapkan struktur organisasi. 


Analisis dan deskripsi pekerjaan, rekrutmen dan seleksi, sistem kompensasi, program pengembangan karyawan, dan sistem informasi manajemen.


b. Manajemen dalam operasi :


  • Bentuk Badan Usaha
  • Struktur Organisasi
  • Deskripsi
  • Spesifikasi Jabatan
  • Direksi
  • Tenaga Ahli
  • Jumlah tenaga diperlukan.


5. Aspek hukum (Aspek Legalitas)


Studi kelayak. Aspek hukum dan legalitas diantaranya badan hukum, dan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga serta jenis-jenis ijin yang diperlukan.




Studi kelayakan - Penting untuk bisnis | Bagian 2
Studi Kelayakan - Aspek legalitas, dan jenis-jenis ijin yang diperlukan.


6. Aspek ekonomi dan sosial


  • Pengaruh proyek terhadap pendapatan masyarakat serta Negara
  • Menambahan dan pemerataan kesempatan kerja
  • Pengaruh proyek tersebut terhadap industri lain.


a. Perhitungan


  • Asumsi Kebutuhan Dana
  • Asumsi Sumber Dana
  • Asumsi Penggunaan Dana
  • Asumsi Pendapatan (Penjualan)
  • Asumsi Biaya
  • Asumsi Penyusutan & Amortisasi


b. Alat analisis menilai kelayakan proyek


  • Average Of Return (ARR)
  • Payback Period (PP)
  • Internal Rate Of Return (IRR)
  • Net Present Value (NPV)
  • Profitability Index (PI)
  • Tingkat Suku Bunga Untuk Penilaian Investasi



Sebagai penutup, diucapkan terima kasih telah meluang waktunya untuk membaca artikel 
Studi kelayakan - Penting untuk bisnis | Bagian 2.


Kembali ke Bagian 1.


Untuk melengkapi pemahaman tentang Studi kelayakan, silahkan tonton video dibawah ini.

Semoga artikel ini memberi manfaat serta menginspirasi. Bila ada yang ingin mendiskusikan bisa mengklik " Contact Us "



Baca juga : Bisnis food truck - Usaha kuliner yang menarik saat ini | Bagian 2



Kuliah Studi Kelayakan Bisnis
Ep.01 Pengantar Studi Kelayakan Bisnis







Studi kelayakan - Penting untuk bisnis | Bagian 2
Studi kelayakan


Comments

Popular posts from this blog

Kas Kecil – Pengelolaan yang baik | Bagian 1

Menghadapi persaingan – strategi yang efektif | Bagian 1

Diversifikasi produk - Kapan waktunya yang tepat | Bagian 1