Monday, November 16, 2020

Merintis usaha menggunakan pinjaman dari bank || Bagian 2


Merintis usaha menggunakan pinjaman dari bank || Bagian 2, modal awal sering menjadi kendala ketika ingin berbisnis sekalipun usaha bisnis sederhana.

Memiliki usaha sendiri menjadi impian bagi beberapa orang. Mungkin impian tersebut karena tidak adanya ketertarikan untuk bekerja dalam sistem yang teratur seperti yang dihadapi oleh pekerja kantoran. 

Dengan membuka bisnis sendiri, akan merasa lebih nyaman dalam bekerja karena semuanya berjalan berdasarkan aturan yang dibuatnya sendiri, lebih fleksibel, dan tidak ada ketegangan sama seperti yang dialami oleh pekerja kantoran. 

Namun banyak juga orang berpikir apa adanya yang menginginkan sesuatu yang pasti-pasti saja, misalnya memiliki cita-cita bekerja di kantor dengan mendapatkan penghasilan tetap.


Baca juga : Artikel yang terkait


Merintis usaha menggunakan pinjaman dari bank || Bagian 2
Merintis usaha || pinjaman dari bank 2



Merintis usaha dengan pinjaman dari bank (KUR)


Merintis usaha menggunakan pinjaman dari bank || Bagian 2Pada saat ini pengembangan UMKM masih dilanda berbagai hambatan dan tantangan dalam menghadapi dunia usaha yang semakin ketat, dengan berbagai keterbatasan yang ada.

UMKM diharapkan mampu menjadi andalan perekonomian Indonesia. Usaha Mikro Kecil Menengah diharapkan dapat berperan sebagai sumber penting dalam meningkatan sumber pendapatan dan memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat. 

Di Indonesia UMKM telah menjadi bagian penting dari sistemperekonomian di Indonesia. 


1. Apa itu Kredit usaha rakyat (KUR)


Zaman now, modal bukan lagi penghalang untuk membuka dan merintis usaha. Banyak fasilitas pinjaman yang dapat manfaatkan. Tingkat bunga KUR turun menjadi 6% per tahun. 


Kebijakan ini mulai berlaku per 1 Januari 2020. Plafon sebelumnya Rp. 25 juta menjadi Rp. 50 juta per nasabah. Mulai dari Kredit Tanpa Pinjaman (KTA), Kredit Multiguna (KMG), pinjaman online (pinjol), sampai KUR.


Berniat mengembangkan bisnis dengan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) ?


Beberapa produk pinjaman, suku bunga KUR yang paling rendah. Wajar, karena ada subsidi bunga dari pemerintah. 


Kredit Usaha Rakyat adalah kredit atau pembiayaan modal kerja atau investasi yang diberikan kepada nasabah perorangan, badan usaha, atau kelompok usaha produktif.  Namun belum memiliki agunan tambahan atau belum cukup. 


Penerima KUR dan sektor usaha :


  • Usaha mikro, kecil, dan menengah
  • Calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang akan bekerja di luar negeri
  • Calon pekerja magang di luar negeri
  • Anggota keluarga dari karyawan yang berpenghasilan tetap atau bekerja sebagai TKI
  • TKI yang pernah bekerja di luar negeri
  • Pekerja yang terkena PHK
  • UMKM di wilayah perbatasan dengan negara lain
  • Kelompok usaha, seperti Kelompok Usaha Bersama (KUBE), Gabungan Kelompok Tani dan Nelayan (Gapoktan), dan kelompok usaha lainnya.



Sektor usaha yang dapat KUR, antara lain:

  • Sektor pertanian (termasuk tanaman pangan, tanaman hortikultura, perkebunan, dan peternakan)
  • Sektor perikanan (termasuk penangkapan dan pembudidayaan ikan)
  • Industri pengolahan (termasuk industri kreatif di bidang periklanan, fesyen, film, animasi, video, dan alat mesin pendukung kegiatan ketahanan pangan)
  • Perdagangan (termasuk kuliner dan pedagang eceran)
  • Jasa-jasa (sektor penyediaan akomodiasi dan penyediaan makanan; sektor transportasi, pergudangan, dan komunikasi; sektor real estate, usaha persewaan, jasa perusahaan; sektor jasa pendidikan; sektor jasa kemasyarakatan, sosial budaya, hiburan, perorangan lainnya)
  • Pembiayaan calon TKI di luar negeri
  • Pembiayaan calon pekerja magang di luar negeri.
  • Agunan Kredit Usaha Rakyat, Apa Saja ?
  • Agunan pokok: usaha atau obyek yang dibiayai KUR
  • Agunan tambahan


2. Cara Mendapatkan KUR di 4 Bank BUMN


Mengajukan KUR mikro, ritel, penempatan TKI, atau KUR khusus dengan mendatangi langsung kantor agen penyalur. Masing-masing agen penyalur menetapkan syarat berbeda.


a. KUR Mikro


Kredit modal kerja atau kredit investasi dengan plafon sampai dengan Rp. 25 juta per debitur. (Namun di tahun depan, akan naik hingga Rp. 50 juta)


Syaratnya:


  • Individu atau perorangan yang punya usaha produktif dan layak
  • Telah aktif menjalankan usaha minimal 6 bulan
  • Tidak sedang menerima kredit dari perbankan, kecuali KPR, Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), dan kartu kredit
  • Syarat administrasi: Identitas berupa KTP, Kartu Keluarga (KK), dan surat izin usaha
  • Tidak dipungut biaya provisi dan administrasi
  • Tenor KMK maksimal 3 tahun, sedangkan kredit investasi 5 tahun.


b. KUR Ritel


Kredit yang diberikan kepada debitur yang punya usaha produktif dan layak dengan plafon hingga Rp. 500 juta per debitur.


Syaratnya:


  • Telah aktif menjalankan usaha minimal 6 bulan
  • Tidak sedang menerima kredit dari perbankan, kecuali KPR, Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), dan kartu kredit
  • Memiliki Surat Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK) atau surat izin usaha lain yang dapat dipersamakan
  • Tenor KMK 4 tahun, dan kredit investasi maksimal 5 tahun
  • Tidak dipungut biaya provisi dan administrasi
  • Agunan sesuai ketentuan bank.




Merintis usaha dengan menggunakan pinjaman modal dari bank
Pinjaman dari bank 2 || Mulai membuka dan merintis usaha dengan Kredit usaha rakyat (KUR)


Keuntungan dan kerugiannya usaha dengan menggunakan pinjaman modal dari bank


Merintis usaha menggunakan pinjaman dari bank || Bagian 2Seorang pengusaha yang akan memulai sebuah bisnis baru harus berusaha untuk memiliki modal yang cukup. Mengetahui bagaimana serta di mana harus mendapatkan modal tersebut. Kredit usaha kecil merupakan salah satu opsi yang tersedia.


Salah satu produk perbankan yang memang secara khusus dibuat untuk membantu para pengusaha berskala mikro untuk memulai bisnis atau membantu permodalan bisnis yang telah berjalan. Bank memang seringkali menjadi satu tempat tujuan para pengusaha.


Di sanalah mereka dapat mendapatkan bantuan permodalan dalam bentuk pinjaman atau kredit. Hal yang harus selalu diingat adalah fakta bahwa tidak setiap aplikasi pinjaman akan diterima atau disetujui oleh pihak bank.


Setiap bank pastilah memberikan berbagai syarat kepada nasabah yang hendak mengajukan pinjaman. Seringkali bank terkesan “sulit” memberikan persetujuan pinjaman kepada nasabah berskala mikro mengingat resiko yang harus ditanggung terbilang tinggi.


Bukan berarti tidak mungkin mendapatkan bantuan permodalan dari institusi perbankan karena terbukti ada begitu banyak produk pinjaman yang memang secara khusus dibuat untuk mereka. Seperti dua sisi mata uang.


Mengajukan kredit kepada bank untuk dijadikan sebagai modal usaha memiliki kelebihan dan kerugian. Sebelum memutuskan untuk pergi ke bank untuk mengajukan permohonan pinjaman.


Ada baiknya mencermati terlebih dahulu untung rugi meminjam modal usaha dari bank berikut ini.



1. Keuntungan Meminjam Modal dari Bank


Untuk memulai sebuah bisnis pastilah membutuhkan modal, mengetahui bagaimana dirinya harus mendapatkan modal tersebut. Kredit usaha kecil merupakan salah satu opsi yang tersedia. 

Salah satu produk perbankan yang memang secara khusus dibuat untuk membantu para pengusaha berskala mikro untuk memulai bisnis atau membantu permodalan bisnis yang telah berjalan.

Pebisnis yang masih berskala mikro memiliki resikonya terbilang cukup tinggi. meski begitu, bukan berarti tidak mungkin mendapatkan bantuan permodalan dari institusi perbankan karena faktanya banyak produk pinjaman yang secara khusus untuk UMKM.

Setiap bank pastilah memberikan berbagai persyaratan kepada nasabah yang hendak mengajukan pinjaman. Harus diakui bahwa seringkali bank terkesan “sulit” memberikan persetujuan pinjaman kepada nasabahnya.


a. Memberi berbagai kemudahan


Bagi nasabah yang secara teratur menyimpan uang ke bank, besar kemungkinan pihak bank akan mempermudah pengajuan permohonan kredit.


Syarat-syarat yang dibutuhkan pun terbilang sangat mudah karena hanya dokumen – dokumen pribadi serta tentunya riwayat kredit yang baik.



b. Ada berbagai jenis pinjaman


Banyak sekali produk pinjaman yang dapat diakses oleh nasabah, termasuk nasabah berskala mikro, dari mulai KUR hingga KTA dan Kredit Multiguna.


Produk pinjaman menawarkan kelebihan serta kekurangan yang berbeda-beda sehingga nasabah hanya tinggal menyesuaikan mana yang sekiranya paling sesuai dengan kebutuhan.



c. Bank tidak turut campur dalam urusan bisnis yang dijalankan


Bank merupakan pemberi pinjaman modal namun sama sekali tidak akan turut campur di dalam bisnis yang dijalankan dengan uang tersebut.


Hal yang akan menjadi perhatian oleh bank adalah kelancaran dan kedisiplinan nasabah dalam pengembalian kredit yang digunakan.



d. Bunga rendah


Pada umumnya, produk pinjaman untuk usaha mikro memiliki tingkat suku bunga yang lebih rendah dibandingkan dengan produk pinjaman yang lain yang bersifat konsumtif.



e. Agunan aman


Ketika meminjam dana dari bank, biasanya nasabah akan diminta menyerahkan asset berharga sebagai agunan atau jaminan. Dalam hal ini pihak bank bertanggungjawab secara penuh akan keamanan agunan tersebut.



2. Kerugian Meminjam Modal Usaha dari Bank


Tidak sedikit bank yang masih memberlakukan proses yang panjang serta berbelit – belit. Setelah menerima formulir permohonan kredit, mereka akan memverifikasi kemudian melakukan survey terhadap usaha yang dijalankan.

Melakukan verifikasi dan beberapa prosedur merepotkan yang lain. Kerugian Meminjam Modal Usaha dari Bank :


a. Proses rumit


Masih banyak bank yang masih memberlakukan proses yang berbelit-belit. Setelah menerima formulir permohonan kredit.


Memverifikasi kemudian melakukan survey terhadap usaha yang dijalankan, kembali melakukan verifikasi dan beberapa prosedur merepotkan yang lain.



b. Menghabiskan banyak waktu


Proses yang rumit dan berbelit tidak jarang nasabah harus menunggu hingga berhari-hari bahkan berminggu-minggu untuk menerima dana yang diinginkan.



c. Prioritas kepada nasabah yang pernah mengajukan pinjaman


Meski sepenuhnya merupakan kebijakan bank, namun pada umumnya mereka memilih-milih nasabah.


Nasabah yang pernah mendapatkan pinjaman dan lancar dalam hal pengembalian akan lebih mudah mengajukan kredit baru.


Sementara nasabah baru biasanya harus rela mengikuti berbagai prosedur yang merepotkan karena dianggap beresiko tinggi.



d. Jika gagal melunasi pinjaman, agunan atau jaminan akan menjadi milik bank


Ini adalah yang paling dikhawatirkan oleh masyarakat ketika hendak mengajukan kredit ke bank. Mereka takut apabila ternyata usaha yang dibuka gagal dan pinjaman tidak mampu dilunasi, maka mereka harus merelakan asset yang dijadikan agunan menjadi milik bank.



e. Tidak mendapatkan jumlah sesuai kebutuhan


Bank akan memberikan kredit sesuai dengan nilai jaminan yang diajukan. Dalam hal ini, ketika ternyata nilai taksiran bank lebih rendah dari yang dibutuhkan oleh nasabah, maka berarti nasabah tersebut harus rela mencari tambahan dari sumber yang lain.





Sebagai penutup, diucapkan terima kasih telah meluang waktunya untuk membaca artikel 
Merintis usaha menggunakan pinjaman dari bank || Bagian 2.

Kembali ke Bagian 1.

Untuk melengkapi pemahaman artikel ini tentang Merintis usaha menggunakan pinjaman dari bank, silahkan tonton video dibawah ini.

Semoga artikel ini memberi manfaat serta menginspirasi. Bila ada yang ingin mendiskusikan bisa mengklik " Contact Us "




Hutang Di Bank Untuk Mulai Usaha dan Invetsasi






Merintis usaha menggunakan pinjaman dari bank || Bagian 2
Pinjaman dari bank 2

No comments:

Post a Comment



Terima kasih, telah membaca dan memberi komentarnya

Semoga Artikel ini memberi inspirasi dan bermanfaat.

Brokoko

Popular Posts