Sunday, November 8, 2020

Memiliki strategi jitu dan taktik untuk memenangkan persaingan bisnis || Bagian 2


Memiliki strategi jitu dan taktik untuk memenangkan persaingan bisnis || Bagian 2, strategi yang jitu, efektif dan efisien untuk menghadapi pesaing.

Memiliki strategi jitu dan taktik untuk memenangkan persaingan bisnis. strategi untuk dapat memenangkan ketatnya persaingan usaha dan bisnis yang kian hari semakin sengit. Sebagi Pebisnis tentu berupaya mencari strategi yang cocok untuk menghadapi dan memenangkan persaingan bisnis.

Untuk menghadapi permasalahan tersebut sudah tentu hanya dengan solusi yaitu strategi jitu dan taktik untuk memenangkan persaingan karena bayaknya persaingan yang sudah menghadang.


Baca juga : Artikel yang terkait



Memiliki strategi jitu dan taktik untuk memenangkan persaingan bisnis || Bagian 2
Memiliki strategi jitu 2 || Strategi dan taktik untuk memenangkan persaingan bisnis


 Memiliki strategi jitu dan taktik bisnis dengan Analisa SWOT


Memiliki strategi jitu dan taktik untuk memenangkan persaingan bisnis || Bagian 2Penerapan strategi berbisnis yang efektif dan efisien, menghadapi persaingan yang semakin kompetitif. Maka manajemen harus memilih strategi bisnis yang dapat menjalankan strateginya dengan tepat dan sukses. 


Persaingan bisnis yang semakin ketat dan dinamis seperti sekarang ini, selain diperlukan strategi pemasaran yang jitu dan manajamen yang baik, masih ada beberapa faktor penting lainnya seperti produk yang menarik pelanggan.


Menciptakan inovasi pada bisnis atau produk dapat membuat memimpin persaingan. Jika tidak dapat menarik konsumen untuk membeli produk, maka bisnis akan tertinggal oleh pesaing.


Strategi bisnis yang di gunakan dalam bisnis dapat meningkatkan kinerjanya dengan strategi jitu dan taktik bisnis dengan Analisa SWOT



1. Strategi bisnis dengan analisa SWOT.


Menuju sukses dalam berbisnis adalah suatu kenistayaan, bukanlah hal yang mudah. Karena dalam usaha bisnis sarat akan rintangan dan hambatan yang dihadapi. Pasang surutnya semangat Pelaku bisnis.


Menjadi warna tersendiri dalam mewujudkan keberhasilan dalam bisnis. Mencapai sukses seorang pelaku bisnis setidaknya harus memahami apakah usaha yang akan di geluti akan sukses atau sebaliknya.


Usaha bisnis membutuhkan investasi berupa modal. Sehingga harus memperhitungkan secara tepat dan cermat. Strategi bisnis dengan Analisa SWOT untuk menghindari keterlanjuran dalam berinvestasi.


Analisa SWOT adalah untuk mengidentifikasi kondisi internal dan eksternal. komponen dasar pada analisis swot, yaitu:


a. Strength (S) atau kekuatan.

Memiliki kekuatan apa sehingga perusahaan dapat memberikan keuntungan.


b. Weakness (W) atau kelemahan. 

Kelemahan apa yang ada pada perusahaan dibandingkan dengan yang lainnya.


c. Opportunities (O) atau peluang.

Peluang-peluang apa saja yang dapat di manfaatkan perusahaan bisa berkembang di kemudian hari.


d. Threats (T) atau ancaman.

Ancaman-ancaman apa saja yang mungkin dihadapi perusahaan yang bisa menghambat perkembangan perusahaan.


Berdasarkan empat komponen dasar yang telah dijelaskan maka analisis SWOT dapat dibagi menjadi dua factor yaitu factor internal perusahaan dan factor eksternal perusahaan.



2. Cara Menggunakan Analisis SWOT


Saat ingin melakukan Analisis SWOT, hal yang perlu dilakukan sebelumnya. Adalah membuat beberapa pertanyaan dan menjawabnya sendiri berdasarkan keadaan yang real pada perusahaan. 


Strength atau Kekuatan 

  • Apa kelebihan yang dimiliki oleh organisasi atau perusahaan ?
  • Apa yang dapat membuat perusahaan agar lebih baik dari perusahaan lainnya ?
  • Apa keunikan yang dimiliki oleh perusahaan  ?
  • Hal apa yang dapat menyebabkan perusahaan mendapatkan penjualan ?
  • Apa kelebihan yang dilihat maupun dirasakan oleh konsumen dari perusahaan ?


Weakness atau Kelemahan 

  • Hal apa yang dapat ditingkatkan pada perusahaan ?
  • Hal apa yang harus di hindari oleh perusahaan ?
  • Factor apa kah yang dapat menyebabkan kehilangan penjualan pada perusahaan ?
  • Apa kelemahan yang dilihat maupun dirasakan oleh konsumen dari perusahaan ?
  • Apa yang telah dilakukan pesaing perusahaan sehingga mereka lebih baik ?


Opportunities atau Peluang 

  • Kesempatan apa saja kah yang dapat di lihat ?
  • Trend apa saja yang saat ini sedang berlangsung yang kaitannya dengan usaha yang sedang dijalankan ?


d. Threats atau Ancaman 

  • Apa hambatan yang saat ini sedang di hadapi ?
  • Hal apa yang telah dilakukan oleh pesaing bisnis ?
  • Perkembangan apa yang dapat menjadi ancaman untuk perusahaan ?
  • Apakah ada ancaman terhadap perkembangan perusahaan yang ada dengan pemerintah ?



3. Faktor yang Mempengaruhi Analisis SWOT


Tentunya pada saat menyusun suatu strategi menggunakan analisis SWOT. Maka akan terdapat factor yang mempengaruhinya, berikut factor yang mungkin dapat mempengaruhi :


a. Faktor Internal (S & W)

  • Pengalaman perusahaan baik yang berhasil maupun gagal
  • Finansial pada perusahaan
  • Sumber daya yang dimiliki perusahaan
  • Kelebihan maupun kelemahan perusahaan


b. Faktor Eksternal (O & T)

  • Lingkungan
  • Peraturan pemerintah
  • Peristiwa yang terjadi
  • Trend
  • Budaya, ideology, sosial politik, perekonomian
  • Perkembangan teknologi
  • Sumber permodalan



4. Contoh Analisis SWOT


a. Strength atau Kekuatan 

  • Perusahaan memiliki reputasi yang baik di bidang yang di tekuni
  • Perusahaan sangat fleksibel dalam menangani kasus dan permintaan dari pelanggan
  • Perusahaan sangat memperhatikan semua permintaan serta kebutuhan pelanggan
  • Perusahaan memiliki biaya overhead yang rendah, maka biaya yang tawarkan tentunya lebih baik dari yang lain
  • Perusahaan dapat memberikan respon yang cepat untuk tiap-tiap permintaan pelanggan tanpa harus melalui alur birokrasi yang panjang   


b. Weakness atau Kelemahan

  • Rendahnya kemampuan yang dimiliki karyawan pada perusahaan dalam bidang-bidang tertentu
  • Permodalan yang masih terbatas
  • Tidak lancarnya arus kas perusahaan
  • Lokasi kurang strategis


c. Opportunities atau Peluang 

  • Adanya dukungan dari pemerintah bagi perusahaan local seperti kami
  • Sektor yang tekuni mengalami kenaikan


d. Threats atau Ancaman 

  • Kurangnya minat perbankan untuk membiayai industry yang sedang di tekuni
  • Perubahan strategi dari pesaing sehingga mengancam posisi di pasaran
  • Perkembangan teknologi diluar kemampuan perusahaan yang terlalu cepat di pasaran, sehingga mengakibatkan perusahaan terlambat dalam mengadopsinya.


Penerapan strategi bisnis dengan analisis SWOT tidak mudah, bukan berarti tidak mungkin untuk dilakukan. Strategi bisnis yang baik dan dapat dilaksanakan dengan proses pembelajaran yang dilakukan terus menerus disertai dengan praktek di lapangan.


Maka dengan penggunakan analisis ini setidaknya dapat  memberikan konstribusi yang optimal bagi penentuan strategi bisnis kedepan.



Baca juga :  Bisnis food truck cocok untuk usaha kuliner saat ini


Memiliki strategi jitu dan taktik untuk memenangkan persaingan bisnis || Bagian 2
Memiliki strategi jitu 2 || memenangkan persaingan bisnis || Bagian 2


Memiliki strategi jitu dan taktik bisnis dengan Studi Kelayakan

 

Memiliki strategi jitu dan taktik untuk memenangkan persaingan bisnis || Bagian 2Strategi bisnis dengan studi Kelayakan Bisnis adalah suatu Strategi yang menjadi sarana. Atau alat untuk pengambilan keputusan apakah rencana usaha akan di tindak lanjuti atau tidak.


Dengan Studi Kelayakan Usaha dapat mencegah dari keterlanjuran dalam berinvestasi dalam bisnis. Juga merupakan salah satu syarat yang penting untuk memulai usaha atau untuk pengembangkan usaha.


Studi kelayakan dapat juga memberi gambaran atas rencana usaha apakah mempunyai prospek baik. Dan seberapa jauh memberi manfaat kedepan. Membangun usaha bisnis tentunya memerlukan dana yang relatif besar. 


Sehingga kehati-hatian dalam perhitungan dan analisis harus benar-benar matang valid. Akurat agar pada saat mengesekusi keputusan yang sangat penting bagi pengusaha maupun untuk Pengambil Keputusan yang optimal.


Strategi yang baik dan dapat dilaksanakan, strategi bisnis dengan studi kelayakan juga menjadi prasyarat kelengkapan untuk pengajuan kredit. Bagi calon debitur usaha besar menengah maupun kecil.


Calon investor mempunyai kepentingan dalam menilai kelayakan bisnis yang akan didanainya. Selain itu pemerintah dalam pemberian ijin operasional juga mensyaratkan laporan Studi Kelayak (SK).



1. Tujuan menganalisa Studi Kelayakan bisnis


Untuk memberikan arah yang jelas dan fokus serta memberikan informasi yang valid terhadap rencana investasi yang akan di lakukan. Tujuan membuat Studi kelayakan bisnis juga sebagai media untuk dasar pengambilan keputusan yang tepat. 


Untuk dapat memperkirakan mengenai resiko awal yang mungkin saja terjadi. Sehingga sangat berguna sebagai penunjang kelancaran tugas dalam melakukan penilaian suatu usaha baru. 


Pengembangan usaha baru, atau menilai kembali usaha yang sudah ada. Studi kelayakan penting untuk dipergunakan sebagai bahan penarik investor. Bagi pihak investor, studi kelayakan ditujukan untuk melakukan penilaian.


Kelayakan usaha untuk menjadi masukan yang berguna. Karena sudah di kaji dengan berbagai aspek. Sehingga dapat dijadikan dasar bagi investor untuk membuat keputusan investasi yang lebih obyektif.



2. Pengoptimalan Studi kelayakan sebagai strategi berbisnis


a. Studi Kelayakan Usaha


Studi kelayakan usaha adalah penelitian tentang " Dapat / Tidaknya " suatu usaha dilaksanakan dengan berhasil. Keberhasilan dalam artian bermanfaat bagi masyarakat luas yang bisa berwujud penyerapan tenaga kerja.


Pemanfaatan sumber daya yang ada maksud dari pada analisa  studi kelayakan usaha sebagai strategi berbisnis untuk memperbaiki pemilihan investasi. antara berbagai macam usaha.



b. Rencana Penanaman Modal Usaha


Suatu rangkaian kegiatan investasi, diharapkan mendapatkan manfaat (benefit / profit) dimasa yang akan datang. Misalnya untuk pembangunan suatu usaha baru ataupun untuk perluasan suatu pabrik yang sudah ada. 


Sedangkan yang dimaksudkan oleh pihak penanaman modal (investasi). Adalah semua pengeluaran-pengeluaran yang dilakukan oleh investor (pemerintah/swasta). Untuk pemblian barang-barang/jasa, Modal kerja yang diperlukan dalam rangka investasi.


Kredit investasi merupakan pinjaman untuk pembelian peralatan, mesin, kendaraan yang dapat dibedakan Sedangkan kredit modal kerja. Untuk pembiayaan operasional usaha, untuk penambahan persediaan (bahan mentah, bahan pembantu dan sebagainya.


Sehubungan dengan hal itu maka :


  • Bila asumsi keuntungan bersih lebih besar dari tingkat bunga, penanaman modal / investasi  " Dapat diterima dan dapat dilaksanakan."

  • Bila Asumsi keuntungan bersih lebih kecil dari tingkat bunga, penanaman modal/investasi   " Tidak dapat dilaksanakan / ditolak. "

  • Bila keuntungan bersih sama dengan tingkat bunga, investasi bisa dilakukan atau tidak dilakukan,  tergantung pada pemilik usaha untuk memutuskannya, karena pada tingkat ini, terjadi apa yang dinamakan "Titik Impas atau “break event point”.



3. Analisis Ekonomi Dan Analisis Finansial


Perbedaan penekanan pada model studi kelayakan usaha suatu perencanaan. Berdasarkan analisis ekonomi dan analisis keuangan (finansial) tsb, adalah :


  • Asumsi penanaman modal usaha dibiayai dengan permodalan sendiri dan
  • Asumsi usaha yang dibiayai oleh pihak lain



4. Strategi Perencanaan Usaha


Proses dan strategi perencanaan adalah sebuah pembahasan kondisi pasar, kekuatan dan kelemahan pesaing. Kebutuhan pelanggan, kondisi ekonomi, sosial politik dan hukum.


Perkembangan teknologi dan peluang serta hambatan bagi perusahaan hal ke tersedianya berbagai sumberdaya yang ada. 



5. Siklus Usaha


Dalam rangka rencana pengembangan usaha di haharapkan mengerti dan paham tentang pengertian siklus usaha dan pinjaman (kredit). Dengan memahami pengertian kedua siklus ini.


Diharapkan mampu memudahkan bagi calon pebisnis pada tahapan sebelum kredit. Pada tahapan proses akad kredit maupun pada tahapan setelah kredit itu dapat terlaksana.



Baca juga  :  Offline marketing sampai saat ini masih dipergunakan


Memiliki strategi jitu dan taktik untuk memenangkan persaingan bisnis || Bagian 2
Memiliki strategi jitu 2 || Dengan studi kelayakan bisnis


Memiliki strategi jitu dari aspek Kelayakan Bisnis


Memiliki strategi jitu dan taktik untuk memenangkan persaingan bisnis || Bagian 2Latar belakang dengan Stratgi berbisnis dengan dengan menggunakan Studi Kelayakan Bisnis. Hal itu dapat menjelaskan mengenai kronologis produk dan alasan mengapa objek tersebut dipilih.


Menciptakan inovasi pada bisnis atau produk dapat membuat memimpin persaingan. Jika tidak dapat menarik konsumen untuk membeli produk, maka bisnis akan tertinggal oleh pesaing.


Kondisi pasar atas produk secara umum. Pada aspek pasar dan pemasaran calon pebisnis perlu meninjau beberapa hal penting tentang produknya.



1. Aspek Pasar


Riset pasar maupun data sekunder yang didapat dari sumber lain, misalnya data BPS, dan laporan publikasi. Berikutnya adalah masalah permintaan.


Permintaan yang berisi tentang data jumlah permintaan terhadap produk berdasarkan data primer hasil survey. Disamping harga yang menjelaskan tentang metode penetapan harga yang digunakan.


Dan berapa harga yang ditetapkan untuk produk yang akan dilaunching. Perlu juga mendefinisikan produk yang menjelaskan tentang :


  • Kualitas
  • Spesifikasi
  • Kemasan
  • Bentuk fisik
  • Material yang digunakan
  • Nnama produk (brand).


Calon pelaku bisnis juga perlu menentukan posisi yang tepat. Apa saja kekuatan dan kelemahan perusahaan saat ini. Peluang serta ancaman apa yang akan dihadapi oleh perusahaan dengan menggunakan Analisa SWOT. Jalur distribusi ke konsumen.


Dalam hal promosi, menentukan media apa yang akan digunakan untuk mempromosikan produk, berapa biayanya dan dalam waktu berapa lama. Selain juga strategi pemasaran yang digunakan untuk menentukan kebijakan. 


Kebijakan yang akan diambil oleh calon pelaku bisnis berdasarkan data sebelumnya.  Menentukan langkah dan strategi yang tepat atau keputusan strategi berbisnis dengan menggunakan Studi Kelayakan Bisnis.


Sehingga produk dan perusahaan akan berhasil dalam persaingan. Dari penulusuran tersebut barulah calon pelaku bisnis bisa melakukan penilaian kelayakan. Apakah objek studi berdasarkan aspek pasar dan pemasaran ini dapat dinilai layak atau tidak.


Perkembangan masa lalu dan prakiraan dimasa mendatang


Setelah mendapatkan data permintaan, selanjutnya dari data tersebut di proyeksikan ke depan (proyeksi permintaan). Bagaimana kecenderungan permintaannya, ada kenaikan atau sebaliknya. 


Sementara pada bagian penawaran menjelaskan tentang jumlah produk sejenis yang ditawarkan oleh perusahaan lain, Atau jumlah produk sejenis yang ada di pasaran, volume produksi perusahaan–perusahaan sejenis. 


Sumber data lainnya yang dapat dimanfaatkan adalah data dari pengguna produk sejenis.  Berdasarkan hasil analisis sebelumnya yaitu permintaan dan penawaran. Maka dapat dilakukan analisis peluang yaitu selisih antara demand dan supply.



2. Aspek tehnis


Aspek teknis dan produksi, deskripsi produk, mesin, seleksi produk, deskripsi produk, mesin dan teknologi yang akan digunakan. Disamping itu juga, lokasi usaha, proses produksi, lay out fasilitas mesin dan pabrik, serta luas dan kapasitas produksi.


  • Lokasi Usaha
  • Alternative lokasi
  • Transportasi
  • Biaya
  • Pendapatan Marjinal
  • Luas usaha
  • Layout tempat usaha.



3. Aspek Keuangan (Finansial)


Aspek keuangan dan ekonomi, bisa dilihat masalah seperti modal kerja, modal investasi, proyeksi laporan keuangan, penilaian investasi. Kemudian bisa membuat analisa dengan rasio keuangan dalam bentuk tingkat likuiditas atau rasio profitabilitas.


Agar studi bisa memberikan hasil yang maksimal, sebaiknya data serta sumber informasi yang digunakan valid, dan up to date. Pemasalahan modal kerja, modal investasi, proyeksi laporan keuangan, penilaian investasi. 


Membuat analisa dengan rasio keuangan dalam bentuk tingkat likuiditas atau rasio profitabilitas misalnya. Agar studi kelayakan usaha dapat memberikan hasil yang maksimal, serta memberikan sumber data yang actual dan valid.


  • Dana untuk Investasi
  • Sumber Dana
  • Prakiraan penerimaan (Penjualan)
  • Biaya
  • Laba Rugi
  • Aliran Kas (Cash Flow)
  • Proyeksi Keuangan.



4. Aspek Manajemen


Pengusaha dapat mempersiapkan struktur organisasi, analisis dan deskripsi pekerjaan, rekrutmen dan seleksi. Sistem kompensasi, program pengembangan karyawan kedepan, dan sistem informasi manajemen.


Manajemen (Masa pelaksanaan usaha dalam operasional)


Manajemen dan sumberdaya manusia calon pebisnis diajak mempersiapkan struktur organisasi. Analisis dan deskripsi pekerjaan, rekrutmen dan seleksi, sistem kompensasi, program pengembangan karyawan, dan sistem informasi manajemen.



5. Aspek Hukum (Aspek Legalitas)


Aspek hukum dan legalitas diantaranya badan hukum, dan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga serta jenis-jenis ijin yang diperlukan. Perijinan untuk salah satu Strategi dan taktik bisnis.



6. Aspek Ekonomi Dan Sosial.


  • Pengaruh proyek terhadap pendapatan masyarakat serta Negara
  • Menambahan dan pemerataan kesempatan kerja
  • Pengaruh proyek tersebut terhadap industri lain.



Baca juga :  Cara mengelola Arus kas yang baik


Sebagai penutup bagian artikel ini, diucapkan terima kasih telah meluang waktunya untuk membaca artikel Memiliki strategi jitu dan taktik untuk memenangkan persaingan bisnis || Bagian 2.  silahkan dilanjutan kebagian 3 (terakhir).


Jika ingin ke bagian 1 ( sebelumnya ). Untuk melengkapi pengetahuan tentang Memiliki strategi jitu, maka silahkan tonton video dibawah ini. 


Semoga artikel ini memberi manfaat serta menginspirasi. Bila ada yang ingin mendiskusikan bisa mengklik " Contact Us "

 

 Baca juga :  Siklus akuntansi dan laporan keuangan yang wajib diketahui Pebisnis || Bagian 1


Tips Menghadapi Persaingan Bisnis yang Terbukti Efektif menurut Pakar





Memiliki strategi jitu dan taktik untuk memenangkan persaingan bisnis || Bagian 2
Memiliki strategi jitu 2


No comments:

Post a Comment



Terima kasih, telah membaca dan memberi komentarnya

Semoga Artikel ini memberi inspirasi dan bermanfaat.

Brokoko

Popular Posts