Friday, November 6, 2020

Membalikan hambatan menjadi peluang yang ada didepan mata || Bagian 2

Membalikan hambatan menjadi peluang yang ada didepan mata || Bagian 2kegagalan dapat dijadikan suatu pelajaran dan menjadi tantangan untuk sukses.


Orang sukses bekerja dengan apa yang mereka miliki. Mencoba untuk menggunakan segala kekuatan untuk mencapai tujuan. 


Jangan sesali kegagalan, tataplah masa depan, mungkin tak dapat mengubah masa lalu, tetapi bisa membentuk masa depan, itulah yang harus terus di yakini.


Baca juga : artikel yang terkait


Membalikan hambatan menjadi peluang yang ada didepan mata || Bagian 2
 Hambatan menjadi peluang 2 || Membalikan keadaan dengan peluang yang ada didepan mata


Hal-hal yang dapat membalikan hambatan menjadi peluang


Membalikan hambatan menjadi peluang yang ada didepan mata || Bagian 2 Pribahasa mengatakan  “When life gives you lemons, make lemonade” (ketika hidup memberikanmu limau, buatlah limun). 


Pribahasa yang sudah terkenal itu pada dasarnya mengajarkan untuk selalu melakukan yang terbaik, meskipun menghadapi situasi yang sulit (dengan kata lain, jadikan hambatan sebagai peluang). 


Bila sedang mendapatkan atau menghadapi situasi yang sulit dan tidak menyenangkan (dalam hal ini, digambarkan dengan asamnya buah limun), namun lakukan hal yang terbaik untuk mendapatkan yang terbaik dari situasi yang kurang baik. 


Mungkin dalam pribahasa itu, lebih mudah mengatakan dari pada menjalankannya di dalam kehidupan sehari-hari. Maka dari itu, belajarlah untuk memiliki sikap yang lebih optimis dalam menghadapi kesulitan atau hambatan dalam hidup.



Baca juga : Manfaatnya menulis bagi kesehatan dan jadi penghasilan tambahan



Membalikan hambatan menjadi peluang yang ada didepan mata || Bagian 2
Hambatan menjadi peluang 2 || Mengambil hal yang terbaik dari kondisi yang sulit 


1. Mengambil hal yang terbaik dari kondisi yang sulit 


Membalikan hambatan menjadi peluang yang ada didepan mata || Bagian 2Belajarlah hidup dari situasi yang dihadapi, dengan kondisi yang sulit akan lebih mudah diatasi jika memandangnya sebagai kesempatan untuk belajar. Belajar dari setiap situasi atau kondisi yang sulit.


Dari hal tersebut diatas sesungguhnya bisa dijadikan pembelajaran, yaitu membangun sesuatu dalam kondisi sulit. Temukan dan belajarlah dari situasi yang dihadapi dan laksanakanlah apa yang telah menjadi pelajaran dari kondisi tersebut untuk di kemudian hari.  


Ketika menghadapi permasalahan yang sulit, anggaplah masalah tersebut sebagai tantangan yang dapat menjadikan lebih kuat ketika menghadapi masalah yang sulit di kemudian hari. 


Pertanyaanya,  “Apa yang bisa dipelajari dari situasi ini ? ”


Dengan begitu, maka akan berusaha untuk dapat melalui situasi tersebut dan percaya akan dapat membuat keputusan yang lebih bijak dan cermat.


Akan secara otomatis akan merasa lebih baik saat menghadapi situasi yang buruk ketika dapat mengendalikan segala sesuatu yang dihadapi. Kendalikanlah hal-hal yang pada dasarnya dapat di kendalikan. 


Sesungguhnya memang benar bahwa kita tidak akan mampu mengendalikan banyak hal dalam hidup. Akan tetapi, kita perlu fokus pada hal-hal yang dapat kita kendalikan agar pandangan kita terhadap hidup menjadi lebih baik. 


Rasa optimisme lebih banyak didapatkan pada orang-orang yang telah memiliki kendali yang besar dalam menghadapi situasi tertentu. contohnya seorang pengemudi yang terlibat dalam kecelakaan lalu lintas atau pasien yang mengalami kanker kulit.


Hal itu dapat dibandingkan dengan orang yang memegang kendali lebih kecil, seperti seorang penumpang mobil yang terlibat dalam kecelakaan lalu lintas atau pasien yang diharuskan mengenakan alat bantu. 



a. Percaya akan mendapatkan dukungan sosial.


Apa pun yang sedang dihadapi, dengan mengingat kembali bahwa akan ada orang yang mau membantu. Terlepas apakah itu sedang menghadapi masalah keuangan, putus hubungan atau pemulihan dari masalah kesehatan dan masalah lainnya.


Percayalah akan ada orang yang mau memahami situasi yang sedang di hadapi. Ketika terhubung atau berinteraksi dengan orang lain. 



b. Tidak akan merasa sendiri. 


Dengan selalu menghubungi atau meminta bantuan teman atau anggota keluarga, ketika mengalami situasi yang sulit. Tetapi jangan ragu juga untuk meminta bantuan lebih lanjut kepada pemuka agama atau konselor. 


Atau juga dapat berhubungan dengan orang yang pernah atau sedang mengalami situasi yang sama. Misalnya melalui situs-situs atau forum-forum di internet seperti Kaskus.


Ubahlah gaya dan penggunaan bahasa pada diri sendiri. Sering kali orang tidak menyadari makna sebenarnya dari apa yang di ucapkan. Sering kali hanya mengatakannya hal-hal yang sepele, namun justru sering‘mengundang’orang menjadi kecewa atau negativisme. 



Baca juga : Menciptakan bisnis untuk peluang usaha baru



Membalikan hambatan menjadi peluang yang ada didepan mata || Bagian 2
Hambatan menjadi peluang 2 || Belajar untuk menghadapi situasi


2. Belajar untuk menghadapi situasi


Memiliki rasa optimis sama pentingnya dengan mengendalikan reaksi dan pola pikir. Mungkin sering mendengar bahwa tingkat keseriusan masalah sering kali tidak dipengaruhi oleh kondisi yang ada, tapi dari reaksi kita terhadap situasi tersebut. 


Mengembangkan kemampuan untuk menghadapi setiap masalah secara sehat. Dengan memiliki kemampuan yang sehat atau positif yang dapat terapkan ketika menghadapi kondisi yang membuat tertekan atau kesal merupakan kunci dalam menjaga optimisme. 


Kemampuan untuk menghadapi masalah secara sehat meliputi :


  • Memelihara persahabatan yang positif
  • Tetap aktif (secara fisik)
  • Menggunakan gurauan atau lelucon untuk mencairkan suasana
  • Bergantung pada kelompok spiritualitas
  • Berlatih untuk meditasi
  • Meninggalkan realita dengan melalui banyak membaca
  • Mengejar minat dan yang telah menjadi hobi
  • Meluangkan waktu dengan hewan peliharaan



Tetap fokus dalam menghadapi situasi yang tidak menyenangkan. Jangan mencoba atau memaksakan diri untuk bahagia karena hal tersebut dapat memberikan efek yang berlawanan. Dari pada mencoba bahagia, cobalah untuk tetap fokus menjalani situasi yang ada. 


Nikmati momen kebahagiaan yang di dapat. Kemudian, kalau terjebak dalam pola pikir yang negatif, gunakan kemampuan untuk menghadapi masalah secara sehat agar tetap fokus untuk menghadapi situasi dan menjauhkan diri dari pikiran yang membuat terpuruk. 


Dengan tetap berfokus pada situasi yang dihadapi, maka dapat menangkal sikap pesimis :



a. Berlatih untuk tetap selalu bersyukur


Salah satu cara agar tidak lagi ragu dalam memandang hidup secara positif dan mampu mengubah hambatan menjadi peluang, adalah dengan mengembangkan jiwa yang penuh dengan rasa bersyukur. 


Suatu pelajaran bahwa bersyukur secara konsisten :


  • Dapat memberi manfaat, 
  • Datangnya kebahagiaan dan peluang, 
  • Menurunnya perasaan kesepian dan terisolasi, 
  • Fungsi kekebalan tubuh yang meningkat, 
  • Lahirnya sikap atau perilaku penuh kasih sayang pada orang lain.



Menanam rasa bersyukur dalam kehidupan, yaitu dengan mulai memperhatikan hal-hal kecil yang terjadi setiap hari. 


Hal tersebut diatas, di antaranya, adalah :


  • Mendengar tawa anak-anak
  • Memiliki waktu untuk berdiam untuk membaca buku
  • Menikmati makanan mewah
  • Memeluk orang yang sayangi.



Setiap hari tidak hanya memperhatikan hal-hal kecil yang ditemui, tetapi juga dengan mencatatnya. 


Buatlah buku harian untuk mencatat rasa bersyukur, yaitu yang berisikan kebaikan-kebaikan yang diterima sepanjang hari. Mencatat informasi yang lebih rinci mengenai kejadian atau situasi tertentu yang disyukuri. 



b. Lakukan gaya hidup sehat. 


Merawat kesehatan fisik dan mental dengan baik, akan lebih mudah untuk melihat (dan menghargai) pencapaian, dari pada fokus kekurangan dalam hidup. Gaya hidup yang sehat terdiri dari : 


  • Berolahraga secara teratur, dengan durasi sekitar 30 menit, lima kali dalam seminggu
  • Mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, sekitar 3 sampai 5 kali sehari
  • Tidur dengan cukup selama 7 sampai 9 jam
  • Mengelola atau mengendalikan stres (menggunakan kemampuan penanganan stres)
  • Bersenang-senang atau melakukan hal-hal yang membuat tertawa dan tersenyum



c. Raihlah keseimbangan dalam hidup. 


Bersikap realistis adalah langkah penting untuk bersikap optimis. Tidak ada seorang pun yang memiliki kehidupan yang mutlak, mutlak kehidupan yang baik atau yang buruk. 


Namun optimisme yang berlebihan (biasanya ditunjukkan melalui pandangan ‘segalanya akan selalu baik’), bila demikian maka dapat membuat harapan (ekspektasi) hancur. 


Bila demikian maka tidak adanya evaluasi terhadap tujuan hidup secara berkala, untuk memastikan tujuan tersebut harus tetap realistis, bila tidak maka akan kembali melalui ‘jalan’ atau kegagalan yang sama. 



d. Bertahanlah diri untuk tidak membuat perbandingan. 


Berusaha membandingkan, meninggikan hidup dengan pencapaian orang lain merupakan kebiasaan buruk yang perlu segera ditinggalkan. Dengan memperbandingkan dengan orang lain, maka dapat membuat terus merasa tidak nyaman dan tidak puas.


Memperbandingkan pencapaian diri sendiri dengan pencapaian orang yang lebih atraktif, lebih kaya, atau lebih sukses. Berhentilah mengidealkan berbagai aspek dalam hidup dan mulailah menerima bahwa setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. 


Dari pada melihat penampilan dari luar orang lain dan menjadikan kehidupan orang lain sebagai kehidupan yang ideal. maka perlu dinilai secara realistis bahwa orang tersebut juga pernah melakukan kesalahan dan mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan (buruk). 



e. Yakinlah bahwa tidak ada seorang pun yang sempurna di dunia ini.


Terimalah dengan kenyataan bahwa ada, banyak hal yang tidak dapat diketahui begitu saja yang hanya dari penampilan seseorang (misalnya kelemahan atau kekurangan). Dengan demikian tidak akan merasa kesal atau tidak puas dengan kekurangan diri. 



f. Bergaullah dengan orang-orang yang positif. 


Cara yang baik dan tidak diragukan lagi, yaitu dengan menjaga agar tetap memiliki pandangan yang baik dan cerah, yaitu dengan meluangkan waktu bersama-sama dengan orang yang selalu dapat menghargai.



g. Memebuat diri lebih berharga. 


Lingkungan selalu memberikan pengaruh yang sangat besar pada pikiran, perasaan, dan perilaku kita. Ketika dikelilingi dengan kawan-kawan dan anggota keluarga yang supportif, maka akan mendapatkan kesempatan besar untuk dapat berkembang.


Baca juga : Dropship bisnis online rumahan terpercaya tanpa modal || Bagian 1


Membalikan hambatan menjadi peluang yang ada didepan mata || Bagian 2
Hambatan menjadi peluang 2 || Memebuat diri lebih berharga


3. Mengubah Pola Pikir 


Membalikan hambatan menjadi peluang yang ada didepan mata || Bagian 2Orang yang selalu bersikap dan berpikir optimis (orang yang selalu melihat dari sisi baik) cenderung memilih sesuatu dengan lebih baik, dari mulai kehidupan kerja/sekolah hingga hubungan dengan orang lainnya.



a. Pahami manfaat dari optimisme. 


Orang tidak hanya memiliki kehidupan yang lebih baik, tetapi lebih dari itu, yaitu untuk hidup yang lebih panjang. Hal ini kita tidak harus terlahir dari sosok yang optimis untuk bisa mendapatkan manfaat tersebut karena optimisme dapat dipelajari. 


Sesungguhnya optimisme dapat diajarkan melalui perilaku atau tindakan, termasuk mendapatkan kasih sayang, mengalami kegagalan serta berkesempatan untuk mengambil risiko, dan melihat orang lain yang selalu bersikap optimis. 



b. Hindari pola pikir yang selalu negatif. 


Langkah untuk dapat membalikan hambatan menjadi peluang adalah dengan menyadari negativitas yang ada pada diri sendiri. Jika tidak menyadari kecenderungan diri atau hanya melihat segala sesuatu dari sisi buruk saja maka tidak akan dapat mengubah kebiasaan ini. 


Ingatlah selalu dan kenali anggapan-anggapan yang selalu berpikir negatif yang sering kali di buat. Ketika menyadari adanya pola pikir yang selalu negatif, maka hindarilah pola pikir tersebut dengan mencari hal yang lebih positif untuk yang akan dikatakan atau dipikirkan. 


Misal, gagal dalam mengikuti ujian di sekolah dan gagal dalam membuat kesimpulan “Aku tidak pandai dalam suatu bidang tertentu”.  Dari pada memiliki pikiran seperti itu, lebih baik mengubah pikiran tersebut. 


Untuk dapat mengubah hal tersebut diatas, misalnya, “Matematika memang sulit, namun aku pandai dalam bahasa Inggris dan sejarah ”. Jika selama ini selalu bersikap dan berpikir pesimis, maka akan tampak ketidak jujuran.


Hilangkanlah pikiran-pikiran yang selalu negatif yang muncul secara alami. Lawanlah  perasaan palsu tersebut dengan seiring berjalannya waktu, dan akan dapat berpikir lebih optimis.



c. Mengharapkan hasil yang terbaik. 


Orang-orang yang sukses di berbagai pekerjaan atau di berbagai bidang usaha termasuk dibidang industri (termasuk atlet profesional dan pejabat eksekutif tertinggi) sering membuat visualisasi untuk membantu mereka mendapatkan kesuksesan. 


Untuk mendapatkan gambaran suatu kesuksesan serta untuk dapat meraihnya dengan : 


  • Menciptakan ide-ide kreatif yang digunakan untuk mencapai hasil yang diinginkan, 
  • Membuat rencana serta berupaya bagaimana cara dan memperhatikan sumber-sumber lain yang dibutuhkan untuk meraih kesuksesan.
  • Membuat bagaimana orang dapat tertarik dan membuat hal-hal yang positif. (mis. menerapkan hukum tarik-menarik), 
  • Motivasi yang diperlukan untuk mengambilt tindakan yang tepat. 



Teknik visualisasi cukup mudah untuk dapat dikuasai. yaitu dengan cara meluangkan waktu beberapa menit setiap harinya, menenangkan diri dengan menutup mata dan membayangkan menjalani kehidupan dengan tujuan yang telah tercapai. 


Perhatikan secara terperinci dan aktifkan indra tubuh agar gambaran tersebut dapat lebih jelas dan lebih nyata.



d. Siap gagal 


Bersikap selalu optimis memang dapat membuat lebih lega dan yakin dalam menjalani kehidupan, namun juga sisi pesimis sering kali melawan sikap optimis tersebut, sehingga diperlukan suatu dukungan. Mungkin pernah mendengar pepatah “Sedia payung sebelum hujan”. 


Pepatah tersebut mengajarkan kita untuk selalu mempersiapkan diri jika sewaktu-waktu mengalami hal yang buruk. Memang perlu berpikir optimis dan mengharapkan hal terbaik dalam satu situasi. 


Perlu juga bersiap-siap, jika sewaktu-waktu mendapatkan hal yang buruk. Strategi ini dapat membantu dalam menyeimbangkan sisi yang terlalu optimis dengan sisi yang terlalu pesimis.  


Mengarahkan energi pada hasil yang lebih baik, namun juga perlu mempersiapkan diri dan mencari alternatif untuk menghadapi hasil terburuk.


Baca juga : Memulai berbisnis sendiri dengan peluang dan potensi yang ada


Sebagai penutup bagian artikel ini, diucapkan terima kasih telah meluang waktunya untuk membaca artikel Membalikan hambatan menjadi peluang yang ada didepan mata || Bagian 2  


Kalau mau ke bagian 1 (sebelumnya) atau untuk melanjutkan kebagian 3 (terakhir).


Untuk melengkapi pengetahuan tentang hambatan menjadi peluangsilahkan  maka silahkan tonton video dibawah ini. 


Semoga artikel ini memberi manfaat serta menginspirasi. Bila ada yang ingin mendiskusikan bisa mengklik " Contact Us "



Baca juga :   Langkah-langkah untuk membuka usaha sendiri


Peluang Usaha di Daerah Sepi & Terpencil (Terbukti Menghasilkan)


Baca juga :  Cara mengelola arus kas yang baik


Membalikan hambatan menjadi peluang yang ada didepan mata || Bagian 2
Hambatan menjadi peluang 2

No comments:

Post a Comment



Terima kasih, telah membaca dan memberi komentarnya

Semoga Artikel ini memberi inspirasi dan bermanfaat.

Brokoko

Popular Posts