Wednesday, November 4, 2020

Kapan waktu yang tepat diversifikasi produk || Bagian 3

Kapan waktu yang tepat diversifikasi produk || Bagian 3pembagian produk beberapa jenis, penambahan unit usaha baru yang berkaitan / tidak berkaitan.


Diversifikasi produk dapat dilakukan dengan membuat produk yang baru atau memperbarui produk sejenis yang sudah di jual. Pada produk sejenis, penerapan diversifikasi bisa dilakukan dari segi ukuran, tipe, warna, mode, sampai peruntukannya. 


Misalnya, dalam bisnis kuliner seperti nasi goreng. Diversifikasi bisa dilakukan dengan membuat racikan pada rempah-rempahnya sehingga menghasilkan rasa yang baru, atau melakukan inovasi pada topingnya. 


Baca juga : artikel yang terkait



Kapan waktu yang tepat diversifikasi produk || Bagian 3
Diversifikasi produk 3 || Kapan waktu yang tepat diversifikasi produk


Melakukan Diversifikasi Produk sebagai Stategi Pemasaran


Kapan waktu yang tepat diversifikasi produk || Bagian 3Diversifikasi sebagai Stategi Pemasaran dari bermacam-macam barang yang akan dijual dan merupakan sebuah strategi perusahaan untuk menaikkan penetrasi pasar. 


Ini merupakan usaha yang berlawanan dengan spesialisasi. Kapan waktu yang tepat diversifikasi Produk. Ada berbagai alasan yang mendorong suatu perusahaan mengadakan diversifikasi produk. 


Keinginan mengadakan perluasan usaha menjadi pendorong utama. Kegiatan menjadi serba besar, kemungkinan mendapatkan keuntungan juga akan lebih besar.



1. Mengapa Melakukan Diversifikasi produk


Karena diproduksikan sejumlah besar barang yang dibutuhkan konsumen atau paling tidak pendapatan stabil, sebab kerugian menjual barang yang satu dapat ditutup dengan keuntungan menjual barang yang lain. Diversifikasi produk adalah upaya yang dilakukan pengusaha/produsen/perusahaan


Untuk mengusahakan atau memasarkan beberapa produk yang sejenis dengan produk yang sudah dipasarkan sebelumnya. Diversifikasi sebagai salah satu alternatif strategi korporasi dapat diklasifikasikan ke dalam tiga jenis: konsentrik, konglomerate, dan horisontal.


Ketiga jenis diversifikasi tersebut termasuk dalam kelompok alternatif strategi dalam membangun Grand Strategy. Yang dimaksudkan untuk memberi arah dan landasan bagi upaya koordinasi dan pencapaian sasaran jangka panjang.


Dari pendekatan lain, diversifikasi dapat pula dibedakan ke dalam dua tipe :


  • Terkait (related diversification) 
  • Tak terkait (unrelated diversification).


Keterkaitan mengacu pada hubungannya dengan bisnis utama yang sedang digeluti, atau beberapa bisnis yang membentuk rantai nilai (value chain) dalam suatu kelompok usaha. Beberapa persoalan krusial dalam diversifikasi antara lain kapan sebaiknya perusahaan melakukan diversifikasi.


Bagaimana manajer menciptakan value melalui diversifikasi, apa saja pilihan bisnis yang dapat diambil. Dan bagaimana strategi untuk memasuki bisnis baru dalam konteks diversifikasi. Mengapa Melakukan Diversifikasi produk adalah untuk mempersepit ruang gerak para pesaing baru. 


Market share yang berhasil diraih dari berbagai produk akan menambah pemasukan dan meningkatkan Profitabilitas dan Daya Saing produk dipasar serta mencegah pesaing memonopoli pasar. Diversifikasi produk ditujukan untuk membuat produk tahan lebih lama. 


Mengarah kepada produk siap konsumsi/ digunakan, memenuhi selera, kebutuhan dan harapan konsumen. Memperluas pasar, mempermudah transportasi, menyerap tenaga kerja, memberi nilai tambah, pendapatan dan lain sebagainya.


Resiko selalu ada saat melakukan diversifikasi secara tidak langsung akan mengurangi dampak resiko di masa yang akan datang. Jika satu unit usaha mengalami kerugian bahkan hingga gulung tikar, masih ada unit usaha lainnya sehingga masih bisa “Survive”.


Diversikasi produk artinya menganeka ragaman produk, untuk diversifikasi produk. Ini diperlukan kreatifitas, inovasi, penelitian, modal, promosi atau komunikasi pemasaran. 


Diversifikasi tetap berorientasi pasar yakni mempertimbangkan kebutuhan, selera, harapan, daya beli dan segmen pasarnya. Kapan waktu yang tepat diversifikasi Produk, diversifikasi produk diperlu untuk memberikan lapangan usaha.


Kerja dan pendapat kepada masyarakat dan dunia usaha dan juga untuk meningkatkan daya saing dan maupun bersaing di pasar nasional dan internasional. Salah satu tujuan dalam diversifikasi produk ini adalah untuk mendatangkan keanekaragaman produk di pasar.


Yang mengisi pasar dalam negeri dan ekspor serta untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional. Berkurangnya tingkat pengganguran serta bertambahnya pendapatan masyarakat dan berkurangnya orang yang kurang mampu.


Pengaruh diversifikasi produk terhadap tingkat volume penjualan. Diversifikasi memang bertujuan untuk meningkatkan volume/ kuantitas penjualan. Diversifikasi yang dilakukan oleh perusahaan.  Perusahaan.tidak akan bergantung pada satu jenis produk. 


Perusahaan juga dapat mengandalkan produk lainnya karena jika salah satu jenis produknya mengalami penurunan. Maka akan dapat teratasi dengan produk jenis lainnya, Ketidak berhasilan diversifikasi terjadi dikarenakan adanya beberapa faktor penyebab.


Kurangnya promosi yang dilakukan terhadap produk diversifikasi tersebut serta keadaan ekonomi dalam negeri dan munculnya banyak pesaing.Strategi diversifikasi adalah sebuah strategi bisnis.


Strategi bisnis yang paling kompleks implikasinya. Perusahaan yang melakukan diversifikasi. Ini akan menjadi pengalaman baru, baik dari segi pasarnya, maupun dari segi produknya.


Faktor penting yang lain adalah bahwa setiap produk diversifikasi memang diminati konsumen. Dimana perusahaan harus memperhatikan produknya dari kualitasnya.


Sebelum produk diversifikasi masuk ke dalam pasar harus dilakukan Test Market terlebih dahulu. Sehingga mengerti bahwa produk tersebut diterima baik atau tidak.



 2. Strategi diversifikasi untuk menghadapi Persaingan


Strategi diversifikasi untuk menghadapi Persaingan adalah strategi pemasaran, strategi yang dipersiapkan oleh Pelaku bisnis. Untuk mempertahankan kelangsungan hidup bisnisnya serta upaya untuk dapat mengembangkan bisnisnya dan mendapatkan laba yang semaksimal mungkin.


Arti pemasaran sering disamakan dengan pengertian penjualan, perdagangan, dan distribusi. Padahal istilah pemasar tersebut hanya merupakan bagian dari kegiatan pemasaran secara keseluruhan. Proses pemasaran itu sudah dimulai jauh sebelum barang-barang diproduksi dan berakhir dengan penjualan.


Dengan memahami pengertian dan fungsi pemasaran. Perusahaan akan menyadari arti penting pemasaran sebagai kunci untuk mencapai tujuan. Sehingga Pebisnis perlu mencari konsep yang paling sesuai untuk dipergunakan sebagai pedoman dalam menjalankan kegiatan pemasarannya.


Kegiatan pemasaran perusahaan harus juga dapat memberikan kepuasan dan kenyamanan konsumen, Konsep Strategi bisnis dalam pemasaran terdiri :


  • Sasaran pasar (Target market)
  • Kebutuhan pelanggan (Customer needs )
  • Pemasaran terkoordinasi (Coordinated marketing)
  • Profitabilitas (Profitability.)


Di era sekarang ini konsep pemasaran mengalami perkembangan yang pesat. Seiring dengan semakin majunya teknologi, tingkat kehidupan masyarakat, dan lingkungan yang semakin dinamis. Konsep pemasaran orientasinya pada konsumen sehingga semua strategi pemasaran harus disusun berdasarkan kebutuhan dan keinginan konsumen.


Tanpa memahami perilaku konsumen maka strategi bisnis dalam pemasaran dengan menggunakan konsep pemasaran tidak dapat disusun. Sehingga mampu memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen dan mencapai tujuan dalam bisnis.



a. Strategi Diversifikasi


Strategi diversifikasi adalah bagaimana perusahaan melakukan membagi produknya. Apakah dengan produk / jasa yang berhubungan atau sama sekali berbeda. Strategi ini dibagi menjadi dua Konsentris dan Konglomerasi.



b. Strategi diversifikasi konsentris 


merupakan strategi penambahan produk baru. Produk baru yang masih ada kaitannya dalam hal kesamaan teknologi, fasilitas bersama, atau jaringan pemasaran yang sama dengan produk yang ada saat ini.


Kemudian Strategi diversifikasi ini bisa berbentuk vertikal maupun horizontal. Strategi konsentris akan berhasil jika :


  • Bersaing dalam industri yang rendah pertumbuhannya.
  • Menaikkan penjualan produk yang sudah ada dengan memproduksi produk baru yang berkaitan dengan .produk yang sudah ada itu.
  • Menawarkan harga produk baru yang kompetitif.
  • Daur hidup produk saat ini yang mengalami penurunan memiliki team manajemen yang kuat.



c. Strategi diversifikasi konglomerasi


Penambahan produk baru yang dipasarkan di pasar baru yang tidak berkaitan dengan yang ada saat ini. Agar berjalan efektif, ada beberapa pedoman strategi diversifikasi konglomerasi untuk diikuti, yakni :


  • Terjadi penurunan penjualan dan keuntungan.
  • Kemampuan manajerial dan modal untuk berkompetisi dalam industri baru.
  • Tercipta sinergi yang financial antara dua perusahaan (yang mengakuisisi dan yang diakuisisi) bagi produk saat ini yang sudah jenuh.
  • Adanya peluang untuk memperoleh bisnis baru yang tidak berkaitan namun memiliki memiliki peluang investasi yang menarik.
  • Adanya tindakan antitrust atas bisnis yang terkonsentrasi pada bisnis tunggal.



d. Diversifikasi sebagai langkah Strategi Pemasaran


Diversifikasi produk adalah upaya yang dilakukan pengusaha/produsen/perusahaan untuk mengusahakan. Atau memasarkan beberapa produk yang sejenis. Dengan produk yang sudah dipasarkan sebelumnya. 


Keinginan mengadakan perluasan usaha menjadi pendorong utama. mendapatkan keuntungan juga akan lebih besar. Karena menjual dari beberbagai macam barang yang dibutuhkan konsumen atau setidaknya pendapatan akan lebih stabil,


Beberapa persoalan krusial dalam diversifikasi antara lain kapan waktu yang tepat untuk diversifikasi produk. Bagaimana Pelaku bisnis menciptakan value melalui diversifikasi. Apa saja pilihan bisnis yang dapat diambil. dan bagaimana strategi untuk memasuki bisnis baru dalam konteks diversifikasi


Diversifikasi ialah usaha memperluas penganeragaman barang yang akan dijual dan merupakan sebuah strategi perusahaan untuk menaikkan penetrasi pasar. Sebab bila terjadi kerugian dari menjual barang yang satu dapat tertutupi dengan keuntungan yang lain dari penjualan barang yang lain.


Diversifikasi sebagai salah satu alternatif strategi bisnis dapat diklasifikasikan ke dalam Konsentrik, Konglomerate dan Horisontal. Ketiga jenis diversifikasi tersebut termasuk dalam kelompok alternatif strategi untuk membangun Grand Strategy.


Baca juga : Profesional dalam bisnis adalah kunci sukses


Kapan waktu yang tepat diversifikasi produk || Bagian 3
Diversifikasi produk 3 || Diversivikasi Konglomerasi


Yang dimaksudkan untuk memberi landasan bagi upaya koordinasi dan pencapaian sasaran jangka panjang. Dari pendekatan lain, diversifikasi dapat pula dibedakan ke dalam Diversifikasi Terkait (related diversification) dan Diversifikasi yang tidak terkait (unrelated diversification).


Keterkaitan mengacu pada hubungannya dengan bisnis utama yang sedang digeluti. Atau beberapa bisnis yang membentuk rantai nilai (value chain) dalam suatu kelompok usaha.



3. Alasan melakukan Diversifikasi Produk


Kapan waktu yang tepat diversifikasi produk || Bagian 3Alasan melakukan diversifikasi Produk adalah untuk mengatasi bila terjadi krisis. Bila suatu bisnisnya mengalami kemerosotan pendapatan di salah satu bisnisnya. 


Maka bisnis lainnya yang lebih dapat segera menutupi bisnis yang kurang. Kapan waktu yang tepat diversifikasi Produk adalah agar memiliki keunggulan dan dapat mengurangi resiko bisnis yang mungkin terjadi. 


Hal ini juga dapat mengurangi biaya administrasi operasional. Sehingga dapat meringankan jika setiap bisnis harus menyerap semua biayanya sendiri.



a. Pertimbangan Internal dan Eksternal


Pelaku bisnis dapat mempertimbangkan untuk melakukan diversifikasi ketika menghasilkan sumber daya keuangan yang berlebih (in excess). Dari jumlah yang dibutuhkan untuk mempertahankan keunggulan daya saing (competitive advantage) bisnis  utamanya.


Dalam kondisi yang memberi sinyal untuk melakukan diversifikasi, yang telah disadari bahwa bisnis tidak lagi mampu melayani pasar. Atau berkeinginan untuk memaksimalkan sumber daya resource base yang ada. Merupakan dorongan dari yang memberi peluang bagi dibukanya bisnis baru.


Terdapat dua alasan diversifikasi Internal yang merupakan dorongan (inducement) bagi pertumbuhan dan External inducement.



b. Ruang lingkup ekonomi


Dalam perkembangannya alasan lain dari diversifikasi yaitu untuk peningkatan efisiensi seperti eksploitasi lingkup ekonomis (economic of scope). Dan mendisiplinkan diri untuk kebutuhan mengatasi munculnya masalah-masalah baru. Sinergi keuangan dilandasi pada pemikiran bahwa untuk mencapai sukses jangka panjang.


Kapan waktu yang tepat diversifikasi Produk,  melakukan diversifikasi untuk mencapai skala ekonomis. Dengan cara menjual produk sejenis dengan tingkat keanekaragaman produk dan pasar yang rendah namun memiliki kemampuan yang lebih baik.


Suatu bisnis yang sedang tumbuh memerlukan portofolio bisnis yang menjamin kecukupan dan kestabilan arus kas agar dapat mendanai semua aktivitas.



c. Insentif dan Sumberdaya   


Strategi portofolio memungkinkan perusahaan induk memanfaatkan profit yang diperoleh suatu unit bisnis untuk mensubsidi unit bisnis lainnya. Pelaku bisnis selaku pemilik bisnis dapat melakukan diversifikasi sendiri tanpa keterlibatan pihak lain,


Namun demikian strategi bisnis semacam ini tidak menciptakan nilai tambah bisnis. Meskipun economies of scope sebagian besar menjadi alasan utama diversifikasi. Permasalahan biaya transaksi juga relevan disebut sebagai alasan lain bila diversifikasi dilakukan melalui merger dan akuisisi.


Persoalan biaya transaksi muncul manakala proses produksi melibatkan sejumlah aset khusus seperti Sumber Daya Manusia (SDM). Standard Operating Procedures (SOP), dan lainnya yang sifatnya Hak milik (proprietary). 


Bisnis multiproduct merupakan pilihan efisien ketika koordinasi di antara bisnis yang beroperasi. Secara independen sulit dilakukan oleh adanya permasalahan biaya transaksi dan persoalan-persoalan lain yang tersembunyi.



d. Motif Manajerial


Motif manajerial untuk melakukan diversifikasi berorientasi pada kepentingan untuk menjaga dan memperluas posisi eksekutif dalam membuat keputusan. Dari pada motif peningkatan efisiensi atau menambah kekayaan pemilik bisnis. Dalam hal tersebut diversifikasi bisnis lebih efisien untuk manajer, tetapi tidak efisien untuk pemilik bisnis.



e. Menciptakan Value Melalui Diversifikasi


Sinergi antara bisnis utama dan bisnis baru hasil diversifikasi baik yang terkait (related) maupun tak terkait (unrelated) diperlukan guna memastikan tercapainya. Value yang maksimum dari langkah diversifikasi yang diambil. Bentuk sinergi diwujudkan dalam hubungan horisontal atau vertikal. 


Hubungan horisontal berupa penggunaan bersama oleh beberapa unit bisnis atas sumber daya tak berwujud (intangible resources). Hubungan vertikal merupakan penciptaan value yang diturunkan dari induk bisnis. Seperti kompetensi inti dan sumber daya berwujud seperti fasilitas produksi. Saluran distribusi dsb.


Strategi diversifikasi ini dapat diterapkan pada lini produk juga yang nantinya dapat memberikan manfaat langsung dan nilai kepada perusahaan. Telah teridentikasikan bahwa peluang sukses strategi diversifikasi hampir sama dengan resiko kegagalannya.


Kata kunci diversifikasi yang sukses adalah sinergi. Strategi diversifikasi diantaranya Diversifikasi terbatas (limited diversification). Diversifikasi terkait (related diversification) dan Diversifikasi tak terkait (unrelated diversification).


f. Strategi diversifikasi produk

Pelaku bisnis harus melakukan studi kelayakan (feasibility study) terlebih dahulu. Demikian pula harus diyakini bahwa produk baru tersebut memang sesuai dengan minat konsumen. Misalnya  apakah channel distribusi yang baru akan cukup mendukung karena distribusi menjadi faktor utama keberhasilan produk.


Setiap strategi produk baru  punya kelebihan dan kekurangan. Sehingga Pelaku bisnis perlu mereview terlebih dahulu strategi mana saja yang bisa digunakan. Dan layak untuk situasi yang dihadapinya saat ini. Pada dasarnya keputusan untuk melakukan diversifikasi akan mengandung resiko bisnis yang tinggi.


Strategi diversifikasi adalah sebuah strategi yang paling kompleks implikasinya. Bagi Pelaku bisnis ini akan menjadi pengalaman baru. Baik dari segi pasarnya (new market), maupun dari segi produknya (new products). Tentunya diversifikasi tidak selalu menjadi satu-satunya pilihan strategi bisnis.


Pengembangan produk baru dapat pertimbangkan juga untuk memasarkan produk baru tersebut di pasar yang lama (product development). Dimana perusahaan bisa memproduksinya dengan kualitas yang sama baiknya dengan produk-produk lamanya. Maka dari itu penting sekali pelaksanaan strategi pemasaran.


Melalui strategi diversifikasi produk agar perusahaan dapat bersaing dalam pasar global dan bertahan ditengah persaingan yang semakin ketat.



 4. Waktu yang tepat untuk diversifikasi bisnis


Waktu yang tepat untuk diversifikasi bisnis adalah menentukan keputusan strategis. Dengan mempertimbangkan pengembangan bisnis melalui produk lama atau baru (existing or new products) di dalam pasar yang lama atau baru (existing or new market).



a. Internal dan Eksternal


Sebagian besar perusahaan mempertimbangkan untuk melakukan diversifikasi ketika menghasilkan sumber daya keuangan yang melebihi (in excess). Dari jumlah yang dibutuhkan untuk mempertahankan keunggulan daya saing (competitive advantage) bisnis utamanya.


Kapan waktu yang tepat diversifikasi Produk, waktunya yang tepat adalah terpulang pada alasan diversifikasi.Yaitu internal dan eksternal yang merupakan bujukan. Atau dorongan (inducement) bagi pertumbuhan. 


Bujukan eksternal (External inducement) merupakan dorongan dari yang memberi peluang bagi dibukanya bisnis baru. Seperti munculnya Internet membuka peluang bagi penerbit koran cetak untuk membua bisnis layanan koran online.


Dorongan darin luar dapat pula dalam bentuk ancaman yang kemudian ditanggapi dengan membentuk usaha baru. Bujukan internal (Internal inducement) di lain pihak, adalah kondisi di dalam perusahaan yang memberi sinyal untuk diversifikasi .


Kesadaran bahwa perusahaan tidak lagi mampu melayani pasar yang sedang digelutinya. Atau keinginan untuk mendayagunakan resource base yang ada.



b. Ruang lingkup ekonomi


Dalam perkembangannya diversifikasi berkisar dari upaya untuk peningkatan efisiensi seperti eksploitasi lingkup ekonomis (economic of scope), mendasari kebutuhan untuk mengatasi munculnya masalah-masalah baru seperti penyalahgunaan kewenangan oleh manajer puncak.


Yang mendasari diversifikasi untuk mengatasi munculnya masalah-masalah baru seperti penyalahgunaan kewenangan oleh manajer puncak. Dan mendisiplinkan manajer yang kinerjanya kurang baik. Perusahaan yang memiliki tingkat keanekaragaman produk.


Pasar yang rendah memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menyebarkan kemampuannya. Dan mengeksploitasi lingkup ekonomis dibandingkan dengan perusahaan yang tingkat keanekaragaman produk dan pasarnya tinggi.


Sinergi keuangan dilandasi pada pemikiran bahwa untuk mencapai sukses jangka panjang. Suatu perusahaan yang sedang tumbuh memerlukan portofolio bisnis yang menjamin kecukupan. Kestabilan arus kas agar dapat mendanai semua aktivitas perusahaan.



c. Insentif dan Sumberdaya


Strategi portofolio memungkinkan perusahaan induk memanfaatkan profit yang diperoleh suatu unit bisnis untuk mensubsidi unit bisnis lainnya. Namun demikian strategi semacam ini tidak menciptakan nilai tambah kepada pemilik perusahaan (share holders).


Kapan waktu yang tepat diversifikasi Produk Jika demikian, pemilik perusahaan dapat melakukan diversifikasi sendiri tanpa keterlibatan manajer perusahaan. Meskipun economies of scope sebagian besar menjadi alasan utama diversifikasi,


Permasalahan biaya transaksi (transaction costs) juga relevan disebut sebagai alasan lain bila diversifikasi dilakukan melalui merger dan akuisisi. Perusahaan multiproduct merupakan pilihan efisien ketika koordinasi di antara perusahaan yang beroperasi secara independen


Sulit dilakukan oleh adanya permasalahan biaya transaksi dan persoalan-persoalan lain yang tersembunyi. Persoalan biaya transaksi muncul mana kala proses produksi melibatkan sejumlah aset.


Khusus seperti Sumber Daya Manusia (SDM), Standard Operating Procedures (SOP), dan lainnya yang sifatnya proprietary.



d. Motif Manajerial


Alasan manajerial melakukan diversifikasi adalah untuk kepentingan menjaga dan memperluas posisi eksekutif dalam membuat keputusan. Dari pada motif peningkatan efisiensi atau menambah kekayaan pemegang saham. Diversifikasi efisien untuk manajer, tetapi tidak efisien untuk pemegang saham.


Namun demikian masih ada sisi positif yang didapat dari motif manajer dalam melakukan diversifikasi. Untuk mengurangi resiko kehilangan pekerjaan manajer terpaksa harus mengurangi resiko berkinerja buruk. 


Diversifikasi tak terkait yang dihasilkan dari keputusan manajer dapat meningkatkan insentif dengan mengurangi biaya motivasi manajer. Lingkup ekonomi dapat dicapai melalui penyebaran ketrampilan manajemen puncak yang tergolong langka ke dalam bisnis lain yang tidak terkait dengan bisnis utama.



e. Menciptakan Value Melalui Diversifikasi


Menciptakan value bagi shareholder saja tidak cukup. Sinergi antara bisnis utama dan bisnis baru hasil diversifikasi baik yang terkait (related). Maupun tak terkait (unrelated) diperlukan guna memastikan tercapainya value yang maksimum dari langkah diversifikasi yang diambil.


Peluang sukses strategi diversifikasi hampir sama dengan resiko kegagalannya.


Pertanyaannya : Mengapa ada diversifikasi yang sukses namun mengapa ada pula yang gagal .... ? 


Jawaban kunci atas pertanyaan ini adalah sinergi.


Bentuk sinergi diwujudkan dalam hubungan horisontal atau vertikal. Hubungan horisontal berupa penggunaan bersama oleh beberapa unit bisnis atas sumber daya tak berwujud (intangible resources). Seperti kompetensi inti dan sumber daya berwujud seperti fasilitas produksi, saluran distribusi, dan lain sebagainya.


Baca juga : Hal yang mendasarkan untuk menjalankan bisnis sendiri



Kapan waktu yang tepat diversifikasi produk || Bagian 3
Diversifikasi produk 3 || Diversivikasi Konsentris Horizontal


Sedangkan hubungan vertikal merupakan penciptaan value yang diturunkan dari induk  perusahaan. Strategi dalam menjalankan diversifikasi, perusahaan dapat memilih tiga alternatif, diantaranya Diversifikasi terbatas (limited diversification). Diversifikasi terkait (related diversification).


Baca juga : Faktor keberhasilan dan kegagalan berbisnis



Kapan waktu yang tepat diversifikasi produk || Bagian 3
Diversifikasi produk 3 || Diversivikasi Konsentris Vertikal


Diversifikasi tak terkait (unrelated diversification). Strategi diversifikasi ini dapat diterapkan pada lini produk juga yang nantinya dapat memberikan manfaat langsung dan nilai kepada perusahaan.


Baca juga  :  Strategi pemasaran yang efektif untuk menghadapi persaingan || Bagian 1


Sebagai penutup artikel ini, diucapkan terima kasih telah meluang waktunya untuk membaca artikel Kapan waktu yang tepat diversifikasi Produk || Bagian 3


Jika mau baca bagian 1,  Untuk melengkapi pengetahuan tentang Diversifikasi Produk 3, maka silahkan tonton video dibawah ini.


Semoga artikel ini memberi manfaat serta menginspirasi. Bila ada yang ingin mendiskusikan bisa mengklik " Contact Us "


Baca juga  : Dari hobi menjadi peluang usaha



Strategi Investasi: Market Timing dan Diversifikasi


Baca juga  :  Prosedur Mengelola Kas Kecil yang baik



Kapan waktu yang tepat diversifikasi produk || Bagian 3
Diversifikasi produk 3


No comments:

Post a Comment



Terima kasih, telah membaca dan memberi komentarnya

Semoga Artikel ini memberi inspirasi dan bermanfaat.

Brokoko

Popular Posts