Thursday, November 5, 2020

Kapan waktu yang tepat diversifikasi produk || Bagian 2

Kapan waktu yang tepat diversifikasi produk || Bagian 2, hal ini tergantung dari kesiapan perusahaan dalam sisi resources (people, money and time).


Semakin tingginya permintaan pasar sejalan dengan semakin banyaknya pelaku-pelaku usaha yang mencoba peruntungan memenuhi permintaan pasar tersebut. Berbagai upaya pemasaran terus dilakukan, diperbarui agar dapat bersaing dengan pelaku bisnis lain. 


Baca juga : artikel yang terkait


Kapan waktu yang tepat diversifikasi produk || Bagian 2
Kapan waktu yang tepat diversifikasi produk 2



Tujuan melakukan Diversifikasi Produk  


Kapan waktu yang tepat diversifikasi produk || Bagian 2. Tujuan melakukan Diversifikasi Produk, untuk meratakan tingkat risiko dengan cara berinvestasi pada beberapa bisnis. Risiko yang dimiliki oleh satu bisnis tidak akan berpengaruh secara total terhadap bisnis yang lain. 


Karena dapat diimbangi oleh return yang diperoleh dari bisnis yang lain. Tujuan Pelaku bisnis melakukan diversifikasi produk tentunya berupaya untuk meningkatkan keuntungan dan pembagian resiko bisnis :



1. Upaya pertumbuhan dan nilai tambah


Tujuan pertumbuhan dan nilai tambah dapat terpenuhi ketika perusahaan berinvestasi pada usaha yang memberikan keuntungan dalam bisnis. Diversifikasi usaha melalui akuisisi dapat meningkatkan pertumbuhan pendapatan yang diharapkan dapat terjadi. 


Dengan melakukan akuisisi bisnis yang memiliki sumber daya strategis. Seperti pemasok yang memproduksi bahan baku utama dari distributor yang telah memiliki saluran distribusi yang luas.


Nilai tambah yang dapat diperoleh dari akuisisi ini adalah bahwa bisnis memperoleh keuntungan secara langsung melalui bisnis yang diakuisisi tersebut.



2. Meratakan tingkat risiko


Tujuan meratakan tingkat risiko dimaksudkan bahwa dengan berinvestasi pada beberapa usaha. Maka risiko yang dimiliki oleh satu usaha tidak berpengaruh secara total terhadap perusahaan karena dapat diimbangi oleh return yang diperoleh dari usaha lain.


Perusahaan yang bergerak dalam satu bidang usaha saja hanya menerima return dari satu usaha saja, Hal ini dapat terjadi karena setiap usaha memiliki risiko dan return yang berbeda satu sama lain.


Pelaku bisnis yang melakukan diversifikasi bisnis akan memperoleh return dari sumber yang berbeda dan dapat menutup risiko dari usaha yang lain.



3. Mencegah pengusahaan oleh pesaing


Melalui penguasaan pada suatu bisnis yang memiliki sumber daya strategis bisnis. Selain dapat memberikan nilai tambah juga dapat mencegah penguasaan oleh pesaing.



4. Untuk pencapaian sinergi


Sinergi dimaksudkan sebagai kemampuan untuk mencapai sesuatu dengan melakukan kombinasi. Antara segmen usaha yang tidak bisa dicapai jika segmen usaha tersebut bekerja sendiri-sendiri.



5. Untuk mengontrol rantai distribusi


Penguasaan atas distributor dalam strategi diversifikasi usaha yang berkaitan dapat memudahkan bisnis dalam pengendalian harga dan mutu agar dapat bersaing. Serta Penguasaan modal internal akan meningkatkan kekuatan perusahaan atas produk yang dihasilkan.



6. Untuk memenuhi ambisi pribadi


Pemenuhan ambisi Pelaku bisnis berkaitan dengan keuntungan yang akan diterima. Keuntungan yang sesuai dengan ruang lingkup bisnis yang dilakukan. Melakukan strategi diversifikasi produk maka ruang lingkup Pelaku bisnis juga diharapkan akan semakin besar.


Bisnis yang demikian tentunya membutuhkan dana dalam jumlah yang besar untuk melakukan diversifikasi usaha. Dana tersebut dapat berasal dari utang pada kreditur. Utang dapat menjadi alat yang bisa digunakan untuk pengontrol bisnis.


Dengan demikian Pelaku bisnis akan mempunyai kewajiban untuk membayar bunga. Serta angsuran pokok secara periodik sehingga akan memaksa Pelaku bisnis untuk tetap dapat menjaga likuiditasnya.


Ada beberapa tujuan Pelaku bisnis melakukan diversifikasi produk yang dipasarkan yang pada umumnya menyangkut dua hal yang besar :


  • Untuk meningkatkan keuntungan
  • Pembagian resiko.



Baca juga  :  Menciptakan bisnis untuk peluang usaha baru


Kapan waktu yang tepat diversifikasi produk || Bagian 2
Diversifikasi produk 2 || Transaksi secara Online



Manfaat melakukan Diversifikasi produk 


Kapan waktu yang tepat diversifikasi produk || Bagian 2. Manfaat Diversifikasi produk melakukan diversifikasi tidak jauh berbeda dengan apa menjadi tujuan yang akan dicapai. Dari semua tujuan berbisnis melakukan diversifikasi produk. 


Terdapat dua manfaat yang berpengaruh besar terhadap operasional dan daya tahan perusahan itu sendiri.



1. Meningkatkan Profitabilitas dan Daya Saing


Dengan memiliki Bisnis dari berbagai jenis bisnis/produk dapat mencegah pesaing memonopoli pasar. Kemudian, bisa juga mempersepit ruang gerak para pesaing baru.


Market share yang berhasil diraih dari berbagai produk akan membuat stabil arus kas dan memaksimalkan keuntungan.



2. Meminimalisir Resiko


Resiko selalu ada di segala aktifitas dalam bisnis, selalu menjadi ancaman dalam bisnis. Dengan melakukan diversifikasi secara langsung akan mengurangi dampak resiko di masa yang akan datang.


Jika satu unit bisnis mengalami kerugian bahkan hingga gulung tikar, maka masih ada unit bisnis lainnya sehingga masih bisa “survive”. Sebagai seorang Pelaku bisnis harus tahu makna dan tujuan dari diversifikasi ini.


Ada filsafah tua mengatakan bahwa bila memiliki banyak telur maka janganlah ditempatkan disatu keranjang yang sama. Maka dari itu bagilah kebeberapa keranjang telur. Karena hal ini untuk menghindari kerugian yang besar dan fatal manakala terjadi musibah terhadap telur-telur itu.


Banyaknya istilah diversifikasi seperti diversifikasi asset, diversifikasi investasi, diversifikasi geografi, diversifikasi usaha, diversifikasi produk. Dan diversifikasi pangan menunjukkan banyaknya jenis perluasan usaha yang bisa dilakukan oleh pemasar untuk memperluas bisnisnya.


Kapan waktu yang tepat diversifikasi Produk ?


Sesungguhnya diversifikasi produk merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kinerja bisnis yang ada. Dengan jalan mengidentifikasi peluang untuk menambah bisnis menarik yang tidak berkaitan dengan bisnis perusahaan saat ini


Atau dengan kata lainnya bahwa diversifikasi produk adalah suatu perluasan pemilihan barang dan jasa yang dijual. Dengan jalan menambah produk baru / jasa ataupun memperbaiki tipe, warna, mode, ukuran, jenis dari produk yang sudah ada.


Dalam rangka memperoleh laba maksimal serta perluasan atau penambahan barang / jasa untuk meningkatkan profitabilitas dalam bisnis.



3. Alasan Perusahaan Melakukan Diversifikasi Produk


Diversifikasi Produk adalah salah satu cara untuk meningkatkan volume penjualan yang dapat dilakukan oleh perusahaan. Perusahaaan yang dapat melakukan diversifikasi produk, seharusnya perusahaan yang sudah mempunyai anak perusahaan.


Mengapa perusahaan melakukan diversifikasi produk ?


Alasan perusahaan melakukan diversifikasi produk adalah, karena perusahaan tersebut sudah memasuki ke dalam tahap kedewasaan. Dan bahwa para manager dari perusahaan memiliki keahlian yang lebih kreatif dan lebih unik.


Dengan maksud menyusun strategi untuk meningkatkan daya tarik dari perusahaan lainnya. Diversifikasi ialah usaha memperluas macam barang yang akan dijual dan merupakan sebuah strategi perusahaan untuk menaikkan penetrasi pasar.


Atau dengan kata lain agar perusahaan tersebut lebih unggul dari perusahaan lainnya. Ini merupakan usaha yang berlawanan dengan spesialisasi. Ada berbagai alasan-alasan yang mendorong suatu perusahaan mengadakan diversifikasi produk.


Keinginan mengadakan perluasan usaha menjadi pendorong utama. Kegiatan menjadi serba besar, kemungkinan mendapatkan keuntungan juga akan lebih besar. Karena diproduksikan sejumlah besar barang yang dibutuhkan konsumen atau paling tidak pendapatan stabil.


Sebab kerugian yang satu dapat ditutup dengan keuntungan menjual barang yang lain. Diversifikasi produk adalah upaya yang dilakukan produsen untuk mengusahakan. Atau memasarkan beberapa produk yang sejenis dengan produk yang sudah dipasarkan sebelumnya. 


Beberapa persoalan krusial dalam diversifikasi kapan sebaiknya perusahaan melakukan diversifikasi. Bagaimana manajer menciptakan value melalui diversifikasi. Apa saja pilihan bisnis yang dapat diambil, dan bagaimana strategi untuk memasuki bisnis baru.


Diversifikasi sebagai salah satu alternatif strategi korporasi dapat diklasifikasikan ke dalam tiga jenis:


  • Concentric
  • Conglomerate
  • Horizontal.


Ketiga jenis diversifikasi tersebut termasuk dalam kelompok alternatif strategi bisnis dalam membangun Grand Strategy. Yang dimaksudkan untuk memberi arah dan landasan bagi upaya koordinasi dan pencapaian sasaran jangka panjang.


Dari pendekatan lain, diversifikasi dapat pula dibedakan ke dalam dua tipe ; Terkait (related diversification) dan Tak terkait (unrelated diversification). 


Keterkaitan mengacu pada hubungannya dengan bisnis utama yang sedang digeluti. Beberapa bisnis yang membentuk rantai nilai (value chain) dalam suatu kelompok usaha.



4. Bentuk Strategi Diversifikasi Produk 


Bentuk Strategi Diversifikasi Produk dalam diversifikasi berbagai cara yang dapat dilakukan sebuah bisnis terkait diversifikasi atas produknya. Tentunya segala bentuknya dan strateginya disesuaikan dengan kepentingan dan keinginan Pelaku bisnis.



a. Diversifikasi Vertikal


Bentuk vertikal adalah diversifikasi dari atas ke bawah. dapat melihat dari gambar dibawah ini. Bahwa setiap perusahaan secara bebas memasarkan produknya (tidak harus ke bawahnya).


Misalkan perusahaan peternakan tidak harus hanya menjual hasil ternaknya ke perusahaan kulit milik bisnis sendiri. Bisa juga menjualnya kepada pihak lain, bahkan pesaing.


Kemudian usaha toko juga tidak hanya menjual produk sepatu kemilik sendiri, bisa saja menjual produknya kepada pesaing.


Baca juga : Dropship bisnis online rumahan terpercaya tanpa modal || Bagian 1


Kapan waktu yang tepat diversifikasi produk || Bagian 2
Diversivikasi produ 2 || Diversivikasi konsentris vertikal



b. Diversifikasi Horizontal


Berbeda dengan diversifikasi vertikal, diversifikasi horizontal adalah membagi bisnis baik konsentris dan konglomerasi (masing-masing dijelaskan dibawah) ke samping. Artinya bahwa setiap unit produksi / usaha memiliki tingkatan dan derajat yang sama. 


Yang membedakannya adalah target pasar dan kebutuhan calon pembeli. Pada gambar diatas ini menunjukan bisnis memproduksi 3 atau lebih jenis barang yang berbeda, tentu saja dengan kebutuhan calon pembeli yang berbeda.


Baca juga :  Memulai berbisnis sendiri dengan peluang dan potensi yang ada


Kapan waktu yang tepat diversifikasi produk || Bagian 2
Diversivikasi produ 2 || Diversivikasi konsentris horizontal


5. Strategi diversifikasi produk. 


Strategis diversifikasi produk adalah keputusan strategis dalam business development. Dengan mempertimbangkan pengembangan bisnis melalui produk lama atau baru (existing or new products)


Sehingga perusahaan perlu mereview terlebih dahulu strategi bisnis mana saja yang bisa digunakan dan layak untuk situasi yang dihadapinya saat ini. Di dalam pasar yang lama atau baru (existing or new market). Kapan waktu yang tepat diversifikasi. 


Produk, strategi produk baru  punya kelebihan dan kekurangan. Strategi diversifikasi adalah sebuah strategi yang paling kompleks implikasinya. Pada dasarnya keputusan untuk melakukan diversifikasi akan mengandung resiko bisnis yang tinggi.


Perusahaan harus melakukan studi kelayakan (feasibility study) terlebih dahulu. Misalnya apakah produk baru yang didistribusikan akan cukup mendukung. Karena distribusi menjadi faktor utama keberhasilan produk. 


Demikian pula bahwa produk yang baru tersebut memang sesuai dengan minat konsumen. Untuk mengurangi resiko kegagalan, biasanya dilakukan test market terlebih dahulu. Setelah mempelajari hasil test market dan modifikasi produk apabila diperlukan.


barulah produk dipasarkan yang lebih luas, sehingga dapat menyimpulkan Kapan waktu yang tepat diversifikasi Produk. Bila telah siap dengan pengembangan produk baru, pertimbangkan juga untuk memasarkan produk baru tersebut di pasar yang lama (product development).


karena diversifikasi tidak selalu menjadi satu-satunya pilihan strategi bagi perusahaan. Hal yang sering dilaksanakan adalah strategi market penetration.


Product development maupun market development dimana ke 3 strategi diversifikasi merupakan kombinasi dari ketiga strategi tersebut. Hal ini tergantung dari kesiapan perusahaan dari segi resources (people, money and time).


Mengenal segmentasi pasar juga dibutuhkan khususnya untuk mengetahui peta penggunaan produk saat ini berada di segmen mana. Disebut dengan pengembangan pasar lama tapi bisa saja dari segi segmen pasarnya. 


Penggalian informasi secara terus-menerus melalui monitoring data. Penjualan di tiap segmen adalah untuk memperoleh informasi tentang kekuatan dan kelemahan produk kita di sebuah segmen, atau sampai dimana penetrasi sudah dilakukan.


Mengelola informasi dan data yang begitu banyak dan kompleks hanya bisa disederhanakan dengan bantuan teknologi informasi. Sehingga peran teknologi informasi begitu menentukan berhasil tidaknya pemasaran produk.


Baca juga  : Cara mengelola arus kas yang baik


Sebagai penutup bagian artikel ini, diucapkan terima kasih telah meluang waktunya untuk membaca artikel Kapan waktu yang tepat diversifikasi produk || Bagian 2.  


Silahkan dilanjutkan bagian 3 (terakhir). Untuk melengkapi pengetahuan tentang Diversifikasi produk 2, silahkan tonton video dibawah ini. 


Semoga artikel ini memberi manfaat serta menginspirasi. Bila ada yang ingin mendiskusikan bisa mengklik " Contact Us "


Baca juga  : Merintis usaha dengan menggunakan pinjaman modal dari bank



Mengapa perusahaan melakukan diversifikasi produk ? 

Ngobrol Seputar Marketing



Baca juga :  Mendongkrak volume penjualan dengan strategi dan taktik jitu



Kapan waktu yang tepat diversifikasi produk || Bagian 2
Diversifikasi produk 2



No comments:

Post a Comment



Terima kasih, telah membaca dan memberi komentarnya

Semoga Artikel ini memberi inspirasi dan bermanfaat.

Brokoko

Popular Posts