Cash flow - Mengelola untuk bisnis | Bagian 2

Cash flow - Mengelola untuk bisnis | Bagian 2, laporan yang berisi informasi penerimaan dan pengeluaran kas agar operasi perusahaan berjalan lancar.

Sebagai pelaku usaha atau profesional, Anda perlu memahami pengetahuan dasar terkait pengelolaan keuangan, termasuk cara kerja arus kas secara lebih komprehensif. 

Kemampuan tersebut dibutuhkan untuk mengembangkan usaha lebih baik ke depan.

Memiliki Strategi bisnis yang Cantik untuk bisnis adalah merupakan kunci sukses.

Dengan menetrapkan dan menentukan strategi bisnis secara konsesiten agar terhindar dari gagal manajemen.

Tak lupa di ucapkan Terima kasih, telah berkunjung di artikel ini. Mohon kiranya mau memberikan komentar di akhir artikel ini.


Baca juga : Artikel yang terkait


Cash flow - Mengelola untuk bisnis | Bagian 2
Cash flow - Mengelola untuk bisnis


Langkah taktis untuk mengelola Cash flow


Cash flow - Mengelola untuk bisnis | Bagian 2. Mengelola Cash flow bisnis sampingan yang benar dan sehat dengan Cara Meningkatkan Arus Kas. 

Sebagian besar Pelaku bisnis melihat perkembangan dan pertumbuhan sebagai solusi untuk permasalahan arus kas.

Itulah sebabnya Pelaku bisnis kerap mencapai tujuannya untuk menumbuhkan bisnis. Sehingga di perlukan langkah-langkah taktis untuk mengelola arus kas dengan lebih baik.


Terutama untuk bisnis yang sedang berkembang, sehingga menjadi penting untuk Mengelola Cash Flow yang baik.



1. Pengelolaan Piutang


Untuk mempercepat penerimaan dan pemrosesan piutang. Langkah-langkah seperti memintalah pelanggan untuk membayar dengan cek transfer deposit.

Transfer dana yang relatif murah. Juga bisa mencoba menawarkan diskon kepada pelanggan jika mereka membayar tagihan dengan cepat.


2. Memperketat persyaratan kredit


Usaha yang baru dan sedang berkembang pada umumnya sering memberikan penjualan barang kepada pelangga secara kredit. 

Alasannya diantara adalah untuk memperluas jaringan penjualan barang dagangannya.

Sebelum Pelaku bisnis melakukan penjualan barang dagangannya secara kredit terlebih dahulu memperhitungan secara tepat secara keseluruhan.


Atau dengan secara individu pelanggan yang akan diberikan fasilitas kredit. Karena akan berdampak secara serius kepada Arus kas (cash flow) usaha.



3. Meningkatkan penjualan


Jika sangat membutuhkan kas masuk lebih banyak. Solusinya adalah dengan terus memperbanyak pelanggan baru.

Dengan menjual barang atau jasa tambahan kepada pelanggan yang sudah ada. 

Dengan menjual produk sedikit lebih lebih murah agar dapat meningkatkan arus kas masuk. Terkadang membutuhkan waktu. Dengan terkumpulnya uang yang ada di Kas.

Pelaku bisnis akan lebih mudah untuk berinovasi. Dan berkreasi mengembangkan produk sesuai keinginan pasar. Dalam meningkatkan penjualan bukan berarti dengan meningkatan Piutang.


Bila ini terjadi maka dana (uang cash tunai) yang diharapkan tidak tercapai. Dan tidak sesuai dengan tujuan awal yang meningkatkan penjualan dengan menjuala barang lebih murah.



4. Diskon harga


Merupakan salah satu opsi untuk meningkatkan arus kas. Merupakan solusi untuk memecahkan permasahan-permasalahan terhadap penjualan produk. 

Dengan menawarkan diskon kepada pelanggan. Jika mereka membayar lebih awal, memberi insentif kepada pelanggan. 

Untuk melakukan pembayaran lebih awal dengan maksud agar dapat pengelolaan arus kas lebih dapat stabil.


5. Mengamankan pinjaman


Permasalahan arus kas masuk untuk jangka pendek terkadang mengharuskan Pelaku bisnis pelakukan pinjaman-pinjaman dari lembaga keuangan. 

Atau dengan melalui pinjaman ekuitas.Walau sebagian besar waktu jenis pinjaman ini mencapai tujuannya. 

Ingat sewaktu krisis keuangan banyak bank-bank membatalkan jalur kredit. 

Bila ini terjadi maka pilihan lainnya adalah pinjaman amortisasi jangka panjang yang mencakup bunga dan pokok pinjaman sampai pinjaman dilunasi.


6. Mengelola Cash flow bisnis yang benar


a. Pengendalian cash flow (Arus Kas)


Harus lebih dahulu mengetahui posisi uang kas yang ada. Lalu apa yang di harapkan dan apa yang akan dilakukan dengan saldo kas dari sekarang hingga sampai enam bulan.  

Kemudian bila hal ini tidak terjawab, maka Pelaku bisnis tidak memiliki arus kas yang terkendali. 

Salah satu cara mengetahui dan untuk menjaga agar situasi tetap terkendali. Melacak hasil arus kas setiap bulan untuk menentukan apakah pengelolaan arus kas. 

Menciptaan jenis arus kas yang dibutuhkan dalam bisnis. 

Untuk memfokuskan pada tagihan-tagihan yang ada. Untuk membantu menjadi lebih baik ciptakan proyeksi arus kas yang dapat di andalkan. 

Saat membuat keputusan bisnis tentang memperluas dan menambah usaha bisnis.


b. Metode Cash flow yang benar


Salah satu analisis keuangan yang sangat penting bagi pengelola keuangan, disamping alat keuangan lainnya adalah laporan arus kas. 

Analisis ini untuk mengetahui dana akan digunakan dan bagaimana kebutuhan dana tersebut akan dipergunakan. 

Menggunakan laporan arus kas yang diklasifikasikan menurut sumber-sumber utama. 

Dan pembayaran kas yang diklasifikasikan menurut penggunaannya dalam satu periode. Dalam menyusun laporan arus kas terdapat 2 (dua) Metode yang digunakan yaitu :


Metode Langsung


Metode Langsung di golongkan penerimaan kas bruto dari aktivitas operasional dan pengeluaran kas bruto untuk kegiatan operasional. 

Penerimaan kas dan pengeluaran kas dari kegiatan operasi akan tersaji sebagai arus kas bersih dari aktivitas operasional perusahaan.

Kelebihan dari metode langsung
  • Metode langsung ini lebih mudah dimengerti
  • Metode ini memberikan informasi yang lebih lengkap untuk mengambil keputusan.
  • Metode ini menyajikan laporan penerimaan dan pengeluaran kas lebih konsisten.

Penerimaan kas bruto dan pengeluaran kas bruto
  • Pencatatan dari akuntansi perusahaan.
  • Dapat menyesuaikan atas penjualan, beban pokok penjualan dan pos-pos lain dalam laporan laba rugi mengenai perubahan persediaan, piutang usaha dan hutang dagang selama periode berjalan.


Metode Tidak Langsung


Dalam metode tidak langsung ini adalah laba bersih yang diperhitungkan dalam perhitungan laba rugi. 

Kelebihan dari metode ini adalah membedakan antara laba bersih dan aliran kas bersih dari aktivitas operasi.

Cara pelaporan arus kas bentuk investasi dan pendanaan pada kedua metode, baik langsung maupun tidak langsung adalah sama. 

Dengan mengelola cash flow seoptimal mungkin agar bisnis yang digeluti dapat menghasilkan laba yang sesungguhnya.

Sehingga dapat kelancaran usaha dapat berjalan lancar dan dapat meningkatkan laba tersebut secara terus menerus. 

Jika perusahaan memakai metode tidak langsung maka harus ada pengungkapan yang terpisah mengenai perubahan-perubahan.

Maksudnya untuk menentukan jumlah bersih perubahan kas dari kegiatan operasi dalam waktu hendak disesuaikan. 

Penyesuaian antara pendapatan bersih dengan pengeluaran bersih dari kegiatan operasi seperti pemisahan :

Sisi aktiva lancar lainnya. 


  • Perkiraan piutang,
  • Perkiraan persediaan barang,
  • Perkiraan investasi,
  • Perkiraan biaya yang dibayar dimuka
  • Perkiraan aktiva lancar lainnya.

Sisi hutang lancar lainnya. 


  • Perkiraan hutang
  • Perkiraan hutang dagang
  • Perkiraan kewajibab gaji
  • Perkiraan sewa Kantor / gudang dan lain-lain
  • Perkiraan hutang lancar lainnya




Cash flow - Mengelola untuk bisnis | Bagian 2
Cash flow - Pentingnya Mengelola untuk bisnis


Meningkatkan Cash flow dalam bisnis


Cash flow - Mengelola untuk bisnis | Bagian 2. Manage arus kas harus cerdas dan fokus pada masing-masing penggerak uang tunai ini, selain keuntungan atau kerugian usaha. 

Pengelolaan arus kas yang tidak baik sehungga tidak mendapatkan kepastian apa yang terjadi pada arus kas bisnis. 

Kerap ditemukan pemilik bisnis tidak memanage arus kas dengan baik. 

Sehingga tidak dapat mengetahui dengan segera apakah bisnisnya memperoleh keuntungan (atau menciptakan kerugian).

Petunjuk atau aturan-aturan di dalam akuntansi hanyalah pendapatan dikurangi biaya. 

Dimana Untuk mengetahui pendapatan dari faktur-faktur yang masuk dari pelanggan untuk produk atau layanan yang di jual.


1. Meningkatkan Cash flow bisnis sampingan yang sehat


a. Minimalkan Stock


Stok dapat diartikan dengan uang yang berhenti. Stok yang masih ada karena sedikitnya pembelian, akan menjadi pengeluaran yang sia-sia.



b. Utamakan Terima Uang Di Depan


Sistem menerima uang di muka sama halnya dengan Anda telah memiliki modal yang banyak. 

Menerapkan sistem tersebut harus bisa mengurangi jumlah pembeli yang melakukan pembelian dengan cara kredit.


c. Pastikan Cash In Lebih Besar Daripada Cash Out


Untuk dapat menghasilkan keuntungan yang besar, harus memastikan bahwa pemasukan lebih besar dari pada pengeluaran.



d. Alokasikan Pendapatan Agar Lebih Terstruktur


Pendapatan atau pemasukan harus dialokasikan supaya lebih terstruktur. 

Seperti misalnya dari 100 persen pendapatan, 10 persennya untuk biaya ternak uang, 20 persennya untuk biaya cadangan, dan 70 persennya untuk biaya operasional.


e. Bila Hutang Pastikan Cash Flow Mampu Membayar


Maksud dari hal tersebut yaitu pastikan orang yang memiliki hutang harus bisa membayar pada waktu yang tepat dan sesuai dengan nominal atau jumlah yang telah ditentukan.



f. Cara ini akan mempermudah mengelola cash flow yang baik.


Atur Penerimaan Cash Flow, Pengaturan Cash flow dari sisi penerimaan cash flow harus benar-benar sejalan dengan rencana agar kelancaran usaha dapat tetap lancar.


Atur Pengeluaran Cash Flow, Pengelolaan cash flow secara tepat dan cermat khususnya dalam kelolaan cash flow dari segi pengeluaran.


Sehingga diharapkan dapat seefektif dana yang ada dapat menutupi semua kewajiban yang harus segera dibayar (dipenuhi). 

Dengan cara-cara tersebut bisnis dapat berjalan dengan baik dan bisa meningkatkan laba bisnis.


2. Tip untuk mengelola Cash flow yang baik


a. Pisahkan antara Keuangan pribadi dengan keuangan bisnis


Tidak sedikit para Pelaku bisnis mengalami kesulitan untuk memisahkan antara keuangan pribadi dengan keuangan bisnis.


Sehingga sulit untuk mengetahui posisi keuangan bisnis dengan segera. Dengan adanya pemisahan keuangan maka akan lebih mudah mengukur pertumbuhan bisnis.



b. Tentukan persentase dalam pengelolaan keuangan bisnis


Menentukan besar/kecil uang yang ada di kas perusahaan (Kas minimum). 

Merupakan hal yang penting agar posisi keuangan bisnis tetap terjaga dan aman, walau kewajiban-kewajiban yang besar telah menanti.

Mengelola Cash Flow yang baik Untuk menentukan besar / kecilnya. Dapat dihitung dari jumlah kewajiban yang akan jatuh tempo dan kewajiban lainnya yang segera dibayarkan.


Berdasarkan pengalaman untuk Kas Minimum untuk lembaga keuangan (perbankan) Cash Ratio adalah 2 (dua) persen dari total kewajiban lancar perusahaan.



c. Buat pembukuan untuk mengelola keuangan usaha


Memiliki pembukuan atau (akunting) sangat disyaratkan. didalam pembukuan dan akunting terinformasi, semua informasi yang dibutuhkan. 

Serta bermanfaat untuk mengetahui perkembangan. Untuk mengambil keputusan dan membuat perencanaan untuk mengembangkan usaha dan lain-lain. 

Jika belum memungkinkan untuk itu karena masih usaha baru. maka setidaknya dapat membuat laporan keluar / masuk uang kas (arus kas).

Setiap saatdapat di cocokkan saldo uang dengan catatan yang ada. Dengan demikian dapat dikontrol semua transaksi keuangan.



d. Kontrol arus kas usaha dalam pengelolaan keuangan usaha


Untuk mempermudah pengawasan keuangan. sebaiknya pelaksana pemegang Kas (kasir) di pisahkan dengan pelaksana pemegang pembukuan (akunting). 

Maksudnya agar ada recek dan balancing didalam kelola keuangan perusahaan. 

Ada baiknya setiap priodik dibuatkan laporan dari masing pelaksana dan dicocokan dengan posisi di pembukuan. 

Bila terdapat perbedaan maka segera selesaikan, hindari dan jangan lama menggantung (di Pending). Karena akan berdampak lebih luas kedalam operasioanal perusahaan.


e. Kelola keuangan usaha dengan mengurangi risiko utang


Mengelolaan kas keuangan menjadi sangat penting dalam kelancaran usaha perusahaan. Mengembangkan usaha dengan cara berhutang. 

Memang tidak dilarang, namun demikian kewaspadaan juga harus tetap terjaga. 

Resiko kas yang minus sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup perusahaan. Sebaiknya diperketat dalam semua pengeluaran-pengeluaran. 

Buatlah penjadwalan untuk pengeluaran keuangan dan perhitungkan dengan rencana penerimaan-penerimaan dari penjualan.

Bila dari hasil penjualan dapat menutup semua kewajiban-kewajiban yang jatuh tempo maka keuangan perusahaan dalam kondisi aman.



f. Sisihkan keuntungan untuk pengembangan usaha


Penyisihkan sebagian dari keuntungan perusahaan sangat baik. Untuk mengembangkan usaha secara berkelajutan. 

Maksud penyisihan dari keuntungan perusahaan untuk mengembangkan usaha dengan berinvestasi dalam bentuk asset untuk perusahaan.

Apakah untuk berinvestasi dalam bentuk tanah. Pembangunan gudang/kantor untuk membuka / pengembangan jaringan usaha.





Sebagai penutup, diucapkan terima kasih telah meluang waktunya untuk membaca artikel Cash flow - Mengelola untuk bisnis | Bagian 2. 

Kembali ke Bagian 1

Untuk melengkapi pemahaman tentang Cash flow, silahkan tonton video dibawah ini.

Semoga artikel ini memberi manfaat serta menginspirasi. Bila ada yang ingin mendiskusikan bisa mengklik " Contact Us "



Baca juga : Bisnis online - Tanpa modal saat ini | Bagian 2


Ilmu Cashflow, ilmu wajib bagi Pengusaha







Cash flow - Mengelola untuk bisnis | Bagian 2
Cash flow

Comments

gankoko

Kas Kecil – Pengelolaan yang baik | Bagian 1

Diversifikasi produk - Kapan waktunya yang tepat | Bagian 1

Menghadapi persaingan – strategi yang efektif | Bagian 1

Penyehatan usaha - yang sedang terpuruk | Bagian 1

Keberhasilan berbisnis - Faktor kegagalan | Bagian 1

Strategi bisnis yang cantik

Menciptakan bisnis - peluang usaha baru | Bagian 1

Taktik bisnis - Strategi yang tepat | Bagian 1

Penyusunan anggaran – Penting untuk perusahaan

Studi kelayakan - Penting untuk bisnis | Bagian 1