Sukses usaha - Mulai dari "Nol"

Sukses usaha - Mulai dari "Nol", bukan tidak ada modal serta ide baru. Yang sulit adalah mempertahankan bisnis, walau menghadapi banyak tantangan.

Untuk sukses ada proses yang harus dijalani, banyak tantangan dan hambatan yang dihadapi termasuk mempertahankan keberlangsungan bisnis.

Yang sulit adalah mengembangkannya menuju skala yang lebih besar. Mencapai kesuksesan dalam suatu bisnis bukanlah sesuatu yang instan. 

Pebisnis yang sukses tentunya memulai usaha dari skala yang lebih kecil, bahkan mungkin dengan modal seadanya. 

Bisnis besar yang dirintis dari bawah harus melewati berbagai proses dan kendala, jatuh bangun hingga akhirnya berhasil. 

Memulai usaha dari nol membutuhkan berbagai persiapan, baik dari dalam diri sendiri maupun berbagai faktor eksternal lainnya. 

Berbagai hambatan dan risiko yang dihadapi ketika membangun bisnis.

Dengan kerja keras semuanya bisa terbayarkan dengan usaha yang terus berkembang dan keuntungan yang semakin meningkat.


Baca juga : Artikel yang terkait


Memiliki Strategi bisnis yang Cantik untuk bisnis adalah merupakan kunci sukses. 

Dengan menetrapkan dan menentukan strategi bisnis secara konsesiten agar terhindar dari gagal manajemen.

Menjadi seorang Enterpreneur pastinya memiliki Strategi serta memiliki taktik yang jitu dan cerdas dalam berbisnis. 

Naluri seorang entrepreneur yang kreatif dan memiliki perspektif tentang mengkelola  bisnis.

Enterpreneur memiliki perspektif bagaimana cara merealisasikan ide bisnisnya serta bagaimana cara mengelola bisnis yang baik dan konsisten.

Tak lupa di ucapkan Terima kasih, telah berkunjung di artikel ini. Mohon kiranya mau memberikan komentar di akhir artikel ini.


Sukses usaha - Mulai dari "Nol"
Sukses usaha - Mulai dari "Nol"


Sukses memulai usaha sendiri


Sukses usaha - Mulai dari "Nol" Diawali dari ide, memulai usaha, memperkenalkan dan melakukan usaha tersebut. 

Dalam proses ini, banyak sekali tantangan dan rintangan. Baik dari pebisnis internal sendiri maupun yang datang dari eksternal.

Bukan tidak ada modal, bukan tidak ada ide baru. Yang paling sulit adalah mempertahankan (endurance) berbisnis, tetap bertahan dalam menghadapi banyak tantangan.  

Bagaimana cara memulai bisnis atau usaha sendiri supaya tidak mudah menyerah ?

Membuka usaha sendiri, membutuhkan waktu, tidak bisa instan.

Mengapa banyak orang memilih dan untuk memulai usaha sendiri ?

Ada proses yang harus dilalui dalam memulai dan membangun usaha apa lagi dengan modal "Nol".

Mulai dari memikirkan ide awal, membuka, memperkenalkan dan mempromosikan usaha tersebut. 

Dalam proses ini, banyak sekali tantangan dan rintangan. Baik dari internal pebisnis sendiri maupun yang datang dari eksternal.


1. Niat


Sukses usaha. Niat merupakan kunci sukses yang pertama sebelum memulai menjalankan usaha. 

Kedudukan niat sangat menentukan kualitas suatu perbuatan dan hasil yang diperolehnya karena niat itu jiwa perbuatan, pedoman, dan kemudinya.

Asal usul kata (Etimologi) niat dalam arti ‘sengaja’. Niat adalah keinginan dalam hati untuk melakukan sesuatu dan menjatuhkan pilihan dan bertekad bulat untuk mengerjakan sesuatu. 

Selalu berniat baik berarti memberikan sugesti positif pada diri. Pengucapan niat untuk membantu kemantapan hati.  

Segala perbuatan yang dilakukan tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan hasil sesuai niatnya.

Pelaku bisnis mengawali dengan niat untuk melakukan hal-hal yang baik menurut keyakinan.

Ada katabijak menyatakan bahwa “Niat yang baik dilakukan dengan, maka hasilnya pasti baik”. Niat dalam kontek ini adalah niat untuk memulai usaha.


2. Kemauan


Sukses usaha. Kemauan adalah pilar utama, adanya mau atau kemauan apapun namanya kegiatan / istilahnya. 

Mau atau kemauan adalah kunci dari segalanya, untuk mendapatkan predikat yang disandang oleh seseorang Pebisnis sukses, memang tidak mudah dan ringan, Mau Untuk :

  • Mau untuk memulai
  • Mau mencintai produk 
  • Mau menggali serta belajar pengetahuan hal-hal yang mendasar tentang berbinis 
  • Mau mengambil resiko terberat sekalipun (willing to take calcullated risks)
  • Mau Selalu belajar mendalami pengetahuannya tentang usaha yang akan digeluti
  • Mau bekerja keras (work hard) dan tak kenal lelah serta tak mengenal waktu
  • Mau mencari sebanyak mungkin teman dan sahabat (make friends as much)
  • Mau dan siap dengan kegagalan (deal with failures) 
  • Mau melakukuanlah sekarang (Do it, now...!)  


3. Keyakinan


Sukses usaha. Keyakinan Kunci sukses, selalu yakin dalam bertindak dan tidak memiliki alasan untuk mengatakan tidak. 

Jika sudah yakin dengan keputusan yang di buat, maka tidak akan ragu lagi dalam berusaha meraih kesuksesan. 

Jalan meraih kesuksesan, pastinya banyak kendala dan masalah yang harus di hadapi.

Jangan pernah menghindar atau malah membuat alasan, karena ini menjadi salah satu ujian yang harus di hadapi. 

Semakin banyak kendala dan masalah yang bisa di lalui, maka semakin dekat pula kepada kesuksesan. 

Temukan cara-cara cerdas, efektif dan efisien dalam menyelesaikan setiap masalah yang dihadapi.

berjiwa besar dan justru menjadi semangat untuk maju,dan mencari ide yang lebih kreatif yang lain untuk suatu masalah yang lain pula. 

Pantang menyerah dan terus usaha, itulah kunci untuk sukses.


4. Kemampuan


Sukses usaha. Kemampuan merupakan kunci sukses yang ke 4 (empat) Sebagai seorang Pebisnis / wiraswastawan selayaknya mengetahui dan memahami seluk beluk usaha yang akan di gelutinya.

Selalu terus mau mempertajam keakhlian dan mau terus belajar untuk meningkatkan mengetahuan.

Pengetahuan tentang rencana bisnis yang akan diujudkan merupakan hal yang sangat mutlak, kemampuan dalam hal :

  • Membuat rencana bisnis dengan konsep
  • Menciptakan Visi dan Misi bisnis
  • Penelitian pasar
  • Pemasaran
  • Membangun Jaringan
  • Membuat Situs




Sukses usaha - Mulai dari "Nol"
Sukses usaha - Dimulai dari "Nol" atau dati tiktik awal


Memulai usaha sendiri


Sukses usaha - Mulai dari "Nol"Sebagian besar orang memimpikan menjadi pebisnis besar dan sukses. namun hanya sebagian kecil yang benar-benar hidup menjalani mimpi tersebut.

Alasannya sederhana, memulai / merintis dan mengelola usaha sendiri tidak semudah yang dibayangkan. 

Selain harus memiliki mental yang kuat, ada hal penting lain yang harus dipersiapkan dengan matang.

Jika sedang merintis bisnis, mungkin ada baiknya membaca ulasan dibawah ini, dan semoga  bisa memberi inspirasi. 

Konon 70 persen bisnis skala kecil (bisnis rumahan, bisnis perorangan, industri rumah tangga) gagal di tahun pertama operasinya. 

Sisanya yang 30 persen, terseok-seok di tahun kedua. Dari 30 persen tadi, hanya 10 persennya saja yang selamat memasuki tahun ketiga. 

Berikutnya hanya 5 persen yang beruntung bertahan hidup sampai tahun kelima. 

Nah, yang benar-benar berumur panjang dan sukses, konon tak sampai satu persen dari sisanya, Mengapa? 

Banyak sebab ? 

  • Penyebabnya adalah 
  • Modal minim
  • kurang pengalaman
  • Kesulitan dalam keuangan
  • Kesalahan manajemen
  • Sedikit relasi
  • Sampai terimbas resesi.

Dengan alasan tersebut diatas,  sehingga menjadi bisnis "balita" (usia di bawah lima tahun) memang rawan. Perlu pengelolaan ekstra ketat tapi dinamis, cerdas, plus kreatif. 


1. Rencana bisnis 


Sukses usaha. Ada guyonan, jika mau Pebisnis jangan terlalu banyak membuat rencana. Bisa-bisa hanya berhasil membuat rencana, tapi tak pernah berani menjalankannya. 

Memang terkadang ada benarnya. Bisnis sekecil apapun perlu dibuatkan rencana. 

Lakukan perencanaan yang matang. Jadikan rencana bisnis sebagai arahan, bukan sebagai penghambat. 


2. Bentuklah sistem 


Sukses usaha. Kendati bisnis masih berskala kecil, menjadikan diri seorang bos. 

Maka sukses setidaknya bisnis itu sangat tergantung pada upaya yang telah dikerjakan, jadikanlah sebuah sistem. 

Namun jangan terus-menerus one-man show. Bentuklah sistem yang memungkinkan usaha itu bisa berjalan walau tanpa kehadiran secara fisik. 

Ini penting jika suatu saat bisnis berkembang volumenya, dan membutuhkan lebih banyak sumber daya. 


3. Amankan modal 


Sukses usaha. Bisnis skala kecil umumnya dengan modal sendiri dan itu pun terbatas jumlahnya. Hal ini bisa juga minta dukungan dari investor atau modal pinjaman.

Hindari perluasan biaya operasional di luar rencana bisnis semula. Cara terbaik mengamankan modal adalah dengan melakukan pemeriksaan posisi keuangan setiap saat. 

Amankan setiap pengeluaran, seolah-olah hidup benar-benar tergantung dari cadangan modal tadi. 


4. Kepuasan pelanggan 


Sukses usaha. Kelangsungan bisnis ditentukan oleh kepuasan pelanggan. Jangan berikan kepada  konsumen produk dan pelayanan bermutu rendah. 

Beri jaminan kepuasan kepada pelanggan. Bila memungkinkan, berilah after sales service (layanan purna jual). 

Jadikan hal ini sebagai kredo bisnis. Dan konsistenlah untuk memenuhi janji kepada pelanggan. 

Jika produk cacat, gantilah segera jika ada komplain, tampunglah serta adakan perbaikan. 


5. Potong biaya 


Sukses usaha. Penghematan adalah bagian dari pengamanan modal. Hindari biaya-biaya yang tidak perlu, hindari tambahan biaya operasional. 

Usahakan selalu dapat potongan harga (diskon). Jika beli dengan tunai mahal, maka belilah secara kredit / menyewa bisa jadi pilihan. 

Misal, Kebutuhan teknologi. Jika hanya butuh komputer untuk mengetik dan software program keuangan sederhana 

Jangan terobsesi pada komputer super canggih yang mahal harganya, sesuaikan tenologi dengan kebutuhan. 


6. Pelanggan fanatik 


Sukses usaha. Meskipun kepuasan pelanggan menjadi komitmen utama, fokuslah pada pelanggan yang paling banyak memberikan laba. 

Kepada merekalah kredo kepuasan pelanggan diberlakukan secara ketat. Ini demi efisiensi biaya pelayanan. 

Dari 100 pelanggan, mungkin hanya 20 persen yang memberikan laba terbanyak. namun demikian begitu perlakukan 80 persen sisanya dengan sangat bijaksana. 

Di antara mereka selalu terbuka kemungkinan bisa memberi lebih banyak laba. 


7. Tuailah referal 


Sukses usaha. Dampak nyata kepuasan pelanggan adalah rekomendasi pada bisnis. Setidaknya setiap orang paling memiliki 50 teman dekat, relasi, atau, koneksi. 

Jika punya 10 pelanggan saja yang puas, maka dapat dihitung saja bila memiliki 500 prospek baru. Kalau pelanggan puas, tak perlu ragu meminta rekomendasi mereka. 

Banyak referal (rujukan) bisa di dapat. Untuk bisnis tertentu (misalnya jasa konsultasi), surat-surat kepuasan pelanggan bisa jadi magnet bisnis yang efektif. 


8. Laba tunai 


Sukses usaha. Direkomendasikan, bisnisnya benar-benar mendapatkan laba tunai, bukan sekedar laba dalam pembukuan. 

Banyaknya piutang tidak mengindikasikan bisnis tersebut menguntungkan. Jadi jangan terjebak pada laba di atas kertas. 

Artinya, makin banyak transaksi tunai (cash and carry) makin bagus pula cash flow usaha. 

Salah satu sumber kebangkrutan bisnis balita adalah kegagalan dalam mencairkan laba di atas kertas menjadi laba tunai. 


9. Manfaatkan koneksi 


Sukses usaha. Memiliki koneksi dan relasi bisnis adalah hal yang mutlak. Kenalilah orang-orang di posisi kunci seperti bagian pembelian atau marketing. Manfaatkan semua lini.

Seperti lingkungan sekolah, kampus, sekitar rumah, lingkungan kerja, organisasi sosial-politik, klub-klub hobi, dan sebagainya. 

Bukan saja berpotensi jadi customer, koneksi dan relasi bisa memberikan tambahan modal, proyek, referensi, koneksi baru, dsb. 


10. Volume bisnis 


Sukses usaha. Banyak bisnis yang berskala kecil (Usaha micro) mendadak dapat order berlipat ganda. Sayang jika tidak siap, order akan lewat begitu saja. 

Jika produk dan servis nomor satu, siapkan sistem dan SDM yang bisa menampung pertambahan volume bisnis secara cepat. 

Di sinilah perlu memaksimalkan networking bisnis untuk berbagi order tanpa kehilangan keuntungan. 



11. Jadilah PR ( Public Relations )


Sukses usaha. Yang sering diabaikan oleh bisnis yang berskala kecil adalah soal public relations. Sekecil apapun bisnis yang di jalankan janganlah mengabaikan hal ini. 

Kerpibadian yang hangat dan menawan bisa jadi humas yang baik. Itu pun bisa mendongkrak citra produk (bisnis). 

Bila ada kesempatan, jalin hubungan sedekat-dekatnya dengan para jurnalis media cetak, televisi, maupun radio. Dari merekalah bisa mendapatkan publikasi rendah biaya. 


12. Iklan dan promosi 


Sukses usaha. Agar publik mengetahui jasa dan produk yang dijual, beriklanlah. Untuk menekan anggaran, gunakan iklan baris atau iklan kolom yang murah. 

Pasang iklan dalam waktu yang cukup, dan anggap ini sebagai investasi. Tidak selamanya iklan dan promosi mahal. Brosur, katalog, kartu nama, stiker, adalah instrumen baku. 

Ambilah bagian dalam sponsorisasi aneka kegiatan olah raga atau amal untuk meningkatkan brand awareness. 


13. Ikutlah Ekspo Bisnis 


Ikutlah berbagai pameran untuk berpromosi. Di sini segala keunggulan dan keunikan produk bisa dilihat banyak orang. 

Inilah kesempatan untuk memperluas networking bisnis, bertemu pelanggan potensial, dan memperoleh feedback langsung dari konsumen. 

Jika beruntung, dapat menarik minat investor besar. Dengan penataan stand yang menawan, serta keramahan, hal ini akan menarik minat banyak pengunjung. 


14. Fleksibel 


Sukses usaha. Bisa saja sebuah bisnis memiliki prospek dan cara-cara yang sedang dikerjakan sekarang. di pakai untuk menjalankannya. 

Namun jangan lupa, bersiaplah untuk melakukan banyak modifikasi rencana dan inovasi strategi. 

  • Tinggalkan cara-cara :
  • yang sudah terbukti tidak memberikan hasil
  • jangan memaksakan keyakinan diri sendiri
  • Bisa mengevaluasi kinerja bisnis
  • peka dengan perubahan trend
  • pandai menangkap peluang
  • serta berani ambil risiko, adalah karakter para entrepreneur umumnya. 



Sebagai penutup, diucapkan terima kasih telah meluang waktunya untuk membaca artikel Sukses usaha - Mulai dari "Nol"

Untuk melengkapi pemahaman tentang Sukses usaha, silahkan tonton video dibawah ini.

Semoga artikel ini memberi manfaat serta menginspirasi. Bila ada yang ingin mendiskusikan bisa mengklik  " Contact "




Tips Memulai Usaha 
(Cara Memulai Usaha dari Nol)







Sukses usaha - Mulai dari "Nol"
Sukses  usaha


Comments

gankoko

Kas Kecil – Pengelolaan yang baik | Bagian 1

Diversifikasi produk - Kapan waktunya yang tepat | Bagian 1

Menghadapi persaingan – strategi yang efektif | Bagian 1

Penyehatan usaha - yang sedang terpuruk | Bagian 1

Keberhasilan berbisnis - Faktor kegagalan | Bagian 1

Strategi bisnis yang cantik

Menciptakan bisnis - peluang usaha baru | Bagian 1

Taktik bisnis - Strategi yang tepat | Bagian 1

Penyusunan anggaran – Penting untuk perusahaan

Studi kelayakan - Penting untuk bisnis | Bagian 1