Saturday, October 31, 2020

Analisa laporan keuangan dengan pembanding || Bagian 2

Analisa laporan keuangan dengan pembanding || Bagian 2, analisa laporan keuangan sebagai dasar pengambilan keputusan bagi pihak yang berkepentingan.

Metode dan teknik analisa laporan keuangan mempunyai tujuan agar data dapat lebih dimengerti sehingga laporan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan bagi pihak-pihak yang berkepentingan.

Memiliki Strategi bisnis yang Cantik untuk bisnis adalah merupakan kunci sukses dengan menetrapkan dan menentukan strategi bisnis secara konsesiten agar terhindar dari gagal manajemen.


Baca juga : Artikel yang terkait


Menjadi seorang Enterpreneur pastinya memiliki Strategi serta memiliki taktik yang jitu dan cerdas dalam berbisnis. Naluri seorang entrepreneur yang kreatif dan memiliki perspektif tentang mengkelola  bisnis.


Enterpreneur memiliki perspektif bagaimana cara merealisasikan ide bisnisnya serta bagaimana cara mengelola bisnis yang baik dan konsisten.


Tak lupa di ucapkan Terima kasih, telah berkunjung di artikel ini. Mohon kiranya mau memberikan komentar di akhir artikel ini.


Baca juga : Cara mengelola cash flow yang efektif untuk bisnis


Analisa laporan keuangan dengan pembanding || Bagian 2
Analisa laporan keuangan 2 || Metode analisa dengan pembanding


Metode analisa laporan keuangan


Analisa laporan keuangan dengan pembanding || Bagian 2Metode dan teknik analisa manapun yang digunakan, kesemuanya adalah permulaan dari proses analisa yang diperlukan untuk menganalisa laporan keuangan.


Setiap metode analisa mempunyai tujuan yang sama, untuk membuat agar data dapat lebih dimengerti sehingga dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan bagi pihak-pihak yang berkepentingan.



1. Analisis Perbandingan


Neraca menunjukkan aktiva, hutang dan modal perusahaan pada suatu saat tertentu, dengan demikian neraca yang diperbandingkan menunjukkan aktiva, hutang serta modal perusahaan pada dua tanggal atau lebih untuk satu perusahaan.


Pada tanggal tertentu untuk dua perusahaan yang berbeda. Dengan membandingkan neraca dua tanggal atau lebih akan dapat diketahui perubahan-perubahan yang terjadi.


Perubahan penting diketahui karena akan menunjukkan sampai seberapa jauh perkembangan keadaan keuangan perusahaan dimana perubahan-perubahan di dalam neraca dalam suatu periode mungkin disebabkan karena :


  • Laba/rugi yang bersifat operasionil maupun yang incidental
  • Diperolehnya aktiva baru maupun adanya perubahan bentuk aktiva
  • Timbulnya atau lunasnya hutang maupun adanya perubahan bentuk hutang yang satu dengan yang lainnya.
  • Pengeluaran atau pembayaran atau penarikan kembali modal saham (adanya penambahan modal atau pengurangan modal)

laporan rugi laba menunjukkan penghasilan-penghasilan yang diperoleh perusahaan, biaya-biaya yang terjadi serta laba atau rugi netto sebagai hasil dari operasi perusahaan selama periode tertentu, sehingga laporan keuangan rugi laba yang diperbandingkan menunjukkan penghasilan. 


Biaya, laba atau rugi netto dari hasil operasi perusahaan dalam dua periode atau lebih. Laporan keuangan dianalisa dengan mengadakan pembandingan dari laporan-laporan selama beberapa periode.


Maka analisa yang demikian dinamakan analisa horizontal atau analisa dinamis. Apabila laporan keuangan yang dianalisa hanya meliputi satu periode saja, analisa yang demikian itu disebut dengan analisa vertical atau analisa statis. 


Dengan menggunakan analisa yang dinamis akan diperoleh hasil analisa yang lebih memuaskan, karena dengan laporan keuangan yang diperbandingkan untuk beberapa periode akan diketahui sifat dan tendensi perubahan yang terjadi dalam perusahaan tersebut. 


Dalam metode analisa pembandingan ini dapat ditunjukkan dalam :


  • Data absolute atau jumlah-jumlah dalam rupiah
  • Kenaikan atau penurunan dalam jumlah rupiah
  • Kenaikan atau penurunan dalam prosentase
  • Perbandingan yang dinyatakan dalam ratio
  • Dinyatakan dalam prosentase dari total


Keuntungan utama dapat diketahui pertambahan atau pengurangan ini adalah bahwa perubahan yang besar akan terlihat dengan jelas, dan dapat segera diadakan penyelidikan atau analisa lebih lanjut dan menunjukkan sampai beberapa jauh perkembangan keadaan keuangan dan hasil-hasil yang dicapai.


Prosentase dapat dihitung dengan membagi jumlah pertambahan atau pengurangan dari setiap pos dengan jumlah yang terdapat dalam laporan tahun sebelumnya atau yang dijadikan pembanding (tahun dasar). 


Apabila data tahun pembandingnya kosong atau negative maka perubahan dalam prosentase tidak dapat ditentukan, begitu pula kalau data yang dibandingkan negative maka prosentase perubahan tidak dapat ditentukan.


Namun kalau data pembandingnya data nilainya sedang data yang diperbandingkan kosong maka perubahan dalam prosentase masih dapat ditentukan. Ratio dihitung dengan membagi jumlah rupiah tiap pos dari tahun yang diperbandingkan daengan tahun pembanding atau tahun dasar. 


Prosentase dari total dihitung dengan cara membagi msaing-masing pos aktiva dengan jumlah aktivanya dan masing-masing pos pasiva dibagi dengan jumlah pasiva, sedangkan pos-pos biaya dibagi dengan jumlah penjualan bersih.


Perbandingan laporan keuangan yang menunjukkan data absolutnya saja maka kita akan mengalami kesulitan, karena sulit untuk mengetahui adanya hubungan-hubungan ataupun perubahan-perubahan yang penting diantara data-data tersebut. 


Oleh karena itu di dalam perbandingan ditunjukkan juga kenaikan atau penurunan dalam jumlah rupiah. Besarnya perubahan dalam jumlah rupiah dari tahun ke tahun sebaiknya juga diikuti dengan menentukan perubahan relatifnya yang dinyatakan dalam prosentase.


Sehingga kita mengetahui proporsi perubahan yang terjadi. Ratio yang lebih dari satu berarti bahwa dalam tahun yang dibandingkan lebih besar daripada jumlah dalam tahun pembanding atau menunjukkan adanya kenaikan.


Sebaliknya kalau ratio lebih rendah daripada satu berarti ada penurunan. Dengan diketahui prosentase dari total untuk masing-masing pos maka akan diketahui pula perubahan proporsi masing-masing pos tersebut dari period ke periode berikutnya.



2. Tahun Pembanding


Laporan keuangan yang diperbandingkan terdiri dari dua neraca atau laporan rugi laba dari dua periode, atau antara neraca dan laporan rugi laba yang direncanakan (budget) dengan realisasinya maka penentuan data pembandingnya tidak akan ditemukan kesulitan.


Data tahun sebelumnya atau data menurut budget yang digunakan sebagai pembanding. Tetapi kalau data/laporan keuangan yang diperbandingkan lebih dari dua periode atau tahun, maka yang digunakan sebagai tahun pembanding (tahun dasar)  dengan cara sebagai berikut :


  • Tahun yang paling awal digunakan sebagai tahun pembanding.
  • Perbandingan dapat dilakukan dengan data keuangan dari tahun sebelumnya.
  • Dasar pembandingnya adalah rata-rata dari jumlah kumulatif seluruh periode yang bersangkutan. 


Akan bermanfaat sekali apabila diterapkan pada laporan rugi-laba, karena penganalisa akan dapat mengetahui rata-rata dari beberapa tahun dan dapat menentukan jumlah-jumlah atau pos-pos mana yang menyimpang dari jumlah rata-rata, dan dapat segera mencari faktor-faktor penyebabnya.


Setelah diadakan perhitungan terhadap data yang diperoleh, maka langkah berikutnya dilakukan analisa terhadap perubahan-perubahan yang terjadi. Langkah dalam analisa ini dimulai dari analisa terhadap perubahan jumlah totalnya.


Analisa terhadap perubahan sub total dan kemudian diadakan analisa terhadap perubahan-perubahan yang terjadi dalam masing-masing pos, dengan membandingkan atau menghubungkan antara perubahan yang satu dengan yang lainnya.


Sehingga akan terjadi dapat ditarik kesimpulan dari hasil analisa. Jika laporan keuangan yang akan disajikan secara bulanan atau kwartalan, maka pembandingnya dapat dilakukan secara bulanan ataupun kwartalan. 


Data pembanding dapat diambil dari bulan-bulan atau kwartal yang sama dari tahun sebelumnya atau dengan memperbandingkan antara bulan atau kwartal yang satu dengan bulan atau kwartal lain dalam tahun yang sama.



Baca juga : Profesional dalam bisnis adalah kunci sukses



Analisa laporan keuangan dengan pembanding || Bagian 2
Analisa laporan keuangan 2 || Teknik dengan pembanding


Teknik analisa laporan keuangan


Analisa laporan keuangan dengan pembanding || Bagian 2Teknik analisa laporan keuangan mempunyai tujuan agar data dyang disajikan dapat lebih dimengerti.


Analisa laporan keuangan dapat dipergunakan sebagai dasar pengambilan keputusan bagi pihak-pihak yang terkait. Teknik analisa yang digunakan dalam analisa laporan keuangan adalah sebagai berikut :



1. Analisa perbandingan laporan keuangan


Adalah metode dan teknik analisa dengan cara memperbandingkan laporan keuangan untuk dua periode atau lebih dengan menunjukkan :


  • Data absolut atau jumlah-jumlah dalam rupiah
  • Kenaikan atau penurunan dalam jumlah rupiah
  • Kenaikan atau penurunan dalam prosentase
  • Perbandingan yang dinyatakan dengan ratio
  • Prosentase dari total


2. Analisa dengan metode


Analisa dengan metode ini akan dapat diketahui perubahan-perubahan yang terjadi, dan perubahan mana yang memperlukan penelitian lebih lanjut.


  • Trend atau tendensi posisi kemajuan keuangan perusahaan yang dinyatakan dalam prosentase (trend presentage analysis) adalah suatu metode atau teknik analisa untuk mengetahui tendensi dari keadaan keuangan, apakah menunjukkan tendensi tetap, naik atau turun.

  • Laporan dengan prosentase perkomponen atau common size statement, adalah suatu metode analisa untuk mengetahui prosentase investasi pada masing-masing aktiva terhadap total aktivanya, juga untuk mengetahui struktur permodalannya dan komposisi per ongkosan yang terjadi dihubungkan dengan jumlah penjualan.

  • Analisa sumber dan penggunaan modal kerja adalah suatu analisa untuk mengetahui sumber- sumber serta penggunaan modal kerja / untuk mengetahui sebab-sebab berubahnya modal kerja dalam periode tertentu.

  • Analisa sumber dan penggunaan kas (cash flow statement analysis), adalah suatu analisa untuk mengetahui sebab-sebab berubahnya jumlah uang kas atau untuk mengetahui sumber-sumber serta penggunaan uang kas selama periode tertentu.

  • Analisa ratio adalah suatu metode analisa untuk mengetahui hubungan dari pos-pos tertentu dalam neraca atau laporan laba/rugi secara individu atau kombinasi dari kedua laporan tersebut.

  • Analisa perubahan laba kotor (gross profit analysis) adalah suatu analisa untuk mengetahui sebab-sebab perubahan laba kotor suatu perusahaan dari periode ke periode yang lain atau perubahan laba kotor suatu periode dengan laba yang dibudgetkan untuk periode tertentu.

  • Analisa Break-even adalah suatu analisa untuk menentukan tingkat penjualan yang harus dicapai oleh suatu perusahaan agar perusahaan tersebut tidak menderita kerugian, tetapi juga belum memperoleh keuntungan. Dengan analisa break even ini juga akan diketahui berbagai tingkat keuntungan atau kerugian untuk berbagai tingkat penjualan.



Baca juga : Hal yang mendasarkan untuk menjalankan bisnis sendiri


Sebagai penutup, diucapkan terima kasih telah meluang waktunya untuk membaca artikel Analisa laporan keuangan dengan pembanding || Bagian 2


Silahkan lanjut ke bagian 1. Untuk melengkapi pengetahuan tentang Analisa laporan keuangan 2, maka silahkan tonton video dibawah ini.


Semoga artikel ini memberi manfaat serta menginspirasi. Bila ada yang ingin mendiskusikan bisa mengklik " Contact Us"


Baca juga : Strategi pemasaran yang efektif saat ini

 

Analisa keuangan


Baca juga :  Kemandirian berbisnis adalah langkah bijak dan berani


Analisa laporan keuangan dengan pembanding || Bagian 2
Analisa laporan keuangan 2


No comments:

Post a Comment



Terima kasih, telah membaca dan memberi komentarnya

Semoga Artikel ini memberi inspirasi dan bermanfaat.

Brokoko

Popular Posts