Sunday, June 7, 2020

Siklus akuntansi dan laporan keuangan yang wajib diketahui Pebisnis


Laporan keuangan yaitu merupakan suatu proses penyusunan laporan manajemen yang valid dan dapat diterima serta dipertanggungjawabkan validitasnya.

Siklus akuntansi adalah proses yang panjang, dimana proses ini mencakup beberapa tahapan yang harus dipenuhi guna mendapatkan hasil laporan yang baik, valid, dan akuntabel.

Blog “Strategi Bisnis yang Cantik“. Menyajikan artikel tentang Strategi bisnis untuk memenangkan persaingan dengan taktik berbisnis.



Baca juga : Artikel yang terkait


Menjadi seorang Enterpreneur pastinya memiliki Strategi serta memiliki taktik yang jitu dan cerdas dalam berbisnis. Naluri seorang entrepreneur yang kreatif dan memiliki perspektif tentang mengkelola  bisnis.

Enterpreneur memiliki perspektif bagaimana cara merealisasikan ide bisnisnya serta bagaimana cara mengelola bisnis yang baik dan konsisten.



Topik Bahasan


Siklus akuntansi yang wajib diketahui Pebisnis

1. Pengertian Siklus Akuntansi
2. Siklus Akuntansi

  • Identifikasi Transaksi
  • Analisis Transaksi
  • Pencatatan Transaksi Kedalam Jurnal
  • Posting Buku Besar
  • Penyusunan Neraca Saldo
  • Penyusunan Jurnal Penyesuaian
  • Penyusunan Neraca Saldo Setelah Penyesuaian
  • Penyusunan Laporan Keuangan
  • Penyusunan Jurnal Penutup
  • Penyusunan Neraca Saldo Setelah Penutupan (Opsional) 
  • Penyusunan Jurnal Pembalik (Opsional)
3. Siklus akuntansi bukan hanya proses untuk pembuatan laporan keuangan.

Laporan Keuangan yang wajib diketahui Pebisnis

1. Definisi dan Fungsi
2. Bagi Manajemen
3. Keputusan Manajemen
4. Pemakai Laporan Keuangan

  • Pihak Internal Perusahaan
  • Pihak Eksternal Perusahaan
5.  Tujuan Laporan Keuangan
6.  Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan
7.  Dapat Dipahami
8.  Relevan
9.  Keandalan
10.Dapat diperbandingkan
11.Jenis laporan

  • Neraca
  • Laporan Perhitung Laba Rugi
  • Pengertian Laporan Perubahan Modal
  • Laporan Arus Kas

Tak lupa di ucapkan Terima kasih, telah berkunjung di artikel ini. Mohon kiranya mau menshare dan meninggalkan komentar serta kritik di akhir artikel ini.




Siklus akuntansi dan laporan keuangan yang wajib diketahui Pebisnis
Siklus akuntansi dan laporan keuangan yang wajib diketahui Pebisnis




Siklus akuntansi yang wajib diketahui


Untuk mendapatkan hasil laporan keuangan yang valid, dan akuntabel harus melalui beberapa proses akuntansi yang panjang serta mencakup beberapa tahapan. Tahapan ini dsebut sebagai siklus akuntansi.


1. Pengertian Siklus Akuntansi


Pengertian siklus akuntansi adalah sebuah proses penyusunan laporan keuangan yang dapat diterima dan dipertanggungjawabkan validitasnya.

Pada umumnya perusahaan kecil, saat ini masih banyak yang sepertinya belum memahami siklus akuntansi, laporan keuangan yang mereka buat hanya baru sebatas pencatatan sederhana saja yaitu sebatas pencatatan jumlah pengeluaran dan pemasukan.

Sesungguhnya siklus akuntansi lebih komplek dan mendalam dibanding itu. untuk mendapatkan Informasi pemasukan dan pengeluaran belum dapat dijadikan sebagai dasar untuk pengambilan keputusan, khususnya yang berkaitan dengan operasional perusahaan.

Ada baiknya pengusaha atau pemilik perusahaan memahami siklus akuntansi dan mengaplikasikannya ke dalam perusahaan.


Siklus akuntansi merupakan proses penyusunan suatu laporan keuangan yang dapat dipertanggungjawabkan serta dapat diterima secara umum.

Penyusunan akuntansi harus dimulai dan memenuhi :

  • Kaidah akuntansi
  • Prinsip-prinsip
  • Prosedur
  • Metode
  • Dan teknik

Hal-hal tersebut yang berada di dalam lingkup akuntansi sepenuhnya harus dicatat dalam suatu periode tertentu. Dengan informasi yang akurat dan valid, maka pengembangan usaha pun menjadi lebih cepat untuk dilakukan

Siklus akuntansi selalu diawali dengan aktivitas transaksi, proses akuntansi dan sampai dengan pembuatan laporan keuangan. Selanjutnya proses dilanjutkan dengan adanya saldo yang ditutup dengan adanya jurnal penutup serta jurnal pembalik.

Pada dasarnya siklus akuntansi itu sama. Meskipun pengertian akuntansi yang baru saja digambarkan sebelumnya mengacu pada proses akuntansi dalam sistem manual. Terlepas apakah menggunakan sistem berbasis komputer.atau dengan cara manual.

Aktivitas usaha yang berkaitan dengan keuangan akan menjadi lebih efektif. manakala perusahaan bisa menerapan siklus akuntansi secara konsisten dan benar. Pada dasarnya siklus akuntansi di berbagai bidang perusahaan sama.

Menerapan siklus akuntansi padasarnya sama baik itu untuk perusahaan dagang, jasa, maupun perusahaan manufaktur. Untuk mengambil keputusan kan menjadi lebih tepat karena didasari oleh informasi keuangan yang valid atau nyata.




2. Siklus Akuntansi


Aktivitas pengumpulan dan pengolahan data akuntansi secara sistematik dalam satu periode akuntansi tersebut dikenal sebagai proses akuntansi atau siklus akuntansi. Tujuan pokok adalah akuntansi menyediakan informasi yang bermanfaat untuk pengambilan keputusan.

Untuk dapat menghasilkan informasi yang sesuai dengan harapan, pelaksana melakukan serangkaian kegiatan berupa pengumpulan dan pengolahan data akuntansi secara prosedur yang benar dan sistematik selama periode berjalan, biasanya selama satu tahun.


Identifikasi Transaksi

Langkah-langkah awal dalam siklus akuntansi adalah mengidentifikasi transaksi. pelaksan harus mengidentifikasi transaksi sehingga dapat dicatat dengan benar sesuai waktunya.

Semua transaksi dapat dicatat, transaksi yang mengakibatkan perubahan posisi keuangan perusahaan dan dapat dinilai ke dalam unit moneter. Transaksi yang akan dicatat juga harus memiliki bukti sebagai pendukung.

Jika tidak ada bukti maka transaksi tidak dapat dicatat dan dilaporkan dalam laporan keuangan. Bukti transaksi biasanya berupa kuitansi, nota (voucher), faktur, bukti kas keluar, memo, dan lain sebagainya. Bukti-bukti tersebut tentu saja harus sah dan terverifikasi.


Analisis Transaksi

Setelah mengidentifikasi transaksi, Pelaksana harus menentukan dan memproses sesuai prosedur akuntansi yang benar, agar hasilnya yang berupa laporan posisi keuangan valid dan dapat diyakini benar. Untuk mudahnya dapat menggunakan persamaan matematis : 



Aktiva = Kewajiban + Modal.

Sistem pencatatan adalah berpasangan (double-entry system), yaitu setiap transaksi yang dicatat akan berefek terhadap posisi keuangan, bila dicatat didebit maka lawannya kredit dalam jumlah yang sama.Begitu juga sebaliknya.

Setiap transaksi selalu mempengaruhi, yang terpengaruhi sekurang-kurangnya satu, dua, atau lebih rekening pembukuan.


Pencatatan Transaksi Kedalam Jurnal

Setelah informasi transaksi diperiksa, lalu dicatat secara runut di buku jurnal. Jurnal adalah suatu catatan kronologis tentang jumlah transaksi yang terjadi dalam suatu periode akuntansi.

Proses pencatatan transaksi kedalam jurnal disebut penjurnalan (journalizing).  Terdapat dua macam jenis jurnal, jurnal umum dan jurnal khusus. Jurnal umum dikenal dengan istilah jurnal saja. 

Sedangkan, jurnal khusus, diselenggarakan untuk meningkatkan efisiensi pencatatan terhadap transaksi yang berulang. Contohnya seperti jurnal penjualan, jurnal pembelian, jurnal penerimaan kas, dan lainnya.

Biasanya pencatatan transaksi dimasukan kedalam satu rekening yang didebet dan lawannya di rekening kredit.


Posting Buku Besar

Langkah selanjutnya mem-posting jurnal transaksi yang sudah dicatat dalam ke dalam buku besar. Buku besar adalah kumpulan rekening-rekening pembukuan yang masing-masing digunakan untuk mencatat transaksi.

Pada umumnya, perusahaan memiliki daftar susunan rekening buku besar chart of accounts. Masing-masing nama rekening diberi nomor (kode), untuk memudahkan dalam mengidentifikasi dan membuat cross-reference dengan pencatatan transaksi di dalam jurnal.


Penyusunan Neraca Saldo

Neraca saldo adalah daftar saldo rekening buku besar untuk periode tertentu. Cara menyusun neraca saldo sangat mudah, hanya memindahkan saldo yang ada di buku besar ke dalam neraca saldo untuk disatukan.

Total saldo pada neraca saldo harus sama jumlahnya antara Debet dan Kreitnya. Jika jumlah saldo debit tidak sama dengan jumlah yang ada di kredit maka dikatakan bahwa neraca saldo tidak sama atau tidak balance, yang berarti masih terdapat kesalah dalam memposting.

Jika demikian, maka pelaksana harus mencari kesalahan tersebut hingga total saldonya sama (balance) antara jumlah debet dengan jumlah kreditnya, hal tersebut harus dilakukan sebelum laporan disusun.


Penyusunan Jurnal Penyesuaian

Bila pada akhir periode masa akuntansi, terdapat transaksi yang belum tercatat, atau ada transaksi yang salah, atau ada saldo salah dan perlu disesuaikan, maka harus dibuatkan transaksi atau dibuat ayat jurnal penyesuaian (AJP).

Penyesuaian-penyesuaian pada umumnya dilakukan secara periodik atau pada saat laporan keuangan akan disusun. Pencatatan penyesuaian sama seperti pencatatan transaksi umumnya.

Transaksi penyesuaian pada umumnya dicatat pada jurnal penyesuaian dan kemudian dibukukan kedalam buku besarnya.


Penyusunan Neraca Saldo Setelah Penyesuaian

Pada tahap ini hanya perlu menyusun neraca saldo kedua dengan cara memindahkan saldo yang telah disesuaikan pada buku besar ke dalam neraca saldo yang baru.

Saldo-saldo buku besar tersebut untuk membuat daftar rekapitulasi buku besar (Neraca saldo). Kemudian Neraca saldo tersebut siap disajikan untuk menjadi laporan keuangan. Hasil akhir proses akuntansi adalah berupa laporan keuangan yang disusun secara akrual basis.

Saldo dari akun-akun buku besar dikelompokan kedalam kelompok Neraca dan kelompok Laba / rugi. Saldo antara kelompok aktiva dan pasiva pada neraca saldo ini juga harus seimbang (balance).

Walau jumlah saldonya sama atau seimbang, hal tersebut belum tentu benar tetapi saldo yang benar pasti seimbang.


Penyusunan Laporan Keuangan

Berdasarkan neraca saldo setelah penyesuaian (balance sheet) , tahap selanjutnya yaitu menyusun laporan keuangan. Laporan keuangan yang disusun seperti :



  • Neraca, dapat digunakan memprediksi likuiditas, solvensi, dan fleksibilitas.
  • Laporan laba rugi, untuk menggambarkan kinerja perusahaan.
  • Laporan perubahan modal, untuk melihat perubahan modal yang telah terjadi.
  • Laporan arus kas, memberikan informasi yang relevan mengenai kas keluar dan kas masuk pada periode berjalan.


Penyusunan Jurnal Penutup

Setelah membuat laporan keuangan, Pelasana membuat jurnal penutup. Jurnal penutup hanya dibuat pada akhir periode akuntansi. Rekening yang ditutup hanya rekening-rekening nominal dan rekening-rekening laba-rugi.

Caranya adalah dengan me-nihilkan atau membuat nol rekening terkait. Rekening-rekening nominal harus ditutup karena rekening tersebut digunakan untuk mengukur aktivitas atau aliran sumber yang terjadi pada periode berjalan.

Pada akhir periode akuntansi, rekening nominal sudah selesai menjalankan fungsinya sehingga harus ditutup. Selanjutnya, pada periode berikutnya dapat digunakan kembali untuk mengukur aktivitas yang baru dan mulai terjadi.


Penyusunan Neraca Saldo Setelah Penutupan (Opsional)

Pada langkah ini, pelaksana menyusun neraca saldo setelah penutupan. Neraca saldo ini adalah daftar (rekapitulasi) saldo rekening buku besar setelah dibuatnya jurnal penutup. Oleh karena itu neraca saldo ini hanya memuat saldo rekening-rekening permanen saja.

Tujuan pembuatan neraca saldo setelah penutupan adalah untuk memperoleh keyakinan bahwa saldo yang seimbang sudah valid dan benar. Penyusunan neraca saldo ini tidak wajib hanya bersifat opsional.


Penyusunan Jurnal Pembalik (Opsional)

Tujuan dari jurnal pembalik adalah untuk menyederhanakan prosedur dalam pencatatan transaksi tertentu agar terjadi secara repetitif pada periode berikutnya. Karena tujuannya adalah untuk menyederhanakan maka tahap terakhir ini juga bersifat opsional.

Jurnal pembalik pada umumnya dibuat pada awal periode akuntansi berikutnya. Caranya dengan membuat jurnal pembalik dari ayat jurnal penyesuaian (AJP) yang telah dibuat.

Membalikan akun yang telah dibuat pada ayat jurnal penyesuaian (AJP) dari yang awalnya debit menjadi kredit dan dari yang awalnya kredit menjadi debit.

Siklus akuntansi adalah merupakan proses suatu aktivitas yang dimulai dari analisis dan pencatatan transaksi, serta berakhir dengan persiapan untuk aktivitas periode akuntansi selanjutnya melalui pembuatan jurnal penutup.


Siklus akuntansi bukan hanya proses untuk pembuatan laporan keuangan.

Dengan pemanfaatan perkembangan teknologi komputer atau dengan bantuan software akuntansi. Sangat berdampak positif. Siklus akuntansi yang panjang dan yang jumlah transaksinya banyak dapat dibuat dengan mudah dan cepat.

Maka dengan demikian, direkomendasikan untuk menggunakan software akuntansi agar dapat membantu dalam melakukan proses akuntansi dengan cepat, mudah, dan aman.

Hanya memasukan atau mengentry transaksi perusahaan, maka secara otomatis Jurnal akan memprosesnya dan menghasilkan laporan keuangan yang benar dan tepat serta sesuai dengan yang di inginkan.

Didalam system jurnal juga pasti memiliki fitur-fitur lain untuk membantu dalam mengentry transaksi keuangan perusahaan.







Siklus akuntansi dan laporan keuangan yang wajib diketahui Pebisnis
Siklus akuntansi yang wajib diketahui Pebisnis || Laporan keuangan




Laporan Keuangan yang wajib diketahui




1. Definisi dan fungsi


Laporan keuangan adalah merupakan dokumen yang menunjukkan kondisi finansial suatu perusahaan dalam periode tertentu. Laporan keuangan berfungsi untuk :

  • Membantu perusahaan dalam proses pengambilan keputusan. Informasi mengenai kondisi keuangan perusahaan dan dapat membantu perusahaan sebagai bahan evaluasi serta perbandingan atas dampak keuangan yang terjadi akibat suatu keputusan. 
  • Memprediksi pertumbuhan bisnis di masa depan. mengukur dan dapat menilai kondisi bisnis di masa sekarang dan mengatur strategi perusahaan, bagaimana kondisi perusahaan yang diinginkan di masa yang akan datang.
  • Menilai aktivitas pendanaan dan operasi perusahaan. Informasi yang didapat dari laporan keuangan, Laporan keuangan juga dapat membantu perusahaan dalam menilai aktivitas investasi dan kemampuan operasional pada satu periode tertentu.

Ada beberapa jenis laporan keuangan yang perlu di pahami sesuai dengan standar akuntansi keuangan yang berlaku di Indonesia.




2. Bagi Manajemen


Bagi manajemen Laporan Neraca dan laporan perhitungan Laba/rugi adalah informasi untuk membuat dasar perencanaan dan pengendalian kegiatan entitasnya, dan dicermati secara khusus.

Informasi yang tersaji di dalam neraca menyangkut posisi kekayaan entitas dan sumber pembiayaan dalam perolehan kekayaan terkait dalam suatu periode operasi (kuartal, semester atau tahunan) yang telah lalu.

Keputusan yang diambil manajemen atas dasar berbagai unsur-unsur yang ada di neraca, dengan mempertimbangkan informasi periode operasi yang lalu, di dalamnya akan dapat mengubah posisi keuangan entitas pada periode operasi selanjutnya.

Neraca bagi manajemen adalah:

  • Sebagai alat pertimbangan dalam rapat-rapat perencanaan dan pengendalian perusahaan
  • Sebagai alat pertimbangan dalam pemecahan persoalan dan pengambilan keputusan atas masalah strategis perusahaan.


3. Keputusan Manajemen


Manajemen dalam menyikapi informasi pada aset dari neraca "belum tentu seperti itu", tetapi terhadap jumlah kewajiban-kewajiban sebagai angka-angka "sudah pasti". Pertimbangan serta keputusan manajemen akan lebih fokus ke aset yang "belum tentu" itu.

Untuk memelihara dan meningkatkan likuiditas entitas. Hanya dalam keadaan terpaksa,  misalnya karena kesulitan likuiditas, manajemen akan mengevaluasi sisi kewajiban, misalnya untuk penjadwalan ulang pembayaran utang-utang perusahaan.

Keputusan taktis operasional manajemen setelah mempertimbangkan angka-angka yang ada pada neraca biasanya lebih berfokus di pos-pos aset lancar dan kadang juga di aset tetap. Sedangkan keputusan strategis akan lebih menyangkut pada pos-pos investasi.



Siklus akuntansi dan laporan keuangan yang wajib diketahui Pebisnis
Laporan Keuangan yang wajib diketahui Pebisnis




4. Pemakai Laporan Keuangan


Pembuatan laporan keuangan dapat dikatakan wajib hukumnya untuk perusahaan perusahaan skala besar, perusahaan menengah bahkan skala kecil. Banyak pihak yang membutuhkannya.

Siapa saja pengguna laporan keuangan ?

Pihak yang membutuhkan laporan keuangan yaitu pihak internal dan pihak eksternal perusahaan atau pihak lainnya yang ada diluar perusahaan.


Pihak Internal Perusahaan

Pihak internal perusahaan merupakan pihak yang secara langsung berkaitan dengan aktivitas operasional perusahaan.

Terutama oleh pemilik (owner) Direktur, manajer, divisi apapun itu !

Laporan keuangan sangat penting, laporan keuangan digunakan untuk dasar mengambil keputusan kebijakan dalam operasi perusahaan. Baik itu keputusan keputusan strategis perusahaan dan rencana yang akan dijalankan untuk memaksimalkan keuntungan.


Pihak Eksternal Perusahaan

Banyak sekali pengguna laporan keuangan untuk pihak eksternal perusahaan. Menurut Standar Akuntansi Keuangan yang dirilis oleh IAI tahun 2002:2-3, pengguna laporan keuangan dari luar perusahaan berikut diantaranya :



  • Investor

Seorang investor atau penanam modal dalam perusahaan juga dengan para penasihatnya berkepentingan atas laporan keuangan, yaitu untuk mengetahui hasil dari investasi mereka. Serta segala resiko yang melekat dan mungkin akan ditimbulkan dari investasi yang telah mereka keluarkan. 

Kepentingannya sangat sederhana, yaitu untuk mendapatkan laba. Dan untuk memutuskan apakah tetap akan menjadi investor, mengurangi jumlah kepemilikan saham atau bahkan menarik diri (dengan menjual saham) dari perusahaan.

Investor juga memerlukan informasi mengenai kemampuan perusahaan dalam membayar deviden untuk mereka.



  • Karyawan

Informasi Tingkat profitabilitas dan tingkat kestabilitas suatu perusahaan.sangat dibutuhkan oleh karyawan perusahaan atau kelompoknya yang mewakilinya suara mereka. karyawan membutuhkan informasi kemampuan perusahaan dimana mereka berkerja.

Karyawan ingin tahu juga informasi perusahaan dalam memberikan tingkat upah, gaji serta
tentang informasi kesempatan kerja dan informasi manfaat pensiun mereka.



  • Kreditur

Pemberi pinjaman ini bisa dari Bank atau lembaga lain bukan Bank atau individu dan entitas lainnya. Dalam memberi pinjaman (kreditur) ingin menhetahui apakah dana yang disalurkan berupa pinjaman serta bunganya dapat kembali saat sudah jatuh tempo nanti.



  • Kreditor usaha dan Rekanan (Pemasok)

Kreditor usaha juga sangat memerlukan informasi untuk kepentingan mereka, manakala perusahaan yang mereka utangi adalah pelanggan yang mampu membayar utangnya. Perusahaan pemasok sangat bergantung pada perusahaan yang diberinya hutang.

Rekanan (Pemasok) seperti rekanan bahan baku dan sebagainya bagi perusahaan juga sangat membutuhkan laporan keuangan untuk mengambil keputusan apakah jumlah nominal yang terutang akan terbayarkan saat tiba jatuh tempo nanti.



  • Pemerintah

Pemerintah dominan dengan kepentingannya tentunya. Pemerintah butuh laporan keuangan dari perusahaan untuk kepentingan dalam mengatur aktivitasnya yang berkaitan dengan kepentingan pajak.

Kepentingan pemerintah lainnya adalah untuk menyusun data data statistik dan serta untuk kepentingan pemerintah lainnya yang utamanya adalah dalam menetapkan kebijakan pajaknya.



  • Pelanggan

Pelanggan juga membutuhkan informasi laporan keuangan perusahaan, kebutuhan informasi tentang kelangsungan hidupnya. Bila pelanggan terlibat dalam suatu perjanjian jangka panjang dengan perusahaan.



  • Masyarakat

Masyarakat membutuhkan informasi laporan keuangan perusahaan, yaitu tentang pengaruh perusahaan terhadap masyarakat. Misalnya jumlah orang yang menjadi pekerja di perusahaan dan perlindungan untuk penanam modal dalam negeri.

Informasi keuangan perusahaan bisa membantu masyarakat menyediakan info atau trend perkembangan terakhir tentang rangkaian aktivitas perusahaan.




Siklus akuntansi dan laporan keuangan yang wajib diketahui Pebisnis
Laporan keuangan || Trend perkembangan terakhir aktivitas perusahaan.


5. Tujuan Laporan Keuangan


Tujuan laporan keuangan menurut Standar Akuntansi Keuangan yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan.

Laporan keuangan bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan. Tujuan penysunan laporan keuangan adalah untuk memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pemakai.

Tujuan Laporan keuangan yaitu untuk menggambarkan kejadian masa lalu, dan tidak diwajibkan untuk menyediakan informasi nonkeuangan. Laporan keuangan tidak memberikan semua informasi yang mungkin dibutuhkan pemakai dalam mengambil keputusan ekonomi.

Laporan keuangan juga menunjukan apa yang telah dilakukan manajemen, atau dengan kata lain adalah pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya.

Pemakai yang ingin mengetahui apa yang telah dilakukan atau pertanggungjawaban manajemen. Laporan keuangan dibuat agar dapat membuat keputusan ekonomi.

Laporan keuangan untuk dapat memutuskan apakah menahan atau menjual investasi mereka dalam perusahaan atau juga untuk memutuskan apakah mengangkat kembali atau mengganti manajemen.




6. Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan


Karakteristik kualitatif merupakan ciri khas yang membuat informasi dalam laporan keuangan berguna bagi pemakai. Laporan keuangan terdapat karakteristik kualitatif pokok.




7. Dapat Dipahami


Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan dapat dipahami, beserta bentuk dan istilahnya yang dapat disesuaikan dengan batas para pengguna.




8. Relevan


Laporan keuangan dianggap relevan, jika informasi yang disajikan dapat mempengaruhi keputusan pengguna.




9. Keandalan


Informasi dalam laporan keuangan bebas dari pengertian yang menyesatkan dan kesalahan.




10. Dapat diperbandingkan


Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan akan lebih berguna bila dapat diperbandingkan dengan laporan keuangan pada periode sebelumnya.



Siklus akuntansi dan laporan keuangan yang wajib diketahui Pebisnis
tahapan yang harus dipenuhi guna bisa mendapatkan hasil laporan keuangan yang baik, valid, dan akuntabel.




11. Jenis laporan


== > Neraca

Akuntansi keuangan adalah suatu entitas yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menunjukkan posisi keuangan entitas tersebut pada akhir periode tersebut.

Di dalam akuntansi keuangan, Neraca atau laporan posisi keuangan ( balance sheet atau statement of financial position) adalah bagian dari laporan keuangan.

Neraca terdiri dari tiga unsur, yaitu aset, liabilitas, dan ekuitas yang dihubungkan dengan persamaan akuntansi berikut 
:



aset = liabilitas + ekuitas

Informasi yang dapat disajikan di dalam neraca antara lain posisi sumber kekayaan entitas dan sumber pembiayaan untuk memperoleh kekayaan entitas tersebut dalam suatu periode akuntansi (triwulanan, semesteran, atau tahunan).


Pernyataan standar keuangan

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 1 yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia disebutkan di dalam neraca :

  • Perusahaan menyajikan aset lancar terpisah dari aset tidak lancar dan kewajiban jangka pendek terpisah dari kewajiban jangka panjang kecuali untuk industri tertentu diatur dalam PSAK khusus. Aset lancar disajikan menurut urutan likuiditas sedangkan kewajiban disajikan menurut urutan jatuh tempo.
  • Perusahaan harus mengungkapkan informasi jumlah setiap aset yang akan diterima dan kewajiban yang dibayarkan sebelum dan sesudah dua belas bulan dari tanggal neraca.
  • Apabila perusahaan menyediakan barang atau jasa dalam siklus operasi perusahaan yang dapat diidentifikasi dengan jelas, maka klasifikasi aset lancar dan tidak lancar serta kewajiban jangka pendek dan jangka panjang dalam neraca memberikan informasi yang bermanfaat dengan membedakan aset bersih sebagai modal kerja dengan aset yang digunakan untuk operasi jangka panjang.


Prinsip

Neraca menunjukkan angka-angka yang secara keseluruhan menunjukkan keseimbangan prinsip dari tiga unsur, yaitu aset, kewajiban, dan modal dalam rumus persamaan :



aset = kewajiban + modal


Cara penyajian

Neraca bisa disajikan dalam dua bentuk:

  • Bentuk skontro (account form), yang membagi halaman menjadi dua dan sebelah kiri untuk melaporkan posisi aset atau aktiva, sedang sebelah kanan untuk melaporkan posisi kewajiban dan modal.
  • Bentuk vertikal (vertical form) yang menyajikan informasi keuangan dari atas ke bawah, dengan urutan mulai dari aset atau aktiva, lalu kewajiban dan modal.


Isi

Informasi yang disajikan neraca sama saja, bagaimanapun bentuk yang dipilih, yaitu:

Total Aset atau ’’Aktiva’’ terdiri dari komponen-komponen:

  • Aset Lancar
  • Investasi
  • Aset Tetap
  • Aset Tak Berwujud
  • Aset Lain-lain


Total " Kewajiban " yang terdiri dari komponen-komponen :

  • Kewajiban lancar
  • Kewajiban jangka panjang
  • Kewajiban lain-lain
  • Kewajiban yang disubordinasikan


" Modal " yang terdiri dari komponen-komponen:

  • Modal saham
  • Agio saham
  • Laba ditahan
  • Laba tahun berjalan
  • Selisih Penilaian kembali aktiva tetap.



Siklus akuntansi dan laporan keuangan yang wajib diketahui Pebisnis
Laporan keuangan || Perhitungan Laba rugi suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akutansi


==> Laporan Perhitung Laba Rugi


Laporan laba rugi (Income Statement atau Profit and Loss Statement) adalah bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akutansi.

yang menjabarkan unsur-unsur pendapatan dan beban perusahaan sehingga menghasilkan suatu laba (atau rugi) bersih.

Laporan laba rugi yang disusun perusahaan, strukturnya terdiri dari pendapatan dalam periode berjalan dan semua beban, baik beban usaha maupun beban diluar usaha, dalam periode berjalan.


Unsur-unsur laporan laporan laba rugi biasanya terdiri dari :




Pendapatan dari penjualan
(Dikurangi Beban pokok penjualan)

Laba/rugi kotor

(Dikurangi Beban usaha)

Laba/rugi usaha

(Ditambah atau dikurangi Penghasilan/beban lain)

Laba/rugi sebelum pajak

(Dikurangi Beban pajak)

Laba/rugi bersih



Penyusunan Laporan Laba Rugi

Berikut langkah penyusunan laporan perhitungan laba rugi rusahaan:


Langkah 1.

Buat terlebih dahulu jurnal transaksi, Jika terkait dengan perhitungan laba rugi, maka menggunakan akun-akun pendapatan, beban, dan turunannya.


Langkah 2.

Posting transaksi ke dalam buku besar.


Langkah 3.

Perhitungan laporan laba-rugi dalam rangkaian siklus akuntansi disusun setelah neraca saldo, transaksi-transaksi serta jurnal penyesuaian disusun (setelah penyusunan kertas kerja) atau dalam bentuk neraca lajur.


Langkah 4.


Mengapa peperhitungan laporan laba-rugi disusun setelah kertas kerja ?  Hal ini sumber dalam perhitungan laporan laba-rugi berasal dari kolom laba-rugi yang terdapat pada kertas kerja.

Untuk dapat menyusun perhitungan laporan laba-rugi perusahaan, hanya perlu mengutip semua saldo-saldo akun pendapatan dan beban dalam kolom laba-rugi yang terdapat pada kertas kerja.


Langkah 5.

Sebelum memulai menyusun perhitungan laporan laba rugi perusahaan, perlu diketahui format perhitungan laporan laba-rugi, secara sederhana formatnya adalah pada atas laporan harus dituliskan identitas perusahaan.

Jenis laporan yang disajikan (yaitu perhitungan laporan laba-rugi) dan periode, setelah itu di bawahnya memuat 3 komponen pokok yaitu pendapatan total, beban total dan laba atau rugi.

Jadi ketiga komponen tersebutlah yang menjadi inti laporan laba-rugi yang akan ditampilkan dalam perhitungan laporan laba-rugi perusahaan.


Langkah 6.

Komponen pendapatan dan biaya dapat dikutip dari kertas kerja dalam kolom laba-rugi sedangkan komponen laba atau rugi merupakan selisih dari total pendapatan dan total beban (selisih komponen 1 dan 2).

Apabila total pendapatan lebih besar dari pada total beban maka akan terjadi laba sebaliknya apabila total pendapatan lebih kecil dari total beban maka akan terjadi rugi.


Langkah 7.

Jika laporan perhitungan laba rugi ini sudah jadi, maka pihak yang berkepentingan dapat menilai kinerja perusahaannya.


Tujuan Pembuatan Laporan Laba Rugi Perusahaan

Adapun tujuan dari perhitungan laporan laba rugi perusahaan adalah sebagai berikut :



  • Mengetahui besaran pajak yang akan dibebankan kepada Pengusaha.
  • Mengevaluasi dan menghitung history perolehan laba-rugi tiap waktu.
  • Mengecek efisiensi usaha berdasarkan nilai biaya usaha.



Siklus akuntansi dan laporan keuangan yang wajib diketahui Pebisnis
Laporan keuangan || Pencatatan jumlah pengeluaran dan pemasukan 


==> Laporan Perubahan Modal


Laporan perubahan modal termasuk dalam jenis ilmu laporan akuntansi. Jenis laporan ini disebut juga dengan istilah laporan keuangan mini. Di buatnya laporan Ini bertujuan untuk memberi informasi paling mutakhir perubahan modal yang terdapat dalam perusahaan.

Laporan perubahan modal adalah salah satu laporan keuangan yang harus di buat. hal ini jika ada investor yang menginvestasikan uangnya. Dengan laporan ini tentunya para yang berkepentingan akan mendapatkan data keuangan lebih terperinci dan sesuai fakta actual.

Sesungguhnya laporan ini sangat penting. Namun sering kali di melewatkan jenis laporan ini. Melalui laporan ini maka pihak yang berkepetingan dapat mengetahui perubahan ekuitas dalam perusahaan.

Karena sifatnya yang vital, maka perlu dipahami lebih jauh tentang laporan perubahan modal atau ekuitas.


Pengertian Laporan Perubahan Modal

Umumnya laporan perubahan modal atau ekuitas adalah termasuk dalam laporan keuangan. Tujuan membuat laporan ini adalah agar perusahaan dapat mengetahuai peningkatan maupun penurunan dari aktiva bersih (kekayaan)

Untuk mengetahuai peningkatan maupun penurunan dari aktiva dalam periode tertentu dengan prinsip yang dianut. Laporan ini akan ditemukan pada berbagai perusahaan publik.

Laporan ini mempunyai struktur kepemilikan yang kompleks dalam perubahan-perubahan akun ekuitas dalam suatu periode tertentu dan atau pada tahun yang terkait.



Tujuan dari dibentuknya laporan perubahan modal yakni:

  • Memberi laporan mengenai perubahan modal kerja.
  • Membuat ikhtisar dari investasi dan dana yang dihasilkan di dalam suatu periode serta aktiva pembayaran.


Beberapa hal yang ada pada laporan perubahan modal meliputi:

  • Laba atau rugi bersih periode yang bersangkutan.
  • Setiap pos pendapatan dan beban, keuntungan atau kerugian beserta jumlahnya yang berdasarkan PSAK terkait diakui secara lansung dalam PSAK.
  • Pengaruh kumulatif dari perubahan kebijakan akuntansi dan perbaikan perubahan terhadap kesalahan mendasar sbagaimana diatur dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan terkait.
  • Transaksi modal dengan pemilik dan distribusi kepada pemilik
  • Saldo akumulasi laba atau rugi pada awal d(ekuitas periode serta perubahannya dan
  • Rekonsiliasi antara nilai tercatat dari masing-masing jenis modal saham, agio dan acdangan pada awal dan akhir periode yang mengungkapkan secara terpisah setiap perubahan.

Dalam laporan perubahan ekuitas, terdapat unsur-unsur yang perlu diperhatikan. Unsur-unsur ini bagian yang penting dalam laporan keuangan, laporan yang akan disusun berdasar data yang telah didapatkan, meliputi:

  • Laba yang tidak dibagi per akhir periode akuntansi
  • Dividen yang diumumkan
  • Laba netto di periode tertentu
  • Laba yang tidak dibagi pada awal periode (per awal tahun)


Komponen Laporan Perubahan Modal

Komponen-komponen dalam laporan perubahan akuitas adalah :


Modal Awal

Saldo modal awal, merupakan saldo yang ada di awal periode laporan komparatif yang tercermin pada laporan posisi keuangan dalam periode sebelumnya.

Saldo modal awal bukan dari hasil yang disesuaikan, sebab koreksi atas kesalahan pada periode yang lalu diperbaiki pada periode berjalan. Serta dampak perubahan dari kebijakan akuntansi selama tahun yang berjalan.


Pengaruh dari Perubahan Kebijakan Akuntansi

Penyesuaian saldo yang dibutuhkan di dalam cadangan pemegang saham di awal periode laporan komparatif. Hal ini disebabkan adanya perubahan kebijakan akuntansi yang diaplikasikan dengan cara yang retrospektif.

Tujuannya untuk menyajikan ekuitas awal, adalah jumlah yang akan ditentukan dalam kebijakan akuntansi yang baru.


Pengaruh Koreksi Kesalahan Periode yang Sebelumnya

Efek dari koreksi kesalahan di periode sebelumnya menyebabkan data perlu disajikan terpisah dalam laporan perubahan ekuitas dalam bentuk penyesuaian.

Saldo modal awal dapat disajikan pada laporan periode yang berjalan. Sehingga dapat dilacak dengan mudah dari laporan keuangan di periode sebelumnya.


Saldo yang Disajikan Lagi

Ekuitas yang bisa distribusikan pada pemegang saham pada awal periode komparatif sesudah penyesuaian. Hal ini terkait dengan perubahan kebijakan akuntansi serta koreksi kesalahan pada periode sebelumnya.


Perubahan dari Modal Saham

Mengenai modal saham lebih lanjut dalam periode terkait perlu ditambahkan di dalam laporan perubahan modal. Penukaran saham perlu dikurangi dalam laporan.

Efek penerbitan serta pelunasan saham perlu disajikan terpisah sebagai cadangan modal saham serta cadangan premi saham.


Dividen

Pembayaran dividen perlu dikurangkan dari ekuitas pemegang saham. Dividen adalah distribusi kekayaan yang bisa distribusi pada masing-masing pemegang saham.


Laba Rugi pada Periode Terkait

Merupakan laba-rugi yang distribusi pada pemegang saham selama periode seperti dalam laporan laba rugi.


Perubahan dalam Cadangan Revaluasi

Keuntungan serta kerugian revaluasi yang diakui dalam periode ini perlu disajikan dalam laporan perubahan modal. Selama hal ini diakui di luar laporan dari laba dan rugi.

Karena pembalikan rugi penurunan nilai sebelumnya tidak lah disajikan terpisah pada laporan perubahan ekuitas. karena hal ini sudah dimasukkan pada laba rugi untuk periode terkait.


Keuntungan dan Kerugian Lain

Keuntungan serta kerugian lain yang tidak diakui pada laporan laba rugi bisa disajikan di dalam laporan perubahan ekuitas layaknya keuntungan serta kerugian akturial akibat penerapan nilai tukar, pajak biaya masuk, dan sebagainya.


Saldo Akhir

Merupakan saldo cadangan ekuitas dari pemegang saham di akhir periode pelaporan seperti yang terlihat pada laporan posisi keuangan.






 ==> Laporan Arus Kas

Setiap perusahaan wajib memiliki laporan arus kas. Laporan arus kas mencatat sejumlah transaksi yang terjadi baik pengeluaran maupun pendapatan. Laporan ini biasanya disusun secara berurutan dan sistematis.

Peran laporan keuangan dalam perusahaan sangatlah penting. Laporan arus kas berperan sangat vital dalam mendukung kemajuan sebuah perusahaan. Serta masih ada manfaat lainnya yang bisa didapat dari adanya laporan tersebut.

Manfaatnya tidak hanya untuk memberikan informasi terkait kondisi keuangan perusahaan, masih ada manfaat lain yang bisa didapat melalui laporan arus kas. 


Tujuan pembuatan laporan arus kas yang perlu di ketahui

Perusahaan yang baik adalah yang memiliki laporan uang kas yang lengkap. dengan laporan tersebut bisa mengetahui hal-hal apa saja yang ingin di ketahui.

Tidak terbatas hanya pemasukan dan pengeluaran saja tapi ada hal lainnya yang bisa di ketahui melalui laporan arus kas.

Maka dari itu setiap perusahaan wajib untuk memiliki sebuah laporan arus kas (cash flow) dalam perusahaan. Berikut tujuan pembuatan laporan arus kas (cash flow) yang perlu diketahui :



  • Informasi pemasukan dan pengeluaran kas
  • Laporan kas yang disajikan sesuai dengan Prinsip Standar Akuntansi Keuangan. laporan tersebut berisi pemasukan dan pengeluaran kas.
  • Dasar dalam pengambilan keputusan
  • Laporan arus kas (cash flow) berisi sejumlah aspek penting yang mempengaruhi pengambilan sebuah keputusan. oleh sebab itu pemimpin perusahaan wajib mengetahui laporan arus kas (cash flow) yang bisa membantunya dalam membuat keputusan.
  • Memeriksa hubungan antar pos
  • Dalam suatu perusahaan, terdapat banyak divisi atau pos. Untuk mengecek laporan arus kas tanpa perlu kesulitan untuk mengecek setiap aspek satu-persatu.


Manfaat laporan kas untuk perusahaan

Tujuan pembuatan laporan uang kas yang berhubungan dengan manfaat laporan yang bisa di dapat dengan membuat laporan arus kas. Berikut manfaat yang bisa di dapat dengan membuat laporan uang kas.


Dapat mengetahui dalam kemampuan perusahaan dalam aspek operasional


Laporan arus kas untuk dapat membantu mengetahui lebih jauh tentang kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban operasional, seperti membayar kewajiban-kewajiban perusahaan (membayar gaji karyawan), dan membayar dividen.


Mengetahui laba bersih

Laba bersih bisa diketahui dari arus kas yang masuk dan yang keluar. Laporan arus kas menyajikan banyak hal terutama soal penerimaan dapatan dan pengeluaran kas. maka dapat mengetahui laba bersih perusahaan yang ada dalam periode tertentu.


Kemampuan perusahaan untuk menghasilkan arus kas

Laporan arus kas juga dapat membantu perusahaan untuk mengetahui kemampuan dalam menghasilkan arus kas. maka dari itu penting bagi perusahaan untuk memiliki laporan arus kas dan agar perusahaan mengetahui kemampuannya arus kasnya.

Dengan tujuan dan manfaat laporan uang kas diatas, maka dapat mengetahui mengenai pentingnya laporan cash flow dalam perusahaan. Laporan arus kas dapat membantu untuk tahu kondisi keuangan perusahaan.

Pentingnya laporan arus kas untuk menyusun rencana dan langkah di masa yang akan datang. Dengan mendapatkan langkah-langkan yang tepat untuk kemajuan perusahaan.

Itulah pentingnya laporan uang kas untuk dapat membantu dalam menganalisis kondisi keuangan perusahaan dan untuk membantu dalam menentukan langkah-langkah ke depan berdasarkan laporan tersebut.

Demikianlah siklus akuntansi dan laporan keuangan yang wajib diketahui Pebisnis, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya. Kerena keterbatasnya dan pengetahuan serta kurangnya referensi dalam artikel ini.




Baca juga : Menangkap peluang bisnis dari pekarangan rumah yang sempit.


Sebagai penutup, diucapkan terima kasih telah meluang waktunya untuk membaca artikel Siklus akuntansi dan laporan keuangan yang wajib diketahui Pebisnis.

Semoga artikel ini memberi manfaat serta menginspirasi. Bila ada yang ingin mendiskusikan bisa mengklik " Contact us "

Siklus akuntansi dan laporan keuangan yang wajib diketahui Pebisnis
Laporan keuangan || prinsip-prinsip dan kaidah akuntansi, prosedur, metode, serta teknik

No comments:

Post a Comment



Terima kasih, telah membaca dan memberi komentarnya

Semoga Artikel ini memberi inspirasi dan bermanfaat.

Brokoko

Popular Posts