Saturday, 20 June 2020

Hambatan menjadi peluang - Maksimalkan potensi yang ada | Bagian 1

Hambatan menjadi peluang - Maksimalkan potensi yang ada | Bagian 1hal terbaik dari yang buruk dan belajar menghadapi situasi dgn ubah pola pikir

Hambatan menjadi peluang, Seorang terus maju dan sukses, terus meningkat sepanjang perjalanan hidupnya.

Hambatan menjadi peluang, Berbagai rintangan dan hambatan yang menjadi penghalang.

Untuk membantu seseorang untuk memperkuat kemampuan dan ketekunannya menghadapi setiap tantangan hidup.

Hambatan menjadi peluang, Berpegang pada prinsip serta harapan yang mejadi tujuan hidupnya.


Baca juga : Artikel yang terkait


Blog “Strategi Bisnis yang Cantik“. Menyajikan artikel tentang Strategi bisnis untuk memenangkan persaingan dengan taktik berbisnis.

Menjadi seorang Enterpreneur pastinya memiliki Strategi serta memiliki taktik yang jitu dan cerdas dalam berbisnis. 

Naluri seorang entrepreneur yang kreatif dan memiliki perspektif tentang mengkelola  bisnis.

Enterpreneur memiliki perspektif bagaimana cara merealisasikan ide bisnisnya serta bagaimana cara mengelola bisnis yang baik dan konsisten.


Tak lupa di ucapkan Terima kasih, telah berkunjung di artikel ini. Mohon kiranya mau memberikan komentar serta kritik di akhir artikel ini.




Hambatan menjadi peluang - Maksimalkan potensi yang ada | Bagian 1
Hambatan menjadi peluang - Maksimalkan potensi yang ada

Adversity quotient Paul G. Stoltz


Hambatan menjadi peluang - Maksimalkan potensi yang ada | Bagian 1Kesuksesan yaitu sejauh mana seseorang terus maju dan sukses.

Terus meningkat sepanjang perjalanan hidupnya walau berbagai rintangan dan hambatan yang menjadi penghalang. 

Hambatan menjadi peluang, Adversity quotient digunakan untuk membantu seseorang untuk memperkuat kemampuan.

Hambatan menjadi peluang, Ketekunannya menghadapi setiap tantangan hidup.

Hambatan menjadi peluang, Yang berpegang pada prinsip serta harapan yang mejadi tujuan hidupnya.


1. Tingkatan Adversity Quotient (Paul G. Stoltz)


Hambatan menjadi peluang - Maksimalkan potensi yang ada | Bagian 1 Adversity quotient adalah kecerdasan atau kemampuan yang dimiliki.

Hambatan menjadi peluang, Untuk lepas dari kesulitan dan mampu bertahan hidup.

Hambatan menjadi peluang, Tidak mudah menyerah untuk menghadapi setiap kesulitan-kesulitan hidup. 

Hambatan menjadi peluang, Peran Adversity quotient sangat penting untuk mencapai tujuan hidup seseorang atau untuk mempertahankan visi seseorang. 



Adversity Quotient Mengubah Hambatan Menjadi Peluang


Hambatan menjadi peluang, Adversity Quotient merupakan penilaian yang mengukur bagaimana respon seseorang.

Hambatan menjadi peluang, Menghadapai masalah untuk dapat diberdayakan menjadi peluang. 

Adversity quotient dapat menjadi indikator seberapa kuat seseorang dapat terus bertahan dalam suatu pergumulan. 

Hambatan menjadi peluang, Mundur di tengah jalan atau bahkan tidak mau menerima tantangan sedikit pun. 

Hambatan menjadi peluang, Adversity Quotient dapat melihat mental seseorang. 

Hambatan menjadi peluang, Melihat sikap dari individu tersebut dalam menghadapi setiap masalah dan tantangan hidupnya. 

Hambatan menjadi peluang, Sampai pada akhirnya orang tersebut dapat keluar sebagai pemenang. 

Hambatan menjadi peluang, Ada pendaki puncak yang menyerah sebelum pendakian dimulai.

Hambatan menjadi peluang, Ada yang merasa puas ketika berada pada ketinggian tertentu. 

Hambatan menjadi peluang, Yang mendaki terus hingga puncak tertinggi. 

Hambatan menjadi peluang, Berikut adalah penjelasan penggunaan istilah tersebut didasarkan pada kisah pendaki puncak Everest.



a. Quitter 


Hambatan menjadi peluang, Quitter adalah istilah untuk individu yang memilih keluar untuk menghindar dari kewajiban, mundur, dan berhenti.

Hambatan menjadi peluang, Seperti halnya pendaki yang menyerah sebelum pendakian puncak Everest dimulai. 

Individu dengan tipe ini memilih untuk berhenti berusaha dan mengabaikan, menutupi, dan  meninggalkan dorongan inti yang manusiawi untuk terus berusaha. 

Hambatan menjadi peluang, Secara singkat, individu dengan tipe ini biasanya meninggalkan banyak hal yang ditawarkan oleh kehidupan. 


b. Camper 


Hambatan menjadi peluang, Camper adalah istilah untuk individu yang telah berusaha sedikit kemudian mudah merasa puas apa yang telah dicapainya.

Hambatan menjadi peluang, Individu tipe ini biasanya bosan melakukan pendakian.

Hambatan menjadi peluang, lalu mencari posisi yang nyaman dan bersembunyi pada situasi yang bersahabat.   

Hambatan menjadi peluang, Individu dengan tipe ini beranggapan bahwa hidupnya telah sukses sehingga tidak perlu lagi melakukan perbaikan dan usaha.

Hambatan menjadi peluang, Seperti halnya pendaki yang telah merasa puas ketika berada pada posisi tertentu.

Hambatan menjadi peluang, Menuju puncak Everest sehingga memutuskan untuk mengakhiri pendakian di posisi itu. 


c. Climber 


Hambatan menjadi peluang, Climber adalah individu yang melakukan usaha sepanjang hidupnya.

Hambatan menjadi peluang, Tipe  ini akan terus berusaha untuk mencapai tujuan tanpa menghiraukan latar belakang.

Hambatan menjadi peluang, Keuntungan maupun kerugian, dan nasib baik maupun  buruk. 

Hambatan menjadi peluang, Seperti halnya pendaki yang telah bertekad menaklukkan puncak Everest.

Hambatan menjadi peluang, Apapun  hambatan dalam proses pendakian akan diselesaikannya demi mencapai puncak Everest.


2. Ciri, dan Karakteristik (Paul G. Stoltz)


Hambatan menjadi peluang - Maksimalkan potensi yang ada | Bagian 1 Adversity quotient merupakan alat yang didasarkan pada pengetahuan sains 

Hambatan menjadi peluang, untuk meningkatkan kemampuan seseorang dalam berespon terhadap kesulitan.

Hambatan menjadi peluang, Adversity quotient adalah suatu pengukuran tentang bagaimana seseorang berespon terhadap kesulitan.

Hambatan menjadi peluang, Adversity quotient adalah suatu konsep kerangka kerja guna memahami dan meningkatkan semua segi dari kesuksesan


a. Profil Quitter 


  • Menolak untuk mendaki lebih tinggi 
  • Bergaya hidup datar dan “tidak lengkap” 
  • Bekerja sekedar cukup untuk hidup 
  • Cenderung menghindari tantangan berat yang muncul dari komitmen yang sesungguhnya 
  • Jarang sekali memiliki persahabatan yang sejati 
  • Cenderung menolak perubahan dan melawan atau lari ketika menghadapi perubahan 
  • Terampil dalam menggunakan kata-kata yang sifatnya membatasi, seperti “mustahil”, “ini konyol”, dan sebagainya 
  • Berkemampuan kecil atau bahkan tidak sama sekali dan berkontribusi dalam jumlah  yang sangat sedikit karena tidak memiliki visi dan keyakinan terhadap masa depan 


b. Profil Camper 


  • Ada kemauan untuk mendaki, meskipun akan “berhenti” di pos tertentu, dan merasa cukup sampai di posisi tersebut 
  • Cukup puas telah mencapai suatu tahapan tertentu (satis-ficer) 
  • Masih memiliki sejumlah inisiatif, tetapi hanya sedikit semangat sehingga hanya melakukan sedikit usaha 
  • Mengorbankan kemampuan individunya untuk mendapat kepuasan, dan mampu membina hubungan dengan para camper lain 
  • Menahan diri terhadap perubahan sehingga tidak terlalu menyukai perubahan besar  karena merasa nyaman dengan kondisi yang ada 
  • Menggunakan bahasa dan kata-kata kompromistis, seperti , “ini cukup bagus” atau “kita cukuplah sampai di sini saja” 
  • Memiliki prestasi yang tidak tinggi dan berkontribusi dalam jumlah yang tidak besar 
  • Meskipun telah melalui berbagai rintangan, akan berhenti pada suatu tempat untuk “berkemah” 


c. Profil Climber 


  • Merupakan individu yang membaktikan dirinya untuk terus “mendaki” dan merupakan  pemikir yang selalu memikirkan kemungkinan-kemungkinan 
  • Hidupnya lengkap karena telah melewati dan mengalami semua tahapan sebelumnya. Merupakan individu yang menyadari bahwa akan banyak imbalan  yang  diperoleh dalam jangka  panjang  melalui “langkah-langkah  kecil” yang sedang dilewatinya 
  • Menyambut baik tantangan, memotivasi diri, dan memiliki semangat tinggi, karena  memiliki kecenderungan membuat segala sesuatu terwujud dan berjuang mendapatkan yang terbaik dalam hidup 
  • Tidak takut menjelajahi potensi-potensi tanpa batas yang ada di antara manusia sehingga memahami dan menyambut baikresiko menyakitkan yang ditimbulkan    karena bersedia menerima kritik 
  • Menyambut baik setiap perubahan bahkan ikut mendorong setiap perubahan tersebut kea rah yang positif 
  • Individu yang berbahasa dengan penuh kemungkinan-kemungkinan, tentang apa yang bisa dikerjakan dan cara mengerjakannya, sehingga tidak sabar dengan kata-kata yang tidak didukung dengan perbuatan 
  • Memberikan kontribusi yang cukup besar karena dapat mewujudkan potensi yang ada pada dirinya 
  • Individu yang tidak asing dengan situasi yang sulit karena kesulitan merupakan bagian dari hidup.



Hambatan menjadi peluang - Maksimalkan potensi yang ada | Bagian 1
Hambatan menjadi peluang - kesulitan merupakan bagian dari hidup.





Sebagai penutup, diucapkan terima kasih telah meluang waktunya untuk membaca artikel Hambatan menjadi peluang - Maksimalkan potensi yang ada | Bagian 1


Lanjutkan ke Bagian 2,


Semoga artikel ini memberi manfaat serta menginspirasi. Bila ada yang ingin mendiskusikan bisa mengklik " Contact Us "


Baca juga : Mencari peluang usaha - Yang ada disekitar kita | Bagian 1


Untuk melengkapi pemahaman tentang Hambatan menjadi peluang, 
silahkan tonton video dibawah ini.

Hambatan menjadi peluang - Maksimalkan potensi yang ada | Bagian 1
Hambatan menjadi peluang - Maksimalkan potensi yang ada





Hambatan menjadi peluang - Maksimalkan potensi yang ada | Bagian 1
Hambatan menjadi peluang


1 comment:



Terima kasih, telah membaca dan memberi komentarnya

Semoga Artikel ini memberi inspirasi dan bermanfaat.