Tuesday, June 23, 2020

Mencari peluang usaha yang ada di sekitar kita


Mencari peluang usaha yang ada di sekitar kita, Ide bisnis bisa datang dari berbagai sumber, tetapi inspirasi terkadang hadir dalam bentuk ide kecil.

Memciptakan bisnis untuk peluang usaha baru, bisnis online, usaha sampingan dan bisnis rumahan yang menjanjikan dan bagus bila dijalankan saat ini.

Memiliki Strategi bisnis yang Cantik untuk bisnis adalah merupakan kunci sukses dengan menetrapkan dan menentukan strategi bisnis secara konsesiten agar terhindar dari gagal manajemen.



Baca juga : Artikel yang terkait


Menjadi seorang Enterpreneur pastinya memiliki Strategi serta memiliki taktik yang jitu dan cerdas dalam berbisnis. Naluri seorang entrepreneur yang kreatif dan memiliki perspektif tentang mengkelola  bisnis.


Enterpreneur memiliki perspektif bagaimana cara merealisasikan ide bisnisnya serta bagaimana cara mengelola bisnis yang baik dan konsisten.


Tak lupa di ucapkan Terima kasih, telah berkunjung di artikel ini. Mohon kiranya mau memberikan komentar di akhir artikel ini.



Mencari peluang usaha yang ada di sekitar kita
Mencari peluang usaha yang ada di sekitar kita


Hal mendasar untuk mencari peluang usaha


Mencari peluang usaha yang ada di sekitar kitaHal mendasar untuk mencari peluang usaha, yaitu dengan niat, mau, keyakinan dan kemauan, tanpa hal tersebut sulit untuk terlaksana, selain unsur permodalan juga dilaksanakan. 

Penting agar peluang usaha dapat terlaksana maka diperlukan Niat, Kemauan, Keyakinan dan Kemampuan yang kuat. Tanpa hal yang mustahil dapat Mencapai sukses. Menciptakan visi dan misi juga hal yang menentukan. 

Karena akan memperjelas tujuan dan langkah-langkah yang akan di jalankan dalam merealisasikan bisnis. Tujuan dan langkah bisnis tersebut dapat terstruktur dengan bagus untuk menunjang pengembangan bisnis yang direalisasikan.



1. Niat


Niat merupakan kunci sukses yang pertama sebelum memulai menjalankan usaha. Peran niat sangat menentukan kualitas suatu perbuatan dan hasil yang diperolehnya karena niat itu jiwa perbuatan, pedoman, dan kemudiannya. 


Asal usul kata (Etimologi) niat dalam arti ‘sengaja’. Niat adalah keinginan dalam hati untuk melakukan sesuatu dan menjatuhkan pilihan dan bertekad bulat untuk mengerjakan sesuatu.


Selalu berniat baik berarti memberikan sugesti positif pada diri. Pengucapan niat untuk membantu kemantapan hati. Segala perbuatan yang dilakukan tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan hasil sesuai niatnya.


Pelaku bisnis mengawali dengan niat untuk melakukan hal-hal yang baik menurut keyakinan. Ada katabijak menyatakan bahwa “Niat yang baik dilakukan dengan baik, maka hasilnya pasti baik”. Niat dalam kontek ini adalah niat untuk memulai usaha.



2. Kemauan


Faktor kemauan adalah sebagai berikut :


  • Memiliki kemauan yang kuat untuk sukses
  • Memiliki kemampuan dan pengetahuan yang memadai
  • Memiliki keyakinan yang kuat bahwa usaha yang sedang / akan digeluti akan sukses kelak dikemudian hari


Medapatkan predikat Pebisnis hal yang tidak sulit, Namun untuk mendapatkan predikat Pebisnis yang sukses bukan hal yang mudah disandangnya, dengan melalui ujian-ujian yang sangat berat dan harus melalui  rintangan dan hambatan yang tidak ringan.


Pengusaha/Pebinis harus memiliki 3 (tiga) faktor penting,  yaitu faktor “Mau, Mampu dan Keyakinan”. Mampu dan memahami dunianya yang digelutinya serta memiliki pengetahuan dan talenta di bidangnya.


Mau bekerja keras, ulet dan mempunya kemauan dan semangat. Memiliki Keyakinan yang kuat atas kemauan dan kemampuan yang mumpuni. Bahwa usaha yang sedang di geluti akan sukses di kemudian hari yang didasari oleh Pelaku.


Faktor utama atau pilar utama ialah adanya mau atau kemauan apapun namanya kegiatan / istilahnya. Mau atau kemauan adalah kunci dari segalanya. Untuk mendapatkan predikat yang disandang oleh seseorang Pebisnis tidak mudah dan ringan, harus memiliki :



a. Mau untuk memulai


Mau memulai menjalan usaha dengan memiliki Mental yang tangguh. Tak mengenal keterikatan dan batas serta tak kenal tidak mungkin atau tidak kenal ketidak mampuan.


Sebelum memulainya untuk menjalankan usaha, selayaknya bermimpilah dahulu untuk memulainya. Mimpi dalam arti bahwa semuanya akan dimulai.



b. Mau mencintai produk


Untuk mencapai keberhasilan dalam menjual produk yang di hasil, tentunya tidak serta merta datangnya karena buah dari hasil kerja. Namun banyak aspek dan faktor yang mempengaruhinya. 


Hasil akhir yang telah di dapatkan adalah hasil perjuangan dan pengorbanan yang telah tercurah untuk itu. Aspek atau faktor yang sangat menentukan adalah bahwa jenis usaha yang di geluti sejalan dengan kegemaran (hobi),


Produk yang dihasilkan sangat disenangi bahkan di cintai dan saat mengerjakan produknya tanpa ada keluh kesah serta penuh dengan antusias. Kegigihan ( Enthusiaatism and Persistence).


Sehingga dengan aspek / faktor tadi secara phisyologis memberi motivasi untuk bekerja dengan sungguh-sunguh. Dengan kerja sungguh, tanpa adanya keluh kesah dan kegigihan serta mencintai produk yang dihasilkan.


Sehingga akhirnya memberi dampak yang baik terhadap hasil akhir, yaitu menghasil produksi yang bagus.



c. Menggali serta belajar pengetahuan hal-hal yang mendasar tentang berbinis


Memang prinsip ini membuat menggelengkan kepala, namun memang demikialah adanya, di dalam prinsip dasar berbinis atau fundamental business. 
Adalah membeli dengan harga murah dan menjual dengan harga mahal ( beyond the buy low and sell high ). 

Serta mengulur-ngulur waktu pembayaran dan menerima pembayaran secepat-cepatnya ( paylate and collect early). Untuk mencapai sukses atau suatu keberhasilan dalam berbinis sangat mustahil tanpa adanya pengetahuan berbinis yang memadai. 

Serta memerlukan pengetahuan yang banyak dan pengetahuan luas tentang seluk beluk berbinis, agar matang dan mumpuni dalam berbinis.


d. Berani mengambil resiko terberat sekalipun (willing to take calcullated risks)


Faktor yang membedakan sekaligus sebagai penentu antara pengusaha (entrepreneur) dengan manager, adalah keberadaanya didalam perusahaan. Pengusaha (entreprenuer) sangat dibutuhkan keberadaannya saat di awal. 


Menemukan ide, untuk memulai usaha atau untuk mengembangkan usaha. Sosok manager dibutuhkan keberadaannya untuk mengelola perusahaan. Membuat bagaimana perusahaan yang diembannya dapat berkembang dan sukses.


Dalam menjalankan usaha (bisnis) selalu beriringan dengan yang namanya “resiko kerugian”. Sehingga resiko menjadi momok bagi para usahawan, karena resiko dalam usaha selalu membawa kerugian bagi usahawan.


Keberanian dalam mengambilan resiko kerugian adalah “Kunci“ keberhasil yang akan di raihnya. Karena hasil yang akan diraihnya akan proposional dengan resiko kerugian dalam usaha. Seorang usahawan (entreprenuer) yang suksse selalu saja dituntut keberaniannya.


Dituntut dalam mengambil resiko kerugian (the Gaint that you will be able to achiave is directly propoltional to the risk taken).



e. Selalu belajar mendalami pengetahuannya tentang usaha yang akan digeluti


Keinginan atau kemampuan untuk terus belajar memperdalam pengetahuannya di usaha yang akan atau sedang digeluti, belajar untuk mendalami pengetahuan secara luas tentang produk yang dihasilkan serta mau belajar membuat link bisnis yang baik.


Memupuk kepercayaan kepada produk (user) agar diharapkan menjadi user yang fanatik. Terus belajar dan menggali pengetahuan dari orang yang mempunyai keahlian di bidang sama atau yang telah sukses. (Consult ask the experts, but follow your hearts).


Keahlian/kepiawaian di dalam menghasilkan produk dan kepiawaian dalam menjual produk adalah kunci (key) sukses.



f. Siap bekerja keras (work hard) dan tak kenal lelah serta tak mengenal waktu


Kunci sukses yang tidak kalah pentingnya untuk mencapai keberhasilan dalam menggapai  sukses adalah siap untuk “Bekerja keras” (work hard) yang tak akan mengenal lelah  dan mengenal waktu. Sering kita dengar istilah ethos kerja keras.


Namun kini istilah tersebut adalah sesuatu yang telah usang, dan telah berganti dengan istilah yang terbarukan. Kerja keras dan kerja kreatif ( hard word and creative work), Istilah ini menitik beratkan pada usaha yang keras .


Sarat dengan kerja yang kreative dan inovatif dalam menghasilkan produk. Untuk mulai awal kesuksesan (successful start up) sangat menuntut seorang pengusaha yang “Gila kerja”  (workaholics). 
Seorang pengusaha otaknya tak pernah tidur dan yang ada di benaknya hanya bisnis.


g. Mencari sebanyak mungkin teman dan sahabat (make friends as much)


Masuklah dalam kelompok-kelompok (kumunitas) atau bila perlu menjadi anggota dari suatu asosiasi yang berkaitan dengan usaha dan produk yang kita hasil. Disanalah kita mendapatkan banyak pengetahuan misalkan yang berhubungan dengan standar mutu.


Harga dan pasar dari produk yang kita hasilkan. Bila telah mendapatkan komunitas/asosiasi yang sesuai dengan harapan, maka akan tercipta saling menolong sesama komunitas.


Saling tolong menolong serta saling membantu menggembangkan usaha dan saling membantu saat-saat masa sulit.



h. Siap dengan kegagalan (deal with failures)


Siap menghadapi kegagalan. Kegagalan merupakan sebuah vitamin untuk menguatkan dan mempertajam intuisi dan kemampuan berwirausaha. Selama kegagalan itu tidak mematikan. 
Setiap usaha selalu mempunyai resiko kegagalan dan bilamana itu sampai terjadi.

Bersiaplah dan hadapilah !. 

Mental siap kegagalan dalam usaha (berbisnis) juga sebagai penentu keberhasil dalam berbinis. Sikapilah bahwa kegagalan adalah merupakan sebuah vitamin untuk memberi kekuatan dan memotivasi untuk sukses. 

Sikap siap gagal juga untuk mempertajam intuisi untuk meningkatkan kemampuan dalam berwiraswasta. Setiap usaha selalu mempunyai resiko kegagalan /kerugian. Kegagalan yang selalu membawa kerugian tersebut tidak mematikan.


Lakukanlah sekarang (Do it, now...!)


Lakukan sekarang juga bila saja sudah siap untuk memulainya. Siap dalam artian bahwa usaha yang akan dijalankan sudah matang dalam perhitungan-perhitungan bisnis. Dimana selain kesuksesan ada juga resiko  kerugian /kegagalan.



3. Keyakinan


keyakinan yang kuat dalam jiwa kita adalah sebagai berikut :


  • Kita harus mengenal diri kita sendiri sebagai makhluk yng memiliki kelemahan tetapi memperoleh anugerah kekuatan dari tuhan untuk mengatasi kelemahan kita.
  • Kita harus percaya kepada diri sendiri bahwa kita memiliki potensi yang tidak kurang kuatnya dengan yang dimiliki orang lain. 
  • Kita harus mengetahui dengan jelas terhadap tujuan-tujuan serta kebutuhan kita dimana kita bisa mendapatkannya.


Bagaiman cara mendapatkannya serta kapan dan beberapa lama target waktu untuk mencapainya Seorang Pebisnis :


  • Percaya Diri. Keyakinan, kemandirian, individualitas, optimisme.
  • Berorientasikan Tugas dan Hasil, Kebutuhan akan prestasi, berorientasi pada laba, memiliki ketekunan dan ketabahan.
  • Memiliki tekad yang kuat, suka bekerja keras, energik dan emiliki inisiatif. 
  • Pengambil Resiko. Memiliki kemampuan mengambil resiko dan suka pada tantangan.
  • Kepemimpinan. Bertingkah laku sebagai pemimpin, dapat bergaul dengan orang lain dan suka terhadap saran dan kritik yang membangun. 
  • Keorisinilan. Memiliki inovasi dan kreativitas tinggi, fleksibel, serba bisa dan memiliki jaringan bisnis yang luas.
  • Berorientasi ke Masa Depan. Persepsi dan memiliki cara pandang/ cara pikir yang berorientasi pada masa depan.
  • Jujur dan tekun, Memiliki keyakinan bahwa hidup itu sama dengan kerja.
  • Berjiwa besar, Kegagalan tak membuat patah semangat. Namun membuat terpacu untuk maju dan berusaha lebih baik lagi.


Berjiwa besar dan justru menjadi semangat untuk maju. Mencari ide yang lebih kreatif yang lain untuk suatu masalah yang lain pula. Pantang menyerah dan terus usaha,itu kunci untuk sukses :


  • Meningkatkan Potensi Terhadap Diri Sendiri
  • Memiliki Semangat Kerja
  • Fokus Terhadap Usaha Yang Ditekuni
  • Bijaksana dalam Bekerja.
  • Mengembangkan Hasil Untuk Kemajuan Usaha


4. Kemampuan


Kemampuan merupakan kunci sukses yang ke 4 (empat) Sebagai seorang wiraswastawan selayaknya mengetahui dan memahami seluk beluk usaha yang akan di gelutinya.


Selalu terus mau mempertajam keakhlian dan mau terus belajar untuk meningkatkan mengetahuan tentang rencana bisnis. Yang akan diujudkan merupakan hal yang sangat mutlak, kemampuan dalam hal :



a. Membuat rencana bisnis dengan konsep


Rencana untuk menjalankan bisnis membutuhkan dan memerlukan sarana yaitu berbentuk proposal yang terkonsep setidaknya mengerti analisa SWOT adalah salah satu solusinya untuk mengidentifikasi kondisi internal dan eksternal.


Berdasarkan  kekuatan (Strengths), kelemahan (Weaknessess), peluang (Opportunity) maupun tantangan/ancaman (Threats). Identifikasi kekuatan dengan pembanding kondisi internal dengan kompetitor.


Karakteristik dari suatu usaha yang dapat memberikan keuntungan atau kelebihan dibandingkan dengan yang lainnya.



b. Menciptakan Visi dan Misi bisnis


Menciptakan visi dan misi juga hal yang menentukan, karena akan memperjelas tujuan dan langkah-langkah yang akan di jalankan dalam merealisasikan bisnis.


Tujuan dan langkah bisnis tersebut dapat terstruktur dengan bagus untuk menunjang pengembangan bisnis yang direalisasikan.



c. Penelitian pasar


Setelah menentukan produk, tentukan pula pasar yang potensial, Pastikan memiliki produk yang minati.


Dengan keakhlian dan pengalaman lakkukan juga analisis Break Event Point  (titik impas). Menentukan potensi pasar. setelah mengetahui potensi bisnis dan strategi bisnis secara detail.



d. Pemasaran


Dalam hal pemasaran produk adalah hal yang paling vital dalam bisnis sehingga diperlukan strategi yang tepat dan cermat.


Promosi secara terus menerus harus dipertahan bila diperlukan ditingkatkan. Dengan strategi pemasaran yang baik maka bisnis akan tumbuh dan berkembang.



e. Membangun Jaringan


Setelah bisnis berjalan maka meningkatkan itensita hubungan kepada para pelangga juga harus dijaga bahkan lebih meningkat. Agar secara dini dan terus menerus misalkan dengan cara wawancara kepada pelanggan. 


Calon-calon pelanggan dengan meminta tanggapan mereka perihal produk kita. Diharapkan mereka merasa diperhatikan dan menjadikan koreksi-koreksi terhadap produk yang kita hasilkan.



f. Membuat Situs


Pembuatan situs atau membuat web adalah hal yang tidak dapat dihindari, Perkembangan tehnologi yang begitu cepat. Bila tidak mengatipasi dan mengikutinya maka akan tertinggal dengan pesaing-pesaing yang sudah mengikuti perkembangan tehnologi,


Pemasaran melalui web sangat dirasakan sangat efisien dan efektif dalam memasarkan produk secara penuh selama 24 jam perharinya. Menggunakan Internet (web) dengan jejaring media sosial selain ada yang prabayar ada pula yang gratis.


Promosi untuk pemasaran produk. Secara terus-menerus untuk memperluas Networking sangat diperlukan untuk menumbuh dan mengembangkan bisnis. Misalkan dengan bergabung dengan komunitas yang terkait dengan produk .




Mencari peluang usaha yang ada di sekitar kita
Mencari peluang usaha dari kehidupan sendiri dan lingkungan sekitar


Mencari peluang usaha dari kehidupan sendiri dan lingkungan sekitar


Mencari peluang usaha yang ada di sekitar kitaSetiap kali mendengar atau melihat bisnis yang sukses dengan keuntungan miliaran rupiah, Padahal, sebagian besar pebisnis ini sebenarnya hanya tahu cara melihat peluang usaha dari hal-hal kecil.


Mungkin mengira para pemilik bisnis tersebut berhasil menciptakan ide-ide spektakuler. 

Jangan sampai melewatkan ide-ide bisnis menarik di sekitar ! 

 “Jika kau bisa memimpikannya, maka kau bisa membuatnya”.



Berikut beberapa cara untuk menemukan peluang bisnis dari kehidupan sehari-hari atau peluang usaha yang ada di sekitar kita.


1. Cara Melihat Peluang Usaha dari Kehidupan Sendiri


Kehidupan pribadi bisa jadi merupakan sumber inspirasi terbaik, misalkan tahu bagaimana cara menemukan potensi tersebut. Contohnya:



a. Menggali ide dari Hobi


Hobi adalah inspirasi yang bagus untuk memulai bisnis, dan sangat potensial untuk di kembangkan untuk bisnis. Bagi yang Penyuka cokelat, misalnya, bisa mencari ide untuk membuat makanan ringan cokelat unik. 


Jika Penyuka kucing atau anjing, dan tinggal di perkotaan ? 

Pertimbangkan membuka layanan mobile untuk memandikan serta merapikan bulu hewan (grooming).


b. Menggali ide dari Keahlian


Banyak orang mengubah keahlian khusus mereka menjadi peluang bisnis. Misalnya pandai mendesain dengan Photoshop dan perangkat lunak lain, gunakan keahlian tersebut untuk menciptakan desain kaus orisinal. Jika Anda pandai memasak dan paham tentang nutrisi, bukalah bisnis katering sehat.



c. Menggali ide dari Masalah yang Sering Dialami


Sering mengalami masalah dalam melakukan sesuatu ? Saat mencari solusinya, mungkin juga sedang mencari ide bisnis. Misalnya, kesulitan dalam mengatur pengeluaran, mungkin bisa menjadi inspirasi untuk membuat aplikasi pengatur uang harian khusus mahasiswa.


Pengalaman pribadi juga bisa mendatangkan inspirasi bisnis.Hanya harus lebih peka terhadap inspirasi yang mendadak muncul, dan tidak menganggap remeh ide terkecil sekalipun.



2. Cara Melihat Peluang Usaha dari Lingkungan Sekitar


Merasa tidak punya ide menarik dari pengalaman sendiri ?.  Pasanglah “radar” dan lihatlah di sekeliling. Lingkungan serta orang-orang di sekitar bisa menjadi inspirasi yang bagus untuk mencari ide usaha. 


Untuk bisa mendapat keuntungan ekstra, yaitu melihat sendiri apa yang dibutuhkan orang lain, sehingga bisa mendapat basis pelanggan pertama secara langsung.

Cara menemukan ide dari lingkungan sekitar antara lain:


a. Mempelajari bagaimana pebisnis lain menemukan ide


Mengolah ulang ide-ide bisnis bukan hal yang aneh. Bila tidak yakin dengan ide milik sendiri, coba lihat kisah-kisah pengusaha atau wirausahawan yang berhasil mewujudkan impian dengan strategi serta produk khusus.


Carilah informasi tentang wirausahawan lokal yang memiliki ide mirip dengan minat, agar lebih mudah mendapat gambaran.


b. Mengamati problem lingkungan


Problem lingkungan atau komunitas di sekitar bisa menjadi inspirasi bisnis. Misalnya, warga di lingkungan kesulitan menemukan toko yang lengkap tetapi jaraknya dekat. Hal itu bisa menjadi inspirasi untuk membuka toko kelontong. 


Dengan banyaknya rumah kos dan kontrakan karyawan juga bisa menjadi inspirasi untuk bisnis warung atau laundry dry clean.


c. Berteman dengan banyak orang


Hal ini terdengar sangat sederhana, tetapi bertemu dengan orang dari berbagai komunitas dan dari latar belakang, bisa mendatangkan inspirasi unik. Misalnya, jajanan di pasar tradisional secara rutin.


Dengan hal tersebut diatas mungkin bisa mendatangkan ide untuk membuka kedai jajanan tradisional dengan konsep modern, terutama bila ada makanan lokal yang belum banyak dikenal.

Inspirasi terkadang hadir dalam bentuk ide-ide kecil. Namun bila
 tidak segera dicatat, ide yang bagus bisa hilang. Ide bisnis mungkin bisa datang dari berbagai sumber. Menyiapkan buku catatan khusus untuk mencatat ide-ide yang kebetulan lewat. 

Gunakan waktu luang untuk mengolah ide-ide tersebut menjadi inspirasi. Peluang bisnis sama halnya dengan kesempatan yang datang tidak dua kali. Maka dari itu, perlu jadikan situasi yang bisa segera dimanfaatkan untuk mendatangkan keuntungan.

Ide yang terlintas harus segera di catat agar diingat sekaligus untuk dapat direalisasikan. Untuk merealisasikan hal tersebut. Spontanitas ide yang ada rasanya tidak akan terlepas dari permasalahan modal awal untuk mengembangkan ide peluang bisnis.

Mendapatkan ide bisnis bisa dari pengalaman sendiri maupun orang lain, dan bahkan lingkungan. Dengan kreativitas, pengamatan yang baik, serta kemauan untuk maju, cara melihat peluang usaha sederhana dapat dikembangkan menjadi bisnis yang sukses dan bermanfaat.


Mencari peluang usaha yang ada di sekitar kita
Mencari peluang usaha dari kehidupan sendiri dan lingkungan sekitar


Mewujudkan peluang usaha 


Mencari peluang usaha yang ada di sekitar kitaMewujudkan ide bisnis adalah sikap yang berani dalam mengambil resiko, menjalan bisnis penuh dengan resiko, rintangan dan hambatan yang menghadang.

Bagi Pebisnis mendapatkan ide sudah pasti menjadi sebuah peluang yang harus diwujudkan dengan segala perhitungan dan nalurinya.



1. Mencari Peluang menjalankan bisnis


Tujuan dalam bisnis adalah mendapatkan uang dari keuntung dalam bisnis. Nanum tidak jarang juga diketahui bahwa pebisnis terjebak untuk menaikkan harga barangnya setinggi-tingginya. Mungkin agar mendapat keuntungan lebih banyak. 


Sehingga Pelaku bisnis lupa untuk meningkatkan kualitas produk dan berinovasi dalam bisnis. Ketakutan akan menciptakan produk yang tidak diminati pasar adalah salah satu kekhawatiran Pelaku bisnis. Sesungguhnya tidak harus demikian sebaiknya.


Caranya adalah menjual dulu ide atau prototypenya. Jika reaksi dari pembeli dinilai positif, baru dapat mengembangkannya menjadi produk khusus atau rare item (produk langka/jarang). Jika rare item itu dapat berkembang menjadi kesukaan publik.


Barulah dapat memproduksinya sebagai favorit item dengan kuantitas lebih banyak lagi.  Fokus dan yakin pada nilai produk dari pada mensia-siakan waktu dan tenaga mencari sesuatu yang akan dibeli pelanggan.


Belajar jauh lebih banyak dari produk yang di yakini untuk mendapat kesuksesan. Alasan Mencari Peluang bisnis bagi Pelaku bisnis berpendapat bawha memiliki bisnis /usaha sendiri adalah suatu kebahagian dan keuntungan tersendiri.



2. Alasan ingin menjalankan bisnis milik sendiri 


Berbagai, alasan yang beraneka ragam, namun setidaknya dapat disimpulkan sebagai berikut:


  •     Kemerdekaan dalam usaha
  •     Kemandirian dalam usaha
  •     Memiliki usaha sendiri
  •     Pengembangan pribadi
  •     Kebebasan Keuangan
  •     Penghasilan ekstra
  •     Memiliki banyak waktu luang
  •     Membantu orang lain
  •     Kenal banyak orang
  •     Meninggalkan warisan


Telah kita ketahui bahwa mewujudkan untuk memiliki dan menjalankan bisnis sendiri bukanlah hal yang mudah. Apalagi untuk mencapai sukses berbinis memang hal yang tidak ringan dan sangat berat.



Mencari peluang usaha yang ada di sekitar kita
Mencari peluang usaha || Mewujudkan peluang usaha


 Langkah-langkah untuk membuka usaha sendiri


Mencari peluang usaha yang ada di sekitar kitaPada umumnya orang yang ingin memiliki bisnis sendiri, namun tidak jarang terhalang kebutuhan modal. Mungkin salah satunya solusi yaitu berbisnis berbasis rumahan. Mungkin dapat memanfaatkan tempat yang dapat dimanfaatkan seperti halaman kosong. 


Garasi, yang ada di rumah untuk mengawali berbisnis. Dengan memanfaatkan seperti tersebut diata maka dapat menghemat biaya modal. Sehingga modal yang ada dapat dialokasikan untuk kebutuhan lainnya.


Berikut beberapa langkah-langkah yang dapat dilakukan ketika ingin memulai berbisnis.



1. Tentukan Produk yang unik


Ketika ingin memulai berbisnis, hendaknya produk yang akan dijual bisa diterima dengan baik oleh konsumen. Produk yang ditawarkan harus memiliki keunikan tersendiri atau lebih baik dibanding produk sejenis yang sudah ada di pasar. 


Setiap produk yang dipasarkan harus menarik dan memikat pelanggan. Sekarang ini persaingan semakin ketat. Dengan kelebihan dan keunikan produk maka brand bisnis akan lebih mudah dikenal oleh konsumen.



2. Tentukan Visi & Misi Bisnis


Sangat penting dalam bisnis menentukan visi dan misi dengan jelas, dengan Visi dan misi untuk menentukan arah serta tujuan bisnis kedepannya. Dengan tujuan yang jelas maka akan dapat dicapai kedepannya. 


Sehingga bisnis dapat berjalan sesuai harapan serta target yang telah ditentukan. Walaupun bisnis hanya sekelas rumahan, Tanpa adanya visi dan misi yang jelas. 


Tujuan dan target bisnis akan banyak menemui kesulitan untuk mencapai apa yang telah diharapkan.



3. Meminta Dukungan Keluarga


Peranan keluarga sangat penting sebelum terjun untuk memulai berbisnis. Dukungan dari keluarga menjadi sangat penting apakah pendukung yang berifat materil dan non materil.


Dukungan keluarga sangat dibutuhkan, mulai dari awal merintis hingga sampai sukses nanti. Bila saja kurang mendapatkan atau tidak sama sekali mendapatkan dukungan dari keluarga.


Maka akan menjadi bertambah sulit dalam menjalankan bisnis yang akan di geluti. Dengan tidak mendapat dukungan dari keluarga akan sulit berkembang bahkan bisa menjadi gagal.



4. Kebutuhan Modal


Menjalankan bisnis bila modal yang di miliki belum mencukupi. Dalam artian bahwa besar kecilnya modal (relatif) tergantung pada bisnis yang akan di jalankan. Hendaknya di hitung secara cermat dan teliti kebutuhan dana untuk pos pos yang menjadi prioritas.


Hah tersebut diatas adalah agar dana yang ada dapat menutupi kebutuhan yang paling penting dan mendesak. Agar bisnis bisa berjalan dengan lancar. Hindari pembelian barang-barang yang dirasa belum perlu.


Bila diperlukan dapat memanfaatkan apa yang ada di sekitar rumah. Contohnya adalah seperti halaman rumah, garasi, dapur, peralatan masak, dan lain sebagainya.



5. Belajar Administrasi


Walaupun bisnis yang dijalani baru sebatas bisnis rumahan. Namun tidak ada salahnya untuk mengetahui dan mempelajari administrasi yang diperlukan walau administrasi sederhana.


Karena dasar utama untuk kelangsungan bisnis yang akan di jalani agar dapat sukses. Lakukan pencatatan administrasi dengan tertib walaupun nilainya terbilang kecil. Dan jangan pernah mencampurkan keuangan milik pribadi dengan bisnis.



6. Bidang yang Sesuai Passion


Hal penting untuk memulai berbisnis adalah bidang yang sesuai dengan passion (talenta) yang di miliki. Bila dilandasi dengan passion (talenta) maka apa yang di lakukan akan lebih membawa semangat dan terasa lebih ringan.


Berbisnis bila dijalankan dengan penuh semangat, bisnis akan lebih cepat meraih kesuksesan. Hindari memilih bidang yang tidak sesuai dengan passion (talenta).



7. Waktu untuk Memulai


Memilih waktu yang tepat untuk membangun bisnis hendaknya diperhitungkan secara masak, tidak bisa dibangun berdasarkan emosional. Membangun bisnis tidak dapat dengan terburu buru, sebab membutuhkan perhitungan perhitungan yang tepat.


Misalnya saat mendirikan bisnis pada saat bulan ramadhan, maka bisnis yang tepat berjualan busana atau bisnis kuliner.



8. Hindari dari pemikiran kegagalan


Dalam bisnis hanya mengenal 2 kemungkinan, yaitu kemungkinan sukses atau kemungkinan kegagalan, Pebisnis harus memiliki metal kuat dan tidak takut akan kegagalan. Walaupun masih tahap pemula.


Andai saja Pebisnis sejak awal selalu dihantui dengan rasa takut dengan kegagalan. Maka dalam menjalankan bisnis akan sulit untuk berkembang.


Metal Pebisnis akan menjadi kuat dengan berjalannya waktu (butuh proses). Dalam perjalanannya Pebisnis akan teruji dengan segala hambatan dan rintang.



9. Promosi Secara Tepat


Melakukan promosi produk adalah suatu hal yang penting dan suatu keharusan. Promosi adalah untuk menperkenalkan dan penyebarkan informasi tentang produk kepada Khalayak (publik).


Semakin sering melakukan promosi semakin banyak orang yang mengetahui tentang produk yang di tawarkan.


Dalam melakukan promosi produk upayakan yang berbiaya murah namun target dapat dicapai. Melakukan promosi produk upayakan yang berbiaya murah seperti melalui media sosial.


Seperti web site, Facebook, Whatapps, Istagram dan lain lain. Pada umumnya promosi melalui Media sosial pada saat ini dianggap tepat oleh masyarakat khususnya bagi pebisnis.



10. Berikan layanan yang Terbaik


Sudah selayaknya memberikan layanan yang terbaik kepada pelanggan, seperti pepatang yang mengatakan bahwa "Pembeli adalah Raja".


Memberi layanan yang terbaik adalah agar pelanggan dapat merasakan kepuasan. Bila pelanggan merasakan kepuasan terhadap produk. Maka pelanggan akan mengulanginya untuk menggunakannya.


Dan akan menyebarkan informasi tantang produk dan akan menyarankan kepada orang orang untuk menggunakan produk tersebut.



Sebagai penutup, diucapkan terima kasih telah meluang waktunya untuk membaca " Mencari peluang usaha yang ada di sekitar kita. " 

Untuk menlengkapi pengetahuan tentang Mencari peluang usaha maka silahkan tonton video dibawah ini.

Semoga yang telah diulas diatas memberi manfaat serta menginspirasi. Bila ada yang ingin mendiskusikan bisa mengklik " Contact Us



Baca juga : Dari hobi menjadi peluang usaha


Ga Usah Bingung Cari Ide Bisnis. Tonton ini aja !
Edi Zubaedi





Mencari peluang usaha yang ada di sekitar kita
Mencari peluang usaha || Langkah-langkah untuk membuka usaha sendiri

Saturday, June 20, 2020

Membalikan hambatan menjadi peluang yang ada didepan mata || bagian 1


Membalikan hambatan menjadi peluang yang ada didepan mata || Bagian 1, hal terbaik dari yang buruk dan belajar menghadapi situasi dgn ubah pola pikir

Seseorang terus maju dan sukses, terus meningkat sepanjang perjalanan hidupnya walau berbagai rintangan dan hambatan yang menjadi penghalang.

Untuk membantu seseorang untuk memperkuat kemampuan dan ketekunannya menghadapi setiap tantangan hidup, yang berpegang pada prinsip serta harapan yang mejadi tujuan hidupnya.

Blog “Strategi Bisnis yang Cantik“. Menyajikan artikel tentang Strategi bisnis untuk memenangkan persaingan dengan taktik berbisnis.



Baca juga : Artikel yang terkait


Menjadi seorang Enterpreneur pastinya memiliki Strategi serta memiliki taktik yang jitu dan cerdas dalam berbisnis. Naluri seorang entrepreneur yang kreatif dan memiliki perspektif tentang mengkelola  bisnis.


Enterpreneur memiliki perspektif bagaimana cara merealisasikan ide bisnisnya serta bagaimana cara mengelola bisnis yang baik dan konsisten.



Materi Kupasan :


Bagian 1

Adversity quotient Menurut Paul G. Stoltz

1. Tingkatan Adversity Quotient Paul G. Stoltz.
  • Quitter 
  • Camper 
  • Climber 
2. Ciri, dan Karakteristik Menurut Paul G. Stoltz
  • Profil Quitter 
  • Profil Camper 
  • Profil Climber 

Bagian 2


Hal-hal yang dapat membalikan hambatan menjadi peluang

1. Mengambil hal yang terbaik dari kondisi yang sulit 
  • Percaya akan mendapatkan dukungan sosial.
  • Tidak akan merasa sendiri. 
2. Belajar untuk menghadapi situasi
  • Berlatih untuk tetap selalu bersyukur. 
  • Lakukan gaya hidup sehat. 
  • Raihlah keseimbangan dalam hidup. 
  • Bertahanlah diri untuk tidak membuat perbandingan. 
  • Yakinlah bahwa tidak ada seorang pun yang sempurna di dunia ini.
  • Bergaullah dengan orang-orang yang positif. 
  • Memebuat diri lebih berharga. 
3. Mengubah Pola Pikir 
  • Pahami manfaat dari optimisme. 
  • Hindari pola pikir yang selalu negatif. 
  • Mengharapkan hasil yang terbaik. 
  • Siap gagal.

Bagian 3

Kemampuan untuk dapat membalikan hambatan menjadi peluang 

1. Karakter 
2. Kompetensi
  • Manajemen Pribadi. 
  • Pemahaman Emosional. 
  • Kemampuan Bersosialisasi. 
  • Pengetahuan Teknis. 
  • Kecakapan Intuisi. 
  • Kemampuan Belajar. 

Cara untuk membalikan hambatan menjadi peluang bagi Pebisnis

  1. Jangan membuangnya, sepenuhnya komit
  2. Minta bantuan
  3. Evaluasi ulang rencana Anda
  4. Tanya mengapa

Hambatan-hambatan yang sering dialami bagi Pebisnis


  1. Kurangnya dukungan 
  2. Keinginan untuk melakukan sesuatu yang baik 
  3. Mendapatkan dan mempertahankan model 
  4. Menemukan pelanggan pertama 
  5. Ditolak investor 
  6. Menyadari langkah yang salah 
  7. Menutup bisnis 

Tak lupa di ucapkan Terima kasih, telah berkunjung di artikel ini. Mohon kiranya mau memberikan komentar serta kritik di akhir artikel ini.





Membalikan hambatan menjadi peluang yang ada didepan mata || Bagian 1
Hambatan menjadi peluang 1 || Peluang yang ada didepan mata





Adversity quotient Paul G. Stoltz


Membalikan hambatan menjadi peluang yang ada didepan mata || Bagian 1Kesuksesan yaitu sejauh mana seseorang terus maju dan sukses, terus meningkat sepanjang perjalanan hidupnya walau berbagai rintangan dan hambatan yang menjadi penghalang. 

Adversity quotient digunakan untuk membantu seseorang untuk memperkuat kemampuan dan ketekunannya menghadapi setiap tantangan hidup, yang berpegang pada prinsip serta harapan yang mejadi tujuan hidupnya.



1. Tingkatan Adversity Quotient (Paul G. Stoltz)


Adversity quotient adalah kecerdasan atau kemampuan yang dimiliki individu untuk lepas dari kesulitan dan mampu bertahan hidup, tidak mudah menyerah untuk menghadapi setiap kesulitan-kesulitan hidup. 


Peran Adversity quotient sangat penting untuk mencapai tujuan hidup seseorang atau untuk mempertahankan visi seseorang. 



Adversity Quotient Mengubah Hambatan Menjadi Peluang


Adversity Quotient merupakan penilaian yang mengukur bagaimana respon seseorang dalam menghadapai masalah untuk dapat diberdayakan menjadi peluang. 


Adversity quotient dapat menjadi indikator seberapa kuatkah seseorang dapat terus bertahan dalam suatu pergumulan. Mundur di tengah jalan atau bahkan tidak mau menerima tantangan sedikit pun. 


Adversity Quotient dapat melihat mental seseorang. Melihat sikap dari individu tersebut dalam menghadapi setiap masalah dan tantangan hidupnya. sampai pada akhirnya orang tersebut dapat keluar sebagai pemenang.


Ada pendaki puncak yang menyerah sebelum pendakian dimulai, ada yang merasa puas ketika berada pada ketinggian tertentu, dan ada yang mendaki terus hingga puncak tertinggi. 


Berikut adalah penjelasan penggunaan istilah tersebut didasarkan pada kisah pendaki puncak Everest.



a. Quitter 


Quitter adalah istilah untuk individu yang memilih keluar untuk menghindar dari kewajiban, mundur, dan berhenti, seperti halnya pendaki yang menyerah sebelum pendakian puncak Everest dimulai. 


Individu dengan tipe ini memilih untuk berhenti berusaha dan mengabaikan, menutupi, dan  meninggalkan dorongan inti yang manusiawi untuk terus berusaha. Secara singkat, individu dengan tipe ini biasanya meninggalkan banyak hal yang ditawarkan oleh kehidupan. 



b. Camper 


Camper adalah istilah untuk individu yang telah berusaha sedikit kemudian mudah merasa puas apa yang telah dicapainya. Individu tipe ini biasanya bosan melakukan pendakian, lalu mencari posisi yang nyaman dan bersembunyi pada situasi yang bersahabat.   


Individu dengan tipe ini beranggapan bahwa hidupnya telah sukses sehingga tidak perlu lagi melakukan perbaikan dan usaha, seperti halnya pendaki yang telah merasa puas ketika berada pada posisi tertentu menuju puncak Everest sehingga memutuskan untuk mengakhiri pendakian di posisi itu. 



c. Climber 


Climber adalah individu yang melakukan usaha sepanjang hidupnya Individu dengan tipe  ini akan terus berusaha untuk mencapai tujuan tanpa menghiraukan latar belakang, keuntungan maupun kerugian, dan nasib baik maupun  buruk.


Seperti halnya pendaki yang telah bertekad menaklukkan puncak Everest, apapun  hambatan dalam proses pendakian akan diselesaikannya demi mencapai puncak Everest.



2. Ciri, dan Karakteristik (Paul G. Stoltz)



a. Profil Quitter 


  • Menolak untuk mendaki lebih tinggi 
  • Bergaya hidup datar dan “tidak lengkap” 
  • Bekerja sekedar cukup untuk hidup 
  • Cenderung menghindari tantangan berat yang muncul dari komitmen yang sesungguhnya 
  • Jarang sekali memiliki persahabatan yang sejati 
  • Cenderung menolak perubahan dan melawan atau lari ketika menghadapi perubahan 
  • Terampil dalam menggunakan kata-kata yang sifatnya membatasi, seperti “mustahil”, “ini konyol”, dan sebagainya 
  • Berkemampuan kecil atau bahkan tidak sama sekali dan berkontribusi dalam jumlah  yang sangat sedikit karena tidak memiliki visi dan keyakinan terhadap masa depan 


b. Profil Camper 


  • Ada kemauan untuk mendaki, meskipun akan “berhenti” di pos tertentu, dan merasa cukup sampai di posisi tersebut 
  • Cukup puas telah mencapai suatu tahapan tertentu (satis-ficer) 
  • Masih memiliki sejumlah inisiatif, tetapi hanya sedikit semangat sehingga hanya melakukan sedikit usaha 
  • Mengorbankan kemampuan individunya untuk mendapat kepuasan, dan mampu membina hubungan dengan para camper lain 
  • Menahan diri terhadap perubahan sehingga tidak terlalu menyukai perubahan besar  karena merasa nyaman dengan kondisi yang ada 
  • Menggunakan bahasa dan kata-kata kompromistis, seperti , “ini cukup bagus” atau “kita cukuplah sampai di sini saja” 
  • Memiliki prestasi yang tidak tinggi dan berkontribusi dalam jumlah yang tidak besar 
  • Meskipun telah melalui berbagai rintangan, akan berhenti pada suatu tempat untuk “berkemah” 


c. Profil Climber 


  • Merupakan individu yang membaktikan dirinya untuk terus “mendaki” dan merupakan  pemikir yang selalu memikirkan kemungkinan-kemungkinan 
  • Hidupnya lengkap karena telah melewati dan mengalami semua tahapan sebelumnya. Merupakan individu yang menyadari bahwa akan banyak imbalan  yang  diperoleh dalam jangka  panjang  melalui “langkah-langkah  kecil” yang sedang dilewatinya 
  • Menyambut baik tantangan, memotivasi diri, dan memiliki semangat tinggi, karena  memiliki kecenderungan membuat segala sesuatu terwujud dan berjuang mendapatkan yang terbaik dalam hidup 
  • Tidak takut menjelajahi potensi-potensi tanpa batas yang ada di antara manusia sehingga memahami dan menyambut baikresiko menyakitkan yang ditimbulkan    karena bersedia menerima kritik 
  • Menyambut baik setiap perubahan bahkan ikut mendorong setiap perubahan tersebut kea rah yang positif 
  • Individu yang berbahasa dengan penuh kemungkinan-kemungkinan, tentang apa yang bisa dikerjakan dan cara mengerjakannya, sehingga tidak sabar dengan kata-kata yang tidak didukung dengan perbuatan 
  • Memberikan kontribusi yang cukup besar karena dapat mewujudkan potensi yang ada pada dirinya 
  • Individu yang tidak asing dengan situasi yang sulit karena kesulitan merupakan bagian dari hidup.


Membalikan hambatan menjadi peluang yang ada didepan mata || Bagian 1
Hambatan menjadi peluang 1 || dengan merubah pola pikir




Sebagai penutup, diucapkan terima kasih telah meluang waktunya untuk membaca artikel Membalikan hambatan menjadi peluang yang ada didepan mata || Bagian 1

Lanjutkan ke bagian 2, dan untuk menlengkapi pengetahuan tentang Hambatan menjadi peluang maka silahkan tonton video dibawah ini.

Semoga artikel ini memberi manfaat serta menginspirasi. Bila ada yang ingin mendiskusikan bisa mengklik " Contact Us "



Baca juga : Mau sukses dalam bisnis tapi modal tipis



Peluang Usaha di Daerah Sepi & Terpencil (Terbukti Menghasilkan)








Membalikan hambatan menjadi peluang yang ada didepan mata || bagian 1
hambatan menjadi peluang1





Brokoko

Popular Posts