Saturday, April 25, 2020

Merintis usaha dengan menggunakan pinjaman modal dari bank


Merintis usaha dengan menggunakan pinjaman modal dari bank, diharapkan peran pinjaman tersebut menjadi solusi untuk merintis dan menjalankan bisnis.


Merintis usaha dengan menggunakan pinjaman modal dari bank juga merupakan strategi bagaimana usaha dapat di jalankan sesuai harapan.


Memiliki Strategi bisnis yang Cantik untuk bisnis adalah merupakan kunci sukses dengan menetrapkan dan menentukan strategi bisnis secara konsesiten agar terhindar dari gagal manajemen.




Baca juga : Artikel yang terkait


Menjadi seorang Enterpreneur pastinya memiliki Strategi serta memiliki taktik yang jitu dan cerdas dalam berbisnis. Naluri seorang entrepreneur yang kreatif dan memiliki perspektif tentang mengkelola  bisnis.


Enterpreneur memiliki perspektif bagaimana cara merealisasikan ide bisnisnya serta bagaimana cara mengelola bisnis yang baik dan konsisten.


Tak lupa di ucapkan Terima kasih, telah berkunjung di artikel ini. Mohon kiranya mau menshare dan meninggalkan komentar di akhir artikel ini.







Merintis usaha dengan menggunakan pinjaman modal dari bank
Merintis usaha dengan menggunakan pinjaman modal dari bank


Krisis yang menimpa Indonesia tahun 1997 diawali dengan krisis nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dan krisis moneter yang berdampak pada perekonomian Indonesia yakni resesi ekonomi.


Hal ini merupakan pelajaran yang sangat penting untuk kembali mencermati suatu pembangunan ekonomi yang benar-benar memiliki struktur yang kuat dan dapat bertahan dalam situasi apapun.


Usaha mikro, kecil dan menengah telah menjadi isu yang menarik untuk dicermati dan disikapi. Pada dasarnya hambatan dan rintangan yang dihadapi para pengusaha UMKM dalam meningkatkan kemampuan usaha sangat kompleks dan meliputi berbagai aspek.


Salah satu dengan yang lainnya saling berkaitan antara lain; kurangnya permodalan baik jumlah maupun sumbernya.




Peran pinjaman modal dari bank untuk merintis usaha



Usaha Mikro Kecil Menengah diharapkan dapat berperan sebagai salah satu sumber penting dalam meningkatan sumber pendapatan dan memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat. Keunggulan usaha mikro kecil menengah dalam menyerap tenaga kerja.


Menyerap tenaga kerja lebih banyak dan juga mampu mempercepat proses pemerataan sebagai bagian dari pembangunan. Kurangnya kemampuan manajerial dan keterampilan beroperasi serta tidak adanya bentuk formil dari perusahaan.


Lemahnya organisasi dan terbatasnya pemasaran. Disamping hal-hal terdapat juga persaingan yang kurang sehat dan desakan ekonomi sehingga mengakibatkan ruang lingkup usaha menjadi terbatas.


Kredit Usaha Rakyat (KUR) terbukti banyak berperan mengembangkan UMKM dan ikut andil mengurangi kemiskinan dan pengangguran.




1. Pentingnya Bank untuk menjadi patner bisnis


Demi mencapai pelaksanaan tugasnya, bank menyediakan produk pinjaman untuk penyaluran dana kepada pihak yang membutuhkan. Tugas utama dari bank selain menghimpun dana dari masyarakat adalah menyalurkan dana ke masyarakat.


Pengertian pinjaman atau kredit bank adalah produk bank dimana bank menyediakan sejumlah uang untuk dipinjamkan kepada nasabah, dengan pemberian bunga.


Berdasarkan kesepakatan pinjam-meminjam di produk pinjaman, nasabah diwajibkan untuk melunasi utang pinjaman bersamaan dengan bunganya secara bertahap dalam jangka waktu tertentu.



2. Cara kerja pinjaman bank


Semua proses dan ketentuan pinjaman ini akan tercantum pada perjanjian pinjaman atas kesepakatan pihak bank dan nasabah. Seperti yang dijelaskan di pengertiannya, bank akan meminjamkan sejumlah dana kepada nasabah untuk jangka waktu tertentu. 

Pada dasarnya sistem atau cara kerja pinjaman uang di bank tidaklah rumit. Bagian terumit merupakan perhitungan bunga dan angsuran untuk jenis pinjaman yang berbeda-beda. 


Setelah peminjam atau nasabah menerima uang tersebut maka nasabah perlu mengangsur utang pinjaman dan bunga setiap bulan hingga lunas. Sebagai imbalan dari meminjamkan uang tersebut, bank menagihkan bunga dari total uang yang dipinjam. 

Bila pinjaman memiliki aset yang terkait sebagai jaminan maka bank berhak untuk menyita jaminan tersebut. Apabila peminjam tidak membayar angsuran pada tanggal jatuh tempo setiap bulannya, maka bank akan memberikan denda kepada sang peminjam. 

Dan jika penunggakan angsuran ini terjadi secara terus-menerus hingga bank merasa nasabah tidak mampu lagi membayar angsuran pinjaman, maka bank dapat menuntut nasabah melalui jalur hukum. 

Apabila pelunasan pinjaman dilakukan lebih awal dari waktu yang ditentukan maka bank berhak mengenakan penalti kepada nasabah.






Merintis usaha dengan menggunakan pinjaman modal dari bank
Peran Pinjaman modal dari bank untuk merintis usaha



Pentingnya pinjaman modal dari bank untuk merintis dan menjalankan usaha



Kredit adalah kemampuan untuk melaksanakan suatu pembelian atau mengadakan suatu pembelian atau mengadakan suatu peminjaman dengan janji pembayaran akan dilakukan/ditangguhkan pada suatu jangka waktu yang disepakati.

Hal ini dikarenakan UMKM merupakan unit-unit usaha yang lebih banyak jumlahnya dibandingkan usaha industri berskala besar dan memiliki. Keunggulan dalam menyerap tenaga kerja lebih banyak.

Penyerapan tenaga kerja juga mampu mempercepat proses pemerataan sebagai bagian dari pembangunan. Sektor UMKM lebih sering memanfaatkan sumber daya alam dan padat karya seperti pertanian, perkebunan, peternakan, dan perdagangan.


Oleh karena itu sektor UMKM sering disebut kegiatan ekonomi berbasis kerakyatan dimana umumnya barang-barang yang dihasilkan oleh pelaku UMKM. Pelaku UMKM adalah berupa kebutuhan sehari-hari yang dibutuhkan oleh hampir semua lapisan masyarakat.



1. Pinjaman bank untuk membuka dan merintis usaha


Manfaat dari pinjaman bagi pihak bank sudah pasti sebagai sumber pendapatan. Bank dapat memperoleh keuntungan dari bunga pinjaman yang ditagihkan ke nasabah.


Apakah manfaat mengambil pinjaman dari bank ?



Memenuhi kebutuhan nasabah


Dengan mengambil pinjaman bank, nasabah dapat memanfaatkan uang yang diperoleh untuk keperluannya. Manfaat yang paling jelas dari pinjaman bank untuk nasabah adalah memenuhi kebutuhan nasabah.



Bank menawarkan berbagai macam pinjaman


Bank menyediakan pembiayaannya dengan jenis pinjaman yang berbeda-beda. Dan setiap pinjaman tersebut memiliki keuntungan kompetitif. Baik itu untuk pembelian rumah, mobil, motor, pembayaran rumah sakit, biaya pernikahan, pendidikan maupun modal bisnis.



Suku bunga yang teregulasi


Adanya regulasi dari bank sentral (Bank Indonesia) atas suku bunga kredit, bank umum tidak dapat memasang suku bunga lebih tinggi dari regulasi itu. Lembaga keuangan lain dapat menagih suku bunga yang sangat tinggi di produk pinjamannya, contohnya rentenir.


Maka dengan mengambil kredit bank, nasabah akan terlindungi dari tingkat suku bunga pinjaman yang tidak karuan. Jadi ada batasan suku bunga pinjaman yang dapat dikenakan kepada nasabah.



Jumlah pinjaman lebih tinggi


Dibandingkan lembaga pembiayaan lainnya, bank dapat memberikan jumlah pinjaman yang jauh lebih tinggi. Tentunya karena bank merupakan lembaga keuangan terbesar di Indonesia.



Lebih mudah diperoleh


Kredit bank relatif lebih mudah diperoleh jika peminjam memenuhi semua persyaratannya ketimbang sumber kredit dari lembaga lainnya.



Keamanan informasi debitur


Rahasia keuangan debitur dan informasi debitur lebih terjaga jika mengajukan pinjaman melalui bank.




2. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebelum ajukan pinjaman 


Menjalankan bisnis memang perlu modal. Bukan hanya bisnis skala besar saja, bisnis kecil pun pasti butuh modal untuk bisa berkembang secara maksimal. Hal ini kerap jadi tantangan tersendiri atau bahkan menjadi kendala dalam mengembangkan bisnis menjadi untuk lebih maju lagi.


Bagaimanapun juga, modal ikut andil dalam mewujudkan kesuksesan bisnis bukan ?


Mendapatkan sejumlah tambahan modal untuk bisnis, mengajukan pinjaman ke pihak ketiga tentu bisa jadi keputusan tepat. Saat ini ada banyak pilihan bank dan lembaga keuangan lainnya yang menyediakan berbagai jenis pinjaman.


Jenis pinjaman yang ditawarkan pun beragam, mulai dari khusus bagi para pebisnis atau pinjaman biasa yang juga bisa alokasikan sebagai tambahan modal bisnis. Pengajuan pinjaman seperti ini sudah jauh lebih mudah.


Bahkan meski ingin mengajukannya di lembaga keuangan bukan bank. Namun sebelum mengajukan pinjaman, pastikan memiliki pertimbangan tepat terkait dengan hal ini sejak awal. Jadi sebelum mengajukan pinjaman untuk berbisnis.



Apakah benar-benar butuh pinjaman dana


Punya uang banyak di kas mungkin akan tampak lebih menyenangkan dan terasa aman. Namun hal ini tidak selalu benar jika mendapatkan uang tersebut sebagai pinjaman.  Pahamilah bahwa pinjaman ini akan menimbulkan sejumlah utang di dalam bisnis. 


Dan hal ini akan membebani keuangan bisnis tersebut selama beberapa waktu ke depan.  Artinya, sangat penting untuk memastikan bahwa pandapatan bisnis dapat meningkat setelah adanya suntikan dari sejumlah tambahan modal tersebut.


Jika ternyata tambahan modal yang rencanakan tidak akan membawa perubahan apa-apa di dalam bisnis, maka pertimbangkan lagi.


Jangan menambah utang di dalam bisnis jika hal tersebut tidak bisa meningkatkan pendapatan bisnis ke depannya. Dengan demikian penambahan modal dari pinjaman tersebut tidaklah tepat.



Alasan yang jelas mengajukan pinjaman


Memiliki alasan yang jelas dan detail terkait pengajuan pinjaman untuk bisnis. Hal ini akan menggambarkan bagaimana dan ke mana akan mengalokasikan dana pinjaman tersebut.  Lalu, perubahan apa yang akan terjadi di dalam bisnis setelah dana tersebut dicairkan.


Bukan hanya memudahkan saja, namun alasan yang tepat akan membuat bank lebih percaya dan menyetujui pengajuan pinjaman Anda tersebut. Selain hal tersebut juga perlu menentukan jenis pinjaman yang paling tepat dan sesuai dengan kebutuhan bisnis.


Bank menyediakan beberapa jenis pinjaman yang berbeda, bahkan bisa disesuaikan dengan kebutuhan para nasabah.


Mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) tentu bisa menjadi keputusan tepat. Selain bunganya ringan, KUR juga memungkinkan memilih masa cicilan lebih panjang.



Kapan dana pinjaman ini di gunakan


Pengajuan pinjaman harus disesuaikan dengan kebutuhan, apalagi untuk pinjaman yang dikenakan sejumlah bunga. Jangan sampai Anda mengajukan dan mencairkan pinjaman, padahal belum memiliki rencana pengembangan bisnis yang jelas.


Kondisi seperti ini akan berisiko menimbulkan masalah keuangan, mengingat bunga pinjaman akan segera berjalan setelah dana tersebut dicairkan.


Lihat kembali kebutuhan tambahan modal bisnis dan sesuaikan dengan proses yang dibutuhkan dalam pengajuan hingga pencairan pinjaman tersebut.



Apakah kondisi bisnis mendukung


Mengajukan pinjaman akan mendatangkan sejumlah dana segar, namun tidak ada jaminan jika keuangan bisnis bisa cocok dan menerima hal tersebut dengan positif. Melihat kondisi keuangan secara menyeluruh. 


Melihat kemampuan keuangan dari usaha tersebut untuk menanggung sejumlah utang yang baru di dalamnya. Hal ini penting dan akan membantu lebih mudah dalam mengelola pinjaman tersebut secara maksimal, termasuk melunasinya di masa yang akan datang.



Apakah layak untuk mendapatkan pinjaman


Memerhatikan status kredit yang miliki saat ini. Pengajuan pinjaman ini tentu hanya akan berhasil jika status kredit layak dan tidak bermasalah. Bank akan melakukan pengecekan tersebut melalui BI cheking.


Menjadikan hal ini sebagai salah satu pertimbangan penting dalam mengambil keputusan.  Jika ingin pengajuan kredit ini berhasil, maka hasil BI cheking harus dalam kondisi baik dan bebas masalah kredit macet.



Pertimbangkan secara masak rencanakan untuk ajukan pinjaman dengan Tepat


Mengajukan pinjaman modal menjadi salah satu solusi bagi yang ingin mengembangkan bisnis. Memahami dengan baik prosedur dan berbagai pertimbangan penting dalam urusan yang satu ini, agar kredit bisa disetujui oleh pihak bank.


Rencanakan pengajuan kredit dan ajukan ke lembaga yang tepat, sehingga bisnis bisa segera berkembang secara maksimal.






Merintis usaha dengan menggunakan pinjaman modal dari bank
Pentingnya pinjaman modal dari Bank untuk merintis dan menjalankan usaha


Mulai membuka dan merintis usaha dengan pinjaman modal dari bank berupa Kredit usaha rakyat (KUR


Pada saat ini pengembangan UMKM masih dilanda berbagai hambatan dan tantangan dalam menghadapi dunia usaha yang semakin ketat. Berbagai keterbatasan yang ada, UMKM masih diharapkan mampu menjadi andalan perekonomian Indonesia. 

Usaha Mikro Kecil Menengah diharapkan dapat berperan sebagai sumber penting dalam meningkatan sumber pendapatan dan memperluas kesempatan kerjabagi masyarakat. Di Indonesia UMKM telah menjadi bagian penting dari sistemperekonomian di Indonesia. 


1. Apa itu Kredit usaha rakyat (KUR )


Zaman now, modal bukan lagi penghalang untuk membuka dan merintis usaha. Banyak fasilitas pinjaman yang dapat manfaatkan. Tingkat bunga KUR turun menjadi 6% per tahun. 


Kebijakan ini mulai berlaku per 1 Januari 2020. Plafon sebelumnya Rp. 25 juta menjadi Rp. 50 juta per nasabah. Mulai dari Kredit Tanpa Pinjaman (KTA), Kredit Multiguna (KMG), pinjaman online (pinjol), sampai KUR.


Berniat mengembangkan bisnis dengan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) ?


Beberapa produk pinjaman, suku bunga KUR yang paling rendah. Wajar, karena ada subsidi bunga dari pemerintah. 


Kredit Usaha Rakyat adalah kredit atau pembiayaan modal kerja atau investasi yang diberikan kepada nasabah perorangan, badan usaha, atau kelompok usaha produktif.  Namun belum memiliki agunan tambahan atau belum cukup. 


Penerima KUR dan sektor usaha :



  • Usaha mikro, kecil, dan menengah
  • Calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang akan bekerja di luar negeri
  • Calon pekerja magang di luar negeri
  • Anggota keluarga dari karyawan yang berpenghasilan tetap atau bekerja sebagai TKI
  • TKI yang pernah bekerja di luar negeri
  • Pekerja yang terkena PHK
  • UMKM di wilayah perbatasan dengan negara lain
  • Kelompok usaha, seperti Kelompok Usaha Bersama (KUBE), Gabungan Kelompok Tani dan Nelayan (Gapoktan), dan kelompok usaha lainnya.



Sektor usaha yang dapat KUR, antara lain:

  • Sektor pertanian (termasuk tanaman pangan, tanaman hortikultura, perkebunan, dan peternakan)
  • Sektor perikanan (termasuk penangkapan dan pembudidayaan ikan)
  • Industri pengolahan (termasuk industri kreatif di bidang periklanan, fesyen, film, animasi, video, dan alat mesin pendukung kegiatan ketahanan pangan)
  • Perdagangan (termasuk kuliner dan pedagang eceran)
  • Jasa-jasa (sektor penyediaan akomodiasi dan penyediaan makanan; sektor transportasi, pergudangan, dan komunikasi; sektor real estate, usaha persewaan, jasa perusahaan; sektor jasa pendidikan; sektor jasa kemasyarakatan, sosial budaya, hiburan, perorangan lainnya)
  • Pembiayaan calon TKI di luar negeri
  • Pembiayaan calon pekerja magang di luar negeri.
  • Agunan Kredit Usaha Rakyat, Apa Saja ?
  • Agunan pokok: usaha atau obyek yang dibiayai KUR
  • Agunan tambahan


2. Cara Mendapatkan KUR di 4 Bank BUMN


Mengajukan KUR mikro, ritel, penempatan TKI, atau KUR khusus dengan mendatangi langsung kantor agen penyalur. Masing-masing agen penyalur menetapkan syarat berbeda.



KUR Mikro


Kredit modal kerja atau kredit investasi dengan plafon sampai dengan Rp. 25 juta per debitur. (Namun di tahun depan, akan naik hingga Rp. 50 juta)


Syaratnya:



  • Individu atau perorangan yang punya usaha produktif dan layak
  • Telah aktif menjalankan usaha minimal 6 bulan
  • Tidak sedang menerima kredit dari perbankan, kecuali KPR, Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), dan kartu kredit
  • Syarat administrasi: Identitas berupa KTP, Kartu Keluarga (KK), dan surat izin usaha
  • Tidak dipungut biaya provisi dan administrasi
  • Tenor KMK maksimal 3 tahun, sedangkan kredit investasi 5 tahun.


KUR Ritel


Kredit yang diberikan kepada debitur yang punya usaha produktif dan layak dengan plafon hingga Rp. 500 juta per debitur.


Syaratnya:



  • Telah aktif menjalankan usaha minimal 6 bulan
  • Tidak sedang menerima kredit dari perbankan, kecuali KPR, Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), dan kartu kredit
  • Memiliki Surat Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK) atau surat izin usaha lain yang dapat dipersamakan
  • Tenor KMK 4 tahun, dan kredit investasi maksimal 5 tahun
  • Tidak dipungut biaya provisi dan administrasi
  • Agunan sesuai ketentuan bank.





Merintis usaha dengan menggunakan pinjaman modal dari bank
Pinjaman modal dari bank | Mulai membuka dan merintis usaha dengan Kredit usaha rakyat (KUR)



Keuntungan dan kerugiannya usaha dengan menggunakan pinjaman modal dari bank



Seorang pengusaha yang akan memulai sebuah bisnis baru harus berusaha untuk memiliki modal yang cukup. Mengetahui bagaimana serta di mana harus mendapatkan modal tersebut. Kredit usaha kecil merupakan salah satu opsi yang tersedia.


Salah satu produk perbankan yang memang secara khusus dibuat untuk membantu para pengusaha berskala mikro untuk memulai bisnis atau membantu permodalan bisnis yang telah berjalan. Bank memang seringkali menjadi satu tempat tujuan para pengusaha.


Di sanalah mereka dapat mendapatkan bantuan permodalan dalam bentuk pinjaman atau kredit. Hal yang harus selalu diingat adalah fakta bahwa tidak setiap aplikasi pinjaman akan diterima atau disetujui oleh pihak bank.


Setiap bank pastilah memberikan berbagai syarat kepada nasabah yang hendak mengajukan pinjaman. Seringkali bank terkesan “sulit” memberikan persetujuan pinjaman kepada nasabah berskala mikro mengingat resiko yang harus ditanggung terbilang tinggi.


Bukan berarti tidak mungkin mendapatkan bantuan permodalan dari institusi perbankan karena terbukti ada begitu banyak produk pinjaman yang memang secara khusus dibuat untuk mereka. Seperti dua sisi mata uang.


Mengajukan kredit kepada bank untuk dijadikan sebagai modal usaha memiliki kelebihan dan kerugian. Sebelum memutuskan untuk pergi ke bank untuk mengajukan permohonan pinjaman.


Ada baiknya mencermati terlebih dahulu untung rugi meminjam modal usaha dari bank berikut ini.




1. Keuntungan Meminjam Modal dari Bank



Memberi berbagai kemudahan


Bagi nasabah yang secara teratur menyimpan uang ke bank, besar kemungkinan pihak bank akan mempermudah pengajuan permohonan kredit.


Syarat-syarat yang dibutuhkan pun terbilang sangat mudah karena hanya dokumen – dokumen pribadi serta tentunya riwayat kredit yang baik.



Ada berbagai jenis pinjaman


Banyak sekali produk pinjaman yang dapat diakses oleh nasabah, termasuk nasabah berskala mikro, dari mulai KUR hingga KTA dan Kredit Multiguna.


Produk pinjaman menawarkan kelebihan serta kekurangan yang berbeda-beda sehingga nasabah hanya tinggal menyesuaikan mana yang sekiranya paling sesuai dengan kebutuhan.



Bank tidak turut campur dalam urusan bisnis yang dijalankan

Bank merupakan pemberi pinjaman modal namun sama sekali tidak akan turut campur di dalam bisnis yang dijalankan dengan uang tersebut.


Hal yang akan menjadi perhatian oleh bank adalah kelancaran dan kedisiplinan nasabah dalam pengembalian kredit yang digunakan.



Bunga rendah

Pada umumnya, produk pinjaman untuk usaha mikro memiliki tingkat suku bunga yang lebih rendah dibandingkan dengan produk pinjaman yang lain yang bersifat konsumtif.



Agunan aman

Ketika meminjam dana dari bank, biasanya nasabah akan diminta menyerahkan asset berharga sebagai agunan atau jaminan. Dalam hal ini pihak bank bertanggungjawab secara penuh akan keamanan agunan tersebut.




2. Kerugian Meminjam Modal Usaha dari Bank



Proses rumit


Masih banyak bank yang masih memberlakukan proses yang berbelit-belit. Setelah menerima formulir permohonan kredit.


Memverifikasi kemudian melakukan survey terhadap usaha yang dijalankan, kembali melakukan verifikasi dan beberapa prosedur merepotkan yang lain.



Menghabiskan banyak waktu


Proses yang rumit dan berbelit tidak jarang nasabah harus menunggu hingga berhari-hari bahkan berminggu-minggu untuk menerima dana yang diinginkan.



Prioritas kepada nasabah yang pernah mengajukan pinjaman


Meski sepenuhnya merupakan kebijakan bank, namun pada umumnya mereka memilih-milih nasabah.


Nasabah yang pernah mendapatkan pinjaman dan lancar dalam hal pengembalian akan lebih mudah mengajukan kredit baru.


Sementara nasabah baru biasanya harus rela mengikuti berbagai prosedur yang merepotkan karena dianggap beresiko tinggi.



Jika gagal melunasi pinjaman, agunan atau jaminan akan menjadi milik bank


Ini adalah yang paling dikhawatirkan oleh masyarakat ketika hendak mengajukan kredit ke bank. Mereka takut apabila ternyata usaha yang dibuka gagal dan pinjaman tidak mampu dilunasi, maka mereka harus merelakan asset yang dijadikan agunan menjadi milik bank.



Tidak mendapatkan jumlah sesuai kebutuhan


Bank akan memberikan kredit sesuai dengan nilai jaminan yang diajukan. Dalam hal ini, ketika ternyata nilai taksiran bank lebih rendah dari yang dibutuhkan oleh nasabah, maka berarti nasabah tersebut harus rela mencari tambahan dari sumber yang lain.







Merintis usaha dengan menggunakan pinjaman modal dari bank
Keuntungan pinjaman Modal dari Bank


Sebagai penutup, diucapkan terima kasih telah meluang waktunya untuk membaca artikel Merintis usaha dengan menggunakan pinjaman modal dari bank. 
Untuk menlengkapi pengetahuan tentang Merintis usaha maka silahkan tonton video dibawah ini.


Semoga artikel ini memberi manfaat serta menginspirasi. Bila ada yang ingin mendiskusikan bisa mengklik " Kontak "


Hutang Di Bank Untuk Mulai Usaha dan Invetsasi





Merintis usaha dengan menggunakan pinjaman modal dari bank
Menggunakan pinjaman modal dari bank

No comments:

Post a Comment



Terima kasih, telah membaca dan memberi komentarnya

Semoga Artikel ini memberi inspirasi dan bermanfaat.

Brokoko

Popular Posts