Tuesday, April 28, 2020

Mendongkrak volume penjualan dengan strategi dan taktik jitu


Untuk Mendongkrak volume penjualan dengan strategi dan taktik jitu, pada prakteknya di perlukan strategi khusus untuk mendapatkan konsumen potensial.


Meningkatkan volume penjualan diperlukan strategi dan taktik yang jitu untuk mendongkrak volume penjualan yang pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan dan sukses dalam berbisnis.


Memiliki Strategi bisnis yang Cantik untuk bisnis adalah merupakan kunci sukses dengan menetrapkan dan menentukan strategi bisnis secara konsesiten agar terhindar dari gagal manajemen.




Baca juga : Artikel yang terkait


Menjadi seorang Enterpreneur pastinya memiliki Strategi serta memiliki taktik yang jitu dan cerdas dalam berbisnis. Naluri seorang entrepreneur yang kreatif dan memiliki perspektif tentang mengkelola  bisnis.


Enterpreneur memiliki perspektif bagaimana cara merealisasikan ide bisnisnya serta bagaimana cara mengelola bisnis yang baik dan konsisten.


Tak lupa di ucapkan Terima kasih, telah berkunjung di artikel ini. Mohon kiranya mau menshare dan meninggalkan komentar di akhir artikel ini.







Mendongkrak volume penjualan dengan strategi dan taktik jitu
 Strategi mendongkrak volume penjualan dengan pendekatan konsumen potensial



Strategi mendongkrak volume penjualan dengan pendekatan konsumen potensial



Di dalam bisnis pelanggan adalah kunci utama yang bisa membuat bisnis berkembang. Dari merekalah akan tahu seberapa baik atau buruknya kualitas produk yang pasarkan. Jika memang produk yang di jual memiliki kualitas yang baik.


Pelanggan pun tak akan ragu untuk membelinya. konsumen potensial ini berpeluang besar untuk bisa menjadi konsumen setia yang secara tidak langsung akan memasarkan produk tanpa diminta.


Pelanggan menjadi bagian terpenting pada bisnis, untuk bisa memproduksi yang sesuai dengan keinginan konsumen. Sangat menguntungkan karena produk sesuai dengan target pemasaran.


Menghadapi konsumen potensial ini tidak mudah karena mereka akan menanyakan segala tentang produk mulai dari harga, kualitas, dan sebagainya. Maka dari itu perlu tim marketing melakukan pendekatan khusus kepada konsumen potensial. 


Hindari kekecewaan pelayanan terhadap respon setiap pertanyaannya diabaikan begitu saja. Lalu, pendekatan seperti apakah yang harus dilakukan kepada konsumen potensial  ?




1. Melakukan pendekatan kepada konsumen potensial


Menentukan Target Konsumen Potensial


Setelah membuat produk, langkah selanjutnya adalah menentukan target konsumen potensial. Target dibuat berdasarkan usia dan juga kebermanfaatan produk bagi konsumen. Dengan begitu tak akan sulit untuk mencari konsumen potensial.


Langkah ini perlu untuk di lakukan, sebelum melakukan pendekatan lainnya kepada konsumen potensial. Sebagai contoh, produk yang di keluarkan adalah hijab maka target konsumen yang bisa dibidik adalah wanita muslimah.



Menggunakan Harga Ganjil pada Setiap Produk Anda


Tentunya pernah melihat sebuah harga yang dibanderol pada sebuah produk dengan harga yang ganjil. Harga ganjil yang dimaksud seperti 99.900, 199.900, 299.900, dan seterusnya.


Harga yang dibuat tersebut merupakan suatu pendekatan untuk bisa mendapatkan konsumen potensial.


Harga yang dipasang tersebut, secara psikologis dapat ditangkap dengan cepat oleh para konsumen. Mereka akan menyangka bahwa harga 200,000 tersebut masih diangka seratus ribu atau 199,900.


Ketika konsumen tersebut hendak membayarnya tak akan menolak bila mengeluarkan sebuah nominal dua ratus ribu. Hal tersebut bukan sebagai pembodohan atau penipuan. Melainkan strategi marketing yang banyak dilakukan oleh para pelaku bisnis.



Buat iklan yang sesuai dengan target konsumen


Untuk melakukan pendekatan kepada konsumen potensial dengan membuat iklan yang sesuai. Iklan pemasaran yang dimaksud bisa dengan melalui broadcast lewat sosial media. Bila target adalah seorang pebisnis maka bahasa yang digunakan adalah formal.


Gunakan bahasa yang sesuai dengan mereka. Lewat sosial media, bisa pula membuat pamflet yang disesuaikan dengan target pasar. Konsep yang diusung pun hampir sama, pilih warna, gambar, bahasa, dan front tulisan yang memang sesuai dengan mereka.



Tidak Ragu untuk Memberikan Garansi


Pasti pernah menemukan sebuah tulisan dalam kemasan yang cukup menarik. seperti “Tidak Puas, Uang Kembali”. Pemberian garansi dengan kata tersebut tentunya mengisyaratkan bahwa membuat sebuah produk yang terjamin kualitasnya.


Dengan begitu, konsumen potensial ini tidak akan lama untuk berpikir dan kemungkinan besar produk tersebut akan dibelinya. Jika tidak, bisa jadi harga yang dibanderol terlalu mahal atau ada pertimbangan lainnya.



Mengikut Pameran atau Menjadi Sponsor


Jika produk tergolong baru tak ada salahnya untuk mempromosikan produk tersebut lewat sebuah pameran atau menjadi sponsor dalam acara. Mengikuti sebuah pameran, merupakan salah satu langkah efektif untuk mengenalkan produk kepada khalayak umum.


Dalam pameran akan bertemu dengan calon konsumen potensial secara langsung. Pengenalan produk untuk mendapatkan konsumen potensial pun akan lebih besar lagi. Menjadi sponsor tidak harus selalu menggunakan uang.


Bisa pula dengan memberikan produk, biasanya dijadikan sebagai doorprize untuk para peserta. Keuntungan dalam melakukan hal tersebut, selain bertemu dengan konsumen potensial produk pun akan semakin dikenal.



Lakukan Promo Buy 1 Get 1


Cara berikutnya untuk melakukan pendekatan dengan konsumen potensial adalah dengan melakukan promo Buy 1 Get 1. Dengan melakukan promo tersebut, konsumen potensial akan tertarik karena merasa diuntungkan dengan pembelian produk tersebut.


Yang menarik dari promo ini adalah kata “gratis” yang memang dikemas dengan cara lain. Sebagian besar cara yang dipakai oleh marketing ini terbukti berhasil.


Tetapi untuk melakukan promo ini sebaiknya biasa dianalisa terlebih dahulu lewat harga dan juga keuntungan yang didapat. Penerapan promo ini bisa dilakukan di event-event besar misalnya saat hari raya, awal serta akhir tahun, dan saat liburan.



Melakukan Event Promo Terbatas


Menerapkan promo buy 1 get 1, jangan lupa untuk menyertakan event promo lainnya yang bisa bersifat harian atau bulanan. Strategi ini sudah banyak yang menggunakan karena memang terbukti cukup efektif. 


Event promo ini biasanya akan ditunggu oleh para konsumen terutama para konsumen potensial. Event promo yang dibuat pun bisa bermacam-macam, contohnya saja promo khusus untuk konsumen wanita di hari tertentu.


Melakukan obral besar-besaran dalam waktu 1-3 jam, gratis produk lain untuk 10 orang pembeli pertama, dan lain sebagainya. Semakin unik membuat promo, maka semakin bear pula kesempatan untuk menemukan konsumen potensial.



Berikan pelayanan terbaik untuk konsumen potensial


Pembeli adalah raja, sehingga pembeli harus dilayani sebaik mungkin. Tentunya perumpamaan ini sudah banyak diketahui oleh orang lain terutama para pelaku bisnis.  Setiap pebisnis memiliki caranya sendiri untuk melayani konsumen. 


Bentuk pelayanan yang banyak dilakukan oleh orang adalah dengan ramah dan murah senyum dalam melayani konsumen. Memberikan harga atau pelayanan khusus kepada konsumen potensial saat mereka berulang tahun.


Konsumen akan merasa senang dan sangat dihargai karena mendapatkan pelayanan yang terbaik di hari ulang tahunnya. Jika pelayanan tersebut akan ada dilakukan, maka harus bisa mendapatkan informasi tentang data diri konsumen pelanggan.



Follow Up dengan Benar


Memfollow up seseorang hingga closing membutuhkan ilmu khusus dalam melakukannya. Beberapa tahapan yang bisa dilakukan hingga konsumen potensial benar menggunakan produk yang dijual.


Tidak bisa diprediksi kapan follow up tersebut harus berakhir. Tak bisa memaksa atau menghubungi terus menerus. Melakukan hal tersebut tanpa cara yang benar akan membuat mereka risih dan juga menghindari.



Mengevaluasi Produk


Seringnya bertemu dengan konsumen potensial secara tidak langsung bisa membuat untuk lebih baik lagi dalam membuat produk yang dipasarkan. Dengan seringnya bertemu, akan mengetahui selera dan keinginan yang mereka butuhkan. 


Akan menjadi ipnut tersendiri untuk melakukan evaluasi dan perubahan pada produk. Bila produk yang dihasilkan semakin baik, maka konsumen potensial akan menjadi konsumen paling loyal karena mengetahui kualitas dari produk yang di jual.


Membutuhkan waktu yang cukup lama. Tetapi bila hasilnya sangat menguntungkan jangan pernah menyerah untuk melakukannya.




2. Memfollow up konsumen potensial



  • Saat menghubungi konsumen dan memperkenalkan diri, biarkan konsumen untuk beberapa menit saja mengingat tanpa harus diberitahu. 
  • Akan lebih baik bila konsumen pun mengingat tentang percakapan beberapa waktu lalu. Karena hal tersebut akan memudahkan melakukan penawaran bahkan untuk bisa closing.
  • Pastikan bahwa konsumen potensial mengetahui bahwa tujuan untuk menghubunginya adalah untuk menawarkan solusi yang tepat tentang kebutuhan mereka.
  • Jika situasi tidak memungkinkan, jangan langsung closing saat itu. Namun  harus melakukan beberapa tahap follow up kembali

Meneloponnya-mengirimkan email, mengirimkan BC lewat sosmed-kembali meneloponnya untuk melakukan closing.




3. Ciri-Ciri Konsumen Potensial


Mengetahui ciri konsumen potensial, agar tidak salah dan juga buang waktu dalam melakukan pendekatan. Ciri-ciri konsumen potensial yang wajib untuk ketahui adalah sebagai berikut:



Terjadinya Tawar Menawar yang Berkepanjangan


Salah satu ciri konsumen potensial yang dapat terdeteksi adalah terus menerus melakukan tawar menawar. Konsumen potensial selalu berusaha untuk mendapatkan harga termurah.


Bila menghadapi konsumen tersebut jangan diabaikan karena mereka merupakan calon potensial yang dapat bisnis berkembang. Konsumen selalu terus menawar karena menyukai dan berminat terhadap produk. 


Mereka selalu serius untuk bisa bekerjasama dalam jangka waktu yang panjang. Bila memungkinkan bisa memberikan harga terbaik untuk konsumen potensial. namun Bila tidak bisa, berilah penjelasan dengan ramah dan juga terperinci.



Aktif Bertanya


Bila calon konsumen bertanya secara detail, jangan merasa jengkel atau malas untuk menghadapinya. Berikanlah informasi dengan jelas.


Calon konsumen potensial yang memang bisa bermanfaat untuk perkembangan bisnis. Tetaplah menjawab denga ramah dan sesuai dengan kemampuan.



Penuh Pertimbangan


Banyak yang mengira bahwa konsumen yang akan membeli, kemudian dengan pertimbangannya dari sisi waktu dan sebagainya adalah konsumen yang tidak akan membeli produk.


Justru dengan adanya konsumen yang penuh pertimbangan merupakan ciri dari konsumen potensial. Mereka biasanya mempertimbangkan dari sisi waktu pengiriman, kelebihan, kekurangan dan juga budget yang dimiliki.


Biasanya mereka pun akan membandingkan harga serta produk dari brand lain. Tentunya harus bersabar dan terus memfollow up konsumen di waktu yang tepat.


Yakinkanlah agar mau untuk membeli produk yang ditawarkan. Jangan ada kata menyerah untuk melakukan pendekatan kepada konsumen potensial.





Mendongkrak volume penjualan dengan strategi dan taktik jitu
 Strategi mendongkrak volume penjualan dengan kepuasan pelanggan



Strategi mendongkrak volume penjualan dengan kepuasan pelanggan



Strategi mendongkrak volume penjualan dengan kepuasan pelanggan merupakan cara untuk meningkatkan pendapatan. Kepuasan pelanggan yaitu respon atau tanggapan yang diberikan konsumen. 


Konsumen memperoleh rasa nyaman dan senang karena harapannya telah terpenuhi.  Kepuasan pelanggan sering dijadikan sebagai salah satu tujuan utama dari strategi pemasaran bisnis, baik bisnis yang dijalankan dengan memproduksi barang maupun bisnis jasa.


Keberhasilan strategi pemasaran dapat dicapai jika kepuasan pelanggan telah terpenuhi. Namun untuk memperoleh kepuasan pelanggan tidaklah mudah. Setiap pelanggan memiliki tingkat kepuasan yang berbeda walaupun membutuhkan produk yang sama.


Proses pemenuhan kepuasan pelanggan tidak hanya membutuhkan produk atau jasa yang berkualitas saja, namun juga membutuhkan adanya sistem pelayanan yang mendukung.  Pelanggan akan merasa senang dengan produk atau jasa yang dibutuhkan.


Nyaman dengan pelayanan yang diberikan. Kepuasan pelanggan dapat mempengaruhi omset penjualan. Pelanggan merasa puas terhadap produk maka permintaan akan meningkat dan omset penjualan pun ikut naik.


Sebaliknya jika pelanggan tidak merasa puas maka permintaan akan menurun begitu juga dengan omset penjualannya.


Pelanggan yang tidak puas dengan suatu produk tidak akan membeli lagi. dan hal ini akan berdampak buruk terhadap produk. serta dapat memperburuk citra perusahaan.




1. Strategi meningkatkan kepuasan pelanggan.


Strategi yang bisa terapkan sebelum memulai suatu usaha. Strategi Meningkatkan Kepuasan Pelanggan, agar terhindar dari kemungkinan buruk :



Berikan produk yang berkualitas


Bebaskan dari kerusakan ataupun kecacatan saat sampai di tangan pelanggan. Sebaiknya cek terlebih dahulu kualitas produk yang akan diberikan kepada pelanggan



Berikan kualitas pelayanan yang ramah


Ketepatan penyampaian dan menggunakan sistem yang dipahami para pelanggan. Sehingga pelanggan tidak kesulitan dengan pelayanan yang diberikan, baik langsung maupun pelayanan online



Fokus pada pencapaian kepuasan pelanggan


Produk serta pelayanan yang diberikan dapat memenuhi harapan pelanggan



Harga maupun biaya pelayanan sesuai dengan kondisi pasar saat ini


Sesuaikan nilai produk atau jasa yang ditawarkkan. Pelanggan akan membandingkan antara biaya yang dikeluarkan dengan manfaat yang diperoleh dari suatu produk



Berikan jaminan produk maupun pelayanan yang diberikan, 


Pelanggan percaya dengan produk atau pun jasa yang ditawakan dan akan terus menjadi pelanggan setia. Misalnya dengan mencantumkan ijin dari Badan POM bagi produk makanan dan obat.



Perlakukan pelanggan layaknya “Bos”. 


Hal tersebut dapat membuat pelanggan merasa puas. Tanpa adanya pelanggan maka bisnis tidak akan berjalan dengan baik. Maka memperlakukan pelanggan dengan sangat baik.



Komunikasi yang efektif. 


Komunikasi hal yang terpenting dalam bisnis. Tanpa adanya komunikasi yang baik dan efektif maka akan terjadi kesalah pahaman atau miskomunikasi hingga membuat pelanggan merasa tidak puas.



Berikan nilai lebih kepada pelanggan setia. 


Membangun konsep yang dipercaya konsumen maka berikan nilai plus kepada pelanggan dengan memberikan diskon khusus, hadiah dan juga pelayanan yang special.



Pelayanan yang maksimal demi menjaga hubungan yang baik. 


Memberikan pelayanan yang baik untuk pelanggan baru maupun lama. Tidak membedakan pelanggan kelas atas maupun bawah.




2. Mengukur Kepuasan Pelanggan


Menggunakan sistem saran dan kritik dari para pelanggan. 


Contoh dengan menyediakan kotak saran maupun kritik, atau menyediakan layanan telepon suara konsumen. Saat ini sebuah masukan atau kritik saran bisa dilakukan dengan cara yang cepat dengan melalui email ataupun social media.



Dengan survey kepuasan pelanggan. 


Cara ini dianggap lebih aman dan nyaman bagi para pelanggan. Dengan memberikan kuesioner pada pelanggan yang sedang membeli produk. Melakukan survey dengan melakukan telepon acak untuk menanyakan pelayanan yang selama ini telah diberikan



Menghubungi kembali pelanggan yang sudah lama tidak membeli produk kita. 


Mengetahui penyebab mereka berhenti berlangganan, apakah karena kecewa dengan produk kita atau karena ada faktor lain. Sehingga dapat mengevaluasi produk/pelayanan yang selama ini diberikan.



Meneliti produk yang dijual. 


Metode yang sederhana untuk melihat kualitas produk. Dengan membuat tim untuk mengevaluasi produk sendiri kemudian memberikan laporan mengenai kekurangan yang harus diperbaiki.



Observasi kepada pelanggan yang tidak membeli lagi. 


Metode ini melakukan pengamatan secara mendalam. Melihat secara langsung kondisi pasar apakah ada pesaing ataukah pelayanan yang diberikan kurang memuasakan.  Mendengarkan keluhan pelanggan dan kemudian memperbaiki yang masih kurang. 


Dengan adanya penilaian kepuasan pelanggan kita dapat mengetahui kebutuhan yang diinginkan para pelanggan. Perusahaan pun akan lebih mengetahui apa saja kekurangan selama ini dan bagaimana cara untuk memperbaiki dan meningkatkan pelayanan.


Hal ini juga akan berpengaruh pula terhadap omset penjualan produk. Berikan pelayanan prima bagi setiap pelanggan agar mereka merasa senang dan nyaman dengan produk kita.




3. Teknik Pengukuran Kepuasan Pelanggan


Beberapa metode yang paling baik digunakan dalam mengukur kepuasan pelanggan.  Adapun teknik yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat kepuasan pelanggan, diantaranya :



  • Responden diberikan beberapa pertanyaan mengenai seberapa besar harapan mereka akan produk tertentu dan dan seberapa besar efek yang mereka rasakan setelah menggunakan produk anda.
  • Pelanggan diminta untuk menuliskan berbagai masalah yang dihadapi, kekurangan akan produk atau hal apa saja yang tidak sesuai dengan harapan mereka.
  • Pelanggan diminta untuk menuliskan perbaikan-perbaikan yang diharapkan untuk kemajuan produk dan pelayanannya.
  • Responden diminta untuk merangking elemen dari beberapa penawaran menurut skala priorotas.
  • Pengukuran yang satu ini dapat dilakukan secara lansgung dengan pertanyaan Seberapa puas anda dengan pelayanan pada suatu perusahaan. pada skala berikut : kurang puas, puas, dan sangat puas.

Adanya tingkat pengukuran yang terus menerus berkembang menjadikan pengukuran belum ada kesepakatan mengenai bagaimana cara mengukur kepuasan pelanggan yang sesuai.


Beberapa cara dan teknik pengukuran tingkat kepuasan pelanggan dari yang sederhana sampai pada yang sangat kompleks. Tinggal menyesuaikan dengan tingkat keakuratan perusahaan dalam mengukur kepuasan pelanggan. Semoga dapat membantu. Salam sukses.







Mendongkrak volume penjualan dengan strategi dan taktik jitu
Mendongkrak volume penjualan | Strategi agar pelanggan menjadi Loyal dan potensial



Strategi untuk mendongkrak volume penjualan agar pelanggan menjadi Loyal dan potensial


Dalam bisnis berkomunikasi dan berinteraksi dengan pelanggan akan menentukan loyal pelanggan dengan produk / layanan kita.


Sering berkomunikasi dan berinteraksi dengan mereka. Untuk bisa membangun loyalitas pelanggan tidak semudah yang kita bayangkan. Hal ini membutuhkan proses waktu yang tidak sebentar.




1. Agar Pelanggan Menjadi Loyal


Dengan dua pelanggan yang pernah menggunakan produk kita, Tetapi ada perlakukan berbeda terhadap dua pelanggan ini. Terhadap pelanggan yang pertama, sering menguhubungi. Menyakan bagaimana kabar mereka, mengingatkan kapan waktunya beli lagi. 


Memberikan promo dan tips yang bermanfaat serta mendengarkan keluhan-keluhan mereka. Sedangkan terhadap pelanggan yang kedua, jarang berkomunikasi dan berinteraksi dengan mereka. Setelah pelanggan ini membeli produk.


Tidak ada kelanjutan apa-apa lagi. Tidak ada penawaran promo, bahkan sekedar menanyakan kabar pun juga tidak. Dari dua perlakukan ini kita sudah bisa menilai dan mengetahui pelanggan mana yang akan lebih loyal terhadap produk atau layanan.


Agar pelanggan menjadi loyal. Agar cara ini memberikan dampak terhadap bisnis, syaratnya adalah memilki komintmen untuk mempraktekkan secara konsisten. Agar pelanggan akan menjadi loyal.




2. Agar Pelanggan Menjadi Loyal



Mulai dari produk/layanan


Agar pelanggan menjadi loyal adalah mulai dari produk/ layanan yang di jual. Produk/ layanan harus bernilai untuk pelanggan. Hal terpenting pelanggan puas dengan produk/layanan, jika nilainya melebihi ekspektasi mereka.


Pelanggan bisa menjadi loyal. Selain jenis produk, layanan juga menentukan. Produk yang memiliki potensi repeat order, kemungkinan pelanggan menjadi loyal lebih tinggi dari pada produk yang hanya sekali beli untuk waktu yang lama.


Maka perlu di lakukan adalah mencari nilai dari produk/layanan, dan mendesain agar produk/layanan memunyai potensi repeat order yang lebih cepat.



Mengenal pelanggan lebih dekat


Dengan mengenal pelanggan lebih dekat, maka dapat membangun komunikasi dan interaksi lebih sering. Data nama dan alamat saja belum cukup untuk membangun komunikasi dengan pelanggan. menggali informasi lebih dalam lagi.


Bagaimana akan berinteraksi lebih sering dengan tetangga jika tidak mengetahui keseharian mereka, tidak tahu apa yang mereka sukai, tidak tahu apa yang sedang mereka perjuangkan dsb.


Agar pelanggan menjadi loyal, sebagai pebisnis atau marketer harus bisa mengenal pelanggan lebih dekat lagi. Dengan kedekatan akan meningkatkan interaksi. Semakin sering berinteraksi akan pelanggan menjadi loyal bukan lagi mimpi.



Interaksi dan membangun komunikasi ringan dan kontinyu


Setelah mengenal lebih dekat siapa dan bagaimana pelanggan, berikutnya adalah mulai membangun komunikasi ringan. Terkadang hal ini bisa menimbulkan perasaan tidak nyaman pada pelanggan. 


Akan lebih baik jika membangun komunikasi yang ringan dulu. Seperti menanyakan bagaimana kabar mereka. Menanyakan apakah ada kesulitan dalam menggunakan produk/layanan, dan lain sebagainya. 


Komunikasi ringan ini perlu untuk awal untuk membangun komunikasi dengan pelanggan.  Setelah itu bisa memberikan hal-hal lain seperti tips atau mungkin promosi. Lakukan ini secara kontinyu atau berkelanjutan.



Menghubungi kembali pelanggan yang sudah lama tidak bertransaksi


Seringkali seorang pelanggan tidak membeli dalam waktu yang cukup lama, sesungguhnya produk cukup bernilai untuk mereka. Hal ini bisa saja terjadi karena mereka lupa dengan kita. dapat juga karena mereka sibuk atau punya aktivitas lainnya.


Agar pelanggan menjadi loyal, dihubungi atau dikontak kembali pelanggan yang lama tidak bertransaksi kembali. Hal ini bisa dilakukan melalui email maupun saluran pemasaran lain seperti sosial media, telepon, SMS ataupun apliksi chat seperti WhatsApp dan Telegram.



Mengirimkan reminder ke pelanggan.


Agar pelanggan menjadi loyal bisa mengirimkan reminder ke pelanggan. Sebagai contoh usaha bengkel mobil. ketika ada orang servis mobil mereka lupa kapan waktunya servise berikutnya.


Dengan mengirimkan reminder ke pelanggan, mereka ingat dan segera melakukan service kendaraannya kembali. Dengan mengingatkan terus menerut, maka peluang agar pelanggan menjadi loyal bisa terbuka lebar.







Mendongkrak volume penjualan dengan strategi dan taktik jitu
Mendongkrak volume penjualan | Strategi pendekatan psikologis marketing kepada Konsumen potensial



Strategi untuk mendongkrak volume penjualan dengan pendekatan psikologis



Psikologi marketing adalah pemahaman soal motif-motif yang memengaruhi emosi serta tindakan pasar dalam memandang suatu produk maupun jasa yang ditawarkan oleh pebisnis.


Keinginan konsumen merupakan salah satu hal dalam pemasaran suatu produk yang tidak mudah untuk dimengerti. Produk seperti apa yang mereka cari, apa yang tidak mereka sukai dari produk kita.


Berapa harga yang mereka inginkan dan banyak rahasia lain yang tersimpan rapat di benak mereka. Memerlukan pendeketan psikologis kepada calon pelanggan, untuk mengerti keinginan dan masalah mereka.


Shingga bisa menjual produk yang bermanfaat bagi mereka.




1. Menyukai kejutan 


Pada umumnya orang karena akan menciptakan rasa penasaran untuk perubahan pada rutinitas kehidupan mereka secara tiba-tiba. Kejutan sesuai dengan budget yang dimiliki dan bukan justru membuat rugi.


Kejutan yang diharapkan bersifat positif bukan sebaliknya. menyesuaikan kejutan apa yang sekiranya pas untuk di berikan pada pelanggan yang membeli produk, bisa berupa barang maupun jasa.




2. Ingin hidup lebih praktis. 


Pada umumnya orang sederhanakan cara pemesanan dan cara menggunakan produk yang di jual. Semakin praktis pemesanan dan penggunaan produk. Semakin besar peluang untuk mendatangkan pelangan.


Menciptakan keunikan cara pemesanan atau pembelian produk dari yang sudah dilakukan oleh kompetitor, sehingga produk akan lebih mudah diingat orang banyak.




3. Menginginkan rasa aman. 


Pada umumnya orang beri tahu calon konsumen, bahwa memiliki jaminan sistem pemesanan yang aman dan penggunaan barang yang di jual juga aman.


Jaminan tersebut bisa berupa garansi pengiriman maupun garansi produk jual dalam kurun waktu tertentu untuk membuat pelanggan percaya menggunakan produk.




4. Menyukai pujian terhadap prestasi yang pernah dicapai. 


Pada umumnya orang memberikan sedikit ucapan pujian kepada calon pelanggan, baik secara langsung maupun tidak langsung.


Calon pelanggan akan merasa senang dan dihargai atas apa yang pernah dicapai. Setelah mereka merasa diperhatikan, barulah mulai untuk menawarkan produk yang bermanfaat untuk mereka.




5. Penasaran dengan hal-hal yang bisa merubah gaya hidupnya. 


Pada umumnya orang gunakan kata-kata yang membuat pembaca iklan merasa penasaran. Mulai dari judul hingga konten semenarik mungkin untuk menggugah rasa keingin tahuan mereka akan apa yang tulis dalam iklan.


Kedepankan unsur kejujuran dalam apa yang di tulis dalam iklan. Jangan sampai calon pelanggan tertipu dengan apa yang di tulis.




6. Ingin berinventasi untuk masa depannya. 


Pada umumnya orang memberikan kalimat penawaran yang tepat kepada pelanggan. Jangan sampai kalimat pertama yang dibuat kepada calon pelanggan akan ditolak begitu saja.


Contohnya saja, kalimat yang tepat untuk penawaran seperti “Investasikan uang Anda dengan produk dari kami…“, lebih baik dari pada menggunakan kalimat “Belilah produk kami…”.




7. Menginginkan produk terbaru atau yang sedang menjadi tren di pasaran.


Pada umumnya orang jelaskan kepada calon pelanggan bahwa produk adalah produk terbaru saat ini. Tapi perlu di ingat bahwa produk yang sedang menjadi tren tidak banyak yang bertahan lama.


Produk hanya bersifat musiman. Namun karena sifat musiman ini bisa di manfaatkan untuk meraup keuntungan yang banyak pula.




8. Ingin mengatasi permasalahanyang dihadapi. 


Pada umumnya orang tuliskan masalah mereka dan tunjukkan bagaimana produk bisa menyelesaikan masalah tersebut. Berikan solusi yang tidak berlebihan tetapi masuk akal untuk segera di praktekkan.


Dalam memberikan solusi dari masalah calon pelanggan, bisa menggunakan bahasa yang persuasif untuk mempengaruhi dan membuat pelanggan untuk segera membeli produk.




9. Ingin membahagiakan orang disekelilingnya. 


Pada umumnya orang tunjukkan manfaat dari produk yang di jual kepada calon pelanggan, akan bisa membuat bahagia orang yang ada disekeliling mereka. Mereka yang telah membeli produk juga akan merasa bahagia.




10. Ingin mengatasi rintangannya dalam mencapai tujuan hidupnya. 


Pada umumnya orang tunjukkan apa saja yang bisa mereka raih dengan produk. Lagi-lagi ini soal manfaat produk yang dibutuhkan oleh pelanggan.


Pelanggan lebih peduli dengan manfaat dari produk yang di jual dari pada fitur-fitur produk, yang tidak semua calon pelanggan akan mengerti.






Sebagai penutup, diucapkan terima kasih telah meluang waktunya untuk membaca artikel Mendongkrak volume penjualan dengan strategi dan taktik jitu


Semoga artikel ini memberi manfaat serta menginspirasi. Bila ada yang ingin mendiskusikan bisa mengklik " Kontak "



Mendongkrak volume penjualan dengan strategi dan taktik jitu
Mendongkrak volume penjualan dengan pendekatan konsumen potensial

No comments:

Post a Comment



Terima kasih, telah membaca dan memberi komentarnya

Semoga Artikel ini memberi inspirasi dan bermanfaat.

Brokoko

Popular Posts