Tuesday, February 4, 2020

Strategi marketing yang digunakan saat ini


Kemajuan teknologi saat ini mendukung Strategi Marketing yang di gunakan saat ini dan memungkinkan kecepatan transaksi baik Online maupun Offline.


Memiliki Strategi bisnis yang Cantik untuk bisnis adalah merupakan kunci sukses dengan menetrapkan dan menentukan strategi bisnis secara konsesiten agar terhindar dari gagal manajemen.



Baca juga : Artikel yang terkait


Menjadi seorang Enterpreneur pastinya memiliki Strategi serta memiliki taktik yang jitu dan cerdas dalam berbisnis. Naluri seorang entrepreneur yang kreatif dan memiliki perspektif tentang mengkelola  bisnis.


Enterpreneur memiliki perspektif bagaimana cara merealisasikan ide bisnisnya serta bagaimana cara mengelola bisnis yang baik dan konsisten.


Tak lupa di ucapkan Terima kasih, telah berkunjung di artikel ini. Mohon kiranya mau menshare dan meninggalkan komentar di akhir artikel ini.






Strategi marketing yang digunakan saat ini
Strategi Marketing yang di gunakan saat ini



Strategi Marketing Offline dan Online


Kemajuan teknologi saat ini juga membantu dan memungkinkan kecepatan untuk bertransaksi melalui media elektronik salah satunya via internet. Adanya internet membuat ruang bisnis terbuka lebar untuk siapa saja. 


Bahkan yang belum berpengalamanpun dapat dengan mudah melakukan bisnis maupun transaksi via internet. Bisnis jual beli baik barang maupun jasa semakin berkembang baik produk yang ditawarkan. 


Metode pemasaran, strategi marketing, dan lain-lain hingga termasuk media transaksi jual beli. Perkembangan dari hari ke hari pelaku bisnis online ini banyak yang muncul. Juga tak sedikit pula yang tumbang kalah bersaing dengan yang lain.


Di sisi pembeli percaya dan mau membeli lagi di toko bahkan menyebarkan informasikan kepada calon pembeli lainnya. Meningkatkan penjualan bagi penjual. Perlu bagi pelaku bisnis atau pemilik toko online untuk memiliki Strategi Marketing yang di gunakan saat ini


Sehingga mampu terus bersaing dengan banyaknya toko online lain yang makin banyak bermunculan. Marketing untuk toko online dan offline yang unik dan berbeda. Juga akan membuat pembeli menjadi tertarik dan berminat membeli bahkan menjadi pelanggan tetap.


Banyak pelanggan mengatakan bahwa berbelanja di toko online lebih praktis dan barang kebanyakan selalu tersedia. Beda dengan berbelanja di toko offline dimana perlu meluangkan waktu dan tidak selalu barang yang diinginkan tersedia.


Berangkat dari situ, banyak dari toko offline yang juga mengembangkan tokonya dan membuka toko online. Tak hanya itu beberapa strategi marketing pun dilakukan.


Agar pelanggan tetap dapat berbelanja secara online maupun offline secara mudah dan nyaman di toko mereka. Strategi yang bisa dilakukan adalah selalu melakukan update pada toko online. Sesuai dengan kondisi dan ketersediaan barang pada toko offline.



1. Strategi Marketing cara Offline


Strategi offline marketing sendiri terdiri atas beberapa jenis. Kesemua jenis strategi offline marketing tersebut mayoritas masih dipakai pihak perusahaan hingga kini.


Strategi offline marketing masih relevan bagi perusahaan, terutama untuk keperluan marketing mereka. Walau begitu, sejumlah perusahaan juga masih menerapkan strategi offline marketing.


Mengapa demikian ?


Walaupun harus dengan mengeluarkan biaya yang mahal.


Namun sejumlah perusahaan masih mau memakai jenis strategi offline marketing satu ini. Sangat perlu bagi pemilik toko online untuk memiliki strategi marketing. Sehingga mampu terus bersaing dengan banyaknya toko online lain yang makin banyak bermunculan.


Adapun kesemua jenis strategi marketing secara offline tersebut adalah sebagai berikut ini ! . Strategi offline marketing ini sendiri dijalankan dengan cara memasang iklan. Iklan di papan reklame yang mereka sewa. Menggunakan Papan Reklame di Jalan Raya.


Hal itu dikarenakan letak papan reklame sendiri yang sangat strategis, yaitu di jalan raya. Letaknya yang ada di jalan raya membuat iklan di papan reklame mudah dilihat oleh banyak orang. Utamanya bagi yang sedang melintas di jalanan. 


Teks yang dipakai biasanya berisi slogan atau motto perusahaan. Produk atau jasa yang diiklankan tersebut. Adapun penggunaan teks sendiri dipakai untuk menyebutkan nama produk/jasa yang diiklankan.


Iklan yang dipasang biasanya cenderung menonjolkan tampilan visual. Dan meminimalisir teks atau informasi di iklan tersebut.



2. Strategi marketing cara Online


Toko online bisa banyak bentuk mulai dari yang memiliki website sendiri atau juga yang berjualan di marketplace dan forum-forum jual beli online lain. Saat ini, banyak sekali perusahaan (baik besar maupun startup) yang mulai melakukan strategi marketing secara online. 


Selain lebih mudah dan ramah biaya. Strategi marketing secara online dapat membuat iklan atau promosi yang dilakukan perusahaan dapat dijangkau secara luas. Banyak juga pemilik toko online yang enggan untuk memiliki toko fisik dan melayani secara offline.


Dengan alasan utamanya adalah dari sisi permodalan, biaya modal kerja dan lain-lain. Banyak konsumen mengatakan bahwa berbelanja di toko online lebih praktis dan barang selalu tersedia.


Pebisnis atau pemilik toko online akan menjadi baik jika memilikitoko atau melayani juga untuk transaksi secara offline. Strategi yang baik untuk lakukan adalah selalu melakukan update toko onlinenya. Sesuai dengan kondisi dan ketersediaan barang pada toko offline.


Jadi pelanggan dapat mencocokkan antara barang di toko online  dan offline. Cara ini akan membuat pengunjung lebih merasa nyaman dan puas dengan pelayanan toko. Semakin meningkatkan kepercayaan pembeli terhadap toko.


Pembeli menganggap pengelolaan toko memberi kenyamanan. Bila yang barang diperlukan tersedia maka pembeli dapat langsung memesan tanpa harus mendatangi toko offline. Dengan adanya toko online banyak kemudahan yang bisa didapat.


Dan pelanggan dapat juga dengan mudah mengetahui apa saja yang ditawarkan di toko offline. Dan juga masih banyak benefit lainnya. Pembeli di toko online dapat memerikasa keadaan barang di toko offline. Dan bisa juga melihat dahulu informasinya secara online.






Strategi marketing yang digunakan saat ini
Strteagi marketing  |  Memadukan dan Mengembangkan Toko Offline dan Toko Online


Perbedaan strategi marketing Online dan Offline


Pemasaran online adalah pemasaran yang dilakukan melalui sistem online interaktif. Yang menghubungkan pelanggan dengan penjual secara elektronik. Sedangkan pemasaran offline yaitu, proses transaksi penjualan barang dan jasa secara langsung. 


Dimana pembeli datang ke tokonya langsung. Produsen dan konsumen bertemu dalam satu tempat untuk mewujudkan terjadinya proses transaksi jual beli. Bisnis online dan offline memiliki banyak perbedaan, khususnya dalam kegiatan pemasarannya. 


Bisnis online dinilai memiliki biaya lebih murah dalam pemasaran dan promosinya. Jadi bisa dikatakanbilang modalnya lebih terjangkau dibanding dengan kegiatan offline yang butuh modal besar.


Perbedaan bisnis offline dan online tidak hanya dibedakan dari pemasarannya saja. Tetapi juga target konsumen pemasarannya. Perbedaan target konsumen online dan offline yang terdiri dari beberapa hal. Berikut adalah perbedaannya :



1. Jangkauan


Target konsumen pemasaran online dan offline memiliki jangkauan yang berbeda-beda, berikut ini perbedaannya:



– Offline: Untuk menjual suatu produk biasanya konsumen yang datang ke toko.


Umumnya toko offline hanya bisa melayani konsumen pada wilayah tertentu saja. Untuk menarik konsumen, toko offline umumnya membagikan brosur, pamflet dan lain-lain kepada calon konsumen.



– Online: Strategi pemasarannya dilakukan secara online,


Dengan menggunakan digital marketing, jadi jangkauan konsumen online lebih luas dibanding offline. Konsumen bisnis online bisa mencapai luar kota atau bahkan luar pulau. Pengenalan produk dan kesempatan untuk memperoleh keuntungan juga  lebih besar.




2. Strategi Pemasaran

Berdasarkan strategi pemasaran yang digunakan bisnis online maupun offline berbeda dalam target pemasaran kepada konsumennya :


– Offline: strategi pemasaran yang dilakukan untuk menarik target konsumen.


Membuat spanduk di sekitar toko atau bisa juga dengan membagikan brosur atau pamflet dll. Toko yang besar umumnya menggunakan televisi atau radio. Sebagian besar yang mengunjungi toko (offline) adalah konsumen yang berada di daerah sekitar.



– Online: Strategi pemasaran online yang digunakan untuk mencapai target konsumen pemasaran online. Strategi pemasaran online dengan menggunakan SEO (Search Engine Optimization). 


SEM (Search Engine Marketing) dan social media. Jadi, cakupan untuk memilih pelanggan lebih luas dan lebih spesifik.




3. Pengenalan Brand


Pengenalan brand untuk target pemasaran bisnis online dan offline berbeda dalam target konsumennya.



– Offline: Konsumen yang datang ke toko offline umumnya karena mereka sudah tepercaya.


Dan umumnya mereka tidak mau mengambil risiko untuk membeli di toko yang belum dikenal dan dipercaya. Dengan adanya hal tersebut, membuat toko offline selalu membutuhkan promosi besar secara berkesinambungan agar orang mengenal produknya.



– Online: Target konsumen, mereka yang membeli ke toko online umumnya tidak terlalu peduli dengan brand. 


Konsumen umumnya lebih mengutamakan harganya yang terjangkau. Terutama dengan keberadaan marketplace yang tepercaya. Sehingga kerjasama dengan sebuah marketplace akan sangat membantu .



4. Customer Experience (Pengalaman pelanggan)


Selanjutnya yang membedakan target konsumen pemasaran online dan offline adalah customer experience-nya.



– Offline: Jika suatu produk harganya terjangkau dan kualitas yang baik umumnya akan berdampak secara individual terhadap konsumen akan menjadi pelanggan yang setia.


Jika konsumen memiliki pengalaman pelayanan yang baik dari toko maka akan ada dampak promosi positif. Pengalaman yang baik akan tersebar dari mulut ke mulut. Namun jangkauannya lebih sempit karena biasanya hanya pada orang terdekat di sekitarnya.



– Online: Konsumen yang puas terhadap pelayanan di toko online. Akan memberikan review secara langsung.


Melalui kolom review maupun komentar (Testimonial). Hal tersebut dapat berdampak secara langsung pada pelanggan baru yang melihat review yang diberikan. Untuk menyusun strategi pemasaran yang efektif.


Pemasaran yang efektif dapat disesuaikan dengan jenis bisnis dan pemasarannya. Hal yang penting adalah, apapun jenis pemasaran bisnis yang jalankan. Jangan mengabaikan mengelola keuangan bisnis dengan baik dan benar agar disadari dari awal bisnis.






Strategi marketing yang digunakan saat ini
Strteagi marketing  |  Memadukan dan Mengembangkan Toko Offline dan Toko Online



 Memadukan dan mengembangkan strategi marketing Toko Offline dan Online



1. Memaksimalkan Integrasi Bisnis Online dan Offline

Belakangan ini bisnis online tengah marak di Indonesia. Menurut data dari Badan Pusat Statistik bahkan menunjukkan bahwa jumlah eCommerce di Indonesia sudah mencapai 26,2 juta. Hal ini juga didorong dengan maraknya penggunaan smartphone. 

Dan media sosial yang membuat berjualan dan memasarkan produk lebih mudah bagi para online retailer. Hal ini bukan berarti toko offline lantas mati begitu saja karena pengalaman berbelanja offline tidak dapat tergantikan sampai kapan pun.


Namun ada banyak keuntungan menggabungkan kedua jenis toko secara bersamaan. Kepercayaan pelanggan adalah salah satu benefit besar yang dapat diperoleh. Toko online dan offline ini bisa digabungkan dan diselaraskan satu sama lain. 


Dan saling mendukung sehingga mampu membuat bisnis semakin berkembang. Sebetulnya membuat bisnis online lebih terintegrasi dengan toko offline, hal ini dapat mengoptimalkan bisnis.


Bisnis jual beli baik barang maupun jasa semakin berkembang baik produk yang ditawarkan. Metode pemasaran, strategi marketing, dan lain-lain hingga termasuk media transaksi jual beli.


Kemajuan teknologi saat ini juga membantu dan memungkinkan kecepatan transaksi melalui media elektronik salah satunya internet. Adanya internet semakin membuat ruang bisnis terbuka lebar bagi siapa saja. Bahkan yang belum berpengalamanpun.


Dapat dengan mudah melakukan bisnis maupun transaksi melalui internet. Toko online bisa berupa banyak bentuk mulai dari yang memiliki website sendiri. Atau juga yang berjualan di market place dan forum-forum jual beli online lain. 


Pemilik toko online sangat baik jika memiliki toko atau melayani transaksi secara offline. Toko online dan offline ini bisa digabungkan dan diselaraskan satu sama lain. Dan saling mendukung sehingga mampu membuat bisnis semakin berkembang.


Dengan pengelolaan secara baik, toko online dan offline akan semakin mendukung satu sama lain. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat di integrasikan keduanya.



2. Buatlah janji untuk bertemu di toko secara online


Saat ini kesuksesan bisnis sangat ditentukan oleh pengalaman yang dapat dirasakan langsung oleh pelanggan. Dengan memberikan layanan yang baik secara personal, pelanggan pun akan merasa spesial. Dan hal ini dapat meningkatkan loyalitas pelanggan.


Misalkan toko pakaian, para pelanggan bisa mencoba terlebih dahulu pakaian yang ingin mereka beli secara online. Dengan menggunakan layanan tersebut.


Pelanggan diharuskan membuat janji bertemu. Jika pada akhirnya pelanggan tertarik untuk membeli pakaian yang mereka coba, maka toko akan mengirimkannya.



3. Gunakan toko offline sebagai showroom


Kekurangan dari bisnis online adalah pelanggan tidak dapat berinteraksi langsung dengan produk yang ingin dibeli. Mereka hanya bisa mengandalkan gambar dan deskripsi yang dipajang. Jika memungkinkan, bisnis online dianjurkan untuk membuka semacam showroom.


Pelanggan dapat melihat dan memeriksa barang yang ingin mereka beli secara langsung. Pelanggan yang tertarik dan setuju membeli maka barang dapat dikirimkan langsung ke rumah pelanggan.


Dengan demikian toko online tidak perlu mendirikan bangunan yang terlalu besar untuk menyimpan stok barang. Pengiriman barang juga akan menjadi lebih mudah karena bisa langsung mengirimkannya ke rumah pelanggan.



4. Gunakan pemasaran Toko (in-store) untuk tingkatkan penjualan online


Sudah banyak brand yang melakukan pemasaran online untuk meningkatkan kesadaran (awareness) terhadap toko offline mereka.


Tahukah bahwa Anda juga bisa melakukan sebaliknya ?


Andai memiliki butik pakaian wanita yang menjual aneka item fashion. Umumnya pelanggan wanita membutuhkan waktu untuk menentukan produk yang akan dibeli. Jadi, di rak pakaian bisa memasang papan yang bertuliskan. “Belum menemukan yang kamu cari" ?



5. Siapkan notifikasi untuk ajak konsumen ke toko terdekat


Menurut laporan dari e-Marketer memprediksi bahwa jumlah pengguna smartphone di Indonesia. Akan meningkat dari 65 juta orang pada 2015 menjadi 100 juta orang pada tahun 2020 ini. Sehingga hal ini dapat di manfaatkan untuk membuat sebuah aplikasi online. 


Tetapi juga dapat membantu brand agar menjadi sesuatu yang top-of-mind di benak pelanggan. Dengan aplikasi ini bisa mengirimkan notifikasi atau alert kepada pelanggan untuk mengajak mereka mengunjungi toko. 


Hal ini tidak hanya akan meningkatkan kunjungan ke toko. Meski saat ini industri bisnis sepertinya tengah didominasi bisnis online, bukan berarti toko offline (brick and mortar) mati.


Memiliki toko online dan offline secara bersamaan mungkin memang lebih rumit untuk dikelola. Bahkan mungkin juga membutuhkan pegawai ekstra. Secara teori jika sudah memiliki salah satu toko misalnya toko offline kemudian membuka juga toko online.


Maka otomatis pesanan dan pelanggan tentunya akan bertambah karena toko sebelumnya juga tidak ditinggalkan. Pelanggan tentu akan lebih percaya jika bisa melihat dan memeriksa apa yang dilihat pada toko online. 


Pelanggan dapat dengan mudah mengetahui apa-apa saja yang ditawarkan di toko offline. Dan hendak dibeli secara langsung pada toko offline. Faktor kemudahan juga demikian, dengan adanya toko online.


Dan juga masih banyak benefitlainnya. Jadi pelanggan dapat mencocokkan antara barang di toko online  dan offline. Juga ketika pembeli di toko online hendak mengetahui barang di toko offline bisa melihat dahulu informasinya secara online.


Cara ini akan membuat pengunjung lebih merasa dihargai dan puas dengan pelayanan toko. Dan semakin meningkatkan kepercayaan pembeli terhadap toko. Karena pembeli menganggap pengelolaan toko tersebut bagus. 


Strategi lain yang cukup jitu dilakukan adalah dengan memberikan diskon atau potongan harga pada salah satu jenis toko. Tak hanya sampai situ saja pembeli yang hendak membeli secara offline. 


Juga diinformasikan dan diarahkan agar membeli secara online dengan harga yang lebih murah. Namun membuat pembeli percaya dan mau membeli lagi di toko. Bahkan menginformasikan kepada calon pembeli lain yang dapat meningkatkan penjualan.


Strategi marketing untuk toko online dan offline yang unik dan berbeda. Juga akan membuat pembeli menjadi tertarik dan berminat membeli bahkan menjadi pelanggan tetap. Kreatifitas pemilik toko dalam hal pengelolaan dan strategi marketing yang dijalankan. 


Yang menentukan perkembangan dari kelangsungan toko online dan offline yang dimiliki. Dengan cara-cara di atas, maka hal ini dapat memadukan keduanya untuk memaksimalkan bisnis.




Strategi marketing yang digunakan saat ini
Strategi Marketing  |  Perbedaan Marketing Online dan Offline





Sebagai penutup, diucapkan terima kasih telah meluang waktunya untuk membaca artikel Strategi Marketing yang di gunakan saat ini
Untuk menlengkapi pengetahuan tentang Strategi marketing maka silahkan tonton video dibawah ini.

Semoga artikel ini memberi manfaat serta menginspirasi. Bila ada yang ingin mendiskusikan bisa mengklik " Kontak "



Strategi Marketing :
Meningkatkan penjualan dengan produk yang sengaja dibuat tidak Laku !





Strategi marketing yang digunakan saat ini
Strategi Marketing yang di gunakan saat ini

No comments:

Post a Comment



Terima kasih, telah membaca dan memberi komentarnya

Semoga Artikel ini memberi inspirasi dan bermanfaat.

Brokoko

Popular Posts