Sunday, February 16, 2020

Cara sederhana menghitung Laba Rugi untuk usaha kecil



Cara sederhana menghitung Laba Rugi untuk usaha kecil, Mengelola Keuangan yang baik untuk mencapai harapan maka mengelolaan keuangan suatu keharusan. 

Sering terjadi saat memulai usaha terbentur pada mengaturan biaya dan menetapkan harga jual. Sebelum menentukan harga jual, harus menghitung betul, apa saja biaya yang di keluarkan. 

Laporan laba rugi diartikan sebagai laporan keuangan yang disusun secara sistematis dari perolehan pendapatan dan beban usaha dalam satu periode tertentu. 

Setelah menentukan biaya-biaya yang dikeluarkan, perlu menetapkan berapa harga jual. Menentukan harga jual akan mempengaruhi berapa banyak menikmati keuntungan dan mencapai balik modal.

Memiliki Strategi bisnis yang Cantik untuk bisnis adalah merupakan kunci sukses dengan menetrapkan dan menentukan strategi bisnis secara konsesiten agar terhindar dari gagal manajemen.



Baca juga :  Artikel yang terkait


Menjadi seorang Enterpreneur pastinya memiliki Strategi serta memiliki taktik yang jitu dan cerdas dalam berbisnis. 
Naluri seorang entrepreneur yang kreatif dan memiliki perspektif tentang mengkelola  bisnis.


Enterpreneur memiliki perspektif bagaimana cara merealisasikan ide bisnisnya serta bagaimana cara mengelola bisnis yang baik dan konsisten.


Tak lupa di ucapkan Terima kasih, telah berkunjung di artikel ini. 
Mohon kiranya mau memberikan komentar di akhir artikel ini.


Cara sederhana menghitung Laba Rugi untuk usaha kecil
Cara sederhana menghitung Laba Rugi untuk usaha kecil


Alasan harus menghitung Laba Rugi


Cara sederhana menghitung Laba Rugi untuk usaha kecilMengelola Keuangan Bisnis adalah unsur penting untuk mencapai tujuan berbisnis. Maka mengelolaan keuangan yang baik adalah suatu keharusan. 
Banyak pebisnis yang mengelola keuangannya dengan apa adanya kurang serius. 


Sehingga berakhir dengan kebangkurutan (Pailit). Mengelola (manajemen) keuangan adalah pengelolaan fungsi keuangan untuk mencapai tujuan bisnis perusahaan.


Kegiatan dalam manajemen keuangan mencakup aktivitas penggunaan dana dan perolehan dana. Manajemen keuangan meliputi :


  • Penganggaran arus kas,
  • Penganggaran pendapatan
  • Penganggaran belanja
  • Pengendalian sistem keuangan,
  • Pemeriksaan keuangan
  • Pelaporan dan  analisa keuangan.

Manajemen keuangan sangat membantu mengukur dan menjaga agar kondisi keuangan bisnis tetap sehat. 
Konsisten dan fokus mengetrapan system pengelolaan yang baik adalah suatu keharusan. 


Baik bisnis skala besar maupun skala kecil perlu mengelola keuangan yang baik. Agar tujuan dalam berbisnis dapat berjalan sesuai harapan. Mengelola (manajemen) keuangan sangat berperan besar mempengaruhi operasional bisnis.


Sekalipun bisnis dapat menjual dengan baik dan meraih banyak keuntungan. Namun jika manajemen keuangannya benar maka bisnis berpotensi bermasalah. 
Adapun untuk mengetrapkan manajemen keuangan sebagai berikut :



1. Mengelola Investasi Modal


Kontribusi asset (modal) untut mendapatkan dan meningkatkan pendapatan. Tentunya diperlukan pengelolaan, agar dengan investasi modal dapat dirasakan efektifitasnya. 
Pada umumnya berbisnis sampingan dalam menggunaan barang modal awalnya masih terbatas. 


Sehingga dalam investasi modal harus perhitungkan dengan benar. Investasi modal (asset) diharapkan dapat efektif dan berkontribusi dalam meningkatkan dan mendapatkan keberuntungan.


Shingga jangan sampai investasi modal diawal bisnis  tidak memberikan keuntungan yang maksimal. 
Apa lagi investasinya yang menggunakan hutang tentu akan memberi beban berat dalam berbisnis.


Dengan manajemen keuangan yang baik maka akan dapat mencermati setiap investasi (pengeluaran) modal. 
Tentu pengeluaran-pengeluaran tersebut mempertimbangkan apakah modal tersebut sebanding dengan yang dihasilkan.



2. Mengatur Arus Kas


Pada umumnya bisnis kecil dan bisnis sampingan tidak mengelola arus kas yang baik. Sesungguhnya manajemen keuangan khususnya arus kas merupakan Nyawanya bisnis. 
Arus kas sangat membantu dalam menjalankan bisnis. 


Untuk memperlancarkan operasional bisnis tentu sangat memerlukan kecukupan dan kestabilan Kas. Dengan kecukupan kas maka semua kewajiban-kewajiban yang segera dibayarkan (jatuh tempo) tidak akan mengalami kesulitan keuangan.


Dengan demikian kelancaran operasional bisnis tetap terjaga serta peluang untuk sukses terbuka lebar.



3. Penghematan Biaya


Dengan manajemen keuangan dapat membantu dan mengontrol setiap pengeluaran-pengeluaran. Penghematan pengeluaran untuk biaya tentu dengan pertimbangan yang baik. 
Tidak semua biaya-biaya harus dihemat seperti biaya-biaya untuk Operasonal. 


Karena bila biaya oprasional bila dihemat-hemat  maka akan mengganggu operasional. Diharapkan dengan dapat menghemat / menekan biaya-biaya dapat meningkatkan keuntungan dalam berbisnis.



4. Pembayaran Pajak


Sebagai Pebisnis tentunya taat pada regulasi, dengan membayar pajak secara rutin. Membayar pajak membutuhkan perencanaan dan perhitungan yang cermat. 
Hal ini akan mencegah keterlambatan dalam pemenuhan kewajiban dalam pembayaran pajak. 


Serta dapat mencegah sanksi berupa denda yang pada akhirnya sangat merugikan. Manajemen keuangan dengan baik akan terasa terbantu dalam menghitung dan mengestimasikan pajak.


Sehingga akan selalu punya dana yang dapat dialokasikan untuk membayar pajak tepat waktu. Dengan demikian bisnis akan terus beroperasi dalam mengembangkan bisnis.



Cara sederhana menghitung Laba Rugi untuk usaha kecil
 Menghitung Laba Rugi | Alasan mengelola keuangan untuk usaha kecil


Tujuan menghitung Laba Rugi 


Cara sederhana menghitung Laba Rugi untuk usaha kecilMengelola (manajemen) keuangan bisnis secara efektif merupakan strategi. 
Untuk menjaga laju atau aliran dana bisnis agar tidak terjadi kekeliruan yang berujung pada kerugian financial.


Manajemen keuangan bisnis tentu berbeda dengan cara mengelola keuangan pribadi. Mengelola keuangan bisnis membutuhkan keahlian khusus dalam manajemen keuangan. 
Sehingga sering bisnis yang meskipun hanya bisnis Usaha Kecil Menengah. 


Merekrut orang berpengalaman dalam bidang ini untuk membantu mengontrol dana bisnisnya. Mengelola keuangan bisnis secara profesional. Dengan mempelajari beberapa prinsip dasar m anajemen keuangan.


Maka setidaknya akan dapat mengatur laju keuangan bisnis sendiri tanpa harus merekrut seorang ahli. 
Saat ini telah banyak pembelajaran dari perencana keuangan, pengelolaan keuangan hingga tehnik pengembangan bisnis.



1. Pisahkan keuangan pribadi dengan milik perusahaan


Kesalahan yang paling sering dilakukan oleh Pebisnis. Dimana mereka menganggap uang usaha adalah tidak berbeda dengan keuangan pribadi. 
Sehingga selalu dijadikan dalam satu kantong. Bisnis sampingan pada umumnya dimiliki oleh pebisnis perorangan.


Dan mereka sering kesulitan membedakan keuangan bisnis dengan uang pribadi. Bercampurnya keuangan bisnis dengan uang pribadi. 
Maka akan menambah kesulitan pada saat akan melakukan penghitung.  


Maka dari Pebisnis hendaknya secara konsisten memisahkan keuangan bisnis dangan uang pribadinya. Disarankan Pebisnis untuk menggunakan dua rekenig Bank yang berbeda.


Dimaksudkan agar dapat dengan mudah terlacak aliran dananya apakah itu dana yang berasal dari bisnis atau keuangan pribadi.



2. Akuntansi keuangan


Mengelola bisnis tidak hanya cukup dengan ingatan walau berbisnis sampingan. menggunakan pencatatan yang lengkap suatu keharusan. 
Setidak-tidak mengelola keuangan mengunakan Buku Kas Masuk dan Kas Keluar. 


Agar memudahkan pencocokan saldo dengan dengan fisiknya. Dengan pencatatan tersebut secara konsisten maka dapat terkontrol semua penggunaan keuangan bisnis. Serta setiap transaksi yang telah terjadi serta dapat menghidari terjadinya transaksi yang terselip.


Kemampuan dalam mengelola keuangan juga sangat menentukan keberhasil dalam berbisnis. 
Menggunakan computer sangat disarankan agar dapat mempermudah kerja dalam mengelola keuangan bisnis.


Banyak aplikasi-aplikasi diluar sana yang telah menyediakan. Untuk hal itu dan dengan mudah didapat, sehingga dapat memperlancar operasional bisnis.



3. Penggunaan uang dengan perencanaan


Perencanaan dalam penggunaan uang bisnis harus dilakukan dan dilaksanakan secara konsisten. 
Walau memiliki modal yang berlebih. Tanpa perencanaan yang matang dalam penggunaan keuangan bisnis.


Mempersulit dalam mencapai target yang di harapkan. Lakukan penghematan keuntungan dengan analisa “cost and benefit”. 
Perencanaan dalam penggunaan keuangan bisnis dapat disesuaikan rencana target penjualan dan rencana penerimaan penjualan per Kas.


Dengan perencanaan yang tepat maka dapat mengantisipasi menghadapi kesulitan dalam memenuhi kewajiban-kewajiban bisnis. Serta dapat mempermudah dalam mengelola keuangan bisnis.



4. Putaran kas yang efektif


Menurut informasi akuntansi bahwa bisnis mendapatkan keuntungan, namun faktanya bisnis mengalami kesulitan Kas. Hal ini  disebabkan karena Perputaran Kas yang tidak berimbangan. 
Waktu antara penjualan kredit dengan waktu pembelian kreditnya. 


Yaitu waktu dalam penjualan diberikan lebih panjang dibandingkan dengan penjualan kredit. Jangka waktu penjualan kredit yang lebih panjang dari pada pembelian. Sering sekali  menjadikan masalah khususnya bagi  bisnis sampingan (usaha kecil).


Bukan rahasia umum lagi para Pebisnis sering sekali mengulur-ulur waktu saat mengeluarkan uang  kasnya. 
Memperlambat pengaluaran kas dan mempercepat penerimaan kas. Cara atau tehnik untuk mempertahankan putaran kas.


Sesungguhnya cara ini kurang elok dalam prinsip berbisnis. Namun pada umumnya para pebisnis melakukan hal ini untuk mengamankan putaran kasnya.



5. Perhitungkan keuntungan


Menghitung keuntung secara benar adalah hal yang penting. Sering terjadi para Pebisnis terlalu cepat menghitung keuntungan berdasar pada perhitungan logikanya yang salah (underestimate).


Perhitungan keuntungan yang demikian itu sering sekali Pebisnis salah menetukan kebijakan dan rencana tidak tepat (meleset). 
Sehinga menggunakan system akuntansi yang benar adalah suatu keharusan untuk menghindari hal-hal seperti tersebut diatas.


Perhitungan keuntungan bisnis yang benar adalah keuntungan kotor (Bruto) dikurangi ;

  • Amortisasi
  • Penyusutan
  • Cadangan untuk masa depan
  • Dan lai-lainnya   


6. Pemeriksaan aset, hutang dan barang modal


Pemeriksaan atau Cek pisik tehadap semua asset baik asset tidak tetap dan asset tetap. Maksud melakukan hal ini yaitu untuk memastikan bahwa catatan (pembukuan) telah sesuai dengan pisiknya.


Pemeriksaan atau pengotrolan seperti hal tersebut sangat baik bila sering dilakukan untuk sebagai pengawasan.


Meksanakan pemeriksaan secara berkala sangat baik untuk dilaksanakan, mencocokan dan pemeriksaan ;

  • Buku kas dengan pisik kas
  • Buku Bank dengan rekening Bank
  • Buku Piutang dengan Piutang dagang secara riilnya
  • Buku Persediaan dengan Pisik persediaan yang ada


Merencanakan pengembangan usaha dari keuntungan


Kunci kesuksesan bisnis tidak semata-mata ditentukan oleh kemampuan bisnis menjual. Namun ditentukan bagaimana mengelola kuangan bisnis yang baik. 
Menyisihkan sebagian keuntungan untuk pengembangan bisnis kedepannya sesuatu keharusan. 


Pengelolaan akuntansi keuangan yang baik menjadi sangat penting untuk sukses dalam berbisnis. Tentu suatu cita-cita atau suatu harapan dan keinginan bagi Pebisnis. Bila dalam berbisnis dapat berkembang dan semakin maju. 


Menjaga dan berinvestasi dalam bisnis sangat diperlukan. Dan baik untuk pengembangan bisnis serta agar bisnisnya dapat bersinambungan.





Cara sederhana menghitung Laba Rugi untuk usaha kecil
 Menghitung Laba Rugi | Pelakasanaan Akuntansi secara sederhana untuk usaha kecil


Pelaksanaan dalam Menghitung Laba Rugi


Cara sederhana menghitung Laba Rugi untuk usaha kecilLaporan laba rugi wajib dilakukan oleh seluruh jenis perusahaan, begitu juga selayaknya bisnis, baik bagi usaha kecil sekalipun. Laporan keuangan dapat memberikan informasi atau performance bisnis. 

Laporan keuangan selain sebagai alat kontrol, sarana evaluasi dan sebagai pendukung untuk pengambilan keputusan dan lain-lainnya 


1. Membuat Laporan Keuangan Sederhana


Saat merintis sebuah bisnis tentunya kita ingin berjalan dengan baik dan mendapatkan profit dari bisnis yang kita jalankan. 
Namun untuk mencapainya memang tidak mudah, banyak yang harus kita persiapkan dan lakukan, mulai dari menyusun strategi pemasaran.


Manajemen SDM hingga yang paling penting adalah manajemen keuangan dengan langkah membuat laporan keuangan sederhana. 
Meskipun kita memiliki kebebasan dalam meningkatkan pendapatan. 


Tapi jika kita salah mengaturnya justru malah akan memperburuk kondisi keuangan dikemudian hari. Bisa-bisa bukannya keuntungan yang didapatkan. Melainkan hutang yang harus dibayar setiap bualannya.


Tentu Anda tidak mau bukan hal ini terjadi?


Selain untuk menghindari hal itu, manajemen finansial dengan membuat laporan keungan juga sangat diperlukan. 
Untuk mengukur kinerja dan target yang sudah dicapai. Dari laporan tersebut bisa merekap dari mana sumber keuntungan yang paling besar.


Dikemudian hari bisa memaksimalkan produk tersebut dengan cara meningkatkan kuantitas dan kualitasnya.



2. Pisahkan Keuangan Pribadi dan Usaha


Keuntungan usaha itu gunannya untuk diputar kembali dijadikan modal usaha bukan dinikmati untuk keperluan pribadi. Ini bukan berarti kita tidak bisa menikmati hasil jerih payah sendiri. 
Tapi tidak semua keuntungannya. 


Ambil berapa persen dari keuntungan sebagai gaji Anda perbulan. Misalnya Anda bisa mengambil 10-15 % dari keuntungan yang didapatkan perbulannya. Namun kadang kala pelaku usaha mikro dan kecil menengah merasa hal ini tidak begitu penting. 


Alasannya karena keuntungannya masih kecil dan tidak terlalu kompleks. Ini adalah langkah yang salah karena jika dibiarkan begitu saja. Kemungkinan modal dari keuntungan tersebut akan habis tidak berjejak sehingga Anda tidak bisa produksi kembali.



3. Buat Laporan Keuangan atau Pembukuan


Mulai lakukan sistem akutansi mendasar seperti membuat laporan keuangan atau pembuakuan. Ini bertujuan agar Anda bisa mengetahui cash flow usaha. 
Pada dasarnya pencatatan ini sangat mudah dilakukan dan cukup efesien untuk membantu mengatur finasial usaha.


Lalu apa saja laparon keuangan yang harus di buat ?


Secara sederhanannya harus membuat 7 pembukuan keuangan :



a. Buku arus kas 


Untuk mencatat keluar-masuknya uang secara rill dalam suatu priode. Tujuan dibuatnya laporsan arus kas ini untuk memberikan gambaran. 
Gambaran kegiatan manajemen dalam operasi, investasi dan pendanaan.



b. Buku persedian barang 


Sangat diperlukan sebagai dasar untuk menyusun laporan keuangan. Bila saja terjadi kesalahan pada saat pencatatan. 
Maka akan mempengaruhi tingkat akurasi dari laporan keuangan. 
Ada dua metode dalam membuat laporan persediaan barang yaitu menggukanan

  • Metode fisik yang mengharuskan perhitungan barang yang masih ada pada tanggal penyususnan laporan keuangan.
  • Metode perpetual (buku) di mana setiap jenis persedian dibuatkan rekening sendiri-sendiri yang merupakan buku pembantu persedian.


c. Buku pembelian


di dalam pembukuan ini hanya dicatat pembelian-pembelian yang tidak dibayar dengan tunai. Pembukuan ini diisi secara teratur menurut tertib waktu faktur-faktur pembelian. 
Pembukuan faktur dilakukan setelah barang yang tercantum di dalamnya kita terima. 


Setelah pemeriksaaan bahwa barang-barang itu sesuai dengan pesanan. Kwantitas atau beratnya barang-barang sesuai dengan yang tercantum dalam faktur, dan bila perhitungan faktur sudah benar.



d. Buku penjualan


di dalamnya dicatat penjualan barang yang telah dilakukan dalam suatu priode tertentu atau satu bulan. 
Laporan ini biasanya disertakan salinan faktur yang sudah dibuat. Ini bertujuan untuk mencocokan harga beserta potong yang diberikan pada masing-masing produk.



e. Buku biaya


mencatat biaya yang dikeluarkan salama proses produksi dan pemasaran atau sebut juga biaya overhead saat produksi. 
Seperti membayar karyawan, biaya listrik, telpon sewa tempat usaha dan lainnya.



f. Buku hutang


adalah pembukuan yang berisi laporan hutang perusahaan yang harus dibayar pada priode tertentu kepada seseorang, lembaga atau perusahaan lain.


Pembukuan hutang ini sangat diperlukan untuk mengetahui beberapa nominal yang belum dibayarkan perusahaan kepada kliennya.



g. Buku piutang


Berisi laporan pembayaran yang belum terlunasi. Dengan adanya laporan ini kita dapat memonitor sudah berapa lama piutang. 
Piutang tersebut tidak tertagih sehingga kita dapat mempercepat priode penarikan piutang. 


Ketujuh laporan terebut sangat penting untuk menciptakan laporan keuangan usaha yang rapih. Jadi siapkalah 7 buku keuangan yang meliputi masing-masing point tersebut. Nah, jadi sudah tahu apa laporan apa saja yang perlu diisi saat terjadi transasksi ?


Kalau sudah paham, mari kita simulasikan laporan keuangan sederhana. Untuk usaha kecil menengah. Sebelum mengisi pembukuan tersebut. 
Perlu menghitung modal dan hutang usaha yang di miliki dan mengetahui neraca awal usaha.


Apa itu laporan neraca?


Laporan neraca atau laporan posisi keuangan bertujuan untuk mengetahui posisi keuangan perusahaan.atau usaha pada periode tertentu. 
Secara umum Neraca terbagi menjadi 3 unsur, yaitu harta, kewajiban dan modal. 


Harta adalah kekayaan yang dimiliki UKM terdiri dari harta tetap dan harta tidak berwujud. kewajiban adalah utang, yang merupakan utang lancar dan utang jangka panjang. 


Modal adalah selisih keduanya, yaitu harta yang telah dikurangi dengan utang. Berikut ini contoh laporan neraca usaha dalam priode 1 bulan. Berikut ini contohnya.





Cara sederhana menghitung Laba Rugi untuk usaha kecil
Menghitung Laba Rugi | Membuat Laporan Keuangan Sederhana untuk usaha kecil


Keuntungan dapat Menghitung Laba Rugi


Cara sederhana menghitung Laba Rugi untuk usaha kecilDalam menjalankan suatu usaha, keuntungan adalah raja. Keuntungan diartikan sebagai jumlah pendapatan dikurangi dengan jumlah pengeluaran. 
Yakni jumlah uang yang "didapat" oleh sebuah usaha selama masa perhitungan tertentu. 


Secara umum, semakin banyak keuntungan yang didapatkan maka semakin baik. Karena keuntungan dapat diinvestasikan kembali ke dalam usaha atau disimpan oleh pemilik usaha.


Mampu menentukan keuntungan dalam usaha secara akurat merupakan bagian yang penting dalam sebuah usaha. Agar dapat mempertimbangkan tingkat kesehatan finansial sebuah usaha.


Menentukan keuntungan juga dapat membantu dalam menentukan harga jual barang dan jasa, menentukan gaji karyawan dan lainnya. 
Lihat langkah 1 dibawah ini untuk mulai menghitung keuntungan usaha.



1. Menghitung Keuntungan Usaha


a. Awali dengan harga untuk menentukan total pendapatan usaha. 


Untuk menemukan keuntungan usaha, mulailah dengan menambahkan seluruh uang yang akan digunakan. 
Hal itu melakukan usaha dalam waktu tertentu (misalnya per tiga bulan, tahunan, bulanan, dan lainnya).


Tambahkan jumlah penjualan barang atau jasa selama periode waktu itu. Hal ini dapat berasal dari beberapa sumber, termasuk produk yang terjual, jasa yang diberikan.


Pembayaran dalam hal lembaga pemerintahan seperti pajak, biaya, penjualan hak atas sumber daya, dan sebagainya.



b. Hitung jumlah biaya usaha selama masa perhitungan. 


Biaya yang dikeluarkan dalam usaha dapat bermacam-macam, tergantung pada jenis operasi yang digunakan. 
Umumnya, jumlah biaya usaha adalah semua uang yang digunakan. Untuk melakukan usaha selama masa perhitungan yang sedang dianalisis.



c. Lihat dengan seksama penghasilan dan biaya di laporan laba rugi usaha. 


Karena perhitungan aktual yang digunakan untuk menemukan keuntungan dalam usaha sangat mudah. Bagian tersulit dalam menghitung keuntungan dalam periode tertentu. 
Adalah menemukan informasi mengenai pendapatan dan pengeluaran yang akurat.


Untungnya, kebanyakan usaha diharuskan untuk membuka dokumen perhitungan yang disebut dengan laporan laba rugi. 
Yang mencantumkan sumber pendapatan dan pengeluaran perusahaan secara detail. Laporan laba rugi biasanya berisi detail laporan sumber pendapatan dan pengeluaran perusahaan.

Maupun nilai "jumlah" total keuntungan selama masa perhitungan. Dikatakan demikian karena nilai ini biasanya ditemukan di bagian bawah laporan laba rugi. 
Dengan menggunakan informasi laporan laba rugi.


Menghitung total keuntungan usaha dengan akurat. Selanjutnya, Menggali langkah-langkah perincian sumber pendapatan dan pengeluaran sebuah usaha seperti yang dilakukan di laporan laba rugi.



2. Memperinci Pendapatan dan Pengeluaran


Awali dengan nilai penjualan usaha, meskipun keuntungan perusahaan biasanya dinyatakan sebagai pendapatan dikurangi dengan pengeluaran. 
Dua unit buku biasanya dihitung dari berbagai sumber ialah pendapatan dan pengeluaran itu sendiri. 


Jika mulai menghitung keuntungan usaha dari awal. Bekerja dengan beberapa nilai sumber pendapatan dan pengeluaran, dan bukan satu nilai dari masing-masing sumber. 
Pada bagian ini memperinci pendapatan dan pengeluaran usaha untuk menghitung keuntungan sedikit demi sedikit. 

Diawali dari keuntungan penjualan jumlah uang yang dihasilkan oleh usaha. Dari penjualan barang dan jasa, dikurangi pengembalian, potongan harga, dan penerimaan barang yang hilang atau rusak.


3. Kurangi beban penyusutan/amortisasi. 


Setelah mengurangi biaya operasional usaha, Anda juga akan mengurangi biaya sehubungan dengan penyusutan dan amortisasi. 
Penyusutan dan amortisasi berhubungan (tapi tidak serupa) dengan biaya. 


Penyusutan melambangkan berkurangnya nilai aset berwujud seperti perlengkapan dan peralatan. Karena penggunaan dan keausan masa pakai aset dari operasi normal. 


Sedangkan amortisasi melambangkan berkurangnya nilai aset tak berwujud seperti hak paten dan hak cipta dari umur aset. Mengurangi biaya-biaya ini setelah mengurangi biaya operasi akan memberikan nilai pendapatan usaha.




Tips untuk Menghitung Laba Rugi 


  1. Pastikan menghitung seluruh biaya operasional. 
  2. Iklan, kartu nama, dan biaya telepon jarak jauh tidak akan menghabiskan banyak biaya, tapi semua nilai ini akan berakumulasi dengan cepat.
  3. Perlu dicatat bahwa dapat menentukan margin keuntungan bersih dengan menghitung persentase harga jual yang akhirnya menjadi keuntungan. 
  4. Bagikan keuntungan operasional dengan pendapatan bersih lalu ubah angkanya menjadi persentase. Misalnya, jika penjualan bersihnya




Sebagai penutup, diucapkan terima kasih telah meluang waktunya untuk membaca artikel Cara sederhana menghitung Laba Rugi untuk usaha kecil. 

Untuk menlengkapi pengetahuan tentang Cara sederhana menghitung Laba Rugi maka silahkan tonton video dibawah ini.

Semoga artikel ini memberi manfaat serta menginspirasi. Bila ada yang ingin mendiskusikan bisa mengklik "Contact Us"





Cara Mudah Membuat Laporan Keuangan - Laporan Laba Rugi - episode 1 | TDA TV








Cara sederhana menghitung Laba Rugi untuk usaha kecil
 Menghitungan keuntungan usaha kecil cara sederhana dengan benar | Menghitung Laba Rugi

1 comment:



Terima kasih, telah membaca dan memberi komentarnya

Semoga Artikel ini memberi inspirasi dan bermanfaat.

Brokoko

Popular Posts