Perhitungan Laba Rugi - Untuk usaha kecil | Bagian 1

Perhitungan Laba Rugi - Untuk usaha kecil | Bagian 1Mengelola Keuangan yang baik untuk mencapai harapan maka mengelolaan keuangan suatu keharusan. 

Sering terjadi saat memulai usaha terbentur pada mengaturan biaya dan menetapkan harga jual. 

Sebelum menentukan harga jual, harus menghitung betul, apa saja biaya yang di keluarkan. 

Laporan laba rugi diartikan sebagai laporan keuangan yang disusun secara sistematis dari perolehan pendapatan dan beban usaha dalam satu periode tertentu. 

Setelah menentukan biaya-biaya yang dikeluarkan, perlu menetapkan berapa harga jual. 

Menentukan harga jual akan mempengaruhi berapa banyak menikmati keuntungan dan mencapai balik modal.

Baca juga :  Artikel yang terkait


Memiliki Strategi bisnis yang Cantik untuk bisnis adalah merupakan kunci sukses.

Dengan menetrapkan dan menentukan strategi bisnis secara konsesiten agar terhindar dari gagal manajemen. 

Menjadi seorang Enterpreneur pastinya memiliki Strategi serta memiliki taktik yang jitu dan cerdas dalam berbisnis. 

Naluri seorang entrepreneur yang kreatif dan memiliki perspektif tentang mengkelola  bisnis.

Enterpreneur memiliki perspektif bagaimana cara merealisasikan ide bisnisnya serta bagaimana cara mengelola bisnis yang baik dan konsisten.


Tak lupa di ucapkan Terima kasih, telah berkunjung di artikel ini. 
Mohon kiranya mau memberikan komentar di akhir artikel ini.


Perhitungan Laba Rugi - Untuk usaha kecil | Bagian 1
Perhitungan Laba Rugi - Untuk usaha kecil


Alasan menghitung Laba Rugi


Perhitungan Laba Rugi - Untuk usaha kecil | Bagian 1Mengelola Keuangan Bisnis adalah unsur penting untuk mencapai tujuan berbisnis. 

Maka mengelolaan keuangan yang baik adalah suatu keharusan. Banyak pebisnis yang mengelola keuangannya dengan apa adanya kurang serius. 

Sehingga berakhir dengan kebangkurutan (Pailit). Mengelola (manajemen) keuangan adalah pengelolaan fungsi keuangan untuk mencapai tujuan bisnis perusahaan.


Kegiatan dalam manajemen keuangan mencakup aktivitas penggunaan dana dan perolehan dana. Manajemen keuangan meliputi :


  • Penganggaran arus kas,
  • Penganggaran pendapatan
  • Penganggaran belanja
  • Pengendalian sistem keuangan,
  • Pemeriksaan keuangan
  • Pelaporan dan  analisa keuangan.

Manajemen keuangan sangat membantu mengukur dan menjaga agar kondisi keuangan bisnis tetap sehat. 

Konsisten dan fokus mengetrapan system pengelolaan yang baik adalah suatu keharusan. 

Baik bisnis skala besar maupun skala kecil perlu mengelola keuangan yang baik. Agar tujuan dalam berbisnis dapat berjalan sesuai harapan. 

Mengelola (manajemen) keuangan sangat berperan besar mempengaruhi operasional bisnis. Sekalipun bisnis dapat menjual dengan baik dan meraih banyak keuntungan. 

Namun jika manajemen keuangannya benar maka bisnis berpotensi bermasalah. Adapun untuk mengetrapkan manajemen keuangan sebagai berikut :


1. Mengelola investasi modal


Perhitungan Laba Rugi. Kontribusi asset (modal) untut mendapatkan dan meningkatkan pendapatan. 

Tentunya diperlukan pengelolaan, agar dengan investasi modal dapat dirasakan efektifitasnya. 

Pada umumnya berbisnis sampingan dalam menggunaan barang modal awalnya masih terbatas. Sehingga dalam investasi modal harus perhitungkan dengan benar. 

Investasi modal (asset) diharapkan dapat efektif dan berkontribusi dalam meningkatkan dan mendapatkan keberuntungan.

Shingga jangan sampai investasi modal diawal bisnis  tidak memberikan keuntungan yang maksimal. 

Apa lagi investasinya yang menggunakan hutang tentu akan memberi beban berat dalam berbisnis.

Dengan manajemen keuangan yang baik maka akan dapat mencermati setiap investasi (pengeluaran) modal. 

Tentu pengeluaran-pengeluaran tersebut mempertimbangkan apakah modal tersebut sebanding dengan yang dihasilkan.


2. Mengatur arus kas


Perhitungan Laba Rugi. Pada umumnya bisnis kecil dan bisnis sampingan tidak mengelola arus kas yang baik. 

Sesungguhnya manajemen keuangan khususnya arus kas merupakan Nyawanya bisnis. Arus kas sangat membantu dalam menjalankan bisnis. 

Untuk memperlancarkan operasional bisnis tentu sangat memerlukan kecukupan dan kestabilan Kas. 

Dengan kecukupan kas maka semua kewajiban-kewajiban yang segera dibayarkan (jatuh tempo) tidak akan mengalami kesulitan keuangan.

Dengan demikian kelancaran operasional bisnis tetap terjaga serta peluang untuk sukses terbuka lebar.



3. Penghematan biaya


Perhitungan Laba Rugi. Dengan manajemen keuangan dapat membantu dan mengontrol setiap pengeluaran-pengeluaran. 

Penghematan pengeluaran untuk biaya tentu dengan pertimbangan yang baik. Tidak semua biaya-biaya harus dihemat seperti biaya-biaya untuk Operasonal. 

Karena bila biaya oprasional bila dihemat-hemat  maka akan mengganggu operasional. 

Diharapkan dengan dapat menghemat / menekan biaya-biaya dapat meningkatkan keuntungan dalam berbisnis.


4. Pembayaran pajak


Perhitungan Laba Rugi. Sebagai Pebisnis tentunya taat pada regulasi, dengan membayar pajak secara rutin. 

Membayar pajak membutuhkan perencanaan dan perhitungan yang cermat. Hal ini akan mencegah keterlambatan dalam pemenuhan kewajiban dalam pembayaran pajak. 

Serta dapat mencegah sanksi berupa denda yang pada akhirnya sangat merugikan. 

Manajemen keuangan dengan baik akan terasa terbantu dalam menghitung dan mengestimasikan pajak.

Sehingga akan selalu punya dana yang dapat dialokasikan untuk membayar pajak tepat waktu. 

Dengan demikian bisnis akan terus beroperasi dalam mengembangkan bisnis.




Perhitungan Laba Rugi - Untuk usaha kecil | Bagian 1
Perhitungan Laba Rugi | Alasan mengelola keuangan untuk usaha kecil


Tujuan menghitung Laba Rugi 


Perhitungan Laba Rugi - Untuk usaha kecil | Bagian 1Mengelola (manajemen) keuangan bisnis secara efektif merupakan strategi. 

Untuk menjaga laju atau aliran dana bisnis agar tidak terjadi kekeliruan yang berujung pada kerugian financial.

Manajemen keuangan bisnis tentu berbeda dengan cara mengelola keuangan pribadi. Mengelola keuangan bisnis membutuhkan keahlian khusus dalam manajemen keuangan. 

Sehingga sering bisnis yang meskipun hanya bisnis Usaha Kecil Menengah. Merekrut orang berpengalaman dalam bidang ini untuk membantu mengontrol dana bisnisnya. 

Mengelola keuangan bisnis secara profesional. Dengan mempelajari beberapa prinsip dasar m anajemen keuangan.

Maka setidaknya akan dapat mengatur laju keuangan bisnis sendiri tanpa harus merekrut seorang ahli. 

Saat ini telah banyak pembelajaran dari perencana keuangan, pengelolaan keuangan hingga tehnik pengembangan bisnis.


1. Pisahkan keuangan pribadi dengan milik perusahaan


Perhitungan Laba Rugi. Kesalahan yang paling sering dilakukan oleh Pebisnis. Dimana mereka menganggap uang usaha adalah tidak berbeda dengan keuangan pribadi. 

Sehingga selalu dijadikan dalam satu kantong. Bisnis sampingan pada umumnya dimiliki oleh pebisnis perorangan.

Dan mereka sering kesulitan membedakan keuangan bisnis dengan uang pribadi. 

Bercampurnya keuangan bisnis dengan uang pribadi. Maka akan menambah kesulitan pada saat akan melakukan penghitung.  

Maka dari Pebisnis hendaknya secara konsisten memisahkan keuangan bisnis dangan uang pribadinya. 

Disarankan Pebisnis untuk menggunakan dua rekenig Bank yang berbeda.

Dimaksudkan agar dapat dengan mudah terlacak aliran dananya apakah itu dana yang berasal dari bisnis atau keuangan pribadi.



2. Akuntansi keuangan


Perhitungan Laba Rugi. Mengelola bisnis tidak hanya cukup dengan ingatan walau berbisnis sampingan. menggunakan pencatatan yang lengkap suatu keharusan. 

Setidak-tidak mengelola keuangan mengunakan Buku Kas Masuk dan Kas Keluar. Agar memudahkan pencocokan saldo dengan dengan fisiknya. 

Dengan pencatatan tersebut secara konsisten maka dapat terkontrol semua penggunaan keuangan bisnis. 

Serta setiap transaksi yang telah terjadi serta dapat menghidari terjadinya transaksi yang terselip.

Kemampuan dalam mengelola keuangan juga sangat menentukan keberhasil dalam berbisnis. 

Menggunakan computer sangat disarankan agar dapat mempermudah kerja dalam mengelola keuangan bisnis.

Banyak aplikasi-aplikasi diluar sana yang telah menyediakan. Untuk hal itu dan dengan mudah didapat, sehingga dapat memperlancar operasional bisnis.



3. Penggunaan uang dengan perencanaan


Perhitungan Laba Rugi. Perencanaan dalam penggunaan uang bisnis harus dilakukan dan dilaksanakan secara konsisten. 

Walau memiliki modal yang berlebih. Tanpa perencanaan yang matang dalam penggunaan keuangan bisnis.

Mempersulit dalam mencapai target yang di harapkan. Lakukan penghematan keuntungan dengan analisa “cost and benefit”. 

Perencanaan dalam penggunaan keuangan bisnis dapat disesuaikan rencana target penjualan dan rencana penerimaan penjualan per Kas.

Dengan perencanaan yang tepat maka dapat mengantisipasi menghadapi kesulitan dalam memenuhi kewajiban-kewajiban bisnis. 

Serta dapat mempermudah dalam mengelola keuangan bisnis.


4. Putaran kas yang efektif


Perhitungan Laba Rugi. Menurut informasi akuntansi bahwa bisnis mendapatkan keuntungan, namun faktanya bisnis mengalami kesulitan Kas. 

Hal ini disebabkan karena Perputaran Kas yang tidak berimbangan. Waktu antara penjualan kredit dengan waktu pembelian kreditnya. 

Yaitu waktu dalam penjualan diberikan lebih panjang dibandingkan dengan penjualan kredit. 

Jangka waktu penjualan kredit yang lebih panjang dari pada pembelian. Sering sekali  menjadikan masalah khususnya bagi  bisnis sampingan (usaha kecil).

Bukan rahasia umum lagi para Pebisnis sering sekali mengulur-ulur waktu saat mengeluarkan uang  kasnya. 
Memperlambat pengaluaran kas dan mempercepat penerimaan kas. 

Cara atau tehnik untuk mempertahankan putaran kas. Sesungguhnya cara ini kurang elok dalam prinsip berbisnis. 

Namun pada umumnya para pebisnis melakukan hal ini untuk mengamankan putaran kasnya.


5. Perhitungkan keuntungan


Perhitungan Laba Rugi. Menghitung keuntung secara benar adalah hal yang penting. 

Sering terjadi para Pebisnis terlalu cepat menghitung keuntungan berdasar pada perhitungan logikanya yang salah (underestimate).

Perhitungan keuntungan yang demikian itu sering sekali Pebisnis salah menetukan kebijakan dan rencana tidak tepat (meleset). 

Sehinga menggunakan system akuntansi yang benar adalah suatu keharusan untuk menghindari hal-hal seperti tersebut diatas.

Perhitungan keuntungan bisnis yang benar adalah keuntungan kotor (Bruto) dikurangi ;

  • Amortisasi
  • Penyusutan
  • Cadangan untuk masa depan
  • Dan lai-lainnya   


6. Pemeriksaan aset, hutang dan barang modal


Perhitungan Laba Rugi. Pemeriksaan atau Cek pisik tehadap semua asset baik asset tidak tetap dan asset tetap. 

Maksud melakukan hal ini yaitu untuk memastikan bahwa catatan (pembukuan) telah sesuai dengan pisiknya.

Pemeriksaan atau pengotrolan seperti hal tersebut sangat baik bila sering dilakukan untuk sebagai pengawasan.


Meksanakan pemeriksaan secara berkala sangat baik untuk dilaksanakan, mencocokan dan pemeriksaan ;

  • Buku kas dengan pisik kas
  • Buku Bank dengan rekening Bank
  • Buku Piutang dengan Piutang dagang secara riilnya
  • Buku Persediaan dengan Pisik persediaan yang ada


Merencanakan pengembangan usaha dari keuntungan


Kunci kesuksesan bisnis tidak semata-mata ditentukan oleh kemampuan bisnis menjual. Namun ditentukan bagaimana mengelola kuangan bisnis yang baik. 

Menyisihkan sebagian keuntungan untuk pengembangan bisnis kedepannya sesuatu keharusan. 

Pengelolaan akuntansi keuangan yang baik menjadi sangat penting untuk sukses dalam berbisnis. Tentu suatu cita-cita atau suatu harapan dan keinginan bagi Pebisnis. 

Bila dalam berbisnis dapat berkembang dan semakin maju. Menjaga dan berinvestasi dalam bisnis sangat diperlukan. 

Dan baik untuk pengembangan bisnis serta agar bisnisnya dapat bersinambungan.




Sebagai penutup, diucapkan terima kasih telah meluang waktunya untuk membaca artikel Perhitungan Laba Rugi - Untuk usaha kecil | Bagian 1


Lanjutkan ke Bagian 2


Untuk melengkapi pemahaman tentang Perhitungan Laba Rugi, silahkan tonton video dibawah ini.

Semoga artikel ini memberi manfaat serta menginspirasi. Bila ada yang ingin mendiskusikan bisa mengklik "Contact Us"





Cara Mudah Membuat Laporan Keuangan - Laporan Laba Rugi - episode 1 | TDA TV




Perhitungan Laba Rugi - Untuk usaha kecil | Bagian 1
Perhitungan Laba Rugi

Comments

Post a Comment



Terima kasih, telah membaca dan memberi komentarnya

Semoga Artikel ini memberi inspirasi dan bermanfaat.

gankoko

Kas Kecil – Pengelolaan yang baik | Bagian 1

Diversifikasi produk - Kapan waktunya yang tepat | Bagian 1

Menghadapi persaingan – strategi yang efektif | Bagian 1

Penyehatan usaha - yang sedang terpuruk | Bagian 1

Keberhasilan berbisnis - Faktor kegagalan | Bagian 1

Strategi bisnis yang cantik

Menciptakan bisnis - peluang usaha baru | Bagian 1

Taktik bisnis - Strategi yang tepat | Bagian 1

Penyusunan anggaran – Penting untuk perusahaan

Studi kelayakan - Penting untuk bisnis | Bagian 1