Saturday, January 26, 2019

Prosedur Mengelola Kas Kecil yang baik || Bagian 1


Prosedur Mengelola Kas Kecil yang baik || Bagian 1, perlu ditetapkan dan disahkan oleh Manajemen, agar dapat dirasakan lebih efektif dan dapat membantu operasional.


Metode Tetap adalah metode pembukuan kas kecil di mana rekening kas kecil jumlahnya selalu tetap. Setiap pengeluaran kas terjadi, pemegang petty cash tidak serta merta langsung mencatatnya, tetapi hanya sekedar mengumpulkan bukti transaksi pengeluarannya. 

Memiliki Strategi bisnis yang Cantik untuk bisnis adalah merupakan kunci sukses dengan menetrapkan dan menentukan strategi bisnis secara konsesiten agar terhindar dari gagal manajemen.



Baca juga : Artikel yang terkait


Menjadi seorang Enterpreneur pastinya memiliki Strategi serta memiliki taktik yang jitu dan cerdas dalam berbisnis. Naluri seorang entrepreneur yang kreatif dan memiliki perspektif tentang mengkelola  bisnis.


Enterpreneur memiliki perspektif bagaimana cara merealisasikan ide bisnisnya serta bagaimana cara mengelola bisnis yang baik dan konsisten.


Tak lupa di ucapkan Terima kasih, telah berkunjung di artikel ini. Mohon kiranya mau memberikan komentar di akhir artikel ini.





Prosedur Mengelola Kas Kecil yang baik || Bagian 1
Kas kecil 1 || Prosedur Mengelola Kas Kecil yang baik



Fungsi, manfaat dan tujuan mengelola Kas Kecil


Prosedur Mengelola Kas Kecil yang baik || Bagian 1Pengertian Kas adalah uang kontan yang pada saat itu ada di kas Perusahaan / organisasi, Kas merupakanan harta perusahaan yang paling likuid / lancar. Atau dengan kata lain Uang Kas perusahaan dapat segera dipergunakan untuk membiayai operasional perusahaan.


Prosedur Mengelola Kas Kecil Jumlah uang tunai yang ada pada kas perusahaan / organisasi umumnya tidak banyak. Dan umumnya selalu diperhitungkan dengan kebutuhan perusahaan dalam periode tertentu. 


Besarnya kas umumnya berdasarkan Mengelola Cash Flow yang baik. Kas merupakan alat tukar dan alat pembayaran yang dalam waktu singkat dapat diuangkan untuk memenuhi kebutuhan financial, Kas mempunyai sifat paling tinggi tingkat likuiditasnya.


Standar Akuntansi Keuangan (2002 : 85) “Kas adalah alat pembayaran yang siap dan bebas untuk dipergunakan."


Kas uang tunai milik Perusahaan yang memilki tingkat likuitditas yang sangat tinggi. Atau setiap saat dapat segera diuangkan/ditarik sewaktu-waktu untuk keperluan yang sifatnya mendesak.


Uang perusahaan/organisasi yang di simpan pada bank jumlahnya lebih besar dari pada uang kas yang ada di perusahaan / organisasi. Dana yang ada dibank juga memiiki tingkat likuitditas yang tinggi no. 2 setelah uang yang ada Kas Perusahaan/organisasi. 


Uang perusahaan/organisasi yang ada dibank. Yang meliputi uang tunai dan simpanan-simpanan berjangka (Deposito), Giro dan titipan-titipan lain yang dapat diuangkan (ditarik) sesuai kebutuh perusahaan / organisasi.


Jumlah uang kas yang dimiliki oleh perusahaan harus di jaga sedemikian rupa sehingga tidak terlalu banyak dan tidak kurang.



Sifat Kas :


  • Kas dapat terlibat dalam hampir semua transaksi perusahaan.
  • Kas merupakan harta yang siap dan mudah untuk digunakan dalam transaksi serta ditukarkan dengan harta lain, mudah dipindahkan.


Kriteria Kas :


  • Diakui secara umum sebagai alat pembayaran yang sah
  • Dapat digunakan setiap saat bila dikehendaki
  • Penggunaannya secara bebas
  • Diterima sesuai nilai nominalnya pada saat diuangkan.


1.   Kas Kecil (Petty Cash)


Prosedur Mengelola Kas Kecil yang baik || Bagian 1Maksud pembentukannya adalah untuk membantu dan mengefisiensikan kerja Kas besar, kas kecil dimaksudkan untuk membiayai transaksi-transaksi yang pada umumnya relatif kecil.


Transaksi yang sering sekali tidak memiliki alat bukti transaksi (voucher) contohnya biaya parkir, pembelian snack, biaya tambal Ban, biaya untuk Taxi dan lain-lain.


Perusahaan/organisasi perlu membentuk kas kecil (petty Cash) dan menunjuk seorang petugas selain petugas Kasir (teller) untuk mengelolanya. Petugas yang membuat dan menglekapi alat bukti (Voucher) pengeluaran. (Lihat gambar No. 1)

   
Alat bukti yang di buat oleh Petugas pemengang dana Kas Kecil tentunya harus diketahui (endose) oleh pejabat tertentu yang di tunjuk perusahaan/organisasi. Setelah melakukan transaksi yang menggunakan dan Kas kecil. 

Dengan telah terbentuknya Kas Kecil maka Petugas Kasir (Teller) akan fokus pada transaksi besar. Kasir tidak menangani transaksi yang sering dan jumlahnya relatif kecil yang transaksinya sering tidak di dukung oleh alat bukti (Voucher) pembayaran.


Dana Kas Kecil merupakan uang kontan yang dibentuk untuk membiayai / pengeluaran yang sifatnya rutin dan jumlahnya relatif kecil.


Penggunaan dana Kas Kecil hendaknya perlu adanya pembatasan-pembatasan transaksi-transaksi yang dapat dilaksanakan dengan dana Kas kecil.



Karakteristik Kas Kecil :



  • Jumlahnya dibatasi (relatif kecil) dan pembentukanya sesuai kebijakan perusahaan
  • Dipergunakan untuk membiayai transaksi kecil dan sifatnya rutin, perlakuannya serta sesuai kebijakan perusahaan Metode Pencatatan Kas Kecil


Bukti pengeluaran (Voucher) Kas Kecil ( No.Contoh 1)



Prosedur Mengelola Kas Kecil yang baik || Bagian 1




2.  Fungsi Kas Kecil


Dalam sebuah perusahaan/organisasi yang sudah besar, fungsi kas kecil sangatlah penting untuk menunjang kelancaran aktivitas dari perusahaan. Setiap pengeluaran yang relatif kecil tidak efektif jika dilakukan dengan menggunakan cek.


Penarikan cek membutuhkan waktu yang lama. Dengan adanya dana kas kecil semua pengeluaran untuk kebutuhan perusahaan/Organisasi menjadi lebih simple. Karena dapat dilakukan dengan cepat.


Biasanya jumlahnya transaksinya relatif kecil dan sifatnya pengeluaran-pengeluaran rutin. Pada umumnya Transaksi/pengeluaran yang dilakukan dengan dana kas kecil yang jumlahnya relatif kecil dan bersifat rutin.


Transaksi-transaksinya sering tidak memberikan alat bukti untuk kepentingan pembukuan, biaya-biaya tersebut seperti untuk:


  • Biaya makan minum
  • Biaya perlengkapan sehari-hari kantor
  • Biaya keperluan kantor yang sifatnya rutin
  • Serta biaya-biaya lainnya yang sering dan relatif kecil jumlahnya.

Karena Fungsi Kas Kecil yang demikian penting, maka pada perusahaan/organisasi yang berskala menengah besar menggunakan sistem dana kas kecil ini. Sudah merupakan kebutuhan yang mutlak.


Dapat dibayangkan betapa tidak efesiennya apabila dana kas kecil ini tidak disediakan anggarannya. Akan menghambat kelancaran operasional. Bila pada seaat akan melakukan transaksi/pengeluaran uang harus menunggu pencairan cek terlebih dahulu. 


Perusahaan yang telah menyediakan anggaran bagi dana kas kecil. Maka setiap melakukan pengeluaran yang relatif kecil tidak harus menunggu pencairan cek terlebih dahulu tetapi bisa langsung pembayarannya mengunakan dana kas kecil.


Jumlah dana kas kecil yang dikelola oleh petugas dana Kas Kecil tidak boleh terlalu besar jumlahnya, karena akan menyebabkan sejumlah dana yang menganggur dan juga dapat menimbulkan resiko kehilangan.


Dengan adanya dana kas kecil yang jumlahnya sesuai kebutuhan, tentu aktivitas perusahaan dapat berjalan lancar.



Fungsi lain dari dana Kas Kecil :


  • Untuk membayar pengeluaran perusahaan dengan nominal relatif kecil
  • Mengefisienkan kerja Pemegang Buku Kas Besar
  • Memperlancar operasional perusahaan / Organisasi, karena tidak harus melalui prosedur yang panjang
  • Dana siap untuk melaksanakan transaksi-transaksi tanpa harus melalui prosedur yang panjang
  • Dana siap untuk jenis pembayaran yang tidak praktis jika menggunakan cek
  • Untuk mempercepat proses pembayaran yang tidak praktis jika menggunakan lampiran keuangan yang perlu ditandatangani direktur terlebih dahulu.


3.    Manfaat Kas Kecil


Prosedur Mengelola Kas Kecil yang baik || Bagian 1Kas kecil dimaksudkan untuk mengelola keuangan dalam perusahaan yang pengeluarannya relatif kecil-kecil. Manfaat Kas Kecil didalam perusahaan sangatlah penting sekali manfaatnya. 

Karena dalam kas kecil ini mencatat transaksi yang kecil-kecil saja. Yang dimaksud dengan Pengeluaran/transaksi yang relatif kecil misalnya seperti biaya makan, biaya minum, ongkos serta pembelian-pembelian kecil.

Transaksi yang untuk segera mungkin dibeli (biaya pembelian barang habis pakai untuk kantor). Manfaat Kas Kecil juga bisa digunakan untuk membeli barang-barang yang sifatnya lebih dalam keadaan mendesak dan harus segera.

Maka dalam hal ini membutuhkan uang Kas, karena kalau uangnya masih berupa cek dan sebagainya selain tunai akan menambah lama waktunya dan akan memperlambat jalannya operasional.


Dana Kas kecil sangat membantu mempermudah dan mempelancar operasional (bisnis), pembelian untuk keperluan yang mendesak umumnya membutuhkan kecepatan. Maka menggunakan dana yang Kas Kecil. 


Transaksi tersebut dapat juga mengunakan dana yang di simpan di bank dengan  melalui kartu ATM atau dengan menggunakan kartu kredit, Semua transaksi di bukukan dalam kas kecil. Maka dirasakan manfaat adanya Dana Kas Kecil.


Mengingat pentingnya Manfaat Kas Kecil maka sebaiknya perusahaan/organisasi menggunakan dan mengelola kas kecil. Dengan maksud agar dapat membantu memperlancar jalannya operasional dalam mencapai tujuan utamanya.



4.   Tujuan pengelolaan Kas Kecil


Prosedur Mengelola Kas Kecil yang baik || Bagian 1Tujuan pengelolaan Kas Kecil adalah untuk melakukan transaksi yang sifat relatif kecil dan untuk  memperlancar jalannya operasional perusahaan / organisasi, seperti :


  • Untuk menjadikan pekerjaan bagian Keuangan (Kasir) menjadi lebih simple, karena pekerjaan-pekerjaan yang sifatnya kecil dan banyak telah di Handel oleh petugas pengelola dana kas kecil.
  • Untuk menghindari cara pembayaran yang tidak efisien dan tidak praktis atas pengeluaran yang jumlahnya relatif kecil dan sering sekali mendadak.  
  • Untuk mempermudah dan memperlancar operasional termasuk dalam pengelolaan kas.
  • Mempercepat penanganan masalah perlengkapan kantor.  
  • Meringankan beban bagian keuangan (Petugas kasir) agar petugas kasir dapat memberikan pelayanan secara maksimal kepada pelanggan dan juga termasuk kepada relasi bisnis.
  • Untuk membayar pengeluaran-pengeluaran perusahaan yang jumlah nominalnya kecil.
  • Sebagai dana siap untuk membiayai pengeluaran yag sifatnya mendesak dan untuk pembayaran-pembayaran yang tidak praktis dan apabila menggunakan cek.
  • Untuk mempercepat proses pembayaran yang tidak praktis apabila harus melalui prosedur yang panjang, yaitu perlu adanya tanda tagani manajemen terlebih dahulu


Ketika waktu pengisian, jika perusahaan menggunakan sistem dana tetap, maka jumlah kas kecil harus sama jumlahnya dengan saldo awal kas kecil. 

Namun pada metode sistem dana berubah (dana mengambang), jumlah pengisian kembali kas kecil tidak harus sama dengan jumlah nominal saldo awalnya, jadi bisa kurang maupun lebih. 




Sebagai penutup, diucapkan terima kasih telah meluang waktunya untuk membaca artikel Prosedur Mengelola Kas Kecil yang baik || Bagian 1

Silahkan dilanjutkan bagian 2. Untuk menlengkapi pengetahuan tentang Mengelola Kas Kecil 1, silahkan tonton video dibawah ini.

Semoga artikel ini memberi manfaat serta menginspirasi. Bila ada yang ingin mendiskusikan bisa mengklik " Contact Us "





Belajar Akuntansi Dengan Mudah


Prosedur Mengelola Kas Kecil yang baik || Bagian 1
Kas kecil 1 || Prosedur Mengelola Kas Kecil yang baik dan benar

3 comments:

  1. sangat bermanfaat..smoga bertambah terus topik2 akuntansi lainya seperti penggunaan Rekening Antar Kantor bagi perusahaan yang punya banyak cabang

    ReplyDelete



Terima kasih, telah membaca dan memberi komentarnya

Semoga Artikel ini memberi inspirasi dan bermanfaat.

Brokoko

Popular Posts