Tuesday, January 8, 2019

Mengelola keuangan bisnis sampingan || Bagian 1

Mengelola keuangan bisnis sampingan || bagian 1, Walau masih skala kecil, namun dalam Mengelolaan keuangan bisnis sampingan dengan baik adalah suatu keharusan agar usahanya sukses sesuai harapan.

Bisnis sampingan pada umumnya digunakan sebagai penghasilan tambahan, namun dmikian pengelolaan keuangannya harus dikelola dengan baik dan benar. Apa lagi bisnis sudah memiliki sejumlah karyawan dan menggunakan modal, sangat bila bisnis harus merugi.

Memiliki Strategi bisnis yang Cantik untuk bisnis adalah merupakan kunci sukses dengan menetrapkan dan menentukan strategi bisnis secara konsesiten agar terhindar dari gagal manajemen.



Baca juga : Artikel yang terkait


Menjadi seorang Enterpreneur pastinya memiliki Strategi serta memiliki taktik yang jitu dan cerdas dalam berbisnis. 
Naluri seorang entrepreneur yang kreatif dan memiliki perspektif tentang mengkelola  bisnis.


Enterpreneur memiliki perspektif bagaimana cara merealisasikan ide bisnisnya serta bagaimana cara mengelola bisnis yang baik dan konsisten.


Tak lupa di ucapkan Terima kasih, telah berkunjung di artikel ini. Mohon kiranya mau memberikan komentar di akhir artikel ini.




Mengelola keuangan bisnis sampingan || Bagian 1
Bisnis sampingan 1 || Mengelola keuangan



Mengelola keuangan yang baik untuk Bisnis sampingan


Mengelola keuangan bisnis sampingan || bagian 1, Dalam bisnis baik apakah itu bisnis bersekala kecil atau bisnis bersekala besar memerlukan konsentrasi penuh dan fokus.



1. Bisnis sampingan


Mulai dari mengurus produk, alur penjualan, pemasukan dan pengeluaran dan tentunya mengelola Keuangan Bisnis secara keseluruhan. Tak jarang bisnis sampingan kelola keuangan dengan serius. 

Sering sekali kita mendengar “Apakah untuk Pelaku bisnis sampingan saja harus repot-repot pengelolaan keuangan”. Strategi pemasaran yang efektif untuk menghadapi persaingan

Tentu jawabannya HARUS.


Banyak Pelaku bisnis yang tidak Mengelola Keuangan Bisnis dengan baik dan yang pada akhirnya mengalami kegagalan bisnis.


Mengelola keuangan bisnis secara efektif dan sangat rumit untuk dalam binis sampingan. Sehingga menjadi suatu kelemahan dalam dalam bisnis.



2. Mengelola bisnis sampingan


Banyak bisnis sampingan yang mengalami kegagalan karena pengelolaan keuangan yang tidak benar. 
Sangat tidak tepat bahwa mengelola bisnis hanyalah dari segi teknis bisnis. Namun juga mencakup segi pemasaran dan tentunya keuangan juga.


Yang paling penting adalah sikap disiplin dalam Mengelolaan keuangan bisnis, kata kuncinya adalah “disiplin” dan “komitmen.”





Mengelolaan keuangan bisnis sampingan || bagian 1
Bisnis sampingan 1 || Mengelola Keuangan penuh dengan komitmen



 Mengelola Bisnis Sampingan yang baik


Mengelola keuangan bisnis sampingan || bagian 1, Pengelola bisnis tidak hanya dari sisi teknis bisnis saja, namun juga mencakup sisi pemasaran dan tentunya keuangan. 
Banyak bisnis sampingan yang mengalami kegagalan karena Manajement Bisnis sampingan yang tidak serus dan fokus.


Alasan lain pencatatan keuangan sangat diperlukan untuk mengukur. Serta mudah dalam mengevaluasi kinerja dan target yang akan di capai. 
Dalam dalam bisnis tentunya menginginkan mendapatkan keuntungan. 


Serta usaha yang digeluti dapat berkembang sesuai dengan harapan. Mengelola keuangan Bisnis walau usahanya masih berskala kecil. Hendaknya dilaksanakan dengan baik dan secara efektif bila usahanya ingin maju dan lancar serta stabil.


1. Upayakan pengeluaran kas yang mudah terdeteksi


Dengan perkembangan teknologi teknik pembayaran pun semakin maju. Jika melihat kebelakang dimana pembayaran masih menggunakan uang tunai, cek dan wesel. 
Namun kini telah adanya pembayaran non-tunai. 


Seperti adanya transfer via rekening, emoney, dan sebagainya. Syarat transaksi dapat dibukukan bila ada bukti transaksi (fisik) apakah dalam bentuk Faktur, kuitansi, nota dan lain-lain.

Pembayaran non-tunai akan menyebabkan tidak adanya bukti transaksi yang jelas, sehingga akan sulit menelusuri pembayaran. 
Sehingga Mengelolaan keuangan bisnis sampingan, harus benar-benar dilaksanakan sesuai dengan apa yang seharusnya dilakukan. 


Upayakan pengeluaran kas yang mudah terdeteksi. Demikian hal tersebut tentunya diperlukan untuk antisipasinya. Agar transaksi pembayaran tidak akan terlewatkan (tanpa adanya bukti teransaksi).

Ciptakan suatu sistem transaksi dengan bukti yang jelas dan pasti. Gadjet yang sebagai alat untuk melakukan membayaran memliki fasilitas screenshot. 
Dari hasil screen shot tersebut dapat dicetak dan dapat dijadikan sebagai alat bukti transaksi (Struk).


Atau bisa juga dengan cara membuat sistem kasir seperti di supermarket. Setiap barang yang dibeli wajib dilunasi dahulu, barulah struk pembelian dicetak.



2. Rekrutmen Karyawan


Rekrutmen karyawan yang harus dipertimbangkan secara cermat. Karena penerimaan tenaga untuk menjadi karyawa akan berdampak pada penambahan biaya operasional.


Perhitungkan secara cermat, apakah sudah saatnya untuk menerimaan/penambahan tenaga (karyawan). 
Perhitung juga dengan keuntungan yang diperoleh. Bila memungkinkan dan tuntutan pekerjaan maka penerimaan tersebut dapat dipertimbangkan.



3. Perencanaan penggunaaan uang dengan baik


Perencanaan / penggunaan uang bisnis harus benar-benar selektif dalam penggunaannya, harus terencana dengan sebaik mungkin. 
Walau memiliki modal yang memadai dan banyak, perencanaan penggunaan uang dengan baik memang perlu dilakukan.


Bila itu terjadi maka sebaiknya kelebihan dana tersebut dapat ditanamkan dalam bentuk Deposito berjangka. Atau dengan pembelian valuta asing bila mengusahi transaksi forex. 
Maksudnya agar dana tersebut untuk cadangan. 


Cadangan manakala pada saatnya dana tersebut diperggunakan untuk menutupi kekurangan dana. Tunda rencana belanja modal jika tidak memberikan manfaat dalam meningkatkan penjualan atau hanya menambah biaya-biaya.

Lakukan analisa “cost and benefit” untuk meyakinkan bahwa penggunaan uang tidak akan sia-sia.


Dan memberikan return yang baik dan menguntungkan serta dapat meningkatkan profit usaha. Buatlah perencanaan penggunaan uang sesuai dengan target penjualan dan penerimaan kas.



4. Pengawasan atas aset, hutang serta kondisi modal


Pengawasan mengontrol secara berkala, pemeriksaan juga merupakan bentuk pengawasan. Maka pemeriksaan atas aset bisnis secara berkala. 
Misalkan pencocokan antara fisiknya dengan jumlah yang telah tercatat dalam pembukuan secara priodik. 


Pemeriksaan atas persediaan apakah telah sesuai jumlahnya baik unit. Atau jumlah dalam bentuk rupiahnya. Pengawasan atas aset, hutang serta kondisi modal perlu dibuatkan suatu alat untuk sebagai alat kontrol.

Begitu juga terhadap aset-aset lainnya seperti pembukuan terhadap piutang-piutang usaha kepada pelanggan. Dengan terjaganya aset-aset yang milik usaha maka kelangsungan hidup bisnis.


Dengan mendorong dan mengarahkan investasi ke bidang-bidang lain yang juga menguntungkan. Semakin besar usaha, maka semakin kompleks pula cara mengelola keuangan usaha itu.





Sebagai penutup, diucapkan terima kasih telah meluang waktunya untuk membaca artikel Mengelola keuangan bisnis sampingan || bagian 1

Jika mau bada bagian 2 (selanjutnya) dan untuk menlengkapi pengetahuan tentang Bisnis Sampingan 1, silahkan tonton video dibawah ini.

Semoga artikel ini memberi manfaat serta menginspirasi. Bila ada yang ingin mendiskusikan bisa mengklik " Contact Us "



Baca juga : Strategi pemasaran yang efektif untuk menghadapi persaingan || Bagian 2


Cara Mengelola Keuangan Usaha kecil Anda





Mengelolaan keuangan bisnis sampingan || bagian 1
Bisnis Sampingan 1

3 comments:



Terima kasih, telah membaca dan memberi komentarnya

Semoga Artikel ini memberi inspirasi dan bermanfaat.

Brokoko

Popular Posts