Sunday, January 27, 2019

Kapan waktu yang tepat divertifikasi produk


Kapan waktu yang tepat diversifikasi Produk dilaksanakan agar dapat maksimalkan kinerja dan dapat menstabilkan arus kas dan memaksimalkan keuntungan.


Memiliki Strategi bisnis yang Cantik untuk bisnis adalah merupakan kunci sukses dengan menetrapkan dan menentukan strategi bisnis secara konsesiten agar terhindar dari gagal manajemen.




Baca juga : Artikel yang terkait


Menjadi seorang Enterpreneur pastinya memiliki Strategi serta memiliki taktik yang jitu dan cerdas dalam berbisnis. 
Naluri seorang entrepreneur yang kreatif dan memiliki perspektif tentang mengkelola  bisnis.


Enterpreneur memiliki perspektif bagaimana cara merealisasikan ide bisnisnya serta bagaimana cara mengelola bisnis yang baik dan konsisten.


Tak lupa di ucapkan Terima kasih, telah berkunjung di artikel ini. Mohon kiranya mau menshare dan meninggalkan komentar di akhir artikel ini.









Kapan waktu yang tepat divertifikasi produk
Kapan waktu yang tepat divertifikasi produk



Waktu yang tepat divertifikasi produk


Dunia kini menghadapi kecenderungan globalisasi sebagai akibat semakin banyaknya negara yang melaksanakan reformasi ekonomi.


Globalisasi ini sendiri telah mendorong perusahaan siap menghadapi persaingan global.  Secara drastis mengubah pola strategi perusahaan khususnya strategi pemasaran dan produknya.



1. Pengertian diversifikasi produk


Pengertian diversifikasi adalah tindakan membuat segala sesuatu menjadi lebih beragam. Tujuan agar tidak terpaku pada satu hal saja. Kapan waktu yang tepat diversifikasi Produk.
Pada usaha hal ini dikaitkan dengan operasional. 


Produksi yang tidak tergantung pada penjualan satu jenis saja dengan tujuan menambah profitabilitas dan mengurangi risiko. Diversifikasi produk  adalah merupakan penambahan atau penganekaragaman jenis produksi. 


Dengan upaya yang dilakukan Pelaku bisnis untuk mengusaan pasar. Beberapa produk yang sejenis dengan produk yang sudah dipasarkan sebelumnya. Intensifikasi adalah usaha meningkatkan atau memaksimalkan hasil produksi.


Dengan meningkatkan kemampuan produktifitas faktor-faktor produksi. Ekstensifikasi adalah upaya perluasan usaha yang dilakukan dengan menambah atau memperluas faktor-faktor produksi yang ada. Contohnya membuka cabang baru toko yang sudah ada. 

Mendirikan pabrik sendiri untuk produksi  barang usaha, penambahan jumlah armada angkutan. Setiap perusahaan melakukan strategi pemasaran agar tetap eksis. Perubahan ini menuntut kreativitas setiap perusahaan.


Agar dapat menyempurnakan dan mengembangkan produk yang ada. Pengembangan produk baru ini akan membentuk masa depan usaha. Dalam hal ini strategi pemasaran bisa dilakukan dengan pengembangan produk baru.


Melalui beberapa macam strategi yang dapat dilakukan oleh perusahaan, salah satunya adalah strategi diversifikasi produk. 
Beberapa persoalan krusial diversifikasi Produk antara lain kapan sebaiknya perusahaan melakukan diversifikasi produk. 


Bagaimana Pebisnis menciptakan value melalui diversifikasi produk. Apa saja pilihan bisnis yang dapat diambil, dan bagaimana strategi untuk memasuki bisnis baru dalam konteks diversifikasi produk.




2. Standar Akuntansi untuk Pelaporan Segmen



Pelaporan tersebut baru diwajibkan pada tahun 2001 oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan yang mengeluarkan PSAK No. 05 revisi 2000 mengenai pelaporan segmen (IAI, 2001).


Sesuai dengan PSAK tersebut perusahaan yang memiliki berbagai segmen usaha dan geografis wajib melakukan pengungkapan. 
Jika segmen memenuhi kriteria persyaratan penjualan, aset dan laba usaha yang memenuhi syarat tertentu. 


Pelaporan segmen di Indonesia bukan merupakan hal yang baru. Segmen usaha melaporkan produk dan jasa pada lini usaha yang berbeda dengan risiko dan imbalan yang berbeda.


Sedangkan segmen geografis menyajikan produk dan jasa dalam wilayah ekonomi tertentu yang memiliki risiko dan imbalan pada geografis yang berbeda (IAI, 2001). 
Segmen usaha adalah komponen perusahaan yang dapat dibedakan dalam menghasilkan produk.


Dan jasa (baik produk dan jasa individual maupun kelompok produk atau jasa terkait). Komponen itu memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan segmen lain.


Faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam menentukan terkait atau tidaknya produk atau jasa adalah : (PSAK No. 5 2009)

  • Karakteristik produk dan jasa
  • Karakteristik proses produksi
  • Jenis atau golongan pelanggan (produk dan jasa)
  • Metode pendistribusian produk atau penyedia jasa
  • Jenis praktis, karakteristik iklim regulasi, misalnya dalam perbankan, asurasi, atau public utilities.



Pemasaran dengan melakukan Diversifikasi Produk



Dunia kini menghadapi dunia baru yang ditandai dengan kecenderungan globalisasi. Sebagai akibat semakin banyaknya negara yang melaksanakan reformasi ekonomi.


Globalisasi ini sendiri telah mendorong perusahaan siap menghadapi persaingan global. Dan secara drastis mengubah pola strategi perusahaan khususnya strategi pemasaran dan produknya.


Kapan waktu yang tepat diversifikasi Produk, perusahaan yang melakukan strategi pemasaran. Dengan diversifikasi produk bermasud agar tetap eksis dalam dunia usaha.




1. Diversifikasi ekonomi

Pengembangan produk baru ini akan membentuk masa depan perusahaan. Perusahaan dituntut memiliki kreativitas dalam mengembangkan produk. Pengembangan produk baru ini akan membentuk masa depan perusahaan. 

Pemasaran bisa dilakukan yaitu dengan pengembangan produk baru melalui beberapa macam strategi. Yang dapat dilakukan oleh perusahaan. Salah satunya adalah strategi diversifikasi produk.


Kapan waktu yang tepat diversifikasi Produk kepada perusahaan yang menggunakan konsep produksi. 
Mengungguli pesaingnya akan berusaha untuk menciptakan produk-produk yang harganya rendah dengan cakupan distribusi yang luas.


Perusahaan akan selalu berusaha untuk mencari yang menjadi keinginan dan kebutuhan konsumen yang dapat ditawarkan oleh perusahaan. 
Perusahaan tersebut akan mencoba untuk membuat apa saja yang bisa terjual. 


Menerapkan berbagai strategi untuk memasarkan produknya sehingga dapat mengungguli persaingan. Arti pemasaran sering disamakan dengan pengertian penjualan, perdagangan, dan distribusi. 


Pemasaran merupakan salah satu dari kegiatan pokok yang dilakukan oleh perusahaan.  Untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya, untuk berkembang, dan mendapatkan laba. 


Kegiatan pemasaran perusahaan harus juga dapat memberikan kepuasan kepada konsumen. Jika menginginkan usaha berjalan terus dan agar konsumen mempunyai pandangan yang baik terhadap perusahaan.


Perusahaan harus menyadari arti pentingnya pemasaran selalu mencari konsep yang paling sesuai. Untuk digunakan sebagai pedoman dalam menjalankan kegiatan pemasarannya.


Dalam prakteknya, konsep pemasaran mengalami perkembangan yang demikian pesat, seiring dengan semakin majunya teknologi. 
Tingkat kehidupan masyarakat, dan lingkungan yang semakin dinamis. Tanpa pemahaman perilaku konsumen.


Strategi pemasaran dengan menggunakan konsep pemasaran tidak akan dapat disusun.  Sehingga tidak akan mampu memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen dan mencapai tujuan ekonomi perusahaan.


Diveirsfikasi ekonomi adalah usaha penganekaragaman product (bidang usaha). Serta tujuan perusahaan dan kondisi lingkungan yang mempengaruhi perusahaan tersebut. 


Atau lokasi perusahaan yang dilakukan suatu perusahaan untuk memaksimalkan keuntungan sehingga arus kas perusahaan dapat lebih stabil.


Strategi yang digunakan oleh perusahaan dapat berbeda-beda yang kesemuanya itu berdasarkan kepada kebijakan perusahaan atau juga disesuaikan dengan Visi dan Misi.


Diversifikasi produk sebagai salah satu alternatif strategi korporasi dapat diklasifikasikan ke dalam tiga jenis: konsentrik, konglomerate, dan horisontal.


Ketiga jenis diversifikasi tersebut termasuk dalam kelompok alternatif strategi dalam membangun Grand Strategy.


Diversifikasi dapat pula dibedakan ke dalam dua tipe:

  •  Terkait (related diversification)
  •  Tidak terkait (unrelated diversification).



2. Diversifikasi usaha


Diversifikasi usaha merupakan memperluas pasar dengan mengembangkan produk baru yang sesuai dengan pasar agar memiliki keunggulan untuk bersaing. 
Kapan waktu yang tepat diversifikasi Produk.


Diversifikasi produk dimaksudkan untuk mendapatkan keuntungan yang maksimum.  Dengan cara mengombinasikan beberapa portofolio investasi. Apakah dengan cara menjual bermacam-macam produk dan mendirikan unit bisnis lainnya.


Berdasarkan ulasan tersebut diatas, maka disaksudkan melakukan diversifikasi usaha adalah Pebisnis yang memiliki beberapa unit bisnis. 
Diversifikasi usaha dilakukan untuk  meningkatkan nilai tambah pemilik perusahaan, diversifikasi dibagi menjadi :


Kapan waktu yang tepat diversifikasi Produk
Penggolongan Diversifikasi Produk 


Diversifikasi usaha berkaitan adalah diversifikasi usaha perusahaan ke dalam suatu bisnis lain yang masih mempunyai hubungan erat dengan bisnis sebelumnya.

Sehingga dapat dikembangkan strategi bisnis yang saling berkesuaian (strategic fit) di antara setiap bisnis tersebut. Menerapkan diversifikasi usaha berkaitan memiliki tiga keunggulan :



Pertama,

strategi tersebut mengurangi ketergantungan organisasi terhadap satu aktivitas bisnisnya dan oleh karena itu mengurangi risiko ekonomi.


Bahkan bisnis perusahaan kekurangan hilangan uang, secara keseluruhan masih mungkin dapat bertahan. Karena bisnis yang sehat akan menghasilkan cukup uang untuk mendukung bisnis lainnya.



Kedua,


dengan mengelola beberapa bisnis pada waktu yang bersamaan. Organisasi dapat mengurangi biaya overhead yang dihubungkan dengan mengelola satu bisnis.


Biaya overhead perbisnis akan lebih rendah dibandingkan jika setiap bisnis harus menyerap semua biaya sendiri. terdiversifikasi yang berkaitan biasanya lebih rendah.



Ketiga,


diversifikasi usaha yang berkaitan membuat suatu perusahaan dapat mengekspolitasi kekuatan dan kemampuanya yang lebih. 
Strategi tersebut mengurangi ketergantungan organisasi terhadap satu aktivitas bisnisnya dan oleh karena itu mengurangi risiko ekonomi.


Bahkan jika satu atau dua dari bisnis perusahaan kehilangan uang, organisasi secara keseluruhan masih mungkin dapat bertahan. 
Karena bisnis yang sehat akan menghasilkan cukup uang untuk mendukung bisnis lainnya.

dari satu bisnis.

Perusahaan memanfaatkan sinergi yang merupakan dampak pelengkap yang ada di antara bisnis mereka. 
Ketika nilai ekonomi dari gabungan bisnis lebih besar dibandingkan nilai ekonomi bisnis secara terpisah.




3. Bisnis dengan diversifikasi yang tidak berhubungan


Diversifikasi ini merupakan diversifikasi jenis usaha yang tidak berkaitan erat dengan bisnis sebelumnya. 
Adanya peluang keuntungan yang besar merupakan alasan utama bagi dilakukannya diversifikasi produk ini.


Dalam hal alokasi sumber daya, perusahaan dapat mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya ke bisnis yang memiliki potensi pengembalian yang paling tinggi. 
Perusahaan memiliki kestabilan kinerja di waktu yang berkesinambungan. 


Bila salah satu bisnis yang dimiliki mengalami penurunan, bisnis yang lainnya mungkin memiliki pengingkatan. Diversifikasi usaha tidak berkaitan adalah diversifikasi usaha perusahaan ke dalam suatu bisnis lain. 


Yang tidak mempunyai hubungan erat dengan bisnis sebelumnya. Alasan utama yang menjadi dasar diversifikasi usaha ini adanya peluang keuntungan yang lumayan besar yang dapat diraih pada industri tertentu.


Strategi ini bisa saja dijalankan perusahaan korporasi dengan tujuan khusus untuk meraih keuntungan yang besar dalam jangka pendek. 
Untuk itu, perusahaan tidak mendirikan perusahaan yang baru tetapi mengambil alih perusahaan lain (akuisisi, dan merger).


Secara teori, diversifikasi Produk tidak berkaitan memiliki dua keunggulan.

  • Pertama, perusahaan harus memiliki kinerja yang stabil dari waktu ke waktu. 
  • Selama periode tertentu jika beberapa bisnis yang dimiliki oleh organisasi berada dalam siklus penurunan,  yang lainnya mungkin berada dalam suatu siklus pertumbuhan.
  • Kedua, diversifikasi usaha yang tidak berkaitan dianggap memiliki keunggulan dalam alokasi sumber daya.
  • Setiap tahun, ketika suatu perusahaan mengalokasikan modal, orang, dan sumber daya lain di antara berbagai bisnisnya.

Mengevaluasi informasi mengenai masa depan dari bisnis-bisnis tersebut sehingga perusahaan dapat menempatkan sumber dayanya. Bisnis yang memiliki potensi pengembalian yang paling tinggi.


Dengan demikian perusahaan yang melakukan diversifikasi produk yang tidak berkaitan. Seharusnya mampu mengalokasikan modal untuk memaksimalkan kinerja perusahaan.




Tujuan melakukan Diversifikasi Produk  


Tujuan melakukan Diversifikasi Produk Pelaku bisnis dengan melakukan diversifikasi bisnis. Tujuan untuk meratakan tingkat risiko dengan cara berinvestasi pada beberapa bisnis. 
Risiko yang ada tidak akan berpengaruh secara total terhadap bisnis yang lain. 


Karena dapat diimbangi oleh return yang diperoleh dari bisnis yang lain. Tujuan Pelaku bisnis melakukan diversifikasi produk tentunya berupaya untuk meningkatkan keuntungan dan pembagian resiko bisnis :




1. Upaya pertumbuhan dan nilai tambah


Tujuan pertumbuhan dan nilai tambah dapat terpenuhi ketika perusahaan berinvestasi pada usaha yang memberikan keuntungan dalam bisnis. 
Diversifikasi usaha melalui akuisisi dapat meningkatkan pertumbuhan pendapatan yang diharapkan dapat terjadi. 


Dengan melakukan akuisisi bisnis yang memiliki sumber daya strategis. Seperti pemasok yang memproduksi bahan baku utama dari distributor yang telah memiliki saluran distribusi yang luas.


Nilai tambah yang dapat diperoleh dari akuisisi ini adalah bahwa bisnis memperoleh keuntungan secara langsung melalui bisnis yang diakuisisi tersebut.




2. Meratakan tingkat risiko


Tujuan meratakan tingkat risiko dimaksudkan bahwa dengan berinvestasi pada beberapa usaha. 
Maka risiko yang dimiliki oleh satu usaha tidak berpengaruh secara total terhadap perusahaan karena dapat diimbangi oleh return yang diperoleh dari usaha lain.


Perusahaan yang bergerak dalam satu bidang usaha saja hanya menerima return dari satu usaha saja, Hal ini dapat terjadi karena setiap usaha memiliki risiko dan return yang berbeda satu sama lain.


Pelaku bisnis yang melakukan diversifikasi bisnis akan memperoleh return dari sumber yang berbeda dan dapat menutup risiko dari usaha yang lain.




3. Mencegah pengusahaan oleh pesaing


Melalui penguasaan pada suatu bisnis yang memiliki sumber daya strategis bisnis. Selain dapat memberikan nilai tambah juga dapat mencegah penguasaan oleh pesaing.




4. Untuk pencapaian sinergi


Sinergi dimaksudkan sebagai kemampuan untuk mencapai sesuatu dengan melakukan kombinasi. Antara segmen usaha yang tidak bisa dicapai jika segmen usaha tersebut bekerja sendiri-sendiri.




5. Untuk mengontrol rantai distribusi


Penguasaan atas distributor dalam strategi diversifikasi usaha yang berkaitan dapat memudahkan bisnis dalam pengendalian harga dan mutu agar dapat bersaing.


Serta Penguasaan modal internal akan meningkatkan kekuatan perusahaan atas produk yang dihasilkan.




6. Untuk memenuhi ambisi pribadi


Pemenuhan ambisi Pelaku bisnis berkaitan dengan keuntungan yang akan diterima. Keuntungan yang sesuai dengan ruang lingkup bisnis yang dilakukan. 
Melakukan strategi diversifikasi produk maka ruang lingkup Pelaku bisnis juga diharapkan akan semakin besar.


Bisnis yang demikian tentunya membutuhkan dana dalam jumlah yang besar untuk melakukan diversifikasi usaha. 
Dana tersebut dapat berasal dari utang pada kreditur. Utang dapat menjadi alat yang bisa digunakan untuk pengontrol bisnis.


Dengan demikian Pelaku bisnis akan mempunyai kewajiban untuk membayar bunga. 
Serta angsuran pokok secara periodik sehingga akan memaksa Pelaku bisnis untuk tetap dapat menjaga likuiditasnya.


Ada beberapa tujuan Pelaku bisnis melakukan diversifikasi produk yang dipasarkan yang pada umumnya menyangkut dua hal yang besar :

  •   Untuk meningkatkan keuntungan
  •   Pembagian resiko.







Kapan waktu yang tepat divertifikasi produk
Manfaat Diversifikasi produk melakukan diversifikasi





Manfaat melakukan Diversifikasi produk 


Manfaat Diversifikasi produk melakukan diversifikasi tidak jauh berbeda dengan apa menjadi tujuan yang akan dicapai.


Dari semua tujuan berbisnis melakukan diversifikasi produk. Terdapat dua manfaat yang berpengaruh besar terhadap operasional dan daya tahan perusahan itu sendiri.




1. Meningkatkan Profitabilitas dan Daya Saing


Dengan memiliki Bisnis dari berbagai jenis bisnis/produk dapat mencegah pesaing memonopoli pasar. Kemudian, bisa juga mempersepit ruang gerak para pesaing baru.


Market share yang berhasil diraih dari berbagai produk akan membuat stabil arus kas dan memaksimalkan keuntungan.




2. Meminimalisir Resiko


Resiko selalu ada di segala aktifitas dalam bisnis, selalu menjadi ancaman dalam bisnis. 
Dengan melakukan diversifikasi secara langsung akan mengurangi dampak resiko di masa yang akan datang.


Jika satu unit bisnis mengalami kerugian bahkan hingga gulung tikar, maka masih ada unit bisnis lainnya sehingga masih bisa “survive”. 
Sebagai seorang Pelaku bisnis harus tahu makna dan tujuan dari diversifikasi ini.


Ada filsafah tua mengatakan bahwa bila memiliki banyak telur maka janganlah ditempatkan disatu keranjang yang sama. 
Maka dari itu bagilah kebeberapa keranjang telur. 


Karena hal ini untuk menghindari kerugian yang besar dan fatal manakala terjadi musibah terhadap telur-telur itu. Banyaknya istilah diversifikasi seperti diversifikasi asset, diversifikasi investasi, diversifikasi geografi, diversifikasi usaha, diversifikasi produk.


Dan diversifikasi pangan menunjukkan banyaknya jenis perluasan usaha yang bisa dilakukan oleh pemasar untuk memperluas bisnisnya.


Kapan waktu yang tepat diversifikasi Produk ?


Sesungguhnya diversifikasi produk merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kinerja bisnis yang ada. 
Dengan jalan mengidentifikasi peluang untuk menambah bisnis menarik yang tidak berkaitan dengan bisnis perusahaan saat ini


Atau dengan kata lainnya bahwa diversifikasi produk adalah suatu perluasan pemilihan barang dan jasa yang dijual. 
Dengan jalan menambah produk baru / jasa ataupun memperbaiki tipe, warna, mode, ukuran, jenis dari produk yang sudah ada.


Dalam rangka memperoleh laba maksimal serta perluasan atau penambahan barang / jasa untuk meningkatkan profitabilitas dalam bisnis.




3. Alasan Perusahaan Melakukan Diversifikasi Produk


Diversifikasi Produk adalah salah satu cara untuk meningkatkan volume penjualan yang dapat dilakukan oleh perusahaan.
Perusahaaan yang dapat melakukan diversifikasi produk, seharusnya perusahaan yang sudah mempunyai anak perusahaan.


Mengapa perusahaan melakukan diversifikasi produk ?


Alasan perusahaan melakukan diversifikasi produk adalah, karena perusahaan tersebut sudah memasuki ke dalam tahap kedewasaan. 
Dan bahwa para manager dari perusahaan memiliki keahlian yang lebih kreatif dan lebih unik.


Dengan maksud menyusun strategi untuk meningkatkan daya tarik dari perusahaan lainnya. Atau dengan kata lain agar perusahaan tersebut lebih unggul dari perusahaan lainnya.


Diversifikasi ialah usaha memperluas macam barang yang akan dijual dan merupakan sebuah strategi perusahaan untuk menaikkan penetrasi pasar. 
Ini merupakan usaha yang berlawanan dengan spesialisasi. 


Ada berbagai alasan-alasan yang mendorong suatu perusahaan mengadakan diversifikasi produk. Keinginan mengadakan perluasan usaha menjadi pendorong utama. Kegiatan menjadi serba besar, kemungkinan mendapatkan keuntungan juga akan lebih besar.


Karena diproduksikan sejumlah besar barang yang dibutuhkan konsumen atau paling tidak pendapatan stabil. 
Sebab kerugian yang satu dapat ditutup dengan keuntungan menjual barang yang lain. 


Diversifikasi produk adalah upaya yang dilakukan produsen untuk mengusahakan. Atau memasarkan beberapa produk yang sejenis dengan produk yang sudah dipasarkan sebelumnya. 


Beberapa persoalan krusial dalam diversifikasi kapan sebaiknya perusahaan melakukan diversifikasi. Bagaimana manajer menciptakan value melalui diversifikasi. Apa saja pilihan bisnis yang dapat diambil, dan bagaimana strategi untuk memasuki bisnis baru.


Diversifikasi sebagai salah satu alternatif strategi korporasi dapat diklasifikasikan ke dalam tiga jenis:

  • Konsentrik
  • Konglomerate
  • Horisontal.

Ketiga jenis diversifikasi tersebut termasuk dalam kelompok alternatif strategi bisnis dalam membangun Grand Strategy. 
Yang dimaksudkan untuk memberi arah dan landasan bagi upaya koordinasi dan pencapaian sasaran jangka panjang.


Dari pendekatan lain, diversifikasi dapat pula dibedakan ke dalam dua tipe ; Terkait (related diversification) dan Tak terkait (unrelated diversification).


Keterkaitan mengacu pada hubungannya dengan bisnis utama yang sedang digeluti. Beberapa bisnis yang membentuk rantai nilai (value chain) dalam suatu kelompok usaha.




4. Bentuk Strategi Diversifikasi Produk 


Bentuk Strategi Diversifikasi Produk dalam diversifikasi berbagai cara yang dapat dilakukan sebuah bisnis terkait diversifikasi atas produknya. 
Tentunya segala bentuknya dan strateginya disesuaikan dengan kepentingan dan keinginan Pelaku bisnis.



Diversifikasi Vertikal
Bentuk vertikal adalah diversifikasi dari atas ke bawah. dapat melihat dari gambar dibawah ini. Bahwa setiap perusahaan secara bebas memasarkan produknya (tidak harus ke bawahnya).

Misalkan perusahaan peternakan tidak harus hanya menjual hasil ternaknya ke perusahaan kulit milik bisnis sendiri. Bisa juga menjualnya kepada pihak lain, bahkan pesaing.


Kemudian usaha toko juga tidak hanya menjual produk sepatu kemilik sendiri, bisa saja menjual produknya kepada pesaing.




Kapan waktu yang tepat untuk diversifikasi Produk
Diversifikasi Produk secara Vertikal



Diversifikasi Horizontal

Berbeda dengan diversifikasi vertikal, diversifikasi horizontal adalah membagi bisnis baik konsentris dan konglomerasi (masing-masing dijelaskan dibawah) ke samping. 
Artinya bahwa setiap unit produksi / usaha memiliki tingkatan dan derajat yang sama. 


Yang membedakannya adalah target pasar dan kebutuhan calon pembeli. Pada gambar diatas ini menunjukan bisnis memproduksi 3 atau lebih jenis barang yang berbeda, tentu saja dengan kebutuhan calon pembeli yang berbeda.




Kapan waktu yang tepat untuk diversifikasi Produk
Diversifikasi Produk secara Horizontal



5. Strategi diversifikasi produk. 


Strategis diversifikasi produk adalah keputusan strategis dalam business development. Dengan mempertimbangkan pengembangan bisnis melalui produk lama atau baru (existing or new products). 
Di dalam pasar yang lama atau baru (existing or new market). 


Kapan waktu yang tepat diversifikasi. Produk, strategi produk baru  punya kelebihan dan kekurangan. Sehingga perusahaan perlu mereview terlebih dahulu strategi bisnis mana saja yang bisa digunakan dan layak untuk situasi yang dihadapinya saat ini.


Strategi diversifikasi adalah sebuah strategi yang paling kompleks implikasinya. Pada dasarnya keputusan untuk melakukan diversifikasi akan mengandung resiko bisnis yang tinggi. 
Perusahaan harus melakukan studi kelayakan (feasibility study) terlebih dahulu. 


Misalnya apakah produk baru yang didistribusikan akan cukup mendukung. Karena distribusi menjadi faktor utama keberhasilan produk. Demikian pula bahwa produk yang baru tersebut memang sesuai dengan minat konsumen.


Untuk mengurangi resiko kegagalan, biasanya dilakukan test market terlebih dahulu. Setelah mempelajari hasil test market dan modifikasi produk apabila diperlukan. B
arulah produk dipasarkan yang lebih luas.


Sehingga dapat menyimpulkan Kapan waktu yang tepat diversifikasi Produk. Bila telah siap dengan pengembangan produk baru, pertimbangkan juga untuk memasarkan produk baru tersebut di pasar yang lama (product development).


karena diversifikasi tidak selalu menjadi satu-satunya pilihan strategi bagi perusahaan. Hal yang sering dilaksanakan adalah strategi market penetration. 
Product development maupun market development dimana ke 3 strategi diversifikasi merupakan kombinasi dari ketiga strategi tersebut.


Hal ini tergantung dari kesiapan perusahaan dari segi resources (people, money and time). 
Mengenal segmentasi pasar juga dibutuhkan khususnya untuk mengetahui peta penggunaan produk saat ini berada di segmen mana.


Disebut dengan pengembangan pasar lama tapi bisa saja dari segi segmen pasarnya. Penggalian informasi secara terus-menerus melalui monitoring data. 
Penjualan di tiap segmen adalah untuk memperoleh informasi tentang kekuatan dan kelemahan produk .


Di sebuah segmen, atau sampai dimana penetrasi sudah dilakukan. Mengelola informasi dan data yang begitu banyak dan kompleks hanya bisa disederhanakan dengan bantuan teknologi informasi.


Sehingga peran teknologi informasi begitu menentukan berhasil tidaknya pemasaran produk.






Kapan waktu yang tepat divertifikasi produk
Melakukan Diversifikasi Produk sebagai Stategi Pemasaran




Melakukan Diversifikasi Produk sebagai Stategi Pemasaran



Diversifikasi sebagai Stategi Pemasaran dari bermacam-macam barang yang akan dijual dan merupakan sebuah strategi perusahaan untuk menaikkan penetrasi pasar. 
Ini merupakan usaha yang berlawanan dengan spesialisasi. 


Kapan waktu yang tepat diversifikasi Produk. Ada berbagai alasan yang mendorong suatu perusahaan mengadakan diversifikasi produk.


Keinginan mengadakan perluasan usaha menjadi pendorong utama. Kegiatan menjadi serba besar, kemungkinan mendapatkan keuntungan juga akan lebih besar.




1. Mengapa Melakukan Diversifikasi produk


Karena diproduksikan sejumlah besar barang yang dibutuhkan konsumen atau paling tidak pendapatan stabil. 
Sebab kerugian menjual barang yang satu dapat ditutup dengan keuntungan menjual barang yang lain. 


Diversifikasi produk adalah upaya yang dilakukan pengusaha/produsen/perusahaan. Untuk mengusahakan atau memasarkan beberapa produk yang sejenis dengan produk yang sudah dipasarkan sebelumnya.


Diversifikasi sebagai salah satu alternatif strategi korporasi dapat diklasifikasikan ke dalam tiga jenis: konsentrik, konglomerate, dan horisontal. 
Ketiga jenis diversifikasi tersebut termasuk dalam kelompok alternatif strategi dalam membangun Grand Strategy.


Yang dimaksudkan untuk memberi arah dan landasan bagi upaya koordinasi dan pencapaian sasaran jangka panjang.


Dari pendekatan lain, diversifikasi dapat pula dibedakan ke dalam dua tipe :

  • Terkait (related diversification) 
  • Tak terkait (unrelated diversification).

Keterkaitan mengacu pada hubungannya dengan bisnis utama yang sedang digeluti, atau beberapa bisnis yang membentuk rantai nilai (value chain) dalam suatu kelompok usaha.


Beberapa persoalan krusial dalam diversifikasi antara lain kapan sebaiknya perusahaan melakukan diversifikasi. 
Bagaimana manajer menciptakan value melalui diversifikasi, apa saja pilihan bisnis yang dapat diambil. 


Dan bagaimana strategi untuk memasuki bisnis baru dalam konteks diversifikasi. Mengapa Melakukan Diversifikasi produk adalah untuk mempersepit ruang gerak para pesaing baru. Market share yang berhasil diraih dari berbagai produk akan menambah pemasukan.


Meningkatkan Profitabilitas dan Daya Saing produk dipasar serta mencegah pesaing memonopoli pasar. Diversifikasi produk ditujukan untuk membuat produk tahan lebih lama. 


Mengarah kepada produk siap konsumsi/ digunakan, memenuhi selera, kebutuhan dan harapan konsumen. Memperluas pasar, mempermudah transportasi, menyerap tenaga kerja, memberi nilai tambah, pendapatan dan lain sebagainya.


Resiko selalu ada saat melakukan diversifikasi secara tidak langsung akan mengurangi dampak resiko di masa yang akan datang. 
Jika satu unit usaha mengalami kerugian bahkan hingga gulung tikar, masih ada unit usaha lainnya sehingga masih bisa “Survive”.


Diversikasi produk artinya menganekaragaman produk, untuk diversifikasi produk. Ini diperlukan kreatifitas, inovasi, penelitian, modal, promosi atau komunikasi pemasaran.


Diversifikasi tetap berorientasi pasar yakni mempertimbangkan kebutuhan, selera, harapan, daya beli dan segmen pasarnya. 
Kapan waktu yang tepat diversifikasi Produk, diversifikasi produk diperlu untuk memberikan lapangan usaha.


Kerja dan pendapat kepada masyarakat dan dunia usaha dan juga untuk meningkatkan daya saing dan maupun bersaing di pasar nasional dan internasional. 
Salah satu tujuan dalam diversifikasi produk ini adalah untuk mendatangkan keanekaragaman produk di pasar.


Yang mengisi pasar dalam negeri dan ekspor serta untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional. 
Berkurangnya tingkat pengganguran serta bertambahnya pendapatan masyarakat dan berkurangnya orang yang kurang mampu.


Pengaruh diversifikasi produk terhadap tingkat volume penjualan. Diversifikasi memang bertujuan untuk meningkatkan volume/ kuantitas penjualan. Diversifikasi yang dilakukan oleh perusahaan.


Perusahaan.tidak akan bergantung pada satu jenis produk. Perusahaan juga dapat mengandalkan produk lainnya karena jika salah satu jenis produknya mengalami penurunan. 
Maka akan dapat teratasi dengan produk jenis lainnya.


Ketidak berhasilan diversifikasi terjadi dikarenakan adanya beberapa faktor penyebab.  Kurangnya promosi yang dilakukan terhadap produk diversifikasi tersebut serta keadaan ekonomi dalam negeri dan munculnya banyak pesaing.Strategi diversifikasi adalah sebuah strategi bisnis.

Strategi bisnis yang paling kompleks implikasinya prusahaan yang melakukan diversifikasi. Ini akan menjadi pengalaman baru, baik dari segi pasarnya, maupun dari segi produknya.


Faktor penting yang lain adalah bahwa setiap produk diversifikasi memang diminati konsumen. Dimana perusahaan harus memperhatikan produknya dari kualitasnya.


Sebelum produk diversifikasi masuk ke dalam pasar harus dilakukan Test Market terlebih dahulu. Sehingga mengerti bahwa produk tersebut diterima baik atau tidak.




 2. Strategi diversifikasi untuk menghadapi Persaingan


Strategi diversifikasi untuk menghadapi Persaingan adalah strategi pemasaran, strategi yang dipersiapkan oleh Pelaku bisnis. 
Untuk mempertahankan kelangsungan hidup bisnisnya serta upaya untuk dapat mengembangkan bisnisnya.


Untuk mendapatkan laba yang semaksimal mungkin. Arti pemasaran sering disamakan dengan pengertian penjualan, perdagangan, dan distribusi. Padahal istilah pemasar tersebut hanya merupakan bagian dari kegiatan pemasaran secara keseluruhan.


Proses pemasaran itu sudah dimulai jauh sebelum barang-barang diproduksi dan berakhir dengan penjualan. 
Dengan memahami pengertian dan fungsi pemasaran. Perusahaan akan menyadari arti penting pemasaran sebagai kunci untuk mencapai tujuan.


Sehingga Pebisnis perlu mencari konsep yang paling sesuai untuk dipergunakan sebagai pedoman dalam menjalankan kegiatan pemasarannya.


Kegiatan pemasaran perusahaan harus juga dapat memberikan kepuasan dan kenyamanan konsumen, Konsep Strategi bisnis dalam pemasaran terdiri :



  •    Sasaran pasar (Target market)
  •    Kebutuhan pelanggan (Customer needs )
  •    Pemasaran terkoordinasi (Coordinated marketing)
  •    Profitabilitas (Profitability.)

Di era sekarang ini konsep pemasaran mengalami perkembangan yang pesat. Seiring dengan semakin majunya teknologi, tingkat kehidupan masyarakat, dan lingkungan yang semakin dinamis.


Konsep pemasaran orientasinya pada konsumen sehingga semua strategi pemasaran harus disusun berdasarkan kebutuhan dan keinginan konsumen.


Tanpa memahami perilaku konsumen maka strategi bisnis dalam pemasaran dengan menggunakan konsep pemasaran tidak dapat disusun. 
Sehingga mampu memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen dan mencapai tujuan dalam bisnis.



Strategi Diversifikasi

Strategi diversifikasi adalah bagaimana perusahaan melakukan membagi produknya.  Apakah dengan produk / jasa yang berhubungan atau sama sekali berbeda. Strategi ini dibagi menjadi dua Konsentris dan Konglomerasi.


Strategi diversifikasi konsentris, 

Merupakan strategi penambahan produk baru. Produk baru yang masih ada kaitannya dalam hal kesamaan teknologi, fasilitas bersama, atau jaringan pemasaran yang sama dengan produk yang ada saat ini.

Kemudian Strategi diversifikasi ini bisa berbentuk vertikal maupun horizontal. Strategi konsentris akan berhasil jika :

  • Bersaing dalam industri yang rendah pertumbuhannya.
  • Menaikkan penjualan produk yang sudah ada dengan memproduksi produk baru yang berkaitan dengan .produk yang sudah ada itu.
  • Menawarkan harga produk baru yang kompetitif.
  • Daur hidup produk saat ini yang mengalami penurunan memiliki team manajemen yang kuat.


Strategi diversifikasi konglomerasi,  


penambahan produk baru yang dipasarkan di pasar baru yang tidak berkaitan dengan yang ada saat ini.


Agar berjalan efektif, ada beberapa pedoman strategi diversifikasi konglomerasi untuk diikuti, yakni :

  • Terjadi penurunan penjualan dan keuntungan.
  • Kemampuan manajerial dan modal untuk berkompetisi dalam industri baru.
  • Tercipta sinergi yang financial antara dua perusahaan (yang mengakuisisi dan yang diakuisisi) bagi produk saat ini yang sudah jenuh.
  • Adanya peluang untuk memperoleh bisnis baru yang tidak berkaitan namun memiliki memiliki peluang investasi yang menarik.
  • Adanya tindakan antitrust atas bisnis yang terkonsentrasi pada bisnis tunggal.



Diversifikasi sebagai langkah Strategi Pemasaran


Diversifikasi produk adalah upaya yang dilakukan pengusaha/produsen/perusahaan untuk mengusahakan. Atau memasarkan beberapa produk yang sejenis. 
Dengan produk yang sudah dipasarkan sebelumnya. 


Keinginan mengadakan perluasan usaha menjadi pendorong utama. mendapatkan keuntungan juga akan lebih besar. Karena menjual dari beberbagai macam barang yang dibutuhkan konsumen atau setidaknya pendapatan akan lebih stabil,


Beberapa persoalan krusial dalam diversifikasi antara lain kapan waktu yang tepat untuk diversifikasi produk. 
Bagaimana Pelaku bisnis menciptakan value melalui diversifikasi. Apa saja pilihan bisnis yang dapat diambil. 


dan bagaimana strategi untuk memasuki bisnis baru dalam konteks diversifikasi.  Diversifikasi ialah usaha memperluas penganeragaman barang yang akan dijual dan merupakan sebuah strategi perusahaan untuk menaikkan penetrasi pasar.


Sebab bila terjadi kerugian dari menjual barang yang satu dapat tertutupi dengan keuntungan yang lain dari penjualan barang yang lain. 
Diversifikasi sebagai salah satu alternatif strategi bisnis dapat diklasifikasikan ke dalam Konsentrik, Konglomerate dan Horisontal.








Kapan waktu yang tepat untuk diversifikasi Produk


Diversifikasi Produk dan Strategi Bisnis


Ketiga jenis diversifikasi tersebut termasuk dalam kelompok alternatif strategi untuk membangun Grand Strategy. 
Yang dimaksudkan untuk memberi landasan bagi upaya koordinasi dan pencapaian sasaran jangka panjang.


Dari pendekatan lain, diversifikasi dapat pula dibedakan ke dalam Diversifikasi Terkait (related diversification) dan Diversifikasi yang tidak terkait (unrelated diversification).

Keterkaitan mengacu pada hubungannya dengan bisnis utama yang sedang digeluti. Atau beberapa bisnis yang membentuk rantai nilai (value chain) dalam suatu kelompok usaha.




3. Alasan melakukan Diversifikasi Produk


Alasan melakukan diversifikasi Produk adalah untuk mengatasi bila terjadi krisis. 
Bila suatu bisnisnya mengalami kemerosotan pendapatan di salah satu bisnisnya. Maka bisnis lainnya yang lebih dapat segera menutupi bisnis yang kurang.


Kapan waktu yang tepat diversifikasi Produk adalah agar memiliki keunggulan dan dapat mengurangi resiko bisnis yang mungkin terjadi


Hal ini juga dapat mengurangi biaya administrasi operasional. Sehingga dapat meringankan jika setiap bisnis harus menyerap semua biayanya sendiri.




Pertimbangan Internal dan Eksternal

Pelaku bisnis dapat mempertimbangkan untuk melakukan diversifikasi ketika menghasilkan sumber daya keuangan yang berlebih (in excess). 
Dari jumlah yang dibutuhkan untuk mempertahankan keunggulan daya saing (competitive advantage) bisnis  utamanya.


Dalam kondisi yang memberi sinyal untuk melakukan diversifikasi, yang telah disadari bahwa bisnis tidak lagi mampu melayani pasar. 
Atau berkeinginan untuk memaksimalkan sumber daya resource base yang ada. 


Merupakan dorongan dari yang memberi peluang bagi dibukanya bisnis baru. Terdapat dua alasan diversifikasi Internal yang merupakan dorongan (inducement) bagi pertumbuhan dan External inducement.





Ruang lingkup ekonomi

Dalam perkembangannya alasan lain dari diversifikasi yaitu untuk peningkatan efisiensi seperti eksploitasi lingkup ekonomis (economic of scope). 
Dan mendisiplinkan diri untuk kebutuhan mengatasi munculnya masalah-masalah baru. 

Sinergi keuangan dilandasi pada pemikiran bahwa untuk mencapai sukses jangka panjang.  Kapan waktu yang tepat diversifikasi Produk,  melakukan diversifikasi untuk mencapai skala ekonomis.

Dengan cara menjual produk sejenis dengan tingkat keanekaragaman produk dan pasar yang rendah namun memiliki kemampuan yang lebih baik.


Suatu bisnis yang sedang tumbuh memerlukan portofolio bisnis yang menjamin kecukupan dan kestabilan arus kas agar dapat mendanai semua aktivitas.




Insentif dan Sumberdaya   

Strategi portofolio memungkinkan perusahaan induk memanfaatkan profit yang diperoleh suatu unit bisnis untuk mensubsidi unit bisnis lainnya. 
Pelaku bisnis selaku pemilik bisnis dapat melakukan diversifikasi sendiri tanpa keterlibatan pihak lain,


Namun demikian strategi bisnis semacam ini tidak menciptakan nilai tambah bisnis. Meskipun economies of scope sebagian besar menjadi alasan utama diversifikasi.


Permasalahan biaya transaksi juga relevan disebut sebagai alasan lain bila diversifikasi dilakukan melalui merger dan akuisisi.


Persoalan biaya transaksi muncul manakala proses produksi melibatkan sejumlah aset khusus seperti Sumber Daya Manusia (SDM). 
Standard Operating Procedures (SOP), dan lainnya yang sifatnya Hak milik (proprietary). B


isnis multiproduct merupakan pilihan efisien ketika koordinasi di antara bisnis yang beroperasi. Secara independen sulit dilakukan oleh adanya permasalahan biaya transaksi dan persoalan-persoalan lain yang tersembunyi.




Motif Manajerial

Motif manajerial untuk melakukan diversifikasi berorientasi pada kepentingan untuk menjaga dan memperluas posisi eksekutif dalam membuat keputusan.


Dari pada motif peningkatan efisiensi atau menambah kekayaan pemilik bisnis. Dalam hal tersebut diversifikasi bisnis lebih efisien untuk manajer, tetapi tidak efisien untuk pemilik bisnis.




Menciptakan Value Melalui Diversifikasi

Sinergi antara bisnis utama dan bisnis baru hasil diversifikasi baik yang terkait (related) maupun tak terkait (unrelated) diperlukan guna memastikan tercapainya. 
Value yang maksimum dari langkah diversifikasi yang diambil. 


Bentuk sinergi diwujudkan dalam hubungan horisontal atau vertikal. Hubungan horisontal berupa penggunaan bersama oleh beberapa unit bisnis atas sumber daya tak berwujud (intangible resources).


Hubungan vertikal merupakan penciptaan value yang diturunkan dari induk bisnis. Seperti kompetensi inti dan sumber daya berwujud seperti fasilitas produksi. Saluran distribusi dsb.


Strategi diversifikasi ini dapat diterapkan pada lini produk juga yang nantinya dapat memberikan manfaat langsung dan nilai kepada perusahaan. 
Telah teridentikasikan bahwa peluang sukses strategi diversifikasi hampir sama dengan resiko kegagalannya.


Kata kunci diversifikasi yang sukses adalah sinergi. Strategi diversifikasi diantaranya Diversifikasi terbatas (limited diversification). 
Diversifikasi terkait (related diversification) dan Diversifikasi tak terkait (unrelated diversification).



Strategi diversifikasi produk
Pelaku bisnis harus melakukan studi kelayakan (feasibility study) terlebih dahulu. Demikian pula harus diyakini bahwa produk baru tersebut memang sesuai dengan minat konsumen.

Misalnya apakah channel distribusi yang baru akan cukup mendukung karena distribusi menjadi faktor utama keberhasilan produk. 
Setiap strategi produk baru  punya kelebihan dan kekurangan. 


Sehingga Pelaku bisnis perlu mereview terlebih dahulu strategi mana saja yang bisa digunakan. Dan layak untuk situasi yang dihadapinya saat ini. Pada dasarnya keputusan untuk melakukan diversifikasi akan mengandung resiko bisnis yang tinggi.


Strategi diversifikasi adalah sebuah strategi yang paling kompleks implikasinya. Bagi Pelaku bisnis ini akan menjadi pengalaman baru. 
Baik dari segi pasarnya (new market), maupun dari segi produknya (new products). 


Tentunya diversifikasi tidak selalu menjadi satu-satunya pilihan strategi bisnis.  Pengembangan produk baru dapat pertimbangkan juga untuk memasarkan produk baru tersebut di pasar yang lama (product development).


Dimana perusahaan bisa memproduksinya dengan kualitas yang sama baiknya dengan produk-produk lamanya. Maka dari itu penting sekali pelaksanaan strategi pemasaran.


Melalui strategi diversifikasi produk agar perusahaan dapat bersaing dalam pasar global dan bertahan ditengah persaingan yang semakin ketat.




 4. Waktu yang tepat untuk diversifikasi bisnis


Waktu yang tepat untuk diversifikasi bisnis adalah menentukan keputusan strategis. 
Dengan mempertimbangkan pengembangan bisnis melalui produk lama atau baru (existing or new products) di dalam pasar yang lama atau baru (existing or new market).




Internal dan Eksternal

Sebagian besar perusahaan mempertimbangkan untuk melakukan diversifikasi ketika menghasilkan sumber daya keuangan yang melebihi (in excess). 
Dari jumlah yang dibutuhkan untuk mempertahankan keunggulan daya saing (competitive advantage) bisnis utamanya.


Kapan waktu yang tepat diversifikasi Produk, waktunya yang tepat adalah terpulang pada alasan diversifikasi.Yaitu internal dan eksternal yang merupakan bujukan. 
Atau dorongan (inducement) bagi pertumbuhan. 


Bujukan eksternal (External inducement) merupakan dorongan dari yang memberi peluang bagi dibukanya bisnis baru. Seperti munculnya Internet membuka peluang bagi penerbit koran cetak untuk membua bisnis layanan koran online.


Dorongan darin luar dapat pula dalam bentuk ancaman yang kemudian ditanggapi dengan membentuk usaha baru. 
Bujukan internal (Internal inducement) di lain pihak, adalah kondisi di dalam perusahaan yang memberi sinyal untuk diversifikasi .


Kesadaran bahwa perusahaan tidak lagi mampu melayani pasar yang sedang digelutinya. Atau keinginan untuk mendayagunakan resource base yang ada.




Ruang lingkup ekonomi

Dalam perkembangannya diversifikasi berkisar dari upaya untuk peningkatan efisiensi seperti eksploitasi lingkup ekonomis (economic of scope). 
mendasari kebutuhan untuk mengatasi munculnya masalah baru seperti penyalahgunaan kewenangan oleh manajer puncak.


Yang mendasari diversifikasi untuk mengatasi munculnya masalah-masalah baru seperti penyalahgunaan kewenangan oleh manajer puncak. 
Dan mendisiplinkan manajer yang kinerjanya kurang baik. Perusahaan yang memiliki tingkat keanekaragaman produk.


Pasar yang rendah memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menyebarkan kemampuannya. 
Dan mengeksploitasi lingkup ekonomis dibandingkan dengan perusahaan yang tingkat keanekaragaman produk dan pasarnya tinggi.


Sinergi keuangan dilandasi pada pemikiran bahwa untuk mencapai sukses jangka panjang. 
Suatu perusahaan yang sedang tumbuh memerlukan portofolio bisnis yang menjamin kecukupan. Kestabilan arus kas agar dapat mendanai semua aktivitas perusahaan.




Insentif dan Sumberdaya

Strategi portofolio memungkinkan perusahaan induk memanfaatkan profit yang diperoleh suatu unit bisnis untuk mensubsidi unit bisnis lainnya. 
Namun demikian strategi semacam ini tidak menciptakan nilai tambah kepada pemilik perusahaan (share holders).


Kapan waktu yang tepat diversifikasi Produk Jika demikian, pemilik perusahaan dapat melakukan diversifikasi sendiri tanpa keterlibatan manajer perusahaan. 
Meskipun economies of scope sebagian besar menjadi alasan utama diversifikasi,


Permasalahan biaya transaksi (transaction costs) juga relevan disebut sebagai alasan lain bila diversifikasi dilakukan melalui merger dan akuisisi. 
Perusahaan multiproduct merupakan pilihan efisien ketika koordinasi di antara perusahaan yang beroperasi secara independen


Sulit dilakukan oleh adanya permasalahan biaya transaksi dan persoalan-persoalan lain yang tersembunyi. Persoalan biaya transaksi muncul mana kala proses produksi melibatkan sejumlah aset.


Khusus seperti Sumber Daya Manusia (SDM), Standard Operating Procedures (SOP), dan lainnya yang sifatnya proprietary.




Motif Manajerial

Alasan manajerial melakukan diversifikasi adalah untuk kepentingan menjaga dan memperluas posisi eksekutif dalam membuat keputusan. 
Dari pada motif peningkatan efisiensi atau menambah kekayaan pemegang saham. 


Diversifikasi efisien untuk manajer, tetapi tidak efisien untuk pemegang saham. Namun demikian masih ada sisi positif yang didapat dari motif manajer dalam melakukan diversifikasi.


Untuk mengurangi resiko kehilangan pekerjaan manajer terpaksa harus mengurangi resiko berkinerja buruk. 
Diversifikasi tak terkait yang dihasilkan dari keputusan manajer dapat meningkatkan insentif dengan mengurangi biaya motivasi manajer.


Lingkup ekonomi dapat dicapai melalui penyebaran ketrampilan manajemen puncak yang tergolong langka ke dalam bisnis lain yang tidak terkait dengan bisnis utama.




Menciptakan Value Melalui Diversifikasi

Menciptakan value bagi shareholder saja tidak cukup. Sinergi antara bisnis utama dan bisnis baru hasil diversifikasi baik yang terkait (related). 
Maupun tak terkait (unrelated) diperlukan guna memastikan tercapainya value yang maksimum dari langkah diversifikasi yang diambil.


Peluang sukses strategi diversifikasi hampir sama dengan resiko kegagalannya.


Pertanyaannya :


Mengapa ada diversifikasi yang sukses namun mengapa ada pula yang gagal .... ? 


Jawaban kunci atas pertanyaan ini adalah sinergi.



Bentuk sinergi diwujudkan dalam hubungan horisontal atau vertikal. Hubungan horisontal berupa penggunaan bersama oleh beberapa unit bisnis atas sumber daya tak berwujud (intangible resources).


Seperti kompetensi inti dan sumber daya berwujud seperti fasilitas produksi, saluran distribusi, dan lain sebagainya.








Kapan waktu yang tepat untuk diversifikasi Produk
Diversifikasi Produk secara Konsentris Horizontal

Sedangkan hubungan vertikal merupakan penciptaan value yang diturunkan dari induk perusahaan.



Kapan waktu yang tepat untuk Diversifikasi Produk
Diversifikasi Produk dan Konsentris Vertikal


Strategi dalam menjalankan  diversifikasi, perusahaan dapat memilih tiga alternatif, diantaranya Diversifikasi terbatas (limited diversification). Diversifikasi terkait (related diversification).


Diversifikasi tak terkait (unrelated diversification). Strategi diversifikasi ini dapat diterapkan pada lini produk juga yang nantinya dapat memberikan manfaat langsung dan nilai kepada perusahaan.






Sebagai penutup, diucapkan terima kasih telah meluang waktunya untuk membaca artikel Kapan waktu yang tepat diversifikasi Produk,


Semoga artikel ini memberi manfaat serta menginspirasi. Bila ada yang ingin mendiskusikan bisa mengklik " Kontak "




Kapan waktu yang tepat divertifikasi produk
Diversifikasi Produk sebagai Stategi Pemasaran


10 comments:



Terima kasih, telah membaca dan memberi komentarnya

Semoga Artikel ini memberi inspirasi dan bermanfaat.

Brokoko

Popular Posts