"" Strategi Bisnis yang Cantik: Penyehatan usaha - yang sedang terpuruk | Bagian 1

Penyehatan usaha - yang sedang terpuruk | Bagian 1

Penyehatan usaha - yang sedang terpuruk | Bagian 1 upaya menyelamatkan perusahaan yang terpuruk agar dapat beroperasional kembali menjadi sehat.

Secara menyeluruh tentang kemungkinan penarikan penghasilan dari piutang dagang, yang normalnya berjangka waktu pendek.

Mulai dipikirkan kemungkinan mencari sumber tambahan penghasilan baru. Manajemen melakuan evaluasi menyeluruh. 

Penyehatan operasional berusaha melakukan perubahan operasi perusahaan.


Baca juga : Artikel yang terkait


Memiliki Strategi bisnis yang Cantik untuk bisnis adalah merupakan kunci sukses dengan menetrapkan dan menentukan strategi bisnis secara konsesiten agar terhindar dari gagal manajemen.

Menjadi seorang Enterpreneur pastinya memiliki Strategi serta memiliki taktik yang jitu dan cerdas dalam berbisnis.

Naluri seorang entrepreneur yang kreatif dan memiliki perspektif tentang mengkelola  bisnis.

Enterpreneur memiliki perspektif bagaimana cara merealisasikan ide bisnisnya serta bagaimana cara mengelola bisnis yang baik dan konsisten.


Tak lupa di ucapkan Terima kasih, telah berkunjung di artikel ini. Mohon kiranya mau memberikan komentar di akhir artikel ini.


Penyehatan usaha - yang sedang terpuruk | Bagian 1
Penyehatan usaha - yang sedang terpuruk



Penyehatan usaha yang sedang terpuruk


Penyehatan usaha - yang sedang terpuruk | Bagian 1Usaha yang sedang mengalami keterpurukan, yang ditandai dengan indikasi-indikasi ketidak kesehatan dalam menjalankan operasional usahanya,


Pemilihan strategi ini tepat dilaksanakan oleh perusahan yang beroperasi hampir tidak menyediakan peluang pangsa pasar. 

Strategi ini biasanya juga dipilih perusahaan yang memiliki fleksibilitas yang cukup dalam anggaran operasi sehingga membuka peluang adanya pengurangan biasa yang signifikan.


1. Indikasinya usaha yang terpuruk


Penyehatan usaha. Indikasi usaha yang sedang dalam keterpurukan :


  • Mengalami kerugian dalam 3 tahun terakhir.
  • Turun terusnya pendapatan dari usaha selam tiga tahun berturut-turut
  • Ketidak mampuannya lagi untuk membayar kewajiban-kewajiban yang segera harus dibayar (jatuh tempo).

Dengan alasan-alasan diatas maka usaha tersebut dapat diindikasikan bahwa usaha dalam kondisi sakit. Usaha (Bisnis) sudah tidak ada lagi memiliki kemampuannya. 

Kemampuan dalam memenuhi baik kewajiban-kewajiban jangka pendek maupun hutang jangka panjangnya.

Secara ekonomis suatu perusahaan dikatakan tidak sehat jika tingkat pengembalian investasinya secara signifikan. 

Dan terus menerus lebih rendah dibandingkan investasi yang serupa. Secara manajerial, perusahaan dikatakan sakit jika selama beberapa tahun mengalami penurunan laba.

Tanpa harus diartikan secara terus menerus. Kesuksesan dan Keterpurukan bisnis, bangkrut dan hutang yang melilit bagi pelaku bisnis adalah hal yang kerap didengarnya.


2. Strategi  yang diperlukan


Penyehatan usaha. Didalam penyehatan bisnis diperlukan strategi-strategi dan langkah-langkah yang konkrit  yaitu :


  • Strategi Untuk Usaha Yang Sedang Mengalami Keterpurukan
  • Strategi Penyehatan bisnis yang Sedang Mengalami Keterpurukan
  • Strategi Pemulihan dalam rangka Penyehatan Perusahaan

Bisnis yang lesu dan tidak menguntungkan merupakan bahkan bisa saja. 

Belajar dari kegagalan bisnis kuncinya adalah fokus untuk bangkit dari kegagalan bisnis, agar dapat kembali sukses. 

Perusahaan yang masih ingin disehatkan dengan alasan-alasan tertentu. Dengan demikian perlu adanya penelitian yang mendalam. 

Dan focus pada penyehatan usaha khususnya pada penyehatan bisnis dalam operasionalnya. Agar dapat lacar kembali dalam operasionalnya.


Baca juga : Profesional berbisnis - adalah "Kunci sukses" | Bagian 1



Penyehatan usaha - yang sedang terpuruk | Bagian 1
Penyehatan usaha - dengan strategi yang tepat



Strategi Penyehatan Usaha Yang Sedang Keterpurukan


Penyehatan usaha - yang sedang terpuruk | Bagian 1Strategi Untuk Usaha Yang Sedang Mengalami Keterpurukan adalah upaya agar perusahaan yang dikatakan sakit dengan adanya gejala-gejala. 

Gejala dalam artian yang berbeda dengan sebab perusahaan yang sedang sakit.

Gejala semata-mata hanya merupakan tanda-tanda adanya ketidak sehatan bisnis yang mengindikasikan perusahaan dalam keadaan sakit. 

Sedangkan perusahaan yang sakit lebih menunjuk pada variabel yang bertanggung jawab menjadikan perusahaan itu menderita sakit.

Kesulitan mengenali gejala ketidak sehatan perusahaan juga bisa terjadi. 

Hal ini disebabkan oleh eksekutif yang cenderung mengabaikan gejala-gejala awal yang dianggap biasa saja. 

Langkah-langkah Penyehatan usaha yang terpuruk dapat dilakukan. Bila saja usaha tersebut masih ingin disehatkan dengan alasan-alasan tertentu. 

Maka dengan demikian perlu adanya penelitian yang mendalam dan focus. Pada penyehatan bisnis khususnya pada penyehatan operasionalnya. 

Untuk mengembalikan situasi bisnis dari kondisi penurunan prestasi ke kondisi berlaba. 

Hingga kini belum ada kesepakatan tentang definisi penurunan prestasi dan kondisi penyelamatan.

Ada dua komponen utama dalam proses penyehatan bisnis yaitu Situasi penyelamatan dan Respon penyelamatan.


Strategi penyelamatan bisnis adalah strategi defensif yang diperlukan dengan maksud agar bisa mempertahankan kehidupan bisnis. 

Untuk tujuan adalah efisiensi bisnis dan agar aliran kas positif


1. Motivasi disaat terpuruk


Penyehatan usaha Motivasi disaat terpuruk, sangat diperluan agar dapat dipahami bahwa Kesuksesan dan Keterpurukan bisnis. 

Bangkrut dan hutang yang melilit bagi pelaku bisnis adalah hal yang kerap didengarnya. Bisnis yang lesu dan tidak menguntungkan merupakan bahkan bisa saja. 

Belajar dari kegagalan bisnis kuncinya adalah fokus untuk bangkit dari kegatelan bisnis, agar dapat kembali sukses. 

Dengan alasan-alasan diatas maka usaha tersebut dapat diindikasikan bahwa usaha dalam kondisi sakit. 

Usaha (Bisnis) sudah tidak ada lagi memiliki kemampuannya dalam memenuhi baik. Kewajiban-kewajiban jangka pendek maupun hutang jangka panjangnya.

Secara ekonomis suatu perusahaan dikatakan tidak sehat jika tingkat pengembalian investasinya secara signifikan. 

Dan terus menerus lebih rendah dibandingkan investasi yang serupa. Secara manajerial. 

Perusahaan dikatakan sakit jika selama beberapa tahun mengalami penurunan laba. Tanpa harus diartikan secara terus menerus. 

Perusahaan yang dikatakan sakit juga mempunyai gejala-gejala. Gejala dalam artian yang berbeda dengan sebab perusahaan sakit. 

Gejala semata-mata hanya merupakan tanda-tanda adanya ketidak kesehatan perusahaan yang mengindikasikan perusahaan dalam keadaan sakit.

Sedangkan sebab perusahaan yang sakit lebih menunjuk pada variabel yang bertanggung jawab menjadikan perusahaan itu menderita sakit. 

Kesulitan mengenali gejala ketidak kesehatan perusahaan juga bisa terjadi. 

Hal ini disebabkan oleh eksekutif yang cenderung mengabaikan gejala-gejala awal yang dianggap biasa saja. 

Perusahaan yang sukses tentu pernah menghadapi kegagalan. 

Bahkan ada yang sampai mengalaminya berulang-ulang hingga akhirnya mereka berhasil mencapai tujuan yang diinginkan. 

Pelaku bisnis pastinya harus siap dengan segala kondisi yang akan terjadi. Misalnya ketika dalam bisnis sepi, atau perusahaan sedang berada dalam masa sulit.

Menemui masalah serius bahkan mungkin berada di ambang kebangkrutan. 

Ada 3 (tiga) cara yang dapat membantu membangkitkan semangat (memotivasi). Agar Perusahaan dapat bangkit kembali ketika berada dalam keadaan terpuruk :


a. Pertarungan


Dalam bisnis pasti akan ada masa jatuh bangun untuk itu pelaku bisnis harus siap. Jika sedang mengalami keterpurukan  atau dalam masa sulit. 

Pelaku bisnis harus berani mencari solusi. Berani mengambil keputusan untuk dapat bangkit. Pertarungan bisnis tidak akan pernah selesai. 

Percaya diri bahwa bisnis bisa melakukan sesuatu yang lebih baik lagi. Bangkitkan kembali potensi yang ada untuk membangun bisnis yang sedang mengalami masa sulit. 

Tetap fokus pada tujuan yang ingin dicapai dan jangan sampai kalah dengan kondisi yang tidak menguntungkan. 
Melakukan sesuatu yang lain yang lebih kreatif. 

Hal ini juga demi menyiapkan untuk persaingan dalam bisnis. Kekeliruan sebelumnya jadikan pelajaran untuk bisa lebih baik lagi. 

Meskipun merupakan suatu pekerjaan yang paling sulit dilakukan saat sedang diuji. Diuji dengan masalah yang berat dan dalam kondisi terpuruk.


b. Percaya


Sukses itu butuh proses, pembelajaran dari perusahaan yang sukses untuk dijadikan dorongan dan semangat. 

Memiliki keyakinan  dan peryaca bahwa apa yang akan diperjuangkan akan mendapat hasil yang lebih baik dari sebelumnya.

Ketika dalam keadaan sulit, mental juga akan diuji sehingga membuat kepercayaan diri pun bisa menghilang. 

Apa yang dirasakan tergantung pada yang ada dipikiran. Mencari solusi dan terus berjuan untuk bangkit serta percaya bahwa bisa lebih kuat dari yang sebelumnya.


c. Gigih


Dalam bisnis tidak bisa mencegah ketika berada dalam masa-masa sulit. Tapi bisa bertahan dan melihat masalah melalui solusi dan kegigihan usaha yang dilakukan. 

Intinya adalah harus berpikir positif, jujur, optimisme dan percaya akan semua rencana Tuhan.

Semangat serta kemauan untuk menghadapi hambatan-hambatan agar mampu mencapai sukses. 

Yakinlah bahwa setiap kegagalan dan keterpurukan itu biasanya hanya bersifat sementara. Selama mau bangkit dan mencari solusi untuk mengatasi tantangan yang hadir di hadapan. 

Jika masih belum mendapatkan kesuksesan maka percayalah bahwa rencana Tuhan yang lebih terbaik.


2. Cara menyikapi perusahaan agar tidak terpuruk


Penyehatan usaha. Sebaiknya tindakan-tindakan menciptakan hal tersebut didasari oleh strategi yang benar agar tidak sia-sia. 

Strategi dan action adalah dua hal penting dalam menciptakan perubahan, strategi yang berorientasi pada kontinuitas perubahan sekaligus.


a. Penyebab turunnya pendapat operasional


Usaha diantaranya disebabkan oleh :


  • Produk dan pasarnya tidak jelas serta tidak fokus (undifferenttiated product market focus)
  • Tidak adanya keunggulan kompetitif. Misalnya biaya operasional terlalu besar, tidak diketahuinya keunggulan produk.

Ada serangkaian proses yang ditempuh oleh suatu Bisnis setidaknya menempuh beberapa tahapan :



b. Find


Yakni tahap menemukan sumber masalah pada tahap ini dicoba untuk mengidentifikasi faktor yang memicu krisis dalam perusahaan.



c. Action


Yakni tahap mengidentifikasi penyelamatan dengan pasti disetai dengan  serangkaian langkah kongkrit untuk menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi seperti :


  • Penukaran manajemen,
  • Mengurangi biaya,
  • Menjaual harta tetap,
  • Restrukturisasi hutang,
  • Dan sebagainya.


d. Tahap selanjutnya adalah Recovery :


  • Pada tahap pemulihan usaha dari kondisi yang merugi menjadi berlaba.
  • Setelah melakukan analisis penyelamatan.
  • Melakukan analisis untuk menyelamatkan usaha yang masih punya peluang untuk selamat.
  • Menciptakan penyederhanaan sistem dalam operasionalnya agar pelaksanaannya lebih mudah. bergerak dan bekerja lebih simple.
  • Mengajak agar orang-orang yang terlibat didalamnya untuk berorientasi pada tindakan.

Namun sering sekali untuk menciptakan perubahan sering dihadapkan dengan ketidak/ kurangnya langkah-langkah konkrit. 

Pelaku bisnis yang  berorientasi pada tindakan dan tak berani mengambil resiko. Strategi yang berorientasi pada action adalah strategi yang bersifat inovasi. 

Didasari oleh entreprenerial mindset (cara berfikir yang entreprenerial)


3. Cara mengatasi kemunduran usaha


Penyehatan usaha. Cara mengatasi kemunduran usaha pelaku bisnis harus memiliki Strategi pemulihan dan pertumbuhan.



a. Strategi agresif


Yang bertujuan untuk merebut peluang bisnis kembali yang masih tersedia guna memperoleh laba :


  • Melakukan berbagai investasi dan pengembangan produk/jasa pendamping dan produk /jasa baru.
  • Merebut peluang bisnis melalui investasi secara agresif.

Kinerja operasional meliputi pertumbuhan penjualan, pertumbuhan laba. Margin keuntungan, Stabilitas aliran kas dan stabilitas penjualan.


Kinerja yang di harapkan untuk menguasai pangsa pasar, bila :


  • Tingginya kualitas produk yang di jual
  • Rendahnya biaya produksi
  • Memiliki ragam produk
  • Reputasi (citra) perusahaan yang baik
  • Kualitas pelayanan kepada konsumen baik
  • Keunggulan teknologi yang dimiliki
  • Jangkauan wilayah pemasaran.

Para pelaku bisnis cenderung menunggu sampai gejala tersebut muncul ke permukaan. 

Serta sulit menerima dan mengakui bahwa bisnisnya sedang sakit bukanlah hal yang mudah. Karena berkaitan langsung dengan penilaian pada Relasi bisnis dan Kompetetor. 

Banyak contoh perusahaan-perusahaan besar yang berdiri bertahun-tahun. 
Namun tiba-tiba sakit keras secara mendadak dan akhirnya tutup. 

Mengenali gejala ketidak sehatan perusahaan juga seringkali dipengaruhi oleh sudut pandang yang melihat dan kepentingannya.

Terpulang dari sisi mana melihatnya. Orang dalam dan luar perusahaan mungkin menemukan gejala yang berbeda. 

Bahkan sesama orang dalam juga dapat merasakan gejala yang tidak sama.

Orang awam mungkin menafsirkan jika ada perusahaan yang secara mendadak mengalami pergantian manajemen. 

Terancam diakuisisi oleh perusahaan lain sebagai perusahaan yang menderita sakit.

Pemasok mungkin melihat dari keterlambatan pembayaran merupakan tanda ketidak sehatan. 
Sedangkan manajemen bisa memperhatikan data lebih detail. 

Dengan mengevaluasi misalnya pangsa pasar yang dikuasai, laba yang diperoleh. Likuiditas perusahaan, dan tingkat penjualan yang diraih. 

Berdasarkan penjelasan di atas, apapun jenis perusahaannya bahwa yang namanya ketidak sehatan perusahaan perlu segera ditangani. 

Agar tidak menyebabkan perusahaan mengalami penutupan.


b. Diperlukan langkah strategis


Dalam melakukan penyehatan perusahaan juga diperlukan langkah strategis yang tepat agar perusahaan dapat kembali sehat. 

Artinya strategi penyehatan bisnis perlu diperhatikan. Perlu dilakukan oleh setiap pelaku bisnis. 

Agar bisnis yang mengalami sakit tidak berlarur-larut sampai menyebabkan perusahaan mengalami penutupan. 

Perusahaan yang mengalami penutupan akan memiliki banyak konsekuensi :

  • Pertama modal disetor akan terbuang sia-sia karena perusahaan mengalami sakit dan tutup.
  • Kedua citra perusahaan juga akan mengalami kesan negatif dimata konsumen dan dimata stake holder lainnya.
  • Ketiga perusahaan yang tutup dapat dipastikan akan menimbulkan adanya PHK.




Sebagai penutup, diucapkan terima kasih telah meluang waktunya untuk membaca artikel Penyehatan usaha - yang sedang terpuruk | Bagian 1


Lanjutkan ke  Bagian 2

Untuk melengkapi pemahaman tentang penyehatan usaha, silahkan tonton video dibawah ini.

Semoga artikel ini memberi manfaat serta menginspirasi. Bila ada yang ingin mendiskusikan bisa mengklik " Contact Us "





5 Tahapan Yang Harus Anda Lakukan 
Ketika Anda Sedang Jatuh Bangkrut & Miskin







Penyehatan usaha - yang sedang terpuruk | Bagian 1
Penyehatan usaha

6 comments:



Terima kasih, telah membaca dan memberi komentarnya

Semoga Artikel ini memberi inspirasi dan bermanfaat.