Thursday, November 16, 2017

Profesional dalam bisnis adalah kunci sekses


Profesional dalam bisnis adalah "kunci sukses" dan agar selalu mendapatkan kepercayaan serta selalu menjaga komitmen dalam menjalankan bisnis.


Memiliki Strategi bisnis yang Cantik untuk bisnis adalah merupakan kunci sukses dengan menetrapkan dan menentukan strategi bisnis secara konsesiten agar terhindar dari gagal manajemen.




Baca juga : Artikel yang terkait


Menjadi seorang Enterpreneur pastinya memiliki Strategi serta memiliki taktik yang jitu dan cerdas dalam berbisnis. Naluri seorang entrepreneur yang kreatif dan memiliki perspektif tentang mengkelola  bisnis.


Enterpreneur memiliki perspektif bagaimana cara merealisasikan ide bisnisnya serta bagaimana cara mengelola bisnis yang baik dan konsisten.


Tak lupa di ucapkan Terima kasih, telah berkunjung di artikel ini. Mohon kiranya mau menshare dan meninggalkan komentar di akhir artikel ini.



Profesional dalam bisnis adalah kunci sekses
Profesional dalam bisnis adalah "kunci sukses"




Tujuan berbisnis adalah mendapatkan uang dari keuntung dalam bisnis. Nanum tidak jarang juga diketahui bahwa pelaku bisnis terjebak untuk menaikkan harga barangnya setinggi.

Hal ini mungkin agar mendapat keuntungan lebih banyak. Sehingga Pelaku bisnis lupa untuk meningkatkan kualitas produk dan berinovasi dalam dalam bisnis.


Mengapa harus Secara Profesional dalam berbisnis ?


Simak ulasannya di bawah ini !


Ketakutan akan menciptakan produk yang tidak diminati pasar adalah salah satu kekhawatiran Pelaku bisnis.


Sesungguhnya tidak harus demikian sebaiknya, caranya adalah menjual dulu ide atau prototypenya. Jika reaksi dari pembeli dinilai positif, baru dapat mengembangkannya menjadi produk khusus atau rare item (produk langka/jarang).


Jika rare item (produk langka/jarang) itu dapat berkembang menjadi kesukaan publik. Maka barulah dapat memproduksinya sebagai favorit item dengan kuantitas lebih banyak lagi.


Fokus dan yakin pada produk dari pada mensia-siakan waktu dan tenaga mencari sesuatu yang akan dibeli pelanggan. Belajar jauh lebih banyak dari produk yang  yakini untuk mendapat kesuksesan.




Pentingnya Profesional dalam bisnis


Profesional dalam Berbisnis menurut ekonomi adalah kualitas, dan tindak tanduk yang merupakan ciri suatu profesi atau ciri orang yang profesional.




1. Profeaional dalam bisnis 


Profesional” adalah sebutan yang mengacu kepada sikap mental dalam bentuk komitmen. Kata profesional  sendiri berarti :

  • Bersifat profesi
  • Memiliki keahlian dan keterampilan karena pendidikan dan latihan,
  • Mendapatkan penghasilan karena keahliannya itu.
  • Orang yang tahu akan keahlian dan keterampilannya.
  • Meluangkan seluruh waktunya untuk pekerjaan atau kegiatannya itu.
  • Bangga akan pekerjaannya.

Dari para anggota suatu profesi untuk senantiasa mewujudkan dan meningkatkan kualitas profesionalnya. Ia akan selalu mengembangkan dirinya sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman sehingga keberadaannya senantiasa memberikan makna profesional.


Seseorang dikatakan memiliki profesional manakala memiliki dua hal pokok tersebut. Yaitu keahlian (kompetensi) yang layak sesuai bidang tugasnya dan pendapatan yang layak sesuai kebutuhan hidupnya.




2. Kualitas eksekutif dalam bisnis


Biasanya dipahami sebagai suatu kualitas yang wajib dipunyai oleh setiap eksekutif yang baik :

  • Punya ketrampilan yang tinggi dalam suatu bidang serta kemahiran dalam menggunakan peralatan tertentu yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas yang bersangkutan dengan bidang tadi.
  • Punya ilmu dan pengalaman serta kecerdasan dalam menganalisis suatu masalah dan peka di dalam membaca situasi cepat dan tepat serta cermat dalam mengambil keputusan terbaik atas dasar kepekaan.
  • Punya sikap berorientasi ke depan sehingga punya kemampuan mengantisipasi perkembangan lingkungan yang terbentang di hadapannya. 
  • Punya sikap mandiri berdasarkan keyakinan akan kemampuan pribadi serta terbuka menyimak dan menghargai pendapat orang lain.
  •  Namun cermat dalam memilih yang terbaik bagi diri dan perkembangan pribadinya Profesional adalah 






Profesional dalam bisnis adalah kunci sekses
Profesional dalam bisnis adalah kunci sekses



Mengelola secara profesional dalam bisnis


Mengelola Bisnis secara Profesional, sangatlah bijaksana bila dalam memisahkan kehidupan pribadi dan kehidupan bisnisnya.


Paham betul dampak buruk dan dapat memperburuk suasana serta dapat merusak hubungan sesama rekan kerja maupun rekan bisnis.


Bila mengungkapan rahasia pribadi pada mereka :

  • Orang yang bisnis profesioanal senantiasa bijak dalam menjaga informasi yang kritis terhadap superioritas dirinya dan kepentingan perusahaannya.
  • Orang yang bisnis profesioanal yang bertindak bijaksana berarti sosok yang bisa dipercaya, baik secara personal maupun bisnis.
  • Orang yang bisnis profesioanal tidak terbiasa dalam menceritakan pengalaman yang sifatnya pribadi.



1. Menjaga Sikap dan moral profesi


Menjaga sikap dan moral profesi harus selalu dipertahankan dan terkontrol. Konsep diri seseorang antara lain sikap menghadapi tantangan, cobaan serta hambatan.




Tidak memaksa
Seorang yang berjiwa atau bermoral bisnis profesional tentunya akan memiliki keahlian teknis yang khusus yang mendukung keprofesionalannya.

Dengan demikian dia akan mempunyai kekuatan (`power’). Sehingga dengan ‘power’ yang dia miliki, dia dapat melakukan tindakan untuk menekan pihak lain.




Tidak berjanji

Satu sikap moral professional dalam menghadapi apapun yang telah, sedang dan bakal terjadi juga hal yang harus diperhatikan. 
Sikap ihlas dalam menghadapi keberhasilan maupun kegagalan merupakan sikap professional yang ketiga.


Berjanji merupakan tindakan yang mungkin sekali menjadikan kita melanggar dua sikap moral sebelumnya yang disebutan diatas.


Kegagalan maka akan muncul pemaksaan atau mengiba dari salah satu pihak, atau bahkan kedua pihak. 
Sehingga kesiapan menerima apapun yang bakan terjadi merupakan sikap moral profesi yang dibutuhkan.




Tidak mengiba

Pada saat-saat tertentu kesulitan atau hambatan muncul baik dipihak pekerja maupun perusahaan. 
Krisis ekonomi saat lalu (soalnya saya yakin saat ini sudah mulai tahap penyembuhan) banyak mengakibatkan kesulitan dikedua pihak.


Tentunya tidak bisa hanya dengan mengiba untuk menghadapi kesulitan ini, dan tentunya tindakan mengiba ini bukan moral yang professional. 
Untuk ini dipandang perlu untuk memberikan catatan kecenderungan pada waktu ini dalam memberikan pengertian profesional.


Jadi profesional tidak dapat dibebaskan dari prilaku dan kesehariaannya. 
Lalu pertanyaannya bagaimana cara yang dapat memungkinkan seseorang bisa mempersiapkan dirinya menjadi seorang profesional dalam waktu yang relatif singkat ?


Jawabannya adalah pemagangan yang tepat, bervariasi dan efektif. Untuk mempersingkat masa pemagangan maka studi berbagai kasus baik yang terkait dengan evaluasi masalah. 
Serta cara penanggulangan termasuk studi perbandingan dalam berbagai aspek pembangunan. 


Sangat membantu mempercepat sesorang ahli untuk mencapai tingkat profesional. Pelaku bisnis yang profesional dalamdalam bisnis bukan hanya pintar dan cerdas. Memiliki etika yang diterapkan dalam bidangnya.


Profesional dapat juga berarti sesorang berhasil menguasai ilmu dari orang lain yang lebih hebat darinya.


Etika kerja profesional merupakan satu landasan kepada masyarakat dimana masyarakat dapat mengawasi. Serta membolehkan untuk menilai setiap tindak tanduk mereka dari semasa ke semasa.




2. Meningkatkan profesional dalam bisnis


Seorang Bisnis Profesional tidak akan berhasil apabila tidak memiliki pengetahuan, kemampuan, dan kemauan. 
Ada kemauan tetapi tidak memiliki kemampuan dan pengetahuan tidak akan membuat sëorang menjadi Pelaku bisnis yang sukses.


Sebaliknya, memiliki pengetahuan dan kemampuan tetapi tidak disertai kemauan tidak akan memasuki/dirintis capai kesuksesan. 
Untuk menjadi seorang bisnis profesional yang sukses tentu saja harus memiliki kompetensi yang memadai.



  • Memiliki ilmu pengetahuan
  • Keterampilan
  • Kualitas individual yang meliputi sikap
  • Motivasi
  • Nilai-nilai pribadi
  • Serta tingkah laku yang diperlukan.

Untuk melaksanakan pekerjaan/ kegiatan. ketrampilan mengatur dan menggunakan waktu, dan keterampilan teknik lainnya secara spesifik. Keterampilan tersebut dapat berupa :



  • Keterampilan manajerial
  • Ketrampilan konseptual
  • Keterampilan memahami
  • Mengerti
  • Berkomunikasi
  • Berelasi
  • Keterampilan merumuskan masalah dan cara bertindak.

Dalam bekerja ataupun dalam bisnis dibutuhkan sikap profesional guna meraih keberhasilan dalam berbisnis dan bekerja yang semakin ketat. 
Sehingga menuntut untuk bersikap profesional. 


Pelaku bisnis yang handal harus selalu bersikap bisnis profesional dalam kondisi apapun. Dan dapat memenuhi segala kesepakatan yang telah dibuat, agar dapat menujukan bisnis profesional kepada klien.


Jika seorang yang mampu bersikap profesional maka kelak akan meraih keberhasilan dalam bekerja maupun dalam bisnis.




Tetap menjaga Penampilan yang menarik

Dalam bekerja ataupun dalam bisnis, penampilan menjadi hal utama yang harus diperhatikan. 
Dalam berbisnis harus berpenampilan menarik agar dapat meyakinkan klien bahwa cocok bermitra dengannya.


Sementara dalam bekerja, harus berpenampilan sesuai dengan peraturan perusahaan. Sementara sebagian perusahaan membebaskan karyawannya untuk berpakaian, asalkan sopan.


Kebanyakan perusahaan mengharuskan karyawannya untuk berpakaian rapi dan formal, bahkan menggunakan seragam. 
Guna menunjukan bisnis profesional, Anda harus mengikuti semua ketentuan dalam berpenampilan sehingga dapat meraih keberhasilan.




Bicara to the point

Biasanya, seorang seorang profesional lebih banyak bertindak daripada berbicara. Bicarakan hal yang penting saja tentunya dengan singkat dan padat kepada rekan kerja maupun rekan bisnis.


Sampaikan inti dari pembicaraan kepada lawan bicara dengan jelas. Dengan begitu akan menjadi lebih profesional dibandingkan orang lain.




Jangan campur adukan urusan pekerjaan atau bisnis dengan urusan pribadi

Sebagai seorang bisnis profesional, harus membedakan urusan pekerjaan atau bisnis dengan urusan pribadi.
Disaat menjalani profesi yang digeluti, harus bertindak dalam bisnis profesional dalam urusan pekerjaan atau bisnis.


Ketika berada di rumah, harus bersikap profesional sebagai anggota keluarga.  Harus bisa menyelesaikan masalah tersebut sesuai dengan tempatnya masing-masing. 
Sebagai contoh, ketika  memiliki permasalahan dalam bekerja atau dalam bisnis.


Jangan bawa masalah tersebut ke rumah.Sebaliknya, jika terjadi masalah di rumah, jangan membawa masalah tersebut ke dalam urusan pekerjaan atau bisnis.


Apabila hal tersebut dilakukan, dapat meningkatkan produktifitas sehingga terlihat lebih profesional dalam bekerja atau dalam bisnis.




Meningkatkan hubungan baik sesama rekan kerja atau rekan bisnis

Dalam bekerja ataupun dalam bisnis, Anda harus membina hubungan baik dengan rekan kerja atau rekan bisnis Anda sebagai wujud pelaku bisnis profesional. 
Jangan anggap mereka sebagai mitra saja, namun jadikan mereka sebagai teman bahkan sahabat.


Ketika berada di luar itu, anggap mereka sebagai seorang teman. Ajak rekan kerja maupun rekan bisnis Anda untuk makan siang bersama.


Hangout bersama, olahraga bersama, liburan bersama dan kegiatan lainnya yang dapat menjalin keakaraban. Disaat sedang berbisnis atau bekerja, anggap mereka sebagai mitra.




Meningkatkan ilmu dan wawasan

Untuk menjadi seorang profesional, Anda jangan pernah berhenti belajar. Terus perbanyak ilmu dan wawasan. 
Di jaman ini, ilmu tidak begitu sulit didapatkan Anda bisa mempelajari lewat internet, buku, belajar langsung dari ahlinya dan lainnya. 


Bersikaplah terbuka terhadap segala hal yang baru. Hal ini juga dapat mengasah kemampuan yang Anda miliki serta memiliki keterampilan baru sehingga dapat meningkatkan produktivitas.





Profesional dalam bisnis adalah kunci sekses
Penampilan serta tetap terjaga kesan Profesional dalam Bisnis



Mempertahankan sikap profesional dalam bisnis


Profesional dapat disimpulkan bahwa profesionalisme memiliki dua kriteria pokok., yaitu keahlian dan pendapatan (bayaran). 
memiliki profesional yang tinggi akan tercermin dalam sikap mental.  Dalam kondisi apapun harus selalu bersikap profesional.


Serta komitmenya terhadap perwujudan dan peningkatan kualitas professional melalui berbagai cara dan strategi. 
Sebagai seorang pelaku bisnis harus selalu memenuhi segala kesepakatan yang telah dibuat dengan klien guna menujukan profesionalitas.


Bila menjadi seorang karyawan. Profesionalitas dapat ditunjukan dengan memenuhi semua peraturan dan kebijakan yang berlaku perusahaan.


Dengan sikap Pelaku bisnis profesional harus mampu selalu meningkatkan Profesional. Dalam berbisnis akan bekerja lebih produktif dan dapat meraih keberhasilan kelak.




1. Berbisnis harus memiliki penampilan menarik 


Berpenampilan baik menjadi hal utama yang harus perhatikan dalam dalam bisnis. 
Berpenampilan menarik akan memberi keyakinan kepada klien bahwa cocok untuk bermitra.memberi kesan rapi dan formal guna menunjukan bisnis profesional.




2. Memiliki pengalaman dan kemahiran 


Dalam melaksanakan tugas serta kecerdasan dalam menganalisis suatu masalah dan peka di dalam membaca situasi cepat. 
Tepat dan tanggap serta cermat dalam mengambil keputusan atas dasar kepekaan seorang. 


Seorang bisnis profesional,  akan terus belajar untuk meperbanyak ilmu dan terus untuk menambah wawasannya. Hal ini juga dapat mengasah kemampuan yang dimiliki serta memiliki keterampilan baru sehingga dapat meningkatkan produktivitas.




3. Mempunyai pemikiran yang berorientasi ke depan 


Sehingga punya kemampuan mengantisipasi perkembangan lingkungan yang terbentang di hadapannya serta dengan tidak menyia-siakan waktu dalam kehidupan. 
Mengelola Bisnis secara Profesional dengan menggunakan waktu secara efektif.


Jadikan sebagian besarnya waktu untuk bisnis. Salah satu kecerobohan terbesar adalah kebiasaan terlambat. Selalu tidak tepat waktu dan tidak memenuhi deadline. baik dalam aktivitas sosial maupun profesionalisme.




4. Mempunyai sikap mandiri berdasarkan keyakinan 


Akan kemampuan pribadi serta terbuka menyimak dan menghargai pendapat orang lain. 
Namun cermat dalam memilih yang terbaik bagi diri dan perkembangan pribadinya. Dengan kemampuannya dalam memperhatikan hal-hal yang kecil.


Bisnis profesional tak menyerah dengan kondisi kritis, tampak ragu menghadapinya. Walau harus mengorbankan kepentingan serta waktu untuk pribadinya.




5. Berbicara "To the point" 


Seorang Pelaku bisnis profesional dalam berbicara sekitar hal-hal yang penting dan berbicara yang singkat dan padat. 
Begitu juga kepada sesama rekan kerja maupun atau kepada rekan bisnis. 


Dengan demikian akan menjadi lebih Pelaku bisnis profesional dibandingkan orang lain. senantiasa berusaha melihat segala sesuatu dengan kacamata positif. Melihat dari sisi-sisi yang baik dari tantangan yang timbul dari resiko usaha yang sedang digeluti.




6. Tidak mencampur adukan urusan pekerjaan atau bisnis 


Dengan urusan pribadi Sebagai seorang profesional dapat membedakan urusan pekerjaan, bisnis dan urusan pribadi. 
Sehingga permasalahan dalam bekerja, dalam bisnis tidak tercapur dengan urusan pribadi.


Dengan demikian maka dapat meningkatkan produktifitas sehingga terlihat lebih profesional dalam bekerja atau dalam bisnis.




7. Membina hubungan baik sesama rekan kerja atau rekan bisnis 


Dalam mengeluti bekerja ataupun dalam bisnis, membina hubungan baik dengan rekan kerja atau rekan bisnis wajib dilakukan  wujud profesionalitas. 
Menjalin keakaraban sesama rekan / mitra kerja menjadikan mereka sebagai teman bahkan sahabat.




8. Bekerja dengan secara terstruktur 


Semua pekerjaan harus terencana dan terselesaikan dengan terstruktur. dengan demikian maka semua pekerjaan akan tersusun dengan rapi. Ini semua harus melakukan agar menjadi bisnis profesional.







Profesional dalam bisnis adalah kunci sekses
Pengertian dan Menjaga Profesional dalam Bisnis agar sukses



Sikap dan etika profesional dalam bisnis



Profesionalisme adalah etos yang membuat seseorang yang pelaku bisnis profesional dapat dalam sebuah perjalanan karirnya. 
Lalu bagaimana implementasinya dalam prinsip profesionalisme ini dalam praktik sehari-hari.




1. Etika


Pengertian Etika (Etimologi) yang berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan, Biasanya etika yang berkaitan erat dengan perkataan moral. 
Yang berarti juga berati kebiasaan dan cara hidup seseorang. Sedangkan etika adalah Untuk pengkajian sistem nilai-nilai yang berlaku. 


Dengan melakukan perbuatan yang baik (kesusilaan), Dan menghindari hal-hal tindakan yang buruk. Pengertian etika atau moral hampir sama, namun dalam kegiatan sehari-hari ada, moral untuk penilaian perbuatan yang dilakukan.




2. Profesi


Profesi ialah suatu pekerjaan atau jabatan yang menuntut keterampilan atau keahlian tertentu dari seseorang. 
Sesungguhnya pekerjaan belum tentu menjadi sebuah profesi Namun di masyarakat bahwa profesi adalah sebuah pekerjaan.


Hal inilah yang harus dipahami oleh masyarakat, karena masyarakat menganggap bahwa pekerjaan dan profesi. 
Profesi tidak dapat disematkan begitu saja kepada seseorang yang berkaitan dengan pekerjaan dan jabatannya.


Disebut “profesi” selalu yang berkaitan dengan pekerjaan atau jabatan yang dilakukan oleh seseorang. 
Tetapi tidak semua pekerjaan disebut profesi, karena profesi adalah seseorang yang memiliki keahlian tertentu.


Suatu Profesi yang dimiliki oleh seseorang pelaku bisnis harus melalui pendidikan dan pelatihan yang dikembangkan khusus untuk itu. Pekerjaan tidak sama dengan profesi.




3. Etika Profesi

Etika profesi ialah dalah sikap hidup berupa keadilan untuk memberikan pelayanan professional terhadap masyarakat dengan penuh ketertiban. Keahlian sebagai pelayanan dalam rangka melaksanakan tugas berupa kewajiban terhadap masyarakat.

Etika profesi ialah suatu sikap berupa keahlian untuk dapat memberikan pelayanan secara professional.


Kepada masyarakat dalam rangka melaksanakan tugas berupa kewajiban terhadap masyarakat. 
Nilai dan aturan professsional secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik bagi professional, sehingga Kode etik profesi adalah sistem norma.




4. Profesionalisme dalam bisnis


Profesionalisme merupakan komitmen para anggota suatu profesi untuk meningkatkan kemampuannya secara terus menerus. 
“Profesionalisme” adalah sebutan yang mengacu kepada sikap mental dalam bentuk komitmen.


Dari para anggota suatu profesi untuk senantiasa mewujudkan dan meningkatkan kualitas profesionalnya. 
Profesionalisme adalah hal yang mengacu kepada sikap mental dalam bentuk komitmen. 


Dari seseorang yang selalu senantiasa mewujudkan dan meningkatkan kualitas profesionalnya. Profesionalisme merupakan komitmen yang selalu  meningkatkan kemampuannya secara terus menerus.


Profesionalisme dapat juga diartikan sebagai perpaduan antara kompetensi dan karakter yang menunjukkan adanya tanggung jawab moral. 
Profesionalisme terkandung keahlian dalam mengoptimalkan ilmu pengetahuan.


Skill, waktu, tenaga, sember daya, serta sebuah strategi yang akan dicapai secara memuaskan. Sehingga setiap orang selalu dituntut  untuk dapat memiliki profesionalisme di dalam pekerjaannya.






Profesional dalam bisnis adalah kunci sekses
Menjaga Profesionalisme dalam Bisnis Harus memiliki Pengetahuan yang mumpuni agar dapat sukses



Pebisnis wajib memahami manajemen dalam bisnis


Untuk menjadi seorang yang profesional tidak cukup hanya lewat pendidikan formal, diperlukan lebih dari sekedar gelar akademis.


Untuk menjadi Profesional perlu melalui proses pembelajaran dan pengembangan diri yang terus menerus.




1. Unsur-unsur Pebisnis yang Profesional


Pebisnis yang Profesional selalu mengembangkan keahlian, selalu membangun hubungan dengan orang lain, Tingkatkan kemampuan berkomunikasi. 
Hasilkan yang terbaik, Berpenampilan menarik, Kehidupan yang seimbang dan Memiliki nilai moral yang tinggi.




Kembangkan keahlian (Expert)

Menggali potensi dan kemampuan dan terus dikembangkan sampai menjadi ahli. Fokus pada kekuatan dan bukan pada kelemahan, lakukan eksplorasi (organisasi sebagai sarana).


Sadari setiap punya keunikan dan kekhususan perlu menginvestasikan waktu untuk mengembangkannya. 
Hal ini butuh ketekunan, usaha, kerja keras, kemauan yang kuat dan inisiatif. Terus tingkatkan pemahaman lewat seminar, buku, audio, latihan.




Mahir membangun hubungan (Relationship)

Kemampuan membangun hubungan (bersosialisasi) dengan orang lain sangat menentukan keberhasilan dalam kehidupan. Ini berlaku dalam setiap aspek kehidupan seperti ; pergaulan, organisasi, dunia usaha, pekerjaan, keluarga.


Makanya tidak heran sejumlah studi ilmiah menyimpulkan 85% kunci sukses ditentukan bukan dari keahlian/keterampilan teknis.


Melainkan kemahiran dalam menjalin hubungan baik dengan orang lain. Bila anda ingin menjadi seorang yang profesional dalam hidup ini, apapun tujuan dan bidang yang di pilih.


Dan harus belajar membina hubungan yang baik dengan orang banyak dari berbagai kalangan. Karena masyarakat mungkin masih bisa menerima orang yang tidak punya keahlian khusus.




Tingkatkan kemampuan berkomunikasi (Communicator)

Seberapa jauh dan dalamnya suatu hubungan dapat terjalin ditentukan oleh komunikasi.  90% penyebab hancurnya suatu hubungan pernikahan, pertemanan, organisasi, bisnis, diakibatkan komunikasi yang salah.


Komunikasi yang baik harus bersifat dua arah. Seorang komunikator yang handal adalah seorang pendengar yang baik. 
Seorang yang profesional harus mampu mengkomunikasikan suatu hal dengan jelas dan tepat pada sasaran.



Hasilkan yang terbaik (Excellent)




"Profesional don't do different thing, they do thing differently". Untuk menjadi profesional dan  harus terus mencoba memberikan dan mengerjakan lebih dari apa yang diharapkan. Waktu untuk melakukan suatu kegiatan, project, kerjaan, tugas hasilkan yang terbaik. 

Jangan puas dengan rata-rata kejar hasil yang excellent. Lakukan yang terbaik hari ini untuk bayaran hari esok. Pikirkan selalu apa yang dapat saya lakukan untuk add value bukan apa yang saya bisa peroleh.




Berpenampilan menarik (Good Looking)


First impression is very important! Karena orang akan menilai kita 10 detik pertama apakah mereka bisa menerima atau tidak. Sama halnya kalau mau beli barang lihat packaging dulu, mau nonton film lihat preview dulu, mau masuk toko lihat dekor yang paling menarik.




Kehidupan yang seimbang (Balance of life)


Seorang pelaku bisnis profesional harus mampu atur prioritas dan menjalankan berbagai peran. Setiap orang mungkin memiliki banyak peran dalam hidup ini. Hidup ini harus dijaga agar seimbang dalam berbagai aspek. 


Peran sebagai anak, ayah, anggota organisasi, ketua, sales, karyawan. Harus dapat berfungsi dengan benar sesuai dengan peran yang dijalankan jangan sampai tercampur aduk.




Memiliki nilai moral yang tinggi (Strong Value)

Untuk bisnis profesional sejati harus memiliki nilai moral yang tinggi. Hal ini yang akan membedakan setiap kinerja, usaha, karya dan kegiatan yang dilakukan dengan orang lain. Sementara orang lain kompromi, Menggunakan cara-cara yang tidak etis.


Untuk mencapai tujuannya tetap berpegang pada prinsip yang benar. Diluar sana ada begitu banyak cara-cara pintas dan penyimpangan yang terjadi. Oleh karena itu harus mampu mempertahankan sikap profesionalisme. Pebisnis yang Profesional ;




2. Strategi menjadi seorang Pebisnis yang profesional



Selalu mengembangkan keahlian (Expert)


Pebisnis yang profesional tidak cukup hanya lewat pendidikan formal, diperlukan lebih dari sekedar gelar akademis. perlu melalui proses pembelajaran dan pengembangan diri yang terus menerus.



Selalu meningkatkatkan kemahiran dalam membangun hubungan (Relationship)


kunci sukses ditentukan bukan dari keahlian/keterampilan teknis, masyarakat mungkin masih bisa menerima orang yang tidak punya keahlian khusus. 
Tapi mereka sulit menerima orang yang tidak bisa berhubungan baik dengan orang lain.



Selalu ingin meningkatkan kemampuan berkomunikasi (Communicator)


Komunikasi yang baik harus bersifat dua arah. Seorang komunikator yang handal adalah seorang mampu mendengarkan. 
Seorang yang profesional harus mampu mengkomunikasikan suatu hal dengan jelas dan tepat pada sasaran.



Selalu menghasilkan yang terbaik (Excellent)


Untuk menjadi profesional harus terus mencoba memberikan dan mengerjakan lebih dari apa yang diharapkan.


Waktu melakukan suatu kegiatan, project, kerjaan, tugas hasilkan yang terbaik. tidak cepat puas dengan hasil yang excellent. Lakukan yang terbaik hari ini untuk bayaran hari esok.



Berpenampilan menarik (Good Looking)


Penampilan juga sangat menentukan, karena penampilan juga memberi kesan dan kepercayaan terhadap orang lain. 
Penampilah seseorang Pebisnis yang profesional akan dinilai oleh orang dalam waktu 10 detik pertama apakah mereka bisa menerima kita atau tidak.



Selalu menjaga kehidupan yang seimbang (Balance of life)


Seorang Pebisnis profesional harus mampu mengatur prioritas dan menjalankan berbagai peran. 
Berfungsi dengan benar sesuai dengan peran yang sedang di jalankan jangan sampai tercampur aduk. karena hidup ini harus dijaga agar seimbang dalam berbagai aspek.



Memiliki nilai moral yang tinggi (Strong Value)


Memiliki nilai moral yang tinggi adalah hal yang tidak bisa ditawa-tawar lagi, hal ini yang akan membedakan setiap kinerja, usaha, karya dan kegiatan yang di lakukan dengan orang lain.



  • Tidak memaksa
  • Tidak mengiba 
  • Tidak berjanji.



3. Wajib memahami fungsi manajemen  


Secara umum fungsi manajemen berdasarkan prinsip Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling POAC. 
Prinsip manajemen ini banyak digunakan oleh organisasi, untuk memajukan dan mengelola organisasi.




Planning ( perencanaan )

Planning meliputi pengaturan untuk mencapai tujuan dan berupaya untuk mencapai tujuan yang di inginkan. 
Planning sebagai fungsi utama manajemen serta segala yang dikerjakan oleh manajer. Planning berperan dalam menggerakan fungsi manajemen yang lain.


Membuat keputusan adalah bagian dari perencanaan karena setiap pilihan dibuat berdasarkan proses penyelesaian setiap rencana. 
Setiap manajer harus membuat perencanaan yang efektif.


Dalam perencanaan ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan. 


Yaitu harus SMART :


Specific artinya perencanaan harus jelas maksud serta ruang lingkupnya. Tidak terlalu melebar


Measurable artinya program kerja atau rencana harus ada alat ukur dan tingkat keberhasilannya.


Achievable artinya harus dapat dicapai. Jadi bukan anggan-angan.


Realistic artinya sesuai dengan kemampuan dan sumber daya yang ada. Tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sulit. Tapi tetap ada tantangan.


Time artinya ada batas waktu yang jelas. Mingguan, bulanan, triwulan, semesteran atau tahunan. Sehingga mudah dinilai dan dievaluasi.




Organizing ( Organisasi )

Organizing adalah proses dalam memastikan kebutuhan sumber daya manusia dan fisik tersedia untuk melaksanakan seluruh rencana. 
Rencana yang telah disusun untuk mencapai tujuan yang berhubungan dengan organisasi. 


Aspek utama lain dari organizing adalah pengelompokan kegiatan unit-unit atau ke sub unit lainnya. Kepegawaian adalah suatu aktifitas utama yang terkadang diklasifikasikan sebagai fungsi yang terpisah dari organizing.


Memekerjakan orang untuk pekerjaan merupakan aktifitas kepegawaian yang khusus dan khas. 
Organizing adalah untuk memastikan bahwa sumber daya manusia diperlukan untuk mencapai tujuan organisasi.


Organizing juga meliputi penugasan setiap aktifitas, membagi pekerjaan ke dalam setiap gugus tugas yang secara spesifik. 
Dan menentukan siapa yang memiliki kewajiban untuk mengerjakan beberapa tugas.


Disinilah salah satu prinsip dari manajemen. Dengan pembagian tugas tersebut maka pekerjaan menjadi ringan. 
Biasanya juga semakin besar penghasilannya. Agar tujuan tercapai maka dibutuhkan pengorganisasian.


Dalam organisasi biasanya diwujudkan dalam bentuk bagan organisasi. Yang kemudian dipecah menjadi berbagai jabatan. 
Pada setiap jabatan biasanya memiliki tugas, tanggung jawab, wewenang dan uraian jabatan (Job Description).


Agar tujuan tercapai maka dibutuhkan pengorganisasian. Dalam organisasi biasanya diwujudkan dalam bentuk bagan organisasi. Semakin tinggi suatu jabatan biasanya semakin tinggi tugas.


Tanggung jawab dan wewenangnya. Yaitu membagi-bagi tugas sesuai dengan keahliannya masing-masing. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.




Actuating ( Menggerakan )

Perencanaan dan pengorganisasian tak mempunyai arti bila tidak diikuti dengan menggerakan atau pelaksanaan kerja. 
Mengoptimalkan semua sumber daya manusia yang ada untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi. 


Pelaksanaan kerja harus sejalan dengan rencana kerja yang telah disusun. Setiap SDM harus bekerja sesuai dengan tugas, fungsi dan peran, keahlian dan kompetensi masing-masing SDM. Untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi yang telah ditetapkan.


Untuk itu maka dibutuhkan kerja keras, kerja cerdas dan kerjasama. Kecuali memang ada hal-hal khusus sehingga perlu dilakukan penyesuian.




Controlling ( Pengawasan )

Agar pekerjaan berjalan sesuai dengan visi, misi, aturan dan program kerja maka dibutuhkan pengawasan atau kontrol. 
Baik dalam bentuk supervisi, pengawasan, inspeksi hingga audit. Antisipasi dan penyesuaian-penyesuaian sesuai dengan situasi.


Kondisi dan perkembangan zaman. Sehingga dengan hal tersebut dapat segera dilakukan koreksi, Kata-kata tersebut memang memiliki makna yang berbeda. Yang terpenting adalah bagaimana sejak dini dapat diketahui penyimpangan-penyimpangan yang terjadi.

Sebagai penutup, diucapkan terima kasih telah meluang waktunya untuk membaca artikel Profesional dalam bisnis adalah "kunci sukses".  Untuk menlengkapi pengetahuan tentang Profesional dalam bisnis, maka silahkan tonton video dibawah ini.

Semoga artikel ini memberi manfaat serta menginspirasi. Bila ada yang ingin mendiskusikan bisa mengklik " Kontak "



Etika Profesional Dalam Bekerja

 




Profesional dalam bisnis adalah kunci sekses
Implementasi profesionalisme dalam bisnis dan Strategi yang dimiliki Pebisnis

Brokoko

Popular Posts