Iklan GanKoko

Popular Posts

Monday, January 14, 2019

PEMBUKUAN SEDERHANA UNTUK USAHA KECIL DAN BISNIS SAMPINGAN

Pembukuan Sederhana untuk Usaha Kecil dan Bisnis Sampingan, sangat perlu dilakukan dan dilaksanakan secara cermat serta berdasarkan norma akuntansi.

Memiliki Strategi bisnis yang cantik untuk berbisnis adalah merupakan kunci sukses dengan menerapkan dan menentukan strategi bisnis secara konsesiten agar terhindar dari gagal manajemen.

Baca juga “ Strategi bisnis yang Cantik “ yaitu Strategi untuk memenangkan persaingan bisnis dengan taktik berbisnis.

Topik Strategi Bisnis lainnya di " Artikel "

Menjadi seorang Enterpreneur pastinya memiliki Strategi serta memiliki taktik yang jitu dan cerdas dalam berbisnis, naluri seorang entrepreneur yang kreatif dan memiliki perspektif tentang mengkelola bisnis.

Enterpreneur memiliki perspektif bagaimana cara merealisasikan ide bisnisnya serta bagaimana cara mengelola bisnis yang baik dan konsisten.

Pembukuan Sederhana untuk Usaha Kecil dan Bisnis Sampingan
Pembukuan Sederhana untuk Usaha Kecil dan Bisnis Sampingan


Salah satu kesalahan fatal yang sering dilakukan oleh seorang pengusaha yang baru dan akan memulai usaha adalah mengabaikan pembukuan keuangan.Biasanya para Pelaku bisnis ini hanya fokus pada produk dan pemasaran saja tanpa memperhatikan cash flow keuangan yang masuk setiap harinya.

Apakah Anda juga melaksanakan Pembukuan Sederhana ?

Bila belum simak ulasannya dibawah ini.

Sebenarnya, fokus pada produk dan pemasaran adalah hal wajar bagi Anda yang baru memulai usaha, karena masih dalam proses penetrasi pada target pasar.

Proses penetrasi pasar ini biasanya berlangsung pada beberapa bulan pertama hingga produk Anda benar-benar dikenal oleh pelanggan dan meraup omset yang cukup tinggi.

Karena sudah berada di zona nyaman dengan omset yang cukup tinggi para Pelaku bisnis sering lupa laporan pembukuan keuangan usaha yang semestinya dibuat sejak awal.

Kenapa pembukuan keuangan usaha ini penting dan harus dibuat sejak awal ?

Karena ketika usaha mulai berkembang dan pembelian semakin banyak maka jumlah transaksi akan semakin besar. Bahkan dengan memiliki Manajemen keuangan perusahaan yang baik maka dapat meningkatkan profit perusahaan secara maksimal.

Omset usaha kelihatannya memang besar namun belum tentu dana cash-nya besar atau malah tidak ada margin sama sekali karena banyak piutang yang tidak lancar dalam pembayarannya. Dan hal ini bisa diketahui secara akurat dengan membuat pembukuan keuangan perusahaan.

Sebagian pengusaha beranggapan membuat pembukuan keuangan adalah hal yang rumit. Jadi meskipun mereka mengetahui bahwa hal ini penting, terkadang tidak menjadi prioritas dan malah ditunda-tunda.

Bila hal ini terjadi maka dalam perjalanan usahanya selalu menemui kesulitan dalam memperoleh informasi tentang keuangan usahanya secara akurat.

Pada umumnya Pelaku bisnis yang usahanya masih relatif kecil perihal pembukuan selalu di nomor duakan atau bukan hal yang prioritas bahkan cenderung mengabaikan akan pentingnya proses Pembukuan (akuntansi).

Sebaiknya pembukuan keuangan perusahaan mulai dibuat ketika tahap awal opening atau perencanaan usaha. Betapa besar dan peran akuntansi keuangan dalam sebuah bisnis.Kapan waktu yang tepat untuk membuat pembukuan keuangan perusahaan... ?

Lalu bagaimana cara membuat pembukan sederhana untuk yang baru menjalankan usaha...?
Dibawah ini dijelaskan Pembukuan Sederhana untuk Usaha Kecil dan Bisnis Sampingan

Walau orang cenderung enggan menyusun akuntansi keuangan dan membuat laporan Keuangan terkait dengan keterbatasannya dalam pemahaman akuntansi keuangan, sehingga hal  tersebut terlihat hanya sebelah mata dan hanya menambah kerumitan dan sulit  untuk melaksanakananya.

Bila dirasakan sudah memerlukan beberapa orang maka sebaiknya disarankan untuk menggunakan Soft ware aplikasi akuntansi keuangan yang telah banyak beredar dan harganya juga relative terjangkau. Namun bila masih dirasa masih memerlukan pencatan secara manual.

Pembukuan Sederhana untuk Usaha Kecil dan Bisnis Sampingan
Pembukuan Sederhana untuk Usaha Kecil dilaksanakan dengan fokus


  

Pembukuan Sederhana



Idealnya Pembukuan Sederhana untuk Usaha Kecil dan Bisnis Sampingan dilakukan dan dilaksanakan secara benar dan terus menerus, seiring terusnya perkembangan usaha tentu diikuti dengan semakin komplek persoalan yang dihadapi.

Walau usahanya masih bersekala kecil namun Pembukuan Sederhana hendaknya diutamakan. Karena penting dan manfaatnya maka pembukuan dalam bisnis.

Pelaku bisnis hendaknya memprioritakan untuk mengadakan dan melaksanakan pembukuan (akuntansi) untuk masa kedepannya dan untuk jangka panjang.

Banyak Pelaku bisnis pemula (bisnis sampingan) tidak menyadari bahwa pencatatan bisnis (akuntansi  keuangan)  itu penting.

 Pembukuan Sederhana untuk Usaha Kecil dan  Bisnis Sampingan pada umumnya dianggap bahwa akuntansi keuangan merupakan hal yang merepotkan, sehingga akuntasi keuangan hanya di lihat dengan sebelah mata.

Penyelenggaraan Pembukuan (akuntansi) dapat disesuaikan dengan bisnis yang ada, begitu juga dapat disesuaikan tenaga pelaksananya.

1. Pentingnya Pembukuan dalam Usaha


Pembukuan Sederhana untuk Usaha Kecil dan Bisnis Sampingan
Pentingnya Pembukuan Sederhana untuk Usaha Kecil dan Bisnis Sampingan


2. Manfaat Pembukuan dalam Usaha


Menjadi seorang karyawan atau pekerja itu artinya memiliki tanggung jawab yang harus dilaksanakan sebagai bentuk dari pengabdian, barternya adalah reward berupa penghasilan.  Mengharapkan semata dari penghasilan tentu tidak lalu terbebas dari kekurangan finansial bukan?

Karena diketahui bahwa kebutuhan selalu saja bertambah dan penghasilan selalu saja tidak dapat menutupinya, tidak heran bila harus mencari alternatif pekerjaan lain sebagai pekerjaan tambahan dan bisa mendapatkan penghasilan tambahan.

Karyawan yang memiliki  Bisnis sampingan biasanya memilih untuk berbisnis di berbagai bidang yang disukai dan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki .

Bisnis sampingan adalah alasan utama untuk menambah penghasilan agar dapat dapat menutupi semua kebutuhan, dirasakan selama menjadi karyawan penghasilan selalu saja tidak dapat mengejar semua kebutuhan, maka membuka bisnis sampingan adalah solusinya.

Memiliki penghasilan tambahan, ada dua keuntungan yang bisa didapat dari seorang karyawan yang juga memilih untuk memiliki penghasilan tambahan :

  • Mengasah keahliannya di bidang pekerjaan tambahan.
  • Dapat  belajar untuk mengelola keuangan dengan lebih baik, Artinya, jika memiliki usaha sampingan maka akan memiliki penghasilan tambahan tentunya dapat  membuka peluang untuk menabung lebih maksimal.
  • Keuntungan dari Perpajak, hal ini berkaitan dengan skala bisnis bahwa untuk pebisnis yang omsetnya kurang dari 500 juta pertahun, maka akan dibebaskan dari pajak, bagi yang ingin memiliki bisnis sampingan sebagai alternatif tambahan pendapatan, tentunya tidak usah memikirkan soal pajak.
  • Untuk permodalan dapat mengajukan pinjaman dari Bank, Banyak skum pinjaman dari Bank yang dapat dimafaatkan untuk menjalankan bisnis sampingan, Jaminannya tentu dari penghasilan sebagai karyawan.
  • Menjadi Manajer di bisnis sendiri, adalah suatu kebahagiaan serta kebanggaan tersendiri menjadi Manejer dan memiliki bisnis sendiri. Rhitme dan kecepatan melangkahnya pun sesuai dengan keinginan, kebebasan pengelolaannya sesuai dengan kehendak, memang menjadi berbanding berbalik bila menjadi seorang karyawan.
  • Dapat menambah pengalaman, pengetahuan dan pengalaman  selama bekerja menjadi karyawan dapat menjadikan Panglima dalam menjalankan bisnis, seorang Panglima harus dan wajib memiliki strategi dan memiliki pengetahun yang luas, serta siap lahir dan bathin berani bertempur di medan persaingan yang sangat berat.
  • Menjadi Panglima selain memiliki strategi juga haru memiliki keberanian serta memiliki pengetahuan yang memadai di bisnis yang digelutinya. Mau belajar juga hal yang menentukan kesuksesan dalam berbisnis. Setidaknya Niat yang kuat, memiliki Kemauan yang kuat,  Kemampuan dan keyakinan untuk sukses.
  • Meningkatkan Kesejahteraan, seiring bertambahnya penghasilan tentunya kesibukan bertambah kesibukan  tanggung jawabnya pun juga bertambah, Seiring bertambahnya kesibukan tentunya diikuti dengan bertambahnya  penghasilan.


3. Tujuan Pemukuan dalam Usaha


Tingkat kebutuhan selalu saja naik baik kebutuhan pokok saja (Ketuhan primier) maupun kebutuhan sekunder pun ikut bergerak naik, hal itu menuntut kita untuk berupaya dan terus berjuang lebih keras dalam mendapatkannya berupa penghasilan.

Selain berikhtiar untuk penghasilan yang cukup tentu saja juga harus memiliki tabungan untuk masa-masa yang akan datang, keberadaan uang sangat penting bahkan uang ini bisa memotivasi untuk dapat berikhtiar dalam kehidupannya.

Uang  yang di dapat selalu saja terkesan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan, karena tingginya kebutuhan serta keinginan yang didapat, Oleh karena itu hingga diperlukan pengaturan keuangan yang baik.

Berikut ini ada tujuan mengelola keuangan dengan baik:Untuk melatih menjalankan pola  hidup hemat  bukanlah hidup yang pas-pasan bahkan Hidup hemat dengan berkecukupan, bahkan bisa mewujudkan apa yang diinginkan bisa didapat.

tujuan yang mendasar agar dapat mengelola keuangan dengan baik dengan mengaturan keuangan untuk  setiap bulannya.
  • Membuat skala prioritas kebutuhan serta menghilangkan atau setidaknya mengurangi berutang  yang bisa menimbulkan masalah dalam keuangan, dengan berhemat maka dapat mengontrol setiap pengeluaran.
  • Untuk belajar mendisplikan diri untuk berhemat  diharapkan kebutuhan akan uang dapat di sesuaikan dengan kemampuan, atau dengan kata lain bahwa mengelola keuangan yang  baik maka kebutuhan yang bersifat primier dapat terpenuhi serta dapat disesuaikan dengan kemampuan.
  • Mewujudkan dan menjaga kehidupan yang seimbang juga merupakan suatu keharusan yaitu kebutuhan diri sendiri dan keluarga harus terrencana dengan detail, idealnya dengan me-refresh  seperti pergi berlibur, berwisata religi dan kebutuhan Jasmani juga perlu dilakukan.
  • Untuk mengurangi Stres adalah masalah kesehatan yang dapat membahayakan diri sendiri, bila saja sering mengalami Stres yang tinggi dapat berisiko terkena penyakit, maka mulailah mengelola keuangan dengan baik dari  sekarang.
  • Mengelola keuangan dengan baik  maka akan dapat mengurangi stres, memiliki hutang yang besar, pinjaman yang belum lunas karena bunga semakin tinggi dan masalah keuangan lainnya yang sekiranya memang memicu penyakit stres ini.
  • Memiliki hutang bukan sesuatu yang harus dihindari namun dalam penggunaannya, memiliki hutang harus benar-benar menggunakan perhitungan yang masak. Hutang sangat baik dan diperlukan bila penggunaannya untuk sebagai alat untuk mendapatan manfaat dan dapat menghasilkan yang lebih banyak, misalnya untuk berbisnis.
  • Agar memiliki perencanaan untuk masa depan yang lebih baik, jika telah dapat berhemat dan menjalani hidup dengan lebih ringan tanpa masalah utang, maka dapat dipastikan bahwa perencanaan masa depan akan jauh lebih baik, itulah tujuan memiliki perencanaan yang detail untuk menghadapi masa depan.
  • Dapat memiliki perlindungan dari kejadian yang tidak terduga, dalam menjalani kehidupan yang penuh dengan ketidak pastian maka siapapun tidak dapat mempredisikan apa yang akan dihadapi kemudian hari.
  • Menghadapi segala risiko terburuk yang akan dihadapi maka diperlukan perlindungan untuk diri sendiri beserta keluarga, dengan mengelola keuangan dengan baik sesuai dengan yang telah diuraikan diatas maka perlunya memikirkan bagaimana memilih perlindungan yang sesuai, misalnya asuransi atau memilih bentuk perlindungan lainnya.
  • Menghindar dari hutang adalah upaya yang harus dilakukan, pada dasarnya keberadaan utang hanya terasa manis di awal dan akan terasa pahit pada akhirnya. Selama hutang belum lunas maka akan merasakan beban kewajiban yang harus dipenuhi.

Selama mengasur hutang tentunya ditambah beban bunga, walau pada saat pengajuan telah dihitung dengan masak, bahwa kelak mampu untuk mengangsurnya, namun faktanya sering sekali tidak demikian, Keberadaan hutang adalah pembuat stress.

Pembukuan Sederhana untuk Usaha Kecil dan Bisnis Sampingan
Pembukuan Sederhana untuk Usaha Kecil dan transaksi Online


Pembukuan Sederhana dalam Pelaksanaannya



Pembukuan Sederhana dalam Pelaksanaannya untuk setiap pelaku usaha dalam menetrapkan Pembukuan Sederhana untuk Usaha Kecil dan Bisnis Sampingan  secara benar dan konsisten, maka laporan keuangan merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam menjalankan usaha.

Laporan keuangan yang dibuat tidak diterbitkan untuk tujuan umum (kepentingan yang terbatas), dalam menyusun laporan keuangan dapat disesuaikan dengan kebutuhan, hal itu untuk Pembukuan baik usaha berskala kecil atau usaha sampingan.

Pada usaha yang berskala menengah dan usaha besar laporan keuangan sudah tentu dijalankan sedemikian rupa dengan sangat rapi dan konsisten. Sebab laporan tersebut tidak hanya berfungsi untuk menghitung laba rugi.

Melaksanakan pembukuan untuk usaha dan laporan keuangan berfungsi sebagai salah satu sumber informasi untuk mengambil kebijakan dalam menghadapi persaingan bisnis, juga sekaligus sebagai bukti pertanggungjawaban dalam laporan keuangan dan untuk kepentingan Perpajakan.

Dalam usaha skala kecil dan usaha sampingan laporan keuangan juga sangat diperlukan bila memang pemilik usaha menginginkan agar usaha yang dikelola terus berkembang dan memiliki arah yang jelas.

Perlu diketahui untuk membuat laporan keuangan Anda tidak bisa terlepas dengan ilmu akuntansi, karena itu perlu memahami sedikit tentang siklus akuntansi walau terkesan rumit. Sesungguhnya kesan menjadi mudah bila Pelaku bisnis secara sungguh-sungguh mau melaksanakannya.

Kalau hanya untuk membuat laporan keuangan secara sederhana tentunya tidak serumit yang dibayangkan asal saja sedikit memahami siklus pembukuan (akunting). Secara sederhana berdasarkan kegiatannya siklus pembukuan atau akuntansi memuat beberapa aktivitas, yaitu pencatatan, penggolongan, pengikhtisaran, dan laporan keuangan.
 
 

1.  Inventaris semua nota


Diawali dengan pengelompokan setiap nota-nota transaksi dari sejak awal mulai berbisnis,  sortir setiap nota berdasar waktu (bulan dan tahunnya), tahap selanjutnya pengelompokan dalam pos-pos Neraca dan pos-pos Laba Rugi. Didalam Pengelompokan buatlah criteria-kriteria pos-pos besaranya.

Pembukuan Sederhana untuk Usaha Kecil dan Bisnis Sampingan
Pengelompokan pos-pos besarannya untuk Usaha Kecil dan Bisnis Sampingan (Pembukuan Sederhana)


2.  Pencatatan transaksi (Input transaction)


Pencatatan transaksi ke buku besar dari transaksi-transaksi yang telah dijurnal, masukan transaksi yang telah di jurnal  ke buku besarnya yang sesuai dengan yang telah di kriteriakan.

Pencatatan transaksi (voucher) jurnal untuk di input ke Buku besar hendaknya disesuaikan dengan tanggal dan nomer urutnya dan yang telah kategori dalam pos-posnya yang sesuai. Pastikan tidak ada voucher  yang terlewat dan telah tersusun sesuai tanggal dan pos-posnya,

Beberapa transaksi kadang perlu dicatat dalam beberapa jurnal, seperti ketika Anda mendapat pembayaran piutang dari konsumen, maka secara otomatis sifatnya mengurangi nilai nilai piutang dari konsumen tersebut dan harus diakui dalam jurnal piutang.


3.  Lakukan update secara Konsisten


Melakukan update secara konsisten setiap ada saat sangat penting dilakukan agar penyelenggaraan akuntansi keuangan bisnis dapat dirasakan manfaatnya, Pencatatan seluruh transaksi yang mencakup seluruh aktivitas keuangan bisnis.

Pastikan transaksi-transaksi yang telah dibukukan telah benar sehingga hasilnya memiliki akurasi yang tinggi dan tepat sesuai dengan yang sesungguhnya, walau masih bersifat sementara karena belum di tutup pembukuannya, hasil sementara tersebut sudah dapat memberi gambaran posisi keuangan bisnis.

Dengan  pencatatan pembukuan yang akurat dan selalu terupdate maka dapat menjadi acuan terbaik dalam melangkah kedepan dalam dalam bisnis.


4.  Tambahkan akun penyesuaian


Pada dasarnya biaya masuk komponen Laba-Rugi, namun pencatatannya biaya mengurangi Kas dan sifatnya mengurangi kekayaan atau asset. Sehingga perlu penyesuaian  (ajusment) bahwa sesungguhnya  biaya masik komponen perhitungan Laba Rugi.


5.  Tambahkan akun seiring perkembangan


Idealnya penggunaan akuntansi keuangan dimulai dari awal sejak memulai bisnis itu mulai berjalan, sehinga permasalahan yang timbul dalam menggunakan system akuntasi keuangan tidak seberat permasalahannya mana kala Bisnis sudah berjalan dan sudah berkembang besar.

Tidak ada kata terlambat bila penyusunan akuntansi keuangan dengan segera mungkin melaksanakan system akuntansi keuangan, Dengan sesegera mungkin dalam melaksanakan akuntansi keuangan, maka akan dengan segera mendapatkan manfaatnya melaksanakan akuntansi keuangan dalam bisnis.

Penambahkan akun seiring perkembangan tentunya pasti terjadi karena adanya penambahan pos-pos dalam operasionalnya serta berkembangkan kompleksitas bisnis.

Penambahan akun-akun  seperti untuk komponen Neraca dan komponen Laba-Rugi.

“Bila dalam menggunakan akuntansi keuangan dalam bisnis maka bersiaplah untuk menghadapi kegagalan dalam bisnis”.

Ketika memulai dalam bisnis, Pelaku bisnis kerap sering tidak memprioritaskan pencatatan – pentatan terhadap bisnisnya, bahkan tidak memprioritaskan untuk mempersiapkan akuntansi keuangan serta menunda-nunda pelaksanaannya. Pada umumnya dengan alasan ;
  • Transaksinya masih bias di ingat
  • Belum dirasakan penting
  • Bisnisnya hanya bisnis sampingan

Setelah mengetahui pentingya akuntansi keuangan dan laporan keuangan, idealnya memahami bagaimana melakukan cara menyelenggarakan akuntansi keuangan serta membuat laporan keuangan. Setidaknya untuk tahap awal dengan, 3M (Mulai Mempersiapkan dan Menyelenggarakan ).

Pembukuan Sederhana untuk Usaha Kecil dan Bisnis Sampingan
Pembukuan Sederhana untuk Usaha Kecil seyogianya dilakukan dengan baik


Laporan pembukuan sederhana


Laporan pembukuan sederhana dalam bentuk laporan pembukuan sederhana tetap saja menjadi hal yang penting, karena laporan keuangan dibuat untuk mengetahui informasi yang menyangkut kondisi keuangan, kinerja dan perubahan kondisi keuangan usaha yang dapat dimanfaatkan Pelaku bisnis untuk pengambilan keputusan di kemudian hari. 

Kendati usahanya masih usaha kecil dan usaha sampingan setidaknya membuat Pembukuan Sederhana untuk Usaha Kecil dan Bisnis Sampingan, secara baik dan benar, agar menjadikan informasi yang mempunyai nilai akurat dan dapat diyakini kebenaranya.

Laporan Pembukuan adalah untuk mengetahui posisi Harta, Hutang, Modal, Penghasilan dan biaya dan lain-lainnya. Sehingga suatu usaha (bisnis) harus mencatat semua transaksi, lalu dari transaksi tersebut diproses menjadi Laporan Keuangan Usaha.


1. Pentingnya Laporan Pembukuan


Proses pencatatan keuangan biasanya sering dikenal dengan proses pembukuan. Pembukuan adalah suatu proses pencatatan yang dilakukan secara teratur untuk menjadi informasi keuangan. Banyak Pebisnis yang belum menyadari pentingnya laporan keuangan bagi usaha, berikut beberapa manfaat yang bisa didapatkan dari laporan keuangan ;

  • Memisahkan Aset Bisnis dengan Aset Pribadi
Pembukuan dapat membuat catatan aset pribadi agar tidak bercampur dengan aset bisnis, sehingga meminimalkan risiko bisnis ke dalam kehidupan pribadi. Dengan menggunakan laporan keuangan Pelaku bisnis dapat menjalankan perusahaan dengan lebih profesional.

  • Acuan Penting Dalam Pengambilan Keputusan
Manajemen perusahaan dapat melihat kondisi keuangan bisnis pada periode tertentu untuk memastikan apakah kondisi keuangannya sehat, kritis, atau bangkrut. Dengan demikian Pelaku bisnis dapat membuat keputusan terkait pembelian aset, gaji karyawan, mencari modal, menambah pinjaman, pembagian bonus, pembagian dividen, dan lain-lain.

  • Informasi untuk Perhitungan Pajak
Laporan keuangan sangat penting perannya dalam penyajian informasi untuk dijadikan sebagai bahan dasar perhitungan pajak. Dengan melaksanakan pembukuan secara benar dan hasilnya akurat maka Pelaku bisnis dapat menghitung dan memperkirakan besaran Pajak yang harus dibayar atau besaran Pajak yang terhutang.

  • Melihat Jumlah Keuntungan
Dengan laporan keuangan maka dengan cepat dapat mengetahui pendapatan atau keuntungan usaha yang telah dicapai, serta dapat menganalisa dan evaluasi, sehingga dapat pula untuk memproyeksikan bisnis kedepannya serta dapat menjadi bahan pertimbangan untuk pengembangan usaha.

  • Laporan Ke Pihak Luar
Laporan keuangan dibutuhkan untuk kepentingan pajak, perusahaan lain, atau lembaga keuangan seperti Bank. Dari laporan keuangan dapat menjadi salah satu syarat kerja sama serta untuk mengetahui apakah memiliki prospek dimasa depan.

Hal yang tidak mungkin pihak lain mau bekerja sama untuk berbisnis dengan usaha yang tidak memiliki prospek untuk kedepannya. sehingga mengetahui seberapa pentingnya fungsi laporan keuangan sebagai syarat untuk berhubungan dengan pihak luar.

Bila bisnis semakin besar, tentunya  laporan keuangan akan menjadi sangat penting karena akan menjadi syarat utama untuk transparansi kepada publik.

Pelaku bisnis yang handal adalah Pelaku bisnis yang dapat mengenal, mengerti, dan peduli pada kondisi bisnisnya sendiri. 

memiliki aplikasi (software akuntansi) adalah solusi agar dapat membantu mengelola keuangan bisnis secara akurat, mudah, cepat, aman, dan nyaman. yang pada akhirnya akan mendapatkan kualitas laporan keuangan yang valid  dan dapat secara realtime dan dapat memonitor laporan di mana pun dan kapan pun.


2. Maksud dibuatnya Laporan Pembukuan


Selain untuk mengetahui kondisi keuangan usaha secara tepat dan akurat, maksud dibuatnya laporan pembukuan dapat menghindari dari kecurangan dalam keuangan, serta membantu dalam mengambil keputusan yang tepat dalam beberapa kebijakan dan juga mendapatkan investor jika suatu saat ingin mengembangkan perusahaan.

Semakin berkembangnya usaha maka semakin rumit bila pembukuan usaha tidak dilaksanakan secara benar, tumpukan invoice, dokumen-dokumen akuntansi, dan laporan pengeluaran tanpa Anda sadari semakin meningkat hingga kadang menjadi terbengkalai.

Alasan Mengapa Pembukuan itu Penting....?

Jawabannya, Karena Pembukuan atau akunting sangat penting perannya dalam penyajian informasi, tentang gambaran kondisi dan posisi Harta, Hutang, Modal, Penghasilan dan biaya dan lain-lainnya. Sehingga suatu usaha (bisnis) harus mencatat semua transaksi, lalu dari transaksi tersebut diproses menjadi Laporan Keuangan Usaha.

Berikut adalah alasan mengapa diperlukan pembukuan keuangan untuk bisnis....?

Kelangsungan hidup perusahaan dapat tergambarkan dengan pembukuan. Gambaran tersebut akan menjadi tidak jelas bila pembukuan dilakukan tidak dengan benar, dimana hal tersebut akan mempersulit pengambilan keputusan.

Masalah finansial dalam usaha dapat terdeteksi dan dicari solusi dengan membuat pembukuan atau akunting secara benar sehingga dapat diketahui ada tidaknya masalah keuangan.

  • Akibat Kekeliruan yang menyebabkan Kerugian 
Kekeliruan dan kesalahan yang berasal dari proses pembukuan yang dapat menyebabkan laporan keuangan tidak menunjukan yang sebenarnya atau kesalahan dalam perhitungan maka dapat mengakibatkan fatal, misalkan kesalahan dalam memperhitungkan keuntungan yang terlampau tinggi maka perhitungan dan pembayaran pajak pun tinggi.

Atas kesalahan perhitungan tersebut mengakibatkan kerugian bagi usaha. Sedangkan bila terjadi sebaliknya, maka juga akan tetap merugi karena dikenakan denda atau audit. Pembengkakan pengeluaran usaha. Sehingga akan lebih baik bila dilakukan pemeriksaan secara rutin dan terus-menerus agar dapat mengurangi kesalahan-kesalahan yang fatal.

  • Risiko Audit mengalami Peningkatan 
Memiliki data keuangan yang tidak vaak valid serta sering telat membayar pajak maka dapat menyebabkan usaha akan rawan terkenalid serta sering telat membayar pajak maka dapat menyebabkan usaha akan rawan terkena audit. Dimana proses audit akan menyita waktu dan biaya walaupun terkadang data yang dimiliki tidak ada yang salah.

Pengelolaan pembukuan yang tidak tertata dengan baik akan membuat proses lebih melelahkan. Terlebih jika ada ketidak sesuaian data keuangan dengan fisiknya.

  • Merujuk pada problem list Gaji 
Pembayaran gaji pegawai atau list  gaji turut terpengaruh oleh pembukuan. bila pembukuan dikelola dengan baik dan benar bisa akan berdampak sering terjadi kesalahan dalam pemberian gaji pegawai. Bila hal ini terjadi karena kesalahan dalam pencatatan pembukuan maka akan berujung pada kesalahan dalam perpajakan

Pembukuan usaha wajib memunyai semua data keuangan yang di perlukan guna mengambil keputusan bisnis misalkan untuk merekrut  pegawai, mencari modal atau dana, serta hal-hal lainnya. Pastikan pengelolaan pembukuan usaha telah benar dan ter-update untuk sebagai sarana pengambilan keputusan yang tepat serta memeroleh informasi yang valid.


3. Tujuan membuat Laporan Pembukuan 

Membuat laporan keuangan bertujun agar dapat membantu menjelaskan posisi keuangan usaha atau bisnis agar perhitungan-perhitungan keuangan lebih komprehensif. Tujuan laporan keuangan yang pada umumnya suatu landasan badan usaha menyusun laporan keuangan, yang dapat dipergunakan untuk yang memiliki kepentingan.

Tujuan membuat laporan keuangan yang pada untuk menginformasikan kondisi keuangan usaha dalam ;

  • Menginformasikan Jumlah Harta   
Untuk menghitung berapa banyak harta yang dimiliki perusahaan sehingga diperlukan penghitungan yang tepat. Tidak semua harta perusahaan dalam bentuk dana cair yang siap digunakan. Dengan demikian kepada yang memiliki kepentingan bisa lebih mudah dalam memahami seberapa besar kekayaan usaha.

Aset perusahaan seperti gedung, tanah, kendaraan kantor, dan berbagai jenis investasi lainnya juga harus diakui sebagai sebuah harta dan harta lainnya yang dapat dikonversi dalam satuan mata uang.

  • Menginformasikan Jumlah Kewajiban dan Modal
Pada dasarnya sama dengan informasi kekayaan perusahaan, laporan keuangan ini menginformasikan adanya utang atau kewajiban serta modal yang dimiliki yang terlaporkan dalam konversi mata uang yang digunakan.

Memiliki hutang bukan pilihan yang salah, namun porsinya harus tetap diatur sehingga nantinya tidak menimbulkan kerugian yang mungkin harus dibayarkan dengan harta perusahaan secara berlebihan. Modal juga harus dilaporkan lewat laporan keuangan agar dapat terinformasi kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

  • Menginformasikan Jumlah Pemasukan
Uang masuk tak selalu berarti pemasukan atau pendapatan. mungkin hal tersebut terlihat sama, sesungguhnya pada pencatatan dalam pembukuan atau akuntansi dianggap berbeda. Sebagai contoh suatu usaha dagang dimana usaha tersebut menjual Pakaian, lalu pada saat menjual Pakaian dikategorikan sebagai pendapat utama.

Namun ketika menjual etalase yang salah satu assetnya yang telah usang, maka uang yang masuk akibat transaksi tersebut tidak bisa dianggap sebagai pendapatan, uang hasil penjual tersebut merupakan pemasukan tetapi perlakuannya tidak bisa disamakan dengan uang yang masuk sebagai pendapatan dari aktivitas utama bisnis jual beli Pakaian.

  • Menginformasikan Jumlah Pengeluaran 
Pengkategorian ini hampir sama dengan pengkategorian Pemasukan, namun bila dilihat dari sisi pengeluaran. Ada berbagai macam pengeluaran dan tidak semuanya bisa dianggap sebagai pengeluaran pokok.

Misalkan, dengan contoh yang sama, suatu usaha dagang A membeli Pakaian yang merupakan bisnis utamanya dari berbagai pemasok. Maka perusahaan tersebut harus mengeluarkan sejumlah uang untuk membeli Pakaian yang akan dijual kembali dan dalam kondisi ini perusahaan bisa mencatat transaksi tersebut sebagai pengeluaran utama.

Berbeda halnya ketika badan usaha tersebut memutuskan untuk membeli sebidang Toko guna perluasan area toko. Ini bukan sebuah aktivitas utama dari bisnisnya sehingga pengeluaran ini wajib dicatat namun tidak dianggap sebagai pengeluaran utama. Efeknya hanya terlihat sebagai bentuk perkembangan usaha tersebut.

  • Menginformasikan Perubahan 
Segala perubahan yang berhubungan dengan harta, kewajiban, dan juga modal perusahaan harus dilaporkan melalui laporan keuangan. Laporan keuangan yang dibuat menginformasikan perkembangan usaha secara keseluruhan. Laporan keuangan menginformasikan adanya suatu perubahan harta yang mungkin dan terjadi selama tahun yang bersangkutan.

Perubahan harta tersebut bisa merupakan hal baik ketika ada peningkatan sekaligus hal buruk ketika ada penurunan. Bertolak belakang dengan naik-turunnya kewajiban. Modal yang meningkat dapat dianggap sebagai salah satu bentuk kemajuan usaha untuk mampu berinvestasi lebih banyak di dalam usaha yang mendukung bisnis.

  • Merefleksikan Kinerja Manajemen  
Laporan tahunan dapat disamakan sebagai laporan keuangan, laporan keuangan dapat juga sebagai penilaian kinerja dari usaha di periode tertentu. Namun laporan ini cenderung tidak langsung menjurus pada kinerja perusahaan karena tidak dapat dinilai dengan nominal. Laporan keuangan akan menunjukkan kinerja dari sisi nominal yang dihasilkan dan dikeluarkan.

Laporan tahunan dapat menginformasikan semua hal yang terkait dengan usaha, Laporan keuangan akan menyertakan kondisi perusahaan secara jelas, kondisi keuangan usaha dapat memberi keyakinan kepada pihak-pihak yang berkepentingan bahwa kondisi keuangan dalam kondisi baik.
  
  • Menginformasikan Catatan Laporan Keuangan 
Laporan keuangan usaha yang juga memuat catatan-catatan yang terkait dengan laporan keuangan usaha itu sendiri. Demikian tujuan laporan keuangan yang umum menjadi dasar usaha menyusunnya.

Menyusun laporan keuangan selalu dikuti dengan catatan-catatan, catatan-catatan ini juga termasuk dengan surat yang dilakukan dengan pihak independen untuk memastikan bahwa laporan keuangan tersebut sudah valid menggambarkan kondisi perusahaan yang nyata.

Catatan atas laporan keuangan merupakan suatu hal wajib dan akan bisa membantu menjelaskan tentang laporan keuangan yang telah dibuat, dimana catatan ini akan berfungsi untuk memberikan penilaian yang lebih komprehensif baik tentang utang atua kewajiban, piutang, sampai kelangsungan usaha.

Laporan keuangan akan dapat dipergunakan untuk kepentingan bisnis tersebut. Karena sifatnya krusial dan menyangkut nominal, dibutuhkan pengerjaan pelaporan kuangan dengan data yang valid dalam rangka menyusun laporan keuangan yang kredibel.


4. Manfaat dibuatnya Laporan Pembukuan


Laporan keuangan adalah hasil dari proses akuntansi yang dihasilkan dari pencatatan transaksi selama periode tertentu. Laporan keuangan dibuat untuk memberikan informasi posisi keuangan dari hasil kegiatan usaha yang telah dicapai, laporan keuangan memiliki banyak manfaat penting seperti:

  • Evaluasi Bisnis
Dengan adanya laporan keuangan maka Pelaku bisnis dapat menganalisa dan mengevaluasi sekaligus untuk sarana pengambilan keputusan baik untuk periode yang bersangkutan atau untuk masa yang akan datang atau juga untuk mengembangkan usaha.

  • Pengambil Keputusan
Setelah melakukan menganalisa dan evaluasi maka Pelaku bisnis menjadikan laporan keuangan untuk mengambil keputusan yang paling tepat. Jika laporan keuangan menunjukkan perkembangan, maka pengusaha bisa bebas menentukan strategi usaha yang akan datang.

  • Mendapatkan Pinjaman Modal
Laporan keuangan dapat dijadikan syarat untuk mengajukan pinjaman modal ke bank atau kreditur lain. Dengan laporan keuangan yang baik, kreditur akan lebih mudah memutuskan untuk memberikan pinjaman.

  • Mudah Menentukan Pajak
Setiap bisnis wajib membayar pajak ke Negara, Pelaku bisnis dapat memperkirakan besarnya pajak yang harus ditanggung. Namun masih banyak Pelaku bisnis yang belum menjalankan proses akuntansi (pembukuan) secara benar dengan alasan ribet, tidak mengerti, hingga tidak ada waktu untuk membuatnya.

Dalam proses akuntansi juga sering terjadi kesalahan, seperti salah pencatatan dan rekonsiliasi, tidak menyimpan kuitansi dan nota, atau kesalahan dalam perhitungan. Dengan adanya teknologi, kini proses akuntansi dapat dilakukan dengan lebih cepat dan praktis.

Software akuntansi online adalah salah satu teknologi yang dapat membantu proses akuntansi sekaligus membantu Pelaku bisnis dalam memonitor keuangannya tanpa perlu khawatir akan kesalahan pada laporan keuangan sehingga dapat lebih fokus mengembangkan bisnisnya.



Sebagai penutup, diucapkan terima kasih telah meluang waktunya untuk membaca artikel Pembukuan Sederhana untuk Usaha Kecil dan Bisnis Sampingan, Semoga artikel ini memberi manfaat serta menginspirasi.

Bila ada yang ingin mendiskusikan bisa mengklik " Kontak " 


Pembukuan Sederhana untuk Usaha Kecil | contoh laporan keuangan usaha kecil menengah | contoh pembukuan usaha kecil excel download | pembukuan sederhana excel | contoh pembukuan sederhana online shop | contoh pembukuan olshop sederhana | pembukuan akuntansi | contoh pembukuan usaha cafe | contoh pembukuan reseller
Pembukuan Sederhana untuk Usaha Kecil dan Bisnis Sampingan
Laporan pembukuan sederhana
Pembukuan Sederhana untuk Usaha Kecil | contoh laporan keuangan usaha kecil menengah | contoh pembukuan usaha kecil excel download | pembukuan sederhana excel | contoh pembukuan sederhana online shop | contoh pembukuan olshop sederhana | pembukuan akuntansi | contoh pembukuan usaha cafe | contoh pembukuan reseller

1 comment:

Terima kasih, telah membaca tentang – Strategi berbisnis yang Cantik - Semoga Artikel ini dan memberi inspirasi dan bermanfaat..