Iklan GanKoko

Popular Posts

Monday, May 28, 2018

LANGKAH-LANGKAH PENYEHATAN USAHA YANG TERPURUK

Langkah-langkah Penyehatan usaha yang terpuruk Langkah-langkah Penyehatan usaha yang terpuruk adalah upaya untuk menyelamatkan Perusahaan yang terpuruk dapat beroperasional kembali menjadi sehat.

Memiliki Strategi bisnis yang cantik untuk berbisnis adalah merupakan kunci sukses dengan menerapkan dan menentukan strategi bisnis secara konsesiten agar terhindar dari gagal manajemen.

Baca juga “ Strategi bisnis yang Cantik “ yaitu Strategi untuk memenangkan persaingan bisnis dengan taktik berbisnis.

Topik Strategi Bisnis lainnya di " Artikel "

Menjadi seorang Enterpreneur pastinya memiliki Strategi serta memiliki taktik yang jitu dan cerdas dalam berbisnis, naluri seorang entrepreneur yang kreatif dan memiliki perspektif tentang mengkelola bisnis.

Enterpreneur memiliki perspektif bagaimana cara merealisasikan ide bisnisnya serta bagaimana cara mengelola bisnis yang baik dan konsisten.

Langkah-langkah Penyehatan usaha yang terpuruk
Langkah-langkah Penyehatan Usaha yang terpuruk

Usaha yang sedang mengalami keterpurukan, yang ditandai dengan indikasi-indikasi ketidak kesehatan dalam menjalankan operasional usahanya, adapun indikasinya sebagai berikut :
  • Mengalami kerugian dalam 3 tahun terakhir.
  • Turun terusnya pendapatan dari usaha selam tiga tahun berturut-turut
  • Ketidak mampuannya lagi untuk membayar kewajiban-kewajiban yang segera harus dibayar (jatuh tempo).

Dengan alasan-alasan diatas maka usaha tersebut dapat diindikasikan bahwa usaha dalam kondisi sakit, dimana Usaha (Bisnis) sudah tidak ada lagi memiliki kemampuannya dalam memenuhi baik  kewajiban-kewajiban jangka pendek maupun hutang jangka panjangnya.

Secara ekonomis suatu perusahaan dikatakan tidak sehat jika tingkat pengembalian investasinya secara signifikan dan terus menerus lebih rendah dibandingkan investasi yang serupa.

Secara manajerial, perusahaan dikatakan sakit jika selama beberapa tahun mengalami penurunan laba, tanpa harus diartikan secara terus menerus.

Kesuksesan dan Keterpurukan bisnis, bangkrut dan hutang yang melilit bagi pelaku bisnis adalah hal yang kerap didengarnya,  bisnis yang lesu dan tidak menguntungkan merupakan bahkan bisa saja.

Belajar dari kegagalan bisnis kuncinya adalah fokus untuk bangkit dari kegagalan bisnis, agar dapat kembali sukses.

Perusahaan yang masih ingin disehatkan dengan alasan-alasan tertentu, maka dengan demikian perlu adanya penelitian yang mendalam dan focus pada penyehatan usaha khususnya pada penyehatan bisnis dalam operasionalnya.

Agar dapat lacar kembali dalam operasionalnya. Didalam penyehatan bisnis diperlukan strategi-strategi dan langkah-langkah yang konkrit  yaitu :

   A. Strategi Untuk Usaha Yang Sedang Mengalami Keterpurukan
   B. Strategi Penyehatan bisnis yang Sedang Mengalami Keterpurukan
   C. Strategi Pemulihan dalam rangka Penyehatan Perusahaan

Langkah-langkah Penyehatan usaha yang terpuruk
Langkah-langkah Penyehatan Usaha


Strategi Penyehatan Usaha Yang Sedang Mengalami Keterpurukan



Strategi Untuk Usaha Yang Sedang Mengalami Keterpurukan adalah upaya agar perusahaan yang dikatakan sakit dengan adanya gejala-gejala, Gejala dalam artian yang berbeda dengan sebab perusahaan yang sedang sakit.

Gejala semata-mata hanya merupakan tanda-tanda adanya ketidak sehatan bisnis yang mengindikasikan perusahaan dalam keadaan sakit. Sedangkan perusahaan yang sakit lebih menunjuk pada variabel yang bertanggung jawab menjadikan perusahaan itu menderita sakit.

Kesulitan mengenali gejala ketidak sehatan perusahaan juga bisa terjadi, hal ini disebabkan oleh eksekutif yang cenderung mengabaikan gejala-gejala awal yang dianggap biasa saja.

Langkah-langkah Penyehatan usaha yang terpuruk dapat dilakukan bila saja usaha tersebut masih ingin disehatkan dengan alasan-alasan tertentu, maka dengan demikian perlu adanya penelitian yang mendalam dan focus pada penyehatan bisnis khususnya pada penyehatan operasionalnya.

Untuk mengembalikan situasi bisnis dari kondisi penurunan prestasi ke kondisi berlaba, hingga kini belum ada kesepakatan tentang definisi penurunan prestasi dan kondisi penyelamatan, ada dua komponen utama dalam proses penyehatan bisnis yaitu Situasi penyelamatan dan Respon penyelamatan.

Strategi penyelamatan bisnis adalah strategi defensif yang diperlukan dengan maksud agar bisa mempertahankan kehidupan bisnis, Untuk tujuan adalah efisiensi bisnis dan agar aliran kas positif


1.    Motivasi disaat terpuruk


Motivasi disaat terpuruk, sangat diperluan agar dapat dipahami bahwa Kesuksesan dan Keterpurukan bisnis, bangkrut dan hutang yang melilit bagi pelaku bisnis adalah hal yang kerap didengarnya,  bisnis yang lesu dan tidak menguntungkan merupakan bahkan bisa saja.

Belajar dari kegagalan bisnis kuncinya adalah fokus untuk bangkit dari kegatelan bisnis, agar dapat kembali sukses.

Dengan alasan-alasan diatas maka usaha tersebut dapat diindikasikan bahwa usaha dalam kondisi sakit karena dimana Usaha (Bisnis) sudah tidak ada lagi memiliki kemampuannya dalam memenuhi baik  kewajiban-kewajiban jangka pendek maupun hutang jangka panjangnya.

Secara ekonomis suatu perusahaan dikatakan tidak sehat jika tingkat pengembalian investasinya secara signifikan dan terus menerus lebih rendah dibandingkan investasi yang serupa.

Secara manajerial, perusahaan dikatakan sakit jika selama beberapa tahun mengalami penurunan laba, tanpa harus diartikan secara terus menerus.

Perusahaan yang dikatakan sakit juga mempunyai gejala-gejala, Gejala dalam artian yang berbeda dengan sebab perusahaan sakit, Gejala semata-mata hanya merupakan tanda-tanda adanya ketidak kesehatan perusahaan yang mengindikasikan perusahaan dalam keadaan sakit.

Sedangkan sebab perusahaan yang sakit lebih menunjuk pada variabel yang bertanggung jawab menjadikan perusahaan itu menderita sakit, Kesulitan mengenali gejala ketidak kesehatan perusahaan juga bisa terjadi.

Hal ini disebabkan oleh eksekutif yang cenderung mengabaikan gejala-gejala awal yang dianggap biasa saja.

Perusahaan yang sukses tentu pernah menghadapi kegagalan, bahkan ada yang sampai mengalaminya berulang-ulang hingga akhirnya mereka berhasil mencapai tujuan yang diinginkan.

Pelaku bisnis pastinya harus siap dengan segala kondisi yang akan terjadi, misalnya ketika dalam bisnis sepi, atau perusahaan sedang berada dalam masa sulit, menemui masalah serius bahkan mungkin berada di ambang kebangkrutan.

Ada 3 (tiga) cara yang dapat membantu membangkitkan semangat (memotivasi) agar Perusahaan dapat bangkit kembali ketika berada dalam keadaan terpuruk :

  • Pertarungan
Dalam bisnis pasti akan ada masa jatuh bangun untuk itu pelaku bisnis harus siap jika sedang mengalami keterpurukan  atau dalam masa sulit. pelaku bisnis harus berani mencari solusi dan berani mengambil keputusan untuk dapat bangkit, pertarungan bisnis tidak akan pernah selesai.

Percaya diri bahwa bisnis bisa melakukan sesuatu yang lebih baik lagi, bangkitkan kembali potensi yang ada untuk membangun bisnis yang sedang mengalami masa sulit, melakukan sesuatu yang lain yang lebih kreatif.

Hal ini juga demi menyiapkan untuk persaingan dalam bisnis,  Kekeliruan sebelumnya jadikan pelajaran untuk bisa lebih baik lagi.

Tetap fokus pada tujuan yang ingin dicapai dan jangan sampai kalah dengan kondisi yang tidak menguntungkan,  Meskipun merupakan suatu pekerjaan yang paling sulit dilakukan saat sedang diuji dengan masalah yang berat dan dalam kondisi terpuruk.

  • Percaya
Sukses itu butuh proses, pembelajaran dari perusahaan yang sukses untuk dijadikan dorongan dan semangat, Memiliki keyakinan  dan peryaca bahwa apa yang akan diperjuangkan akan mendapat hasil yang lebih baik dari sebelumnya.

Ketika dalam keadaan sulit, memang mental juga akan diuji sehingga membuat kepercayaan diri pun bisa menghilang. Apa yang dirasakan tergantung pada yang ada dipikiran.

Mencari solusi dan terus berjuan untuk bangkit serta percaya bahwa bisa lebih kuat dari yang sebelumnya.

  • Gigih
Dalam bisnis tidak bisa mencegah ketika berada dalam masa-masa sulit. Tapi bisa bertahan dan melihat masalah melalui solusi dan kegigihan usaha yang dilakukan. Semangat serta kemauan untuk menghadapi hambatan-hambatan agar mampu mencapai sukses.

Yakinlah bahwa setiap kegagalan dan keterpurukan itu biasanya hanya bersifat sementara, selama mau bangkit dan mencari solusi untuk mengatasi tantangan yang hadir di hadapan.

Jika masih belum mendapatkan kesuksesan maka percayalah bahwa rencana Tuhan yang lebih terbaik, intinya adalah harus berpikir positif, jujur, optimisme dan percaya akan semua rencana Tuhan.


2.    Cara menyikapi perusahaan agar tidak terpuruk


Langkah-langkah Penyehatan usaha yang terpuruk
Langkah-langkah Penyehatan Usaha agar tidak terpuruk


Namun sering sekali untuk menciptakan perubahan sering dihadapkan dengan  ketidak/ kurangnya langkah-langkah konkrit  dari pelaku bisnis yang  berorientasi pada tindakan dan tak berani mengambil resiko.

Sebaiknya tindakan-tindakan menciptakan hal tersebut didasari oleh strategi yang benar agar tidak sia-sia. Strategi dan action adalah dua hal penting dalam menciptakan perubahan, strategi yang berorientasi pada kontinuitas perubahan sekaligus. 

Strategi yang berorientasi pada action adalah strategi yang bersifat inovasi dan didasari oleh entreprenerial mindset (cara berfikir yang entreprenerial)


3.    Cara mengatasi kemunduran usaha


Cara mengatasi kemunduran usaha pelaku bisnis harus memiliki Strategi pemulihan dan pertumbuhan. Strategi agresif yang bertujuan untuk merebut peluang bisnis kembali yang masih tersedia guna memperoleh laba :

  • Melakukan berbagai investasi dan pengembangan produk/jasa pendamping dan produk /jasa baru.
  • Merebut peluang bisnis melalui investasi secara agresif.

Kinerja operasional meliputi pertumbuhan penjualan, pertumbuhan laba, margin keuntungan, Stabilitas aliran kas dan stabilitas penjualan. Kinerja yang di harapkan untuk menguasai pangsa pasar, bila

  • Tingginya kualitas produk yang di jual
  • Rendahnya biaya produksi
  • Memiliki ragam produk
  • Reputasi (citra) perusahaan yang baik
  • Kualitas pelayanan kepada konsumen baik
  • Keunggulan teknologi yang dimiliki
  • Jangkauan wilayah pemasaran.

Para pelaku bisnis cenderung menunggu-nunggu sampai gejala tersebut muncul ke permukaan, serta sulit menerima dan mengakui bahwa bisnisnya sedang sakit bukanlah hal yang mudah, karena berkaitan langsung dengan penilaian pada Relasi bisnis dan Kompetetor.

Banyak contoh perusahaan-perusahaan besar yang berdiri bertahun-tahun namun tiba-tiba sakit keras secara mendadak dan akhirnya tutup.

Mengenali gejala ketidak sehatan perusahaan juga seringkali dipengaruhi oleh sudut pandang yang melihat dan kepentingannya, terpulang dari sisi mana melihatnya.

Orang dalam dan luar perusahaan mungkin menemukan gejala yang berbeda, Bahkan sesama orang dalam juga dapat merasakan gejala yang tidak sama.

Orang awam mungkin menafsirkan jika ada perusahaan yang secara mendadak mengalami pergantian manajemen juga terancam diakuisisi oleh perusahaan lain sebagai perusahaan yang menderita sakit.

Pemasok mungkin melihat dari keterlambatan pembayaran merupakan tanda ketidak sehatan, Sedangkan manajemen bisa memperhatikan data lebih detail, dengan mengevaluasi misalnya pangsa pasar yang dikuasai, laba yang diperoleh, likuiditas perusahaan, dan tingkat penjualan yang diraih..

Berdasarkan penjelasan di atas, apapun jenis perusahaannya bahwa yang namanya ketidak sehatan perusahaan perlu segera ditangani agar tidak menyebabkan perusahaan mengalami penutupan.

Dalam melakukan penyehatan perusahaan juga diperlukan langkah strategis yang tepat agar perusahaan dapat kembali sehat, Artinya strategi penyehatan bisnis perlu diperhatian dan perlu dilakukan oleh setiap pelaku bisnis.

Agar bisnis yang mengalami sakit tidak berlarur-larut sampai menyebabkan perusahaan mengalami penutupan. Perusahaan yang mengalami penutupan akan memiliki banyak konsekuensi :

  • Pertama modal disetor akan terbuang sia-sia karena perusahaan mengalami sakit dan tutup.
  • Kedua citra perusahaan juga akan mengalami kesan negatif dimata konsumen dan dimata stake holder lainnya.
  • Ketiga perusahaan yang tutup dapat dipastikan akan menimbulkan adanya PHK.

Langkah-langkah Penyehatan usaha yang terpuruk
Penyehatan Usaha yang terpuruk



Strategi Penyehatan Usaha yang Sedang Mengalami Keterpurukan



Suatu usaha yang sedang mengalami permasalahan tentunya perlu melakukan penyehatan yaitu dengan melakukan pembenahan-pembenahan misalnya pengurangan pengeluaran sebagai komponen penting dalam menghadapi krisis keuangan bisnis, 

Perusahaan yang sedang menghadapi masalah perlu memiliki Strategi Penyehatan Untuk Usaha yang Sedang Mengalami Keterpurukan.

Penyebab turunnya pendapat operasional usaha yang disebabkan produk dan pasarnya tidak jelas serta tidak fokus (undifferenttiated product market focus) dan Tidak adanya keunggulan kompetitif.

Langkah-langkah Penyehatan usaha yang terpuruk adalah Penyehatan yang dilakukan untuk mengembalikan suatu Bisnis dari kondisi penurunan prestasi ke kondisi berlaba.

Bisnis yang mengalami penurunan dalam operasionalnya adalah bisnis yang mengalami penurunan laba dalam tiga tahun atau lebih secara berturut-turut. Misalnya biaya operasional terlalu besar, tidak diketahuinya keunggulan produk.

Langkah-langkah sebagai rangkaian proses yang harus ditempuh.Menciptakan perubahan sering dihadapkan dengan langkah-langkah yang tidak konkrit dan tidak berorientasi pada tindakan dan tak berani mengambil resiko.


1.    Upaya agar mampu bertahan dari keterpurukana


Dari hasil analisis indikator ketidak sehatan dan sebab-sebab ketidak sehatan maka dapat dirumuskan sebuah rancangan strategi penyehatan bisnis yang dikelompokkan dalam empat jenis dan tahapan strategi generik berikut ini :

  • Strategi Penyelamatan.
  • Strategi Stabilisasi.
  • Strategi Pemulihan Pertumbuhan.
  • Strategi Pemeliharaan Pertumbuhan.

Langkah-langkah Penyehatan usaha yang terpuruk
Penyehatan Usaha secara internal dan eksternal


2.    Cara mengatasi kepailitan dalam perusahaan


Cara mengatasi kepailitan dalam perusahaan, pelaku bisnis yang sedang mengalami penurunan prestasi adalah usaha yang mengalami penurunan penjualan dan pangsa pasar serta penurunan ROI sebesar 5 %.

pengelompokan strategi penyelamatan dalam dua kelompok yaitu

Langkah-langkah Penyehatan usaha yang terpuruk
Penyehatan usaha cara mengatasi kepailitan dalam perusahaan


Suatu usaha (bisnis) yang mengalami penyehatan melakukan operasi dalam penyelamatan yaitu dengan melakukan pengurangan pengeluaran sebagai salah satu komponen penting dalam menghadapi krisis keuangan perusahaan.


3.    Tahapan proses penyehatan perusahaan


a. Penyehatan operasional

Berusaha melakukan perubahan operasi perusahaan, untuk keperluan terjadinya arah perputaran perusahaan biasanya menggunakan cara :

  • Manajemen berusaha meningkatkan penghasilan yang diperoleh dengan berbagai teknik, Misanya dengan pemotonan harga, promosi, penambahan dan perbaikan pelayanan konsumen, memperbaiki saluran distribusi dan kualitas barang
  • Manajemen melakukan pemotongan biaya misalnya biaya administrasi, pemasaran, penelitian dan pengembangan.
  • Pemilihan strategi ini tepat dilaksanakan oleh perusahan yang beroperasi dalam industri yang telah dewasa yang hampir tidak menyediakan peluang pangsa pasar. 
  • Strategi ini biasanya juga dipilih perusahaan yang memiliki fleksibilitas yang cukup dalam anggaran operasi sehingga membuka peluang adanya pengurangan biasa yang signifikan.

b. Proses Penyehatan bisnis

  • Mengembalikan situasi yang serba tida teratur ke dalam beraturan.
  • Memberian penilaian secara menyeluruh tentang kemungkinan penarikan penghasilan dari piutang dagang, yang normalnya berjangka waktu pendek.
  • Mulai dipikirkan kemungkinan mencari sumber tambahan penghasilan baru.
  • Manajemen melakuan evaluasi menyeluruh. Yang biasanya memerlukan waktu satu bulan sampai tiga buian.
  • Membuat rencana penyehatan b. Yang biasanya memerlukan waktu satu bulan sampai enam bulan.
  • Manajemen mengimplementasikan rencana penyehatan bisnis yang telah dibuat. Biasanya memerlukan waktu enam bulan sampai dua belas bulan.
  • Manajemen membuat langkah stabilisasi perusahaan, biasanya memerlukan waktu enam bulan sampai dua belas bulan.
  • Penyiapan ke arah pertumbuhan bisnis. Memerlukan waktu antara satu sampai dua tahun.

Langkah-langkah Penyehatan usaha yang terpuruk
Strategi Penyehatan usaha yang terpuruk



Strategi Pemulihan dalam rangka Penyehatan usaha



1.    Tahapan proses penyehatan perusahaan


Langkah-langkah Penyehatan usaha yang terpuruk pelaku bisnis wajib memberitahukan kepada pihak-pihak yang terlibat bahwa bisnis dalam kondisi tidak sehat, tahap ini harus mampu menciptakan iklim dan membuka ruang untuk melakukan perubahan dalam skala besar.

  • Pergantian Manajemen
Ketidak sehatan perusahaan sering juga disebabkan karena tidak cakapnya dalam mengelola bisnis, Apabila hal ini terjadi maka pucuk manajemen tidak lagi memiliki legitimasi dan profesi yang cukup untuk melakukan penyehatan perusahaan.

bahkan dapat menjadi satu-satunya tertuduh kegagalan dalam pengelolaan perusahaan. Strategi Pemulihan dalam rangka Penyehatan Perusahaana pucuk manajemen perlu segera diganti.

Pucuk manajemen baru diharapkan memiliki legitimasi yang lebih dari cukup untuk melakukan perubahan orientasi strategi yang selama ini telah dimiliki perusahaan.

Visi, misi, strategi dan budaya perusahaan yang lama telah terbukti gagal membawa pertumbuhan perusahaan. Secara riil, pucuk  manajemen baru diharapkan mampu membawa perubahan strategis yang komprehensif, bukan sekedar operasional yang sifatnya tambal sulam.

Di samping itu, pergantian  manajemen juga memiliki makna simbolik, sebagai bukti hukuman yang layak diberikan pada kegagalan manajemen yang lama.

Tahapan proses penyehatan perusahaan adalah Orang yang menduduk pucuk manajemen bisa dari luar maupun dari dalam. Jika dari dalam harus dipilih dari sekian orang yang telah senior dan mempunyai pengalaman bekerja yang cukup lama untuk dipromosikan sebagai manajemen baru.

Jika dari luar, maka harus dipilih orang yang mempunyai tingkat pengetahuan akademis, memiliki kompetensi, ketrampilan yang tinggi, gaya dan peran kepemimpinan yang baik. Sangat tidak mungkin apabila manajemen diduduki oleh orang yang tidak mempunyai syarat tersebut.

  • Pengndalian keuangan
Sentralisasi pengendalian keuangan menjadi salah satu hal terpenting penyehatan perusahaan, tanpa memandang intensitas ketidak sehatan yang terjadi, sebelum berpikir tentang efektivitas, manajemen terlebih dahulu memprioritaskan peningkatan efisiensi.

Hampir pasti perusahaan yang sakit memiliki kinerja keuangan yang tidak menggembirakan, dan bahkan buruk.

Secara umum, sentralisasi dan pengetatan anggaran ditujukan pada aliran kas, biaya material, biaya tenaga kerja langsung, biaya-biaya tidak langsung dan anggaran investasi.

Pengetatan secara drastis biasanya diarahkan pada biaya tidak langsung, termasuk di dalamya biaya penelitian dan pengembangan.

Perusahaan juga seringkali harus menunda investasi. Sentralisasi pengendalian keuangan dan efisiensi tidak sesederhana perumusannya, Perusahaan yang tidak sehat, tidak memiliki budaya efisien.

Justru karena tidak memiliki budaya tersebut, perusahaan menjadi tidak sehat. Oleh karena itu implementasi sentralisasi pengendalian keuangan hampir pasti tidak dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan partisipanoris,

Dengan kata lain, pendekatan dari bawah tidak dapat digunakan dan lebih menggunakan pendekatan dari atas.

  • Perubahan struktur organisasi
Strategi perubahan organisasi tidak sama dengan kedua strategi di atas. Strategi perubahan struktur organisasi tidak serta merta diperlukan pada awal proses penyehatan bisnis, Penerapan strategi ini secara ketat bahwa struktur organisasi mengikuti strategi.

Perubahan struktur hanya terjadi setelah ada kebutuhan reorientasi strategi. Strategi Pemulihan dalam rangka Penyehatan Perusahaana, struktur organisasi harus dilihat sebagai salah satu alat bantu mencapai tujuan perubahan strategi.

Perubahan struktur organisasi juga dapat terkesan prematur ketika organisasi hanya diartikan sebatas kesinambungan antar unit kerja. Struktur organisasi baru dipahami ketika makna informal struktur tersebut dapat dikenali secara seksama.

Struktur organisasi tidak mungkin dapat dipahami hanya dengan memperhatikan karakter formalnya saja. Untuk itu bila diperlukan perubahan hendaknya didasari dengan pertimbangan yang cermat dan hati-hati dan tidak perlu ditambahi dengan pertimbangan ketergesa-gesaan.

  • Reduksi biaya
Strategi reduksi biaya memiliki kaitan erat dengan strategi sentralisasi pengendalian keuangan, Reduksi biaya dapat memiliki karakter strategis jika tujuan yang hendak dicapai adalah mencapai posisi yang lebih unggul dibandingkan pesaing.

Perusahaan berhasil memiliki keunggulan biaya tidak saja dalam jumlah, akan tetapi juga dalam struktur.

Strategi reduksi biaya memiliki peran yang signifikan ketika perusahaan menderita kerugian, khususnya jika jarak antara volume penjualan yang diraih mendekati titik impas.

Sedikit saja reduksi biaya yang dilakukan, maka perusahaan tidak mengalami kerugian. Reduksi biaya material dapat dilakukan dengan cara perubahan strategi pembelian yang lebih efektif dan efisien.

 Reduksi biaya tenaga kerja dapat dilakukan dengan peningkatan produktifitas, dan jika diperlukan dapat dilakukan melalui pengurangan jumlah tenaga kerja.


  • Reduksi aset
Reduksi aset sangat diperlukan bagi perusahaan yang memiliki krisis keuangan yang besar, Manajemen perusahaan harus dengan segera melakukan divestasi aset, tanpa mengkaitkan dengan strategi reorientasi produk,

Mendesaknya divestasi dan penjualan aset dilatar belakangi oleh tingginya kebutuhan perusahaan untuk memperoleh dana segar, yang merupakan salah satu syarat terpenting keberhasilan penyehatan perusahaan.

  • Restrukturisasi hutang dan keuangan
Pada umumnya perusahaan sakit memiliki beban tetap bunga yang besar sebagai akibat kesalahan kebijakan keuangan yang tidak hati-hati.

Perusahaan memiliki rasio hutang terhadap modal yang terlalu tinggi, dan melanggar kaidah umum yang normal yang biasanya dipegang dalam konteks manajemen keuangan.

Jumlah hutang lebih besar dari modal yang dimiliki, Oleh karena itu restrukturisasi hutang perlu dilakukan, namun perusahaan juga perlu melakukan restrukturisasi portofolio investasi,

Restrukturisasi hutang melibatkan proses negosiasi ulang tentang perjanjian hutang piutang antara perusahaan dengan pemberi kredit misalnya bank.

Manajemen perlu melakukan peninjauan ulang terhadap jadwal pembayaran hutang sampai pada pengunduran jatuh tempo, Perubahan hutang jangka pendek menjadi jangka panjang juga perlu dilakukan.

Sedangkan restrukturisasi keuangan mencakup kebijaksanaan alokasi arus keuangan kas maupun kredit yang diperlukan untuk penciptaan nilai tambah

perusahaan, termasuk di dalamnya kebijakan distribusi keuangan bagi portofolio perusahaan, Jadi restrukturisasi keuangan memiliki pengertian yang jauh lebih luas dibandingkan dengan restrukturisasi hutang.

  • Reorientasi produk
Strategi reorientasi produk juga tetap diterapkan jika sebab ketidak sehatan perusahaan karena manajemen keliru dalam menentukan target dan segmen pasar yang dituju, Strategi ini tepat dijalankan jika perusahaan mengalami pertumbuhan yang cepat.

Namun tidak diikuti pertumbuhan penjualan yang dapat menimbulkan berkurangnya laba perusahaan. Secara garis besar, strategi reorientasi produk meliputi pengurangan atau penambahan item dan lini produk; pengurangan atau penambahan konsumen yang dilayani.

Baik secara geografis maupun jenis; perubahan komposisi bauran penjualan dengan lebih memperhatikan satu jenis produk tertentu atau konsumen tertentu; modifikasi atribut produk; keluar atau memasuki segmen pasar tertentu.

Secara praktis, reorientasi produk dapat diarahkan untuk keperluan pengurangan kerugian dan mempertahankan laba dalam jangka pendek atau ditujukan untuk mencapai pemulihan kesehatan perusahaan jangka panjang.

  • Peningkatan program pemasaran
Perusahaan yang tidak sehat khususnya yang disebabkan oleh karena kesalahan professional manajemen, biasanya ditandai oleh rendahnya efektivitas implementasi program pemasaran.

Sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari rendahnya kinerja organisasi, Perencanaan pemasaran tidak dapat dijalankan sebagaimana yang diharapkan.

Oleh karena itu manajemen memiliki kemungkinan untuk melakukan strategi peningkatan efektivitas program pemasaran tanpa harus melakukan perubahan perencanaan pemasaran secara signifikan. Tidak ada kesalahan yang signifikan yang dijumpai pada perencanaan.

Akan tetapi, perencanaan tersebut tidak dapat diimplementasikan dengan hasil yang telah ditetapkan sebelumnya.

Manajemen perusahaan perlu meningkatkan laba potensial yang dimiliki dengan tanpa perlu melakukan modifikasi produk dan segmen pasar yang dituju dengan hanya melakukan penyesuaian bauran pemasaran yang selama ini telah digunakan.

Manajemen harus mencari kombinasi dan keseimbangan baru yang lebih pas terhadap berbagai variabel, meliputi lini dan atribut produk; saluran distribusi; program penjualan; harga; promosi; dan program pelayanan.

Program penjualan dan harga adalah dua variabel yang lebih sering dipilih :

  • Akuisisi
Akuisisi juga merupakan strategi yang dapat dipilih sebagai strategi penyehatan perusahaan, meskipun jarang ditemui implementasinya di lapangan. Biasanya strategi ini lebih tepat dipilih oleh perusahaan yang mempunyai kondisi bisnis statis.

Perusahaan yang sedang dalam tahapan krisis keuangan yang buruk. Samping itu, pilihan terhadap strategi ini juga didasarkan pada pertimbangan percepatan waktu yang diperlukan dalam pemulihan kesehatan perusahaan.

Dengan akuisisi, perusahaan memiliki peluang sehat dalam tempo yang relatif cepat. Akuisisi pada perusahaan sejenis atau masih mempunyai keterkaitan dalam kategori industri menjadikan perusahaan yang tidak sehat tersebut mempunyai efek komplementer.

Perusahaan yang baru minimal bisa dijadikan patok duga atau benchmark kinerja bisnis.

Akuisisi yang memiliki sifat lebih terdiversifikasi membuka peluang bagi perusahaan yang tidak sehat untuk memasuki produk-produk yang tentu saja masih memiliki peluang bisnis yang besar. Setidaknya lebih besar dibandingkan pasar yang telah dimasuki yang kini hampir ditinggalkan.

  • Investasi
Strategi investasi biasanya dilakukan oleh perusahaan tidak sehat yang telah diakuisisi terlebih dahulu oleh perusahaan lain. Jadi selama perusahaan yang tidak sehat tersebut tetap independen sebelum diakuisisi.

Perusahaan hampir mustahil mampu mengimplementasikan strategi investasi karena biasanya tidak lagi memiliki dana yang memadai.

Keputusan melakukan investasi perlu dibuat oleh pemilik baru dan mungkin juga manajemen baru yang telah membeli perusahaan yang tidak sehat tersebut.

Investasi dapat diwujudkan misalnya dengan peralatan produksi yang telah kadaluwarsa dengan harapan akan dapat diperoleh struktur biaya yang lebih rendah dibandingkan pada masa sebelumnya.

Perusahaan berusaha bekerja dengan lebih efisien setelah memiliki alat produksi yang lebih baru, yang diusahakan bersamaan dengan pencapaian skala ekonomi yang lebih besar. Dengan demikian strategi investasi ini berjalan seiring dengan strategi reduksi biaya.

Tidak kalah pentingnya juga diikuti oleh strategi pemasaran yang lebih agresif untuk mencapai volume penjualan yang lebih besar.


2.    Cara bangkit dari keterpurukan usaha


Cara bangkit dari keterpurukan usaha adalahpelaku bisnis hikmah dari keterpurukan merupakan bahwa kegagalan memberi pembelajaran.

Menjadi pelaku bisnis harus tahan dan kuat menghadapi tantangan / rintang yang tidak ringan serta harus mau bekerja keras dan fokus.

Strategi pemeliharaan secara berimbang strategi defensif dan agresif , Strategi pemeliharaan dalam penyehatan yaitu agar dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas bisnis :

  •     Meningkatkan dan mempertahankan produktivitas usaha
  •     Menjaga iklim kerja yang kondusif
  •     Mencapai budaya perusahaan yang baru

Penyehatan operasional berusaha melakukan perubahan operasi perusahaan, akan tetapi hampir sama sekali tidak bersentuhan dengan usaha merubah strategi bisnis :

  • Manajemen berusaha meningkatkan penghasilan yang diperoleh dengan berbagai teknik, Misalnya dengan pemotongan harga, promosi, penambahan dan perbaikan pelayanan konsumen, memperbaiki saluran distribusi dan kualitas barang.
  • Manajemen melakukan pemotongan biaya misalnya biaya administrasi, pemasaran, penelitian dan pengembangan.

Pemilihan strategi ini tepat dilaksanakan oleh pelaku bisnis yang beroperasi yang telah lama yang hampir tidak menyediakan peluang pangsa pasar.

Pebisnis memiliki fleksibilitas yang cukup dalam anggaran operasi sehingga membuka peluang adanya pengurangan biasa yang signifikan.

Langkah-langkah penyehatan :
  • Mengembalikan situasi yang serba tidak teratur menjadi yang teratur sesuai dengan strategi yang telah direncanakan.
  • Memberian penilaian secara menyeluruh sesuai dengan strategi yang telah direncanakan. tentang penarikan penghasilan dari piutang dagang menjadi berjangka waktu pendek.
  • Mulai dipikirkan kemungkinan mencari sumber tambahan penghasilan baru sesuai dengan strategi yang telah direncanakan.

Tahapan penyehatan sesuai strategi yang direncanakan :

  • Manajemen melakuan evaluasi menyeluruh. Yang biasanya memerlukan waktu satu bulan sampai tiga buian.
  • Rencana penyehatan yang memerlukan waktu satu bulan sampai enam bulan.
  • Manajemen mengimplementasikan penyehatan yang telah dibuat, biasanya memerlukan waktu enam bulan sampai dua belas bulan.
  • Manajemen membuat langkah stabilisasi perusahaan, biasanya memerlukan waktu enam bulan sampai dua belas bulan.
  • Penyiapan ke arah pertumbuhan bisnis. Memerlukan waktu antara satu sampai dua tahun.


3.    Strategi penyehatan perusahaan dan divestasi


Strategi penyehatan perusahaan dan divestasi adalah Strategi pemulihan pertumbuhan adalah strategi agresif yang bertujuan untuk merebut peluang bisnis kembali yang masih tersedia guna memperoleh laba :

  • Melakukan berbagai investasi dan pengembangan produk/jasa pendamping dan produk /jasa baru.
  • Merebut peluang bisnis melalui investasi secara agresif.

Kinerja operasional meliputi pertumbuhan penjualan, pertumbuhan laba, margin keuntungan, Stabilitas aliran kas dan stabilitas penjualan. Kinerja yang di harapkan untuk menguasai pangsa pasar, bila

  •     Tingginya kualitas produk yang di jual
  •     Rendahnya biaya produksi
  •     Memiliki ragam produk
  •     Reputasi (citra) perusahaan yang baik
  •     Kualitas pelayanan kepada konsumen baik
  •     Keunggulan teknologi yang dimiliki
  •     Jangkauan wilayah pemasaran.

Langkah-langkah Penyehatan usaha yang terpuruk hendaknya dimiliki oleh pelaku bisnis, pada umumnya pelaku bisnis cenderung menunggu-nunggu sampai gejala tersebut muncul ke permukaan.

Serta sulit menerima dan mengakui bahwa bisnisnya sedang sakit bukanlah hal yang mudah, karena berkaitan langsung dengan penilaian pada Relasi bisnis dan Kompetetor.

Banyak contoh perusahaan-perusahaan besar yang berdiri bertahun-tahun namun tiba-tiba sakit keras secara mendadak dan akhirnya tutup.

Mengenali gejala ketidak sehatan perusahaan juga seringkali dipengaruhi oleh sudut pandang yang melihat dan kepentingannya, terpulang dari sisi mana melihatnya.

Orang dalam dan luar perusahaan mungkin menemukan gejala yang berbeda, Bahkan sesama orang dalam juga dapat merasakan gejala yang tidak sama.

Orang awam mungkin menafsirkan jika ada perusahaan yang secara mendadak mengalami pergantian manajemen juga terancam diakuisisi oleh perusahaan lain sebagai perusahaan yang menderita sakit.

Pemasok mungkin melihat dari keterlambatan pembayaran merupakan tanda ketidak sehatan, Sedangkan manajemen bisa memperhatikan data lebih detail.

Mengevaluasi misalnya pangsa pasar yang dikuasai, laba yang diperoleh, likuiditas perusahaan, dan tingkat penjualan yang diraih..

Berdasarkan penjelasan di atas, apapun jenis perusahaannya bahwa yang nemanya ketidak sehatan perusahaan perlu segera ditangani agar tidak menyebabkan perusahaan mengalami penutupan.

Dalam melakukan penyehatan perusahaan juga diperlukan langkah strategis yang tepat agar perusahaan dapat kembali sehat.

Artinya strategi penyehatan bisnis perlu diperhatian dan perlu dilakukan oleh setiap pelaku bisnis, agar bisnis yang mengalami sakit tidak berlarur-larut sampai menyebabkan perusahaan mengalami penutupan.

Perusahaan yang mengalami penutupan akan memiliki banyak konsekuensi :

  • Pertama modal disetor akan terbuang sia-sia karena perusahaan mengalami sakit dan tutup.
  • Kedua citra perusahaan juga akan mengalami kesan negatif dimata konsumen dan dimata stake holder lainnya.
  • Ketiga perusahaan yang tutup dapat dipastikan akan menimbulkan adanya PHK.

Sebagai penutup, diucapkan terima kasih telah meluang waktunya untuk membaca artikel Langkah-langkah Penyehatan usaha yang terpuruk, Semoga artikel ini memberi manfaat serta menginspirasi.

Bila ada yang ingin mendiskusikan bisa mengklik " Kontak "
Penyehatan usaha yang terpuruk | perusahaan yang pernah bangkrut dan bangkit kembali di indonesia | perusahaan yang hampir bangkrut dan bangkit kembali di indonesia | perusahaan yang pernah gagal dan bangkit kembali | saat usaha terpuruk | contoh perusahaan yang gagal di indonesia | contoh perusahaan yang gagal melakukan perubahan | perusahaan yang mengalami kegagalan | bangkrut lalu sukses

Strategi Pemulihan dalam rangka Penyehatan usaha
Penyehatan usaha yang terpuruk | perusahaan yang pernah bangkrut dan bangkit kembali di indonesia | perusahaan yang hampir bangkrut dan bangkit kembali di indonesia | perusahaan yang pernah gagal dan bangkit kembali | saat usaha terpuruk | contoh perusahaan yang gagal di indonesia | contoh perusahaan yang gagal melakukan perubahan | perusahaan yang mengalami kegagalan | bangkrut lalu sukses

3 comments:

Terima kasih, telah membaca tentang – Strategi berbisnis yang Cantik - Semoga Artikel ini dan memberi inspirasi dan bermanfaat..