Iklan GanKoko

Popular Posts

Saturday, October 21, 2017

CARA MENGELOLA CASH FLOW YANG EFEKTIF UNTUK BISNIS

Cara mengelola cash flow yang efektif untuk bisnis agar terhindar dari kegagalan dan memudahkan bisnis berjalan lancar dan  berkembang sesuai harapan.

Memiliki Strategi bisnis yang cantik untuk berbisnis adalah merupakan kunci sukses dengan menerapkan dan menentukan strategi bisnis secara konsesiten agar terhindar dari gagal manajemen.

Baca juga “ Strategi bisnis yang Cantik “ yaitu Strategi untuk memenangkan persaingan bisnis dengan taktik berbisnis.

Strategi bisnis adalah upaya perusahaan dalam mengambil kebijakan dan pedoman yang memiliki komitmen dan tindakan yang terintegrasi serta dirancang untuk membangun keunggulan dalam persaingan bisnis untuk memenuhi dan mencapai tujuan bisnis.

Topik Strategi Bisnis lainnya di " Artikel "

Menjadi seorang Enterpreneur pastinya memiliki Strategi serta memiliki taktik yang jitu dan cerdas dalam berbisnis, naluri seorang entrepreneur yang kreatif dan memiliki perspektif tentang mengkelola bisnis.

Enterpreneur memiliki perspektif bagaimana cara merealisasikan ide bisnisnya serta bagaimana cara mengelola bisnis yang baik dan konsisten.


Mengelola dan Pentingnya Cash Flow


Mengelola dan Pentingnya Cash Flow, Kas (Cash) adalah sejumlah uang yang ada di perusahaan di tambah dengan uang yang ada pada Bank.

Pihak lain serta uang tunai yang telah dinyatakan dan diakui (committed) sebagai uang masuk untuk perusahaan.

Mengelola Cash flow yang baik adalah salah satu unsur yang paling penting dalam bisnis, Mengapa harus dan penting cash Flow dengan baik ?

Ini ulasannya !

1. Mengelola Cash Flow 


Mengelola Cash Flow (arus Kas) yang tidak baik akan dapat menyebabkan kegagalan atau kebangkutan dalam usaha.

Pengaruhnya Cash Flow (Ar us Kas) dalam kondisi keuangan dari suatu usaha bisnis sangat signifikan.

Pengelolaan Cash Flow salah satu Faktor keberhasilan dan kegagalan dalam bisnis. Ketidak mampuan dalam mengelola Cash Flow yang baik dapat berpengaruh dalam keuangan suatu usaha.

Perusahaan tersebut, karena sangat berpengaruh nasib pada masa depan suatu usaha. Banyak orang dalam dunia bisnis beranggapan bahwa "Uang adalah raja", maka arus kas adalah urat nadinya.

Arus kas adalah salah satu unsur yang paling penting dalam berbisnis, sehingga suatu bisnis selayaknya menjalankan dengan pengelolaan uang tunai secara optimal serta baik.

Tidak jarang suatu usaha mengalami dengan kebangkrutan karena pengelolaan uang yang masuk tidak balance dengan jumlah uang yang dikeluarkan.


2. Pentingnya cash flow


Permasalahan yang sering terjadi pada usaha adalah suatu usaha (perusahaan) tidak mengelola cash flow dengan baik, bahkan lebih fatal lagi dimana perusahaan tidak memiliki buku cash flow.

Dengan memiliki catatan cash flow (arus kas) maka perusahaan selalu menjaga kondisi posisi kasnya dan selalu di update.

Dengan selalu menjaga kondisi cash flow, maka perusahaan akan segera mengetahui kapan waktunya perusahaan menyediakan dana kasnya untuk menutupi semua kewajiban yang segera dipenuhi.

Sesungguhnya memang tidak mudah mengelola cash flow agar selalu aman posisinya. Permasalahan dalam mengegola cash flow adalah menjaga keseimbangan uang masuk (inflow) dengan uang keluar (outflow).

Kesulitan-kesulitan seperti ini sering dirasakan pada saat usaha yang baru memulai operasional, pada umumnya pada perusahaan yang baru memulai operasional.

Dimana perusahaan sangat banyak mengeluarkan uang (outflow), sedangkan disisi penerimaan masih belum ada kepastian.

Karena sangat  komplek dan sulit pada saat memulai bisnis. banyak biaya dan uang akan keluar dengan cepat.

Disisi uang masuk dari hasil penjualan belum ada kepastian. Maka di perlukan beberapa sumber uang dari sumber lainnya, seperti melalui pinjaman jangka pendek, agar menjadi situasi keuangan menjadi arus kas positif.

Pentingnya pengelolaan Cash flow (arus kas) dapat menentukan hidup dan matinya suatu Bisnis, Cadangan uang kas yang kurang adalah salah satu alasan utama suatu usaha mengalami kegagalan

Mengelola Cash Flow yang baik untuk bisnis
Mengelola Cash Flow yang baik dan cara membuat cash flow


Pentingnya mengelola cash flow yang sehat dan Benar


Pentingnya dalam mengelola cash flow yang sehat dan Benar agar operasional perusahaan dapat berjalan sesuai dengan harapan, Cach flow atau Arus kas adalah salah satu unsur yang paling penting dalam bisnis.

Pengelolaan cash flow tidak baik dapat mengakibatkan kegagalan atau kebangkutan dalam usaha. kegagalan dalam berbisnis selain hal diatas. Kegagalan dan kebangkrutan juga disebabkan oleh kurangnya pengalaman.

Lokasi yang buruk, pengelolaan persediaan yang buruk baik dan investasi cenderung kepada aset tetap dan lain-lain, sehingga menjadi penting untuk Mengelola Cash Flow yang baik.


1.  Mengelola Cash flow yang Sehat dan Benar


Pada dasarnya Arus kas adalah pergerakan dana masuk dan keluar dari berbisnis dalam suatu periode, baik mingguan, bulanan atau kuartalan. ada dua jenis arus kas pada dasarnya.

Arus kas positif, Terjadi pemasukan uang dari hasil penjualan produknya, pemasukan dari hasil penagihan dari piutang, setelah dikurangi dengan pembayaran-pembayaran hutang, biaya bulanan, gaji, dll.

Jika pelanggan tidak membayar secara tunai, maka terjadi arus kas yang masuk berasal dari koleksi piutang usaha.

Arus kas negatif, Pengeluaran untuk biaya operasional usaha, seperti pembayaran gagi, pembelian persediaan barang dagangan, pembayaran hutang dan lain-lainnya lebih besar dari pada uang yang masuk.

Hal ini umumnya menjadi problem untuk usaha, Langkah-langkah perbaikan yang dapat dilakukan dengan cara meningkatkan hasil pendapatan sambil mempertahankan atau memotong biaya.

pengelolaan arus kas positif yang baik diperlukan adanya analisis dan mengelola arus kas untuk lebih efektif. Cara terbaik untuk melacak arus kas dalam bisnis adalah dengan menjalankan laporan arus kas.

Pengelolaan arus masuk dan keluarnya uang tunai perusahaan, pengelolaan dan menganalisa arus kas apakah sudah memadai untuk setiap bulannya dan dapat mencukui kewajiban-kewajiban untuk bulan-bulan yang akan datang.

Laporan arus kas melihat perubahan pada uang tunai, dari berbagai aktivitas usaha perusahaan dan kenaikan atau penurunan nilai lainnya di neraca bisnis.

Cara cepat dan mudah untuk melakukan analisis arus kas adalah membandingkan total pembelian yang belum dibayar dengan total penjualan pada akhir setiap bulannya.

Jika jumlah pembelian yang belum dibayar melebihi jumlah penjualan, harus mengeluarkan lebih banyak uang dari pada yang di terima di bulan berikutnya, yang mengindikasikan adanya masalah arus kas potensial.

Keuntungan atau Laba tidak sama dengan arus kas. Pelaku bisnis tidak bisa hanya melihat laporan laba rugi (L & R), Banyak data keuangan lainnya masuk ke dalam anjuran arus kas, termasuk piutang, persediaan, hutang dagang, pengeluaran barang modal, dan layanan hutang.

Manage arus kas harus cerdas dan fokus pada masing-masing penggerak uang tunai ini, selain keuntungan atau kerugian usaha.

Pengelolaan arus kas yang tidak baik sehungga tidak mendapatkan kepastian apa yang terjadi pada arus kas bisnis.

Kerap ditemukan pemilik bisnis tidak memanage arus kas dengan baik sehingga tidak dapat mengetahui dengan segera apakah bisnisnya memperoleh keuntungan (atau menciptakan kerugian).

Petunjuk atau aturan-aturan di dalam akuntansi hanyalah pendapatan dikurangi biaya. dimana Untuk mengetahui pendapatan dari faktur-faktur yang masuk dari pelanggan untuk produk atau layanan yang di jual.

Arus kas positif sebenarnya dibutuhkan untuk menghasilkan keuntungan. Tentunya membutuhkan cukup uang untuk membayar karyawan dan pemasok, agar bisa menghasilkan barang.

Penjualan barang atau jasa adalah yang membantu menghasilkan keuntungan. Namun tidak memiliki dana yang cukup untuk membuat barang, tentunya tidak akan mendapatkan keuntungan.

Jadi benar perlu menyusun dan mengelola bisnis agar memiliki arus kas positif jika ingin bisnis dapat tumbuh dan dapat meningkatkan keuntungan.

"Menumbuh dan mengembangkan bisnis dapat memfokuskan pada arus uang tunai, selalu harus melakukan investasi .

Dan membawa biaya tertentu di muka untuk mencapai pendapatan dan arus kas yang lebih tinggi yang disertai dengan pertumbuhan yang sukses. Mungkin ingin membuka kantor di kota baru sehingga bisa membangun bisnis di sana.

Perlu membangun fasilitas baru sehingga memiliki kapasitas untuk menjual ke pelanggan yang lebih besar. sehingga menjadi hal yang utama dalam berbinis bahwa sangat memerlukan uang di muka.


2.  Mengelola Cash flow yang sehat dan benar


Dasar Arus kas pada dasarnya Arus kas adalah pergerakan dana masuk dan keluar dari dalam bisnis dalam suatu periode, baik mingguan, bulanan atau kuartalan. ada dua jenis arus kas pada dasarnya : Baca juga 7 Strategi Profesional berbisnis

  • Arus kas positif
Terjadi pemasukan uang dari hasil penjualan produknya, pemasukan dari hasil penagihan dari piutang, setelah dikurangi dengan pembayaran-pembayaran hutang, biaya bulanan, gaji, dll.

Jika pelanggan tidak membayar secara tunai, maka terjadi arus kas yang masuk berasal dari koleksi piutang usaha.

  • Arus kas negatif
Pengeluaran untuk biaya operasional usaha, seperti pembayaran gagi, pembelian persediaan barang dagangan, pembayaran hutang dan lain-lainnya lebih besar dari pada uang yang masuk.

Hal ini umumnya menjadi problem untuk usaha, Langkah-langkah perbaikan yang dapat dilakukan dengan cara meningkatkan hasil pendapatan sambil mempertahankan atau memotong biaya.

Pengelolaan arus kas positif yang baik diperlukan adanya analisis dan mengelola arus kas untuk lebih efektif.

Pengelolaan arus masuk dan keluarnya uang tunai perusahaan, pengelolaan dan menganalisa arus kas apakah sudah memadai untuk setiap bulannya dan dapat mencukui kewajiban-kewajiban untuk bulan-bulan yang akan datang.

Mengelola Cash Flow yang baik Cara terbaik untuk melacak arus kas dalam bisnis adalah dengan menjalankan laporan arus kas.

Laporan arus kas melihat perubahan pada uang tunai, dari berbagai aktivitas usaha perusahaan dan kenaikan atau penurunan nilai lainnya di neraca bisnis.

Cara cepat dan mudah untuk melakukan analisis arus kas adalah membandingkan total pembelian yang belum dibayar dengan total penjualan pada akhir setiap bulannya.

Jika jumlah pembelian yang belum dibayar melebihi jumlah penjualan, harus mengeluarkan lebih banyak uang dari pada yang di terima di bulan berikutnya, yang mengindikasikan adanya masalah arus kas potensial.

Keuntungan atau Laba tidak sama dengan arus kas. Pelaku bisnis tidak bisa hanya melihat laporan laba rugi (L & R).

Banyak data keuangan lainnya masuk ke dalam anjuran arus kas, termasuk piutang, persediaan, hutang dagang, pengeluaran barang modal, dan layanan hutang.

Manage arus kas harus cerdas dan fokus pada masing-masing penggerak uang tunai ini, selain keuntungan atau kerugian usaha.

Pengelolaan arus kas yang tidak baik sehungga tidak mendapatkan kepastian apa yang terjadi pada arus kas bisnis.

Kerap ditemukan pemilik bisnis tidak memanage arus kas dengan baik sehingga tidak dapat mengetahui dengan segera apakah bisnisnya memperoleh keuntungan (atau menciptakan kerugian).

Petunjuk atau aturan-aturan di dalam akuntansi hanyalah pendapatan dikurangi biaya. dimana Untuk mengetahui pendapatan dari faktur-faktur yang masuk dari pelanggan untuk produk atau layanan yang di jual.

Arus kas positif sebenarnya dibutuhkan untuk menghasilkan keuntungan. Tentunya membutuhkan cukup uang untuk membayar karyawan dan pemasok, agar bisa menghasilkan barang.

Penjualan barang atau jasa adalah yang membantu menghasilkan keuntungan. Namun tidak memiliki dana yang cukup untuk membuat barang, tentunya tidak akan mendapatkan keuntungan.

Jadi benar perlu menyusun dan mengelola bisnis agar memiliki arus kas positif jika ingin bisnis dapat tumbuh dan dapat meningkatkan keuntungan. Menumbuh dan mengembangkan bisnis dapat memfokuskan pada arus uang tunai.

Selalu harus melakukan investasi dan membawa biaya tertentu di muka untuk mencapai pendapatan dan arus kas yang lebih tinggi yang disertai dengan pertumbuhan yang sukses.

Mungkin ingin membuka kantor di kota baru sehingga bisa membangun bisnis di sana. Perlu membangun fasilitas baru.

Sehingga memiliki kapasitas untuk menjual ke pelanggan yang lebih besar. sehingga menjadi hal yang utama dalam berbinis bahwa sangat memerlukan uang di muka.

Mengelola Cash Flow yang baik untuk bisnis
Mengelola Cash Flow yang baik dan benar serta laporan arus kas metode langsung


Mengelola Cash flow bisnis sampingan yang benar dan sehat


Mengelola Cash flow bisnis sampingan yang benar dan sehat dengan Cara Meningkatkan Arus Kas, Sebagian besar Pelaku bisnis melihat perkembangan dan pertumbuhan sebagai solusi untuk permasalahan arus kas.

Itulah sebabnya Pelaku bisnis kerap mencapai tujuannya untuk menumbuhkan bisnis. Sehingga di perlukan langkah-langkah taktis untuk mengelola arus kas dengan lebih baik.

Terutama untuk bisnis yang sedang berkembang, sehingga menjadi penting untuk Mengelola Cash Flow yang baik.


1. Pengelolaan Piutang

Untuk mempercepat penerimaan dan pemrosesan piutang, dengan langkah-langkah seperti memintalah pelanggan untuk membayar dengan cek transfer deposit, transfer dana yang relatif murah.

Juga bisa mencoba menawarkan diskon kepada pelanggan jika mereka membayar tagihan dengan cepat.


2. Memperketat persyaratan kredit


Usaha yang baru dan sedang berkembang pada umumnya sering memberikan penjualan barang kepada pelangga secara kredit, alasannya diantara adalah untuk memperluas jaringan penjualan barang dagangannya.

Sebelum Pelaku bisnis melakukan penjualan barang dagangannya secara kredit terlebih dahulu memperhitungan secara tepat secara keseluruhan.

Atau dengan secara individu pelanggan yang akan diberikan fasilitas kredit, karena akan berdampak secara serius kepada Arus kas (cash flow) usaha.


3. Meningkatkan penjualan


Jika sangat membutuhkan kas masuk lebih banyak, solusinya adalah dengan terus memperbanyak pelanggan baru dengan menjual barang atau jasa tambahan kepada pelanggan yang sudah ada

Dengan menjual produk sedikit lebih lebih murah agar dapat meningkatkan arus kas masuk. Terkadang membutuhkan waktu,

Dengan terkumpulnya uang yang ada di Kas Pelaku bisnis akan lebih mudah untuk berinovasi dan berkreasi mengembangkan produk sesuai keinginan pasar. Dalam meningkatkan penjualan bukan berarti dengan meningkatan Piutang.

Bila ini terjadi maka dana (uang cash tunai) yang diharapkan tidak tercapai dan tidak sesuai dengan tujuan awal yang meningkatkan penjualan dengan menjuala barang lebih murah.


4. Diskon harga


Merupakan salah satu opsi untuk meningkatkan arus kas dan merupakan solusi untuk memecahkan permasahan-permasalahan terhadap penjualan produk, dengan menawarkan diskon kepada pelanggan

Jika mereka membayar lebih awal, memberi insentif kepada pelanggan untuk melakukan pembayaran lebih awal  dengan maksud agar dapat pengelolaan arus kas lebih dapat stabil


5. Mengamankan pinjaman


Permasalahan arus kas masuk untuk jangka pendek terkadang mengharuskan Pelaku bisnis pelakukan pinjaman-pinjaman dari lembaga keuangan. atau dengan melalui pinjaman ekuitas.

Walau sebagian besar waktu jenis pinjaman ini mencapai tujuannya. Ingat sewaktu krisis keuangan banyak bank-bank membatalkan jalur kredit,

Bila ini terjadi maka pilihan lainnya adalah pinjaman amortisasi jangka panjang yang mencakup bunga dan pokok pinjaman sampai pinjaman dilunasi.


6. Mengelola Cash flow bisnis sampingan yang benar



  • Pengendalian Arus Kas
Harus lebih dahulu mengetahui posisi uang kas yang ada, Lalu apa yang di harapkan dan apa yang akan dilakukan dengan saldo kas dari sekarang hingga sampai enam bulan kemudian bila hal ini tidak terjawab, maka Pelaku bisnis tidak memiliki arus kas yang terkendali

Salah satu cara mengetahui dan untuk menjaga agar situasi tetap terkendali adalah dengan melacak hasil arus kas setiap bulan untuk menentukan apakah pengelolaan arus kas.

Menciptaan jenis arus kas yang dibutuhkan dalam bisnis.  untuk memfokuskan pada tagihan-tagihan yang ada.

Untuk membantu menjadi lebih baik ciptakan proyeksi arus kas yang dapat di andalkan saat membuat keputusan bisnis tentang memperluas dan menambah usaha bisnis.



  • Mengelola Cash flow bisnis sampingan yang Sehat
Salah satu analisis keuangan yang sangat penting bagi pengelola keuangan, disamping alat keuangan lainnya adalah laporan arus kas.

Analisis ini adalah untuk mengetahui bagaimana dana akan digunakan dan bagaimana kebutuhan dana tersebut akan dipergunakan.

Menggunakan laporan arus kas yang diklasifikasikan menurut sumber-sumber utama dan pembayaran kas yang diklasifikasikan menurut penggunaannya dalam satu periode.

Dalam menyusun laporan arus kas terdapat 2 (dua) Metode yang digunakan yaitu :

  • Metode Langsung
Metode Langsung di golongkan penerimaan kas bruto dari aktivitas operasional dan pengeluaran kas bruto untuk kegiatan operasional.

Penerimaan kas dan pengeluaran kas dari kegiatan operasi akan tersaji sebagai arus kas bersih dari aktivitas operasional perusahaan.

Mengelola Cash Flow yang baik untuk bisnis
Methode Mengelola Cash Flow dan laporan arus kas metode langsung


  • Metode Tidak Langsung
Dalam metode tidak langsung ini adalah laba bersih yang diperhitungkan dalam perhitungan laba rugi. Kelebihan dari metode ini adalah membedakan antara laba bersih dan aliran kas bersih dari aktivitas operasi.

Cara pelaporan arus kas bentuk investasi dan pendanaan pada kedua metode, baik langsung maupun tidak langsung adalah sama.

Dengan mengelola cash flow seoptimal mungkin agar bisnis yang digeluti dapat menghasilkan laba yang sesungguhnya.

Sehingga dapat kelancaran usaha dapat berjalan lancar dan dapat meningkatkan laba tersebut secara terus menerus.

Jika perusahaan memakai metode tidak langsung maka harus ada pengungkapan yang terpisah mengenai perubahan-perubahan.

Mengelola Cash Flow yang baik untuk bisnis
Perubahan Mengelola Cash Flow dari kegiatan operasional dan format cash flow


Pentingnya Mengelola Cash flow bisnis sampingan  yang sehat dan benar 


1. Pentingnya Mengelola Cash flow bisnis sampingan  yang sehat


  • Minimalkan Stok
Stok dapat diartikan dengan uang yang berhenti. Stok yang masih ada karena sedikitnya pembelian, akan menjadi pengeluaran yang sia-sia.

  • Utamakan Terima Uang Di Depan
Sistem menerima uang di muka sama halnya dengan Anda telah memiliki modal yang banyak. Untuk menerapkan sistem tersebut, harus bisa mengurangi jumlah pembeli yang melakukan pembelian dengan cara kredit.

  • Pastikan Cash In Lebih Besar Daripada Cash Out
Untuk dapat menghasilkan keuntungan yang besar, harus memastikan bahwa pemasukan lebih besar dari pada pengeluaran.

  • Alokasikan Pendapatan Agar Lebih Terstruktur
Pendapatan atau pemasukan harus dialokasikan supaya lebih terstruktur, seperti misalnya dari 100 persen pendapatan, 10 persennya untuk biaya ternak uang, 20 persennya untuk biaya cadangan, dan 70 persennya untuk biaya operasional.

  • Bila Hutang Pastikan Cash Flow Mampu Membayar
Maksud dari hal tersebut yaitu pastikan orang yang memiliki hutang harus bisa membayar pada waktu yang tepat dan sesuai dengan nominal atau jumlah yang telah ditentukan.

Cara ini akan mempermudah dalam mengelola cash flow yang baik.

  • Atur Penerimaan Cash Flow
Pengaturan Cash flow dari sisi penerimaan cash flow harus benar-benar sejalan dengan rencana agar kelancaran usaha dapat tetap lancar.

  • Atur Pengeluaran Cash Flow
Pengelolaan cash flow secara tepat dan cermat khususnya dalam kelolaan cash flow dari segi pengeluaran.

Sehingga diharapkan dapat seefektif dana yang ada dapat menutupi semua kewajiban yang harus segera dibayar (dipenuhi).

Dengan cara-cara tersebut bisnis dapat berjalan dengan baik dan bisa meningkatkan laba bisnis.


2. Pentingnya Mengelola Cash flow bisnis sampingan  yang benar


  • Pisahkan antara Keuangan pribadi dengan keuangan bisnis
Tidak sedikit para Pelaku bisnis mengalami kesulitan untuk memisahkan antara keuangan pribadi dengan keuangan bisnis.

Sehingga sulit untuk mengetahui posisi keuangan bisnis dengan segera, Dengan adanya pemisahan keuangan maka akan lebih mudah mengukur pertumbuhan bisnis.

  • Tentukan persentase dalam pengelolaan keuangan bisnis
Menentukan besar/kecil uang yang ada di kas perusahaan (Kas minimum) juga merupakan hal yang penting agar posisi keuangan bisnis tetap terjaga dan aman, walau kewajiban-kewajiban yang besar telah menati.

Mengelola Cash Flow yang baik Untuk menentukan besar / kecilnya dapat dihitung dari jumlah kewajiban yang akan jatuh tempo dan kewajiban lainnya yang segera dibayarkan.

Berdasarkan pengalaman untuk Kas Minimum untuk lembaga keuangan (perbankan) Cash Ratio adalah 2 (dua) persen dari total kewajiban lancar perusahaan.

  • Buat pembukuan untuk mengelola keuangan usaha
Memiliki pembukuan atau (akunting) sangat disyaratkan, didalam pembukuan dan akunting terinformasi, semua informasi yang dibutuhkan.

Serta bermanfaat untuk mengetahui perkembangan dan untuk mengambil keputusan dan membuat perencanaan untuk mengembangkan usaha dan lain-lain.

Jika belum memungkinkan untuk itu karena masih usaha baru, maka setidaknya dapat membuat laporan keluar / masuk uang kas (arus kas).

Setiap saatdapat di cocokkan saldo uang dengan catatan yang ada. dengan demikian dapat dikontrol semua transaksi keuangan.

  • Kontrol arus kas usaha dalam pengelolaan keuangan usaha
Untuk mempermudah pengawasan keuangan, sebaiknya pelaksana pemegang Kas (kasir) di pisahkan dengan pelaksana pemegang pembukuan (akunting).

Maksudnya agar ada recek dan balancing didalam kelola keuangan perusahaan. Ada baiknya setiap priodik dibuatkan laporan dari masing pelaksana dan dicocokan dengan posisi di pembukuan (akunting).

Bila terdapat perbedaan maka segera selesaikan, hindari dan jangan lama menggantung (di Pending), karena akan berdampak lebih luas kedalam operasioanal perusahaan.

  • Kelola keuangan usaha dengan mengurangi risiko utang
Mengelolaan kas keuangan menjadi sangat penting dalam kelancaran usaha perusahaan, Mengembangkan usaha dengan cara berhutang

Memang tidak dilarang, namun demikian kewaspadaan juga harus tetap terjaga. Resiko kas yang minus sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup perusahaan.

Sebaiknya diperketat dalam semua pengeluaran-pengeluaran. Buatlah penjadwalan untuk pengeluaran keuangan dan perhitungkan dengan rencana penerimaan-penerimaan dari penjualan.

Bila dari hasil penjualan dapat menutup semua kewajiban-kewajiban yang jatuh tempo maka keuangan perusahaan dalam kondisi aman.

  • Sisihkan keuntungan untuk pengembangan usaha
Penyisihkan sebagian dari keuntungan perusahaan sangat baik, untuk mengembangkan usaha secara berkelajutan.

Maksud penyisihan dari keuntungan perusahaan untuk mengembangkan usaha dengan berinvestasi dalam bentuk asset untuk perusahaan.

Apakah untuk berinvestasi dalam bentuk tanah, pembangunan gudang/kantor untuk membuka / pengembangan jaringan usaha.


Sebagai penutup, diucapkan terima kasih telah meluang waktunya untuk membaca artikel Mengelola Cash Flow yang baik untuk bisnis, Semoga artikel ini memberi manfaat serta menginspirasi.

Bila ada yang ingin mendiskusikan bisa mengklik " Kontak "

Mengelola Cash Flow yang baik untuk bisnis
Pentingnya Mengelola Cash flow bisnis yang sehat dan benar serta materi laporan arus kas

2 comments:

Terima kasih, telah membaca tentang – Strategi berbisnis yang Cantik - Semoga Artikel ini dan memberi inspirasi dan bermanfaat..